Transportasi Online Diminta Patuhi Permenhub

Pemenuhan persyaratan bagi transportasi daring merupakan bentuk kesetaraan dan keadilan dalam transportasi

Lalu Bayu Windya

MATARAM.lombokjournal.com – Transportasi daring  atau online didorong untuk mengikuti persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah saat ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Bayu Windia menyampaikan itu saat menggelar rapat dengan Organda NTB, Kominfo, dan penyedia kendaraan online di kantor Dishub NTB, Rabu (07/02).

Ia menuturkan, pemenuhan persyaratan bagi transportasi daring merupakan bentuk kesetaraan dan keadilan dalam transportasi.

Lalu Bayu mengajak para pengusaha transportasi daring di NTB melengkapi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan melalui Permenhub Nomor 108 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Sikap kita di Dishub NTB jelas yaitu menyediakan iklim berusaha yang berkesetaraan dan berkeadilan,” tegasnya

Sebagaimana transportasi konvensional, Bayu mengimbau transportasi daring juga mengikuti ketentuan, mulai dari SIM A umum bagi pengemudi, ikut uji KIR, hingga mencantumkan stiker khusus.

“Adil itu perlakuan yang sama kepada setiap jenis pengusaha, dalam konteks pengusaha taksi konvensional kita tentukan syarat ketentuan, maka yang online juga, baru itu adil,” katanya

Hingga saat ini, Dishub NTB terus melakukan pendataan jumlah angkutan transportasi daring di NTB, baik yang sudah memenuhi persyaratan maupun yang belum.

Bayu menyampaikan, proses sosialisasi untuk persyaratan ketentuan transportasi daring akan dilakukan dengan operasi simpatik pada pekan kedua Februari hingga Maret mendatang.

“Kita peringati dan sarankan untuk segera penuhi syarat dan ketentuan. Bulan April baru ada penindakan,”pungkasnya.

AYA

BACA JUGA : Transportasi Online Harus Ikuti Aturan Dengan Yang Konvensional




Jalan Antar Dusun Di Bayan Berlubang dan Licin, Warga Minta Pengaspalan

Kondisi beberapa jalan lintas desa khususnya di Kecamatan Bayan masih banyak yang harus dibenahi.

LOMBOKUTARA.lombikjournal.com — Warga Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, mengeluhkan kondisi jalan lintas desa yang menghubungkan Dusun Batu Rakit menuju Dusun Kebon Patu.

Pasalnya, kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur saat musim penghujan sering menganggu aktifitas warga.

“Kondisi jalannya sangat licin kalau hujan, tidak jarang pengguna motor terpleset. Kita minta pemda menganggarkan pengaspalan atau setidaknya burda,” tutur Kepala Desa Sukadana, Sojati, Selasa (6/2).

Dikatakan Sojati, beberapa hari lalu siswa di SDN 5 Sukadana, yang berada di Dusun Kebon Patu, terpaksa dipulangkan lantaran tidak ada satu pun guru yang hadir di sekolah.

“Ada tokoh masyarakat yang datang ke saya dan menceritakan apa yang dialami para siswa. Kemungkinan guru mereka tidak berani masuk karna kondisi jalan, apalagi sekarang musim hujan. Dan rata-rata guru di sana tinggalnya di bawah,” tukasnya.

Lebih jauh Sojati mengaku jika jalan sepanjang 2,5 km, itu pernah diusulkan melalui Musrenbang-Des tahun 2016-2017, namun hingga kini belum berhasil.

“Luas badan jalan sudah diperlebar tahun lalu, bahkan sudah dikeraskan. Hanya saja rentan terkikis hujan,” tutupnya.

Anggota Komisi III DPRD KLU, Nasrudin, mengatakan, kondisi beberapa jalan lintas desa khususnya di Kecamatan Bayan memang mash banyak yang harus dibenahi.

“Jalan yang menghubungkan Desa Sukadana dan Senaru sudah diaspal tahun lalu. Sisanya tentu menjadi atensi pemerintah ke depan,” tukasnya.

DNU

 

 




Longsor Akibat Ujan Deras, Dusun Dompo Indah Kayangan Lumpuh

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU bersama warga melakukan evakuasi timbunan longsor secara manual.

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —Tanah longsor akibat hujan deras kembali terjadi di Lombok Utara. Kali ini terjadi di Dusun Dompo Indah, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Kamis (1/2).

“Titik longsor berada di jalan yang penghubung Dusun Dompo Indah dengan Desa Gumantar. Kini arus transportasi warga lumpuh total,” kata Kepala Dusun Dompo Indah, Luji Hartono, Kamis (1/2).

Atas kondisi itu, Luji meminta agar pemerintah daerah melalui SKPD terkait segera menurunkan alat berat untuk mengangkut timbunan tanah yang menutup hampir seluruh badan jalan.

“Di titik longsor ini dulu memang pernah ditalud, itu dana swadaya warga. Tapi mungkin karna derasnya hujan sehingga memgakibatkan longsor,” sambungnya.

Tak ingin berdampak bagi warganya, Luji meminta pemerintah daerah untuk kembali melakukan pentaludan dititik yang sama, mengingat jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat guna mendukung aktivitas ekonomi dan aktivitas lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KLU, Iwan Maret Asmara ditemui terpisah mengatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lokasi guna melakukan evakuasi timbunan longsor.

“Tim sudah turun langsung tadi melakukan evakuasi dengan sistem manual, warga juga ikut membantu,” cetusnya.

DNU

 




Gerhana Bulan Total, Waspadai Banjir Dan Gelombang Tinggi

Warga dimbau tidak melakukan aktivitas di pantai saat terjadinya gerhana bulan total

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mataram mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama yang berada di wilayah pesisir. Masyarakat harus mewaspadai dampak yang ditimbulkan dari fenomena gerhana bulan total (GBT), pada Rabu (31/1) malam.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto mengingatkan  pengalaman gerhana bulan total sebelumnya.  Saat itu terjadi gerhana bulan pada awal Januari, terjadi banjir rob dan gelombang tinggi di beberapa wilayah pesisir di NTB, seperti Pantai Ampenan di Mataram dan juga beberapa pantai di wilayah Lombok Timur.

“Kita mengimbau warga tidak melakukan aktivitas di pantai pada saat terjadinya gerhana bulan total,” ujar Agus  (31/1).

Imbauan ini juga diberikan kepada para nelayan agar tidak melaut lantaran prediksi adanya gelombang tinggi yang bisa membahayakan keselamatan. BMKG memprediksi kenaikan air laut akan mencapai 1,5 meter saat peristiwa gerhana bulan total.

Mengingat peristiwa gerhana bulan total akan terjadi pada tengah malam, Agus mengimbau masyarakat yang berada di pesisir pantai untuk berjaga-jaga mengantisipasi naiknya air laut.

“Peristiwa ini kan tengah malam biasanya orang sedang tidur. Tolong diingatkan agar warga berjaga-jaga,” lanjut Agus.

BMKG Mataram bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, dan juga Pemprov NTB akan melakukan pengamatan gerhana bulan total di pelataran Kompleks Islamic Center NTB.

Rencananya, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akan memimpin shalat gerhana di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB.

AYA




Keluarga Sepakat Segera Memakamkan Jasad Munawir

Korban yang hanyut di Lokoq Segara ditemukan sudah membengkak

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).

Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.

“Korban yang sudah tak bernyawa berhasil dievakuasi sekitar 11.20 Wita, oleh Tim SAR Gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, Senin.

Setelah dievakuasi Tim SAR, lanjut Nyoman, korban langsung dibawa menuju kediamannya di Dusun Todo.

Pihak keluarga korban sepakat untuk segera dimakamkan mengingat kondisi korban yang sudah membengkak.

DNU

 

 




Keluarga Sepakat Segera Memakamkan Jasad Munawir

Korban yang hanyut di Lokoq Segara akhirnya ditemukan sudah membengkak

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu, akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).

Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.
Korban Hanyut Lokoq Segara Akhirnya Ditemukan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com-Warga Dusun Todo Desa Jenggala Kecamatan Gangga, Munawir (25) yang hanyut terbawa arus sungai Lokoq Segara pada Sabtu lalu akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan, dan warga, Senin (29/1).

Korban awalnya ditemukan mengapung di pantai Kuranji Dusun Karang Amor, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, oleh salah seorang warga, Amaq Us, sekitar pukul 10.00 Wita, dan kemudian langsung menginformasikan Tim SAR dan pihak keluarga.

“Korban yang sudah tak bernyawa berhasil dievakuasi sekitar 11.20 Wita, oleh Tim SAR Gabungan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, Senin (29/1).

Setelah dievakuasi Tim SAR, lanjut Nyoman, korban langsung dibawa menuju kediamannya di Dusun Todo.

Pihak keluarga korban sepakat untuk segera dimakamkan mengingat kondisi korban yang sudah membengkak.

DNU




Munawir Hilang Terseret Arus Saat Mandi di Sungai

Korban sempat ditolong teman-temannya, namun karena arus yang terlalu deras, korban akhirnya terlepas dan hanyut

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Warga Todo, Desa Bentek Kecamatan Gangga, Munawir (25), dinyatakan hilang terseret arus saat mandi di sungai Lokoq Segara (perbatasan Desa Bentek-Jenggala), Sabtu (27/01).

Kronologi kejadian berwal saat Munawir bersama 8 orang temannya mandi di pinggir sungai sekitar pukul 17.00 Wita. Namun Naas, saat asyik mandi, korban tiba-tiba terseret arus sungai yang saat itu airnya sedang meluap.

“Ada warga hilang terseret arus pak, sampai sekarng blum ditemukan,” kata sejumlah warga yang berkumpul kenyaksikan proses pencarian, Sabtu (27/1) petang.

Kepala BPBD Lombok Utara, M. Iwan Maret Asmara., mengatakan menurut keterangan warga, korban sempat ditolong oleh teman-temannya, namun karena arus yang terlalu deras, korban akhirnya terlepas dan hanyut.

“Laporan warga hanyut kami terima Sabtu sore sekitar pukul 17 : 30 Wita,” paparnya.

Dikatakan Iwan, Proses pencarian terus dilakuan oleh 50 petugas yang dibantu warga hingga Sabtu malam, namun kondisi air yang keruhnya menyebabkan pencarian dihentikan sekitar pukul 22.30 malam.

“Pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu siang. Tapi hingga sekarang belum ditemukan,” katanya.

Dalam kesempatan berbeda, Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wisnunanda, memaparkan, Tim SAR Bangsal Pemenang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan pada Sabtu sore.

“Ada tambahan Tim SAR yang kembali diturunkan ke lokasi pencarian pada Minggu pagi. Pencarian dilakukan pada radius 4 kilometer dari lokasi kejadian,” terangnya, Minggu (28/1).

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas Pos Bangsal, Tagana KLU, BPBD KLU, Polsek Gangga, Koramil Gangga, yang dibantu warga sekitar.

DNU

 




‘Tendangan Kungfu’ Ahyar Abduh Sampai Ke Negeri Cina

Saat penyerahan tongkat komando, Kasat Sat Pol PP minta walikota melakukan apa yang disebut uji kesigapan

MATARAM.lombokjournal.com — Walikota Mataram TGH. Ahyar Abduh angkat bicara terkait pemberitaan tendangan kungfunya kepada salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Mataram, yang kini viral di media sosial (medsos).

Ahyar mengatakan, kejadian itu tidak sedramatis yang dikira, sehingga membuatnya menjadi cukup viral. Bukan saja di Kota Mataram atau NTB, bahkan viral di Nasional bahkan sampai ke negeri Cina.

“Saya kaget, ternyata seorang Walikota itu tendangannya kalah-kalah tendangan kungfu dari negeri Cina,” ujar Ahyar saat jumpa pers di Pendopo Walikota Mataram, Jumat (26/1).

Ahyar menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (17/1) usai melantik dua pejabat di Kota Mataram, yakni Kepala Dinas Sosial dan Kapala Sat Pol PP Kota Mataram.

“Kejadiannya itu di dihalaman Kantor Walikota ” katanya

Khusus untuk Sat Pol PP, secara internal atau satu tradisi dilakukan penyerahan tongkat komando dan pemasangan tanda jabatan yang dilakukan di depan halaman Kantor Walikota.

Di saat penyerahan tersebut, di depan dirinya sudah berbaris siap satu pasukan Sat Pol PP yang menggunakan kaos khusus. Setelah selesai penyerahan, Kasat Sat Pol PP meminta dirinya untuk melakukan apa yang disebut uji kesigapan.

“Saya diminta secara spontan dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, itu suatu permintaan dari anggota maka dengan sendirinya saya lakukan,” jelas Ahyar.

“Saya juga kan seorang pesilat, mungkin kaget melihat saya dengan kejadian itu. Tapi tendangan itu tidak kena, saya hanya menguji kesigapan,”

Untuk itu, pada kesempatan tersebut, Ahyar mengharapkan masyarakat dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, seorang Walikota tidak bisa sewenang-wenang terhadap bawahan apalagi melakukan kekerasan.

“Kejadian itu adalah spontanitas dari permintaan bawahan,” tegas Ahyar Abduh.

AYA




Bawaslu NTB Test Urine Seluruh Pegawainya.

Memasuki pesta demokrasi, Bawaslu NTB pastikan seluruh pegawainya bebas narkoba

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi NTB melakukan tes urin dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB.

Koordinator Divisi organisasi Sember daya manusia (SDM) Bawaslu NTB, Itratif mengatakan, tes urin ini merupakan komitmen Bawaslu NTB dalam memastikan seluruh stafnya terbebas dari narkoba. Menurut Itratif, Bawaslu NTB memiliki peran penting dalam menyukseskan pelaksanaan pilkada di NTB.

“Memasuki pesta demokrasi, kami jajaran Bawaslu harus memastikan kondisi terjaga kesehatannya dan yang paling penting bersih dari narkoba,” ujarnya.

Itratif menyampaikan, narkoba bisa memengaruhi siapa pun, tidak mengenal strata sosial, ekonomi, dan politik. Tes urin ini dilakukan terhadap 37 orang staf Bawaslu NTB.

Bagi Itratif, pemeriksaan tes urin merupakan bagian pencegahan terhadap penggunaan narkoba. Bawaslu NTB meminta setiap staf tidak menggunakan narkoba.

“Karena ini pencegahan maka kita mencegah sejak dini, staf kita jangan main-main dengan narkoba,” ujarnya

Bawaslu NTB juga akan memberikan sanksi bagi petugasnya yang semisal kedapatan menggunakan narkoba. Itratif menjelaskan, Bawaslu NTB akan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan (pegawai) apakah benar sebagai pemakai atau karena ada pengaruh obat-obatan di bawah resep dokter.

Sementara itu Plt Kabid pemberdayaan masyarakat dan pencegahan BNNP NTB, Irfan sangat mengapresiasi langkah Bawaslu NTB yang meminta dilakukan tes urin.

Menurut Irfan, Bawaslu NTB telah memberikan contoh yang baik dan diharapkan diikuti oleh lembaga yang lain. Pasalnya, kondisi narkoba di Indonesia sudah pada tahap mengkhawatirkan.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa kondisi persoalan narkoba sudah sangat meluas, kita sudah dalam darurat narkoba,” tegasnya.

Irfan berharap, pelaksanaan tes urin mampu memastikan agar lingkungan kerja di pemerintah, dan swasta terhindar dari narkoba, sehingga pelaksanaan tugas bisa berjalan dengan baik.

AYA




Rest Area Pusuk Lombok Utara, Rusak Akibat Longsor

Dihimbau agar masyarakat atau wisatawan tidak mendekat ke lokasi rest area, dikhawatirkan terjadi longsor susulan

 LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Hujan lebat yang terjadi di hampir seluruh wilayah Lombok Utara. sejak Senin malam (23/1), mengakibatkan longsornya bangunan Rest area atau gardu pandang yang berada di kawasan pusuk pass, Desa persiapan Manggala Kecamatan Pemenang.

“Tidak ada korban jiwa. Kejadiannya sekitar jam 2 dinihari,” kata Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Iptu Agus Pujianto, Selasa (23/1).

Paska longsor, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat atau wisatawan tidak mendekat ke lokasi rest area. Dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan akibat kontur tanah yang masih labil.

“Kita khawatir, karena tidak tahu ada wisatawan mendekat ke titik longsor, makanya kita pasangkan police line,” paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU, H. Muhammad mengatakan, longsornya kawasan rest area pusuk murni akibat faktor alam.

“Saya sudah intruksikan Sekdis turun langsung bersama kontraktor untuk mengecek lokasi,” katanya.

Oleh karena masa pemeliharaannya sudah habis, lanjut Muhammad, kemungkinan pihaknya akan kembali menganggarkan biaya perbaikan pada APBD Perubahan mendatang.

“Kita ajukan lagi nanti biaya perbaikannya pada APBD-P. Ini kan faktor alam, jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa,” tutupnya.

Rest area pusuk pass merupakan proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KLU yang bersumber dari dana APBD 2017.

DNU