Pulau Lombok Aman Dari Gempa Besar

Pasca gempa besar di Lombok Utara, dan Lombok pada umumnya, kini kondisi Lombok terbilang paling aman dari gempa besar seperti sebelumnya

MATARAM.lombokjournal.com – Peneliti Utama LIPI sekaligus Ahli Geologi dan Gempa Bumi, Dr. Danny Hilman Natawidjaja menjelaskan bahwa Pulau Lombok sudah aman dari potensi gempa besar.

Sejumlah segmen yang berpotensi gempa telah mengeluarkan energi saat gempa bermagnitudo 7,0 dan 6,9 beberapa pekan lalu.

“Kita lihat segmen tengah sudah lepas, timur, barat sudah lepas. Artinya tidak ada potensi gempa besar lagi,” ujarnya usai sholat jumat di Islamic Center,  Jumat, (07/09).

Pasca dua gempa bumi besar yang melanda Lombok beberapa Waktu lalu, membuat masyarakat hingga saat ini masih tidur di tenda pengungsian atau bahkan masyarakat lebih suka membuat tenda di depan Rumah masing- masing.

Memang saat ini masih ada gempa susulan yang trend magnitudonya mulai melemah. Itu terjadi untuk menstabilkan kembali sumber gempa tersebut.

Ia mengatakan, pengungsi sudah dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Masyarakat sudah bisa menepati  rumahnya bagi yang masih bagus kembali ke rumah saja. Kecuali kalau betah di tenda,” ucapnya.

Dia menjelaskan siklus gempa besar di Lombok khususnya Lombok Utara terjadi dalam kurun 50 hingga 100 tahun ke depan. Karena pergerakan lempeng yang menyentuh sesar tersebut penekanannya maksimal 2 cm per tahun.

“Proses penekanan itu sekitar 2 cm per tahun. Itu kita bisa hitung dari jaringan GPS di sini. Untuk menghasilkan gempa seperti sekarang magnitudo 7, butuh melenting satu sampai dua meter,” jelasnya.

“Kan bisa dihitung kalau melenting dua meter dibagi dengan kecepatan tekanan dua cm, artinya untuk memproduksi gempa yang sama butuh waktu 100 tahun. Kalau geraknya satu meter butuh waktu 50 tahun,” sambungnya.

Dia menjelaskan, pasca gempa besar di Lombok Utara, dan Lombok pada umumnya, kini kondisi Lombok terbilang paling aman dari gempa besar seperti sebelumnya.

“Dari bencana yang sudah terjadi wilayah Lombok Utara menjadi wilayah yang paling aman untuk 50 sampai 100 tahun ke depan. Bahkan kita bisa bilang di seluruh pesisir Lombok ini, Lombok Utara paling aman,” ungkapnya.

AYA




 Kata Kepala Dishub, Nama Bandara ZAM Tidak Bisa Dirubah Lagi

Mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat, Kepala Dishub menjelaskan, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, atau Pelabuhan Gilimas

Lalu Bayu Windya

MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya menanggapi berbagai macam penolakan, terkait perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) menjadi Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), nama pahlawan nasional asal NTB.

“Itu sudah sah, tidak bisa rubah lagi. Bagi yang menolak, apa alasan, silahkan tanya langsung kepada bersangkutan, ” ungkapnya di Mataram, Kamis (06/09).

Penamaan Bandar Udara itu sesuai Keputusan Menteri Perhubungan RI nomor KP 1421 tahun 2018. Penetapkan nama Bandar Udara Internasional Nasional Zainuddin Abdul Madjid, juga dengan  persetujuan dari DPRD NTB, Gubernur NTB, Majelis Adat Sasak (MAS), serta Keputusan Presiden nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional.

“Inget itu putusan Menhub, yang prosesnya ada usulan dari daerah, Gubernur, DPRD, ada komunitas masyarakat termasuk Masyarakat Adat Sasak (MAS),” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, saat pengusulan iitu yang diajukan hanya satu nama yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.  Dan mestinya, masyarakat harus bangga memiliki pahlawan nasional.

“Kalau ada yang bilang tidak pernah sosialisasi, itu salah. Jelas kita pernah FGD soal usulan, kemudian sosialisasi dengan berbagai pihak, ada work shop juga libatkan masyarakat Lombok Tengah, ” jelasnya.

Mengenai  kode booking tidak ada yang beruban, tetap LOP.  Perubahan itu hanya nama saja, yang rencananya akan diresmikan pasca kegiatan Sail Moyo Tambora.

Mantan Kepala Bakesbagpoldagri NTB itu menjelaskan, adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat.  Menurut Bayu, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, Pelabuhan Gilimas.

Bayu menjelaskan, saat pengusulan hanya satu nama yakni TGKH Zainuddin Abdul Madjid.  Mestinya, masyarakat harus bangga memiliki pahlawan.

“Kalau ada yang bilang tidak pernah sosialisasi, itu salah. Jelas kita pernah FGD soal usulan, kemudian sosialisasi dengan berbagai pihak, ada work shop juga libatkan masyarakat Lombok Tengah, ” ujarnya.

Bagaimana dengan kode booking? Bayu menegaskan, tidak ada yang beruban alias tetap LOP,  yang berubah hanya nama saja. Kemungkinan, pasca kegiatan Sail Moyo Tambora akan diresmikan.

Mantan Kepala Bakesbagpoldagri NTB itu menambahkan, mengenai adanya pertanyaan kenapa tidak menggunakan nama tokoh setempat. Bagi dia, masih banyak aset milik pemerintah yang cukup megah dan belum memiliki nama, seperti Pelabuhan Badas, Jalan Bypass, atau Pelabuhan Gilimas

“Tinggal diusulkan nama saja, nanti akan diproses,” jelasnya.

Nama ZAM itu bukan Bandara di Lombo Tengah, tapi juga nama eks bandara Selaparang Mataram juga ZAM. Itu merupakan penghargaan dari Panglima TNI.

Bayu berharap, dengan disetujuinya  usulan nama tokoh pahlawan nasional asal NTB, berarti tidak menutup kemungkinan banyak pahlawan nasional ke depan karena sudah tahu caranya.

“Tapi itu kebijakan Disos,” tutupnya.

Sebelumnya Bupati, H Moh Sih FT tidak setuju terhadap pergantian nama bandara internasional itu. Sehingga berencana akan menggelar istigosah di Masjid Bandara bersama ASN dan masyarakat Lombok Tengah bentuk penolakan.

“Ini sepihak, saya secara pribadi dan masyarakat Lombok Tengah tidak setuju nama Bandara itu diganti. Ini juga sangat melecehkan masyarakat Lombok Tengah,” ungkap Suhaili, Kamis (06/09).

Suhaili mengatakan, mekanisme dan proses perubahan nama bandara dinilai tidak pro masyarakat, malah terkesan ini dipaksakan karena dari keputusan sepihak.

Pejabat Pemprov NTB tidak tidak pernah mensosialisasikannya apalagi mengajak berkomunikasi.

AYA




Sambangi Korban Gempa, Prabowo Urung Salat Berjamaah

Prabowo juga mengungkapkan akan memberikan bantuan, namun demikian sumbangan yang akan diberikan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihaknya saat ini

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto,  datang menyambangi warga korban gempa di posko pengungsian Lombok Barat, Rabu (05/09).

Kedatangan Prabowo kali ini ke posko pengungsian di Dusun Dopang Tengah, Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat disambut antusias oleh warga setempat.

Prabowo bersama rombongan tiba di Desa Dopang sekitar pukul 12.30 Wita. Sebelumnya ia menyempatkan diri berkunjung ke desa sebelah di posko pengungsian Desa Guntur Macan.

“Kita datang untuk menyatakan rasa solidaritas dan rasa prihatin ingin berbuat untuk meringankan beban bapak ibu,” ungkap Prabowo di hadapan warga.

Prabowo juga mengungkapkan akan memberikan bantuan, namun demikian sumbangan yang akan diberikan disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pihaknya saat ini.

Setelah dari Desa Guntur Macan, Prabowo tiba di posko Desa Dopang di tenda halaman tenda Pondok Pesantren Ishlahussibyan.

Kehadirannya yang telah lama dinanti walaupun hanya sekadar singgah sebentar dan memberikan sambutan atas kedatangannya. Prabowo menyampaikan keprihatinannya atas kondisi warga yang dilanda bencana gempa bumi.

Seperti diketahui, Desa Dopang dan Guntur Macan merupakan dua desa yang sangat terdampak. Rumah warga banyak yang rusak akibat guncangan gempa bumi yang terus menerus terjadi sejak skala magnitudo 6,4 pada 29 Juli lalu.

“Sekitar 80 sampai 90 persen rumah warga di sini rusak. Saya kira Pak Prabowo akan lama di sini. Pas dia datang, saya sedang salat berjamaah di masjid darurat, Baiturrahman. Tapi pas saya selesai salat, ternyata Pak Prabowo sudah pergi,” tutur Abdullah (48) kepada Lombok Journal, Rabu.

Informasi yang disampaikan Master of Ceremony (MC) saat acara kedatangan Prabowo juga sempat diagendakan untuk ikut salat berjamaah. Namun urung dilakukan sebab kondisi warga yang kurang kondusif karena terlalu antusias menyambut kedatangannya.

Usai memberikan sambutan, bersama rombongan Prabowo pun pamit sambil menyalami warga dan beranjak masuk ke dalam mobil kemudian pergi meninggalkan lokasi.

Hari




Wakil Ketua DPRD Lobar Anggap Pemerintah Lamban Tangani Korban Gempa Lombok

BNPB selaku wakil Pemerintah Pusat dan pemangku kebijakan diminta lebih adil dan lebih cepat merespons  kebutuhan pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Ketua DPRD Lombok Barat, Sulhan Mukhlis Ibrahim, menilai Pemerintah Pusat masih lamban menangani korban gempa Lombok.

“Sudah satu bulan lebih bencana gempa bumi melanda, masih banyak masyarakat yang belum mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat,” ungkap Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lombok Barat itu, Selasa (04/09).

Sulhan menyoal data yang disampaikan pihak Pemkab Lombok Barat yang tidak segera direspons Pemerintah Pusat.

Seperti dimaklumi, kedatangan Jokowi ke Lombok untuk ke-3 kalinya kemarin adalah untuk melaunching bantuan rumah.  Sayangnya, dengan data rumah rusak yang lebih dari 57 ribu, Lombok Barat hanya kebagian 359 rumah.

“Tindak lanjut sisanya, kapan?” tanya Sulhan.

Bahkan menurutnya, skema dan besaran bantuan itu sendiri belum jelas sama sekali. Bagaimana proses verifikasinya, input datanya, dan skema penggunaan uangnya.

Sulhan mengaku pernah mengikuti Rapat Koordinasi tanggal 31 Agustus lalu, antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat belum memahami skema dan jumlah bantuan ke korban atau ke pemerintah kabupaten,” tuturnya.

Bagi dia, BNPB selaku wakil Pemerintah Pusat dan pemangku kebijakan juga harus lebih adil dan lebih cepat merespons  kebutuhan pengungsi.

Ia memberi contoh, kasus wabah malaria yang melanda pengungsi. Saat ini jumlah pengungsi yang terjangkit malaria sudah lebih dari 40 orang di satu wilayah kerja Puskesmas Penimbung Gunungsari.

“Apalagi kondisi sekarang mendekati musim hujan tentu kebutuhan masyarakat akan hunian sementara, tenda yang layak huni, maka BNPB harus segera meresponsnya untuk mengantisipasi dengan memberikan kelambu, selimut, penyediaan MCK, dan air bersih,” ujarnya.

Sulhan yakin tidak sendiri dalam pandangan semacam itu. Masih banyak lagi masyarakat Lombok Barat yang berharap agar para korban dapat ditangani dengan segera dan cepat.

Harapan tentang kedatangan Presiden Jokowi, mestinya kembali mendorong pihak berwenang untuk melakukan terobosan dan percepatan penanganan buat para korban.

 

Sebelumnya Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid menyuarakan harapannya, agar kedatangan Presiden Jokowi bisa mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa.

“Alhamdulillah beliau menyempatkan diri hadir di pos pengungsian di wilayah Lobar. Semoga dengan kehadiran beliau, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi bisa dipercepat. Tentu tidak hanya rumah-rumah yang rusak, tapi juga fasilitas umum, sosial, terutama destinasi wisata kita yang terkena imbas,” ujar Fauzan sesaat menyambut kedatangan Jokowi di Pos Pengungsian Desa Kekait,Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat..

Hari




Selain Bantuan Rutin, NU Peduli Mulai Bantu Penyediaan Sarana Layanan Kesehatan Dan Pendidikan

Untuk penanganan korban gempa, tim NU Peduli Lombok membuat enam klaster, meliputi klaster pendidikan, kesehatan, logistik, litbang, pengungsian dan perlindungan, serta sarana dan prasarana

MATARAMlombokjornal.com — Tim Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Lombok melalukan sejumlah upaya penanganan bencana di Lombok, NTB. Selain rutin menyalurkan bantuan, NU Peduli juga mulai membantu penanganan pasca bencana termasuk penyediaan sarana layanan kesehatan dan pendidikan.

Koordinator NU Peduli Lombok, Baiq Mulyana, mengatakan, tim NU telah terjun ke lokasi sehari pascagempa pada Ahad (29/09), di sejumlah titik terparah yang ada di Kecamatan Sambelia dan Sembalun di Lombok Timur, serta Kecamatan Bayan di Lombok Utara.

“Masifnya kerusakan dan kondisi gempa yang terus bersusulan membuat NU mendirikan posko NU Peduli Lombok atas arahan PBNU pada 10 Agustus 2018,” kata Baiq Mulyana, dalam jumpa pers, Senin (3/9) di Posko NU Peduli, jalan Pendidikan, Kota Mataram.

Turut hadir dalam jumpa pers, Wakil Ketua PWNU NTB, Jumarin Umar Maya, Rurid  Rudianto (LPBI Pusat), Yulis Setianto (LPBI Pusat), Korlap NU Peduli, Yeq Agif Al Qadri, Bendahara NU Peduli, Solikhin.

Baiq Mul menjelaskan, Universitas NU NTB dipilih menjadi posko bagi tim NU Peduli Lombok dalam pengorganisasian logistik hingga perencanaan bantuan kepada korban gempa.

Dikatakan, bantuan yang didistribusikan kepada korban terdampak gempa berasal dari donasi warga Nahdliyin di seluruh Indonesia dan juga cabang NU di luar negeri. Donasi yang diterima tim NU Peduli Lombok bersifat uang, barang, hingga sumber daya manusia (SDM).

“Bantuan ada yang berbentuk uang, dan banyak juga yang barang, mungkin kalau ditetapkan sekitar Rp 3 miliar, dan masih akan terus bergerak,” jelasnya.

Untuk penanganan korban gempa, tim NU Peduli Lombok membuat enam klaster, meliputi klaster pendidikan, kesehatan, logistik, litbang, pengungsian dan perlindungan, serta sarana dan prasarana.

Untuk klaster pengungsian dan perlindungan, NU Peduli telah mendistribusikan kebutuhan mendesak seperti terpal, selimut, hingga tikar yang sangat dibutuhkan pada masa tanggap darurat.

Di klaster logistik, NU Peduli telah mendistribusikan berbagai sembako ke 150 titik di seluruh Pulau Lombok, dan juga Sumbawa Barat.

Sedangkan untuk aspek kesehatan, NU Peduli melakukan pelayanan kesehatan kepada 2.800 korban gempa oleh 52 tim medis.

“Namun, antarklaster ini juga saling berkaitan, semisal klaster pendidikan juga berkaitan dengan klaster sarana dan prasarana seperti pada pembangunan sekolah darurat,” katanya.

NU Peduli telah membangun lebih dari 20 mushala darurat dan delapan sekolah darurat lengkap dengan tim untuk melalukan trauma healing.

Bangun Rumah Hunian

Tim Nahdlatul Ulama (NU) Peduli Lombok juga akan membangun sedikitnya seribu hunian sementara (huntara) bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana Indonesia (LPBI) NU, Rurid Rudianto mengatakan, keberadaan huntara menjadi prioritas dalam penanganan korban gempa, mengingat masih banyaknya warga yang tinggal di pos pengungsian.

Sedangkan, bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah masih memerlukan waktu.

“Proses transisi enam bulan ada persoalan dari pengungsian, mereka mau tinggal di mana sebelum dibangun, jadi ini pekerjaan rumah lembaga nonpemerintah karena pemerintah tidak menyediakan (huntara),” katanya.

Ia menjelaskan, NU Peduli Lombok menargetkan seribu huntara, 100 MCK, 500 sekolah darurat, dan 100 masjid darurat yang ditargetkan rampung pada satu sampai dua bulan ke depan.

Nantinya, proses pembangunan huntara maupun fasilitas umum darurat akan melibatkan masyarakat terdampak.

“Ada dialog, warga maunya seperti apa, kan kondisi Lombok ada yang dataran rendah dan tinggi. Kita dorong juga warga memanfaatkan potensi lokal dengan sisa-sisa bangunan,” katanya.

Me (*)




Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rumah Selesai Sebelum Musim Hujan

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik

MATARAM.lombokjournal – Presiden RI, Ir H Joko Widodo berharap, pembangunan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi,  dapat selesai sebelum musim hujan tiba.

Selain itu, Presiden RI sudah menegaskan rumah yang dibangun, adalah rumah tahan gempa, sebab NTB termasuk daerah dalam Ring Of Fire atau garis cincin api.

Arahan itu disampaikan Presiden Joko Widodo,saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi NTB, di Lapangan Sepakbola Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Senin (03/09) pagi.

Didampingi Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Presiden Jokowi saat menyampaikan arahan, meminta agar para relawan bekerja membantu proses percepatan rekonstruksi.

“Saya ingin titip kepada saudara semua agar masyarakat dibantu baik dalam pembersihan, dan pembangunan kembali karena kita berkejaran dengan waktu,” ungkap Jokowi.

Presiden mengingatkan, tahapan tanggap darurat telah berlalu. Maka, sekarang masuk pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Untuk itu, sejumlah tahapan yang nantinya akan ditempuh adalah pembangunan fasilitas publik seperti pasar, puskesmas, sekolah, masjid/mushalla sudah mulai dikerjakan.

Untuk memastikan semua tahapan berjalan lancar, Presiden mengatakan perlu terjun langsung ke lapangan. Termasuk menyerahkan bantuan bagi rumah rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.

Meskipun baru 5.293 rumah yang telah diberikan, dari dari jumlah keseluruhan sekitar 71.000, Presiden menjanjikan akan bergerak cepat, meski membutuhkan waktu.

Terkait pembangunan rumah, nantinya akan didampingi dan dikawal oleh Kementerian PUPR yang dibantu ratusan insinyur muda dan mahasiswa teknik untuk membangun rumah anti gempa atau tahan gempa,

“Jika rumah itu nantinya oleh pemiliknya ingin rumah tembok ya silakan, kalau ingin memilih pake kayu silakan juga, kalau dr bambu juga silakan tapi diarahkan agar konstruksinya adalah konstruksi tahan gempa”, tambahnya.

Jokowi juga akan memantau dan mengecek terus agar NTB segera normal kembali baik aktivitas ekonomi dan kehidupan dapat berjalan dengan baik. Jokowi menyampaikan apresiasinya atas partisapasi seluruh masyarakat terhadap solidaritas untuk NTB.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah menyumbang tenaga dan pikirannya kepada saudara-saudara di NTB yang tertimpa musibah. Seperti, para relawan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Pemerintah Daerah Provinsi NTB, serta jajaran Pegawai Negeri Sipil.

Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono, menyampaikan apel siaga ini diikuti oleh pendamping dan pelaksana rehabilitasi rekonstruksi yang berjumlah 2.250 orang. Peserta terdiri dari unsur masyarakat NTB, TNI/POLRI, insinyur muda CPNS Kementerian PUPR, BNPB, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di NTB, BUMN Karya dan relawan.

Dalam rangka pelaksanaan Inpres Nomor  5 Tahun 2018, hingga saat ini sudah dilaksanakan verifikasi 261 bangunan dari 972 bangunan fasilitas publik yang mengalami kerusakan.

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dilaksanakan pada 56 unit, terdiri dari 41 unit sekolah, 4 unit rumah ibadah (masjid mushalla), 3 unit pasar, dan 8 unit rumah sakit dan puskesmas.

Untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang berjumlah 125.000 unit telah dilakukan verifikasi untuk 32.800 unit rumah yang terdiri atas 11.400 rumah rusak ringan, 3.600 rusak sedang, dan 17.800 rusak berat. U

nit rumah contoh dengan teknologi RISHA yang tahan gempa telah dibangun di 20 titik lokasi sebagai contoh bagi masyarakat.

Depo-depo bangunan di tingkat kecamatan akan segera dibuka untuk kemudahan distribusi material konstruksi sejak minggu ini dalam jumlah yang cukup banyak dan harga terjangkau yang dikoordinir oleh Kadin NTB.

Rehabilitasi dan rekonstruksi rumah ditargetkan akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan, dengan cara swakelola bergotong royong, didampingi oleh para relawan dan fasilitator, insinyur muda dan mahasiswa teknik.

Sedangkan untuk fasilitas publik akan diserahkan dan dikerjakan oleh BUMN Karya bekerja sama dengan kontraktor lokal.

AYA




Fauzan Berharap, Kehadiran Presiden Percepat Rehabilitasi Dan Rekonstruksi

Dalam kondisi seperti sekarang saat musim hujan akan tiba dan rekonstruksi rumah warga belum dimulai, Pemerintah bisa membangunkan hunian sementara yang sederhana

MATARAM.lombokjournal.com – Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang ikut mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Minggu (02/09) sore, mengaku sangat gembira menyambut kedatangan di lokasi pengungsian.

“Alhamdulillah beliau menyempatkan diri hadir di pos pengungsian di wilayah Lobar,” kata Fauzan.

Bupati Lobar itu berharap,  kehadiran Presiden akan mempercepat seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi. Tentu tidak hanya rumah-rumah yang rusak, tapi juga fasilitas umum, sosial, terutama destinasi wisata kita yang terkena imbas.

Ia beralasan, bagaimana pun pariwisata di NTB bukan lagi hanya andalan regional, tapi juga nasional.

“Senggigi, tiga gili dan destinasi lainnya harus segera direkonstruksi dan dipulihkan. Kita siapkan event untuk promosinya,” papar Fauzan.

Fauzan juga berharap, Jokowi bisa terbuka hatinya untuk menyetujui usulan Pemkab Lobar untuk pembangunan Huntara (hunian sementara).

Fauzan beralasan, dalam kondisi seperti sekarang saat musim hujan akan tiba dan rekonstruksi rumah warga belum dimulai, Pemerintah bisa membangunkan hunian sementara yang sederhana.

“Murah saja, toh bahan bakunya sangat banyak tersedia,” ujar Fauzan menyebutkan beberapa material sederhana yang sudah digunakan oleh para pengungsi.

Hunatara bisa saja menggunakan terpal yang sudah ada, bambu, dan bahan lainnya. Jadi sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat yang menyediakan bahan baku.

Sementara itu, dalam kunjungan di Desa Kekait, Jokowi tampak akrab bercengkrama bersama pengungsi. Sesudah bercengkrama dengan anak-anak, Jokowi pun beralih ke tanah lapang untuk menonton bersama pengungsi acara Penutupan Asian Games dari Stadion GBK Jakarta.

Prfesiden Jokowi tampak sangat menikmati berkumpul bersama warga pengungsi. Melalui layar televisi,  Jokowi menyapa para peserta Asian Games XVIII dan mengutarakan kegembiraannya atas prestasi atlet Indonesia pada event terbesar Benua Asia itu.

Hari

 

 

 

 

 




Presiden Jokowi Serahkan Dana Rekonstruksi 5.293 Rumah Yang Sudah Diverifikasi Di Lombok Utara

Presiden menggelar nonton bareng penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat bersama pengungsi

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Lombok, Minggu (02/09) pagi disambut Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Kunjungan yang ketiga pasca gempa bumi Lombok, presiden mengunjungi lokasi bencana di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat dan Sumbawa.

Di Lombok Utara, Presiden Jokowi meyerahkan secara sombolis buku tabungam dana stimulan rekonstruksi rumah sebanyak 5.293 yang telah selesai diverifikasi, di Lapangan Masjid di Pamenang, Kabupaten Lombok Utara, Minggu siang.

Tabungan tersebut merupakan tabungan khusus dana pembangunan kembali rumah korban bencana alam gempa yang rusak. Seperti di beritakan sebelumnya korban bencana alam gempa bumi mendapatkan bantuan dana senilai 15 juta hingga 50 juta untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak

Ikut mendampingi Presiden dalam penyerahan bantuan itu Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Kepala BNPB. Saat itu Presiden Jokowi menegaskan, tidak boleh ada pemotongan dana rekonstruksi rumah oleh pihak manapun.

“Sepeser pun tidak boleh dipotong,” tegas Presiden. Presiden Jokowi sempat memantau langsung proses rehabilitasi dan penanganan pasca bencana.

Ada yang menarik dalam perjalanan rombogan Presiden dari Lombok Utara menuju  Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Di Pusuk, perjalanan rombongan berhenti, dan Presiden Jokowi keluar dari mobil kepresidenan dan membeli buah di pinggir jalan.

Nonton Bareng

Kegiatan Presiden Jokowi di Desa Kekait, Lombok Barat juga mengunjungi lokasi yang terdampak bencana. malam harinya agenda Presiden menggelar nonton bareng (Nobar) bersama pengungsi penutupan Asian Games di Lapangan Bola Desa Bale Kuwu Gunung Sari Lombok Barat.

Menkominfo sebelumnya telah menyediakan segala kebutuhan acara nonton bareng tersebut.

Seorang pengungsi dari desa Sandik Kecamatan Gunung sari Lombok Barat, Fahrain (46) datang bersama keluarganya mengaku senang menonton acara penutupan Asian Games 2018 live bersama Presiden.

“Saya senang pak, apalagi ada pak Jokowi. Ia rela tidak hadir penutupan di Jakarta, namun hadir di tengah pengungsi untuk memberikan semangat kepada kami,” ujarnya.

Presiden bersama rombongan menginap di tenda di lokasi pengungsian.

Hadir mendampingi Presiden, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, bersama Kepala BNPB dan Menteri PUPR.

Arahan Presiden untuk penggunaan dana rekonstruksi rumah:

  1. Uang betul-betul semua dipakai untuk pembangunan rumah.
  2. Rumah yang dibangun harus benar-benar Rumah tahan gempa, sehingga kalau ada gempa rumah tidak ada masalah lagi. Untuk itu dalam proses pembangunan nanti akan didampingi pihak Kementrian PUPR, para Insinyur dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ahli bangunan di Indonesia.
  3. Bagi rumah yang materialnya bisa dipakai, presiden menyarankan untuk bisa dipakai.Sehingga dana yang diberikan betul-betul cukup untuk membangun.
  4. Proses pembangunan harus cepat, karena akan segera memasuki musim penghujan, sehingga rumah bisa dipakai sebelum musim hujan datang.
  5. Setelah selesai membangun, jika ada kelebihan biaya presiden mempersilahkan dipakai untuk kebutuhan yang lain.

“Tapi prioritas utama untuk rumah, karena akan dicek nanti bahwa uang harus benar-benar untuk bangun rumah,” kata Presiden.

Hari Senin (3/9) Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi SMPN 6 Mataram dan RSUD Kota Mataram untuk meninjau proses belajar mengajar, serta meninjau rumah sakit lapangan yang di bangun di halaman rumah sakit.

Selanjutnya Presiden Jokowi akan melanjutkan kunjungan menuju Sumbawa untuk mengunjungi korban gempa di Alas,  Sumbawa.

AYA

 

 

 

 




Homyped Peduli Dan MUI Tangerang Serahkan Sepatu Sekolah Dan Sandal Untuk Korban Gempa

Dukungan Homyped Peduli untuk tahapan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok, mengajak anak-anak kembali masuk sekolah

MATARAM.lombokjournal.com — Homyped Peduli bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangerang menyerahkan bantuan sepatu sekolah dan sandal untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (01/09).

Bantuan diberikan langsung oleh General Manager PT Dwinaga Sakti Abadi, produsen Homyped, Raymon Richart bersama MUI Tangerang, Drs H. Amin Munawar kepada TGH Muhtar dari MUI Mataram di Jl. Dr Sutomo No. 7B, Karang baru Kota Mataram.

Bantuan berupa 2.160 pasang sepatu sekolah dan sandal ini adalah dukungan Homyped Peduli untuk tahapan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok, di antaranya mengajak anak-anak kembali masuk sekolah.

“MUI Mataram akan menyalurkan bantuan kepada anak-anak dan warga Lombok yang menjadi korban gempa di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram.” ungkap TGH Muchtar

GM Homyped mengatakan, Pulau Lombok yang terus menerus mengalami gempa bumi sejak 29 Juli 2018 hingga saat ini. Gempa terbesar 7,0 SR pada Minggu (05/08) dan rentetan gempa sebelumnya menyebabkan 555 orang meninggal, 1416 orang luka-lika dan 390.529 orang mengungsi serta 76.000 rumah dan 1.200 fasilitas umum dan tempat ibadah rusak.

“Homyped adalah produsen sepatu dan sandal Indonesia, melalui Homyped Peduli akan mendukung proses pemulihan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat.” pungkasnya

Hadir pada kesempatan ini dari Homyped Peduli, Ade Agung dan Miskam selaku Tim desain Produk Development, Ketua MUI Mataram Tgh Muchtar

AYA (*)




Kunjungi Ponpes As Syafi’iyah, TGB Kembali Ingatkan Saatnya Kita Bangkit

Gubernur ajak warga ponpes sabar dan tidak larut dalam kesedihan, saatnya bangkit dan membangun kembali

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan istri, Hj. Erica Zainul Majdi meninjau dan menemui warga terdampak  gempa di sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Utara, Kamis, (30/08).

Gubernur  yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan istri mengawali kunjungan tersebut di Pondok Pesantren As Syafi’iyah Menggala, Kecamatan Pemenang, KLU.

Seperti kerap ditekannya, dalam kunjungannya Gubernur mengajak seluruh warga ponpes untuk sabar dan tidak larut dalam kesedihan.

Justru saat ini, menurut Gubernur, sekarang sudah saatnya kita bangkit dan membangun kembali rumah yang rusak.

“Saya akan terus memonitor pembangunan fasilitas ini,” ungkap Gubernur kepada pimpinan Ponpes.

Gubernur dan istri juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga di sekitar ponpes tersebut. Istri gubernur yang juga Ketua TP PKK NTB, saat menyerahkan bantuan, mengajak warga untuk sabar. Termasuk juga terus berdoa semoga apa yang dialami saat ini mendapat hikmah terbaik dari Allah.

Kepada para santri yang saat ini belajar di sekolah darurat, Hj. Erica memberi semangat. Yaitu, tetap rajin belajar tanpa melihat dimana tempat belajar.

“Belajar tidak boleh berhenti,” ungkap Hj. Erica.

Usai mengunjungi Ponpes tersebut, Gubernur dan istri menuju Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang untuk menyerahkan bantuan Bank Muamalat.

AYA