Jelajah Lombok, intens Adakan Trauma Healing Korban Gempa
Tim jelajah Lombok bersama relawan melakukan play teraphy dengan berbagai bentuk kegiatan, misalnya bernyanyi bersama, menggambar , fun games, lomba lomba dan kegiatan menyenangkan lainya
MATARAM.lombokjournal.com — Komunitas Jelajah Lombok melakukan trauma healing kepada korban gempa di Lombok , Nusa Tenggara Barat pada setiap akhir pekan. Kegiatan ini dinilai sangat perlu untuk membantu memulihkan kondisi trauma warga setelah peristiwa gempa 7,0 SR sejak 5 Agustus lalu.
Dengan puluhan relawan yang bergabung dalam trauma healing tersebut, Jelajah Lombok melakukan kegiatan Edukasi ,Pendistribusian logistik dan play teraphy, untuk anak anak korban Gempa .
Menurut koordinator lapangan trauma healing, Lalu Sabdi mengatakan , Jelajah Lombok membuka Donasi dan relawan untuk bergabung dalam kegiatan ini”ada sekitar 15 relawan yang sudah bergabung dan mengikuti kegiatan trauma healing di beberapa tempat di KLU dan Lombok Barat”.
Khusus untuk anak – anak korban gempa, Tim jelajah Lombok bersama relawan melakukan play teraphy dengan berbagai bentuk kegiatan, misalnya bernyanyi bersama, menggambar , fun games,lomba lomba dan kegiatan menyenangkan lainya. Dengan tujuan utamanya agar anak anak dapat menemukan kembali keceriaan.
“kita akan terus melakukan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan partisipasi nyata dalam membantu sesama,” katanya.
Disisi lain. Komunitas Jelajah terus membuka Donasi dan partisipasi untuk relawan yang ingin bergabung hingga beberapa bulan kedepan.
AYA (*)
Mensos Dampingi Wapres Bertolak ke Lombok
Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Bencana gempa bumi yang berlanjut dengan penderitaam warga Lombok dan Mataram yang kembali diguncangan gempa berkekuatan 7 skala Richter, Minggu (19/08/2018) lalu, mengundang keprihatinan mendalam pemerintah.
Ungkapan empati serta untuk memberikan dukungan moril kepada korban terdampak gempa, Menteri Sosial Idrus Marham kembali bertolak menuju Lombok, Selasa (21/08/2018) pagi.
Dalam kunjungan bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, dan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Mensos dan Wapres dijdwalkan akan menggelar rapat koordinasi rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa.
Setelah itu, Mensos juga diagendakan akan menyapa pengungsi di Lombok Barat dan Lombok Utara. Di Lombok Barat, Mensos dan rombongan akan menyapa pengungsi di lokasi pengungsian Dusun Kakait, Kampung Bandung, Kecamatan Gunumgsari, Kabupaten Lombok Barat.
Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH).
Untuk meringankan beban para korban, Mensos juga akan menyerahkan santunan kepada ahli waris bagi korban yang meninggal. Untuk membantu penanganan dampak bencana, Mensos juga menyerahkan mobil truk serbaguna.
Menjelang siang, Mensos dan rombongan bergerak menuju lapangan Menggala, Kecamatan Pemenang, untuk meninjau layanan dapur umum. Di sini, Mensos juga dijadwalkan menuju lokasi pendistribusian santunan ahli waris dan menyaksikan proses pencairan PKH di kantor Kecamatan Pemenang.
Mensos dijadwalkan masih akan berada di NTB sampai besok, Rabu (22/08). Besok, Mensos giliran akan menyapa para pengungsi di Lombok Utara.
Kegiatan Mensos direncanakan akan diawali dengan merayakan Hari Raya Iedul Adha dengan sholat Ied bersama masyarakat di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.
AYA
Merasa Didzolimi, Khairudin Adukan Anggota Bawaslu RI ke DKPP
Kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu
Khairudin M. Ali
lombokjournal.com —
KOTA BIMA ; Keputusan Bawaslu RI terkait hasil akhir seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB, dipersoalkan.
Pasalnya, sejumlah peserta dengan ranking tertinggi hasil kerja panjang Tim Seleksi, tidak diluluskan oleh Bawaslu RI.Salah satu peserta yang mempersoalkan itu adalah Khairudin M. Ali, calon anggota Bawaslu Kota Bima.
Dia mengaku heran dengan keputusan akhir Bawaslu setelah mereka melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test aatu FPT), pada 9 dan 10 Agustus 2018 lalu.
‘’Kok bisa, kami dengan ranking tertinggi di sejumlah Kabupaten Kota di NTB, dibuang begitu saja,’’ ujarnya dengan nada heran, Minggu (19/08).
Khairudin menyebutkan, hasil itu diperoleh dengan susah payah setelah mengikuti proses seleksi selama hampir sebulan. Hasil akhir kerja Tim seleksi sama sekali tidak menjadi pertimbangan Bawaslu dalam menentukan kelulusan calon.
“Satu-satunya kewenangan mereka adalah dengan melakukan fit and proper test. Awalnya saya berpikir akan dilakukan wawancara mendalam, untuk menggali kapasitas, pengetahuan, kepatuta , serta kelayakan seseorang untuk bisa menjadi anggota Bawaslu. Eh tahunya Cuma menonton kami yang disuruh berdiskusi. Apa yang mereka bisa simpulkan dari diskusi semacam? Ini hanya akal-akalan Bawaslu saja,’’ protesnya.
Khairudin mengaku, awalnya tidak ingin mengikuti seleksi calon anggota Bawaslu, karena pada seleksi tahun 2017 lalu juga mengaku diperlakukan tidak adil.
“Saat itu saya tidak protes. Karena saya pikir mungkin saya belum diberikan kesempatan untuk menjadi pengawas Pemilu. Tetapi pada seleksi kali ini, sejumlah peserta lain di Kota Bima datang ke rumah saya untuk mengajak saya ikut lagi. Alasannya, karena mereka belum memiliki rasa percaya diri untuk menjadi anggota bawaslu dengan kewenangan yang demikian besar. Supaya ada yang bisa diandalkan,’’ kata Khairudin.
Ditambahkan, selain mengajak, mereka juga meyakinkan bahwa proses seleksi kali ini lebih transparan karena menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Ujian tertulis dengan model online menggunakan komputer itu, memungkinkan setiap peserta langsung mengetahui nilainya begitu selesai tes dan menutup program CAT.
‘’Alhamdulillah nilai CAT saya 60 dan itu ranking 4 se NTB. Saya berpikir nilai itu rendah, tetapi ternyata nilai CAT rata-rata peserta seleksi calon anggota Bawaslu se Indonesia rata-rata antara 47. Sedikit sekali yang nilainya di atas 50,’’ tambahnya.
Herannya, kata Khairudin, nilai CAT, Psikotest, Tes Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta wawancara oleh Tim seleksi yang menempatkannya padan ranking 1, tidak sedikit pun menjadi bahan pertimbangan Bawaslu untuk menentukan kelulusan seseorang calon.
‘’Bawaslu dengan sewenang-wenang menentukan kelulusan seseorang dengan cara yang dzalim, tidak jujur, tidak terbuka, tidak memiliki standar penilaian yang jelas, serta tidak profesional,’’ ujarnya.
Selain itu, Khairudin juga mempertanyakan dasar hukum Baswaslu memperlakukan beda dan berperilaku diskriminatif antara peserta yang baru ikut seleksi dengan anggota Panwaslu yang sedang bertugas.
Padahal katanya, tidak ada dasar hukum untuk tindakan berbeda itu, selain hanya tidak dilakukan wawancara oleh Tim seleksi.
‘’Mereka itu bukan Bawaslu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun tahun 2017. Petahana yang dimaksud adalah Bawaslu, bukan Panwaslu. Harus mereka diperlakukan sama dan tetap dibuka seluruh hasil CAT, Psikotest, Res Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta tes lainnya. Konyol benar Bawaslu ini,’’ sesalnya.
Khairudin menghargai kerja Tim Seleksi yang telah profesional dalam penilaian. Karena diakuinya bagi calon yang jatuh pada nilai ujian tertentu, rankingnya langsung dikoreksi. Ini menunjukan bahwa Tim Seleksi sudah bekerja baik.
‘’Tetapi mengapa Bawaslu dengan seenaknya saja tidak mehargai kerja Tim Seleksi? Panwaslu lama hampir semua dipertahankan. Ini benar-benar-tidak mencerminkan prinsip Penyelenggara Pemilu sebagaimana diatur pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, dan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017,’’ jelas mantan Ketua panwaslu Kota Bima ini.
Mantan Ketua PWI Bima dua periode ini mengaku, aduan yang dilayangkan ke DKPP, untuk menguji prinsip Penyelenggara Pemilu. Apakah mereka sudah melanggar atau tidak.
Karena kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu.
“Ini yang mau saya uji di sidang DKPP. Saya akan menghadapi sendirian kesombongan Bawaslu ini,’’ tegas mantan Redaktur Lombok Lombok Post ini.
Ditanya diskusi seperti apa saat fit ad proper test oleh Bawaslu NTB, dia mengatakan tidak ada yang luar biasa.
‘’Saya sendiri mendapat lot dengan pertanyaan soal Caleg Korupto. Saya kemudian menulis di atas kertas dalam waktu tujuh menit. Dan bahan ini kemudian didiskusikan saat saya menjadi moderator. Dalam pemaparan saya, terkait Caleg Koruptor, sebagaimana yang dilarang oleh PKPU Nomor 20 tahun 2018, tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Tidak boleh Peraturan KPU bertentangan dengan Undang-Undang di atasnya yaitu Undang-Undang Nomo 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bagaimana mungkin hak politik seseorang dihapus oleh PKPU? Jika karena semangat ingin memberantas korupsi, yang harus dilakukan oleh KPU adalah mengusulkan agar hal itu diatur dalam Undang-Undang,’’ ujarnya.
Menurut Khairudin, pendapatnya itu sejalan dengan hasil putusan sengketa adjudikasi yang diajukan caleg yang dicoret KPU ke Bawaslu di sejumlah daerah. Bahkan anggota Bawaslu RI Fritz Edward pada saat diwawancara CNN Indonesia, sejalan dengan sikap dan pandangan dirinya.
‘’Lalu di sisi mana hasil fit and proper test sebagai alasan bagi Bawaslu untuk mencoret saya dan mempertahankan dua anggota Panwaslu lama? Bagian mana juga kehebatan calon dengan dua jenjang di bawah saya, kemudian diluluskan oleh Bawaslu. Mereka harus buka ini semua. Kalau tidak dibuka, jelas melanggar prinsip Terbuka sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP maupun Undang-Undang,’’ jelasnya.
Dia juga mengaku mendapat banyak dukungan dati peserta yang tidak lolos. Namun diakuinya, tidak ingin melibatkan mereka dalam masalah ini, Tetapi jika ingin mengadukan juga atau ingin menjadin pihak terkait, Khairudin tidak keberatan.
‘’Ada anggota Timsel yang menghubungi saya dan meminta maaf atas hasil akhir di luar kewenangannya itu. Ini tidak profesional, Ketau dan Anggota Bawaslu RI dan Bawaslu NTB harus bertanggungjawab,’’ katanya.
Me (*)
Gempa Susulan 6,5 SR, Tapi Dilaporkan Tidak Ada Korban
Fase gempa susulan merupakan fenomena menuju stabil
MATARAM.lombokjournal. – Gempa susulan dengan maknitudo 6,5 kembali mengguncang wilayah Lombok Tiimur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/08), sekitar pukul Pkl. 11:10:22 WIB. Lokasi: 8.24 LS 116.66 BT (32 km ) timurLaut Lombok Timur, NTB, pusat gempa berada di kedalaman 10 km, namun tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban terkait gempa tersebut. Namun di Gn. Anak Dara, Pergasingan, Telaga di Ds. Sembalun Longsor.
Dalam wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Kepala BMKG, Dwi Korita Karnawati menjelaskan, gempa tersebut dirasakan di beberapa wilayah tapi tidak merusak.
Sebelumnya, di Lombok Utara terjadi gempa berkekuatan 7,0 magnitudo pada 5 Agustus lalu. Gempa tersebut diikuti gempa susulan yang cenderung terus melemah, namun fluktuatif.
Misalnya, yang selama inii terjadi mulai dengan gempa dengan kekuatan sekitar 4 kemudian muncul gem sekitar 5 sr dan yang terakir 6,5 SR, selanjutnya gempa susulan lainnya yang cenderung melemah.
Dwi Korita menghimbau masyarakat jangan lari di wilayah lereng atau pegunungan, karena batuan yang rapu akibat gempa sebelumnya.
‘‘Paling aman menuju di tanah lapang atau tempat pengngsian. Kalau ada guncangan segera lari ke tempat lapang, merunduk dan lindungi kepala dengan tenang, jangan lari ke gunung, ‘‘ katanya sambil menambahkan, fase gempa susulan merupakan fenomena menuju stabil.
Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, sejauh ini belum dilaporkan adanya kerusakana. Ia juga menformasikan adanya longsor di lereng Rinjani, karena pusat gempa di Lombok Timur.
Sampai saat ini Taman Nasional Gunung Rinjani TNGR (Taman NasionaL Gunung Rinjani), masih ditutup. Saat ini di kawasan TNGR dalam keadaan kosong. Dilaporkan ada kedatangan wisatawan di bandara internasional Lombok yang akan ke Rinjani tapi masih belum diijinkan.
Rr
IJTI NTB Serahkan Bantuan Ke Awak Media dan Warga Terdampak Gempa
Giat Peduli Gempa IJTI NTB yang bertema “Recovery For Humanity” diharapkan sedikit mengobati kepiluan para korban gempa sekaligus memberikan dorongan semangat untuk tetap survive dalam menghadapi bencana alam seperti saat ini
LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Gerakan kemanusiaan meringankan beban korban gempa Lombok yang merupakan bagian dari respon gerakan tanggap bencana perkumpulan media televisi melalui Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nusa Tenggara Barat, akhirnya direalisasikan Jumat (18/08) dengan mengunjungi sejumlah tempat untuk menyalurkan bantuan.
Gerakan kemanusiaan diinisiasi para pengurus IJTI NTB, dengan mengumpulkan donasi berupa dana dan barang kebutuhan pengungsi tersebut , awalnya memang khusus diperuntukkan kepada awak media yang terdampak gempa secara langsung.
Namun di lapangan, tak hanya para awak media, para warga pengungsi pun akhirnya mendapatkan penyaluran bantuan dari perkumpulan para jurnalis televisi.
Sasaran pertama, bantuan diarahkan kepada salah seorang anggota IJTI Adi Hendry (Metro TV) dengan memberikan sejumlah dana dan barang kebutuhan seperti sembako. Titik berikutnya adalah 3 orang Jurnalis KLU yang juga diberikan bantuan berupa sembako, alas tidur, kebutuhan bayi untuk meringankan beban mereka selama mengungsi.
Selain menyasar awak media, penyaluran bantuan yang terkumpul dari para pengurus daerah IJTI Se nusantara dan IJTI NTB tersebut juga diarahkan ke sejumlah titik pengungsian warga di daerah terdalam yang minim bantuan.
Salah satunya adalah di Dusun Dasan Lekong, Desa Sigar Penjalin kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara serta di Posko Pengungsian di Lapangan Tanjung Lombok Utara.
Giat Peduli Gempa IJTI NTB yang bertema “Recovery For Humanity” tersebut diharapkan mampu sedikit mengobati kepiluan para korban gempa sekaligus memberikan dorongan semangat untuk tetap survive dalam menghadapi bencana alam seperti saat ini.
“Ini adalah bagian dari fungsi pokok organisasi untuk menanamkan kepekaan dan jiwa sosial kepada para anggota, agar peka dan tanggap berpartisipasi dalam kejadian post major bencana al seperti yang terjadi saat ini,” ujar Riadis Sulhi Ketua IJTI NTB yang turut mengawal proses penyaluran bantuan Jumat (18/08).
Selain memberikan sedikit uang saku hasil urunan anggota dan titipan dari kolega yang peduli dengan gempa bumi di Lombok, Tim Peduli gempa IJTI NTB juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras, air mineral, kebutuhan anak dan wanita, alas tidur, mainan, buku tulis dan juga tas sekolah.
“Harapannya agar bantuan tersebut bisa berguna bagi para korban baik dari rekan media sendiri maupun para korban umumnya,” lanjut Riadi.
Inisiasi membentuk tim Peduli Gempa IJTI Nusa Tenggara Barat kedepannya diharapkan akan mampu meningkatkan kepekaan sosial anggota khususnya dan juga turut mengawal, serta bisa menjembatani penyaluran bantuan gempa kepada masyarakat terdampak secara langsung tanpa perantara.
“Kita menyalurkan langsung selain sebagai langkah mengecek langsung kondisi para korban, juga bagian dari proses pembentukan jiwa sosial anggota kedepan agar lebih tanggap dan peka dalam menjawab persoalan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan Penyaluran bantuan kepada korban gempa oleh IJTI NTB rencananya akan terus dilakukan hingga dua bulan ke depan dengan membuka donasi secara khusus dan secara regular sebagai salah satu sarana menyalurkan bantuan secara cepat kepada korban yang membutuhkan.
“Kita akan buka ini sampai dua bulan kedepan, sebagai giat peduli dan responsive tanggap korban gempa,” pungkasnya.
AYA (*)
IKA Unram Salurkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Korban Gempa
Hingga saat ini IKA Unram setiap hari akan menyerahkan bantuan korban gempa ke titik-titik pengungsi yang luput dari donasi pihak lain
MATARAM.lombokjournal.com — Wujud pengamalan nilai-nilai Tri Darma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat , Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Mataram (PP IKA Unram) berserta IKA Unram Jawa Timur dan Himpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri ( Himpuni), mengadakan Bhakti sosial dan pemberian sumbangan kepada korban gempa dipuluhan titik di Lombok Barat maupun KLU sejak Sabtu (11/08) .
Ketiga Lembaga tersebut mendatangi para korban gempa guna menyerahkan sejumlah sumbangan seperti biskuit , terpal , susu bayi, pempers , pembalut wanita , nasi bungkus , dan lain-lain..
Hingga Jumat ( 17/8) , IKA Unram sudah menyerahkan donasi untuk korban gempa di 25 titik baik di Lombok Barat maupun KLU.
Sekretaris Umum PP IKA Unram, Drs Cukup Wibowo MMPd mengatakan, bhakti sosial yang dilakukan IKA Unram sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Lombok umumnya dan masyarakat Lombok Utara khususnya.
Dampak maupun ekskalasi yang ditimbulkan bencana gempa tersebut begitu dahsyat dan menggetarkan.
“Sebagai wujud keprihatinan bersama, PP IKA Unram akan tetap menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Lombok yang terdampak,” ujar Cukup Wibowo di sela-sela penyerahkan paket bantuan gempa di desa Sesela , kecamatan Gunung Sari, Kamis (16/08) sore.
Cukup menambahkan, hingga saat ini IKA Unram setiap hari akan menyerahkan bantuan korban gempa ke titik-titik pengungsi yang luput dari donasi pihak lain. IKA Unram pun menyadari karena luasnya wilayah kerusakan daerah gempa tidak mudah menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Disinilah peran penting relawan kemanusiaan mem-back up sisi yang belum dijamah oleh bantuan pemerintah daerah ,”bebernya .
Diakui Cukup, IKA Unram tidak mungkin bisa mengcover semua kebutuhan hidup para pengungsi. Meskipun demikian, IKA Unram akan tetap concern dan peduli terhadap penderitaan korban gempa.
“Insya Alloh IKA Unram akan tetap menyalurkan bantuan ini secara adil,” tukasnya .
Donasi Himpuni dan IkA Unram Jatim
Bendahara Umum PP IKA Unram Nasiva menginfokan, hingga saat ini pihaknya sudah membelanjakan bantuan korban gempa dalam bentuk barang dan makanan hampir 30 jutaan yang bersumber dari Kas PP IKA Unram Himpuni dan IKA Unram Jatim.
“Pendek kata pengurus IKA Unram akan tetap mendistribusikan bantuan gempa ini dalam tempo yang tidak ditentukan ,” tambah Nasiva .
Dia pun menambahkan, IKA Unram di bawah komando Ketum PP IKA Unram, Sirra Prayuna ,kelak apa yang sudah dilakukan IKA Unram ini bisa menjadi spirit atau penyemangat organisasi alumni lain untuk bergerak meringankan derita warga KLU.
“IKA Unram mendorong para donatur lainnya membantu sesama yang tertimpa musibah ini agar bisa segera pulih kehidupannya ,” imbuhnya.
Sementara itu pengurus PP IKA Unram lain seperti Amri Nuryadi , Lahmudin maupun Lalu Athari Fathullah mengimbau agar para pedagang tidak menaikkan harga untuk kebutuhan para pengungsi seperti terpal , tenda ataupun makanan.
“Kami menemukan indikasi ada kenaikkan harga barang yang tidak wajar,” ujar Amri Nuryadi yang juga seorang lawyer muda.
Untuk itu IKA Unram , lanjut Lahmudin mengajak para pedagang untuk berempati terhadap bencana ini dengan cara tidak menaikkan harga barang kebutuhan untuk pengungsi secara sepihak.
“Masyarakat pasti akan mencatat setiap perilaku pedagang yang ambil untung tidak wajar disaat bencana ,” pungkasnya .
Me
Mengharukan, Apel Bendera 17 Agustus DPC PDIP KLU dan Pengungsi
Saat ini kehidupan warga KLU sedang mengalami ujian tapi warga KLU tidak boleh larut oleh rasa duka yang berkepanjangan
LOMBOK UTARA.lombokjournal.com — Upacara apel bendera HuT RI ke 73, Jumat (17/08) pagi yang dilakukan DPC PDIP KLU bersama sejumlah pengungsi di Posko Baguna PDIP, depan pasar Tanjung – Lombok Utara, berlangsung hikmat dan penuh haru.
Semua peserta upacara apel bendera sudah tidak memiliki rumah tinggal yang utuh , baik itu pengurus PDiP maupun pengungsi . Mereka semua tinggal di tenda pengungsian di beberapa titik pengungsian .
Pelaksanaan upacara HUT RI ke 73 didahului dengan upacara menaikkan bendera sang saka merah putih oleh tiga orang siswi, yaitu Denek Bini giskha asal SMA 1 Tanjung, Bini Wulan asal SMK 1 Tanjung Laora asal SMP 1 Tanjung.
Sekolah mereka pun rusak dan hancur akibat gempa. Ketiganya tinggal di posko pengungsian bersama orang tuanya .Sedangkan komandan upacaranya Dan Satgas PDIP KLU , Hasanuddin .
Sementara itu Ketua Baguna PDIP NTB , Ahmad Sukro didaulat membacakan Teks Pancasila. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Ketua DPC PDI KLU , Raden Nuna Abriadi sekaligus yang membacakan teks Proklamasi .
Dalam amanat pesan upacara apel bendera , inspektur upacara Raden Nuna Abriadi mengatakan saat ini kehidupan warga KLU sedang mengalami ujian oleh Yang Maha Kuasa. Untuk itu warga KLU tidak boleh larut oleh rasa duka yang berkepanjangan.
Saat seperti inilah wajah kemanusian partai harus ditampilkan. Nuna mengajak kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila, sari patinya adalah gotong royong membangun semangat kebersamaan, memeras keringat bersama, membanting tulang bersama, bantu membantu bersama, berat sama di pikul tingan sama di jinjing, semangat itulah yang harus dipupuk dan gelorakan dalam menghadapi musibah.
“Saya mengajak smua elemen terutama para kader partai utk bergandengan tangan tertawa dan menangis bersama rakyat, berhentilah menangis ayo bangkit dan berdiri tegak kita songsong hari esok yg lebih baik,” tambah Raden Nuna .
Kesan peserta upacara HUT RI
Peserta upacara Findri Puspita Sari dari Baguna PDIP DKI sangat terkesan bisa mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Tanjung bersama PDIP KLU dan pengungsi, meskipun sejatinya mereka semua korban gempa bumii.
Findri mengakui pelaksanaan upacara bendera ini jauh dari kemewahan.Itu menunjukkan kami sebagai kader PDIP Perjuangan dimana pun dan dlm situasi apa pun selalu ada di tengah-tengah rakyat, termasuk dalam situasi bencana sekali pun.
“Kami tetap ingin bendera merah putih berkibar. Sebagai bentuk kecintaan kami terhadap negara republik Indonesia,” ungkapnya.
Seorang pengungsi , Hasmah mengutarakan dirinya ikut apel HUT RI ke 73 bersama PDIP sebagai bagian untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan bangsa, yang telah memerdekakan NKRI dari belenggu penjajah.
Selanjutnya, Bendahara DPD PDI NTB, Edi Sukmono yang hadir mewakili Ketua DPD PDIP NTB , H Rachmat Hidayat merasa terhormat bisa mengikuti peringatan detik – detik proklamasi bersama DPC PDIP KLU dan para pengungsi.
“Ini bentuk JasMerah ( Jangan sekali-kali melupakan Sejarah) yakni tetap mengenang para the founding Father negeri ini,” pungkasnya
Me
PDIP NTB Instruksikan Kadernya Dampingi Korban Gempa Lombok .
Hingga saat ini sudah puluhan ton aneka barang dan makanan bantuan kemanusiaan dari PDIP se Indonesia yang sudah disalurkan siang malam kepada para korban gempa bumi oleh para relawan Baguna maupun kader PDIP lainnya
MATARAM.lombokjournal.com — DPC PDIP Kota Surabaya melalui Baguna DPP PDIP menyerahkan bantuan korban gempa Lombok satu kontainer (5 ton) yang terdiri dari aneka barang dan makanan seperti terpal , tenda , makanan bayi, pempers, pembalut wanita, mie instan, obat-obatan, dan lain lain.
Serah terima bantuan tersebut dilaksanakan di Kantor DPD PDIP NTB, di Jalan Lingkar Selatan, Senin (13/08). Dari pihak Baguna DPP PDI diwakili oleh Feri menyerahkan langsung kepada Bendahara Umum DPD PDIP NTB, Edi Sukmono .
Dalam kata sambutan, Bendum PDIP NTB, menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPC PDIP kota Surabaya yang peduli dan bersolidaritas terhadap korban Gempa Lombok. Hal ini sesuai ajaran Bung Karno untuk tetap mengamalkan sikap gotong royong dalam membantu wong cilik.
“Selanjutnya PDIP NTB akan menyalurkan Dropping bantuan kemanusiaan ini kesejumlah titik yang terdampak akibat gempa baik di Lombok Utara , Lombok Timur , Lombok Barat maupun Lombok Tengah,” ungkap Edi Sukmono yang juga Caleg DPR RI dapil NTB 2 Pulau Lombok .
Edi Sukmono mengatakan, hingga saat ini sudah puluhan ton aneka barang dan makanan bantuan kemanusiaan dari PDIP se Indonesia yang sudah disalurkan siang malam kepada para korban gempa bumi oleh para relawan Baguna maupun kader PDIP lainnya.
” Selain itu Tim Medis, Paramedis maupun trauma healing PDIP juga sudah turun ke lapangan untuk memberikan layanan kesehatan gratis ke sejumlah lokasi korban gempa yang sulit dijangkau,” tambahnya .
Terpisah, Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat yang sedang menunaikan ibadah haji meminta semua kader PDIP NTB untuk tetap turun ke lapangan membantu dan meringankan korban gempa.
Rachmat mengakui , hampir semua kader PDIP, khususnya yang berdomisili di KLU terkena dampak Gempa, rumahnya banyak yang ambruk, termasuk Ketua DPC PDIP KLU , Raden Nuna Abriadi.
” Atasnama partai saya menyampaikan penghargaan kepada segenap elemen dan kader PDIP yang bergotong royong membantu sesamanya tanpa pamrih , meskipun mereka juga menjadi korban dasyatnya gempa KLU,” tambah Ketua DPD PDIP NTB yang kharismatik ini.
Lebih jauh Rachmat berharap, agar momentum gempa bumi dijadikan tonggak untuk memperkuat solidaritas sosial sesama warga NKRI.
“Gempa KLU mengajarkan semua pihak pentingnya menjaga ikatan persatuan dan kesatuan sebangsa dan setanah air,” bebernya .
Donasi Jayakarta Hotel
Sementara itu hari ini , Kamis (16/8) , bertempat di kantor DPD PDIP NTB , Hotel Jayakarta diwakili oleh manager accounting, Iin menyerahkan donasi/bantuan satu ton beras kepada DPD PDIP NTB untuk disalurkan kepada korban Gempa.
“Atasnama DPD PDIP NTB kami menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan kepercayaan hotel Jayakarta menyalurkan sumbangan gempa Lombok melalui PDIP ,” kata Edi Sukmono.
Dikatakannya, sumbangan dari Jayakarta Hotel akan segera disalurkan kepada para korban gempa oleh para relawan PDIP, termasuk untuk menunjang dapur umum Baguna PDiP yang beroperasi di beberapa titik pengungsian.
Me
Satgaskes Yonkes 2 Kostrad Lakukan Pendistribusian Air Bersih Dan Kegiatan Trauma Healing
Trauma healing mencegah dari trauma anak-anak berkepanjangan, dan apabila dibiarkan dampak psikologisnya anak akan menyendiri, sedih,dan sulit tidur
Trauma healing
LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Satgaskes Yonkes 2 Kostrad mendistribusikan air bersih di tempat pengungsian di Desa Sokong Kec. Tanjung Kab. Lombok Utara ,Kamis (16/08 ) guna memenuhi pasokan air bersih.
Warga menyambut antusias dengan memadati tangki Air menggunakan ember, galon, maupun alat untuk mengambil air lainnya . Mereka rela mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pasokan air bersih tersebut.
Danyonkes 2 Kostrad, Letkol Ckm dr. Shohibul Hilmi Sp.OT mengatakan, pendistribusian air bersih ini akan dilakukan di tempat -tempat pengungsian warga lainnya sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.
“Karena ada tempat -tempat pengungsian yang masih belum mendapatkan air bersih, dan kami akan berupaya seluruhnya mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari –hari,” jegasnya
Selain mendistribusikan air bersih ke tempat pengungsian warga, personel satgaskes Yonkes 2 Kostrad melaksanakan kegiatan ‘ Trauma Healing ” kepada anak-anak korban gempa di tempat pengungsian, sebagai salah satu cara menghilangkan trauma pada anak –anak.
Menurut Serda Derajat, personel Satgas Yonkes 2 Kostrad, kegiatan trauma healing untuk anak-anak korban gempa dengan cara melakukan kegiatan bermain, belajar dan seni suara. Salah satunya adalah menyanyikan lagu INDONESIA RAYA secara berkelompok.
Kegiatan trauma healing mencegah dari trauma berkepanjangan, dan apabila dibiarkan dampak psikologisnya anak akan menyendiri, sedih,dan sulit tidur.
AYA/hms NTB
Gubernur Terima Bantuan Dari Media Grup dan Warga Bandung
Media Grup memberikan sumbangan hasil donasi pemirsa Metro TV sebesar enam miliar rupiah. Sedangkan Walikota Bandung, Kang Emil menyerahkan bantuan warga Bandung dan netizen seluruh dunia sebesar dua miliar rupiah
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Pimpinan Redaksi Media Grup, Don Bosco dan Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menyampaikan bantuan untuk para korban Gempa Lombok.
Bantuan tersebut diterima langsung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi di Kantor Camat Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (16/08).
Gubernur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) itu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada media grup yang telah menggalang dana dari pemirsa Metro TV, hingga mencapai miliaran rupiah.
Hal yang sama juga disampaikan Gubernur kepada Walikota Bandung, Kang Emil. Gubernur NTB dua perido tersebut menyampaikan terima kepada seluruh masyarakat dan pemerintah Kota Bandung, karena telah bersedia untuk saling berbagi dan membantu dengan masyarakat NTB.
“Sampaikan salam ta’jim kami, masyarakat NTB kepada warga Kota Bandung dan seluruh netizen yang memberikan sumbangan,” ungkap Gubernur.
Gubernur menyampaikan, kehadiran Media Group, Walikota Bandung serta seluruh donatur yang peduli terhadap warga Lombok, NTB menunjukkan sebuah jati diri bangsa Indonesia.
“Jati diri kita sebagai bangsa adalah rasa persatuan,” jelas Gubernur TGB.
Saat itu, Media Grup memberikan sumbangan hasil donasi pemirsa Metro TV sebesar enam miliar rupiah. Sedangkan Walikota Bandung, Kang Emil menyerahkan bantuan warga Bandung dan netizen seluruh dunia sebesar dua miliar rupiah.