Desa Mujur, Lombok Tengah, Diterjang Puting Beliung

Tidak ada korban jiwa, beberapa rumah dan ruang sekolah  rusak

Atap rumah penduduk terbawa angin

LOMBO TENGAH.lombokjournal.com —  Sejumlah wilayah di  Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sekitar pukul 12.30 wita Minggu 26 November diterjang angin puting beliung.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi NTB, Ir H Mohammad Rum, terjangan angin puting beliung menerjang Dusun Mungkik Desa Mujur Kecamatan Praya Timur Loteng dan mengakibatkan lima (5) rumah warga rusak, 9 ruang kelas SMA 1 Praya Timur rusak ringan.

“Sementara Dusun Budiwaton Desa Mujur kecamatan Praya Timur, 40 rumah warga rusak, 1 buah Musolla rusak, tembok lapangan umum Praya Timur sekitar 50 M roboh,” ujar Muhammad Rum di Mataram.

Dampak lain terjangan puting beliung tersebut, menurutnya, berdampak pada tumbangnya beberapa pohon.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini, Karena Tim BPBD dikirim ke lokasi, dan bersama instansi lainnya sudah melakukan tindakan di lapangan.

“Masalah bantuan, kami tunggu hasil assessment atau penilaian di lapangan dan bantuan yang sifatnya darurat sudah ditangani BPBD Loteng,” pungkasnya.

AYA




Jelang Penutupan Munas Alim Ulama, TGB Ungkapkan Pertumbuhan Ekonomi NTB

Rumah-rumah di NTB di pinggir jalan bagus-bagus, yang dikhawatirkan adalah ketimpangan di tengah masyarakat

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyampaikan. pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB cukup baik.

“Dari Tahun ke Tahun pertumbuhan NTB naik sebesar 6, 02 persen dari Triwulan ke II ke triwylan III pertumbuhan ekonomi sebesar 5,56 persen,” ungkapnya jelang penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Pondok Pesantren Darul Qur’an Kecamatan Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Gubernur menjelaskan, kenaikan pertumbuhan ini Tisak terlepas dari Nahdliyyin di NTB serta masyarakat NTB pastinya dan NU pastinya.

Sementara itu, Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla, saat itu mengakui  pencapaian kemakmuran di Indonesia  cukup baik.

“Kemakmuran bertambah. Rumah-rumah di NTB yang ada di pinggir jalan semuanya baik. Akan tetapi selalu yang dikhawatirkan itu adalah adanya ketimpangan yang terjadi ditengah masyarakat.

Menurutnya, sektor ekonomi perlu dipikirkan dengan baik. Meski pun aspek ekonomi itu tidak hanya diatur oleh Pemerintah.

“Ekonomi yang baik itu adalah yang bisa memberikan nilai lebih dalam semua sektor kehidupan masyarakat. Dan hal itu dilaksanakan oleh para pengusaha,” ujar JK

Dikatakannya,pemerintah saat ini perlu melakukan ini pengembangan jumlah wirausaha  muda yang kuat dari para generasi-generasi muda kita. Hal ini perlu dilakukan agar para generasi muda dapat terus bergerak dan semangat untuk terus berusaha.

JK menegaskan, saat ini pemerintah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat dengan bunga rendah. Total anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah itu sebesar Rp120 Trilyun untuk tahun ini.

“Untuk menyiapkan itu semua kita pemerintah sudah siapkan dana. Tugas kita bersama adalah bagaimana kta bisa meningkatkannya,” pungkas JK

AYA

BACA JUGA : Wapres Jusuf Kalla Tutup Munas dan Konbes NU 2017




Wapres JK Tutup Munas Dan Konbes NU 2017

Diingatkan tindak lanjut dari forum akbar ini, menghadapi tantangan kaum Muslimin seperti radikalisme, modernisasi, dan ekonomi.

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 berakhir di Pondok Pesantren Darul Qur’an Kecamatan Bengkel, Kabupaten Lombok Barat, NTB Sabtu (25/11).

Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup forum akbar ini, usai sidang pleno dan pengesahan hasil Munas-Konbes NU 2017, forum tertinggi kedua setelah Muktamar NU.

Jusuf Kalla mengingatkan, pentingnya tindak lanjut forum Akbar ini melalui tindakan nyata.

“Musyawarah saja tidak cukup tanpa diiringi dengan kerja keras,” kata Jusuf Kalla.

Sebelum pidato JK melakukan prosesi serah terima naskah rekomendasi. Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menyerahkan Naskah Rekomendasi Hasil Keputusan Munas-Konbes NU 2017 kepada Wapres.

Kalla mengapresiasi hasil Munas-Konbes NU dan berterima kasih atas sejumlah masukan kepada Pemerintah yang ia nilai positif bagi perbaikan bangsa dan negara.

“Saya sangat mengapresiasi Hasil Munas ini dan setiap masukannya bernilai positif bagi perbaikan bangsa dan negara” cetusnya

Dalam kesempatan itu, Kalla memaparkan gejala kian menguatnya Islam di Indonesia dibandingkan 10-20 tahun  silam. Ia juga mengungkap beberapa tantangan kaum Muslimin seperti radikalisme, modernisasi, dan ekonomi.

Sidang pleno forum yang mengusung tema “Mengokohkan Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga” ini, diisi laporan dari sidang-sidang komisi.

Antara lain Bahtsul Masail Maudlu’iyah (pembahasan isu-isu tematik-konseptual), Bahtsul Masail Waqi’iyah (pembahasan isu-isu aktual), Bahtsul Masail Qanuniyah (pembahasan soal perundang-undangan), Program, Organisasi, dan Rekomendasi.

Sebelumnya diskusi intensif  dilaksanakan masing-masing komisi di forum terpisah, Jumat (24/11).

Forum yang dihelat selama tiga hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah di bidang ekonomi dan kesejahteraan, pencegahaan dan penanggulangan radikalisme, kesehatan, pendidikan, serta politik dalam negeri dan internasional.

Selain di Islamic Center NTB sebagai lokasi pembukaan, perhelatan akbar tersebut juga melibatkan lima pesantren sebagai lokasi utama, antara lain di Pesantren Nurul Islam (Mataram), Pesantren Darul Fallah, Pesantren Darul Hikmah, Pesantren Darul Qur’an, dan Pesantren al-Halimy (Lombok Barat).

Sementara itu Ketua Panitia Munas dan Konbes NU , Lalu Winengan bersyukur atas kehormatan yang diberikan oleh Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yg berkenan membuka dan menutup gelaran Munas dan Konbes NU di Mataram , juga Gubernur NTB dan Walikota Mataram yg mensuport penuh acara ini hingga berlangsung sukses, aman dan meriah.

“NU tentu tidak akan pernah melupakan budi baik ini,” ujarnya seraya menambahkan, Munas dan Konbes NU berjalan dengan baik karena ada partisipasi dan dukungan dari para Hamba Allah maupun Hamba Tuhan yang ihklas .

Upacara penutupan Munas-Konbes NU dihadiri peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU.

Acara ditutup dengan doa oleh Mustasyar PBNU TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badrudin.

AYA

BACA JUGA :

Jelang Penutupan Munas Alim Ulama, TGB Ungkapkan pertumbuhan Ekonomi NTB




Festival Kampanye Keterbukaan Informasi Publik Akan Digelar

Agar keterbukaan informasi publik bisa sampai ke masyarakat yang ada di desa-desa

MATARAM.lombokjournal.com — Festival Desa Benderang Informasi Publik (DBiP) Nasional 2017 bertema “Menurunkan Angka Kemiskinan Melalui Penerapan Pemerintah Terbuka” akan berlangsung tanggal 28-30 November mendatang.

Rencana festival yang akan bertempat di Hotel Lombok Raya dan Hall Islamic Center NTB di Mataram itu, disampaikan Wakil Ketua Komisi Informasi, Najamudin Amy, saat konfrensi pers, Jumat (24/11) di kantor Kominfo.

Saat jumpa pers hadir semua Komisioner, L.Busyairi, H.Zaini, Hendriadi dan moderator dari Kesekretariatan, Tarmidzi.S.kom

Rangkaian acara yang diselenggarakan KI NTB ini, di antaranya penandatanganan MoU KI NTB dan Polda NTB mengenai Keterbukaan Informasi. Acara dilanjutkan Sambung Rasa pada tanggal 28 November, dengan undangan 5.000 Desa se-Indonesia bersama Menkominfo dan pejabat pusat.

Sambung Rasa kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional pada 29 Nopember tema “Menurunkan Angka Kemiskinan Melalui Penerapan Pemerintah Terbuka”, dilaksanakan di Hall Islamic Center.

Selain itu ada juga Cerdas Tangkas yang akan diikuti oleh perwakilan desa peserta pada 28-30 November, dan Gelar Budaya pada tanggal 30 Desember.

Peserta dari setiap kegiatan termasuk seminar Nasional, merupakan rangkaian dari festival ini berasal dari seluruh Provinsi se-Indonesia.Kelompok peserta yang terdiri dari Komisi Informasi Pusat, Komisi Informasi Provinsi/Kabupaten/Kota.

Selain itu juga dari Diskominfotik, Dinas Pemberdayaan Pemerintah dan Masyarakat Desa, Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Keagamaan, Organisasi Pemuda, Organisasi Perempuan, Perguruan Tinggi negeri/Swasta, Mahasiswa, Organisasi Pemuda, Asosiasi Perangkat Desa, Asosiasi Kepala Desa, OPD Lingkup Provinsi NTB, PPID Utama Provinsi NTB, Pemkab/Pemkot se-NTB, Tokoh mayarakat NTB, PPID Utama Kabupaten/Kota se-NTB.

Diadakan seminar nasional ini sebagai ruang bertutur Pemangku Amanah Provinsi NTB atas Pemerintah terbuka yang dijalankan. Sehingga akan menjadi inspirasi bagi Nusantara, dalam hal ini stake holder, dan khususnya Kepala Desa agar menerapkan laku pandai menurunkan angka kemiskinan di daerah atau desa masing-masing.

Melalui Praktik Pemerintah terbuka mengingat konsentrasi Rakyat miskin di negara ini adalah lebih banyak di Desa.

Diselenggarakannya festival bertujuan mengkampanyekan keterbukaan informasi publik di masing-masing desa. Agar keterbukaan informasi bisa sampai ke masyarakat yang ada di desa-desa.

“Mari kita sukseskan Festival Desa Benderang Informasi Publik bersekala Nasional ini karena akan membawa serta harumkan nama NTB  di Indonesia,” kata Najamudin Amy.

AYA




Presiden Joko Widodo Buka Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU

Rekomendasi-rekomendasi para ulama NU ditunggu pemerintah, apa yang harus dikerjakan, terutama terkait radikalisme dan redistribusi aset demi pengembangan ekonomi

MATARAM.lombokjournl.com — Presiden Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk pada upacara yang berlangsung di pelataran Islamic Center NTB, Kota Mataram, Kamis (23/11), pukul 15.09 WITA.

Pemukulan kendang dilakukan di atas panggung secara serentak bersama Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua Panitia Robikin Emhas, dan Ketua PWNU NTB TGH Taqiuddin Manshur.

“Dengan bismillahirrahmanirrahim, saya buka secara resmi Munas dan Konbes NU 2017,” kata Jokowi sesaat sebelum menabuh beduk.

Di hadapan peserta Munas-Konbes NU dan tamu undangan, Jokowi atas nama pemerintah mengapresiasi atas terselenggaranya Munas-Konbes NU 2017.

Pihaknya menunggu rekomendasi-rekomendasi dari para ulama NU, tentang apa yang harus dikerjakan oleh Pemerintah, terutama terkait radikalisme dan redistribusi aset demi pengembangan ekonomi.

Forum tertinggi kedua di NU setelah Muktamar ini mengusung tema “Menguatkan Nilai-nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”. Tema ini dipilih atas dasar kegelisahan NU terhadap perkembangan kondisi terkini di Tanah Air.

“Pemilihan tema ini dilandasi oleh situasi kebangsaan kita yang diwarnai gejala erosi nasionalisme, akibat berseminya ideologi fundamentalisme agama yang memupuk radikalisme.  Serta dominasi ideologi fundamentalisme pasar yang memproduksi ketimpangan dan frustasi sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam situasi ekonomi di mana yang kuat memangsa yang lemah, sindrom kalah dan tersingkir, akan memicu radikalisme dan amuk sosial, yang bisa dibungkus dengan jargon-jargon agama.

Selain faktor paham keagamaan, deprivasi sosial-ekonomi jelas berperan penting di dalam tumbuhnya radikalisme.

Selain di Islamic Center NTB, perhelatan akbar tersebut juga melibatkan lima pesantren sebagai lokasi utama, antara lain di Pesantren Nurul Islam (Mataram), Pesantren Darul Fallah, Pesantren Darul Hikmah, Pesantren Darul Qur’an, dan Pesantren al-Halimy (Lombok Barat).

Upacara pembukaan Munas-Konbes NU dihadiri ribuan orang, termasuk peserta resmi forum ini yang terdiri dari jajaran pengurus PBNU, ratusan delegasi dari 34 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta 31 badan otonom dan lembaga NU.

Turut diundang pula para petinggi lintas partai politik, pimpinan ormas Islam, pejabat tinggi negara, peneliti, dan duta besar negara-negara sahabat.

Musyawirin (sebutan untuk peserta forum ini) akan tersebar di enam sidang komisi, yakni Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan aktual), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu’iyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan tematik), Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qanuniyyah (pembahasan masalah-masalah keagamaan berkaitan dengan perundang-undangan), Program, Organisasi, dan Rekomendasi.

AYA

 

 




NU Tak Mengurusi Pilkada Serentak 2017

Secara kelembagaan, NU lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan, perdamaian hingga ekonomi umat.

MATARAM.lombokjournal.com — Robikin Emhas, Ketua Panitia Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017 menegaskan, NU secara kelembagaan tidak akan mengurusi politik praktis di Pilkada serentak 2017.

Hal itu ditegaskan Robikin dalam jumpa pers yang digelar di kantor NU Mataram.

Robikin menjelaskan, pihaknya memandang tidak pantas jika NU mengurusi Pilkada sebagai bagian dari penerapan politik praktis.

“Urusan politik praktis itu bukan urusan NU,” ujarnya saat dimintai tanggapannya soal sikap NU terkait tampilnya sejumlah kader NU di Pilkada NTB.

Menurutnya, NU secara kelembagaan akan lebih fokus mengurusi aspek-aspek yang menyangkut perbaikan di ranah kebangsaan, perdamaian hingga ekonomi umat.

Kalaupun ada kader NU yang tampil di Pilkada dan ingin menjaring suara kalangan Nahdliyyin, Robikin menegaskan hal itu menjadi wilayah personal dari masing-masing pihak. Sebab, bagaimanapun juga, sebagai warga negara mereka memang memiliki hak politik.

“Kita serahkan (kepada sikap) mereka secara pribadi,” tegasnya sembari menambahkan bahwa persoalan ini juga nantinya akan diserahkan pada sikap para kyai NU.

Robikin juga menambahkan, saat ini NU telah mendorong agar warganya terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang telah menjadi medan baru dalam syiar Islam.

Ia meniai, saat ini, “perang” yang terjadi adalah perang media, yang berbasiskan teknologi digital. Karenanya, penguasaan aspek yang satu ini dipandang cukup urgen.

“Kita kembangkan sarana teknologi modern sebagai sarana dakwah. Intinya NU siap menyambut era digital,” ujarnya.

Agenda Munas Alim Ulama dan Konbes ini merupakan agenda yang digelar PBNU setiap dua tahun sekali. Dua agenda ini menempati posisi strategis karena menjadi mekanisme perumusan kebijakan tertinggi kedua setelah muktamar NU.

Munas Alim Ulama akan membahas beragam isu keagamaan yang tengah mewarnai kehidupan umat dan bangsa.

Munas Alim Ulama akan terangkai dalam sejumlah agenda, yaitu pembahasan masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah).

Sementara itu, materi Konbes NU akan membahas hal-hal yang menyangkut keorganisasian. Materi pertama Konbes NU akan fokus membicarakan program-program NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang berlandaskan faham ahlussunnah wal Jama’ah.

Materi kedua lebih berfokus pada pembahasan PO (Peraturan Organisasi) yang penyebutan resminya diistilahkan dengan Peraturan Nahdlatul Ulama.

Sedangkan materi ketiga adalah rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah sebagai panduan dalam pengambilan kebijakan.

AYA

BACA JUGA :




Pameran SPEKTRA, Barang Langsung Diboyong Pulang Tanpa Survey

Mengenalkan program unggulan, pengunjung hanya perlu membawa KTP

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah sebelumnya sukses menggelar Roadshow Spektra Meriah, kali ini spektra menggelar pameran di Kota Mataram 22/11. Kegiatan SPEKTRA ini akan berlangsung dari tanggal 21- 26 November 2017 di Lombok Epicentrum Mall.

Spektra memiliki program uggulan bagi masyarakat Mataram, yaitu pengunjung dapat langsung membawa pulang barang yang mereka impikan tanpa perlu melalui proses survey. Hanya dengan membawa KTP.

Hal ini itu disampaikan Natalius Turnip selaku Marketing Manager Lombok.

Menurut Natalius, pameran ini sengaja digelar untuk membantu mayarakat mendapatkan barang elektronik serta perabotan rumah tangga impian mereka melaui proses yang lebih simple dan harga yang lebih murah.

Masyarakat saat ini memiliki kebutuhan yang sangat besar terhadap barang- barang seperti elektronik , gadget,serta perabotan Rumah tangga.

“Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ” tuturnya

Iapun menargetkan  3 Miliyar dalam Even yang diadakan ini. “Target kegiatan ini 3 Miliyar ” cetusnya.

Seperti diketahui SPEKTRA merupakan Brand milik FIFGROUP yang melayani pembiayaan elektrnik , perabot rumah tangga, modal kerja serta alat kerja produktif. Tiap bulannya Spektra melayani hampir 70 ribu konsumen.

AYA (*)




Presiden Joko Widodo Kembali Kunjungi NTB

Dijadwalkan Prsiden Jokowi membbuka Munas Alim Ulama NU dan Konbes PBNU yang akan dihadiri 1000 ulama se Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo kembali melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepat pukul 18.55 WITA, Rabu (22/11) pesawat kepresidenan mendarat dengan Selamat di Lombok internasional Airport (LIA).

Presiden RI, Joko Widodo dijadwalkan akan membuka secara resmi Munas Alim Ulama NU dan Konbes PBNU di Ballroom Islamic Center Nusa Tenggara Barat di Mataram, Kamis (23/11).

Pada kegiatan Akbar yang akan berlangsung hingga Minggu (26/11) tersebut, 1000 Ulama se-Indonesia dipastikan akan hadir, disamping  sejumlah menteri kabinet Indonesia kerja dan undangan lainnya juga akan hadir.

Di ujung tangga pesawat, Presiden disambut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak didampingi Danrem 162 WB, Kol.Inf. Farid Makhruf, Danlanud Rembiga, Kol.Pnb. Dodi  Fernando, Danlanal, Kol Mar. Djentaju Suprihandoko dan Wakapolda NTB.

Karena diguyur hujan rintik-rintik, dari Sorong Bandara Presiden Jokowi dengan  mobil Indonesia satu langsung menuju Mataram didampingi Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB)  yang satu mobil dengan presiden.

Sebelum kembali ke Jakarta, Kamis sore (23/11) Presiden Jokowi juga dijadwalkan mengadakan  silaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat di NTB.

AYA




Ponpes Nurul Islam Siap Sambut Peserta Munas NU

Nurul Islam tidak sekadar menjadi tempat menginap para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Nuansa penyelenggaraan musyawarah nasional (Munas) dan konferensi besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah mulai terasa. Salah satunya di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam, Sekarbela, Mataram.

Baliho hingga spanduk Munas NU terpampang di sejumlah jalan menuju Ponpes Nurul Islam.

Pimpinan Ponpes Nurul Islam Wartiah mengatakan, persiapan Ponpes Nurul Islam sudah mencapai 85 persen. Areal kamar dengan kasur dan bantal sudah disiapkan untuk para peserta yang diprediksi mencapai 99 orang. Sedangkan, sarana ruang untuk sidang komisi organisasi masih dikebut dan ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat.

Wartiah mengatakan, kedatangan para peserta diperkirakan mulai akan terjadi pada Rabu (22/11). Hari ini, baru panitia pusat yang berjumlah 20 orang yang sudah tiba di Ponpes dengan total santri sebanyak 833 orang tersebut.

“Alhamdulilah kami senang dan bersyukur Ponpes Nurul Islam menjadi tuan rumah, semoga membawa berkah bagi Ponpes dan juga masyarakat sekitar,” ujar Wartiah di Ponpes Nurul Islam, Mataram, Rabu (22/11).

Wartiah menjelaskan, di sekitar Ponpes Nurul Islam juga mulai tersedia lapak para masyarakat sekitar yang menjajakan produknya, mulai dari busana muslim hingga kuliner. Wartiah berharap penyelenggaraan Munas NU mampu dirasakan warga sekitar dalam aspek ekonomi.

Ponpes Nurul Islam, lanjut Wartiah, tidak sekadar menjadi tempat menginap bagi para peserta, melainkan juga akan menggelar Sidang Komisi Organisasi pada Jumat (24/11).

“Mengenai seperti apa pembahasan itu dari pusat, mungkin besok sudah ada infonya,” ungkap Wartiah.

AYA




Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi, Rangkaian Munas NU

Pemkot Mataram menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar, meski berkorban anggaran cukup besar namun dinilai tak sebanding dengan keberkahan yang dirasakan semua pihak

MATARAM.lombokjournal.com — Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU) 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa (21/!1).

Hadir dalam pembukaan, Pimpinan Ponpes Darul Hikmah Pagutan, TGH. Abdul Hamid, Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy bersama panitia dan ribuan warga Kota Mataram.

Ahyar menegaskan keseriusan Kota Mataram yang dipimpinnya untuk menjamu tak kurang dari 1.500 tamu – khususnya dari kalangan Nahdliyin – selama rangkaian kegiatannya di Mataram.

Demi melayani peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU ini Ahyar menegaskan, Pemkot Mataram menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp 2 miliar. Meski berkorban anggaran cukup besar, namun menurutnya itu tak sebanding dengan keberkahan dan manfaat ekonomis yang dirasakan semua pihak atas kegiatan ini.

Ahyar meyakini, kehadiran para alim ulama di Mataram tentu akan membawa keberkahan. “Bayangkan, besok yang akan datang ini tidak kurang dari 1.500 orang yang akan datang. Ini suatu keberkahan yang besar karena alim ulama itu akan berkumpul di Mataram,” ujarnya.

Ia menegaskan, ulama dan kyai-kyai sepuh tersebut akan berkumpul membahas berbagai hal yang menyangkut kondisi kebangsaan, dan kondisi umat.

“Karena itulah, Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan sepenuhnya. Mempersiapkan diri sedemikian rupa untuk menyambut tamu-tamu mulia kita,” tegasnya.

Selama ini, Ahyar bersyukur karena Kota Mataram selalu dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional.

Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan tersebut, menurutnya telah memberikan citra yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat Kota Mataram.

Menjadi tuan rumah untuk pelbagai kegiatan itu, pihaknya selalu mengusung tekad meraih Tri Sukses. Sukses penyelenggaraan, sukses pencitraan dan sukses ekonomi.

Berkat kegiatan-kegiatan itu pula, Kota Mataram berhasil mencatatkan kemajuan yang menggembirakan. Salah satunya, adalah dengan kenaikan PAD yang jauh melampaui daerah-daerah lain di NTB.

Saat ini, sebut Ahyar, PAD Kota Mataram berada di angka Rp 350 miliar. Angka ini menurutnya adalah yang tertinggi diantara kabupaten/kota di NTB.

“Dan (sumber) pendapatan yang besar itu dari pariwisata, jasa perdagangan, perhotelan. Itu semua karena tamu-tamu kita senang datang ke Kota Mataram,” tegasnya.

Sekretaris Panitia Daerah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, Drs. H. Marinah Hardy, menjelaskan Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang digelar di Lapangan Karang Genteng, Mataram itu digelar sebagai pencerminan tema besar, “Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi Dan Penguatan Ekonomi.”

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan manfaat ekonomis sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas positif dari masyarakat setempat.

“Hajatan ini menjadi bagian agenda penting dari NU minimal dalam upaya kita memenuhi hajatan agar generasi kita, pada saat kegiatan ini bisa kita dorong untuk melakukan aktivitas yang bersifat religius, positif dan konstruktif. Di samping itu, juga ada unsur hiburan,” tegas Marinah.

Marinah juga menyerukan kepada masyarakat dan panitia bazar yang juga digelar di lokasi untuk membuka seluas-luasnya partisipasi melalui kerjasama yang konstruktif.

Bila perlu, ujarnya, stan penjualan yang masih kosong bisa diisi oleh masyarakat setempat tanpa terlebih dulu harus membayar sewa lokasi. Urusan sewa ini, menurutnya bisa dibicarakan jika pengguna tempat tersebut telah memperoleh keuntungan dari berjualan di lokasi tersebut.

“Kalau perlu, saran saya, tidak usah patok sewa dulu. Nanti kalau ada untungnya baru bagi hasil. Isi saja, silakan isi. Ketimbang kosong,” tegasnya.

AYA

 

 

FOTO :

 

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, saat membuka Lomba Hadrah dan Pentas Seni Religi yang menjadi rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017, di Lapangan Karang Genteng, Mataram, Selasa, 21 November 2017.