Inovasi Pelayanan Publik, Kemudahan Bayar Pajak Ranmor 

Bang Zul didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, usai meresmikan inovasi pelayanan publik itu juga mengunjungi Ponpes NW di Kecamatan Lunyuk

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Bertambah lagi inovasi pelayanan publik dari Pemprov NTB, yang diinisiasi Bappenda NTB.

Inovasi pelayanan publik yang dimaksud yaitu Program Pesat Desa, yang memudahkan masyarakat mendapatkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor.

BACA JUGA: NTB Mall Tandatangani MoU Kerja Sama dengan NHF, Malaysia

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul meluncurkan pelayanan publik dengan Program Pesat Desa (Pelayanan Samsat Berbasis Desa) di Kabupaten Sumbawa di Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (08/07/23).

BACA JUGA: Harapan Bang Zul, Rampungnya Gedung Bank NTB Syariah

Disamping meresmikan inovasi pelayanan piblik itu, Bang Zul juga melakukan kunjungan kerja ke Ponpes NW Padasuka di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa.

Kedatangan Gubernur diserbu oleh ratusan jamaah dan masyarakat. Para jamaah, mulai dari anak-anak hingga para orang tua berebut menyalami gubernur yang waktu hadir didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany.

BACA JUGA: Tim Qatar Bawa Semua Personil Perempuan

Gubernur mengucapkan terima kasih atas sambutan luar biasa dari masyarakat Padasuka. Usai menyampaikan sambutan, Bang Zul sapaan Gubernur NTB, di tempat tersebut melaunching Program Pesat Desa (Pelayanan Samsat Berbasis Desa) yang diinisiasi Bappenda NTB.***

 

 




Event Shell Eco-Marathon, Kompetisi Teknik Pelajar Dunia

Penyelenggaram Event Shell Eco-Marathon, kompetisi yang menginspirasi generasi muda agar menjadi insinyur terkemuka yang menciptakan solusi energi 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Setelah di tahun 2022 lalu sukses menggelar event Shell Eco-Marathon Indonesia, tahun ini Shell Indonesia kembali menyelenggarakan Shell Eco-Marathon.

Sebagai ajang regional namun dalam skala yang lebih besar, yaitu Shell Eco-Marathon Asia-Pacific and the Middle East 2023. 

BACA JUGA: Shell Eco Marathon 2023, Menguji Mobil Hemat Energi

Kompetisi Shell Eco Marathon mendorong kemajuan teknologi di bidang kendaraan hemat energi
Sean Winnett

Event ini merupakan salah satu kompetisi teknik pelajar terkemuka di dunia. Kegiatan ini dihelat guna mendorong dan menginspirasi generasi muda agar menjadi ilmuwan dan insinyur terkemuka yang dapat menciptakan solusi energi untuk masa depan.

Selain itu, event kali ini mempertemukan lebih banyak pelajar, mahasiswa,  mitra bisnis, pelaku industri, pemerintah, dan media untuk membantu mempromosikan inisiatif ini serta berkolaborasi lebih lanjut dalam mencari solusi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.

Berbagai karya inovasi teknologi yang diciptakan oleh para peserta yang nota bene adalah generasi muda ini ditampilkan dalam kegiatan yang berlangsung tanggal 4-9 Juli 2023, di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

“Shell Eco-marathon merupakan perwujudan dari strategi Powering Progress kami untuk mencapai target bisnis net-zero emission pada tahun 2050. Kami terus berupayauntuk menjadi mitra yang aktif dalam perjalanan transformasi energi di Indonesia, dan inisiatif ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan tanggung jawab kami,” ungkap Ingrid,  Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, dalam informasi yang dibagikan panitia.

Secara khusus event ini merupakan ajang kompetisi inovasi kendaraan hemat energi untuk mahasiswa. 

BACA JUGA: Pameran Ragam Corak Kain Tenun Masyarakat NTB

Mereka bersaing menggunakan kendaraan hemat energi untuk menjadi tim yang mampu menempuh jarak terjauh dengan konsumsi bahan bakar paling rendah.

Shell Eco-marathon tahun ini diikuti oleh peserta dari 13 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah, dengan jumlah 77 tim.

Tim mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Brunai Darussalam, China, India, Korea Selatan, Kazakhstan, Malaysia, Filipina, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Vietnam dan Thailand ini akan berkompetisi dalam dua kategori kendaraan, yaitu Urban Concept dan Prototype. 

Para peserta ditantang untuk berkompetisi dengan kendaraan ultra-efisien yang mereka rancang dan bangun sendiri dalam dua kategori: Prototype dan Urban Concept

Mereka merancang kendaraan yang dapat melaju paling jauh dengan konsumsi energi yang paling rendah. Sumber energi yang digunakan meliputi Internal Combustion Engine (bensin, solar, etanol), baterai listrik, dan sel bahan bakar hydrogen. 

BACA JUGA: Bunda Niken Launching Dapur Stunting di Loteng

Sebagai tuan rumah, Indonesia mengirimkan lebih dari 40 tim pelajar, terbanyak dari negara-negara peserta lain.

Para pelajar akan berkompetisi untuk menempuh jarak terjauh dengan penggunaan bahan bakar yang paling efisien.

Kategori Prototype ditujukan untuk kendaraan ultra-efisien, ringan, yang umumnya memiliki tiga roda dan dirancang untuk mengurangi resistensi dan memaksimalkan efisiensi, sedangkan kategori Urban Concept difokuskan pada efisiensi energi dalam desain kendaraan roda empat layaknya mobil penumpang konvensional yang dirancang untuk penggunaan di jalan raya.

“Kami percaya bahwa dengan tekad dan kerja keras, para pelajar dapat menorehkan prestasi yang luar biasa bagi negara mereka. Kompetisi ini memberikan mereka kesempatan untuk mengarahkan upaya dan kreativitas mereka untuk mendorong kemajuan teknologi di bidang kendaraan hemat energi yang memiliki peran krusial dalam masa depan energi bersih,” ungkap Sean Winnett, Vice President Corporate Relations Asia-Pasifik Shell.***

 




Shell Eco-Marathon, Menguji Mobil Hemat Energi

Peserta perancang mobil hemat energi diajak belajar dari sosok inspiratif dalam acara Shell Indonesia Women’s Network

LOTENG.LombokJournal.com ~ Shell Eco-Marathon Asia tahun 2023, kompetisi rancangan kendaraan humat energi, mulai berlangsung hari Rabu (05/07/23) di Sirkuit Mandalika Lombok. 

Kegiatan yang akan berlangsung hingga Minggu (09/07) ini merupakan kompetisi bagi generasi muda dalam merancang, membangun, dan menguji mobil hemat energi

BACA JUGA: Event Shell Eco-Marathon, Kompetisi Teknik Pelajar Dunia 

Peserta perancang mobil hemat energi mengikuti talkshow membuka wawasan masa depan
Shell Indonesia Women’s Network

Kompetisi yang didukung Shell ini untuk mendorong terwujudnya mobilitas yang lebih cerdas dengan penggunaan kendaraan hemat energi yang berkesinambungan untuk masa depan.

Memberi kesempatan para peserta yang telah merancang dan membuat kendaraan hemat energi, kemudian ditantang berkarya menempuh jarak terjauh dengan penggunaan bahan bakar yang paling efisien. 

Di hari pertama, salah satu kegiatan menarik yang melibatkan tidak kurang dari 140 orang pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah menengah dan universitas di NTB, yaitu belajar dari sosok-sosok inspiratif dari berbagai bidang. 

BACA JUGA: Peran Masyarakat Dalam Pembangunan, NTB Jadi Contoh

Generasi muda ini  belajar langsung hal-hal inspiratif dari 3 narasumber dalam acara Shell Indonesia Women’s Network

Inspirasi Masa Depan 

Mereka yang hadir sebagai speakers dalam talkshow yang mengangkat tema Inspirasi Masa Depan adalah professional muda dengan pengalaman internasional di berbagai bidang. Seperti Sapwaturrahman yang merupakan atlit berprestasi bidang olahraga lompat jauh, Nadia yang merupakan female digital leader bidang edukasi dan digital serta artis Happy Salma sebagai public figure and female entrepreneur bidang industri kreatif.  

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan SEM, dimana Shell Indonesia Women’s Network (SIWN) ikut serta untuk mengadakan acara talkshow. Dengan,melibatkan siswa dan mahasiwa yang berdomisili di sekitar acara SEM, guna mengembangkan potensi masyarakat sekitar. 

Talkshow yang mendapat banyak respon dari peserta yang ramai-ramai mengajukan pertanyaan itu, memang bertujuan untuk menginspirasi peserta yang diundang sebagai audiens.

BACA JUGA: Roman Febvre Tercepat Dalam Lintasan MXGP 2023 di Lombok

Dan membuka wawasan mereka untuk mengeksplorasi diri sebagai talenta Indonesia yang memiliki potensi untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Dalam talkshow tersebut, terungkap beberapa hal inspiratif dari para narasumber, yang mengisahkan bagaimana mereka berjuang untuk sukses bahkan di tengah keterbatasan. Mereka memulai perjuangan itu dari apa yang ada. Cacatan penting dari kesuksesan para narasumber adalah mereka berani bermimpi dan kemudian mampu menemukan potensi dirinya serta memperjuangkan hal itu hingga mimpi itu benar-benar terwujud.

Happy Salma misalnya, mengungkapkan bahwa ia terinspirasi benar dari prinsip sutradara sekaligus sastrawan Putu Wijaya, bertolak dari apa yang ada. 

Ia benar-benar memulai karirnya seperti apa adanya, berangkat dari apa yang ada dan memberikan karya yang maksimal

Dengan proyek idelisme, Hapy Salma sukses memainkan dan memproduseri film berbahasa daerah Sunda (Jawa Barat) yang kemudian diterjemahkan ke 20 bahasa. 

Ia bisa go Internasional dengan memulai karya dari apa yang paling dekat dengan kesehariannya, tanpa harus kehilangan identitas. 

Happy Salma, selaku pemeran utama dan produser eksekutif film tersebut mengungkapkan Before, Now, & Then merupakan film berbahasa Sunda pertama yang benar-benar diproduksi orang Indonesia.

“Karya yang besar adalah karya yang terwujud (terjadi),” ujarnya.

Selain Happy Salma, ada Nadira pendiri Platform 1.000.id yang mengisahkan ia membuat aplikasi 1.000.id tersebut untuk membantu kaum muda Indonesia agar bisa menabung mulai dari Rp 1.000 agar bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. 

“Saya tidak mau mimpi saya direbut karena alasan finansial,” ujar Nadira. 

Karena itulah ia mengaku belajar tentang keuangan sejak kelas 3 SMA. Di tahun 2016 ia membuat lembaga non profit yang kemudian melakukan edukasi literasi finansial kepada 36 ribu orang. 

Nadira kemudian sukses menjadi female digital leader bidang edukasi dan digital. 

Inspirasi lain disampaikan Sapwaturrahman, atlit yang sejak usia kanak-kanak sudah memiliki kecepatan berlari di atas rata-rata. 

Pernah mengikuti kompetisi lari saat SD tanpa sepatu di awal-awal karirnya, ia kemudian menjadi bintang atletik di puncak karirnya. Dapat juara saat lomba lari dengan telanjang kaki akibat tak memiliki sepatu itu, Sapwaturrahman termotivasi oleh hadiahnya. 

“Dengan uang hadiah itu saya beli sepatu,” ungkapnya.

Dalam keterbatasan ekonomi keluarganya itu ia terus memupuk mimpi untuk meraih cita-cita dan memulainya dari nol. 

Sampai akhirnya ia bisa tampil di salah satu event Atletik ASEAN. Sayangnya ia hanya berada di posisi paling akhir. Peristiwa ini sempat memukulnya, namun ia tidak patah semangat. 

Di tahun 2015 ia mencoba peruntungan di nomor Lompat Jauh karena ia mengaku memiliki kemampuan lebih di cabang Lompat Jauh. 

BACA JUGA: Bunda Niken Launching Dapur Stunting di Loteng

Alhasil, dengan latihan keras, ia pun akhirnya mampu memecahkan rekor 7,85 meter dan menjadi orang Indonesia pertama dengan lompatan 8 meter pada Asian Games di Jakarta. Saat ia tak berhasil menjadi yang terbaik, ia tak putus harapan melainkan berani mengambil keputusan untuk memutar pilihannya yang sesungguhnya bisa dikatakan sangat sulit. Terlatih di nomor lari lalu memilih nomor lain lompat jauh dan sukses. Kemauan, komitmen dan konsisten, itulah prinsip yang dipegangnya.

“Awali dengan kemauan dan komitmen, konsisten dan jangan berhenti,” pesannya.***

 

 




Peran Masyarakat Dalam Pembangunan, NTB Jadi Contoh 

Kunjungan Tim Monitoring OGI ke NTB, berharap agar NTB mempertahanlan momentum penghargaan tahun 2021 terkait NTB Care

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai anggota Open Government Partnership (OGP), diharapkan menjadi contoh dalam melakukan eksposure untuk pembangunannya. 

BACA JUGA: Bunda Niken Launching Dapur Stunting di Loteng

Terutama, upaya Pemerintah NTB dalam melibatkan peran masyarakat dalam pembangunannya, dan bukan yang hanya dari pemerintah saja.

Direktur Aparatur Negara dan Transformasi Birokrasi, Priyanto Rohmattullah, SE, MA 

BACA JUGA: Kasus Pekerja Migran yang Disiksa Majikan di Libya

mengatakan itu, di hadapan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat kunjungan tim monitoring Open Government Indonesia (OGI) Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri dan Kantor Staff Kepresidenan RI, di ruang kerja Pendopo Gubernur, Selasa (04/07/23).

Selama ini Provinsi NTB menjadi anggota dari Open Government Partnership Local. Kelembagaan ini merupakan salah satu inisiatif dari 76 negara yang menjadi anggota dari OGP. 

NTB telah mampu mendapatkan penghargaan pada tahun 2021 terkait NTB Care.

BACA JUGA: Final MXGP 2023, Semarak “The Spirit of A Culture” 

“Saya rasa ini perlu dipertahankan momentum nya jadi yang baik, dan syukur-syukur nanti bisa di replikasi oleh daerah-daerah lain,” jelas Priyanto. ***

 

 

 




Penanganan Pekerja Migran Perlu Pendekatan Kemanusiaan

Banyak kasus pekerja migran bermula dari minimnya pengetahuan, karena itu perlu pendakatan kemanusiaan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kasus pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia berawal pula dari minimnya pengetahuan dan akses pekerja migran ke luar negeri. Karena itu diperlukan penanganan yang komprehensif  

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok Korban Penyiksaan di Libya

“Perlu penanganan yang komprehensif mulai dari hulu dan kesadaran kita semua untuk mulai menangani persoalan pekerja migran dengan pendekatan kemanusiaan,” ujar Gubernur.NTB, Zulkieflimansyah.

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengatakan itu usai penandatangan Nota Kesepatakan atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pencegahan, Penegakan Hukum dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal Nusa Tenggara Barat, Selasa (27/06/23) di Mapolda NTB. 

BACA JUGA: Komitmen Perlindungan untuk Pekerja Migran 

Penandatanganan bertujuan melindungi pekerja migran itu dilakukan bersama Pemerintah Provinsi NTB, Kepolisian Daerah,  Kementerian Hukum dan HAM dan BP2MI. 

Sementara itu, Kapolda NTB, Drs Djoko Perwanto mengatakan, MoU ini adalah langkah penting dan strategis agar banyaknya kasus pekerja migran dan perdagangan manusia yang terjadi menjawab persoalan penanganan yang ada. 

“Kita akan mulai dari desa dan lingkungan masyarakat terkecil. Polda juga memiliki sumberdaya dan fasilitas serta program yang dapat sejalan dengan MoU ini,” jelasnya. 

BACA JUGA: Wagub Tekankan, Pekerja Migran Harus Legal

Dalam penandatangan tersebut hadir pula, Deputi Bidang Penempatan Pekerja Migran Kawasan Amerika Pasifik Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Drs Lasro Simbolon, MA dan Kepala Wilayah Kemenkumham NTB, Romi Yudianto, SH, MH. ***

 

 




Persediaan Sapi Sambut Idul Adha di NTB Aman 

Gubernur NTB dan Mentan kunjungi peternak sapi, pastikan ketersediaan hewan kurban sambut Idul Adha mencukupi

LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di hadapan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan, ketersiaan hewan kurban di NTB sambut Idul Adha sudah cukup dan aman.

BACA JUGA: Pabrik Bata Plastik Mulai Beroperasi di NTB

Meninjau peternakan untuk memastikan ketersediaan hewan kurban jelang Idul Adha
Mentan RI dan Gubernur NTB

Hal itu disampaikan Bang Zul saat melakukan kunjungan bersama Menteri Pertanian RI, SYL untuk memastikan ketersediaan sapi untuk Idul Adha di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (26/06/23).

Bang Zul menyatakan ketersediaan hewan kurban untuk menyambut Idul Adha di Nusa Tenggara Barat sudah mencukupI.

“Bersama menteri Pertanian di Gerung Lobar melihat persiapan dan ketersediaan hewan qurban menje;ang Idul Adha di NTB. Alhamdulillah semuanya siap!” Ungkap Gubernur. 

BACA JUGA: MXGP Samota Diatensi Luar Biasa Masyarakat Sumbawa

Saat itu Bang Zul dan Mentan SYL membahas solusi untuk peternak-peternak asal NTB yang hewannya belum terserap di Jakarta. 

Mentan telah menugaskan staf khusus untuk menyelesaikan masalah ini.

Bang Zul tengah berkoordinasi dengan Plt Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Badan Pangan Nasional agar sapi-sapi NTB yang belum terserap di Jakarta bisa diserap oleh BUMD DKI. 

BACA JUGA: Wow! Sirkuit Samota Punya Lintasan Terbaik di Dunia

“Saya sedang berkordinasi dengan Plt Gubernur DKI Mas Heru dan Kepala Badan Pangan Nasional agar bisa di serap oleh BUMD DKI,” tandas Gubernur.  ***

 

 




Warga Labuan Jambu Sumbawa Bicara Potensi Hiu Paus 

Kehadiran Bang Zul mengobati kerinduan warga Labuhan Jambu, dan gubernur pun minta Kadis Pariwisata NTB mensosialisasikan potensi pariwisata Hiu Paus 

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Masyarakat Desa Labuan Jambu Kecamatan Tarano, Sumbawa menyampaikan banyak persoalan yang dihadapi desanya. Termasuk cara mengelola potensi wisata yang dimiliki Desa Labuan Jambu ini,  yakni Hiu Paus.

BACA JUGA: TNI Rakor Komunikasi Sosial Bersama Aparat Pemerintah 

Warga Labuhan Jambu, Sumbawa mengaku merindukan kehadiran GUBERNUR ntb

Hal itu disampaikan saat Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab dipanggil Bang Zul menyapa dan mendengar aspirasi masyarakat  Labuan Jambu Kecamatan Tarano, Sumbawa, Rabu (21/06/23) malam 

Kepada Bang Zul, masyarakat setempat juga berharap perhatian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur desa

Kehadiran Bang Zul menjadi obat kerinduan masyarakat akan kehadiran pemimpin NTB ini.

Terkait potensi wisata ikan Hiu Paus, Bang Zul minta Kepala Dinas Pariwisata segera menguatkan koordinasi dengan Pemda setempat. Untuk mensosialisasikan potensi   pariwisata Hiu Paus.

Terkait infrastruktur juga diperlukan peran investor untuk menyiapkan penginapan dan pelengkap untuk mendukung pariwisata di Labuan Jambu.  

BACA JUGA: Gizi Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

“Kadis Pariwisata agar segera mencari cara untuk mempercepat kemajuan pariwisata Hiu Paus ini termasuk hidupkan kesenian khas Labuhan Jambu. Pernak pernik bentuk ikan Hiu Paus, dan Bank NTB juga bisa membantu untuk memasang perlengkapan tontonan masyarakat seperti layar lebar/besar. Menampilkan video Hiu Paus yang menarik perhatian wisatawan global ” kata Bang Zul.

Bang Zul juga mengaku senang dapat berkunjung menyapa dan mendengar langsung berbagai curahan hati masyarakat termasuk bisa menginap malam ini dirumah warga. 

Ia berharap, silaturahmi dapat terus terjaga dalam ikhtiar membangun daerah bersama-sama.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bangga dengan Generasi Pencinta AlQur’an

Desa Labuan Jambu terletak di Kecamatan Tarano, Sumbawa. Terletak di sekitar Perairan Teluk Saleh. Biasanya pukul 06.00 pagi Hiu Paus muncul di saat nelayan mengangkat jaringnya karena ada banyak plankton yang merupakan makanan Hiu Paus, nah inilah waktu snorkeling dan  berinteraksi dengan Hiu Paus. ***

 

 




TNI Rakor Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintah 

Penyelenggaran Rakor antara TNI bersama aparat Pemerintah penting mengakselerasi kemitraan, mempererat silaturrahmi, koordinasi dan komunikasi intensif

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tentara Nasional Indonesia (TNI) selenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan aparatur lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk penguatan komunikasi dan koordinasi.

Rakor bertajuk Komunikasi Sosial TNI dengan aparatur Pemerintah bertema “Transformasi Digital Ciptakan Aparat Pemerintah Unggul” itu dibuka Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo,  S. Sos,  MM, di Aula Sudirman Makorem 163/WB NTB, Rabu (21/06/23).

BACA JUGA: Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Kasi Intel Korem 162/WB, Kolonel Inf I Gusti Putu Dwika yang mewakili Danrem menyatakan, Rakor bertujuan pererat silaturrahmi, koordinasi dan komunikasi intensif ini penting mengakselerasi dan kemitraan TNI dan aparatur pemerintah.

“Dalam berbagai pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan sosial kemasyarakatan, bagi keberlangsungan program pembangunan,” ujarnya. 

Kegiatan ini dihadiri sejumlah instansi terkait Pemprov NTB dan sejumlah perwakilan Kesatuan TNI dan Polri di NTB. Untuk menyamakan persepsi dan kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan wilayah. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Didampingi Gubernur NTB Tinjau Smelter

Dengan kondusivitas masyarakat,  jalannya pembangunan bisa cepat tercapai dan stabilitas perekonomian tetap terjaga dengan baik. 

Pemilu 2024

Meyinggung tentang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024 yang saat ini sudah memulai tahapannya, Danrem berharap tetap dibangun koordinasi dan komunikasi yang makin baik. 

Tiap penyelenggaraan Pemilu tak bisa dipungkiri terjadi gesekan, perbedaan pandangan,  hingga perbedaan pilihan,yang bisa memunculkan gangguan keamanan.  

Diperlukan sinergi dan kolaborasi, koordinasi dan komunikasi yang baik dan intens dengan tokoh masyarakat,  tokoh agama dan pemangku kepentingan lainnya. 

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok. Korban Penyiksaan di Libya

Agar bisa menetralisir berbagai gangguan stabilitas keamanan wilayah.

Rakor ini menghadirkan pembicara utama Kadis Kominfotik NTB, Najamudin Ammy,  dengan materi Penguatan Teknologi Informasi, Widwaiswara BPSDM NTB dan instansi terkait lainnya.***

 




Presiden Jokowi Didampingi Gubernur NTB Tinjau Smelter

Gubernur NTB yang mendampingi Presiden Jokowi optimis, proyek smelter PT AMNT yang rampung pertengahan 2024 akan membuat perekonomian di NTB semakin berkembang

KSB.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau proyek pembangunan smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kecamatan Maluk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (20/06/23).

BACA JUGA: Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Gubernur NTB dampingi Presiden Jokowi tinjau proyek smelter di KSB
Gubernur NTB dan Presiden RI

Bang Zul sapaan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang mendampingi Presiden Jokowi menjelaskan, Proyek Smelter PT AMNT ditargetkan selesai pertengahan tahun 2024 mendatang. 

Bang Zul mengaku optimis, proyek tersebut nantinya akan membuat perekonomian di NTB semakin berkembang dan terdepan. 

“Insya Allah Mei 2024 Proyek Smelter ini selesai dan akan membuat ekonomi NTB semakin berkembang dan maju,” tutur Gubernur. 

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi kepada wartawan mengatakan, progres pembangunan smelter itu sudah mencapai 51 persen terhitung 31 Mei 2023.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Merahkan Lapangan Nasional Lotim

Smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara dibangun dengan kapasitas input sebanyak 900.000 ton konsentrat per tahun dan direncanakan tuntas pada pertengahan tahun 2024 mendatang.

“Saya datang dan memastikan bahwa proyek smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara berjalan dengan lancar dan Insyaa Allah akan tuntas pada pertengahan tahun 2024,” ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi menyebut, progres pembangunan pabrik smelter di KSB ini akan bisa selesai sesuai target dan ia juga berharap kesuksesan ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia secara global.

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok, Korban Penyiksaan di Libya

Dan kedepan, ia berharap Smelter-Smelter yang tersebar di Seluruh Indonesia ini dapat terintegrasi dan dapat menunjang menjadikan Indonesia menjadi negara maju

Berubah dari penggunaan kendaraan bermotor akan digantikan dengan kendaraan listrik dan sebagainya.

“Smelter-Smelter yang tersebar di Seluruh Indonesia akan integrasikan dan ini tugas Pemerintah untuk dapat menjadikan Indonesia menjadi negara maju,” katanya.

BACA JUGA: PAUD Merupakan Tempat Bermain dan Bergembira

Turut hadir pada kesempatan tersebut  Ibu Iriana, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Juga hadir Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan, Komandan Paspampres Mayjen TNI Rafael Granada Baay, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin juga hadir mendampingi Presiden pada 1 Busway yang sama, dan  pejabat lainnya dari Kabupaten Sumbawa Barat ikut menyertai. ***

 




Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Kegiatan sosialisasi peduli penyiaran harus membuat masyarakat bisa menikmati siaran yang sehat dan bebas hoax

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran (DPP) harus mampu memberikan feedback yang positif. Sehingga masyarakat bisa menikmati siaran dan berita yang sehat dan lain sebagainya.

Pesan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul, saat menyampaikan sambutan sosialisasi itu. 

Kata Bang Zul, sosialisasi Desa Peduli Penyiaran harus memberi manfaat bagi desa

Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran diikuti oleh 175 Kepala Desa perwakilan dari 8 Kabupaten se NTB di Hotel Lombok Raya, Senin (19/06/23).

Kata Bang Zul, di era digitalisasi KPID harus lebih maju, bagaimana menyuguhkan program yang kreatif dan inovatif.

“Dan bermanfaat bagi desa, tentunya bisa menikmati siaran yang sehat dan tidak hoax,” kata Bang Zul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy menyampaikan apresiasi kepada KPID NTB atas penyelenggaraan sosialisasi DPP.

Sehingga para Kepala Desa bisa bertemu dengan pimpinan lembaga penyiaran dan stakeholder lainnya.

Diceritakan Bang Najam sapaan akrab Kadis Kominfotik, selama mendampingi Gubernur, sejak di Biro Humas dalam kunjungan-kunjungan untuk menyapa masyarakat dusun hingga desa dari ujung Sape, terdapat banyak potensi untuk dikembangkan.

“Bila potensi-potensi desa yang dimiliki tidak disiarkan, hanya akan diketahui oleh segelintir masyarakat. Karenanya harus mengajak lembaga-lembaga penyiaran untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk kebaikan ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.

Bang Najam menambahkan, dalam fungsi-fungsi pengawasan penyiaran supaya siarannya informatif edukatif sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat.

“Kenapa pentingnya para kepala desa ini karena lembaga penyiaran itu ada di wilayah masing-masing desa dari 70 lembaga penyiaran di NTB,” ungkapnya.

Pengawasan lembaga penyiaran

Dalam laporannya, Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori menyampaikan, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga penyiaran tidak cukup dilakukan oleh KPID dan pemantau yang sudah ditempatkan diseluruh kabupaten/kota. 

Pada era digitalisasi dan peralihan TV Analog menjadi TV digital banyak melahirkan lembaga-lembaga penyiaran baru. 

“Berangkat dari itu, KPID membuat terobosan baru melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipan yang baru berbasis desa sehingga KPID mengeluarkan pedoman Desa Peduli Penyiaran yang pertama di Indonesia,” jelasnya.

Turut hadir Kepala Balmon Mataram, Kepala Beacukai, Direktur Penyiaran tv dan radio se NTB, Kadis Kominfotik kabupaten/kota, Tim Penyusun Desa Peduli Penyiaran dan tamu undangan lainnya.***