Ormas NU Temui Dubes AS, Donovan

Kebijakan Donald Trump yang mengakui Yerusdsalem sebagai ibukota Israel tidak mencerminkan dukungan luas masyarakat AS

lombokjournal.com –

Yenny Wahid

 

JAKARTA – Empat perwakilan ormas, Muslimat NU, LKKNU dan Wahid Foundation diterima Dubes AS Joseph R. Donovan di Kantor Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Mereka tercatat sebagai ormas dan lembaga pertama yang diterima Dubes Donovan di tengah maraknya kecaman terhadap pernyataan dan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel, Jumat (8/12) kemarin,

Keempat perwakilan – masing-masing Mursyidah Tohir mewakili PP Muslimat NU, Alissa Wahid mewakili LKKNU (Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama) dan Jaringan Gus Durian, serta Alamsyah Ja’far dan Tata mewakili Wahid Foundation – menyampaikan secara khusus aspirasi umat Islam Indonesia terkait isu Palestina.

Fokusnya, tentu saja kecaman terhadap kebijakan Presiden Trump yang telah melukai nalar dan hati umat Islam sedunia.

Mengutip Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, beberapa poin yang disampaikan kepada Dubes Donovan. Pertama, keberatan terhadap kebijakan AS atas Jerusalem, yang jelas-jelas bertentangan dengan sejumlah resolusi PBB, seraya meminta Presiden Trump untuk meninjau ulang keputusan tersebut.

”Kebijakan itu bakal memicu ketegangan di negara-negara berpenduduk Muslim, termasuk Indonesia, di samping mengganggu proses perdamaian yang sedang terus diupayakan,” ujar Yenny.

Kedua, menganggap keputusan tersebut sebagai langkah ceroboh dan tergesa-gesa, lantaran lebih didasarkan pada pertimbangan domestik AS ketimbang pertimbangan yang luas dan matang.

Kebijakan tersebut tidak mencerminkan dukungan luas dari masyarakat AS sendiri. Ketiga, menyampaikan kembali gagasan dan sikap Gus Dur terkait kemerdekaan Palestina dengan usulan two state solution (dua negara untuk dua warga) sebagai opsi solusi konflik Israel-Palestina.

Strategi Berlapis

Selain melakukan diplomasi langsung dengan menemui Dubes AS, Jumat kemarin warga NU juga menggelar aksi turun ke jalan untuk menegaskan keberpihakan dan dukungan kepada rakyat Palestina.

Ratusan warga NU bersama sejumlah elemen masyarakat yang lain, menggelar demo di depan Kedubes AS di Jakarta. Mereka membentangkan spanduk dan poster berisi kecaman terhadap pernyataan Presiden Trump yang telah melukai dan menyulut amarah umat Islam.

Menurut Yenny Wahid, aksi turun ke jalan dan pertemuan dengan Dubes Donovan hakikatnya merupakan strategi berlapis NU dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

”Aksi turun ke jalan diperlukan untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina. Namun, kami juga melakukan strategi ’informal diplomacy’,yakni bertemu langsung dengan Dubes AS untuk menyampaikan sikap dan keberatan atas keputusan Presiden Trump. Lewat pertemuan langsung dengan perwakilan resmi negara AS, kami memastikan bahwa suara mayoritas masyarakat Muslim Indonesia telah sampai ke Pemerintah AS,” jelas Yenny.

Yenny Wahid sendiri tidak ikut bergabung dalam pertemuan dengan Dubes Donovan. Saat yang sama, ia sedang berada di Bahrain, diundang untuk menghadiri Manama Dialogue, sebuah event strategis yang membahas isu-isu terkini di Timur Tengah dan dunia.

Termasuk perihal pernyataan kontroversial Trump terkait Jerusalem itu. ”Saya rencananya akan satu panel dengan Menteri Luar Negeri Irak dan Pangeran Turki bin Faisal dari Saudi Arabia,” tutur Yenny.

AYA (*)




KEK Mandalika Mulai Dihijaukan

Kerja sama semua pihak memakmurkan rakyat dengan cara melakukan pelestarian alam sekitar

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com – Bukit-bukit dan lahan-lahan gundul yang ada di kawasan penyangga KEK Mandalika mulai dihijaukan.

Menindaklanjuti pesan Presiden Joko Widodo saat meresmikan KEK Mandalika pada 20 Oktober lalu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melakukan penghijauan di kawasan ini bertepatan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional,Jum’at (8/12).

Sebanyak 2.800 pohon seperti Pohon Tiin, Pohon Trembesi, dan Pohon Alpukat ditanam di sekitar halaman Masjid Nurul Bilad dan areal sekitar KEK Mandalika.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin mengajak masyarakat gemar menanam diiringi dengan keuletan dan ketekunan merawatnya.

“Ini implementasi nyata dari kerja sama semua pihak memakmurkan rakyat dengan cara melakukan pelestarian alam sekitar,” ujar Amin di KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (8/12).

Amin mengimbau, agar masyarakat menjaga kelestarian kawasan hutan di NTB, minimal menanam 25 pohon seumur hidup sebagai bentuk kontribusi mengurangi emisi karbon di dunia.

Diingatkannya, dalam pemanfaatan lahan untuk produk-produk unggulan, tidak mengabaikan kaidah konservasi sehingga terhindar dari bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Strategi peningkatan produk harus dijaga, namun tetap memperhatikan kaidah konservasi.

“Biaya melakukan pembenahan akibat dari bencana alam akan jauh lebih besar dibanding manfaat yang dirasakan masyarakat,” lanjut Amin.

Menurut Amin, kelestarian hutan berperanan penting untuk penyediaan air bersih dari hutan. Selain mencegah bencana, dan yang lebih penting lagi adalah pengurangan emisi karbon di dunia.

Bupati Lombok Tengah Suhaili menyoroti kerusakan hutan di Lombok Tengah sebagai permasalahan besar yang harus segera ditangani secara bersama-sama.

Suhaili merujuk pada kondisi yang terjadi di kawasan Bukit Tunak sampai Selong Belanak, harus ada kerja sama semua pihak menyelesaikan kerusakan lingkungan ini agar terhindar dari bencana seperti kekeringan, banjir dan tanah longsor. Sekitar 2.200 lebih kawasan konservasi di Lombok Tengah berada pada kondisi gundul.

“Semua pihak terkait, mulai dari desa sampai Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama menghijaukan KEK Mandalika sesuai Instruksi Presiden, agar kawasan Mandalika semakin cantik dan diminati para wisatawan,” kata Suhaili.

AYA/Hms




Umat Islam Lombok Siap Gelar Aksi Solidaritas Palestina

Aksi solidaritas Palestina menyiapkan bazar dan penggalangan dana

MATARAM.lombokjournal.com —  Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menuai kecaman keras dari umat Islam di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang nelukai perasaan umat islam sedunia itu memancing sejumlah elemen umat Islam di Lombok untuk menggelar aksi solidaritas menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina. Rencana aksi itu akan digelar Jumat depan (15/12).

Ketua Aliansi Umat Islam (AUI) NTB Idham mengatakan, aksi ini merupakan bukti solidaritas umat Islam di Lombok terhadap rakyat Palestina. “Aksi solidaritas akan dimulai dengan shalat shubuh berjamaah di Islamic Center NTB,” ujar Idham

Islamic Center NTB, nantinya akan menjadi lokasi utama berkumpulnya seluruh elemen umat Islam di Lombok dalam menyuarakan protesnya terhadap pernyataan Trump.

Menurut Idham,  aksi solidaritas rencananya akan dihadiri Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi yang juga mengutuk keras sikap Trump. Panitia aksi solidaritas Palestina menyiapkan bazar dan penggalangan dana yang akan disalurkan bagi warga Palestina.

Rencananya ada tabligh akbar terkait kewajiban umat islam untuk membela Al Aaqsa.

Apa yang menimpa warga Palestina bertentangan dengan UUD 45 yang menyebutkan penjajahan di muka bumi harus dihapuskan. Solidaritas ini, lanjut Idham, menjadi balas budi bangsa Indonesia terhadap negara-negara Arab yang memberikan dukungan atas kemerdekaan Indonesia.

“Ini bentuk solidaritas sesama umat Islam,” katanya.

AYA

BACA JUGA : TGB Kecam pengakuan Yerussalem Sebagai Ibukota Israel




TGB Kecam Pengakuan Yerussalem Sebagai Ibukota Israel

Al Aqsa pernah menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah ke Ka’bah

MATARAM.lombokjournal.com — Sikap dzolim Presiden AS, Donal Trump yang mengakui pemindahan ibukota Israil dari Tel Aviv ke Yerussalem mendapat kecaman keras dari Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Dalam kajiannya usai menunaikan Sholat Jum’at (8/12) di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Gubernur NTB yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) itu menyebut Trump melukai hati milyaran umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, engakuan trump bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 478, tanggal 20 Agustus 1980.

Dihadapan ribuan jemaah yang hadir, TGBmenegaskan, apa yang dilakukan Trump dengan engakui Yerussalem sebagai Ibu Kota Israil adalah pelanggaran Hukum Internasional.

“Ini adalah kedzaliman yang tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

TGB mengajak seluruh umat Islam terus membantu perjuangan saudara-saudara di Palestina sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Umat Islam harus menolak dan mengecam keras pernyataan dan sikap dzolim Trump, karena Palestina merupakan tempat mulia umat Islam dan dimuliakan Allah SWT.

TGB menjelaskan, pertama di Palestina terdapat tempat suci ketiga umat Islam yaitu al Aqsa yang harus dibela. “Sekitar 16 bulan lamanya al Aqsa menjadi kiblat umat Islam sebelum dipindah menghadap ke Ka’bah,” katanya.

Kedua, Palestina merupakan tempatnya para nabi-nabi mulia yang diutus oleh Allah SWT. Sebagai tempat orang-orang mulia manusia pilihan Allah, tak boleh diinjak atau dihuni para Zionis Israil yang merupakan musuh umat Islam.

Ketiga, Palestina merupakan tempat Mi’rajnya nabi yang mulia Rasulullah SAW untuk menerima perintah agung umat Islam: Shalat 5 waktu.

“Maka Palestina harus selalu dalam hati kita,” ajak TGB.

Namun TGB mengajak umat Islam introspeksi diri. kenapa Trump berani menyatakan sikap zolim seperti itu.

“Trump berani melakukan itu karena kita sesama muslim banyak yang tidak hanya saling benci tapi juga saling bunuh dan hancurkan. Kita ummat Islam tidak bersatu padu melainkan berpecah belah. Dengan kondisi seperti inilah kita mudah diserang dan dikalahkan,” papar Ketua Alumni Al Azhar Indonesia ini.

Menurut TGB, jika umat Islam lemah dan saling terpecah belah maka akan mudah bagi musuh-mush Islam menginjak dan memnghancurkan kita,” tegasnya.

TGB mengajak seluruh umat Islam terus membantu perjuangan Palestina untuk mendapatkan hak-haknya dan keadilan. “Jika ada penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara di Palestina, jangan sampai tidak ambil bagian,” pesan TGB

AYA/Hms

BACA JUGA : Umat Islam Lombok Siap Gelar Aksi Solidaritas Palestina




Korban Banjir Rob Di Laut Selatan Lotim Kini 400 KK

Supermoon penyebab terjadinya perubahan kenaikan pada permukaan air

 MATARAM.lombokjournal.com — Korban banjir rob (air pasang) supermoon yang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Lotim bertambah menjadi 400 kepala keluarga yang tersebar di dua kecamatan, yakni Keruak dan Jerowaru sejak pukul 19.00 wita Minggu (3/12).

Di Kecamatan Keruak terdapat Desa Ketapang Raya, Desa Tanjung Luar. Sedangkan di Kec Jerowaru terdampak Desa Ekas Buana, Desa Batunampar Selatan, Desa Paremas, Desa Serewe, Desa Pemongkong dan Desa Jor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Muhammad Rum membenarkan adanya penambahan korban banjir Rob yang sebelumnya sebanyak 50 jiwa, kini 400 kepala keluarga.

“Kami sudah Evakuasi mandiri oleh warga, Evakuasi oleh tim gabungan BPBD, SAR Unit , Tagana dan PMI, ” ungkapnya, Senin (4/12)

Ancaman yang harus diantisipasi oleh masyarakat yakni, banjir Rob diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 3 malam terakhir. “Kebutuhan mendesak kami seperti, lokasi pengungsian atau tenda pengungsi dan Logistik,” terangnya.

Rum menjelaskan, naiknya air laut itu terjadi perubahan kenaikan pada permukaan air laut yang di akibat Supermoon. Oleh sebab itu, di imbau masyarakat Lombok, khususnya di pesisir Ampenan dan wilayah pesisir selatan untuk tetap waspada.

Menurut pihak  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasitun Klimatologi Mataram, bulan purnama terjadi ketika orbit bulan dan matahari sebaris dengan bumi. Saat itu bulan, matahari dan bumi dalam barisan lurus.

Saat sewperti itu, tarikan gaya gravitasi yang terkuat dikerahkan di atas lautan, menghasilkan yang dinamakan air pasang (spring tides).

“Di beberapa daerah di Indonesia, fenomena ini dikenal sebagai rob,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mataram, Agus Riyanto.

Banjir rob bisa diperparah saat bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi, dikenal dengan perigee. Oleh sebab itu perlu upaya kewaspadaan kesiapsiagaan untuk adaptasi lingkungan, khususnya bagian Selatan Pulau Lombok.

“Di Sekotong sering terjadi Rob apalagi saat hujan lebat masyarakat sering rugi akibat bencana Rob ini,” kata Agus Rianto.

Untuk purnama fenomenanya tidak jauh berbeda dengan yang terjadi setiap bulannya. Dampak yang bisa saja terjadi akibat supermoon, menurut Agus seperti terjadi pasang surut atau pasang naik air laut akibat gravitasi Bulan.

AYA




Posko Mendata Kedatangan Pengungsi Gunung Agung, Dibuka Di Lembar

 Posko dibuka untuk mengantisipasi pendataan pengungsi dari Bali

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah ( BPBD ) membuka posko untuk mendata kedatangan Pengungsi Gunung Agung Bali.

Posko yang didirikan di Pelabuhan lembar ini dibuka mulai dari hari Senin (27/11) .

Posko Pendataan Pengungsi  warga Bali ini  ini merupakan posko gabungan dari BPBD, Dinas Sosial NTB, dan ASDP. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum, di Mataram.

Ia menjelaskan langkah BPBD membuat posko merupakan bentuk antisipasi dari Peprov NTB untuk mendata para pengungsi yang masuk ke Lombok.

Rum menyampaikan, laporan dari ASDP menyebutkan, tercatat sebanyak dua ribu pengungsi sudah tiba di Pelabuhan Lembar, mulai dari Sabtu (25/11) hingga Senin (27/11).

Sedangkan, laporan posko yang diambil pada Senin (27/11) pukul 22.41 Wita mencatat terdapat empat kepala keluarga yang tiba di Lembar dan pengungsi tersebut sudah di bawa langsung oleh keluarganya yang di Lombok.

“Semua pengungsi yang tiba di Lembar dijemput dan dibawa keluarga mereka di Lombok,”

Namun tidak menutup kemungkinan jika nantinya terjadi Luapan pengungsi ke Lombok, pihaknya dengan Dinsos, TNI, Polri akan membuat skenario dengan menmpatkan para pengungsi di GOR Turida, Asrama Haji, dan Gelanggang Pemuda.

” Apa pun itu semua kami akan mempersiapkannya,” pungkas Rum.

AYA

BACA JUGA : Gunung Agung Meletus, Lombok Maraton Diundur 28 Januari 2018




Setelah Trawangan, Penertiban Kini Sasar Gili Air dan Meno

Pilihan bagi pengusaha, bongkar sendiri atau kalau tidak bisa karena alasan teknis, akan didatangkan alat berat

LOMBOKUTARA.lombokjurnal.com — Setelah sukses menertibkan kawasan sempadan pantai Gili Terawangan beberapa tahun lalu, kini Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan kembali menertibkan kesemrawutan di dua gili lainnya, yakni Gili Air dan Meno.

“Minggu ini kita mulai sosialisasi. Kita akan undang semua pengusaha termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat, sebelum dilakukannya penertiban sekitar awal tahun depan,” ungkap Kepala BBgian Pembangunan KLU. Lalu Majemuk kepada wartawan, Senin  (27/11).

Dikatakan Majemuk, seperti pada penertiban Terawangan, sosialisasi di gili Air dan Meno juga dilakuka bertahap sebanyak tiga kali, sampai dengan keluarnya surat pernyataan pembongkaran.

“Penataannya ke depan akan mengacu pada master plan yang ada. Sekarang masih di susun di Dinas PUPR. Pengusaha kita berikan pilihan, bagi yang ingin bongkar sendiri silahkan. Tapi kalau tidak bisa karna alasan teknis, maka kami bantu dengan mendatangkan alat berat,” paparnya.

Terhadap kebutuhan anggaran operasional penertiban, Majemmuk mengatakan pihaknya berencana akan mengajukan proposal ke pusat.

“Untuk pennertiban di Gili Air dan Meno kita tidak pakai anggaran daerah, melainkan anggaran pusat. Kita sedang ajukan proposalnya dengan besaran Rp. 600 juta,” tutupnya.

DNU

 




Kalau Bupati Najmul Akhyar Bertemu Pimpinan Media

Media tidak diminta berhenti mengkritik, tapi diharapkan bisa menyajikan berita yang berimbang dan mengedukasi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com – Untuk pertama kalinya, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), DR H Najmul Akhyar dan Wakil Bupati, Syarifuddin, SH MH, bertatap muka dengan pimpinan media/pemimpin redaksi di Mataram, Senin (27/11).

Media peliput berita di KLU yang diundang dalam “Forum Silaturrahmi antara Pimpinan daerah dan Pimpinan Media” itu, dari media cetak;  Lombok Post, Suara NTB, Radar Lombok, Radar Mandalika,Pos Bali, Pos Kota dan Seputar NTB. Dari media elektronik; TVRI, RRI dan radio swasta Sajaddah FM.  Dari media online; kicknews.com, lombokjournal.com, seputarlombok.com dan suara lombok.com.  

Pertemuan yang berlangsung di rumah makan Taliwang Murad di Pajang, Mataram itu, semula dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 wita, namun baru dimulai sekitar 15.00 wit lebih.

“Karena bupati harus mengikuti sidang bersama Dewan KLU. Kadang-kadang waktunya sidang sulit diprediksi,” kata Deddy Mujadid, Plt Kabag Humas, yang memulai acara sebelum bupati datang.

Semula akan berlangsung acara perkenalan, namun tak lama kemudian Bupati Najmul tiba di tempat pertemuan, kemudian disusul Wabup Syarifuddin.

Beberapa pimpinan redaksi semula secara berkelakar menduga pertemuan itu ada sesuatu “yang akan meledak”.  Mengingat setelah 2 tahun pemerintahan pasangan Najmul-Syarif, baru kali ini ada inisiatif pertemuan tersebut.

Setelah Bupati Najmul mulai bicara, barulah jelas tujuan pertemuan itu. Najmul langsung membicarakan tentang berita-berita yang ditulis wartawan yang meliput di Lombok Utara cenderung tak berimbang. Bahkan, sebagian berita yang muncul di media cenderung menyudutkan Pemkab Lombok Utara.

“Apakah memang seperti itu media memotret KLU?  Ada yang terlupakan, dan wartawan jarang mau konfirmasi apa yang mau diberitakan,” kata Najmul.

Menurutnya, seperti tak ada yang perlu diapresiasi hal-hal positif yang dilakukan oleh Pemkab KLU.  Karena itu, dibutuhkan saling komunikasi antara pimpinan daerah dan pimpinan media. “Mungkin ada yang tersumbat,” katanya.

Menanggapi itu, pimpinan Suara NTB, Agus Talino menganggap pertemuan pimpinan daerah dan pimpinan media sangat penting dilakukan. Hanya dengan komunikasi untuk menjalin saling pengertian, sehingga media dapat membantu pemerintah untuk membangun persepsi dan public trust yang baik.

Kongso Sukoco, pimpinan redaksi media online Lombok Journal, membenarkan bahwa dalam pemberitaan seorang wartawan sedang membangun persepsi. Karena itu, seharusnya pihak kehumasan di pemerintahan bekerja cekatan.  Salah satunya dengan menyampaikan rilis yang bisa mewakili “sudut pandang” pemerintahan tentang suatu berita.

“Dalam menulis berita, kadang tak bisa dihindari wartawan punya interest sendiri tentang suatu berita,” kata Kongso.

Sedang Rudi Hidayat, pimpinan redaksi Lombok Pos TV, juga menganggap penting pertemuan pimpinan daerah dan pimpinan media yang dilakukan secara berkala. “Perlu komunikasi dimana wartawan atau redaksi diberi kesempatan menyampaikan pikiran kritisnnya, namun tidak usah keluar,” sarannya.

Pertemuan yang berlangsung hingga sore itu memberi kesempatan redaksi untuk memberi masukan. Baik Bupati Najmul Akhyar maupun Wakil Bupati Syarifuddin, terkesan membuka diri untuk menerima masukan dari para pimpinan media/redaksi.

Berbeda dengan saat mulai pertemuan, setelah berlangsungnya dialog Bupati Najmul tampak lebih bisa menjalin pengertian dengan kalangan media. Bahkan ia mengaku akan menindaklanjuti masukan-masukan  yang disampaikan dalam dialog tersebut.

“Saya hanya minta agar berita-berita yang ditulis itu berimbang. Selain itu, saya berharap berita-berita itu bisa mengedukasi masyarakat Lombok Utara secara utuh,” kata Najmul.

Ka-eS

 

 




Hujan Selamatkan Lombok Dari Abu Vulkanik

Himbauan agar masyarakat tidak keluar rumah tanpa ada keperluan mendesak, masih bersifat himbauan untuk kesiapsiagaan dan pencegahan jika terjadi hujan abu

MATARAM.lombokjournal.com —  Hujan yang mengguyur Daerah NTB,  khususnya yang ada di pulau Lombok yang merupakan Pulau terdekat dari Bali hari ini, menyelamatkan masyarakat dari abu Vulkanik erupsi Gunung Agung .

Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang terjadi di Pulau Lombok menjadi penolong karena tidak membuat Abu Gunung Agung tersebar di Lombok.

“Alhamdulillah hujan juga menjadi penolong wilayah kita dari Abu, kalaupun ada. Namun, masih katagori tipis dan tidak signifikan, ” ungkap Kepala BPBD Provinsi NTB, H Muhammad Rum, Senin (27/11)

Rum mengatakan, ada informasi beredar adanya abu vulkanik berjatuhan di wilayah Rembiga Mataram, di seputar parkiran taxi. Ternyata berita itu tidak benar. Karena, sepanjang hari ini abu belum jatuh ke wilayah NTB. Dasar penjelasannya, arah angin ke Barat oleh pihak terkait khususnya BMKG, tapi belum berani dipastikan.

Disinggung soal imbauan, agar masyarakat tidak keluar rumah tanpa ada keperluan mendesak? Rum menegaskan, itu masih bersifat himbauan agar tidak keluar rumah.

“Ini bentuk kesiapsiagaan dan pencegahan jika terjadi hujan abu, siapa yang menjamin arah angin tetap ke satu arah,” kata dia.

Dia juga memaparkan, peringatan Dini Cuaca Kabupaten Bima dan Dompu tanggal 27 November 2017, pada pukul 15:10 wita, diprediksikan berpotensi terjadi Hujan Lebat yang dapat disertai kilat/petir dan Angin Kencang pada pukul 15:20 wita di Huu, Pajo, Parado, Woha, Monta, Belo,  Palibelo, Langgudu, Madapangga, Lambitu, dan dapat meluas ke wilayah Wawo, Sape, Lambu, Kota Bima, Bolo, Soromandi, Ambalawi, Wera, dan sekitarnya.

“Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18:20 wita. Ini sesuai rilis yang disampaikan oleh Prakirawan-BMKG Bima, ” tuturnya.

AYA




Pemkab KLU Serahkan Bantuan Korban Banjir Lotim

Mulai SKPD hingga organisasi profesi hingga ormas di Lombok utara berempati pada bencana di Lotim

LOMBOKUTARA.lombokjurnal.com — Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, menyambangi sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis untuk para korban banjir bandang di Kecamatan Keruak Lombok Timur, Minggu (26/11).

Bantuan kemanusian itu berasal dari donasi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), PKK, GOW, Pramuka dan Muslimat NW.

Kegiatan ini sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara kita yang terkena banjir. Ini adalah solidaritas kemanusiaan,” ungkap Bupati yang didampingi Setda KLU, Kepala BPPD, dan sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPPD) KLU, Iwan Maret Asmara, mengkomfirmasi giat dilaksanakan di posko penanganan banjir bandang Kecamatan Keruak Lombok Timur.

“Bantuannya disalurkan melalui posko kecamatan Keruak,” tukasnya.

Dnu