Seknas Jokowi NTB, Dari Gowes Hingga Konser 2 Periode

Dalam Pilpres tahun 2014, di NTB suara untuk Jokowi jauh di bawah pesaingnya, Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 72 persen lebih. Untuk Pilpres 20199, Jokowi harus menang mutlak

Lalu Fatahillah Prawiranegara (Foto: kaes)

MATARAM.lombokjournal.com – Usai penyelenggaraan Pilgub (pemilihan Gubernur) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), para relawan di Seknas (Sekretariat Nasional) Jokowi NTB mulai berkiprah menyongsong Pilpres (Pemilihan presiden) tahun 2019.

Lalu Fatahillah Prawiranegara, Ketua Seknas Jokowi NTB, mulai mengkoordinasikan pelaksanaan program Seknas Jokowi NTB yang sempat tertunda karena agenda Pilgub. Program-program yang tersusun usai Deklarasi Seknas Jokowi se NTB, harus disukseskan sesuai targetnya.

“Semua program itu puncaknya diisi Konser 2 Periode pada bulan Desember akhir tahun ini,” kata Lalu Fatahillah, usai memimpin rapat koordinasi di Sekretarian SeknasJokowii NTB di Jalan Adi Sucipto 86 Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (07/07) sore.

Program-program Seknas Jokowi NTB yang dimuai awal Juli ini, dimulai dengan Lomba Karya Tulis Ilmiah dengan topik, “Apa Yang sudah Dilakukan Jokowi Untuk NTB”.  Lomba karya tulis ini mulai dillaksanakan pada minggu ke empat bulan Juli.

Untuk Lomba Footo dan Poster bertema “Kinerja Jokowi Di NTB”, penyelenggaraannya berangsung pada bulan Agustus.  Bulan September, “Lomba Gowes 2 Periode”, disusul bulan Oktober “Jalan Sehat #Tetap Jokowi”.

Tak kalah menarik adalah diskusi bulan November bertema “Aku, Dia dan Jokowi”. Dan sebagai uncaknya adalah Konser 2 Periode “Road to 19000 Relawan Jokowi” pada bulan Desember. Even bulan Desember tersebut menjadi puncak dari seluruh pelaksanaan program dan kegiatan.

“Rencananya, seuruh hadiah dan penghargaan akan diiserahkan pada bulan Desember,” kata Lalu Fatahillah.

Seluruh program dan kegiatan itu, menuurut Fatahhiillah, bertujuan untuk meningkatkan sura pemilih Joowi pada Pemilihna Presiden tahun 2019. Seperti diketahui, dalam Pilpres tahun 2014, di NTB suara untuk Jokowi jauh di bawah pesaingnya, Prabowo-Hatta Rajasa yang memperoleh 72 persen lebih.

“Suara untuk Jokowi hanya 27 persen lebih. Dalam Pilpres tahun 2019, Jokowi harus menang mutlak,” kata Fatahillah.

Me

 




Tiga Menteri, Bahas Track Record Pembangunan Provinsi NTB Era Jokowi-JK

Peranan sektor kepariwisataan menjadi dasar sosial dari pemerintah kepada warga di sekitar kawasan wisata yang dikelola

MATARAM,lombokjoiurnal.com —  Tiga Menteri Kabinet Kerja Jokowi- JK, yakni Menteri Sosial, Idrus Marham, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, serta Menteri Pariwisata, Arif Yahya.

Dalam dialog nasional di Mataram Nusa Tenggara Barat, Sabtu (07/07), para menteri ini mengupas tentang track record pengembangan pembangunan Provinsi NTB sebagai implementasi dari Prestasi Pembangunan Negara, periode 5 tahun kepemimpinan Jokowi-JK.

Dalam acara yang dihadiri oleh lebih 2000 mahasiswa, perwakilan dari 20 perguruan tinggi negeri dan swasta di NTB itu, Menteri Sosial membahas tentang program revolusi mental sebagai upaya untuk menekan kemiskinan.

Fenomena kemiskinan negara, menurutnya kerap muncul secara tiba tiba. Tepatnya disaat pemerintah akan menyalurkan bantuan kepada mereka yang disebut sebagai warga miskin.

“Bantuan yang pemerintah salurkan itu sifatnya stimulan, jadi kita berharap dengan bantuan bisa membuat warga masyarakat lebih semangat dan termotivasi. Mari kita singkirkan mental miskin itu dengan membangun usaha, memulai usaha untuk meraih kesuksesan,” kata Menteri Sosial Idrus Marham dengan penuh semangat.

Indeks sosial lanjutnya, dapat berjalan lurus jika seluruh sektor pembangunan bekerja. Peranan sektor kepariwisataan menjadi dasar sosial dari pemerintah kepada warga di sekitar kawasan wisata yang dikelola.

Pembangunan desa melalui program Dana Desa Kementerian Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, sebagai salah satu implementasi sosial negara terhadap warga masyarakat yang ada didaerah terpencil.

“Jadi kerja saya akan lebih dipermudah jika Menteri Pariwisata dan Menteri PDT menjalankan tugasnya dengan baik,” ucapnya yang disambut tawa dari ribuan mahasiswa yang hadir.

Seakan menjadi kuliah umum bagi ribuan mahasiswa, dialog nasional itu juga dimanfaatkan oleh Idrus Marham untuk memotivasi seluruh pihak agar bersikap jujur mengapresiasi era Jokowi – JK yang penuh dengan perubahan ke arah yang lebih baik.

AYA

 

 




Mendes PDTT dan Dirjen PPMD Hadiri Dialog Nasional 15 Indonesia Maju di Lombok

Diharapkan, agar Desa-desa  yang mendapat Dana Desa  menggunakannya untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, terutama empat bidang prioritas, termasuk wisata Desa.

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo didampingi Staf Khusus Menteri, Dirjen PPMD, Taufik Madjid dan rombongan, tadi malam pukul 20.15 WITA tiba di Bandara Internasional, Praya, Lombok.

Rombongan Mendes Eko Putro langsung disambut Kasubdit Perencanaan Pembangunan Partisipatif, Bito Wikanto, Kasi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa, Weldon Jones, Kadis PMD NTB, Satker P3MD Provinsi NTB, Aris Priyadi, dan Konsultan Nasional P3MD, Sukoyo dan Arwani.

Menteri Desa PDTT hadir di Pulau Seribu Masjid hari Sabtu (07/07) pagi ini, untuk menjadi Keynote Speaker pada acara Dialog Nasional 15 Indonesia Maju di Convention Hall Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, NTB.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Menteri Sosial juga akan hadir sebagai pembicara dalam dialog yang akan dibuka oleh Walikota Mataram dan dihadiri oleh Ketua Kopertis Wilayah VIII, LPP dan Mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, Lombok, Nusa Tenggara Barat ini dikenal sebagai pulau “Seribu Masjid” yang telah lama menjadi destinasi wisata.

Provinsi ini juga memiliki objek wisata yang potensial untuk dikembangkan, baik alam dan lingkungan, budaya, religi, agrikuktur dan bahkan wisata Desa.

Dalam konteks inilah, Kemendes PDTT, melalui Dirjen PPMD, Taufik Madjid mengharapkan agar Desa-desa  yang mendapat Dana Desa  dapat digunakan untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, terutama empat bidang prioritas.

Termasuk wisata Desa  sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dana Desa yang telah diterimakan ke Desa-desa, khusus bidang wisata desa di Provinsi NTB sejak Tahun 2015 sampai 2018 telah mencapai angka yang cukup signifikan.

Tahun 2015, Dana Desa di 8 Kabupaten/Kota telah digunakan untuk pembangunan dan pengembangan desa wisata di 995 desa dengan anggaran biaya Rp. 301.575.525.748, Tahun 2016 mengalami peningkatan yakni Rp. 672.484.427.001.

Tahun 2017 meningkat lagi yakni Rp. 865.014.066.000, dan di Tahun 2018 yang baru tersalurkan pada tahap pertama dan kedua dari Pagu Nasional Rp. 980.805.722.000.

Dana Desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju desa mandiri.

 

Menurut Lalu Husni Ansyori, salah seorang Tenaga Ahli Provinsi Dana Desa, Pemprov NTB sudah seharusnya memberikan perhatian lebih besar kepada pendamping desa. Dana Desa dan Pendamping desa siap disersinergikan dalam pengembangan desa, khususnya penurunan kemiskinan.

Re




Pemprov Beri Bantuan Petugas Kebersihan

Pemberian bingkisan ini merupakan sarana penyambung silaturrahim antara Pemerintah Povinsi dengan seluruh petugas kebersihan

lombokjournal.com —

MATARAM :   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan sejumlah bantuan kepada petugas kebersihan yang bertugas di Kota Mataram, yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Rabu, (06/06).

Bantuan yang diberikan kepada 658 petugas kebersihan tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan sekaligus hadiah dan ucapan terima kasih dari Pemprov NTB atas kinerja mereka selama ini.

Bantuan untuk petugas yang lebih dikenal “pasukan kuning” itu, diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir.H. Rosyadi Sayuti M.Sc.,PhD,  658  dengan rincjan masing-masing mendapatkan 10 kilogram beras dan uang tunai sebesar Rp.560 ribu.

Menurut Sekda, pemberian santunan ini merupakan salah satu wujud penghargaan dan kepedulian pemerintah kepada seluruh petugas kebersihan. Yaitu terkait dengan segala pengabdian mereka bagi daerah.

“Tanpa kerja keras bapak ibu, warna Kota Mataram tentu tidak akan seindah yang  kita lihat setiap hari. Saya sangat yakin ketika pekerjaan ini diniatkan sebagai ladang amal insya Allah akan dilipatgandakan ganjarannya dari allah swt,” ungkap Sekda.

Selain itu Sekda juga menyebut pemberian bingkisan ini merupakan sarana penyambung silaturrahim antara pemerintah provinsi dengan seluruh petugas kebersihan.

“Silaturrahim ini merupakan tradisi baik dari bapak gubernur, yang harus terus dipertahankan,” tutupnya

Rr/Humas NTB




Mandi Di Pantai, Remaja Asal Mataram Meninggal Terseret Arus

Korban mendapat pertolongan dari warga melayan yang ada di lokasi kejadian, namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — I Made Nugraha (17), seorang remaja Asal Karang Bedil Mataram ditemukan tewas tenggelam, Rabu (4/7).

Korban diduga terseret arus laut saat mandi di pantai Setangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, menceritakan, kronologi kejadian berawal saat korban bersama 5 orang temannya datang berlibur di kawasan pantai Setangi.

“Ya benar, korban meninggal saat mandi di pantai Setangi sekitar pukul 09.00 Wita. Diduga korban tidak bisa menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam. Temannya sempat menolong, tapi terlanjur terseret ke tengah,” katanya, Rabu (4/7).

Metria menambahkan, korban akhirnya mendapat pertolongan dari warga melayan yang ada di lokasi kejadian, namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Petugas yang mendapat informasi langsung ke lokasi melakukan evakuasi. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Nipah. Petugas sudah periksa saksi-saksi, tapi keluarga korban menolak untuk otopsi,” tutupnya.

DNU




Wapres Jusuf Kalla Akan Kunjungi Desa Stunting Di Dakung, Lombok Tengah

Program PKT merupakan prioritas Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan antara Desa dan Kota, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting di Desa

Persiapan lokasi kedatangan Wapres Jusuf Kalla

MATARAM.lombokjournal.com –  Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla akan mengunjungi lokasi pelaksanaan program Padat Karya Tunia ( PKT) Desa Stunting di Desa Dakung, Kec. Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (05/07).

Untuk menyiapkan kunjungan itu, hari ini Rabu (04/07) dilakukan Monev Lokasi PKT Desa Stunting di Kabupaten Lombok Tengah itu oleh Kasubdit Perencanaan dan Pembangunan Partisipatif, Bito Wikanto, Kasi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa, Weldon Jones, didampingi Satker P3MD Provinsi NTB, Aris Priyadi, Konsultan Nasional P3MD, Sukoyo dan Arwani.

Kunjungan Wakil Presiden, Jusuf Kalla akan didampingin Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo.

Dalam kesempatan itu, Bito berharap, Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung program PKT (Padat Karya Tunai) Desa.

Program ini merupakan prioritas Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan antara Desa dan Kota, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting di Desa.

Bito juga berharap, agar DD yang telah disalurkan ke Desa Dakung sejak tahun 2015 sebesar Rp. 312.793.908, tahun 2016 sebesar Rp. 659.589.000, tahun 2017 sebesar Rp. 868.015.000,00, dan tahun 2018 sebesar Rp. 1.013.332.000, benar-benar digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana.

Yakni berupa Jalan Desa, Irigasi, Paud, Poskesdes, sumur dan air bersih, pembinaan kemasyarakatan dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita untuk mengurangi angka stunting.

Ditambahkan Bito, pelayanan sosial dasar berupa pendidikan, sosial dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat Desa yang perlu didukung oleh semua pihak.

Sebab, Presiden Jokowi sangat concern pada masalah kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa

“Sehingga Dana Desa sangat bermanfaat bagi mereka,” kata Bito.

Pemanfaatan DD bagi pengurangan angka stunting di Desa tersebut, berupa pelayanan kesehatan bagi Ibu hamil dan Balita.

Jumlah ibu hamil selama satu tahun sdebanyak 67 orang, dan telah melahirkan sebanyak 66 orang, dengan kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis) berjumlah 3 orang.

Satu orang di antaranya berasal dari luar desa yakni Desa Kerembong Kec. Janapria, dan Bufas yang ada sebanyak 64 orang, dan  usia PUS yang ada sebanyak 482 orang, serta partisipasi KB aktif berjumlah 260.

Sementara itu, Kasi PKMD  (Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa) , Weldon berharap,  agar proses pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh pendamping desa selama ini, perlu didorong oleh semua pihak.

“Agar secara bertahap masyarakat mampu mandiri dalam mengatasi masalah kebutuhan dasar mereka dalam bidang pendidikan, sosial dan kesehatan,” ujar Weldon..

“Pendamping Desa itu bertugas fasilitasi Desa dan masyarakat untuk melahirkan kader-kader Desa, terutama bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan pelayanan sosial dasar”, katanya.

Re




ASEAN dan Australia Bahas Isu Keimigrasian

 Dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian

MATARAM.lombokjournal.com —  Kerjasama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri.

Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.

“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” kata Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaidi, ketika membuka kegiatan 3 Supplementary Activities under DGICM +  Australia Consultation di Hotel Santika Mataram, NTB, Selasa (3/7).

Acara akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia.

Acara dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.

Alif Suadi mengatakan, petemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa.

“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” imbuh Alif Suadi seraya menambahkan, jumlah WNA yang datang ke Indonesia saat ini sudah mencapai 12 juta orang per tahun.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Alif Suaidi, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia.

“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” pungkasnya.

AYA (*)

 




Bahas Isu Keimigrasian, 11 Negara Berkumpul Di Kota Mataram, Lombok

Kerja sama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian diperkuat seiring makin mudahnya bepergian ke luar negeri. Ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia

MATARAM.lombokjournal.com – Negara-negara dari Asia Tenggara dan Australia menggelar pertemuan imigrasi se-ASEAN dan Australia dalam acara Supplementary Activitiies DGICM+Australia Consultation dengan pembahasan kerjasama-kerjasama tentang keimigrasian di ASEAN dan Australia di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (03/07).

Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaidi mengatakan, pertemuan ini membahas beberapa hal kerja sama Asean dalam imigrasi, meliputi masalah-masalah keimigrasian khususnya dalam perlintasan orang antarnegara.

Alif menyampaikan, Lombok menjadi salah satu destinasi tujuan wisata. Ia menilai, perlu adanya perhatian dari imigrasi dalam memastikan wisatawan mancanegara yang datang telah sesuai prosedur dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.

“Artinya sekarang lalu lintas dari Indonesia keluar cukup besar, saya belum tahu kalau di di Lombok ini,” ujar Alif saat jumpa pers di Hotel Santika, Mataram, NTB, Selasa (03/07).

Ia menyebutkan, setiap tahunnya Indonesia kedatangan orang asing sekitar 11 juta sampai 12 juta. Ia berharap, kunjungan orang asing, dalam hal ini wisman terus meningkat.

Alif menyampaikan, persoalan keimigrasian yang juga menjadi perhatian ialah adanya potensi yang terkait dengan terorisme,  penyelundupan manusia, TKI ilegal atau nonprosedural yang harus mendapat pencegahan sedini mungkin.

Alif menambahkan, kerja sama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.

“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” katanya.

lif mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa.

“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Alif Suaidi, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia.

“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” ucap Alif.

Acara ini akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia.

Acara dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.

AYA (*)




Dr Zul Kunjungi Ulama Sepuh Kharismatik NU, TGH L M  Turmudzi Badarudin, Dipuji Netizen

Silaturahmi Dr Zul ini harus dimaknai sebagai upaya menjalin kebersamaan semua komponen untuk membangun NTB lebih baik.

lombokjournal.com —

MATARAM :  Menjaga silaturrahim dan merangkul semua pihak menjadi komitmen Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd.

Pasca kemenangan berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survey dan Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengganti TGB yang mengusung jargon “NTB Gemilang” ini menemui sejumlah tokoh di berbagai daerah.

Sebab disadarinya, kesuksesan dan kelanjutan pembangunan di NTB harus dilakukan secara bersama.

Seperti yang dilakukan Doktor Zul—sapaan Gubernur terpilih yang pada Pilgub lalu diusung PKS dan Demokrat ini. Dr Zul mendatangi kediaman L Tajir Syahroni Ketua Tim Pemenangan Ali Sakti bersama tokoh-tokoh di Lombok Tengah, Senin (02/07).

Selain itu Dr. Zul sowan ke  TGH. L. M. Turmudzi Badarudin di Ponpes  Qamarul Huda-Bagu Lombok Tengah.

“Boleh berbeda tapi harus tetap memelihara silturrahmi. Persaudaraan jauh lebih penting dari sekedar persoalan siapa menang dan siapa kalah,” ucap Dr. Zul.

Demikian ketika bersilaturahmi dan mengunjungi TGH Turmuzy Badaruddin di Ponpes Qamarul Huda-Bagu Lombok Tengah.

“Jangan ditafsirkan macam-macam ya. Ini murni silaturahmi. Sebagai orang yang lebih muda wajar saya mohon nasehat atau petunjuk kepada beliau sebagai ulama sepuh NU yang sangat dihormati,” ungkap Dr Zul ketika ditanya media yang terkesan tiba-tiba berkunjung ke Ponpes Qamarul Huda.

Dimintai tanggapannya, Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH mengatakan, silaturahmi Dr Zul ini harus dimaknai sebagai upaya menjalin kebersamaan semua komponen untuk membangun NTB lebih baik.

“Sebagai pemimpin baru NTB wajar Dr Zul bersilaturahmi dan mohon doa restu dan dukungan untuk memajukan NTB lima tahun ke depan,” ujar Didu—sapaan pengamat politik low profile ini.

Sementara itu upaya yang dilakukan Dr. Zul pasca kemenangan di Pilgub NTB mendapat pujian dari para netizen. Upaya ini diharapkan dapat diterima dengan legowo oleh kandidat yang belum beruntung.

“Alhamdulillah, semoga bisa diterima dengan legowo oleh kandidat yang belum beruntung. Selamat dan sukses untuk  Zul Rohmi, semoga amanah,” tulis Sun Asir. “Alhamdulillah, selamat semoga bisa menjadi pemimpin yang adil,” ujar Al Bahri Pembelajar Hati.

 

Andi Joe melalui akunnya menyatakan, dia tidak salah pilih dan saatnya mendukung penuh program-program Zul Rohmi agar kemajuan NTB semakin hebat.

“Itu yang kita harapkan bersama semoga persaudaraan tetap terjalin. Kami dari Kecamatan Brang Ene KSB sungguh sangat senang dengan tokoh seperti ini. Selamat pak DR Zul DR Rohmi,” ucap akun bernama Samson Gapopktan Mura.

Demikian dengan akun Jarot Granta yang menilai langkah Dr. Zul sangat luar biasa karena merupakan pendidikan politik yang sangat berharga bagi konstituen bagaimana menghargai sebuah perbedaan.

“Luar biasa kita patut bangga punya pemimpin seperti beliau karena beliau bukan lagi milik salah satu kelompok tapi milik seluruh masyarakat NTB,” timpal Gede Wenten.

Ed Ahmad Rosyiddin menulis “Layak dikatakan lanjutkan ikhtiar TGB, saya melihat sosok pribadi Bang Zul Zulkieflimansyah tidak ambisi untuk merebut kekuasaan dan yang tidak ambisi itu luwes untuk melakukan interaksi sosial politik. Beda hal dengan calon yang lain kalaupun menang kemungkinan sedikit kita akan lihat bersilaturahmi seperti ini. Ini hanya layak dilakukan oleh pemimpin muda seperti Pak Doktor. Luar biasa”.

Hal senada diungkapkan Ahmad Abusyauki melalui akun FB-nya,untuk menjadi baik awali dengan hal yang baik. Yaitu menjalin komunikasi dan silaturrahmi yang baik maka segala hal akan baik baik saja

“Memang kita tidak sama, rambut kepala boleh beda warna tapi kerjanya otak pasti ada titik temunya.

Itu semua karena komunikasi dan silaturrahmi yang baik untuk NTB yang gemilang,” tuturnya.

Me (*)




Kapal Pengangkut Material Oleng, Satu Penumpang Hilang

Dugaan sementara, Kapal oleng akibat kelebihan beban muatan, disamping angin yang cukup kencang yang terjadi diantara selat gili Meno dan Gili Air

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sebuah kapal pengangkut material bangunan yang menyebrang dari Dusun Kecinan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara yang menuju Gili Air, dilaporkan tenggelam, pada Kamis (12/07).

Atas kejadian itu, satu orang penumpang atas nama Jen (50), warga Dusun Tembobor, Kecamatan Tanjung dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan. Sementara tiga penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

“Kapal berangkat sekitar pukul 12.30 Wita dari Dusun Kecinan membawa material pasir dengan tujuan Hotel Ombak Paradise Gili Air,” kata Kapolres Lombok Utara, AKBP Apriadi Lesmana, Kamis (12/07).

Dugaan sementara, kata Apriadi, Kapal oleng akibat kelebihan beban muatan, disamping angin yang cukup kencang yang terjadi diantara selat gili Meno dan Gili Air.

Dikatakannya, saat kapal oleng, kapten kapal dan dua orang penumpang lainnya bisa diselamatkan sped boat yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sementara Jen yang berprofesi sebagai buruh bangunan di Gili Air itu hilang.

“Tim SAR dan warga masih melakukan pencarian korban. Saat ini tiga penumpang yang selamat sudah diantar ke rumah mereka masing-masing,” jelasnya.

Tiga penumpang yang selamat masing-masing atas nama, Reza (30) werga Tembobor Kecamatan Tanjung, Suparman (28), Pauzan (22), keduanya merupakan warga Mentigi Desa Malaka Kecamatan Pemenang.

DNU