PLN Pastikan Listrik Aman Di Bulan Ramadhan

Pihak PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan

MATARAM.lombokjournal.com — Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) NTB  memastikan kondisi kelistrikan di wilayah NTB selama bulan puasa dipastikan aman dari pemadaman.

Hal tersebut ditegaskan Manager Transmisi dan Distribusi PLN wilayah NTB Jhoni Putra, Kamis (03/04) di Mataram.

“Insyaallah Aman kok, karena kita di PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan,” terangnya

Menurut Jhon,i dengan daya listrik  yang dimiliki Provinsi NTB yakni dengan rincian di sistem Lombok yakni di daya Mampu Pembangkit (DPM) sebesar 274.50 MW, dengan beben puncak sebesar 234.60 MW dan Cadangan sebesar 39.90 MW.

Dan sistem kelistrikan di Sumbawa dengan daya Mampu Pembangkit sebesar 50.05 MW, beban Puncak sebesar 42.25 MW ,Neraca daya sebesar 7.80 Mw.

Sedangkan untuk Sistem Bima, Daya Mampu Pembngkit sebesar 50.20 Mw, dengan beban Puncak 44.30Mw, dan Neraca Daya sebesar 5.90 Mw sudah dipastikan   semuanya  memadai.

“Jadi selama bulan Ramadhan kondisi kelistrikan di wilayah NTB  dipastikan aman,” pungkasnya.

AYA




PBNU Siapkan Forum ‘Islam Nusantara’ Sambut Grand Syekh al-Azhar

Diharapkan forum tersebut berkontribusi konkret bagi dakwah Islam yang ramah pada level internasional

lombokjournal.com —

JAKARTA – Grand Syekh al-Azhar Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb akan berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (02/05).

Dalam kunjungan silaturahim ini, PBNU menyiapkan sebuah forum bertema “Islam Nusantara untuk Perdamaian Dunia”.

Pemimpin tertinggi al-Azhar ini bakal disambut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj beserta para kiai dan pengurus lainnya di auditorium PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB.

Grand Syekh al-Azhar tiba di Istana Merdeka Jakarta sekitar pukul 15.00 WIB, Senin (30/04) dan diterima langsung Presiden Joko Widodo.

Hari ini hadir dalam pembukaan High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyyah Islam (HLC-WMS) yang bakal berlangsung di Bogor dan Jakarta pada 1-4 Mei 2018. Ulama dan juga cendekiawan Muslim dari berbagai negara dijadwalkan akan menghadiri HLC-WMS.

Steering Commite HLC-WMS yang juga Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini berharap bisa forum tersebut berkontribusi konkret bagi dakwah Islam yang ramah pada level internasional. Hal ini relevan, lanjut Helmy, seiring banyaknya konflik dan gejolak yang belakangan kerap mengguncang dunia internasional.

Memuji Indonesia

Grand Syekh al-Azhar melalui delegasinya Prof Dr Abdul Mun’im Fuad bersama rombongan dari Mesir juga berkunjung ke kantor PBNU pada Mei 2015, menjelang Muktamar Ke-33 NU. Mereka menyampaikan salam hormat dan maaf karena Grand Syekh al-Azhar berhalangan datang langsung ke PBNU.

Di hadapan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Mun’im Fuad menyatakan kekagumannya pada NU. Menurutnya, NU dengan massanya yang besar bahkan mayoritas di Indonesia berani pasang badan melindungi hak-hak dasar warga Indonesia yang memiliki keragaman suku, keyakinan, agama, bahkan paham politik.

Pada 2016 lalu Grand Syekh berkunjung ke Indonesia seiring pertemuan rutin Majelis al-Hukama al-Muslimin di Jakarta. Grand Syekh saat itu memuji bangsa Indonesia sebagai negeri yang telah dipilih Allah untuk menyebarkan lslam yang menyerukan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat serta menjaga orisinalitas.

Menurut Ahmad ath-Thayyeb, bangsa Indonesia juga telah mampu menyingkap khazanah keislaman yang suci serta nilai-nilai hukum Islam dan akhlaknya dengan mewujudkan nilai keadilan, persamaan, sikap terbuka pada orang lain, serta memotivasi untuk memiliki sumber-sumber kekuatan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Me




Disnaker Ajak Buruh Berdialog

Para buruh diajak menggunakan peringatan Hhari Buruh secara efektif untuk menyampaikan hal-hal yang memang patut diperjuangkan

MATARAM.lombokjournal.com — Hari buruh se dunia atau May Day yang jatuh setiap Tanggal 1 Mei, diperingati Pemerintah Provinsi melalui Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Provinsi NTB, Selasa (01/05).

Biasanya, tiap hari Buruh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi selalu mengadakan acara khusus.  Namun untuk Hari Buruh tahun ini terlihat berbeda karena.

Para buruh diajak berdiskusi, bagaimana merencanakan nasib untuk ke depannya, agar dapat membina kerja sama dan menjalin hubungan industrial yang lebih baik.

“kita berharap dengan tema dialog ketenagakerjaan ini di kita harapakan terwujud sebuah hubungan industrial yang dinamis, harmonis dan berkeadilan,” ujar  Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi NTB, H.Wildan saat membuka acara dialog Selasa di Pantai Kerandangan.

Ia mengatakan, telah beberapa tahun ini, peringatan Hari Buruh selalu dilakukan dengan mengajak berdisku para buruh. Karena sebagaiman diketahui pada peringatan hari buruh, banyak para buruh berdemo untuk menyampaikan aspirasi mereka dan berkonfoi keliling kota. Itu sangat beresiko terjadi kecelakaan dan lain sebagainya.

“Selalu kan setiap Hari buruh ada saja yang melakukan aksi Orasinya, ya itu semua dilakukan para buruh untuk menyampikn aspirasinya, “terangnya.

Untuk itu Wildan menghimbau agar para buruh dapat menggunakan peringatan hari buruh secara efektif untuk menyampaikan hal-hal yang memang patut untuk perjuangkan. Maka dari itu disnaker mengajak berdialog antar serikat buruh dan serikat pekerja.

“Para pekerja dapat berdiskusi dan berdialog terkait bagaimana nasib para pekerja, mengeluarkan unek-unek atau kendala yamg dihadapi di tempat kerjanya. Seputaran itu saja,” jelasnya.

S ini banyaknya keluhan yang di sampaikan dari para kerja dalam dialog tersebut terkait dengan program-program disampaikan pemerintah mengenai jaminan sosial. Seperti BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Masih banyak serikat pekerja mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan jaminan tersebut.

“Untuk itu kita adakan kegiatan ini, agar semua aspirasi buruh dapat didengar oleh pemangku kebijakan,”pungkasnya.

AYA




Doktor Zul Tanam Kurma, Tin dan Zaitun di Taman Qur’an Olat Maras

Ada 100 bibit yang ditanam, terdiri dari 60 bibit kurma yang dibagi dalam tiga jenis yakni Kurma Azwa, Kurma Barhe dan Kurma KL1 dari Thailand. Kemudian bibit Zaitun dan Tin masing-masing 20 bibit

lombokjournal.com —

SUMBAWA BESAR :  Kabupaten Sumbawa bakal memiliki kebun Kurma yang berbuah ranum. Diperkirakan itu terjadi tiga tahun ke depan. Selain Kurma, Sumbawa juga memiliki kebun Zaitun dan Tin yang berbuah lebat.

Harapan tersebut ditandai dengan penanaman bibit Kurma, Tin dan Zaitun di lahan seluas 1 hektar yang berlokasi di kaki Bukit Olat Maras, tepatnya antara Akademi Komunitas Olat Maras (AKOM) dan SMK Al-Kahfi, atau lokasi yang disebut dengan Taman Al-Qur’an.

Penanaman bibit buah yang banyak disebut dalam Al-Qur’an ini merupakan ide besar Dr. Arif Budi Witarto M.Eng, Direktur Sumbawa Techno Park (STP), yang juga Pakar Rekayasa Protein Dunia dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Penanaman bibit tersebut dilakukan secara simbolis oleh Pendiri UTS, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc yang juga Calon Gubernur NTB, didampingi Ketua Yayasan Dea Mas, Ny. Niken Saptarini M.Sc dan Direktur STP, Dr. Arif Budi Witarto, Sabtu (28/04).

Ada 100 bibit yang ditanam, terdiri dari 60 bibit kurma yang dibagi dalam tiga jenis yakni Kurma Azwa, Kurma Barhe dan Kurma KL1 dari Thailand. Kemudian bibit Zaitun dan Tin masing-masing 20 bibit.

Doktor Arif, demikian sapaan akrab Jebolan Departemen Biologi Fakultas Teknik Tokyo University of Agriculture and Technology ini mengatakan, program budidaya tanaman Al-Quran cocok dengan label wisata halal yang tengah dikembangkan NTB.

Dr Zul Tanam Kurma

Selain itu, iklim NTB dinilai sangat cocok untuk mendukung tumbuh kembangnya bibit pohon tersebut. Penanaman tiga bibit tanaman ini ungkap Doktor Arif, sebagai upaya untuk memperkaya khasanah Taman Al-Qur’an yang coba dihadirkan di daerah ini.

Penanaman tiga tanaman yang banyak disebut di dalam kitab suci umat Islam itu dilakukan dengan keyakinan akan mendatangkan keberkahan bagi masyarakat dan daerah.

Tiga tanaman ini sangat cocok dibudidayakan karena iklim di Sumbawa mendekati iklim di daerah asli asal tanaman tersebut karena sama-sama daerah panas. Diakui Doktor Arif, khusus Kurma, banyak tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, namun tidak berbuah. Ditanamnya Kurma dan Zaitun ini agar bisa berbuah karena pihaknya memiliki teknologi yang bisa membedakan mana kurma jantan dan betina sejak usia tiga bulan.

Dengan teknologi ini juga, Bunga Kurma betina akan direkayasa agar dibuahi Kurma jantan, sehingga diyakini Kurma di Taman Al-Qur’an Olat Maras ini akan tumbuh dan berbuah.

Untuk kurma asli Arab berbuah saat usianya mencapai 5 sampai 10 tahun, tapi Kurma KL1 dari Thailand berbuah pada usia tiga tahun yang terbilang lebih cepat.

Sedangkan buah Tin sudah banyak tumbuh dan berbuah di Indonesia. Sementara Zaitun sama seperti Kurma.

“Ketika saya di Jepang, di sana Zaitun dijadikan tanaman hias di pot-pot pekarangan rumah dan berbuah lebat. Jadi ada teknologi khusus yang kami siapkan sebagaimana yang diterapkan di Jepang,” papar peraih penghargaan Nano Award dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Masyarakat Nanoteknologi Indonesia 2009.

Mengenai pemeliharaan tanaman ini, Dr. Arif mengakui sangat sederhana. Selain tidak perlu dipupuk, hamanya juga tidak terlalu banyak.

Hanya yang diperhatikan di awal penanaman adalah penyiraman agar akarnya tumbuh dan kuat. Di samping itu menjaganya agar tidak dimakan sapi dan hewan ternak lainnya.

Menurut Dr Arif, Kurma berumur sampai 100 tahun dan Zaitun bisa sampai 1000 tahun. Selain untuk edukasi, tiga tanaman (Kurma, Tin dan Zaitun) ini jika ditanam dalam jumlah banyak di NTB memiliki potensi ekonomi yang bagus.

“Terutama Kurma, yang banyak dicari saat Bulan Ramadhan. Buah Tin dan Zaitun juga memiliki potensi bagus, apalagi jika melihat segudang manfaatnya bagi kesehatan. Ini sudah terbukti, daun Zaitun pun bisa kelola menjadi teh, dan ini sudah dipraktekkan mahasiswa kami menjadi sebuah produk,” ujarnya.

Dr. H. Zulkieflimansyah menyatakan, Olat Maras ini menjadi symbol untuk mewujudkan segala sesuatu yang menurut orang mustahil. Di kaki bukit ini UTS dibangun di tengah rasa pesimis dan keraguan berbagai pihak.

Kini di kaki bukit ini juga dibangun Taman Al-Quran yang di dalamnya ditanami Kurma, Tin dan Zaitun. “Kita selalu meretas jalan baru sehingga nanti jika (taman Al-Qur’an) ini sukses dalam 2 tahun saja, saya kira akan ditiru oleh banyak orang di Pulau Sumbawa,” kata Doktor Zul.

Ia membayangkan bukit yang tadinya tandus dan gersang diisi  Kurma, Zaitun dan Tin. Selain dapat meresap air dan menghasilkan buah yang bagus, lokasi tersebut juga dapat menjadi wisata rohani bagi banyak orang sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita butuh orang seperti Pak Arif ini yang memberikan inspirasi bagi banyak orang yang menurut orang tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan. Ini langkah pertama untuk perjalanan panjang. Sebagaimana yang biasa kami dengungkan, bahwa perjalanan panjang selalu dimulai dari langkah pertama. Dan kita menjadi saksi bahwa langkah pertama itu selalu dimulai dari sini (Olat Maras),” pungkasnya.

Me (*)




KPID NTB Diharapkan Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat

Komisioner KPID NTB diharapkan benar-benar memanfaatkan masa tugas selama tiga tahun ini, untuk memberikan pengabdian terbaik kepada daerah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi melantik tujuh orang Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB masa bhakti 2018-2021, di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Rabu (25/04).

Komisioner KPID NTB yang baru diharapkan menjadi jembatan terbaik bagi aspirasi masyarakat, bagaimana ruang publik penyiaran dapat menghadirkan konten-konten penyiaran yang mendatangkan kebaikan dan kemanfaatan bagi NTB.

Gubernur menyampaikan, pelantikan Komisioner KPID saat ini adalah pengingat, komisioner KPID NTB memiliki tugas yang sangat penting dalam mengelola ruang udara kita di Indonesia.

Menurutnya, Frekuensi udara kita saat ini harus dapat dikelola dengan baik, karena apabila tidak dikelola dengan baik akan dapat menjerumuskan bangsa.

Frekuensi udara memiliki peran sangat strategis, baik dalam menebarkan kebaikan dan memerangi merebaknya berita-beria Hoax yang berada di ruang publik, seperti di media-media sosial yang ditebarkan melalui frekuensi udara.

“Ruang udara kita harus dikelola dengan baik, kalau tidak, akan dapat menjerumuskan bangsa”, ujarnya.

Gubernur berharap kepada komisioner KPID NTB yang baru, agar dapat meneruskan dan mencontoh kebaikan-kebaikan dari komisioner sebelumnya. Pemerintah dan masyarakat NTB menaruh harapan besar, dengan keberadaan KPID NTB akan mampu mengisi frekuensi penyiaran di NTB dengan berita-berita yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.

Lanjut Gubernur, komisioner KPID NTB diharapkan benar-benar memanfaatkan masa tugas selama tiga tahun ini, untuk memberikan pengabdian terbaik kepada daerah.

KPID harus mampu mengarahkan stasiun-stasiun TV yang ada di NTB agar mentaati aturan penyiaran sesuai undang-undang yang ada. Termasuk dalam pemanfaatan 10 persen dari 20 persen konten dapat dipakai untuk iklan layanan masyarakat di NTB.

“Saya yakin Komisioner KPID NTB yang baru, dengan usia muda dan energik, akan mampu melaksanakan tugas dengan penuh kejujuran dan maksimal,” pungkasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Yuliandri Darwis dalam sambutannya beharap kepada anggota komisioner KPID NTB masa bhakti 2018-2021, agar dapat mempergunakan waktu selama tiga tahun untuk benar-benar mengabdi kepada masyarakat dan daerah.

Keberadaan komisioner yang baru KPID NTB ini, dalam masa tugasnya harus benar-benar dapat memastikan, potensi-potensi Provinsi NTB untuk dapat ditampilkan di Media-media Televisi tingkat nasional.

“Komisioner yang baru ini, harus dapat memastikan potensi NTB untuk tampil media-media tingkat nasional,” pintanya.

Untuk itu, ia juga meminta kepada stasiun TV lokal di NTB untuk dapat menjalankan penyiaran sesuai dengan regulasi yang ada.

Salah satunya adalah kewajiban stasiun TV lokal untuk melakukan penayangan kontens lokal selama minimal 2,5 jam dari total konten nasional. Yuliandi juga mengatakan bahwa selama ini aturan tersebut belum sepenuhnya dijalani oleh stasiun-stasiun TV lokal yang ada di daerah.

“Kalaupun merekan menayangkan konten lokal tapi pada jam-jam malam yang merupakan waktu yang kurang efektif,” ujarnya.

Saat ini KPI telah memiliki alat yang dapat memantau penyiaran konten-konten oleh kurang lebih 950 TV lokal berjaringan di Indonesia.

“Jadi kita pantau jam dan penayangan konten-konten lokal yang dilakukan oleh stasiun TV lokal yang ada di Indonesia,” terangnya.

Hadir dalam acara pelatikan tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Yuliandri Darwis berserta Sekretaris KPI, seluruh pejabat OPD lingkup Provinsi NTB, Forkompinda Provinsi NTB dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di NTB.

Ketujuh Komisioner Baru KPID NTB tersebut antara lain, Fatul Rahman, Fatul Rizal, Andayani, Arwan Syahroni, Syahdan, Yusron Saudi dan Husna Fatayati.

AYA/HMS

 




Masih Banyak Pemilih Tidak Terdaftar

Yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah direkomendasikan ke Dukcapil dan KPU

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB menemukan masih banyak pemilih bermaslah, bahkan banyak pemilih yang tidak terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Ketua Bawaslu NTB, Muhammad Khuwailid menyebutkan, dari jumlah DPS di NTB 3.545.106 komprehensifitas data pemilih dalam DPS yang bermasalah adalah mulai dari NIK kosong sebanyak 28.496 orang, NKK kosong 59.755 orang, NIK dan NKK 9.703 orang, NIK Ganda 4.708 orang, Tanggal Lahir Kosong 1.887 orang dan Alamat kosong 1.709 orang.

Dari segi validitas data pemilih, juga banyak bermaslah mulai dari Nik tidak standar 21.961 orang,  NKK tidak standar 17.220 orang,  Pemilih meninggal dunia 3.708 orang,  pemilih ganda 16.681 orang, pemilih di bawah umur 389 orang, pemilih TNI POLRI 174 orang, pemilih pindah domosili 5.172, pemilih hilang ingatan 56 orang.

“Kami sudah meminta kepada seluruh pengawas tingkat kabupaten/kota untuk merekomendasikan dan menyampaikan segala temuannya itu kepada KPU,  agar kemudian segara di laksanakan kordonasi dengan dukcapil sebagai pihak yang punya otoritas terhadap NIK,” ujarnya, Kamis (19/04).

Ia menuturkan untuk yang tidak terdaftar dalam DPS sebanyak 2.179 di NTB, itu yang kemudian sudah di rekomendasikan ke Dukcapil dan KPU.

“Jadi Pemilih yang belum terdaftar ini dari proses coklit itu belum di lakukan pendataan di pemilih yang bersangkutan,” tururnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang perlu fahmi, misalnya soal NIK,  ini kemudian di dukcapil sebetulnya harus bergerak cepat untuk memberikan Nomer Induk kependudukan kepada pemilih- pemilih yang belum punya NIK.

Belum lagi soal pemilih yang belum memiki identitas dan belum melakukan perekaman.

“Nah itukan menjadi penting bagi dukcalil bergerak lebih cepat untuk melakukan perekaman dan sterusnya,” ucap Khuwailid.

Kalau melihat angka tersebut, lanjutnya, lumayan besar daftar pemih yang bermasalah. Artinya permaslahanya itu mulai dari Nik,  Nik tidak standar itu yang kemudian harus di tuntaskan oleh dukcalil.

Apabila hal tersebut diselesaikan maka akan menjadi atensi masalah pada saat penetapan DPT samapai pada pemungutan suara tgal 27 Juni nanti.

Ia mencontoh terkahir di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ada 2000 pemilih yang tidak jelas identitasnya, itu kemudian kalau itu tidak terlselesaikan itu bisa bermaslah , karna pemilih di kSB itu hanya 88 ribu.

“Ya kita harapkan diselesaikan lah segara, dan penetapan DPT tinggal beberapa hari lagi,”tambahnya.

Khuwailid juga mengaku sampai saat ini, Bawaslu NTB terus melakukan monitor terkit dengan hasil kordinasi dengan pengawas kabupaten/kota.

“Kordonasi terus kita lakukan,” akunya

Sementara itu Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori mengatakan, data Bawaslu tersebut sudah dituntaskan,  meski belum semuanya.

“Data itu sudah kita tindaklanjuti, Sekarang sudah banyak progres,” katanya.

Ia menuturkan sebagian besar sudah didata, dan KPU kabupaten /kota hingga Rabu 18/4 terus berkoordinasi dengan Dukcapil, PPK, PPS dan panwas kabupaten/kota menuntaskan itu.

“Intinya penetapan DPT Sabtu  (21/4/2018) siap akan di laksanakan,” pungkasnya.

AYA




Media Center Kantor Imigrasi Mataram Diresmikan.

Peran media massa sangat penting untuk memberikan sosialisasi keimigrasian karena ada banyak topik keimingraisn yang akan di sebarluaskan kepada masyarakat.

Ruang Media Center (Foto: AYA/Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Kantor Wlayah Kementrian Hukum dan HAM NTB, Sevial Akmily meresmikan Ruang Media Center Kantor Imigrasi kelas I Mataram, Rabu (18/04)

Sevial  sangat menyambut baik  peresmian Media center ini karena bisa menjadi sarana mempererat hubungan antara Imigrasi dan Para awak media.

“Hubungan baik media harus terus dijaga,  ini penting karrn media bisa dijadikan partner untuk memberikn informasi keimigrasian,” ujarnya

Sevial menuturkan,  diresmikannya Media Center merupakan implementasi UU nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi Publik.

“Kehadiran Rungan ini bisa mendjadi pusat penyebaran informasi jajaran Kantor Imigrasi dengan media,” cetusnya

Sementra iru Kepala Kantor imigrasi kelas I Matram, Dudi iskandar menyatakan, fungsi dari media center ini bis menjadi wadah menjalin silatirahmi antara rekan-rekan media di Mataram.

” Teman-teman media bisa memanfaatkn media center ini untuk megirim berita,” terangnya

Dudi mengakui, peran media massa sangat penting untuk memberikan sosialisasi keimigrasian karena ada banyak topik keimingraisn yang akan di sebarluaskan kepada masyarakat.

Dalam konteks NTB masyarakat perlu tahu tentang pentingnya keterlibatan media dalam prngawasn orang asing diwilayahnya.  Nah disni peran media untuk mebetikan sosilisasi kepda masyarakat.

“Harapannya agar ke depan hubungan kerjasama yng sudah terjalin sngat baik ini agar dapat terus berlanjut,” kata Dudi

Dadir dalam acara pperemian tersebut yakni Kepala Divisi Imigrasi, Edi setiadi,  Kepala Divisi Administrasi, Faisol ali,  Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Tribudi Prayitno.

AYA




Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB 2017 Meningkat

Pengeluaran Per Kapita Per Tahun bertambah menjadi Rp 9.877 ribu dengan peningkatan sebesar Rp302 ribu

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis peningkatan  indeks Pembngunan Manusia (IPM) Provinsi NTB, dari 65,81 pada tahun 2016 menjadi 66,58 di tahun 2017.

Peningkatann itu membawa Provinsi NTB menaiki tangga peringkat ke 29 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia.

“IPM NTB masih berada pada kategori IPM sedang, laju pertumbuhan IPM NTB mencapai 1,17 persen,” ujar kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Senin (16/04)

Endang menuturkan, semua komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan di tahun 2017 yakni di antaranya; Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 65,55 tahun dengan peningkatan sebanyak 0,07 tahun,Harapan Lama Sekolah (HLS) meningkat menjadi 13,46 tahun dengan penambahan sebanyak 0,3 tahun.

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 6,90 tahun dengan penambahan sebanyak 0,11 tahun.

Pengeluaran Per Kapita Per Tahun bertambah menjadi Rp 9.877 ribu dengan peningkatan sebesar Rp 302 ribu.

“Setelah Kota Mataram dan Kota Bima, Kabupaten Sumbawa Barat menyusul memasuki kategori IPM tinggi di tahun 2017.” Endang menambahkan.

AYA




Pra Rembuk Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial Di NTB

Kolaborasi Kantor Staf Presiden Dan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS)

lombokjournal.com

MATARAM – NTB ;  Kantor Staf Presiden bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasioanal (ATR/BPN), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menyelenggarakan “Pra-Rembuk Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial” di 9 (Sembilan) Provinsi Prioritas.

Penyelenggaraan itu untuk memastikan penyelesaian usulan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial dari masyarakat dan mitra pembangunan, sebagai persiapan Rembuk Nasional Reforma Agraria dan Pehutanan Sosial Untuk Keadilan Sosial.

Dan penyelenggaraan pra rembuk merupakan salah satu upaya percepatan Program Prioritas Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS0.

Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan dukungan dan kesiapan kolaborasi untuk percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

“Bentuk komitmen ini berupa pembentukan Gugus Tugas Reforma Agaria yang telah disampaikan kepada Bapak Gubernur” ungkap Dr. H. Agus Patria, SH. MH, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Prov. NTB pada Pra Rembuk Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial di Ruang Rapat Utama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Selasa (10/04).

Gubernur NTB juga membentuk  Tim Inventarisasi dan Verifikasi Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan, dengan SK Gubernur untuk mempercepat penyelesaian kawasan hutan. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan pemberian Izin dengan skema Perhutanan Sosial atau pemberian Hak (Reforma Agraria) kepada masyarakat.

“Dengan kolaborasi pusat, daerah dan masyarakat ini diharapkan bisa mendorong masyarakat agar semakin  aktif mengusulkan RA atau PS dan model pemberdayaanya untuk ditindaklanjuti ATR/BPN, KLHK dan Kemendes yang telah hadir bersama kita disini,” kata Agung Hardjono, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dalam pembukaan dan pemberian arahan dalam Pra-rembuk;

Pra Rembuk ini dipandu oleh Abetnego Tarigan, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, dihadiri oleh Kementerian ATR/BPN diwakili oleh Reny Widiawati, Sesditjen Penataan Agraria,  Eri Indrawan dan Sigit Nugroho mewakili Ditjen Planologi dan PSKL Kementerian Lilngkungan Hidup dan Kehutanan, Suprapedi dan Dudi Nugraha mewakilil Kementerian Desa PDDT, dan OPD Provinsi,

Selain itu, juga dhadiri kelompok mitra pembangunan antara lain perwakilan Serikat Petani Indonesia, Samanta, Konsepso, Koslata, Gema Alam, Mitra Samya, Transform, WALHI, WWF, Serikat Tani dan Forum Komunikasi Petani Dompu.

Secara khusus Wakil Sekjend PBNU, Imam Pitudu menyampaikan, jajaran NU Pusat dan Daerah siap mendukung bahkan menjadi ujung tombak percepatan Program Prioritas Presiden Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.

“Hukum menghidupkan tanah yang mati adalah wajib. Fiqih-nya wajib dikelola tanpa atau dengan izin pemerintah. Dengan adanya Program RAPS ini maka pemerintah sudah menjalankan fiqih,” kata Imam.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup NTB, Ir. Madani Mukarrom, saat ini capaian Perhutanan Sosial yang telah diserahkan kepada masyarakat meliputi Hutan Kemasyarakatan (HKm): Penetapan Areal Kerja (PAK) HKm di NTB seluas 31.220,50 Ha, IUPHKm : 20.049,6 Ha, Penetapan Areal Kerja (PAK) HTR: 4.396 Ha, IUPHHK- HTR: 3.152,88 Ha, Kemitraan Kehutanan/KK 11.604  Ha dan MoU KK seluas 3.821 Ha.

Sebelumnya tanggal 27 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan 5750 Sertifikat Tanah bagi masyarakat NTB.

Pra Rembuk ini mengindentifikasi, masih ada beberapa daerah yang sudah dikelola masyarakat selama puluhan tahun namun berstatus dalam kawasan hutan.

Untuk itu diperlukan percepatan pelaksanaan Perpres 88/2017 tentang Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTHK)  melalui Tim Inver yang telah dibentuk oleh Gubernur, kolaborasi dengan  Akademisi, dan masyarakat sipil.

Perwakilan masyarakat dan mitra pembangunan yang hadir diminta agar menyampaikan data subjek dan objek dalam kawasan kepada Tim Inver untuk ditindaklanjuti dan diproses melalui mekanisme PPTHK.

Penyampaian usulan usulan TORA dalam waktu dekat disampaikan kepada Gugus Tugas Reforma Agraria NTB yang akan disahkan oleh Gubernur, simultan dapat disampaikan LAPOR! (lapor.go.id) untuk diteruskan dan dikawal kepada Kementerian teknis terkait.

Sebagai penutup, Abetnego Tarigan menyampaikan, akselerasi Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial harus berbarengan dengan penyelesaian Konflik Agraria.

“Jangan sampai banyak sertifikat yang dibagi oleh Presiden tapi semakin banyak juga konflik yang terjadi. Kami mengawal akselerasi RAPS simultan dengan penyelesaian konflik,” kata Abetnego.

Me




Hati-Hati, Ada Longsor Di Pusuk

Untuk sementara arus lalu lintas dikawasan tersebut diberlakukan buka tutup, mengingat material longsor masih menutupi sebagian badan jalan

ILUSTRASI> Masyarakat yang hendak melintas di Pusuk untuk tetap waspada(Foto: Ist)

LOMBOKUTARA. lombokjournal.com — Hujan deras yang mengguyur kawasan hutan Pusuk Desa Menggala, Kecamatan Pemenang Lombok Utara, pada Senin (09/04) menyebabkan longsor di kilometer 3 kawasan tersebut.

Kepala Badan Prnanggulagan Bencana Daerah (BPBD) KLU, Iwan Maret Asmara, mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 15.25 Wita. setelah hujan lebat turun Senin siang.

“Kejadian tadi (longsor,red) pertama kali diinformasikan oleh seorang warga ke Sektor Pemenang kemudian diteruskan ke BPBD,” katanya Senin (09/04).

Mendapatkan informasi itu, lanjut Iwan, tim langasung turun ke lokasi melakukan evakuasi dibantu anggota Polsek Pemenang.

“Tidak ada korban jiwa. Kita harapkan masyarakat yang hendak melintas di kawasan Pusuk untuk tetap waspada. Itu daerah rawan longsor,” katanya lagi.

Iwan menambahkan, untuk sementara arus lalu lintas dikawasan tersebut diberlakukan buka tutup, mengingat material longsor masih menutupi sebagian badan jalan.

DNU