Deklarasi “NTB Bangun Kembali”, Gubernur NTB Ajak Kokohkan Kebersamaan Dan Persaudaraan

Seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, diajak berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah tercinta yang sangat indah

Dr. TGH. M. Zainul Majdi

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com —  Berakhirnya masa tanggap darurat 25 Agustus 2018, Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendeklarasikan “NTB Bangun Kembali” dengan memimpin apel di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Senin, (27/08).

Peserta apel terdiri dari Unsur TNI, Polri, ASN, Mahasiswa, BNPB, dan Kepala Desa se-Kabupaten Lombok Utara.

Gubernur selaku inspektur apel mengatakan di hadapan peserta, sebaik-sebaik modal untuk membangun daerah kembali pasca musibah gempa bumi adalah kebersamaan. Sedangkan sekokoh-kokohnya pondasi untuk membangun adalah persaudaraan dan gotong royong.

Terkait gempa, yang tidak hanya menimpa Lombok namun  juga Pulau Sumbawa, Gubernur meminta masyarakat untuk tetap tenang. Meski dilanda bencana, namun Gubernur meyakini, NTB merupakan daerah yang memiliki  persaudaraan yang kokoh dan kuat.

“Daerah-daerah yang tahan uji dalam keadaan apa pun adalah daerah yang warganya bersatu padu dalam kebaikan. Maka saatnya dalam rekonstruksi dan rehabilitasi ini kita tampakkan dan kita wujudkan itu semua,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang terdampak musibah gempa bumi, untuk berjuang bersama-sama merehabilitasi dan merekonstruksi, membangun kembali daerah tercinta yang sangat indah.

“Insya Allah kita akan lebih baik lagi dibanding sebelumnya,” ujar TGB.

Masyarakat diajak tidak lagi bersedih, saatnya sekarang untuk berkeringat dengan kerja keras untuk seterusnya.

Gubernur  juga mengingatkan masyarakat, saat ini bukan lagi saatnya untuk berleha-leha, namun saatnya untuk berpeluh-peluh dan bergandengan tangan untuk bergotong royong bekerjasama membangun kembali NTB yang kita cintai ini.

“Siap bapak ibu?, “Lombok Bangun Kembali”, NTB Bangun Kembali,” spirit TGB menyemangati masyarakat dan seluruh peserta apel untuk bangkit kembali.

Gubernur menjelaskan, sebagai instrument penyemangat dari seluruh pihak, Presiden telah mengeluarkan Inpres nomor 5 tahun 2018 yang telah menjelaskan, siapa melakukan apa sudah sangat jelas dalam Inpres tersebut.

Saat ini juga, bantuan dan dukungan dari perangkat negara kepada NTB sudah luar biasa. Sahabat-sahabat, saudara-saudara kita TNI dan POLRI, demikianpun dari BNPB, Basarnas dan bahkan dari relawan-relawan yang jumlahnya ribuan berasal dari berbagai elemen masyarakat, tidak hanya yang ada di Indonesia yang di luar negeri pun, semua bersatu padu.

Baik yang bisa datang langsung untuk terjun kemari, dan yang tidak bisa terjun langsung meraka mengirim bantuannya.

”Yang tidak sanggup untuk membantu dengan materi juga tak pupus memanjatkan do’a, itu semua adalah tambahan energy dari kita semua untuk membangun negeri kita lebih baik lagi,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengingatkan, yang paling utama sumber daya untuk mengembalikan daerah kita menjadi lebih baik dari sebelumnya adalah sumber daya yang ada pada diri endiri.

Kebersamaan anak-anak muda di Lombok, para mahasiswa dimana pun di NTB yang ada di wilayah-wilayah bencana adalah kesempatan yang luar biasa untuk mebuktikan kecintaan kita kepada NTB, kecintaan kita kepada Indonesia.

“Mari kita berikan pagi ini sebagai awal yang baik awal yang berkah untuk kita merehabilitasi daerah kita yang kita cintai ini. Tetap maksimal memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dalam suasana dan kondisi apapun,” pintanya.

AYA/hms




KASAD Mulyono Tinjau Asrama Prajurit Pasca Gempa

Bangunan yang rusak tidak akan dibongkar total, namun akan direkonstruksi hingga tahan terhadap gempa dengan pembangunannya akan diserahkan kepada Kodam IX/Udayana secara swakelola

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono bersama Ketua Persit KCK Ny. Sita Mulyono dan rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (27/08).

Setiba di Mako Yonif 742/SWY, Kasad beserta rombongan langsung memeriksa kondisi bangunan TK Kartika Gebang. Ia juga memberikan bantuan dan bingkisan kepada anak-anak TK Kartika dan meninjau asrama yang rusak akibat gempa didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

“Tahapan tanggap darurat sudah selesai, saya ingin tahu kondisi prajurit yang tertimpa musibah gempa, apakah ada korban atau tidak, asramanya bagaimana dan kondisi kehidupannya seperti apa,” ujar Mulyono di Asrama Gebang, Kota Mataram, NTB, Senin (27/8).

Ia menyampaikan, saat ini tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi sedang berjalan sehingga tidak tidak harus menunggu bantuan bantuan dari mana-mana.

“Saya akan langsung memberikan bantuan atas dukungan teman-teman untuk segera rumah-rumah prajurit diperbaiki,” kata dia.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran TNI AD tersebut juga menjelaskan dana bantuan perehaban yang akan diberikan sebesar Rp 5 miliar.

Jumlah itu sesuai laporan perhitungan biaya perbaikan dari Kodam IX/Udayana untuk memperbaiki rumah-rumah prajurit yang rusak, TK Kartika dan barak prajurit agar segera dibangun dan ditempati lagi.

Menurutnya, bangunan yang rusak tidak akan dibongkar total, namun akan direkonstruksi hingga tahan terhadap gempa dengan pembangunannya akan diserahkan kepada Kodam IX/Udayana secara swakelola.

Terkait dengan pembentukan Komando Operasi Satgas Gabungan (Koopsgasgab) Terpadu oleh Panglima TNI, Mulyono menjelaskan untuk unsur-unsur yang sudah ada tetap dipertahankan dan pembangunan secara spesifik sesuai permintaan.

“Pembentukan Koopsgasgab terkait dengan kemampuan rehabiliatasi dan rekonstruksi pasca tanggap darurat bencana,  dan sekarang juga sudah ada penambahan personel 2 Batalyon Zeni untuk membantu Pemerintah Daerah dalam rehabilitasi dan rekonstruksi dengan seluruh peralatannya,” katanya menambahkan.

AYA

 




Gubernur NTB Minta Pemotongan Tarif Transportasi Pengiriman Bantuan ke Sumbawa

Gubernur minta Kementerian Perhubungan untuk memudahkan pengangkutan bantuan ke lokasi terdampak di Sumbawa itu melalui tarif transportasi yang murah, agar tidak menambah beban masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com  —  Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi meminta Kementerian Perhubungan RI agar dapat memperpanjang pemotongan tarif transportasi untuk pengiriman bantuan ke pulau Sumbawa.

Sebab saat ini, lokasi terdampak gempa bumi tidak hanya di pulau Lombok. Namun juga di sejumlah kabupaten di Pulau Sumbawa.

Permintaan itu disampaikan Gubernur NTB Saat bertemu dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi yang melakukan kunjungan kerja ke NTB, Minggu (26/08).

Gubernur bertemu dengan Menhub di Roemah Makan Langko, Kota Mataram dan membicarakan sejumlah hal yang berkaitan dengan penanganan para korban pasca gempa. Bahkan program pemulihan setelah berakhirnya masa tanggap darurat, Tanggal 25 Agustus 2018.

Kabupaten di Pulau Sumbawa yang paling merasakan dampak gempa tersebut adalah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Ratusan rumah mengalami kerusakan dan ratusan kepala keluarga harus mengungsi akibat musibah tersebut.

Karena itu, Gubernur minta Kementerian Perhubungan untuk memudahkan pengangkutan bantuan ke lokasi terdampak di Sumbawa itu melalui tarif transportasi yang murah, agar tidak menambah beban masyarakat.

Usai bertemu Gubernur, Menhub melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi. Yaitu meninjau masyarakat terdampak bencana gempa di Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara dan meninjau Pool Damri.

Di lokasi pengungsian, Menhub menyerahkan bantuan secara simbolis ke BNPB.

AYA/hms




Tanggap Darurat Berakhir,  Pemulihan “Lombok Bangun Kembali’’ Dimulai

Kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih, masyarakatt dipastikan segera  mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan ke depan

MATARAM.lombokjournal.com —  Masa tanggap darurat bencana Gempa Bumi di NTB,  tanggal 29 Juli sampai tanggal 25 Agustus 2018, berakhir.

Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan launching peralihan dari masa transisi tanggap darurat menjadi masa masa pemulihan “Lombok Bangun Kembali” , Senin (27/08) 2018 di Kabupaten Lombok Utara(KLU) .

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiyadi Sayuti, M.Sc., Ph.D, mengatakan itu pada media usai memimpin rapat dengan jajaran terkait di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Sabtu, (25/08).

Dijelaskan, usai masa tanggap darurat, unsur TNI dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) akan melanjutkan kegiatan-kegiatan setelah tanggap darurat tersebut, baik yang sudah selesai dan yang belum selesai pada masa tanggap darurat.

“Intinya sudah tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan evakuasi dan penyelamatan, semua sudah dilaksanakan. Korban sudah teridentifikasi dan dalam proses pemulihan, baik di Rumah Sakit maupun tempat masing-masing,” ujar Sekda.

Saat ini yang perlu dilakukan, bagaimana membangun kembali rumah-rumah rakyat maupun fasilitas publik yang terdampak ketika bencana gempa kemarin. Hal itu diperkuat seiring keluarnya Inpres nomor 5 tahun 2018.

Dengan Inpres tersebut, masa pemulihan diharapkan dapat selesai dalam masa waktu 6 bulan ke depan.

Dipaparkan, salah satu instrumen pemerintah yang akan membatu masa pemulihan rumah masyarakat di NTB, yaitu istrumen dari Panglima TNI dengan dibentuknya Komando Satuan Tugas Gabungan yang akan meliputi seluruh Kabupaten Terdampak, dibawah Komando Mayor Jendral TNI Madsuni.

Satgab membawahi 4 sektor, antara lain Sektor Sambalia dan Sumbawa, Sektor Kayangan dan sekitarnya, Sektor Pamenang, dan Sektor Gunung Sari meliputi Kota Mataram dan Lombok Tengah.

“Saat ini secara umum semua kebutuhan mendasar masyarakat sudah dapat tertangani dengan baik, ” ujar Sekda.

Kekurangan-kekurangan seperti tenda, MCK dan air bersih, pemerintah segera memastikan masyarat untuk mendapatkan fasilitas yang layak untuk dapat bertahan selama paling tidak dua atau tiga bulan ke depan.

“Dalam waktu dekat BNPB akan menyiapkan 5000 Tenda yang akan didatangkan dari luar daerah,” ujar Pak Ros.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) sesuai dengan kondisi dari warga terdampak.

Jumlah rusak berat sesuai data saat ini sebanyak 70 ribu, berarti ada sekian KK yang membutuhkan RHS sebelum rumahnya bisa dibangun kembali.

Kendala saat ini adalah dalam proses distribusi, karena tidak semua barang yang kita butuhkan dapat diangkut sekaligus dari luar daerah. Misalnya dari bandara Halim Perdana Kusuma, Pesawat Hercules tidak mampu mengangkut tenda yang kita pesan sekaligus.

Di tingkat lokal atau di Mataram hampir sudah tidak bisa kita beli lansung kebutuhan seperti tenda, sehingga kita perlu datangkan dari luar.

Terkait dengan pendidikan, Pak Ros mengatakan, mulai minggu ini kegiatan belajar mengajar sudah mulai aktif.

Khusus di Kabupaten Lombok Utara (KLU),  proses belajar sementara di tenda yang ada di tempat pengungsian masing-masing, dengan pola belajar gabungan sesuai jenjang kelas yang ada, tanpa membedakan sekolahnya dari mana.

Proses ini akan berjalan sambil menunggu selesainya pembangunan ruang kelas sementara yang dibangun di dekat sekolah masing-masing.

Dharapkannya kegiatan Trauma Healing juga perlu terus dilakukan, karena masih banyak anak-anak yang takut bersekolah dan orang tua yang masih takut mengantarkan anaknya untuk bersekolah.

“Dalam waktu dekat akan segera datang tambahan alat-alat berat dari Mabes TNI. Sehingga proses rekonstruksi pemulihan “Lombok Bangun Kembali” berjalan lebih cepat dari yang ditargetkan pemerintah. Dengan demikian kegiatan perekonomian8 masyarakat dapat segera bangkit seperti biasa,” pungkas Pak Ros.

Hadir dalam rapat para Staf Ahli, para  Asisten, TGP2D, Kepala BPBD, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Karo Umum, Karo Humas dan Protokol, Karo Organisasi, Karo Adm. Kesra, Karo Pemerintahan, Karo Ekonomi, Danrem 162/WB, Dandim se-pulau Lombok, Kasi/Pasi Rem 162/WB, Dan/Ka Disjan Rem 162/WB, Danyonif 742/SWY, dan Dantim Intelrem 162/WB.

AYA




NU Peduli Tetapkan Desa Bukit Tinggi Lobar Salah Satu Wilayah Dampingan

Selain memberikan bantuan yang bersifat karikatif dan Medis, NU Peduli juga akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan dibeberapa titik pengungsi selama 6 bulan terhitung mulai bulan September 2018

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Usai tanggap darurat gempa yANg ditetapkan pemerintah hingga tanggal 25 Agustus mendatang , Tim NU Peduli akan tetap menyalurkan distribusi bantuan untuk korban gempa.

Ketua Tim NU Peduli untuk Korban Gempa Lombok , Baiq Mulianah mengatakan, bantuan itu termasuk mengerahkan tim medis, paramedis dan trauma healing untuk memulihkan dan mengobati penyakit  di sejumlah tenda pengungsian.

“Saat ini NU Peduli mengkoordinir 34 orang  tim medis, termasuk dokter spesialis yg diperbantukan di RS darurat Pemda KLU maupun yang melakukan pelayanan kesehatan di puluhan titik pengungsian ,” ungkap Baiq Mulianah , di Posko Utama NU Peduli , Aula PW NU NTB, Jl. Pendidikan Mataram, Kamis (23/08)

Menurut Baiq Mulianah , NU Peduli hingga saat ini tetap menyalurkan bantuan kemanusiaan dari para donatur untuk korban gempa. Relawan-relawan NU Peduli tetap bergerak disetiap titik pengungsi yang kurang mendapatkan perhatian .

“Untuk agenda Bhakti sosial kesehatan kamis ini, tim medis NU Peduli menggelar pengobatan gratis usai istighosah di lapangan  Gunung Sari dan di desa bukit tinggi Lombok Barat karena secara geografis dusun tersebut terpencil dan luput dari perhatian,” imbuhnya .

Baiq Mulianah  melanjutkan untuk hewan korban , NU Peduli mendapatkan bantuan 12 sapi dan 12 kambing dari para donatur.

“Semua hewan korban tersebut akan disalurkan dan dibagikan kesemua titik korban gempa melalui PC NU se-pulau Lombok dan titik pengungsi lainnya seperti Tegal kota Mataram , Sigar Penjalin, Santong, mumbul sari, Gunung Sari,  Sambelia – obel-obel, dan lain lain,” tambahnya .

Baiq Mulianah juga menginfokan NU Peduli juga akan menerima donasi dari Bank of China sebesar 100 juta untuk korban gempa Lombok.

“Untuk MoU nya besok di Jakarta,  Jumat   (23/08) yang  akan diwakili oleh PBNU/LazisNU ,” ujar Baiq Mul.

Selain memberikan bantuan yang bersifat karikatif dan Medis, NU Peduli juga akan memberikan pendampingan dan pemberdayaan dibeberapa titik pengungsi selama 6 bulan terhitung mulai bulan September 2018.

Baiq Mulianah  menambahkan untuk pendampingan pengungsi ini , pihak NU Peduli akan menitik beratkan pada upaya pemulihan dan rehabilitasi paska gempa.

“Ada lima program atau klaster yang akan di lakukan Tim NU Peduli  dalam pemberdayaan  pengungsi ini yakni program kesehatan , pendidikan ,  perlindungan dan pengungsian , logistik dan sarana prasarana,” kata Baiq Mulianah  sembari mengatakan kelima klaster tersebut saling kait mengait satu sama lain.

Pemberdayaan Desa Bukit Tinggi Lombok Barat

Terkait rencana program NU Peduli akan melakukan pendampingan dan pemberdayaan pengungsi untuk enam bulan ke depan,  dibenarkan oleh Ketua dan Sekretaris PC NU Lombok Barat .

Usai acara istighosah di lapangan gunung sari, Ketua PC NU Lombok Barat, Dr H Nazar Naamy M.Si mengatakan terpilihnya Desa Bukit Tinggi sebagai kawasan dampingan NU Peduli, karena wilayah tersebut medannya sulit dan jarang disentuh oleh bantuan kemanusiaan usai gempa.

Padahal hampir semua penduduk nya yang 882 KK di bukit tinggi rumahnya roboh dan rata akibat gempa 7 SR dan gempa susulan lainnya.

“PC NU Lombok Barat dibawah koordinasi NU Peduli melakukan layanan kesehatan , bantuan logistik pengungsi , termasuk terpal, tenda dan pemasangan  tandon air kapasitas 5000 liter   ,” tambah Sekretaris PC NU Lombok Barat Ahmad Ali Maksum, M Si.

Ditambahkan oleh Ahmad Ali Maksum bahwa PC NU Lombok Barat untuk tanggap darurat gempa dengan koordinasi dengan tim NU Peduli sudah mendirikan 4 Posko pengungsian yakni di batu layar , Gunung Sari, Lingsar dan Narmada.

Sejak tanggal 5 Agustus lalu, PC NU Lombok Barat atas donasi dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPPBI) Kudus Jawa Tengah mendirikan Masjid Darurat di desa Longlit Nyiur Lembang , kecamatan Narmada Lombok Barat.

” PC NU Lombok Barat juga mengirimkan satu peleton Banser ke Lombok Timur saat gempa tgl 29 Agustus lalu,” tambah Dr H Nazar Naamy.

Ketua PC NU Lombok Barat itu membenarkan, untuk acara doa istighosah di lapangan Gunung Sari Lombok Barat kamis (23/08), pihaknya termasuk salah satu yang   menginisiasi pelaksanaan kegiatan  yang dilaksanakan oleh Pemda Lombok Barat dan beberapa Ormas ini.

Acara doa  dan dzikir untuk gempa Lombok yang digelar Pemda Lombok Barat dilapangan Gunung Sari tadi pagi, Kamis (23/08) mendapat sambutan dan antusiasme yang luar biasa dari warga Lombok barat.

Lebih dari 5000  ribuan warga menghadiri acara ini .Tampak  Hadir dalam acara istighosah tersebut Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi,  Rois Syuriah PBNU , Prof Dr Kyai Manarul Hidayat MA , Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dan jajaran Muspida Lombok Barat serta Ketua PW NU NTB , TGH Taqiuddin Masyur yang didampingi Sekretaris PW NU NTB, Lalu Winengan.

sai Acara Istighosah, Tim Medis NU Peduli menggelar pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis masyarakat korban gempa yang mendapat sambutan baik dari para warga dengan memeriksakan kesehatannya.

“Alhamdulilah pelayanan kesehatan NU Peduli mendapat sambutan baik dari warga dan pengungsi Lombok barat,” tukas Baiq Mulianah yang memantau langsung di lapangan.

Me




Masyarakat Menggelar Sholat Taubat, Dzikir dan Do’a Mohon Keselamatan

Bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah adalah ujian dan cobaan bagi orang beriman, dan itu sudah dijelaskan dalam al quran Allah

MATARAM.lombokjournal.com — Ribuan masyarakat menggelar Sholat Taubat, Dzikir dan Do’a bersama, Kamis (23/08), dipusatkan di Lapangan Umum Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Pemkab Lombok Barat bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Lombok Barat, menginisiasi acara tersebut untuk memohon keselamatan dan keamanan setelah dilanda gempa bumi.

Kegiatan yang dihadiri yang diawali istighosah guna bermunajat kepada Allah itu dihadiri Gubernur NTB, TGH  M Zainul Majdi.

“Tiang adalah bagian dari pelungguh semua, apa yang bapak ibu rasakan begitu juga yang saya rasakan, ada kekhawatiran bahkan ketakutan seperti itu juga yang saya rasakan,” ucap Gubernur.

Ribuan masyarakat umum, pelajar, mahasiswa itu, memarakkan kegiatan sholat taubat yang berlangsung mulai pukul 07.00 WITA itu. Diharapkan, untuk seluruh kabupaten/kota di provinsi NTB dihimbau menggelar kegiatan yang sama secara serentak di daerah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, gubernur  juga menyampaikan hal yang perlu diingat oleh seluruh masyarakat NTB, bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah adalah ujian dan cobaan bagi orang beriman, dan itu sudah dijelaskan dlam al quran Allah.

“Bagi saya dan insyallah kita semua musibah dan cobaan ini mudah-mudahan buahnya, kita semakin kokoh dan kuat keyakinan kita pada Allah,” tegas TGB.

Menurutnya, para ulama menyampaikan tiga berkah dari musibah maupun bencana itu, yaknii pertama, derajat akan ditinggikan, dosa-dosa akan diampunkan, pahala-pahala akan dilipatgandakan.

TGB mengajak untuk tetap bersyukur dan bersabar, semua yang terjadi besok tidak ada yang tahu, serta tidak mempercayai hoax.  Apalagi yang membuat keyakinan kita rusak kepada Allah dan membuat tawakkal kita berkurang.

Setelah semua ini, semua bencana pasti akan berlalu, yang tersisa adalah kita seperti apa, apa kekuatan dan keimanan kita akan bertambah, seperti apa ibadah kita, disitulah penilaian dari Allah.

Usai melaksanakan Shalat sunah taubat berjamaah, yang disempurnakan dengan membacakan qunut nazilah, masyarakat berdoa dengan harapan musibah yang sedang dialami sekarang ini diangkat oleh Allah dan diganti dengan keberkahan dan ketenangan hati.

“Maka kokohkanlah keyakinan kita,” ajak gubernur.

Gubernur  juga menyampaikan terima kasih bagi semua pihak, baik dari daerah, pusat, dari TNI dan Polri yang tetap tegar berdiri dalam kekalutan kita untuk terus menjaga keamananan bersama rakyat.

Mengakiri acara tersebut, Prof Dr. K.H. Manarul Hidayah, MA memimpin doa dan dzikir.

AYA/hms NTB




Pemda KLU Perlu Benahi Pendistribusian Air bersih Untuk Pengungsi

Permasalahan air bersih di KLU tidak hanya terjadi pada saat gempa saja. Jauh sebelum, gempa  di beberapa kawasan di Lombok Utara kesulitan mendapatkan akses air bersih apalagi jika musim kemarau tiba

lombokjournal.com — Penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara dinilai sudah berjalan dengan baik.

Distribusi bantuan kemanusiaan oleh pemerintah dan relawan untuk para pengungsi sudah merata bahkan berlebihan. Aliran listrik di sebagian wilayah sudah berjalan normal.

Ketua Umum Badan Penanggulangan Bencana ( BAGUNA) DPP PDIP , Ribka Ciptaning mengatakan itu usai melakukan peninjauan lapangan bersama Tim BAGUNA dan Pengurus DPC PDIP KLU kesejumlah titik pengungsi  Selasa (21/08)

“Namun demikian, Pemda KLU perlu segera memulihkan jaringan pipa air PDAM yang rusak. Sementara itu  management pendistribusian  pasokan air bersih di sejumlah titik konsentrasi pengungsi masih kurang maksimal,” ujar Ribka Ciptaning.

Menurut Ribka , kunjungan lapangan itu untuk  mendengar sejumlah  aspirasi para pengungsi di Pemenang , tanjung, Gangga/Bentek dan Kayangan.

Rata-rata para pengungsi mengeluhkan distribusi pasokan air bersih yang tidak merata dan tidak jelas jadwal pengirimannya.

“Jika hal ini dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut akan menjadi preseden yang tidak baik bagi proses penanganan gempa KLU ,” ungkapnya didampingi ajudan dan staf ahlinya, Ida Rappe dan Martamah.

Ribka  menambahkan, permasalahan air bersih di KLU tidak hanya terjadi pada saat gempa saja. Jauh sebelum, gempa  di beberapa kawasan di Lombok Utara kesulitan mendapatkan akses air bersih apalagi jika musim kemarau tiba.

” Pemda KLU dan stakeholder  paska tanggap darurat ini perlu  memikirkan secara serius ketersediaan jaringan pipanisasi  air bersih ke semua wilayah di Lombok Utara. Agar masyarakat mudah mengaksesnya untuk kebutuhan hidup sehari -hari,” tambahnya .

Terkait aksi Bhakti sosial BAGUNA PDIP untuk korban di Lombok, Ribka Ciptaning  menambahkan, BAGUNA Pusat menerapkan sistem rolling minimal maximal.

Dua minggu sekali masing-masing BAGUNA DPD PDIP luar NTB, ditugaskan memback up menangani korban gempa di Lombok ini dengan berbagai layanan bantuan kemanusiaan, termasuk medis maupun trauma healing .

Hari Kamis i(23/08)  tim BAGUNA dari Jawa Barat akan turun ke Lombok , setelah sebelumnya Baguna DKI membuka dapur umum di Tanjung KLU.

“Sementara BAGUNA DPD PDIP Jawa Timur masih membuka layanan dapur umum dan layanan medis di wilayah Pemenang,” kata Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan.

Dalam kunjungan ke Lombok Utara, Ribka Ciptaning yang didampingi Ketua DPC PDIP kota Mataram , I Wayan Sugiartha, menyerahkan sejumlah paket bantuan dari Baguna di sejumlah titik pengungsi untuk bisa didistribusikan kepada yang berhak.

Selain itu BAGUNA juga menyerahkan Bantuan Kemanusiaan lewat DPD PDIP NTB yang diwakili Edi Sukmono selaku penanggungjawab operasi kemanusiaan BAGUNA PDIP untuk Gempa Lombok.

“Untuk korban Gempa di pulau Sumbawa, khususnya di kecamatan Alas,  BAGUNA PDIP  secepatnya akan turun,” janji Ribka sembari menginformasikan,  Kamis (23/08) puluhan ibu-ibu dan isteri anggota DPR RI fraksi PDIP akan mengunjungi lokasi gempa dipimpin oleh Ibu Maria, isteri Sekjen PDIP, Hasto Kristianto .

Doa dari Arofah  

Rahmat Hidayat di Arofah

Terpisah Ketua DPD PDI NTB, H Rachmat Hidayat menyampaikan terima kasih atas kepedulian BAGUNA PDIP dalam membantu meringankan penderitaan warga korban gempa di Lombok.

“Masyarakat korban gempa  tentu akan mencatat dan mengingat setiap niat baik yang dilakukan Baguna ini,” katanya .

Rachmat menginformasikan Menteri Agama RI mengajak  seluruh jamaah haji Indonesia juga  jamaah sedunia untuk mendoakan Lombok-Sumbawa  terhenti gempanya dan segera pulih.

“Menteri Agama  mendoakan korban yg meninggal agar mati sahid,” kata Rachmat mengutip  khotbah Mentri Agama RI saat  Wukub di Padang Arofah.

Pemulihan Paska Gempa

Terkait pemulihan paska Gempa bumi 7 SR di Lombok Utara , Ketua DPC PDIP KLU, Raden Nuna Abriadi mengatakan,  masyarakat korban bencana di wilayah Kec Gangga dan Kayangan hal yang paling mendesak adalah ketersediaan air bersih.

“Banyaknya jaringan pipa air PDAM yg rusak untuk segera di bantu pengadaan pipa air buat  masyarakat desa.  Dan juga ada beberapa titik seperti di Selengen, Boyotan sama sekali tidak  tersedia sumber air. Untuk jangka pendek, agar Pemda  segera mengirimkan tandon tandon air untuk masarakat, dan membangun kembali tempat-tempat ibadah  yang hancur,” kata Raden Nuna .

Raden Nuna Abriadi berharap, pemda KLU segera mengadakan rakor lengkap agar persoalan masyarakat yang belum tertangani bisa segera diselesaikan. Terutama menyangkut penanganan paska gempa dan keberlanjutan distribusi logistik untuk pengungsi agar lebih merata dan adil.

Raden Nuna menghimbau, agar Kepala desa segera  berkordinasi dengan para kadus dan RT  guna meng update data  dan informasi pengungsi , dan lain-lain.

“Untuk  masyarakat korban gempa  harus tetap kompak dan bersatu,  jangan mudah terpecah belah,  masyarakat harus bangkit dan memotivasi diri untuk bangun,  kuat menghadapi semua persoalan ini,” pungkasnya .

Me




Jelajah Lombok, intens Adakan Trauma Healing Korban Gempa

Tim jelajah Lombok bersama relawan melakukan play teraphy dengan berbagai bentuk kegiatan, misalnya bernyanyi bersama, menggambar , fun games, lomba lomba dan kegiatan menyenangkan lainya

MATARAM.lombokjournal.com — Komunitas Jelajah Lombok melakukan trauma healing kepada korban gempa di Lombok , Nusa Tenggara Barat pada setiap akhir pekan. Kegiatan ini dinilai sangat perlu untuk membantu memulihkan kondisi trauma warga setelah peristiwa gempa 7,0 SR sejak 5 Agustus lalu.

Dengan puluhan relawan yang bergabung dalam trauma healing tersebut, Jelajah Lombok melakukan kegiatan Edukasi ,Pendistribusian  logistik dan play teraphy, untuk anak anak korban Gempa .

Menurut koordinator lapangan trauma healing, Lalu Sabdi mengatakan , Jelajah Lombok membuka Donasi dan relawan untuk bergabung dalam kegiatan ini”ada sekitar 15 relawan yang sudah bergabung dan mengikuti kegiatan trauma healing di beberapa tempat di KLU dan Lombok Barat”.

Khusus untuk anak – anak korban gempa, Tim jelajah Lombok bersama relawan melakukan play teraphy dengan berbagai bentuk kegiatan, misalnya bernyanyi bersama, menggambar , fun games,lomba lomba dan kegiatan menyenangkan lainya. Dengan tujuan utamanya agar anak anak dapat menemukan kembali keceriaan.

“kita akan terus melakukan kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan partisipasi   nyata dalam membantu sesama,” katanya.

Disisi lain. Komunitas Jelajah  terus membuka Donasi dan partisipasi untuk relawan yang ingin bergabung hingga beberapa bulan kedepan.

AYA (*)




Mensos Dampingi Wapres Bertolak ke Lombok

Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH)

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com – Bencana gempa bumi yang berlanjut dengan penderitaam warga Lombok dan Mataram yang kembali diguncangan gempa  berkekuatan 7 skala Richter, Minggu (19/08/2018) lalu, mengundang keprihatinan mendalam pemerintah.

Ungkapan empati  serta untuk memberikan dukungan moril kepada korban terdampak gempa, Menteri Sosial Idrus Marham kembali bertolak menuju Lombok, Selasa (21/08/2018) pagi.

Dalam kunjungan bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi, dan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, Mensos dan Wapres dijdwalkan akan menggelar rapat koordinasi rekonstruksi dan rehabilitasi pasca gempa.

Setelah itu, Mensos juga diagendakan akan menyapa pengungsi  di Lombok Barat dan Lombok Utara. Di Lombok Barat, Mensos dan rombongan akan menyapa pengungsi di lokasi pengungsian Dusun Kakait, Kampung Bandung, Kecamatan Gunumgsari, Kabupaten Lombok Barat.

Mensos akan meninjau layanan dukungan psikososial, dan juga mencairkan bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

Untuk meringankan beban para korban, Mensos juga akan menyerahkan santunan kepada ahli waris bagi korban yang meninggal. Untuk membantu penanganan dampak bencana, Mensos juga menyerahkan mobil truk serbaguna.

Menjelang siang, Mensos dan rombongan bergerak menuju lapangan Menggala, Kecamatan Pemenang, untuk meninjau layanan dapur umum.  Di sini, Mensos juga dijadwalkan menuju lokasi pendistribusian santunan ahli waris dan menyaksikan proses pencairan PKH di kantor Kecamatan Pemenang.

Mensos dijadwalkan masih akan berada di NTB sampai besok, Rabu (22/08). Besok, Mensos giliran akan menyapa para pengungsi di Lombok Utara.

Kegiatan Mensos direncanakan akan diawali dengan merayakan Hari Raya Iedul Adha dengan sholat Ied bersama masyarakat di Lapangan Tanjung, Lombok Utara.

AYA




Merasa Didzolimi, Khairudin Adukan Anggota Bawaslu RI ke DKPP

Kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu

Khairudin M. Ali

lombokjournal.com —

KOTA BIMA ;   Keputusan Bawaslu RI terkait hasil akhir seleksi calon anggota Bawaslu Kabupaten Kota Provinsi NTB, dipersoalkan.

Pasalnya, sejumlah peserta dengan ranking tertinggi hasil kerja panjang Tim Seleksi, tidak diluluskan  oleh Bawaslu RI.Salah satu peserta yang mempersoalkan itu adalah Khairudin M. Ali, calon anggota Bawaslu Kota Bima.

Dia mengaku heran dengan keputusan akhir Bawaslu setelah mereka melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test aatu FPT),  pada 9 dan 10 Agustus 2018 lalu.

‘’Kok bisa, kami dengan ranking tertinggi di sejumlah Kabupaten Kota di NTB, dibuang begitu saja,’’ ujarnya dengan nada heran, Minggu (19/08).

Khairudin menyebutkan, hasil itu diperoleh dengan susah payah setelah mengikuti proses seleksi selama hampir sebulan. Hasil akhir kerja Tim seleksi sama sekali tidak menjadi pertimbangan Bawaslu dalam menentukan kelulusan calon.

“Satu-satunya kewenangan mereka adalah dengan melakukan fit and proper test. Awalnya saya berpikir akan dilakukan wawancara mendalam, untuk menggali kapasitas, pengetahuan, kepatuta , serta kelayakan seseorang untuk bisa menjadi anggota Bawaslu. Eh tahunya Cuma menonton kami yang disuruh berdiskusi. Apa yang mereka bisa simpulkan dari diskusi semacam? Ini hanya akal-akalan Bawaslu saja,’’ protesnya.

Khairudin mengaku, awalnya tidak ingin mengikuti seleksi calon anggota Bawaslu, karena pada seleksi tahun 2017 lalu juga mengaku diperlakukan tidak adil.

“Saat itu saya tidak protes. Karena saya pikir mungkin saya belum diberikan kesempatan untuk menjadi pengawas Pemilu. Tetapi pada seleksi kali ini, sejumlah peserta lain di Kota Bima datang ke rumah saya untuk mengajak saya ikut lagi. Alasannya, karena mereka belum memiliki rasa percaya diri untuk menjadi anggota bawaslu dengan kewenangan yang demikian besar. Supaya ada yang bisa diandalkan,’’ kata Khairudin.

Ditambahkan, selain mengajak, mereka juga meyakinkan bahwa proses seleksi kali ini lebih transparan karena menggunakan sistem CAT atau Computer Assisted Test. Ujian tertulis dengan model online menggunakan komputer itu, memungkinkan setiap peserta langsung mengetahui nilainya begitu selesai tes dan menutup program  CAT.

‘’Alhamdulillah nilai CAT saya 60 dan itu ranking 4 se NTB. Saya berpikir nilai itu rendah, tetapi ternyata nilai CAT rata-rata peserta seleksi calon anggota Bawaslu se Indonesia rata-rata antara 47. Sedikit sekali yang nilainya di atas 50,’’ tambahnya.

Herannya, kata Khairudin, nilai CAT, Psikotest, Tes Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta wawancara oleh Tim seleksi yang menempatkannya padan ranking 1, tidak sedikit pun menjadi bahan pertimbangan Bawaslu untuk menentukan kelulusan seseorang calon.

‘’Bawaslu dengan sewenang-wenang menentukan kelulusan seseorang dengan cara yang dzalim, tidak jujur, tidak terbuka, tidak memiliki standar penilaian yang jelas, serta tidak profesional,’’ ujarnya.

Selain itu, Khairudin juga mempertanyakan dasar hukum Baswaslu memperlakukan beda dan berperilaku diskriminatif antara peserta yang baru ikut seleksi dengan anggota Panwaslu yang sedang bertugas.

Padahal katanya, tidak ada dasar hukum untuk tindakan berbeda itu, selain hanya tidak dilakukan wawancara oleh Tim seleksi.

‘’Mereka itu bukan Bawaslu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun tahun 2017. Petahana yang dimaksud adalah Bawaslu, bukan Panwaslu. Harus mereka diperlakukan sama dan tetap dibuka seluruh hasil CAT, Psikotest, Res Kesehatan Jiwa, Kesehatan Lengkap, serta tes lainnya. Konyol benar Bawaslu ini,’’ sesalnya.

Khairudin menghargai kerja Tim Seleksi yang telah profesional dalam penilaian. Karena diakuinya bagi calon yang jatuh pada nilai ujian tertentu, rankingnya langsung dikoreksi. Ini menunjukan bahwa Tim Seleksi sudah bekerja baik.

‘’Tetapi mengapa Bawaslu dengan seenaknya saja tidak mehargai kerja Tim Seleksi? Panwaslu lama hampir semua dipertahankan. Ini benar-benar-tidak mencerminkan prinsip Penyelenggara Pemilu sebagaimana diatur pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, dan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017,’’ jelas mantan Ketua panwaslu Kota Bima ini.

Mantan Ketua PWI Bima dua periode ini mengaku, aduan yang dilayangkan ke DKPP, untuk menguji prinsip Penyelenggara Pemilu. Apakah mereka sudah melanggar atau tidak.

Karena kalau mereka melanggar prinsip-prinsip Penyelenggara Pemilu, maka Bawaslu telah melanggar kode etik Penyelenggara Pemilu.

“Ini yang mau saya uji di sidang DKPP. Saya akan menghadapi sendirian kesombongan Bawaslu ini,’’ tegas mantan Redaktur Lombok Lombok Post ini.

Ditanya diskusi seperti apa saat fit ad proper test oleh Bawaslu NTB, dia mengatakan tidak ada yang luar biasa.

‘’Saya sendiri mendapat lot dengan pertanyaan soal Caleg Korupto. Saya kemudian menulis di atas kertas dalam waktu tujuh menit. Dan bahan ini kemudian didiskusikan saat saya menjadi moderator. Dalam pemaparan saya, terkait Caleg Koruptor, sebagaimana yang dilarang oleh PKPU Nomor 20 tahun 2018, tidak memiliki dasar hukum yang jelas. Tidak boleh Peraturan KPU bertentangan dengan Undang-Undang di atasnya yaitu Undang-Undang Nomo 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Bagaimana mungkin  hak politik seseorang dihapus oleh PKPU? Jika karena semangat ingin memberantas korupsi, yang harus dilakukan oleh KPU adalah mengusulkan agar hal itu diatur dalam Undang-Undang,’’ ujarnya.

Menurut Khairudin, pendapatnya itu sejalan dengan hasil putusan sengketa adjudikasi yang diajukan caleg yang dicoret KPU ke Bawaslu di sejumlah daerah. Bahkan anggota Bawaslu RI Fritz Edward pada saat diwawancara CNN Indonesia, sejalan dengan sikap dan pandangan dirinya.

‘’Lalu di sisi mana hasil fit and proper test sebagai alasan bagi Bawaslu untuk mencoret saya dan mempertahankan dua anggota Panwaslu lama? Bagian mana juga kehebatan calon dengan dua jenjang di bawah saya, kemudian diluluskan oleh Bawaslu. Mereka harus buka ini semua. Kalau tidak dibuka, jelas melanggar prinsip Terbuka sebagaimana diatur dalam Peraturan DKPP maupun Undang-Undang,’’ jelasnya.

Dia juga mengaku mendapat banyak dukungan dati peserta yang tidak lolos. Namun diakuinya, tidak ingin melibatkan mereka dalam masalah ini, Tetapi jika ingin mengadukan juga atau ingin menjadin pihak terkait, Khairudin tidak keberatan.

‘’Ada anggota Timsel yang menghubungi saya dan meminta maaf atas hasil akhir di luar kewenangannya itu. Ini tidak profesional, Ketau dan Anggota Bawaslu RI dan Bawaslu NTB harus bertanggungjawab,’’ katanya.

Me  (*)