BPN KLU Mulai Bagikan PTSL 2017

Sudah diberikan kepada 1000 penerima di Desa Gondang Kecamatan Gangga

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Meski sempat memicu pro kontra di tengah masyarakat. Pembagian sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap  (PTSL) 2017 di Lombok Utara, tahap ke-dua akhirnya bisa direalisasikan.

Kepala BPN KLU, Keman menjelaskan, pembagian sertifikat PTSL tahun 2017 untuk tahap ke-dua sudah mulai dibagikan secara bertahap kepada masyarakat penerima sejak Tanggal 7 Mei 2018 ini.

“Kemarin ada 500 persil yang sudah dibagikan di Desa Pemenang Barat, sementara hari ini (Selasa,red) di Desa Tanjung dan Gumantar, masing-masing 520 dan 220,” tukasnya, Selasa (8/5).

Dalam pembagian tahap pertama, lanjut Keman, sudah diberikan kepada 1000 penerima di Desa Gondang Kecamatan Gangga.

“Besok jadwalnya di Desa Malaka sebanyak 500 persil. Targetnya 15 desa itu bisa rampung sebelum puasa,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Desa Tanjung, Budiawan, mengatakan, Desa Tanjung masuk dalam 15 Desa penerima PTSL 2017.

“Ya, desa Tanjung Jadwalnya hari ini. Sesaui yang ditentukan, kita mendapat 520 persil,” cetusnya.

DNU




Dewan Persoalkan Verifikasi Ulang Data Penerima Program Rumah Tidak Layak Huni

Saat rapat pembahasan, eksekutif mengaku data penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sudah falid dan yakin bisa dieksekusi tahun 2018. Tapi nyatanya terulang seperti 2017, datanya harus diverifikasi ulang

Ardianto, anggota Banggar DPRD KLU (Foto: Danu/Lombok Journal)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Adanya pengurangan jumlah penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2018 di Lombok Utara, dipertanyakan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) setempat.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD KLU, Ardianto, menilai kebijakan pemerintah daerah mem-verifikasi ulang data penerima RTLH yang sudah disetujui dalam APBD 2018 harusnya tidak terjadi.

“Dalam APBD yang sudah disepakati, seharusnya jumlah penerima RTLH 2018 sebanyak 702 orang yang tergabung dalam 71 kelompok, tapi di tengah jalan tiba-tiba berkurang. Hanya 590 orang yang di-SK kan Bupati,” ungkapnya, Senin (07/05)

Dikatakan Ardianto, jika alasannya ternyata ada calon penerima RTLH yang sudah menerima bantuan Jumat Bedah Rumah (Jubah) sehingga harus diverifikasi ulang, lalu kenapa tidak disingkronkan terlebih dahulu datanya, sehingga warga yang terakomodir dalam RTLH, tidak lagi diberikan bantuan Jubah.

“Artinya, program ini (RTLH,red) masih lemah dalam perencanaan. Saat rapat pembahasan, eksekutif mengaku data RTLH sudah falid dan yakin bisa dieksekusi semua pada 2018 ini. Tapi nyatanya terulang kembali seperti 2017 lalu, datanya harus diverifikasi ulang. Ini berpotensi Silpa lagi, jumlahnya miliaran,” cetusnya.

Kepala Dinas Sosial P3A KLU, Hadari, saat dikonfirmasi mengaku, penerima RTLH yang dikurangi sebanyak 112 orang. Dengan begitu hanya 590 penerima yang disetujui atau lolos verifikasi dari total 702 calon penerima.

“Yang di-SK kan Bupati sebanyak 590 penerima dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 8,85 miliar. Sementara mereka yang dihapus karena tidak memenuhi beberapa persyaratan, salah satunya terkait legalitas hak milik lahan,” tukasnya.

Awalnya, total anggaran yang dialokasikan Pemda KLU, dalam APBD 2018, untuk program RTLH ini mencapai Rp. 10 miliar lebih, dengan nilai masing-masing Rp. 15 juta per kepala keluarga.

Dari lima kecamatan yang ada di Lombok Utara, hanya Bayan yang tidak masuk dalam daftar kecamatan yang menerima program ini.

DNU




Angkatan Kerja NTB Februari 2018, Sebanyak 2.459.021 Orang

Penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 16,49 persen setengah penganggur dan 24,17 persen pekerja paruh waktu.

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik ( BPS ) NTB merilis, Jumlah Angkatan kerja pada Februari 2018 sebanyak 2.459.021 orang. Penduduk bekerja di NTB pada Februari 2018 sebanyak 2.375.811 orang.

Sedangkan Untuk Jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2018 sebesar 3,38 persen.Hal ini disampaikn kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih Senin (07/05).

Endang menyatakan Pada Februari 2018, sebesar 71,51 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal, dan persentase pekerja informal turun 2,64 poin  dibanding Februari 2017.

“Selama setahun terakhir, sektor-sektor yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja adalah Jasa Pendidikan (0,85 poin), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil (0,81 poin), dan Sektor Industri Pengolahan (0,64 poin)”Terangnya

Endang menambahkan,Pada Februari 2018, terdapat 965.983 (40,66 persen) penduduk bekerja tidak penuh (jam kerja kurang dari 35 jam seminggu) mencakup 16,49 persen setengah penganggur dan 24,17 persen pekerja paruh waktu.

AYA




Delegasi MNEK Lihai Masak Ayam Taliwang

Hasil masakan semua peserta sangat mirip dengan ayam taliwang yang seharusnya

MATARAM.lombokjournal.com — Sejumlah delegasi dari 37 negara yang mengikuti MNEK 2018, khususnya kaum hawa menunjukkan kelihaiannya memasak makanan khas NTB, Ayam Taliwang.

Hal itu ditunjukkan mereka saat mengikuti Culinary Program “lomba masak ayam taliwang” di lapangan Islamic Center NTB, Minggu (06/05).

Kelihaian para para delegasi itupun diakui Ketua TP.PKK NTB, Hj. Erica Zainul Majdi, yang juga menjadi peserta lomba tersebut.

“Hasil masakan semua peserta sangat mirip dengan ayam taliwang yang seharusnya, itu artinya mereka memang memiliki passion dalam memasak dan sangat semangat mengikuti kompetisi lomba masak ini,” ungkap istri Gubernur NTB itu.

Tak lupa  Hj. Erica menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusias seluruh peserta mengjlikuti lomba masak tersebut.

Peserta yang ikut dalam lomba tersebut berjumlah 35 stand yang terdiri dari 13 stand dari delegasi luar negeri, 12 stand dari TNI AL Indonesia dan 10 stand OPD di Provinsi NTB.

Culinary Program tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di NTB. Kegiatan yang melibatkan pasukan angkatan Laut dari 37 negara itu sudah berlangsung sejak 4 Mei 2018 lalu dan akan berakhir pada tanggal 9 Mei 2018 mendatang.

AYA




MNEK 2018 Dibuka Kasal TNI AL

Penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok ini merupakan ajang internasional digelar untuk ketiga kalinya oleh TNI AL. MNEK pertama dilaksanakan oleh TNI AL di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna pada tahun 2014, dan yang Kedua dilaksanakan di Padang serta Kepulauan Mentawai pada tahun 2016

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P. resmi membuka Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018, yang tahun ini diselenggarakan di Lombok Nusa Tenggana Barat pada 4 sampai dengan 9 Mei 2018.

Latihan berskala Internasional yang digelar setiap dua tahun sekali oleh TNI AL.

Pada pelaksanaan MNEK tahun 2018 mengangkat tema ”Cooperation to Respons Disaster and Humanitarian Issues ” atau Kerjasama dalam Menanggulangi Bencana dan Masalah Kemanusiaan, dengan diikuti oieh Angkatan Laut dari 36 negara di dunia.

Diselenggarakannya kegiatan ini, khususnya bagi TNI AL, merupakan kegiatan panting dalam bentuk latihan non-perang dengan mengedepankan kerjasama maritim di kawasan regional, untuk mendapatkan dasar bangunan yang kuat, yaitu kepercayaan (trustworthy) antar negara dan antar Angkatan Laut.

Sehingga terjaln kesepahaman dan koordinasi yang baik diantara negara-negara peserta dalam kerjasama melaksanakan bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pada rangkaian MNEK 2018 bukan saja latihan bersama, tapi juga diselenggarakan rangkaian kegiatan lainnya seperti Medical Civic Action Program (MEDCAP) dan Engineering Civic Action Program (ENCAP) yang dilaksanakan di dua sektor pelaksanaan yaitu di Lombok dan NusaPenida, Harbour dan Seaphase, City Parade, Maritime Exhibition, Culinary, Mataram Fun Run, City Tour dan Olahraga bersama.

Selain itu akan dilaksanakan juga Maritime EngagementActivity (MEA) yang akan menggelar tiga kegiatan utama yaitu Pertama transplantasi terumbu karang dengan penenggelaman Prasasti Komodo Exercise 2018 dan Kerangka Kapal sebagai Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Gili Trawangan, kedua Kemah Pesisir di pantai Krandangan yang diikuti 500 peserta dari Siswa pelajar dan Pramuka Saka Bahari, dan yang ketiga yaitu Joy Sailling dengan menggunakan KRl Makasar 590.

Penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok ini merupakan ajang internasional digelar untuk ketiga kalinya oleh TNI AL. MNEK pertama dilaksanakan oleh TNI AL di Batam, Kepulauan Anambas, Natuna pada tahun 2014, dan yang Kedua dilaksanakan di Padang serta Kepulauan Mentawai pada tahun 2016.

Hadir pada pembukaan MNEK 2018 ini di antaranya Gubernur NTB DR. KH Zainul Majdi, Menkominfo Rudiantara, Duta Besar Eropa dan seluruh Kepala Staf Angkatan Laut peserta MNEK.

AYA




Pembukaan MNEK 2018 Diwarnai Atraksi Menegangkan

Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manuver

 

 

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Sejumlah atraksi menegangkan diperagakan pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia saat pembukaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (05/05).

Aksi menegangkan sekaligus memukau seluruh delegasi MNEK dari 37 negara tersebut diawali dengan aksi terjun payung yang dilakukan 17 pasukan terbaik angkatan laut RI.

17 penerjun payung terlatih tersebut membawa sejumlah bendera, di antaranya Bendera Merah Putih, Bendera Angkatan Laut dan Bendera Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Usai atraksi terjun payung, Angkatan Laut kemudian memeragakan atraksi manufer 6 pesawat AL yang menegengkan sekaligus memukau siapa saja yang menyaksikan atraksi tersebut. Termasuk Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang hadir di acara itu.

Pasukan terlatih AL itu memanjakan mata ratusan delegasi yang hadir dengan sejumlah manuver. Diawali dengan manufer leader benefit, enam pesawat tersebut disambut tepuk tangan meriah seluruh delegasi. Kemudian dilanjutkan dengan atraksi double Arrow element 2 dan right echelon break off serta boom burstv element two.

Seluruh peserta terlihat tegang ketika memasuki manuver head to head. Yaitu dua pesawat terbang saling berhadapan seakan akan terjadi tabrakan. Namun, atas kelihaian para pasukan AL menerbangkan pesawat tersebut, pesawat terbang melintas sempurna dan memukau penonton.

Aksi menegangkan pun belum berakhir di manusfer head to head. Para penonton kembali terpukau dan merasakan ketegangan ketika atraski memasuki manufer head to head element 2.

Satu pesawat terbang berhadapan dengan lima pesawat lainnya. Detik-detik ketika pasewat itu saling melintas, sungguh membuat siapapun merasa tegang. Seluruh peserta yang menyaksikan atraksi itu membayangkan akan terjadi tabrakan. Namun, keakuratan dan kecerdasan pasukan menerbangkan pesawat itu, membuat manuver tersebut berakhir sempurna.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut TNI Laksamana Ade Supandi menyampaikan selamat datang di NTB kepada seluruh delegasi. Yaitu daerah yang memiliki keindahan alam yang luar biasa. Ia menjelaskan kegiatan MNEK 2018 ini diikuti sejumlah konsulat Jenderal dan delegasi dari 37 Negera yang dilengkapi pasukan angkatan lautnya.

“MNEK 2018 ini dilaksanakan dalam tiga tahap latihan yaitu, harbour  phase, sea phase dan civic mission,” jelasnya dalam bahasa Inggris.

Ia berharap seluruh tahapan latihan itu berlangsung sukses tanpa ada kendala  selama kegiatan itu berlangsung.

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai juga dengan pemukulan gendang beleq dan penandatanganan prasasti MNEK 2018 oleh KASAL RI, Gubernur NTB, Menkominfo dan seluruh ketua delegasi yang hadir.

AYA




Tiga Warga di Bayan Terima Bantuan “Jubah”

Program ‘Jubah’ seluruh pembiayaannya diluar APBD, disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kembali memberikan bantuan program Bedah Rumah (Jubah) kepada tiga warga kurang mampu di Kecamatan Bayan, Jumat (04/05).

Warga yang menerima bantuan di antaranya, Denda Ilatim, Dusun Teluk Desa Sukadana, Amaq Sumawati, Dusun Batu Jingkiran Desa Persiapan Andalan dan Amaq Satrilah, Dusun Semokan Desa Persiapan Batu Rakit.

Dalam sambutannya seusai peletakan batu pertama di Dusun Semokan, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengatakan, program “Jubah” merupakan program amal, yang pembiayaannya berasal dari para pengusaha, Badan Amil Zakat, PNS lingkup Pemda dan para dermawan.

“Saya tegaskan, rogram ‘Jubah’ ini seluruh pembiayaannya diluar APBD. Disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya. 

Program “Jubah”, sambung Bupati, diharapkan dapat dikerjakan secara gotong-royong bersama warga. 

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kades Desa Batu Rakit, Raden Sawinggih, menyampaikan terima kasih atas bantuan Jubah yang diberikan Bupati kepada warganya.

“Saya mewakili masyarakat mendukung 100 persen program ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pemda KLU,” cetusnya.

DNU




Tiga Warga di Bayan Terima Bantuan “Jubah”

Program ‘Jubah’ seluruh pembiayaannya diluar APBD, disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar kembali memberikan bantuan program Bedah Rumah (Jubah) kepada tiga warga kurang mampu di Kecamatan Bayan, Jumat (04/05).

Warga yang menerima bantuan di antaranya, Denda Ilatim, Dusun Teluk Desa Sukadana, Amaq Sumawati, Dusun Batu Jingkiran Desa Persiapan Andalan dan Amaq Satrilah, Dusun Semokan Desa Persiapan Batu Rakit.

Dalam sambutannya seusai peletakan batu pertama di Dusun Semokan, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar, mengatakan, program “Jubah” merupakan program amal, yang pembiayaannya berasal dari para pengusaha, Badan Amil Zakat, PNS lingkup Pemda dan para dermawan.

“Saya tegaskan, rogram ‘Jubah’ ini seluruh pembiayaannya diluar APBD. Disalurkan secara amanah kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Program “Jubah”, sambung Bupati, diharapkan dapat dikerjakan secara gotong-royong bersama warga.

Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kades Desa Batu Rakit, Raden Sawinggih, menyampaikan terima kasih atas bantuan Jubah yang diberikan Bupati kepada warganya.

“Saya mewakili masyarakat mendukung 100 persen program ini. Saya ucapkan terima kasih kepada pemda KLU,” cetusnya.

DNU




Konvoi Kelulusan Di KLU Berujung Maut

Korban meninggal mengalami luka di kepala, sememtara korban lainnya saat ini sudah dirawat di RSUD KLU

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Perayaan kelulusan SMA sederajat tahun ajaran 2017-2018 di Lombok Utara, memakan korban jiwa.

Satu orang siswa SMPN 1 Gangga, Sony Rosandia (15), warga Dusun Lekok, Desa Gondang Kecamatan Gangga, meninggal dunia.

Tiga siswa lainnya mengalami luka parah setelah mengalami kecelakaan saat mengikuti konvoi sepeda motor di Desa Dusun Tembobor Desa Medana Kecamatan Tanjung, sekitar pukul 11. 30 Wita, Kamis (3/5).

Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Iptu Agus Pujianto mengatakan, kronologi kejadian berawal dari sebuah mobil grand Max dengan nomor polisi BH 9588 AR datang dari arah timur.

Setelah sampai di TKP mobil yang membawa 11 orang penumpang itu oleng ke arah kanan lalu membentur speda motor yang dikendarai korban dan sepeda motor lainnya yang datang dari arah barat.

“Korban meninggal mengalami luka di kepala, sememtara korban lainnya saat ini sudah dirawat di RSUD KLU, masing-masing Nijar Hakiki (15) yang merupakan teman boncengan korban, Fahril Husaini (16), dan Ajib Gunadi (16), semuanya warga Gangga,” katanya.

Semua barang bukti, lanjut Agus, kini sudah diamankan pihak kepolisian. Diantaranya speda motor Suzuki New DR 2689 QH, dan speda motor Honda jenis Vario DR 7149 HG.

“Untuk kerugian materialnya belum bisa ditaksir. Tapi barang buktinya sudah diamankan,” paparnya.

Sopir mobil pickup, Sahdi (43), mengaku ia dan rombongan hendak pulang menuju Lombok Tengah setelah mengambil bahan baku untuk hajatan 9 hari (Nyiwaq.red) dari Dangiang, Kecamatan Kayangan.

“Saya berusaha menghindari siswa yang konvoi, banting setir tapi oleng,” cetusnya.

Dua penumpang mobil pickup mengalami patah tulang dan luka robek, sementara penumpang lainnya hanya mengalami luka ringan. Semua korban berasal dari Kecamatan Janapria Lombok Tengah.

DNU




PLN Pastikan Listrik Aman Di Bulan Ramadhan

Pihak PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan

MATARAM.lombokjournal.com — Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) NTB  memastikan kondisi kelistrikan di wilayah NTB selama bulan puasa dipastikan aman dari pemadaman.

Hal tersebut ditegaskan Manager Transmisi dan Distribusi PLN wilayah NTB Jhoni Putra, Kamis (03/04) di Mataram.

“Insyaallah Aman kok, karena kita di PLN sudah melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan,” terangnya

Menurut Jhon,i dengan daya listrik  yang dimiliki Provinsi NTB yakni dengan rincian di sistem Lombok yakni di daya Mampu Pembangkit (DPM) sebesar 274.50 MW, dengan beben puncak sebesar 234.60 MW dan Cadangan sebesar 39.90 MW.

Dan sistem kelistrikan di Sumbawa dengan daya Mampu Pembangkit sebesar 50.05 MW, beban Puncak sebesar 42.25 MW ,Neraca daya sebesar 7.80 Mw.

Sedangkan untuk Sistem Bima, Daya Mampu Pembngkit sebesar 50.20 Mw, dengan beban Puncak 44.30Mw, dan Neraca Daya sebesar 5.90 Mw sudah dipastikan   semuanya  memadai.

“Jadi selama bulan Ramadhan kondisi kelistrikan di wilayah NTB  dipastikan aman,” pungkasnya.

AYA