Rayakan ULTAH, PT Paragon Adakan Aksi Sosial Di Ponpes Nurul Hakim, Lombok Barat

Selain acara bersih- bersih masjid,  Wardah kosmetik memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta

Saat penyerahan danasumbangan sebesar Rp 10 juta (Foto; AYA)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Rangkaian HUT PT Paragon, melalui brand kosmetik Wardah melakukan kegiatan sosial di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat.

PT Paragon menggelar kegiatan bersih-bersih masjid sekaligus penyerahan bantuan perawatan masjid. Ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PT Paragon selama Ramadan.

“Untuk kegiatan Ramadan ini ada banyak sekali seperti satu hati donasi untuk masjid,  Wardah Goes to Pesantren dan kegiatan  khusus beauty agent yaitu sharing is caring, ” ungkap Dhian Kartika dewi Selaku Bussines Development Wardah.

Dhian menuturkan, untuk program “satu hati berdonasi untuk masjid” dilakukan di 33 distribution Centre (DC) dengan 330 total masjid.  Ini dilakukan dalam rangka ulang Tahun PT. Paragon yang ke 33.

“Masjid Zakaria Salamah di Kabupaten Lombok Barat ini merupakan masjid keempat yang sudah dilakukan acara bersih- bersihnya” terang Dhian

Dhian menambahkan, selain acara bersih- bersih masjid, pihaknya melalui Wardah kosmetik memberikan sumbangan sebesar Rp 10 juta untuk perawatan dan untuk melengkapi fasilitas di masjid. Sumbangan tersebut diserahkan pada 330 masjid seluruh Indonesia selama Ramadan ini.

Pengurus   Masjid Zakaria Salamah pondok pesantren Nurul Hakim Kediri, Fernandi menyatakan sangat berterimakasih dengan adanya kegiatan dan sumbangan yang diberikan Wardah kosmetik kepada masjid.

Bantuan tersebut akan dipergunakan untuk perawatan dan fasilitas masjid.

“Saya selaku pengurus masjid sangat berterimakasih atas bantuan dan kerjasamanya,semoga kedepan kegiatan ini bisa berlanjut di tahun- tahun berikutnya,” aku  Fernandi.

AYA (*)




TGB Anggap Rilis 200 Penceramah Kemenag, Harusnya Tak Perlu

TGB menilai Kementrian Agama (Kemenag) baiknya lebih fokus mengisi ruang publik dengan materi dakwah yang kekinian, konten menarik, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat untuk menyasar generasi milenial.

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) angkat bicara mengenai polemik daftar 200 penceramah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag).

Meski namanya masuk dalam daftar 200 penceramah, TGB mengatakan rilis tersebut sejatinya tidak perlu dilakukan karena mengundang polemik.

“Di NTB cuma saya (yang masuk daftar rilis) padahal tuan guru di NTB banyak, dan banyak yang jauh lebih pantas dan lebih baik dari saya. Yang ada namanya di sana (rilis) kurang nyaman dan yang tidak ada di sana (rilis) bagaimana perasaannya,” katanya, Minggu (27/05) di Mataram.

TGB menilai masih banyak hal-hal yang lebih urgent di kehidupan, salah satunya ialah untuk sebarkan moderasi Islam daripada membuat rilis terbatas.

Ia menambahkan, lantaran sudah kadung dikeluarkan, rilis tersebut pada akhirnya justru menjadi beban bagi Kemenag untuk terus menambah daftar penceramah yang tentu tidak akan pernah cukup.

“Kalau list ini diteruskan akan menimbulkan proses kelanjutan. 200 nama (penceramah) secara sederhana untuk 200 juta kita umat Islam yang majlisnya ada ratusan ribu, efektif atau enggak kalau mau disempurnakan sampai berapa banyak,” ujar TGB.

Alih-alih membuat rilis penceramah, TGB menilai Kemenag lebih fokus mengisi ruang publik dengan materi dakwah yang kekinian, konten menarik, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat untuk menyasar generasi milenial.

“Semisal, kita masih kurang bahan-bahan visual ala mileneal dengan format kekinian bagaimana dialog tentang isu keIslaman dan kenangsaan, ini jauh lebih menantang karena anak-anak muda kita perlu dapat bahan yang tidak hanya konten baik tapi juga visual menarik,” tegasnya.

TGB menilai, bahan-bahan dakwah yang kekinian dan relevan itu masih sangat kurang di ruang publik.

AYA




Ansor KLU Ajak Pemuda Jauhi Paham Radikal

Caranya, generasi muda harus menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan para pendiri bangsa

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Generasi muda harus ikut ambil bagian dalam menangkal berkembannya paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat, salah satunya dengan menjaga nilai-nilai perbedaan dan toleransi.

Demikian dikatakan, Ketua Panitia sekaligus Ketua GP Ansor KLU, M. Jalil, Saat menyampaikan sambutannya dalam Worksop bertajuk Menangkal Radikalisme yang sekaligus dirangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), di Pemenang, Rabu (24/05).

“Akhir-akhir ini banyak aksi terorisme di Indonesia. Atas dasar itulah dirasa perlu mengajak semua generasi muda khususnya Lombok Utara, agar tidak terjebak dalam praktik radikalisme,” paparnya.

Caranya, lanjut Jalil, generasi muda harus ikut serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan para pendiri bangsa sejak awal.

Ketua PCNU KLU. M. Sa’i, menegaskan, dari cinta akan muncul saling memiliki dan menghargai satu sama lain. Ia meyakini di Lombok Utara, semua agama dan golongan menjunjung tinggi perbedaana dan toleransi, itulah keistimewaan daerah ini.

“Keistimewaan itu harus dijaga bersama-sama. Karena dengan begitu, cikal bakal munculnya paham-paham radikal di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Lombok Utara, bisa ditekan,” ungkapnya.

Kasat Intelkam Polres Lombok Utara, Syaripuddin Zohri, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, gerakan atau paham radikal belum tentu teroris, tapi pelaku teroris sudah tentu radikal.

“Ada beberapa ciri kelompok teroris, salah satunya mengasingkan diri dan cendrung tidak mau bersosial, disamping merasa benar sendiri,” tukasnya.

Meski begitu, Syaripuddin mengingatkan masyarakat agar tidak main hakim sendiri jika menmukan seseorang atau kelompok yang diduga menganut paham radilal atau teroris.

“Jangan main hakim sendiri, kalau memang ada laporkan ke pihak berwajib. Sementara jika ada anggota keluarga yang dianggap menyimpang atau mempraktikan paham radikal, maka segera diingatkan,” katanya lagi.

Kepala Kesbangpol KLU, Muldani, mengungkapkan, salah satu penyebab yang memicu munculnya paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat adalah lemahnya pemahaman tentang agama.Termasuk hilangnya rasa bangga terhadap bangsa sendiri.

“Di Lombok Utara, toleransi antar umat beragama sangat tinggi. Tidak ada tempat untuk teroris di sini,” cetusnya.

DANU




Ansor KLU Ajak Pemuda Jauhi Paham Radikal

Caranya, generasi muda harus menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan para pendiri bangsa

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Generasi muda harus ikut ambil bagian dalam menangkal berkembannya paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat, salah satunya dengan menjaga nilai-nilai perbedaan dan toleransi.

Demikian dikatakan, Ketua Panitia sekaligus Ketua GP Ansor KLU, M. Jalil, Saat menyampaikan sambutannya dalam Worksop bertajuk Menangkal Radikalisme yang sekaligus dirangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), di Pemenang, Rabu (24/05).

“Akhir-akhir ini banyak aksi terorisme di Indonesia. Atas dasar itulah dirasa perlu mengajak semua generasi muda khususnya Lombok Utara, agar tidak terjebak dalam praktik radikalisme,” paparnya.

Caranya, lanjut Jalil, generasi muda harus ikut serta menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi yang sudah diwariskan para pendiri bangsa sejak awal.

Ketua PCNU KLU. M. Sa’i, menegaskan, dari cinta akan muncul saling memiliki dan menghargai satu sama lain. Ia meyakini di Lombok Utara, semua agama dan golongan menjunjung tinggi perbedaana dan toleransi, itulah keistimewaan daerah ini.

“Keistimewaan itu harus dijaga bersama-sama. Karena dengan begitu, cikal bakal munculnya paham-paham radikal di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Lombok Utara, bisa ditekan,” ungkapnya.

Kasat Intelkam Polres Lombok Utara, Syaripuddin Zohri, yang hadir sebagai narasumber menjelaskan, gerakan atau paham radikal belum tentu teroris, tapi pelaku teroris sudah tentu radikal.

“Ada beberapa ciri kelompok teroris, salah satunya mengasingkan diri dan cendrung tidak mau bersosial, disamping merasa benar sendiri,” tukasnya. 

Meski begitu, Syaripuddin mengingatkan masyarakat agar tidak main hakim sendiri jika menmukan seseorang atau kelompok yang diduga menganut paham radilal atau teroris. 

“Jangan main hakim sendiri, kalau memang ada laporkan ke pihak berwajib. Sementara jika ada anggota keluarga yang dianggap menyimpang atau mempraktikan paham radikal, maka segera diingatkan,” katanya lagi.

Kepala Kesbangpol KLU, Muldani, mengungkapkan, salah satu penyebab yang memicu munculnya paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat adalah lemahnya pemahaman tentang agama.Termasuk hilangnya rasa bangga terhadap bangsa sendiri. 

“Di Lombok Utara, toleransi antar umat beragama sangat tinggi. Tidak ada tempat untuk teroris di sini,” cetusnya.

DANU

 




Angka Prevalensi Kurang Gizi di NTB Masih Tinggi

Penyebab  tingginya prevalanesi kuramg gizi di NTB antara lain terkait tingkat kemiskinan, usia pernikahan yang masih rendah, pola asuh dan penyakit penyakit infeksi, diare maupun penyakit bawaan sejak lahir

 MATARAM.lombokjournal.com — Angka prevalensi kurang gizi di NTB dianggap masih tinggi karena dari yang ditarget yaitu sebesar 15,5 persen di tahun 2017 kemarin belum tercapai.

Plt Kepala Dinas Kesehatan NTB, Marjito, mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh melalui kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan setiap tahun, prevalemsi kurang gizi mengalami peningkatan yaitu dari 20,2 persen ditahun 2016 menjadi 22,6  persen pada tahun 2017.

“Kita belum bisa menekan angka prevalensi kurang gizi ini,”ucapnya pada sejumlah wartawan didampingi oleh Kabag Humas Pemprov NTB,Lalu Ismu, Kamis( 24/05) di Media Center Kantor Gubernur NTB.

Menurutnya, penyebab masih tingginya prevalanesi kuramg gizi di NTB cukup banyak dan komplek antara lain terkait tingkat kemiskinan, usia pernikahan yang masih rendah, pola asuh dan penyakit penyakit infeksi, diare maupun penyakit bawaan sejak lahir.

“Prevalensi kurang gizi tettinggi ada di kabupaten Dompu sebesar 33 persen dan terendah ada di Kabupaten Lombok Barat, sebesar 18,1 persen,” ungkapnya.

Karena itu lanjutnya bahwa untuk mengatasi kondusi tersebut dibutuhkan upaya yang menyeluruh dan berintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.

Selain masalah kurang gizi, masalah gizi lain yang mengemuka adalah STUNTING atau “kependekan” yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga tubuh anak terlalu pendek untuk usianya.

Data hasil Pemantauan Status Gizi (PSG ) tahun 2017 menunjukkan prevalensi Stunting di Provinsi NTB sebesar 37,2 persen lebih tinggi dari rata-rata Nasional yaitu 29,6 persen. angka tersebut juga meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 29,9 persen atau naik 7,29persen.

Prevalensi Stunting tertinggi di Kabupaten Sumbawa yaitu 41,9 persen Lombok Lombok Tengah (39,9 persen), Dompu (38,3 persen), Kota Mataram (37,8 persen), Utara 37,6 persen, Bima (36,6 persen), Kota Bima (36,3 persen), Lombok Barat (36,1 persen), Lombok Timur (35,1 persen) dan terendah di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu 32,6 persen.

AYA




Angka Prevalensi Kurang Gizi di NTB Masih Tinggi

Penyebab  tingginya prevalanesi kuramg gizi di NTB antara lain terkait tingkat kemiskinan, usia pernikahan yang masih rendah, pola asuh dan penyakit penyakit infeksi, diare maupun penyakit bawaan sejak lahir

MATARAM.lombokjournal.com — Angka prevalensi kurang gizi di NTB dianggap masih tinggi karena dari yang ditarget yaitu sebesar 15,5 persen di tahun 2017 kemarin belum tercapai.

Plt Kepala Dinas Kesehatan NTB, Marjito, mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh melalui kegiatan Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan setiap tahun, prevalemsi kurang gizi mengalami peningkatan yaitu dari 20,2 persen ditahun 2016 menjadi 22,6  persen pada tahun 2017.

“Kita belum bisa menekan angka prevalensi kurang gizi ini,”ucapnya pada sejumlah wartawan didampingi oleh Kabag Humas Pemprov NTB,Lalu Ismu, Kamis( 24/05) di Media Center Kantor Gubernur NTB.

Menurutnya, penyebab masih tingginya prevalanesi kuramg gizi di NTB cukup banyak dan komplek antara lain terkait tingkat kemiskinan, usia pernikahan yang masih rendah, pola asuh dan penyakit penyakit infeksi, diare maupun penyakit bawaan sejak lahir.

“Prevalensi kurang gizi tettinggi ada di kabupaten Dompu sebesar 33 persen dan terendah ada di Kabupaten Lombok Barat, sebesar 18,1 persen,” ungkapnya.

Karena itu lanjutnya bahwa untuk mengatasi kondusi tersebut dibutuhkan upaya yang menyeluruh dan berintegrasi dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.

Selain masalah kurang gizi, masalah gizi lain yang mengemuka adalah STUNTING atau “kependekan” yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga tubuh anak terlalu pendek untuk usianya.

Data hasil Pemantauan Status Gizi (PSG ) tahun 2017 menunjukkan prevalensi Stunting di Provinsi NTB sebesar 37,2 persen lebih tinggi dari rata-rata Nasional yaitu 29,6 persen. angka tersebut juga meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu 29,9 persen atau naik 7,29persen.

Prevalensi Stunting tertinggi di Kabupaten Sumbawa yaitu 41,9 persen Lombok Lombok Tengah (39,9 persen), Dompu (38,3 persen), Kota Mataram (37,8 persen), Utara 37,6 persen, Bima (36,6 persen), Kota Bima (36,3 persen), Lombok Barat (36,1 persen), Lombok Timur (35,1 persen) dan terendah di Kabupaten Sumbawa Barat yaitu 32,6 persen.

AYA




Gudang Penyimpanan Distributor Masih Tidak Layak

Lokasi penyimpanan produk pangan dan non pangan masih disatukan. Sirkulasi udaranya pun masih kurang bagus.  Selain itu, tercium seperti bau kencing tikus diantara barang yang diperiksa

Sidak di salah satu gudang

MATARAM.lombokjournal.com —  Dinas Perdagangan (Disdag) NTB bersama Satgas Pangan Polda NTB dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram, melakukan pemeriksaan sejumlah gudang distributor besar, Selasa (22/05)

Dari dua gudang yang ditinjau, Disdag NTB menyatakan semuanya tidak layak sebagai lokasi penyimpanan makanan.

Kepala Disdag NTB Hj Putu Selly Andayani menyatakan , pihaknya memiliki fungsi pengawasan terhadap seluruh pangan di NTB. Tentunya melibatkan Satgas Pangan Polda NTB dan BBPOM Kota Mataram.

Terlebih lagi saat ini dalam bulan puasa dan akan menyambut Idul Fitri. Pangan yang ada di NTB harus benar-benar diamankan.

“Ini untuk perlindungan konsumen,” tegasnya, usai sidak Selasa.

Pengamanan pangan di NTB harus dimulai dari hulu. Yakni dari distributor besar yang menjadi penyedia stok utama.

Pihaknya melakukan pemeriksaan pada dua gudang penyimpanan di dua lokasi berbeda,  gudang penyimpanan di Dasan Cermen dan Abian Tubuh Baru.

Dari dua gudang penyimpanan yang diperiksa, Selly menyatakan keduanya tidak layak. Hal ini dikarenakan penataannya yang tidak rapi.

Lokasi penyimpanan produk pangan dan non pangan masih disatukan. Sirkulasi udaranya pun masih kurang bagus.  Selain itu, tercium seperti bau kencing tikus diantara barang yang diperiksa. Hal ini tentu menyalahi aturan penyimpanan produk pangan dan non pangan.

“Ke depannya kita minta ditata lebih baik lagi,” sambungnya.

Ia melanjutkan, BBPOM Kota Mataram sudah mengambil langkah pembinaan pada pemilik kedua gudang tersebut. Selain penataan, Disdag NTB dan tim menemukan banyak barang yang sudah kadaluarsa.

Barang kadaluarsa tersebut nantinya akan di BAP BBPOM Kota Mataram untuk dimusnahkan bersama.

“Tidak hanya saat ini saja, kami akan turun lagi nanti,” akunya.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di dua gudang penyimpanan tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah distributor di NTB khususnya Kota Mataram. Tujuannya untuk bisa dikunjungi seluruhnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Kota Mataram Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih mengatakan, higienitas sanitasi gudang yang masih jauh dari layak.

Ada beberapa produk pangan dan non pangan yang penyimpanannya masih digabung. Padahal produk  pangan tidak boleh dicampur dengan non pangan agar tidak terkontaminasi.

“Jadi kami sarankan untuk dipisahkan,” kata Nengah

Selain itu, pihaknya menemukan produk kadaluarsa yang sudah disisihkan. Namun belum dipisah dari produk lainnya.

Hal itu berpotensi menjadi sarang tikus. Sebab itu pihaknya meminta komitmen pemilik untuk melakukan penataan barang yang lebih rapi. Sekaligus  jugapemusnahan barang kadaluarsa tersebut.

“Sebelum lebaran hars sudah dimusnahkan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan tinjauan kembali nantinya untuk melihat komitmen tersebut. Namun jika masih melanggar maka akan diberi peringatan berat berupa peninjauan ulang izin SIUP dan lainnya.

Hal tersebut sebagai bentuk tanggung jawab untuk perlindungan konsumen.

“Agar mendapatkan produk yang memenuhi syarat,” tandasnya.

AYA




Di NTB Belum Ada Booking Seat

Masyarakat sudah tahu jika ketersediaan seat  masih cukup banyak hingga menjelang lebaran

General Manager Perum Damri Mataram, Sumijan

MATARAM.lombokjournal.com — Ketersediaan angkutan saat mudik menjadi hal yang paling utama bagi pemudik. Seperti di daerah lainnya, pemudik mulai berbondong-bondong melakukan pemesanan tiket sejak dini alias booking.

Namun di NTB, hal ini sama sekali belum terlihat. Perusahaan Umum (Perum) angkutan Damri Mataram mengungkapkan hingga saat ini belum ada booking sama sekali.

General Manager Perum Damri Mataram, Sumijan menuturkan, kondisi masih sama seperti tahun sebelumnya.

“Hingga saat ini belum ada tanda-tanda booking seat seperti yang terjadi di luar NTB,” ungkapnya Selasa ( 22/05).

Ia mengatakan, Masyarakat sudah tahu jika ketersediaan seat  masih cukup banyak hingga menjelang lebaran nanti.

“Tidak ada kekhawatiran tidak dapat tiket,” ujarnya kepada

Kondisi di NTB yang melakukan mudik masih terlayani dengan baik. Berbeda dengan daerah lainnya yang sibuk melakukan booking seat.

Hal tersebut dikarenakan para pemudik di luar NTB mengalami kemungkinan full seat lebih besar. Ini membuat mereka khawatir tidak bisa sampai kampung halaman tepat waktu.

“Daripada mereka tidak pulang lebih baik booking dari sekarang,” sambungnya.

Lonjakan penumpang juga membuat kebutuhan seat meningkat. Namun pria yang disapa Jajak ini mengungkapkan lonjakan terjadi pada H-9 hingga H-3. Seperti tahun sebelumnya, peningkatan terjadi sebesar 30 persen dibandingkan rata-rata regulernya.

Namun tahun ini lonjakan penumpang diperkirakan menurun.  Tahun ini waktu perkiraan lebih pendek dari sebelumnya. Ini dikarenakan jumlah waktu libur lebih  panjang sehingga penumpang akan terurai lebih awal dibandingkan hari fix perkiraan lonjakan.

“Mereka akan mudik lebih dulu sebelum H-9,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah mempersiapkan  armada sejak dini. Mulai dari perawatan kendaraan hingga Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

Pihaknya mempersiapkan perawatan ekstra seperti pergantian suku cadang yang baru. Sehingga pada saat menjelang lebaran armada bisa tampil prima.

Untuk mudik, Jajak mengaku menyiapkan 83 unit armada termasuk BRT. Selain itu, Perum Damri menyediakan dua unit BRT untuk mengangkut sebanyak 90 pemudik secara gratis dari Mataram, menuju Surabaya.

Mudik gratis tersebut merupakan program Sinergi BUMN, yakni Perum Damri Mataram dengan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Mataram.

Bus tersebut masih tergolong baru dan dirancang untuk pariwisata sehingga aman dan nyaman untuk perjalanan dari Mataram menuju Surabaya

“Ada dua unit BRT yang kami siapkan,” katanya.

Ia mengatakan pemberangkatan pemudik gratis ke daerah tujuan dilakukan pada 9 Juni 2018 atau lima hari sebelum (H-5) Idul Fitri 1439 Hijriah.

Untuk proses pendaftaran sudah dibuka sejak 15 Mei 2018 dan ditutup pada H-5 Lebaran, atau setelah kuota sebanyak 90 orang terpenuhi. Warga yang ingin mudik gratis ke Surabaya, bisa mendaftar di kantor PT Askrindo di Jalan Sriwijaya No 318 Kota Mataram.

“Di seluruh Indonesia Damri menyiapkan 260 armada mudik gratis,” tandasnya.

AYA




Konsulat General  Tiongkok, Gou Haodong Kunjungi UNU NTB

UNU akan terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan

MATARAM.lombokjournal.com — Konsulate General Tiongkok, Gao Haodong, Senin, (21/05) sore beserta rombongan mengunjungi Universitas NU NTB. Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), Agus Winektu tampak  dalam rombongan Komjen Tiongkok ini.

Kunjungan ini dimaksudkan sebagai upaya penjajakan kerjasama dengan UNU NTB terkait dng rencana pembukaan program  studi kebudayaan dan bahasa Mandarin di UNU NTB.

Terkait hal tersebut,  Rektor UNU NTB , Hj Baiq Mulyana , S.Ag, MPDi mengatakan UNU NTB menyambut baik kunjungan dan rencana kerjasama pendidikan dan kebudayaan dengan Tiongkok.

“UNU tentu senang dengan Atensi dan Perhatian Komjen Tiongkok di Denpasar dalam program  pengembangan SDM ,” ungkapnya

Sebagai warga NU , Rektor UNU NTB merasa prihatin dengan sikap intoleransi yang masih ada dan berkembang saat ini.  UNU akan menegakkan proses tasamuh atau toleransi. Jangan ada lagi ada prasangka -prasangjka.

” Untuk harus di mulai dari saling mengenal yakni lewat saling mengenal kebudayaan dan adat istiadat agar tidak menimbulkan prasangka,” sambung Baiq Mulyana.

Selanjutnya Ketua PW NU NTB , TGH Taqiuddin Masyur mengatakan, UNU akan terbuka kepada siapapun yang ingin memajukan dan mengembangkan budaya dan ilmu pengetahuan. Sebagai organisasi besar NU akan tetap mengembangkan diri sebagai organisasi kemasyarakatan untuk kemaslahatan ummat.

“Sebagai pengurus wilayah NU NTB menyampaikan terima kasih atas kunjungan Komjen Cina dan rombongan ,” ujar TGH Taqiyuddin Masyur.

Dalam pidato sambutan konsulat Jendral Tiongkok di Denpasar , Gou Haodong mengatakan kunjungan ini ingin bersilaturahmi dan menjalin persaudaraan dengan segenap komponen NU dan UNU . Ia mengaku  senang bisa ketemu dosen dan siswa di sini . Tapi sblm ketemu disini sudah ketemu dan diskusi dng Ketua PW NU NTB .

“Utk menghilangkan prasangka itu kita hrs saling mengenal . Indonesia merupakan ummat muslim yg besar,” ungkapnya .

Gou Haodong mengatakan, pernah berkunjung kenegara muslim Iran, Saudi, Qatar, Etiopia. Ia juga mengaku senang dengan suara azan dari masjid .

“Ini berarti pendidikan muslim di Indonesia . Saya sdh banyak bertugas dan berkunjung di negara negara muslim,” ucapnya yang diiringi tepuk tangan hadirin .

Meskipun bukan muslim, ucapnya , ia bisa merasakan, ajaran Islam mengedepankan toleransi dan cinta Alloh.

“Ajaran Alquran mengajarkan semua muslim itu saudara dan mencintai antar sesama,” imbuhnya  .

Komjen senang dengan informasi bahwa kehidupan kaum Tionghoa di NTB aman dan bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

” Setiap tahun ada perayaan ImLek di NTB yang berjalan baik dan aman,” ujarnya .

Terkait usulan Rektor UNU NTB tentang rencana pembukaan program studi kebudayaan dan bahasa Mandarin , pihak nya merasa senang dengan usulan tersebut.

“Kami akan diskusikan lebih lanjut utk kerjasama dengan UNU ini,’ pungkasnya.

Me .




Taufan Rahmadi Tunjukkan Keseriusan Ikut Pileg 2019

Selain nuansa angka 2, nuansa Ramadhan juga lekat terasa pada pendaftaran tokoh muda yang dijuluki ‘si Tukang Gedor’ ini. Taufan Rahmadi dan rombongan hadir dengan pakaian muslim putih, sebagai simbol kesucian niat

MATARAM.lombokjournal.com —  Bertepatan dengan 2 Ramadhan 1439H, Taufan Rahmadi menunjukkan keseriusannya masuk di dunia politik, dan memastikan diri ikut berkompetisi dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2019. Secara resmi, ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif DPR RI pada Partai Gerindra.

Pendaftaran Taufan Rahmadi ini dilakukan secara sederhana di Kantor DPD Gerindra NTB, Jalan Majapahit – Kota Mataram, Jum’at (18/05).

Berkas administrasi pendaftaran lengkap 1 (satu) rangkap diserahkan langsung oleh Taufan Rahmadi beserta rombongan tim pendukung, dan diterima langsung oleh Ali Al Khairi, Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Nusa Tenggara barat.

Berkas pendaftaran serta formulir lengkap diberikan. Begitu juga dengan berkas dukungan, lengkap terwakili dari 5 kabupaten dan kota se Pulau Lombok.

Nuansa angka 2 sangat kental terasa pada pendaftaran tokoh muda pariwisata ini. Pemilihan tanggal 2 Ramadhan, pukul 2 siang, serta penyerahan uang pendaftaran dengan pecahan Rp20.000,-.

Nuansa angkaini menyesuaikan nomor urut 2 yang diperoleh Partai Gerindra pada Pemilihan Umum Legislatif 2019.

Selain nuansa angka 2, nuansa Ramadhan juga lekat terasa pada pendaftaran tokoh muda yang dijuluki ‘si Tukang Gedor’ ini. Taufan Rahmadi dan rombongan hadir dengan pakaian muslim putih, sebagai simbol kesucian niat.

“Gerindra itu putih. Warna putih adalah simbol kesucian. Dengan niat suci untuk memperjuangkan pariwisata dan Nusa Tenggara Barat, saya dan tim mendaftarkan diri hari ini di DPD Gerindra. Semoga Ramadhan menjadi berkah untuk kita semua,” ujar Taufan Rahmadi.

Dengan majunya Taufan Rahmadi pada kontestasi Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2019 ini, maka diharapkan ada peluang bagi masyarakat NTB untuk mendapatkan calon wakil rakyat yang secara khusus menyuarakan aspirasi pariwisata.

Menurut Taufan, NTB ini DNA-nya pariwisata. Faktanya, wakil-wakil rakyat NTB di DPR RI saat ini tidak ada yang benar-benar fokus menyuarakan pariwisata.

Mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Insya Allah, untuk pariwisata NTB, untuk masyarakat NTB, saya niatkan untuk ibadah, saya siap berjuang,” lanjut tokoh muda yang pernah menjabat sebagai PIC Mandalika pada Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Kementerian RI ini.

“Atas diterimanya pendaftaran ini, saya haturkan terimakasih kepada pengurus DPD Partai Gerindra NTB,” ujar Taufan Rahmadi. Khususnya, kepada Ali Al Khairi yang selalu membantu dalam kelancaran proses pendaftarannya.

Selain itu, Taufan berharap senior-seniornya, seperti Willgo Zainar, Bambang Kristianto, dimohon bimbingannya dalam mengarungi peta politik ini. Juga tentunya yang terutama untuk Ketua DPD Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat.

“Terimakasih atas perhatian dan wejangan yang diberikan kepada saya selama ini,” pungkas Taufan Rahmadi.

Selanjutnya, berkas pendaftaran seluruh bakal calon anggota legislatif ini akan melalui proses verifikasi oleh Partai Gerindra. Pemilihan Umum Legislatif sendiri akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

AYA (*)