Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Persaudaraan

Lombok dipilih sebagai tuan rumah Sub Regional Meeting and Counter Terrorism,  yang diikuti pejabat setingkat menteri dari Indonesia, Australia Selandia Baru, Filipina, Singapura, Brunei Darussalam dan Myanmar

TGB bersama Wiranto (kiri)

TGB bersama Yasonna Hamonangan Laoly (kanan)

MATARAM.lombokjournal.com — Teknologi menghadirkan tantangan baru terhadap keamanan nasional. Dan saat bersamaan, pesatnya perkembangan  dunia siber menciptakan rentannya terhadap ketahanan bangsa terhadap penguasaan ilmu dan teknologi yang diperkuat.

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, tantangan keamanan saat ini, Terutama dengan hadirnya teknologi yang begitu pesat.

Hal itu disampaikanya saat diskusi di sela-sela sela sarapan, di Ruang Merak Lantai 2 Hotel Golden Palace, Minggu, (05/08).

Gubernur menjamu sarapan pagi, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D, Kepala Bareskrim Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Heru Winarko.

Terkait itu, menurutnya, hal yang paling penting untuk terus dihadirkan dalam diri anak bangsa adalah, mengkokohkan wawasan kebangsaan dan persaudaraan yang tulus.

Gubernur menyampaikan rasa syukurnya kepada para tamu, karena Lombok dipilih sebagai tuan rumah Sub Regional Meeting and Counter Terrorism,  yang diikuti pejabat setingkat menteri dari Indonesia, Australia Selandia Baru Filipina Singapura Brunei Darussalam dan Myanmar.

“Sebuah keputusan yang menebalkan kebanggaan kami karena berbasis kepercayaan, publik NTB memiliki pondasi yang kuat atas penguasaan sains maupun sibernetika yang dibalut kekompakan relasi sosial dalam berbangsa dan bernegara di tengah keberagaman,” kata gubernur.

AYA/Humas NTB




Korban Gempa Yang Meninggal Dunia Akan Disantuni Rp 15 Juta

Korban gempa berdasarkan data BPBD Lombok Utara, 20 orang luka berat, dan luka ringan sebanyak 58 orang. Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Bayan

Rumah roboh akibat gempa

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara akan memberikan santunan masing-masing sebesar Rp.15 juta kepada lima orang korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di daerah itu hari Minggu lalu.

“Kita akan berikan santunan masing-masing Rp 15 juta. Untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” kata Sekda KLU. H. Suardi, saat jumpa pers di Tanjung, Rabu (1/8).

Sementara untuk korban luka-luka, sambung Suardi, pihaknya belum bisa memastikan. Meski begitu, ia berharap para korban baik yang luka parah atau pun sedang juga dapat ditangani oleh pemerintah.

“Saat ini sedang kita bicarakan,” cetusnya.

Dikatakan Suardi, data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Lombok Utara, 20 orang luka berat, dan luka ringan sebanyak 58 orang. Sebagian besar korban berasal dari Kecamatan Bayan.

Lima korban tewas diantaranya Natrinep (13) asal Senaru, Jumiarto (8) asal Sambik Elen, Rusdin (34) Loloan, Sandi (20) Sembaro, dan Indra (77).

DNU




Akan Dikaji Keamanan Jalur Pendakian, Dan Dampak Pendakian

Akan diberlakukan kuota pengunjung per hari serta pemberlakuan sistem booking online

MATARAM.lombokjournal.com – Seluruh jalur pendakian sejak 29 Juli ditutup untuk kegiatan pendakian,  sampai waktu belum ditentukan.

Pihak Dirjen  Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan penelitian dan pengkajian terhadap keamanan jalur pendakian, jalur pendakian alternatif evakuasi, prediksi pola kegempaan dan letusan serta dampak pendakian.

“Pengkajian itu akan dilakukan oleh tim pakar-praktisi terpadu, hasilnya akan dilaporkan ke publik,” kata Ir  Wiratmo, M.Sc, Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup, Rabu (01/07) melalui siaran persnya.

Dijelaskan,  rencana perbaikan manajemen pendakian ke depan akan dilakukan, dengan memberlakukan sistem booking online. Ini merupakan bagian dari perbaikan manajemen pengunjung, pelaku wisata dan jasa usaha.

Selain itu akan diberlakukan kuota pengunjung per hari.  Dan lebih jauh, dilakukan manajemen sampah melalui system pack in-pack out untuk menuju zero waste atau sampah pendaki.

Untuk melakukan monitoring pendaki akan diberlakukan kembali operasionalisasi  CCTV.

Lebih jauh akan diberlakukan tagging pendaki dengan sistem Radio Frequency Identification agar pergerakan pendaki dapat dimonitor.

Ke depan, dalam mengantisipasi dan menangani bila terjadi bencana pendakian,  dengan merancang jalur evakuasi dan system evakuasi. Dan akan dilakukan koordinasi dengan stakeholder terkait kebencanaan.

BACA JUGA ;

Pasca Gempa 1226 Dievakuasi, Pendaki Asal Makassar Meninggal Tertimpa Batu Longsoran

Lebiih jauh, akan diselenggarakan Diklat SAR bagi petugas dan pelaku wisata (trek Organizer, guide dan porter).

Re




Pasca Gempa 1226 Dievakuasi, Pendaki Asal Makassar Meninggal Tertimpa Batu Longsoran

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, TimTanggap Bencana di kawasan TNGR bersiaga hingga 6 Agustus

MATARAM.lombokjournal.com – Sebanyak 1.226 orang pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak akibat longsor pasca gempa bumi Lombok, 29 Juli,  berhasil dievakuasi tim evakuasi, Selasa (31/07) pukul 19.50 Wita.

Jumlah pendaki yang dievakuasi itu  terdiri dari WNA atau wisatawan yang berasal dari Thailand 358 orang, Perancis 68 orang, Belanda 43 orang, Jerman 25 orang dan Swiss 21 orang. Selebihnya, selain guide dan porter merupakan pendaki WNI  dari berbagai daerah  di Indonesia.

Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup, Ir  Wiratmo, M.Sc mengirimkan siaran pers pada media, Rabu (01/08).

Seorang pendaki berasal dari Makassar, Moh Ainul Taksim, 26, meninggal dunia akibat kena batu longsoran di kM 10 jalur pendakian Sembalun. Pihak  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KEMENLHK) diwakili Sekretaris Jenderal , telah menyerahkan jenazah kepada keluarganya, dan diberangkatkan ke Makassar, Selasa (31/07). Jenasah tiba di Makassar 1 Agustus 2018 pukul 02.00 Wita.

Penyelamatan pendaki Taman Nasional Gunung Rinjani  (TNGR) tersebut d bawah kendali Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR).  Anggota tim itu terdiri dari Balai TNGR 23 orang, Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 8 orang, Balai Konservasi Sumberdaya Alam NTB 8 orang, BASARNAS 49 orang, KOPASSUS 40 orang, KOREM 162 WIRABHAKTI, KORAMIL SEMBALUN 20 ORANG,  BRIMOB POLDA NTB, SABHARA dan DALMAS Polres Lombok TIMUR 19 ORANG, Tim MEDISEdelweis Medical Health Center 6 orang, dan GRAHAPALA UNRAM 18 orang.

Tim Penyelamat juga mendapat dukungan operasional  dari Balai TNGR (transportasi, alat komunikasi dan logistik), BASARNAS (tramsportasi,alat komunikasi dan logistik), BNPB (heliKopter), PT Amman MINERAL NTB (helikopter), Rudy Trackker dan relawan dari Sembalun.

BACA JUGA ;

Akan Dikaji Keamanan Jalur Pedakian, alternatif Evakuasi, Dan Dampak Pendakian

TimTanggap Bencana di kawasan TNGR bersiaga hingga 6 Agustus, dan bila keadaan darurat agar menghubungi Call Centre Balai TNGR Rinjani nomor 0811283939.

Re   




Presiden Jokowi  Serahkan Sertifikat Tanah Di Sumbawa

Untuk Ntb, tahun 2018 tanah yang disertifikasi sebanyak 175 ribu bidang, tahun yang akan datang ditingkatkan menjadi sekitar 200 ribu bidang

BIMA.lombokjournal.com – Presiden RI, Joko Widodo didampingi Gubernur NTB, DR TGH M zainul Majdi, secara simbolis menyerahkan seritifkat tanah pada 12 warga dari kabupaten/kota se pulau Sumbawa di Gedung Olah Raga Mampis Rungan, Kabupaten Sumbawa, Senin (30/07).

Penyerahan sertifikat usai peresmian Bendungan Tanju, di Kabupaten Dompu itu, bertujuan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah mereka.

Hal itu juga merupakan upaya pemerintahan Jokowi untuk mengejar sertifikasi terhadap 7 juta bidang tanah milik rakyat tahun 2018. Tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah disertifikasi.

Untuk NTB, tahun 2018 tanah yang disertifikasi sebanyak 175 ribu bidang. Sedang tahun yang akan datang ditingkatkan menjadi sekitar 200 ribu bidang.

Presiden Jokowi menilai, seritifikat tanah untuk rakyat ini sangat perlu. Disamping untuk kepastian hukum, sertifikat tanah tersebut untuk menghindarkan masyarakat dari berbagai sengketa tanah. Bahkan sengketa itu bisa terjadi antara anak dan orang tua.

“Kalau sUdah punya sertifikat ini, siapa yang berani menggugat, siapa yang berani sengketa,’ kata presiden.

Jumlah sertifikat tanah yang diserahkan berjumlah 14 ribu sertifikat se pulau Sumbawa, diwakili 1037 warga. Pemerintah menargetkanpada tahun 2018 sebanyak 7 juta seritifikat tanah akan diselenggarakan. Dan tahun 2019, sebanyak 9 juta sertifikat.

Turut mendampingi juga saat itu Menteri  Pertahanan, Sofyan Djalil, Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Gubernur NTB terpilih, DR Zulkieflimansyah dan bupati Sumbawa, Husni Djibril.

AYA  




Presiden Jokowi Membagikan Sembako Di Sambelia

Presiden dan masyarakat korban bencana sepakat, masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta

Jokowi dan TGB bagi-bagi buku

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo bersama Istri Hj. Iriana  didampingi Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama Istri, Hj. Erica Zainul Majdi, mengunjungi lokasi dan posko Tagana Gempa Bumi 6,4 SR di Desa Madiyan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Senin, (30/07).

Di lokasi bencana, Presiden Jokowi bersama gubernur TGB membagikan buku kepada anak-anak terdampak gempa bumi di Desa Madyan. Selain itu, juga membagikan  sembako sekaligus meninjau salah satu rumah yang rusak berat akibat gempa.

Presiden Jokowi juga menyempatkan berdialog dengan masyarakat di tenda pengungsian. Dialog tersebut  menghasilkan kesepakatan tentang besarnya bantuan bagi pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat.

“Masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta. Pembangunan dan supervisi akan dibantu oleh TNI, sedangkan untuk pengawasan dilakukan oleh Gubernur, Bupati dan perangkat yang lain,” ujar Jokowi.

Di akhir kunjungannya Presiden Jokowi kembali mengingatkan seluruh masyarakat utk tetap waspada.

“Kita harus sadar bahwa negara kita berada di ring of fire. Jadi, masyarakat kita harus siap menghadapi setiap bencana yang mungkin saja bisa terjadi kapanpun seperti gempa, banjir dan sebagainya,” ujar Jokowi kepada media.

AYA




Reliji dan Komando, Serahkan Bantuan Korban Gempa Lotim

Bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata, Masyarakat diimbau untuk peduli dan meringankan derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Relawan Indonesia Jokowi (RELIJI) dan Pengurus Koalisi Muda Perindo (KOMANDO) NTB dan Lombok Timur, Minggu  (28/07), secara sigap dan  spontan menggalang donasi internal  yang langsung disumbangkan untuk korban gempa bumi di Lombok timur.

Sumbangan yang diberikan Reliji dan Komando  kurang dari 6 jam paska Gempa Bumi yang melanda Lombok Timur itu, berupa air minum, lilin dan Indomie. Bantuan itu  diserahkan langsung  di posko Induk di Kantor Desa Belanting, Minggu.

Menurut Karman,  pimpinan Rombongan yang juga Dewan Penasehat DPP Komando,  sengaja bergerak secara spontan melakukan penggalangan sumbangan untuk korban bencana Lombok Timur di internal Reliji dan Komando.

“Kami prihatin dan turut berduka terhadap semua korban bencana bumi tadi ,’ ungkapnya .

Menurut Karman, kepedulian Reliji dan Komando  tidak berhenti disini saja.  Pihaknya berjanji akan datang dengan membawa bantuan lagi untuk meringankan beban derita warga korban gempa bumi.

“Reliji dan Komando akan menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Lombok Timur,” ungkap Karman yang juga Caleg DPR RI dapil 2 NTB dari Partai Perindo .

Bagi Karman bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur ini tidak bisa hanya ditangani pemerintah semata. Masyarakat di imbau untuk peduli dan meringankan derita saudara-saudaranya yang tertimpa bencana.

“Ini momentum yang tepat untuk menggalang aksi solidaritas sosial antar sesama untuk saling berbagi beban ,” ungkap Karman .

Lebih lanjut Karman mengatakan, bencana gempa bumi di Lombok Timur tidak perlu diratapi tapi yang paling penting bagaimana meringankan penderitaan warga .

“Makin banyak elemen warga NTB yang terlibat aksi sosial semakin mempercepat masa tanggap darurat bencana,” ujarnya.

Reliji merupakan relawan yang didirikan beberapa mantan ketua OKP, seperti Karman GPII, Chrisman Damanik GMNI, Beni Pramula IMM, Mulyadi HMI dan lain lain.

Sedangkan Komando adalah organisasi sayap Partai Perindo. Komando dan RELIJI bisa   bareng bergerak aksi sosial ini  karena kedua organisasi tersebut  mengusung Jokowi untuk Pilpres 2019.

Me




Gempa Bumi Guncang Lombok, TNI Sigap Bantu Korban

Mabes TNI juga akan menurunkan 80 orang personel kesehatan lengkap dengan perlengkapannya menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Halim menuju Bandara Internasional Lombok (BIL)

MATARAM.lombokjournal.com — Gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok NTB hari Minggu (29/07) pagi,  sekitar 05.47 Wita dengan kekuatan 6,4 Skala Richter, getaramnya juga dirasakan di Pulau Sumbawa maupun di Provinsi Bali.

Data BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), episentrum gempa terletak pada koordinat 8,4 Lintang Selatan dan 116,5 Bujur Timur dengan kedalalam 10km,  sekitar 47 km arah timur laut Kota Mataram.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH., M.Han., yang saat terjadi gempa sedang berada di Pulau Sumbawa,  melalui saluran selulernya memerintahkan para Dandim se Pulau Lombok turun mengecek dan memabantu korban bencana gempa bumi pada kesempatan pertama.

“Saya sudah memerintahkan para Dandim se Pulau Lombok untuk mengecek kondisi korban akibat bencana, dan Danyonif 742/SWY agar menyiapkan seluruh personel yang bisa langsung digerakan beserta alat perlengkapannya,” ungkap Rizal.

Menindaklanjuti informasi tersebut, mabes TNI (info telpon langsung waaster panglima TNI) akan akan mengirimkan 80 tenaga kesehatan mabes TNI dengan perlengkapannya, yang rencanya akan diangkut menggunakan pesawat herkules dari Halim PKL 13.00 wib ke Praya BIL dari Praya ke lokasi Lotim dan KLU.

“Untuk transportasi darat sudah disiapkan menuju lokasi bencana baik ke Lombok Timur maupun ke Kabupaten Lombok Utara.

Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Agus Setiandar, S.IP, di Kantor Desa Belanting  menyampaikan, hingga kini korban jiwa sudah mencapai 10 orang dan puluhan luka-luka akibat tertimpa bangunan.

“Khusus di wilayah Kabupaten Lombok Timur yang paling parah di Kecamatan Sambalia dan Kecamatan Sembalun,” tutur Agus.

Semua korban sambungnya, sudah ditangani tim medis baik dari Puskesmas maupun Puskemas pembantu setempat yang dibantu langsung dari RSUD Selong.

“Untuk kerugian material seperti kerusakan rumah maupun Musholla, hingga saat ini (13.00 Wita) masih didata oleh anggota dilapangan,” jelasnya.

Upaya yang sudah dilakukan selain mendata jumlah korban ataupun kerusakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati Lotim, BPBD dan pihak terkait, mendirikan Posko dan rumah sakit lapangan di depan Puskesmas Sembalun dan di Puskesmas Belanting.

Selain itu juga mendirikan dapur umum di tiga lokasi yakni di Kantor Camat Sembalun, Kantor Desa Obel-obel dan  Kantor Desa Belanting Kec Sembelia.

Selain itu, Dandim 1606/Lobar juga mengerahkan personel Kodim 1606/Lobar, Batalyon Infanteri 742/SWY, Batalyon Zipur Rem 162/WB dan Disjan yang mendukung alat perlengkapan dalam rangka memberikan bantuan bencana Gempa.

Sedangkan di wilayah Kabupaten Lombok Utara, menurut Dandim 1606/Lobar Letkol Czi Joko Rahmanto, S.IP, wilayah Kabupaten Lombok Utara yang paling parah terkena dampak gempa bumi yakni Kecamatan Bayan dan Kecamatan Pemenang, sedangkan di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat baru satu rumah yang sudah terdata yakni di Desa Guntur Macan.

AYA

 




10 Orang Tewas Akibat Gempa 6,4 SR Di Lombok

40 orang lainnya  luka luka serta ratusan rumah mengalami kerusakan, daerah yang paling terdampak adalah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com –  Gempa tektonik berkekuatan 6,4 Schala Richter mengguncang Lombok, Sumbawa dan Bali, Minggu (29/07).

BMKG menyatakan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 24 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hasil pemodelan menunjukkan, gempabumi tidak berpotensi tsunami

10 orang tewas akibat gempa ini, satu di antaranya merupakan warga negara Malaysia yang sedang melakukan pendakian ke Gunung Rinjani.

40 orang lainnya mengalami luka luka serta ratusan rumah mengalami kerusakan. Sutopo Purwo Nugroho, Kapus Informasi dan Humas BNPB menyatakan, daerah yang paling terdampak adalah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara.

Jarak yang sangat dekat dengan pusat gempa membuat dua daerah ini menjadi daerah yang paling parah terkena dampak gempa bumi.

AYA




Pemahaman Moderasi Islam Hilang, Timbulkan Perpecahan dan Peperangan

Hilangnya pemikiran Islam moderat, yang di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim, menyebabkan negara negara seperti Syuria, Iraq, dilanda peperangan berkepanjangan

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi, Jumat (27/07).

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi saat membuka Konferensi Ulama Internasional, di Islamic Center, NTB, Jumat (27/07) mengatakan, Islam moderat atau washatiyatul Islam, yang selama ini berkembang di dunia, dalam prespektif Ahlussunah wa Jama’ah, akan memberikan kedamaian dalam kehidupan umat manusia.

Kedamaian dalam kehidupan umat manusia secara khusus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gubernur NTB yang akrab disapa Tuan Guru Bajang atau TGB, menegaskan itu di hadapan ratusan delegasi dari 21 negara di dunia, termasuk mantan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir Dr. Ibrahim Hudhud.

Gubernur menyebut, hilangnya pemahaman moderasi Islam menyebabkan peperangan dan perpecahan.

Bahkan, berkembangnya paham Islam yang mengedepankan ekstrimisme, akan berujung pada tindakan terorisme.

Gubernur juga menegaskan, pemikiran ahlusunah Wal jamaah, melalui pendiri pendiri nya, telah banyak melahirkan karya yang tidak hanya bermanfaat bagi umat. Namun juga memberikan manfaat besar bagi seluruh elemen bangsa di Indonesia.

“Ketika moderasi Islam mulai dilupakan, ketika tidak lagi menjadikan washatiyatul Islam sebagai poros pemikirannya, maka mulailah terasa kegelisahan di tengah-tengah kita,” ungkap Gubernur yang lebih dikenal Tuan  Guru Bajang (TGB) itu.

Gubernur yang juga Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menyatakan. seluruh anak bangsa hendaknya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di sebagai negara Islam akhir-akhir ini.

Yaitu, hilangnya pemikiran Islam moderat, yang di satu sisi tumbuh subur pemikiran ekstrim, menyebabkan negara negara, seperti Syuria, Iraq, dilanda peperangan yang berkepanjangan.

“Apa akibat dari itu semua, yaitu hancur peradaban peradaban yang telah dibangun dengan fondasi yang kokoh,” jelas TGB.

Karena itu, Gubernur TGB mengajak seluruh umat, bahkan seluruh elemen bangsa, untuk menjadikan moderasi Islam ini sebagai perekat persatuan, di tengah keberagaman yang berkembang di Indonesia.

“Mari kita rapatkan barisan, mari kita kokohkan persaudaraan. Rasanya yang mampu merekatkan itu semua adalah pemikiran washatiyatul Islam,” ajak TGB.

AYA