Pemberian bingkisan ini merupakan sarana penyambung silaturrahim antara Pemerintah Povinsi dengan seluruh petugas kebersihan
lombokjournal.com —
MATARAM : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan sejumlah bantuan kepada petugas kebersihan yang bertugas di Kota Mataram, yang berlangsung di Gedung Sangkareang, Rabu, (06/06).
Bantuan yang diberikan kepada 658 petugas kebersihan tersebut merupakan salah satu bentuk penghargaan sekaligus hadiah dan ucapan terima kasih dari Pemprov NTB atas kinerja mereka selama ini.
Bantuan untuk petugas yang lebih dikenal “pasukan kuning” itu, diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir.H. Rosyadi Sayuti M.Sc.,PhD, 658 dengan rincjan masing-masing mendapatkan 10 kilogram beras dan uang tunai sebesar Rp.560 ribu.
Menurut Sekda, pemberian santunan ini merupakan salah satu wujud penghargaan dan kepedulian pemerintah kepada seluruh petugas kebersihan. Yaitu terkait dengan segala pengabdian mereka bagi daerah.
“Tanpa kerja keras bapak ibu, warna Kota Mataram tentu tidak akan seindah yang kita lihat setiap hari. Saya sangat yakin ketika pekerjaan ini diniatkan sebagai ladang amal insya Allah akan dilipatgandakan ganjarannya dari allah swt,” ungkap Sekda.
Selain itu Sekda juga menyebut pemberian bingkisan ini merupakan sarana penyambung silaturrahim antara pemerintah provinsi dengan seluruh petugas kebersihan.
“Silaturrahim ini merupakan tradisi baik dari bapak gubernur, yang harus terus dipertahankan,” tutupnya
Rr/Humas NTB
Mandi Di Pantai, Remaja Asal Mataram Meninggal Terseret Arus
Korban mendapat pertolongan dari warga melayan yang ada di lokasi kejadian, namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — I Made Nugraha (17), seorang remaja Asal Karang Bedil Mataram ditemukan tewas tenggelam, Rabu (4/7).
Korban diduga terseret arus laut saat mandi di pantai Setangi Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara.
Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, menceritakan, kronologi kejadian berawal saat korban bersama 5 orang temannya datang berlibur di kawasan pantai Setangi.
“Ya benar, korban meninggal saat mandi di pantai Setangi sekitar pukul 09.00 Wita. Diduga korban tidak bisa menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam. Temannya sempat menolong, tapi terlanjur terseret ke tengah,” katanya, Rabu (4/7).
Metria menambahkan, korban akhirnya mendapat pertolongan dari warga melayan yang ada di lokasi kejadian, namun korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
“Petugas yang mendapat informasi langsung ke lokasi melakukan evakuasi. Jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Nipah. Petugas sudah periksa saksi-saksi, tapi keluarga korban menolak untuk otopsi,” tutupnya.
DNU
Wapres Jusuf Kalla Akan Kunjungi Desa Stunting Di Dakung, Lombok Tengah
Program PKT merupakan prioritas Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan antara Desa dan Kota, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting di Desa
Persiapan lokasi kedatangan Wapres Jusuf Kalla
MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla akan mengunjungi lokasi pelaksanaan program Padat Karya Tunia ( PKT) Desa Stunting di Desa Dakung, Kec. Praya Tengah, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (05/07).
Untuk menyiapkan kunjungan itu, hari ini Rabu (04/07) dilakukan Monev Lokasi PKT Desa Stunting di Kabupaten Lombok Tengah itu oleh Kasubdit Perencanaan dan Pembangunan Partisipatif, Bito Wikanto, Kasi Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa, Weldon Jones, didampingi Satker P3MD Provinsi NTB, Aris Priyadi, Konsultan Nasional P3MD, Sukoyo dan Arwani.
Kunjungan Wakil Presiden, Jusuf Kalla akan didampingin Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo.
Dalam kesempatan itu, Bito berharap, Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk mendukung program PKT (Padat Karya Tunai) Desa.
Program ini merupakan prioritas Presiden Joko Widodo untuk mengurangi kesenjangan antara Desa dan Kota, meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengurangi angka stunting di Desa.
Bito juga berharap, agar DD yang telah disalurkan ke Desa Dakung sejak tahun 2015 sebesar Rp. 312.793.908, tahun 2016 sebesar Rp. 659.589.000, tahun 2017 sebesar Rp. 868.015.000,00, dan tahun 2018 sebesar Rp. 1.013.332.000, benar-benar digunakan untuk kegiatan pembangunan sarana dan prasarana.
Yakni berupa Jalan Desa, Irigasi, Paud, Poskesdes, sumur dan air bersih, pembinaan kemasyarakatan dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi balita untuk mengurangi angka stunting.
Ditambahkan Bito, pelayanan sosial dasar berupa pendidikan, sosial dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat Desa yang perlu didukung oleh semua pihak.
Sebab, Presiden Jokowi sangat concern pada masalah kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa
“Sehingga Dana Desa sangat bermanfaat bagi mereka,” kata Bito.
Pemanfaatan DD bagi pengurangan angka stunting di Desa tersebut, berupa pelayanan kesehatan bagi Ibu hamil dan Balita.
Jumlah ibu hamil selama satu tahun sdebanyak 67 orang, dan telah melahirkan sebanyak 66 orang, dengan kasus KEK (Kekurangan Energi Kronis) berjumlah 3 orang.
Satu orang di antaranya berasal dari luar desa yakni Desa Kerembong Kec. Janapria, dan Bufas yang ada sebanyak 64 orang, dan usia PUS yang ada sebanyak 482 orang, serta partisipasi KB aktif berjumlah 260.
Sementara itu, Kasi PKMD (Pendampingan dan Kaderisasi Masyarakat Desa) , Weldon berharap, agar proses pendampingan masyarakat yang dilakukan oleh pendamping desa selama ini, perlu didorong oleh semua pihak.
“Agar secara bertahap masyarakat mampu mandiri dalam mengatasi masalah kebutuhan dasar mereka dalam bidang pendidikan, sosial dan kesehatan,” ujar Weldon..
“Pendamping Desa itu bertugas fasilitasi Desa dan masyarakat untuk melahirkan kader-kader Desa, terutama bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan pelayanan sosial dasar”, katanya.
Re
ASEAN dan Australia Bahas Isu Keimigrasian
Dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian
MATARAM.lombokjournal.com — Kerjasama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri.
Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.
“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” kata Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaidi, ketika membuka kegiatan 3 Supplementary Activities under DGICM + Australia Consultation di Hotel Santika Mataram, NTB, Selasa (3/7).
Acara akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia.
Acara dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.
Alif Suadi mengatakan, petemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa.
“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” imbuh Alif Suadi seraya menambahkan, jumlah WNA yang datang ke Indonesia saat ini sudah mencapai 12 juta orang per tahun.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Alif Suaidi, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia.
“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” pungkasnya.
AYA (*)
Bahas Isu Keimigrasian, 11 Negara Berkumpul Di Kota Mataram, Lombok
Kerja sama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian diperkuat seiring makin mudahnya bepergian ke luar negeri. Ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia
MATARAM.lombokjournal.com – Negara-negara dari Asia Tenggara dan Australia menggelar pertemuan imigrasi se-ASEAN dan Australia dalam acara Supplementary Activitiies DGICM+Australia Consultation dengan pembahasan kerjasama-kerjasama tentang keimigrasian di ASEAN dan Australia di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (03/07).
Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian Alif Suaidi mengatakan, pertemuan ini membahas beberapa hal kerja sama Asean dalam imigrasi, meliputi masalah-masalah keimigrasian khususnya dalam perlintasan orang antarnegara.
Alif menyampaikan, Lombok menjadi salah satu destinasi tujuan wisata. Ia menilai, perlu adanya perhatian dari imigrasi dalam memastikan wisatawan mancanegara yang datang telah sesuai prosedur dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.
“Artinya sekarang lalu lintas dari Indonesia keluar cukup besar, saya belum tahu kalau di di Lombok ini,” ujar Alif saat jumpa pers di Hotel Santika, Mataram, NTB, Selasa (03/07).
Ia menyebutkan, setiap tahunnya Indonesia kedatangan orang asing sekitar 11 juta sampai 12 juta. Ia berharap, kunjungan orang asing, dalam hal ini wisman terus meningkat.
Alif menyampaikan, persoalan keimigrasian yang juga menjadi perhatian ialah adanya potensi yang terkait dengan terorisme, penyelundupan manusia, TKI ilegal atau nonprosedural yang harus mendapat pencegahan sedini mungkin.
Alif menambahkan, kerja sama antarnegara dalam pengawasan keimigrasian harus diperkuat seiring semakin mudahnya orang bepergian ke luar negeri. Hal ini penting untuk meminimalisir dampak negatif berupa merebaknya virus radikalisme, pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia.
“Oleh karenanya 11 negara berkumpul di tempat ini untuk mendiskusikan terkait isu-isu keimigrasian terkini dan menguatkan kerja sama antarnegara. Kami berharap para delegasi bisa mengikuti seluruh rangkaian acara sekaligus menikmati keindahan alam di Pulau Lombok,” katanya.
lif mengatakan, pertemuan tersebut akan membahas terkait pertukaran informasi dan penguatan pencegahan Foreign Terrorist Fighters (FTF) antara anggota DGICM dan Australia. Dibahas pula tentang potensi dan tantangan ASEAN common visa.
“Kami juga akan melakukan penguatan dan kerja sama di tempat pemeriksaan imigrasi utama,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Alif Suaidi, juga akan dibahas tentang upaya pencegahan pekerja migran non prosedural dan pencegahan perdagangan manusia.
“Diharapkan dengan pertemuan ini, sinergi di antara anggota ASEAN dan Australia akan semakin kuat dalam konteks keimigrasian,” ucap Alif.
Acara ini akan berlangsung hingga 6 Juli mendatang dan diikuti 11 negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Thailand, Myanmar, dan Australia.
Acara dihadiri pula oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, perwakilan Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kemenkumham NTB, dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.
AYA (*)
Dr Zul Kunjungi Ulama Sepuh Kharismatik NU, TGH L M Turmudzi Badarudin, Dipuji Netizen
Silaturahmi Dr Zul ini harus dimaknai sebagai upaya menjalin kebersamaan semua komponen untuk membangun NTB lebih baik.
lombokjournal.com —
MATARAM : Menjaga silaturrahim dan merangkul semua pihak menjadi komitmen Gubernur NTB terpilih, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd.
Pasca kemenangan berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survey dan Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU), pengganti TGB yang mengusung jargon “NTB Gemilang” ini menemui sejumlah tokoh di berbagai daerah.
Sebab disadarinya, kesuksesan dan kelanjutan pembangunan di NTB harus dilakukan secara bersama.
Seperti yang dilakukan Doktor Zul—sapaan Gubernur terpilih yang pada Pilgub lalu diusung PKS dan Demokrat ini. Dr Zul mendatangi kediaman L Tajir Syahroni Ketua Tim Pemenangan Ali Sakti bersama tokoh-tokoh di Lombok Tengah, Senin (02/07).
Selain itu Dr. Zul sowan ke TGH. L. M. Turmudzi Badarudin di Ponpes Qamarul Huda-Bagu Lombok Tengah.
“Boleh berbeda tapi harus tetap memelihara silturrahmi. Persaudaraan jauh lebih penting dari sekedar persoalan siapa menang dan siapa kalah,” ucap Dr. Zul.
Demikian ketika bersilaturahmi dan mengunjungi TGH Turmuzy Badaruddin di Ponpes Qamarul Huda-Bagu Lombok Tengah.
“Jangan ditafsirkan macam-macam ya. Ini murni silaturahmi. Sebagai orang yang lebih muda wajar saya mohon nasehat atau petunjuk kepada beliau sebagai ulama sepuh NU yang sangat dihormati,” ungkap Dr Zul ketika ditanya media yang terkesan tiba-tiba berkunjung ke Ponpes Qamarul Huda.
Dimintai tanggapannya, Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH mengatakan, silaturahmi Dr Zul ini harus dimaknai sebagai upaya menjalin kebersamaan semua komponen untuk membangun NTB lebih baik.
“Sebagai pemimpin baru NTB wajar Dr Zul bersilaturahmi dan mohon doa restu dan dukungan untuk memajukan NTB lima tahun ke depan,” ujar Didu—sapaan pengamat politik low profile ini.
Sementara itu upaya yang dilakukan Dr. Zul pasca kemenangan di Pilgub NTB mendapat pujian dari para netizen. Upaya ini diharapkan dapat diterima dengan legowo oleh kandidat yang belum beruntung.
“Alhamdulillah, semoga bisa diterima dengan legowo oleh kandidat yang belum beruntung. Selamat dan sukses untuk Zul Rohmi, semoga amanah,” tulis Sun Asir. “Alhamdulillah, selamat semoga bisa menjadi pemimpin yang adil,” ujar Al Bahri Pembelajar Hati.
Andi Joe melalui akunnya menyatakan, dia tidak salah pilih dan saatnya mendukung penuh program-program Zul Rohmi agar kemajuan NTB semakin hebat.
“Itu yang kita harapkan bersama semoga persaudaraan tetap terjalin. Kami dari Kecamatan Brang Ene KSB sungguh sangat senang dengan tokoh seperti ini. Selamat pak DR Zul DR Rohmi,” ucap akun bernama Samson Gapopktan Mura.
Demikian dengan akun Jarot Granta yang menilai langkah Dr. Zul sangat luar biasa karena merupakan pendidikan politik yang sangat berharga bagi konstituen bagaimana menghargai sebuah perbedaan.
“Luar biasa kita patut bangga punya pemimpin seperti beliau karena beliau bukan lagi milik salah satu kelompok tapi milik seluruh masyarakat NTB,” timpal Gede Wenten.
Ed Ahmad Rosyiddin menulis “Layak dikatakan lanjutkan ikhtiar TGB, saya melihat sosok pribadi Bang Zul Zulkieflimansyah tidak ambisi untuk merebut kekuasaan dan yang tidak ambisi itu luwes untuk melakukan interaksi sosial politik. Beda hal dengan calon yang lain kalaupun menang kemungkinan sedikit kita akan lihat bersilaturahmi seperti ini. Ini hanya layak dilakukan oleh pemimpin muda seperti Pak Doktor. Luar biasa”.
Hal senada diungkapkan Ahmad Abusyauki melalui akun FB-nya,untuk menjadi baik awali dengan hal yang baik. Yaitu menjalin komunikasi dan silaturrahmi yang baik maka segala hal akan baik baik saja
“Memang kita tidak sama, rambut kepala boleh beda warna tapi kerjanya otak pasti ada titik temunya.
Itu semua karena komunikasi dan silaturrahmi yang baik untuk NTB yang gemilang,” tuturnya.
Me (*)
Kapal Pengangkut Material Oleng, Satu Penumpang Hilang
Dugaan sementara, Kapal oleng akibat kelebihan beban muatan, disamping angin yang cukup kencang yang terjadi diantara selat gili Meno dan Gili Air
LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sebuah kapal pengangkut material bangunan yang menyebrang dari Dusun Kecinan Desa Malaka Kecamatan Pemenang Lombok Utara yang menuju Gili Air, dilaporkan tenggelam, pada Kamis (12/07).
Atas kejadian itu, satu orang penumpang atas nama Jen (50), warga Dusun Tembobor, Kecamatan Tanjung dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan. Sementara tiga penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
“Kapal berangkat sekitar pukul 12.30 Wita dari Dusun Kecinan membawa material pasir dengan tujuan Hotel Ombak Paradise Gili Air,” kata Kapolres Lombok Utara, AKBP Apriadi Lesmana, Kamis (12/07).
Dugaan sementara, kata Apriadi, Kapal oleng akibat kelebihan beban muatan, disamping angin yang cukup kencang yang terjadi diantara selat gili Meno dan Gili Air.
Dikatakannya, saat kapal oleng, kapten kapal dan dua orang penumpang lainnya bisa diselamatkan sped boat yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sementara Jen yang berprofesi sebagai buruh bangunan di Gili Air itu hilang.
“Tim SAR dan warga masih melakukan pencarian korban. Saat ini tiga penumpang yang selamat sudah diantar ke rumah mereka masing-masing,” jelasnya.
Tiga penumpang yang selamat masing-masing atas nama, Reza (30) werga Tembobor Kecamatan Tanjung, Suparman (28), Pauzan (22), keduanya merupakan warga Mentigi Desa Malaka Kecamatan Pemenang.
DNU
Pemimpin Baru NTB Harus Beri Harapan Lebih Baik
Gubernur NTB terpilihharus mampu membangun NTB menjadi lebih maju, membawa NTB lebih maju dari sektor perekonomian, dari sektor agama harus bisa menciptakan toleransi yang baik
MATARAM.lombojournal.com — Usai penyelenggaraan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, Rabu (27/06) lalu, kini menghadirkan harapan-harapan baru bagi sebagian masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Uul Efriyanti
agus K Saputra
Bagi Uul Efriyanti P, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Mataram berharap, munculnya pemimpin baru di Provinsi NusaTenggara Barat (NTB) akan benar-benar memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di NTB.
Siapa pun yang nanti muncul sebagai gubernur baru, harus segera memperbaiki kondisidunia pendidikan.
“Agar sarana dan fasilitas pendidikan segera diperbaiki, terutama di daerah-daerah terpencil,” harap Uul Efriyanti, Sabtu (30/6).
Menurutnya, di daerah-daerah terpencil di NTB, fasilitasnya memprihatinkan. Umumnya infrastrukturnya masih buruk, selain juga kesejahteraan guru-gurunya jauh dari sejahtera.
“Anak-anak di daerah terpencil juga kekurangan banget buku-buku bacaan,” terangnya.
Ia juga berpendapat, meski kepemimpinan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi sudah menunjukkan prestasi cukup baik dalam membangun NTB, namun masyarakat berhak berharap agar pemimpin baru berprestasi lebih baik dari pemimpin sebelumnya.
“Capaian yang sudah baik harus menjadi kian baik,” imbuhnya.
Rencana adanya pengiriman seribu anak muda NTB kuliah ke luar negeri, harus juga terealisasikan. Dikatakan, pembangunan daerah bukan hanya infrastruktur fisik.
“Sumber daya manusia itu juga bagian dari infrastruktur utama daerah,” ujarnya.
Agus K Saputra, lulusan Fakultas Ekonomi Unram yang saat ini menjadi salah satu pejabat di PT Pegadaian Kantor Wilayah Denpasar, mengaku bangga jadi rakyat NTB.
“Kala melihat persentase sebaran hasil pencoblosan, kiranya ini menandakan bahwa arus politik/peristiwa demokrasi di NTB sudah merata,” katanya.
Disebutkan, dalam perpektif politik, di tingkat Nasional tentu saja peristiwa ini menjadi catatan penting di tahun 2018.
“Semoga peristiwa ini juga “mengangkat” para kader yang berbasis di NTB, di peta politik nasional,” ujar Agus K Saputra yang semasa mahasiswa menjadi aktivis Koran Kampus Media Unram .
Seperti halnya Uul Efriyanti yang berharap setelah habisnya masa kepemimpinan Gubernur NTB sebelumnya, Agus juga berharap masyarakat harus cepat move on pada pemimpin baru.
Mendorong pemimpin baru segera mengakselerasi pembangunan yang sudah dilakukan sebelumnya.Gubernur NTB terpilih, diharapkan bisa amanah, serta mampu membangun NTB menjadi lebih maju. Bisa membangun NTB lebih baik, membawa NTB lebih maju dari sektor perekonomian, dari sektor agama lebih bersatu lebih, bisa menciptakan toleransi yang baik.
“Pemimpin baru harus bisa membawa gerbong pembangunan NTB bisa jauh lebih baik,” beber Agus.
Gde Wenten dan Saepul Sapturi
Saepul Sapturi, seniman dan sutradara teater yang sehari-hari bekerja sebagai ASN di Taman Budaya NTB mengungkapkan, pemimpin baru NTB harus lebih sungguh-sungguh memajukan sektor budaya.
Ditegaskannya, memajukan sektor budaya tentu tidak semata-mata memajukan seni tradisi. Memajukan budaya yang berbasis tradisi memang penting, tapi tak kalah pentingnya adalah memberi perhatian pada dunia penciptaan budaya.
Di NTB, banyak seniman-seniman NTB di bidang seni pertunjukan seperti tari dan teater serta musik, maupun seni sastra yang berprestasi secara nasional.
“Terus terang, perhatian pemerintah daerah pada karya seni modern masih kurang. Dan sekarang saatnya perhatian itu harus lebih besar,” kata Saepul yang dikenal humoris ini.
Pemimpin baru, diharapkan bisa menjalin dialog lebih baik dengan seniman dan budayawan. Provinsi NTB mempunyai sarana pengembangan budaya seperti Taman Budaya, yang harus mendapat dukungan lebih baik lagi.
“Agar seniman lebih banyak menghasilkan karya-karya budaya terbaiknya,” tambahnya.
Sementara itu tokoh masyarakat Mataram , Gde Wenten mengharapkan agar Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih diberikan kesempatan untuk menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan visi dan misi yang tercantum dalam Renstra lima tahun ke depan.
“Harapan saya yang lain selalu dekat dengan rakyat tanpa membedakan suku, ras dan agama. Bisa menerima perbedaan dan pendapat ( aspirasi) dari masyarakat NTB untuk menuju NTB gemilangnya,” ungkap Gde Wenten.
Erupsi Gunung Agung, Bandara Ngurah Rai Ditutup Bandara Lombok Beroperasi Normal
Penerbangan kedatangan yang terdampak saat ini yaitu Lion Air JT 658 dengan jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 200 pax
LOMBOK TENGAH,lombokjournal.com — Erupsi Gunung Agung di Bali berujung penghentian (sementara) operasionnal Bandar Udara Ngurah Rai, yang akan dilakukan selama 16 jam terhitung hari Jum’at (29/06) 2018 pukul 03.00 WITA sampai dengan pukul 19.00 WITA.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAMN A2551/18 tanggal 29 Juni 2018 yang ditujukan kepada seluruh Maskapai dan Bandar Udara di dunia terkait dengan penutupan kegiatan operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sebagai dampak debu vulkanik (volcanic ash) erupsi efusif Gunung Agung.
Sehubungan hal tersebut, Lombok International Airport tetap beroperasi normal. Namun, dampak dari penutupan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk sementara penerbangan keberangkatan sebanyak 4 penerbangan yaitu Wings Air IW 1851 & IW 1883, Garuda Indonesia GA 7049 dan Lion Air JT 659 dengan jumlah penumpang keseluruhan sebanyak 388 pax.
Sedangkan untuk penerbangan kedatangan yang berdampak saat ini 1 penerbangan yaitu Lion Air JT 658 dengan jumlah penumpang diperkirakan sebanyak 200 pax.
“Saat ini operasional Lombok International Airport masih normal. Adapun yang berdampak adalah penerbangan menuju dan dari Bali. Namun saat ini tim safety kami terus memantau perkembangan dari dampak erupsi Gunung Agung. Tidak hanya itu kami juga melakukan kordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG dan Perum LPPNPI untuk perkembangan selanjutnya,” ujar I Gusti Ngurah Ardita
AYA
Korban Penambangan Di Sekotong Dapat Santunan Dari Mensos
Pelaksanaan perlindungan sosial bagi korban bencana sosial merupakan sebuah keniscayaan
Idrus Marham
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Warga masyarakat korban penambangan emas di Dusun Soge, Desa Buwung Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat mendapat kunjungan Menteri Sosial (Mensos) RI, Idrus Marham, untuk menyalurkan bantuan sosial dari Kemensos RI, Kamis (21/06).
Idrus Marham didampingi Gubernur NTB, DR TGH M Zainul Majdi, saat memberikan santunan sebesar Rp15 juta kepada masing-masing keluarga korban. Mereka yang mendapat santunan adalah yang anggota keluarganya meninggal dalam insiden penambangan emas yang terjadi pada Selasa (19/06).
“Santunan untuk ahli waris per korban meninggal sebesar Rp15 juta. Dan santunan untuk pengobatan bagi korban luka-luka per korban sebesar Rp2,5 juta. Dari total 7 orang korban meninggal dan 6 korban luka-luka tersebut, total santunan yang diberikan pemerintah adalah sebesar Rp120 juta,” beber Idrus Marham usai memberikan bantuan, hari Kamis.
Dalam kesempatan itu, Idrus juga mengatakan, tanggungjawab pemerintah dalam pelaksanaan perlindungan sosial bagi korban bencana sosial merupakan sebuah keniscayaan.
“Maka kita semua hadir disini dalam rangka menggalang kepedulian pemerintah dan pihak terkait, serta menyampaikan amanat Undang-Undang. Bapak Presiden Joko Widodo yang berharap bahwa bantuan pemerintah ini dapat bermanfaat meringankan beban penderitaan baik kepada korban maupun keluarga korban bencana sosial,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Secara Khusus, Mensos juga mengucapkan turut berduka cita atas kejadian bencana yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa meninggal dunia sebanyak 7 orang dan korban luka 6 orang.
“Kepada keluarga korban meninggal dunia agar diberikan kekuatan dan keiklasan. Kepada korban luka luka agar cepat diberikan kesembuhan. Saya berharap bahwa kejadian bencana yang terjadi di Kecamatan Sakotong Kabupaten Lombok Barat disikapi sebagai musibah yang kita terima sebagai cobaan yang di berikan oleh Allah SWT,” ujarnya dengan nada sedih.
Merespon cepat arahan Bapak Presiden, Idrus mengaku diamanatkan untuk memantau pelaksanaan program bantuan sosial, serta memastikan rakyat yang belum tersentuh bantuan namun telah memenuhi syarat agar segera mendapat bantuan.
Setelah bantuan pemenuhan kebutuhan dasar diberikan, diharapkan keluarga korban yang ditinggalkan dapat pelan-pelan membangun kembali kehidupan kearah yang lebih baik. Untuk mendukung hal ini, Kementerian Sosial sedang mengupayakan tindak lanjut program bantuan sosial agar dapat terintegrasi dengan program-program perlindungan sosial lainnya seperti PKH, Rastra, BPNT, KIS, KIP, KUBE maupun UEP yang tentunya akan mendukung penghidupan yang layak,” harapnya.*