Zul-Rohmi dan Fiddin Siapkan Posko untuk Para Pemudik Jelang Lebaran

Paslooin Zul-ohmi dan Fiddin Selasa depan akan menyiapkan posko mudik guna membantu para pemudik di kawasan Pelabuhan Kayangan dan Aikmel untuk titik singgah para pemudik

lombokjournal.com —

LOMBOK TIMUR — Musim mudik telah tiba. Banyak orang berduyun-duyun pulang ke kampung halaman jelang lebaran. Hal ini juga terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Banyak warga NTB yang pulang kampung untuk bisa berlebaran bersama keluarga tercinta. Peristiwa mudik menjadi momen yang istimewa bagi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi).

Kedua pernah menempuh pendidikan di luar daerah, hingga luar negeri. Prosesi mudik tentu menyimpan banyak kenangan bagi Dr Zul dan Rohmi.

“Wah pokoknya dibela-belain banget harus mudik, kurang lengkap rasanya kalau lebaran tidak sama keluarga,” ujar Rohmi, Sabtu (09/06)  mengenang masa lalunya saat masih kuliah di Surabaya

Rohmi menilai, banyak pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa mudik, mulai dari berinteraksi dengan banyak orang dengan tujuan yang sama, saling membantu selama perjalanan, hingga menemukan saudara baru di dalam perjalanan.

Kondisi ini yang membuat Rohmi memberikan atensi khusus kepada para pemudik pada lebaran kali ini. Rohmi mengatakan, prosesi mudik di NTB sendiri cukup unik, karena tidak hanya dilakukan para warga NTB yang berada di luar daerah atau luar negeri untuk kembali ke NTB saat lebaran, melainkan juga mudik dalam skala lokal.

Banyak warga NTB yang mudik lintas kabupaten/kota atau pulau, mengingat NTB terdiri dari dua pulau besar yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Contohnya di Mataram, banyak masyarakatnya yang mudik ke kabupaten/kota lain di Pulau Lombok, bahkan ke Sumbawa, Dompu, dan Bima. Begitu juga sebaliknya yang dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok,” lanjut Rohmi.

Rohmi mengimbau masyarakat yang mudik untuk memprioritaskan keselamatan selama perjalanan, terutama yang mudik menggunakan sepeda motor dengan membawa anak-anak.

“Kalau merasa lelah jangan dipaksakan, gunakan waktu sebentar untuk istirahat,” ucapnya.

Posko Mudik ZulRohmi – Fiddin

Sementara itu, Cawagub NTB No 3 Sitti Rohmi dan Cabup Lotim No 4 , Syamsul Luthfi berjanji,  Insya Allah  Zul Rohmi dan Fiddin Selasa depan akan menyiapkan posko mudik guna membantu para pemudik di kawasan Pelabuhan Kayangan dan Aikmel untuk titik singgah para pemudik.

Posko Mudik Zul-Rohmi dan Fiddin selain makanan untuk buka/sahur juga fasilitas Pijat Refleksi dan WiFi Gratis.

“Di posko itu, pemudik bisa meluangkan waktu sejenak untuk sekadar istirahat, dan akan disiapkan juga makanan dan minuman untuk berbuka puasa atau sahur,” kata Rohmi

Posko mudik, kata Syamsul Luthfi,  merupakan bentuk perhatian nyata oleh Zul-Rohmi dan Fiddin kepada para pemudik. Baik  Rohmi dan Syamsul Luthfi sendiri berniat akan menyambangi posko untuk berdialog dengan para pemudik dan mendengar seperti apa aspirasi mereka tentang NTB dan Lombok Timur ke depan.

Menurut Rohmi hal ini perlu dilakukan mengingat selama ini mereka berada di luar NTB dan mungkin belum mendapatkan informasi utuh tentang calon pemimpin daerahnya.

“Mereka (para pemudik) juga warga kita, jadi seyogyanya ya kita juga harus kenalkan diri kita kepada mereka,” ungkapnya.

Sitti Rohmi menambahkan, masukan dan saran dari para pemudik sangat berharga bagi dia dalam membangun NTB ke depan jika terpilih.

Pasalnya, para pemudik bisa memberikan gambaran tentang keunggulan dan kekurangan daerah tempat mereka bekerja atau menuntut ilmu yang bisa menjadi bahan dalam membangun NTB.

Me




Balai Sosial Bina Remaja Karya Mandiri, Ajak Siswanya Berbagi Takjil

Membangun empati siswa  untuk ikut merasakan kesedihan yang dialami para pasien

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Sosial Bina Remaja (BSBR) Karya Mandiri di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar  program berbagi takjil, Kamis (07/06).

Puluhan remaja binaan BSBR Karya Mandiri turun ke jalan di dua tempat, yakni perempatan Desa Bengkel dan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB.

Kepala (BSBR) Karya Mandiri Wahyu Hidayat mengatakan, tujuan berbagi takjil untuk mengajarkan anak-anak BSBR Karya Mandiri untuk saling berbagi dan peduli kepada sesama.

“Kami ingin ajarkan meskipun kita dalam keterbatasan, baik ekonomi, dan lain sebagainya, tapi kita masih memiliki kepedulian terhadap sesama,” kata Wahyu di RSUP NTB, Kamis (07/06).

Wahyu menjelaskan, pemilihan perempatan Desa Bengkel sebagai lokasi berbagi merupakan wujud tanggung jawab dan kontribusi BSBR yang berada di Bengkel.

“Kan itu jalur utama juga, banyak pengendara yang mungkin tidak memiliki kesempatan memiliki hidangan berbuka,” lanjutnya.

Sementara di RSUP NTB, Wahyu mendorong anak-anak bersyukur bisa diberikan kesehatan di tengah bulan suci Ramadhan. Selain itu, Wahyu ingin membangun empati anak-anak untuk ikut merasakan kesedihan yang dialami para pasien.

“Banyak yang bisa diambil pelajaran dari kegiatan hari ini,” kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, BSBR Karya Mandiri merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di bawah Dinas Sosial Provinsi NTB yang membina remaja putus sekolah, terlantar, dan permasalahan sosial.

“Mereka rata-rata yang dibina dari seluruh NTB yang memiliki latar belakang yang kurang harmonis, kendala keuangan, dan putus sekolah,” ucap Wahyu.

Selama bulan suci Ramadhan, BSBR Karya Mandiri juga memberikan pendidikan dan pemahaman tentang berpuasa. Hal ini, kata Wahyu, diperlukan lantaran selama ini banyak para siswa yang belum mengerti berpuasa.

“Siswa-siswa yang broken home itu tak ngerti tata cara berpuasa bahkan, pelan-pelan kami bina dan alhamdulillah sudah ada perbaikan,” ungkapnya.

BSBR Karya Mandiri yang berada di atas lahan seluas 2,5 hektare memiliki pelbagai fasilitas untuk menunjang keterampilan para remaja, mulai dari peralatan perbengkelan, otomotif, tata boga, tata rias, dan tata busana. Selain itu, para remaja binaan juga tinggal di asrama yang disediakan.

Sebanyak 65 remaja dengan rentang usia berkisar antara 16 tahun hingga 21 tahun tinggal di BSBR Karya Mandiri selama satu tahun penuh.

“Para remaja binaan tinggal dan belajar di sini selama 10 bulan, dua sisanya praktik di luar asrama,” kata Wahyu.

BSRB Karya Mandiri memberikan bimbingan fisik, mental, sosial, dan keterampilan kepada para remaja binaan. Selain itu, para remaja juga mendapatkan asupan makanan selama tiga kali sehari, dan makanan ringan dua kali sehari dengan menu yang bervariasi. Kondisi ini berbeda bagi para remaja sebelum berada di sini.

Saat ini, kata Wahyu terdapat 65 remaja dari seluruh NTB yang sedang mengikuti program pembinaan di BSBR Karya Mandiri selama setahun ini. Wahyu menilai, membina remaja dengan latar belakang yang putus sekolah, terlantar, maupun rawan permasalahan sosial tentu tidak mudah. Namun, BSBR Karya Mandiri terus mendorong dan menciptakan suasana kekeluargaan agar para remaja bisa menikmati dan belajar dengan gembira.

Selain keterampilan, BSBR Karya Mandiri juga mengedepankan aspek relijiusitas dalam pembinaan. Menurut Wahyu, keterampilan yang tinggi terasa sia-sia jika tidak dibekali aspek relijiusitas yang kuat.

Aktivitas para remaja dimulai dengan shalat Shubuh berjamaah dan dilanjutkan dengan sarapan bersama, apel pagi, dan shalat Dhuha yang diiringi pembekalan materi agama melalui Majelis Taklim.

Setelahnya, para remaja masuk kelas untuk menerima setiap mata pelajaran yang diberikan. Wahyu menyebutkan, 85 persen dari remaja binaan BSBR Karya Mandiri dapat dikatakan berhasil lantaran mampu diterima kerja usai menjalani praktik magang.

Wahyu menceritakan, aspek relijiusitas yang ditekankan terbukti mengantarkan para remaja BSBR Karya Mandiri menjadi pribadi yang memiliki karakter penuh kejujuran.

Wahyu menambahkan, peran remaja sangat penting dalam mendukung kemajuan NTB. Terlebih, provinsi berjuluk Bumi Gora ini terus berkembang dengan banyaknya lapangan pekerjaan untuk sektor pariwisata.

“Ya kita berharap para remaja ini bisa mengisi ruang-ruang dari lapangan kerja yang ada di NTB,” kata Wahyu menegaskan.

AYA




Ruas Jalan Jalur Mudik Sudah Siap

Meski sebagian ruas jalan masih dalam proses finising, tapi ia memastikan ruas jalan sudah siap digunakan sebagai ruas jalan mudik lebaran, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wedha Magma Ardhi memastikan, kondisi seluruh ruas jalan yang akan dilalui masyarakat sebagai jalur mudik lebaran sudah siap

“Secara umum ruas jalan kita, terutama ruas jalan utama yang dilalui masyarakat melakukan mudik lebaran sudah siap, tidak ada masalah” kata Wedha di Mataram, Kamis (07/06) saat konfrensi pers dengan media di Kantor Gubernur NTB.

Meski sebagian ruas jalan masih dalam proses finising, tapi ia memastikan ruas jalan sudah siap digunakan sebagai ruas jalan mudik lebaran, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa

Ia pun telah memerintahkan kepada semua rekanan yang melaksanakan proyek pembangunan jalan, terutama ruas jalan utama yang dilalui pemudik, supaya satu minggu sebelum dan sesudah lebaran harus dihentikan

“Kita sudah memerintahkan kepada rekanan, supaya satu minggu sebelum dan sesudah lebaran, ruas jalan harus steril dari proses pengerjaan, material – material yang ada juga harus sudah dibersihkan” katanya

Kabid Bina Marga, Dinas PU NTB, Sahdan mengatakan, dalam setiap mudik lebaran, Dinas PU selalu dilibatkan, termasuk pada mudik lebaran 2018 dengan membangun posko pengamanan mudik lebaran di sejumlah titik ruas jalan rawan terjadinya bencana alam, baik pulau Lombok maupun Sumbawa

Pos pertama patung dibangu di patung sapi, Gerung, Lombok Barat, Aik darek dan Mantang, Kabupaten Lombok Tengah, Ke Lombok Timur, Poto Tano dan labuhan Badas, Sumbawa KM 70 batas Dompu Sumbawa, Madaprama Dompu, Kempo arah Calabae dan Pena Peli

AYA




Posko Terpadu Angkutan Lebaran Tahun 2018 Di Lombok International Airport

Posko dilaksanakan selama H-8 lebaran yang terhitung mulai tanggal 7 Juni hingga H+8 tanggal 24 Juli 2017

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Posko Terpadu Angkutan Lebaran Tahun 2018 di Lombok International Airport (LIA) resmi dibuka Kamis (07/06) pagi, bertempat langsung di Lobby Terminal.

Pembukaan posko kali ini diawali dengan sambutan Komandan Lanud Rembiga Kolonel Nav Budi Handoyo M. Tr (Han), dilanjutkan dengan sambutan General Manager Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita.

“Semoga kegiatan posko terpadu angkutan lebaran tahun 2018 ini dapat berjalan lancar, aman dan terkendali. Sehinggan kita dapat memberikan pelayanan terbaik atau service excellent untuk para pengguna jasa kebandarudaraan. Untuk prediksi arus mudik tahun ini diperkirakan akan mengalami peningkatan sebanyak 6% dari tahun 2017. Sedangkan prediksi untuk puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-6, 5, 3 dan 2. Kemudian untuk prediksi puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+3 dan H+4 ,” ujar Ardita.

Kegiatan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 merupakan kegiatan rutin dalam menyambut libur lebaran.

Kegiatan posko ini juga untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan operasional bandara. Untuk posko sendiri dilaksanakan selama H-8 lebaran yang terhitung mulai pagi ini 7 Juni hingga H+8 tanggal 24 Juli 2017.

Tak lupa kegiatan posko ini juga melibatkan beberapa instansi lainnya seperti Lanud Rembiga, Polres Lombok Tengah, Kodim 1620/WB Lombok Tengah, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Mataram, Perum LPPNPI, Airlines dan Ground Handling sebanyak 118 Orang dan Internal Lombok International Airport 90 orang.

AYA




Kurang Anggaran, KLU Gagal Masuk Smart City

KLU tereliminasi dalam program Smart City,  juga akibat ketatnya persaingan antar kabupaten/kota

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Utara, mengklaim kegagalan KLU masuk dalam program “smart city” atau “kota cerdas” yang digalakkan pemerintah pusat, disebabkan keterbatasan anggaran.

“Awalnya program smart city untuk 75 kabupaten/kota pada 2018 ini, dan KLU masuk dalamnya. Ternyata setelah proses berjalan, Kominfo pusat mengalami keterbatasan anggaran, hanya bisa untuk 50 kabupaten saja dan kita tidak masuk di 50 besar itu,” kata Kadis Diskominfo KLU, Kawit Sasmita, Rabu (05/06).

KLU tereliminasi dalam program itu, menurut Kawit,  juga ketatnya persaingan antar kabupaten/kota. Dimana ada sebagian kabupaten/kota baru, termasuk KLU yang masih dihadapkan pada persoalan keterbatasan fasilitas.

“Misalnya fasilitas kantor, kita kan belum ada, termasuk jaringan telelomunikasi belum terbangun dengan sempurna, sehingga kita bersama 24 kabupaten/kota lainnya tidak terpilih masuk 50 besar,” bebernya.

Meski demikian, Kawit tetap optimis KLU bisa masuk dalam program tersebut pada 2019 mendatang.

Ia menjelaskan, ada beberapa Kabupaten /Kota baru bisa masuk Smart City setelah beberapa kali ikut.

“Kita akan usahakan lagi, lobi-lobi lah untuk meyakinkan Kominfo pusat. Sambil menyediakan segala fasilitas pendukungnya. Nanti akan diseleksi ulang. Sesuai target, program ini akan berakhir pada 2019 mendatang,” katanya lagi.

Konsep “smart city” kini mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogjakarta dan Malang.

“Smart city” atau kota cerdas menawarkan sebuah tatanan kota yang memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat dan tepat, disamping dapat mengatasi beberapa masalah perkotaan lainnya.

DNU




PLN Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Bersama 17.000 Anak Yatim dan Dhuafa Se-Indonesia

PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat memusatkan kegiatan Berbagi Kebahagiaan Ramadhan ini di Kantor PLN Area Bima, dengan memberikan santunan dan mengundang 100 anak yatim yang berasal dari tiga yayasan untuk berbuka puasa bersama

BIMA.lombokjournal.com —  PLN berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan tahun 1439 Hijriah dengan menggelar buka puasa bersama lebih dari 17.000 anak yatim dan dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Total anak yatim dan dhuafa tersebut merupakan gabungan dari PLN dari Sabang hingga Merauke, Anak Perusahaan PLN serta Yayasan Baitul Maal PLN.

Wakil Menteri ESDM Achandra Tahar turut hadir di tengah-tengah para anak yatim dan dhuafa bersama Direksi dan jajaran manajemen PLN.

Acara yang bertajuk “PLN Berbagi Kebahagiaan Ramadan 1439 H – Buka Puasa Bersama Anak Yatim & Dhuafa” ini dipusatkan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (06/06).

Untuk acara ini, PLN mengundang 3.300 anak yatim dan dhuafa dari 59 yayasan di Jabodetabek dan Banten. Berbarengan dengan itu, unit-unit PLN se-Indonesia pun menggelar acara serupa yang dilakukan sepanjang bulan Ramadhan ini.

Dalam acara ini Direktur Utama PLN Sofyan Basir secara simbolis memberikan dana bantuan program untuk anak yatim dan dhuafa dengan total Rp 2,98 milyar.

“Kerja keras PLN tidak akan tercapai tanpa dukungan dan doa. Sebagai rasa syukur, PLN merasa perlu untuk berbagi dengan saudara muslim yang membutuhkan dan anak-anak yatim melalui acara Berbagi Kebahagiaan Ramadhan ini,” ucap Sofyan Basir.

“Bagi PLN seluruh anak-anak di Indonesia adalah energi optimisme bagi masa depan. Kami berkewajiban untuk ikut menjaga dan memperhatikan,” tegas Sofyan Basir.

Sementara, PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat memusatkan kegiatan Berbagi Kebahagiaan Ramadhan ini di Kantor PLN Area Bima, Rabu (06/06), dengan memberikan santunan dan mengundang 100 anak yatim yang berasal dari tiga yayasan untuk berbuka puasa bersama.

Dalam acara tersebut turut hadir General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka, Komandan Kodim 1608 Bima Letkol. Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, Kepala Kejaksaan Negeri Bima Widagdo Mulyono,  dan Wakapolres Kota Bima Kompol. Yusuf Tauziri.

General Manager PLN Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi anak yatim.

“Kami ingin adik-adik ini juga merasakan kebahagiaan, khususnya dalam menyambut Idul Fitri. Semoga apa yang kami berikan dapat membantu,” tutur Rudi.

Selain itu, selama Bulan Ramadhan, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Wilayah NTB juga menyalurkan santunan dan bingkisan lebaran untuk 4.233 penerima, antara lain yatim, dhuafa, dan guru mengaji yang tersebar di seluruh Provinsi NTB. Total bantuan yang diberikan oleh YBM PLN Wilayah NTB mencapai Rp 1,05 miliar.

Kegiatan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan ini melibatkan partisipasi aktif dari pegawai-pegawai PLN.

Harapannya, dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan berbagi serta sebagai pengingat betapa pentingnya menyantuni anak yatim dan dhuafa agar kehidupan dunia dan akhirat dapat selalu berkah

AYA (*)




IHGMA Lombok Beri Santunan Lansia dan Anak Yatim

 IHGMA Lombok menyalurkan dana CSR ke beberapa kegiatan, di antaranya santunan ke Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB di jalan Majapahit Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Ramadhan menjadi momen berbagi kebaikan pada mereka yang membutuhkan.

Hal ini juga yang dilakukan Indonesian Hotel General Manager Asociation (IHGMA) chapter Lombok. Asosiasi para General Manager hotel dan resort di NTB ini menyalurkan dana CSR pada panti jompo, panti asuhan dan kegiatan takjil on the road.

Ketua Komisi Corporate Social Responsibility (CSR) IHGMA Lombok Yoshie Sukendar Anwar  menuturkan, Ramadhan kali ini pihaknya menyalurkan dana CSR ke beberapa kegiatan.

Di antaranya santunan ke Balai Sosial Lanjut Usia Mandalika NTB di jalan Majapahit Kota Mataram. Santunan yang diberikan berupa pampers, minyak tawon, minyak kayu putih, susu, sabun cair, shampo, rinso, molto, hand glove, masker dan snack.

“Ini bentuk kepedulian kita kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan koordinator  perawat di balai sosial bernama Yani, ada 12 wisma yang menampung para lansia (lanjut usia).  Satu wisma khusus lansia yang sudah total tidak bisa mandiri dan pikun. Wisma tersebut bernama Wisma Perawatan Khusus. Sedangkan dua wisma diperuntukkan untuk lansia setengah mandiri dan pikun.

“Sembilan wisma lainnya untuk lansia yang masih mandiri dan sehat,” sambungnya.

Ia melanjutkan, di balai tersebut terdapat 7 orang perawat dan beberapa staf umum. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka sudah ditanggung pemerintah per tahunnya.

Diantaranya berupa pampers sebesar Rp 5 juta per tahun dan obat-obatan sebesar Rp 24 juta per tahun. Sementara untuk makan dan minum sebesar Rp 27 ribu hingga Rp 32 ribu per hari.

“Rp 27 ribu hingga Rp 32 ribu per hari untuk tiga kali makan,” ungkapnya.

Pemberian santunan pada panti lansia tersebut merupakan bentuk syukur di Ramadan. Selain itu meningkatkan rasa kepedulian seluruh anggota IHGMA Lombok kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan dan kasih sayang.

“Juga mempererat solidaritas seluruh anggota IHGMA Lombok,” pungkasnya.

Selain pemberian santunan kepada panti lansia Mandalika NTB, IHGMA Lombok juga menyalurkan CSR ke panti asuhan. Ia menambahkan, kegiatan penyaluran CSR tersebut  juga ditujukan untuk menggugah beberapa organisasi pariwisata atau organisasi profesi lainnya. Organisasi pariwisata dan profesi lainnya diharapkan bisa turut serta turun ke jalan dengan kegiatan yang serupa.

“Kami juga akan segera berkunjung ke panti asuhan,” tandasnya.

AYA




Disnaker NTB Siapkan Posko Pengaduan THR

Semua Dinas terkait yang berada di kabupaten kota akan menyiapkan posko pengaduan TRH. Posko pengaduan ini sudah mulai dibuka sejak 28 Mei, kemarin

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas  Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menyiapkan posko Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR).

Ada beberapa Posko yang disiapkan disnaker akan untuk memafasilitasi laporan karyawan yang THR-nya belum dibayarkan perusahaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi NTB H Wildan mengatakan, jika saat ini pihaknya telah menerima surat ederan, dari Kemenetrian Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi nomer 2 tahun 2018 tentang pembayaran tunjangan hari raya (THR) keagamaan. Untuk di teruskan ke dinas-dinas yang berada di daerah agar menyediakan posko-posko THR.

“Setiap kabupaten kota di NTB masing-masing menyiapakan posko pengaduan THR, ini sudah diberdasarkan peraturan mentri ketenagakerjaan nomer 6 tahun 2016,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi NTB, H Wildan.

Ia mengungkapkan, semua dinas terkait yang berada di kabupaten kota akan menyiapkan posko pengaduan TRH. Posko pengaduan ini sudah mulai dibuka sejak 28 Mei, kemarin.

“Sudah mulai buka poskonya, jadi tenaga kerja yang bekerja di wilayah mataram bisa langsung datang ke provinsi, untuk melapor,” tuturnya.

Dengan adanya posko pengaduan THR ini, Wildan berharap bagi para pekerja atau buruh untuk melaporkan jika merasa dipersulit atau ada keluhan terkait haknya terutama tunjangan hari raya yang harus dipenuhi pihak perusahaan.

“THR itu paling lambat dibayarkan tujuh hari sebelum hari raya, jika lebih dari itu maka perusahaan akan medapatkan sanksinya sesuai aturan,” ujar Wildan.

Ditambahkan H wildan, pihak terus mensosialisasikan kepada perusahan-perusahaan untuk memberikan hak-haknya para pekerja. Diharapkan agar perusahan-perusahaan tersebut memberikan lebih cepat kepada para pekerja. Baik itu kepada pekerja lepas atau pun pekerja tetap.

“Semua yang bekerja itu harus mendapatkan, karena itu sudah ada ketentuanya berdasrakan dari kementrian,” katanya.

AYA




PLN Wilayah NTB Gelar Program PLN Mengajar

Program PLN Mengajar ini dilaksanakan oleh unit PLN secara nasional. Mengangkat tema ‘’Terangi Bangsa dengan Pendidikan’’,  merupakan bentuk kepedulian PLN di dunia pendidikan.

MATARAM.lombokjournal.com   – PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat kembali menggelar Program PLN Mengajar.  Kali ini program tersebut dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Mataram, Rabu (30/5).

General Manager PLN Wilayah NTB yang diwakili oleh Manajer Transmisi dan Distribusi, Jhonni Putra, serta Manajer SDM dan Umum, Deddy Hidayat hadir menjadi inspirator atau guru sehari di sekolah tersebut.

Tidak hanya di Provinsi NTB, Program PLN Mengajar ini dilaksanakan oleh unit PLN secara nasional. Mengangkat tema ‘’Terangi Bangsa dengan Pendidikan’’, program ini merupakan bentuk kepedulian PLN di dunia pendidikan.

“Kami ingin membantu peningkatan pendidikan dan partisipasi dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa serta membutuhkan minat dan kepedulian masyarakat, khususnya di sektor ketenagalistrikan,”  terang Jhonni Putra.

Pada kesempatan ini, Jhonni berbagi pengetahuan mengenai proses produksi listrik, Contact Center PLN 123 dan pengetahuan kelistrikan lainnya sehingga diharapkan dapat membuat siswa memiliki wawasan, kontribusi, kepedulian tentang ketenagalistrikan.

Selain itu ia juga berbagi inspirasi pengalaman pada saat bekerja di PLN tentang bagaimana bekerja keras dalam melakukan pelayanan dan melistriki di nusantara dan motivasi mengenai kesuksesan dalam memperoleh prestasi disekolah serta hingga saat ini.

Kehadiran Tim Pengajar dari PLN di sekolah tersebut disambut penuh antusias oleh 100 siswa SMAN 5 Mataram. Dalam beberapa kesempatan bahkan beberapa siswa tidak segan menyampaikan pertanyaan mengenai kelistrikan.

Salah seorang siswa Kelas XI SMAN 5 Mataram, Hanif Kusuma menyampaikan rasa bahagianya karena dapat mengikuti Program PLN Mengajar. Menurutnya, melalui program ini dirinya dapat lebih memahami dunia kelistrikan secara langsung dari para praktisi.

“Tentunya kami sangat senang bisa dikunjungi oleh PLN. Selama ini kan kita tahunya listrik menyala, namun dengan kegiatan ini kami jadi tahu bagaimana proses produksi listrik hingga bisa kita gunakan,” ujar Hanif.

Sementara itu,Kepala Sekolah SMAN 5 Mataram, Drs. H. Arofiq, M.M. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN yang telah menunjukan kepeduliannya kepada dunia pendidikan dan telah memilih SMAN 5 Mataram sebagai tempat Program PLN Mengajar.

“Kami sangat mengapresiasi program PLN ini. Ke depannya mungkin perlu terus dilaksanakan, terutama di sekolah-sekolah terpencil agar bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan,” pungkas Arofiq.

Dalam program ini, PLN juga menyerahkan bantuan pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan total bantuan senilai Rp 129.250.000,-. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk perpustakaan digital, laptop, LCD dan layar proyektor serta peralatan sekolah.

Seperti diketahui Program PLN Mengajar merupakan program tahunan dari PLN. Tahun sebelumnya, PLN Wilayah NTB juga menggelar PLN Mengajar di SMKN 2 Mataram.

AYA (*)




NTB Diatensi Baik Oleh Kapolri dan Panglima TNI

Kuatnya atensi dan perhatian pemerintah pusat di era kepemimpinan Jokowi ini merupakan penghargaan kepada warga NTB dan Pemerintah  Daerah NTB

Karman BM

MATARAM  :   Setelah sehari sebelumnya Waka Polri berkunjung  ke NTB, kini giliran  Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  mengunjungi  NTB secara bersamaan dalam rangka mengadakan safari Ramadhan , Rabu-Kamis (30-31/05), harus dimaknai sebagai bentuk  atensi yang baik untuk  warga dan  pimpinan daerah di NTB.

Selain itu kunjungan  dua petinggi polri dan TNI merupakan dukungan  moral yang memiliki  point khusus untuk seluruh komponen warga NTB yang dipandang tetap  menjaga toleransi ,  persatuan dan kesatuan  mewujudkan perdamaian antar ummat.

NTB dengan beragam suku yakni Sasak , Samawa, Mbojo, Jawa, Bugis dll merupakan taman sari kebhinekaan yang tetap harmoni dengan  spirit kebangsaan dalam bingkai NKRI

Demikian siaran pers yg disampaikan oleh Direktur Eksekutif Al Mentra Institute, Karman BM kepada media , Kamis (31/05) menanggapi kunjungan petinggi polri dan TNI yg tidak biasa dan surprise tersebut.

Sebagai warga NTB , Karman merasakan aura yang berbeda  atas kehadiran dua petinggi negara yg melambangkan simbol kekuatan penjaga NKRI bisa ke NTB dalam merajut kebersamaan di momen ramadhan.

“Momentum ini akan menjadi catatan sejarah bagi warga NTB yg tak akan dilupakan di era kepemimpinan pemerintahan Jokowi ,” ungkapnya .

Menurutnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat , Gubernur NTB , Zainul Majdi beserta jajaran nya diakuinya telah banyak sumbangsihnya untuk merawat kemajemukan dan  keberagaman yang ada dalam budaya masyarakat NTB.

“Terlepas ada sisi kelemahan lainnya, TGB harus diakui sebagai salah satu Gubernur yang memiliki prestasi yang baik dalam memimpin,” imbuhnya .

Maka tak heran , lanjutnya , jika Presiden Jokowi sampai enam kali  mengunjungi NTB dalam berbagai even. Kuatnya atensi dan perhatian pemerintah pusat di era kepemimpinan Jokowi ini merupakan penghargaan kepada warga NTB dan Pemerintah  Daerah NTB yang satu padu memajukan pembangunan  daerah.

“Warga NTB dari Mataram sampai dengan Sape Bima tentu akan tetap mengenang perhatian presiden  Jokowi dan pasti tahu bagaimana membalas kebaikkan ini pada saat yang tepat,” tandasnya .

Sementara itu, kata Karman Kehadiran Kapolri dan Panglima TNI  dalam safari Ramadhan , dimata Gubernur NTB ,  TGB , tentu merupakan suprise yang tak ternilai harganya sekaligus sebagai bentuk apresiasi.

“Maka wajar jika TGB mewakili warga NTB  dan pimpinan daerah memberikan rasa hormat yang tinggi atas kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ,” pungkasnya .

Me