Persyaratan Pencairan Bantuan Korban Gempa Hanya 1 Lembar
Saat berjumpa dengan presiden di Istana Negara, Jokowi menyatakan, pencairan bantuan harus segera direalisasikan, bukan sekadar retorika semata
MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, proses pencairan dana bantuan korban gempa, lebih disederhanakan dari yang sebelumnya 17 lembar persyaratan yang harus ditandatangani, menjadi hanya satu lembar persyaratan.
“Prosedur pencairan dari 17 lembar menjadi satu halaman, hari ini sudah mulai ada yang dicairkan,” kata Gubernur Zul, Selasa (17/10).
Zul optimistis dengan penyederhanaan mekanisme akan membuat proses pencairan menjadi lebih cepat.
“Sebenarnya tidak banyak kendala karena memang kemarin itu proses ribet, berbelit bukan ingin mempersulit tapi karena kehati-hatian, tidak mau asal cepat, tahu-tahu ujungnya punya masalah,” jelasnya.
Zul menyampaikan, mekanisme ini sudah dibahas bersama dengan juga melibatkan aparat penegak hukum. Kata dia, masyarakat juga dibebaskan memilih model bangunan selama memenuhi kaidah tahan gempa.
“Sekarang 10 ribu (warga) sudah masuk rekening, ini dikejar dulu supaya cair. Sekarang dan besok, Ketua Pokmas (kelompok masyarakat) dan pejabat pembuat komitmen (PPK) tandatangan di kantor BRI sehingga jangan lagi ada proses yang ribet,” katanya.
Perrcepatan pencairan ini juga tak lepas dari rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke NTB pada Kamis (18/10). Saat berjumpa dengan presiden di Istana Negara, Jokowi menyatakan, pencairan bantuan harus segera direalisasikan, bukan sekadar retorika semata.
“Kalau ada yang sudah cair ini akan mempermudah berikutnya, bagaimana mau selesaikan berikutnya kalau yang pertama belum cair,” kata Zul.
AYA/Hms
Warga Desa Wanasaba Manfaatkan Samsat Keliling Untuk Bayar Pajak
Program Samsat keliling sangat membantu masyarakat untuk membayar pajak. Karena tidak perlu lagi mengorbankan waktu untuk mendatangi kantor Samsat
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Warga Desa Wanasaba memanfaatkan program pelayanan Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling untuk membayar pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
Pasalnya tidak dikenakan denda meskipun sudah telat membayar pajak kendaraan.
Pelayanan tersebut dilakukan oleh Polresta Lombok Timur di Kantor Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Selasa (16/10) pukul 09.00 Wita.
Hal itu sengaja dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat Lombok Timur agar tidak repot-repot datang ke Kantor SAMSAT di Selong.
“Harapannya memudahkan masyarakat untuk membayar pajak tanpa langaung ke Selong mendatangi Kantor SAMSAT,” demikian disampaikan Dini, salah seorang pegawai Samsat.
Selanjutnya salah satu warga setempat, Wawan, mengatakan, program Samsat keliling sangat membantu masyarakat untuk membayar pajak. Karena tidak perlu lagi mengorbankan waktu untuk mendatangi kantor Samsat.
Kini pengurusan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), BPKB tidak lagi merepotkan. Karena pelayanan pembayaran pajak STNK, BPKB dapat dilakukan melalui Samsat Keliling.
“Sehingga masyarakat tidak mengantri berjam-jam, serta dapat menghindari calo yang menawarkan pengurusan STNK, BPKB dengan meminta bayaran tinggi,” tambah pria asal Dusun Beak Lauq, Desa Wanasaba ini.
Kepala Desa (Kades) Wanasaba, H. Misnun Ali, SH., mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik program dari Polresta khususnya Devisi Samsat STNK dan BPKB tersebut.
“Program ini memudahkan warga kami untuk membayar pajak kendaraan bermotor,” ungkapnya.
Misnun berharap, seluruh masyarakat Desa Wanasaba khususnya dari pemerintah Desa Wanaaba agar mentaati aturan yang berlaku.
“Insya Allah selamat. Ketika kita melakukan perjalan jauh kalau semua sudah lengkap,” ingatnya.
Razak
Presiden Jokowi Akan ke NTB, Pastikan Dana Bantuan Gempa Segera Cair
Prosedur pencairan dana bantuan tersebut akan lebih disederhanakan, yang sebelumnya dinilai terlalu rumit dan ribet
MATARAM.l.ombokjournal.com — Presiden Joko Widodo akan kembali berkunjung ke NTB dalam waktu dekat, untuk pastikan dana bantuan masyarakat yang terdampak gempa segera cair..
Terkait simpang siurnya dana bantuan korban gempa di Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Presiden Republik Indonesia rencananya dijadwalkan akan dating hariKamis, (18/10) 2018..
Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah atau akrab disapa Dr. Zul menegaskan itu, setelah menemui Presiden di Istana, Senin (25/10) siang.
“Arahan Pak Jokowi sangat jelas.Kamis akan ke NTB lagi,” katanya, melalui media sosial, akun facebook, Bang Zul Zulkieflimansyah.
Presiden Jokowi dating untuk memastikan dana bantuan yang dimaksud telah masuk ke rekening penerima bantuan korban gempa untuk dapat segera dicairkan.
“Beliau ingin memastikan semua yang telah masuk uangnya ke rekening agar bisa di cairkan besok atau lusa,” ujarnya.
Dr. Zul menambahkan, prosedur pencairan dana bantuan tersebut akan lebih disederhanakan, yang sebelumnya dinilai terlalu rumit dan ribet.
“Prosedur yang tadinya ribet kini disederhanakan menjadi hanya 1 lembar. Hanya perlu ditandatangani oleh Pokmas dan PPK, langsung bisa dicairkan,” terangnya.
Lebih lanjut Dr. Zul menegaskan dan meminta masyarakat agar segera membentuk Pokmas (Kelompok Masyarakat) sehingga bisa dicairkan.
“Jadi bagi yang ingin cair, segera bentuk Pokmas. PPK dari BPBD akan kami minta turun proaktif ke bawah, ke kecamatan dan desa agar bisa selesai dalam 2 hari ini,” jelasnya.
Mantan anggota DPR RI ini mengakhirinya dengan menekankan pentingnya kerja bersama sama.,
“Semua yang berat akan terasa ringan kalau kita kerjakan bersama-sama,” kata Zul.
Razak
HBK : Kepedulian Pada Alam Lingkungan Sama Dengan Peduli Pada Bangsa dan Negara
Generasi Muda Partai Gerindra tengah menggalakan menanam Mangrove ini di sejumlah daerah
Gotong royong di pantai
lombokjournal.com –
MATARAM — Kepedulian pada Bangsa dan Negara bisa ditunjukan masyarakat dengan meningkatkan kepedulian pada kelestarian alam dan lingkungan sekitarnya.
Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) menegaskan itu, Minggu (14/10) sore, di sela kegiatan Beach Clean-Up atau bersih-bersih pantai di kawasan pantai Tanjung Karang, Kecamatan, Sekarbela, Kota Mataram, NTB.
“Saya sangat bangga, sangat terharu, saat datang ke sini ternyata kaum ibu-ibu disini sudah membentuk kelompok yang rutin berkegiatan membersihkan pantai ini setiap pekan. Hal ini perlu dicontoh, karena kepedulian pada alam dan lingkungan sekitar juga merupakan kepedulian kepada bangsa dan negara,” kata HBK.
Didampingi istri, Hj. Dian Bambang, HBK bersama sekitar 40 ibu-ibu dari Lingkungan Tanjung Karang Bangsal, sejumlah kader Partai Gerindra dan puluhan masyarakat setempat membersihkan kawasan pantai dari sampah sisa makanan ringan dan ranting dedaunan yang mengotori pantai.
Selain untuk mendorong kepedulian masyarakat tentang pentingnya menjaga alam dan lingkungan, kegiatan itu juga dilakukan HBK dalam rangka menyongsong HUT Walhi ke 38 yang tahun ini jatuh pada hari Senin, tanggal 15 Oktober.
“Lewat aksi bersih-bersih pantai ini, ingin kami sampaikan pesan bahwa kepedulian pada lingkungan tak bisa hanya dibebankan kepada Walhi saja. Semua pihak harus ikut serta dan bahu-membahu peduli dengan lingkungannya masing-masing, termasuk warga masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan bersih-bersih pantai itu, tim Maju Bersama HBK membagikan sapu dan kantong sampah atau trash bag bagi masyarakat yang terlibat aksi bersih-bersih.
Caleg DPR RI Dapil Lombok dari Partai Gerindra Nomor Urut 1 ini, juga sempat mengunjungi Taman Bacaan di lingkungan Tanjung Karang Bangsal, serta menyapa masyarakat nelayan di kawasan pantai tersebut.
Usai kegiatan bersih-bersih pantai, HBK bersama istri Hj. Dian Bambang, juga terlibat obrolan dialog dengan masyarakat setempat.
Kepada masyaraat di kawasan pesisir itu, HBK juga mengungkapkan tentang pentingnya sebuah gerakan untuk mulai menanam Mangrove atau Bakau di kawasan pesisir pantai.
“Mangrove ini sangat penting sebagai antisipasi terhadap terjadinya abrasi,” kata HBK.
Selain itu, pria yang bersuara lantang namun tertata santun ini, juga menilai bahwa keberadaan Mangrove bisa memberi nilai ekonomis bagi masyarakat ke depan.
Sebab, daerah tutupan hutan Mangrove merupakan habitat ekosistem bernilai ekonomis seperti Kepiting, Rajungan dan juga beragam jenis ikan.
Komoditi hasil laut itu tentu bisa dikelola masyarakat, mulai dari di jual ke pasaran, atau dikemas menjadi kuliner khas, bahkan produk olahan untuk makanan ringan.
“Jadi selain untuk ekosistem, tentu juga akan sangat ekonomis bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan, dirinya dan Generasi Muda Partai Gerindra juga tengah menggalakan menanam Mangrove ini di sejumlah daerah.
Tujuannya semata-mata agar alam dan lingkungan bisa lestari dan di sisi lain kesejahteraan masyarakat pesisir bisa meningkat.
Dalam rangkaian kunjungannya itu, HBK bersama Hj. Dian Bambang juga memberikan bantuan bagi masyarakat sekitar.
Bantuan berupa susu dan makanan suplemen untuk ibu hamil dan juga makanan bernutrisi untuk anak-anak, dibagikan kepada kaum wanita dan juga anak-anak di sana.
Salah seorang warga setempat, Rohani (38) mengaku senang bisa terlibat kegiatan bersih pantai bersama HBK dan Hj. Dian Bambang.
Rohani merupakan salah satu dari 40-an ibu-ibu yang bergabung membentuk kelompok Pasukan Sapu Tanjung Karang Bangsal.
Setiap pekan mereka membersihkan pantai dengan peralatan sederhana secara swadaya.
“Ya sudah lama kita lakukan, ini demi kebersihan di lingkungan kita terutama di pantainya,” katanya.
Menurut Rohani, kaum perempuan di sana juga telah membentuk kelompok industri rumahan, seperti pengolahan hasil laut sebagai abon dan kerupuk.
Hanya saja, masih terkendala permodalan dan sistem pemasaran yang belum maksimal.
Menanggapi Rohani, Hj. Dian Bambang mengatakan, semangat kaum perempuan di pesisir Tanjung Karang Bangsal itu membuat dirinya terharu sekaligus bangga.
“Saya sendiri tidak pernah bayangkan ada kelompok perempuan yang luar biasa di pesisir pantai seperti ini,” kata Hj. Dian Bambang.
Menurutnya, ke depan ia akan mengupayakan memberi bantuan pembinaan, baik berupa permodalan dan juga pendampingan pemasaran untuk kaum perempuan yang memang memiliki semangat juang tinggi seperti di Tanjung Karang Bangsal.
Me
HBK Panaskan Mesin “Gerindra Muda”
Seluruh kader muda GMD dari seluruh penjuru Lombok berjanji akan bekerja all out untuk memenangkan Partai serta calon-calon yang diusung Partai
HBK Bersama Kader-Kader GMD
lombokjournal.com —
LOMBOK BARAT — Konsolidasi internal terus dilakukan oleh DPD Partai Gerindra Prov. NTB. Kali ini, jajaran Gerindra Masa Depan (GMD) seluruh P. Lombok dikumpulkan di Restauran Ujung Landasan, Kab. Lombok Barat, Jumat (12/10).
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra H. Bambang Kristiono (HBK), didampingi Sekjen DPD Partai Gerindra Prov. NTB Ali Al Khairi, dan OKK DPD Partai Gerindra Prov. NTB, Havid Hasan.
Kepada kader-kader muda GMD yang hadir, Sekjen Partai Gerindra Ali Al Khairi mengatakan, kader-kader muda Partai harus ambil bagian dalam kampanye menyongsong pemilihan Presiden dan pemilihan Legislatif 2019 mendatang, ikut bergabung dengan partai dalam Koalisi Adil Makmur.
“Tenaga2 muda sangat berarti, sangat berguna dan sangat menentukan dalam keberhasilan pemilihan nanti,” katanya.
Ali meminta, mesin GMD harus berjalan sebaik mungkin. DPD Partai Gerindra Prov. NTB sekaligus memerintahkan darah-darah muda partai untuk terus bergerak memenangkan Partai Gerindra, Prabowo-Sandi, serta memenangkan HBK sebagai perwakilan DPP di NTB.
“Bersama-sama berjuang sekuat tenaga agar Partai Gerindra menang, Pak Prabowo presiden, dan Pak HBK DPR RI,” tegasnya.
Arahan tegas dari Ali ini mendapat sambutan hangat dari seluruh kader muda GMD dari seluruh penjuru P. Lombok, yang berjanji akan bekerja all out untuk memenangkan Partai serta calon-calon yang diusung Partai.
Pada kesempatan tersebut HBK menegaskan, ucapan seorang pemimpin yang sabdo pandito ratu, yang harus bisa dijalankan dan diamankan oleh semua kader-kadernya.
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto terus mengingatkan seluruh kader Partai untuk terus melakukan konsolidasi dan penguatan.
“Namanya sabdo pandito ratu itu harus dipegang erat, harus dijalankan dengan penuh kedislipinan,” katanya.
Kepada jajaran GMD, suami Hj Dian BK ini mengungkapkan, kerja Partai harus bisa berjalan dengan solid, efektif dan semangat yang tinggi.
“Jangan sampai tidak foKus dan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
HBK yang sejaki bertugas di Kopassus TNI AD kerap mendampingi Prabowo Subianto itu menambahkan, posisinya saat ini sebagai calon legislatif (Caleg), dijalaninya atas perintah pimpinan Partai.
HBK sedari dahulu tidak pernah mau menjadi anggota dewan, meski ia ikut mendirikan Partai.
“Posisi Caleg yang saya jalani sekarang, dijalankan atas perintah dari Bapak Prabowo Subianto. Jika mau, 2009 bisa, 2014 juga bisa, saat-saat itu sudah seringkali ditawarkan,” bebernya.
Dikatakannya, saat ini ia maju sebagai caleg karena sekarang merupakan perjuangan yang paling menentukan.
HBK dalam arena caleg mendapatkan nomor urut satu, merupakan bukti kehendak dari pemimpin Partai. Biasanya di setiap dapil yang nomor satu itu adalah petahana.
“Pak Prabowo butuh orang yang bisa menyatukan, mengorganisir serta memobilisasi kader-kader yang ada,” ucapnya.
HBK meminta kepada para kader GMD untuk bisa merawat dan mempertahankan suara Partai di P. Lombok. Makin baik kalau bisa membuat suara Partai bertambah lagi.
“Perkuat terus soliditas dan fighting spirit untuk pertarungan Pilpres dan Pileg nanti. P. Lombok sebagai lumbung suara Bapak Prabowo Subianto harus sama-sama kita pertahankan. Saya yang sudah 58 tahun saja masih kuat dan semangat. Apalagi kader-kader muda seperti kalian,” imbuhnya.
Lebih jauh, HBK mengungkapkan kehadirannya di P. Lombok semata-mata untuk pengabdian. Niatnya ingin membangun P. Lombok yang adil makmur, sesuai cita-cita koalisi Prabowo-Sandi.
Sejatinya, dari kondisi hidupnya saat ini, HBK sudah benar-benar merasa nyaman dan tidak kekurangan sesuatu apa pun. Sebagai pengusaha, HBK banyak menghabiskan waktunya berjumpa dengan kolega-koleganya bisnisnya dan berkeliling ke luar negeri.
“Saya sudah enak, sudah nyaman, sudah sangat bersyukur, dengan semua apa yang Tuhan berkahkan dalam hidup saya. Kalau sekarang ini saya mau bersusah payah di P. Lombok, itu karena cinta dan rasa hormat saya kepada alam dan masyarakatnya,” ucap HBK yang disambut tepuk tangan puluhan kader GMD.
Terakhir, kepada GMD yang hadir HBK meminta supaya pada perhelatan politik 2024 mendatang, seluruh kader muda GMD harus berani menjadi caleg. GMD harus terus belajar, berkomunikasi dan berkoordinasi yang baik dengan struktur Partai yang ada di daerahnya masing-masing.
“Kalian-kalian inilah yang akan melanjutkan perjuangan kami di Partai ini di masa depan,” tukasnya.
Me
Diluncurkan PAUD Pusat Pemulihan Pasca Gempa
PAUD di Daerah Lombok Timur Kecamatan Sambelia sebagai bentuk kiprah mereka dalam mensejahterakan masyarakat pasca gempa
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri peluncuran PAUD sebagai pusat pemulihan pasca gempa, hasil kolaborasi HIMPAUDI- SEAMEO RECFON di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Kamis, (11/10/2018).
Paud tersebut diluncurkan atas sumbangan guru-guru PAUD seluruh Indonesia.
Terlihat antusias dan kebahagiaan dari masyarakat atas hadirnya ibu Wagub Hj. Sitti Rohmi di tengah-tengah mereka.
Hj. Rohmi menyampaikan, kebanggaan dan kebahagiaan menghadiri acara tersebut. Beliau banyak memberikan motivasi kepada semua masyarakat yang hadir pada acara tersebut.
“Kalau kita kuat dan memandang musibah ini bisa kita lewati maka berkah yang akan kita dapatkan”, Ungkap beliau.
Wagub juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk jangan pernah berpangku tangan kepada pemberi bantuan.
“Kita harus ikut juga membangun sendiri daerah kita,” ujarnya.
Hj. Rohmi mengaku terharu dengan kebahagiaan anak-anak atas hadirnya PAUD tersebut.
“Alat-alat pendidikan untuk PAUD kami akan bantu dari Provinsi untuk menunjang proses pembelajaran agar lebih baik, semoga program ini dapat berjalan dengan lancer,” ujar Hj. Rohmi pada akhir sambutannya sebelum meresmikan peluncuran PAUD.
Prof. Dr. Ir. Neti Herawati, M. Si, Kepala HIMPAUDI Pusat menegaskan, PAUD yang dibangun ini merupakan sarana trauma healing buat anak-anak, agar mereka bisa bangkit pasca bencana.
Dijelaskan, SEAMEO RECFON (Southeast Asian Ministers Of Education Organization Regional Centre For Food and Nutrition ), merupakan pusat penelitian makanan dan nutrisi dalam memenuhi kebutuhan kawasan Asia Tenggara. Bekerjasama dengan HIMPAUDI membangun PAUD di Daerah Lombok Timur Kecamatan Sambelia sebagai bentuk kiprah mereka dalam mensejahterakan masyarakat.
Turut Hadir Pimpinan PT. Rekayasa Industri yang membantu pengerjaan pembangunan kelas PAUD tersebut. HIMPAUDI NTB, HIMPAUDI Kabupaten Lombok Timur, Kepala BP PAUD & DIKMAS NTB, Direktur SEAMEO RECFON, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Danramil, Camat dan Kepala Desa Padak Buar.
AYA
KJRI Johor Bahru, Bantu Dana Pembangunan Mushala Terdampak Gempa
Bantuan pembangunan musala sangat berarti sebagai sarana ibadah yang juga sebagai media trauma healing
MATARAM.lombokjournal.com — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru Malaysia.memberikan bantuan uang sebesar Rp 33 Juta untuk pembangunan Musala Ar Rahmah di RT 10 Dusun Montong Dao, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Rabu (10/10).
Musala tersebut rata dengan tanah akibat diguncang gempa bumi awal Agustus lalu.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana Fungsi Konsuler I KJRI Johor Bahru Irma Nadjamuddin kepada Takmir Musala Ar Rahmah, Amaq Sukriadi. Ikut mendampingi Kepala Dusun Montong Dao Andi Lala.
Turut serta dalam penyerahan bantuan tersebut Konsul Imigrasi KJRI Johor Bahru I Gusti M Ibrahim dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar.
Di sela penyerahan bantuan, Irma menuturkan,, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dari KJRI Johor Bahru atas musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Lombok.
“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk membangun kembali musala,” kata Irma.
Takmir Musala Ar Rahmah, Amaq Sukriadi menuturkan, mushala tersebut selain untuk salat berjemaah juga difungsikan sebagai tembat belajar baca tulis Al Quran. Karena runtuh, lanjut dia, anak-anak harus belajar mengaji di tenda.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Sesegera mungkin kami membangun agar musala dapat kembali digunakan untuk ibadah dan pendidikan,” kata Amaq Sukriadi.
Kepala Dusun Montong Dao Andi Lala menjelaskan, gempa bumi meluluhlantakkan rumah 490 kepala keluarga (KK) dari keseluruhan 625 KK. Oleh karenanya, lanjut Andi, bantuan pembangunan musala sangat berarti sebagai sarana ibadah yang juga sebagai media trauma healing.
Konsul Imigrasi KJRI Johor Bahru, I Gusti M Ibrahim mengaku berterima kasih kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar dan jajaran yang telah membantu dalam penyaluran sumbangan pembangunan musala.
Pihaknya juga mengapresiasi atas inovasi-inovasi yang telah dilakukan jajaran Kantor Imigrasi Kelas I Mataram.
“Kemarin ketika kami anjangsana dan keliling kantor, saya lihat inovasinya luar biasa. Salut atas kepemimpinan Pak Dudi Iskandar setahun terakhir. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya dalam menyalurkan bantuan,” kata I Gusti M Ibrahim.
AYA (*)
Harga Cabai dan Bawang Hancur, HBK Arahkan ke Pengolahan Produk
Tidak ada jalan lain bagi petani saat kondisi harga komoditi jatuh, selain dengan pengolahan hasil hortikultura. Hasil tanam diolah menjadi aneka produk
lombokjournal.com —
MATARAM — Calon legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Lombok nomor urut 1 dari Partai Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK) prihatin dengan jatuhnya harga cabai dan bawang merah.
HBK bertandang ke Kelompok Tani (Poktan) Bijaksari di Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. HBK datang bersama istri Hj Dian BK untuk melihat pertanian hortikultura.
“Saya ingin mendengar langsung seperti apa kondisi harga cabai dan bawang merah,” katanya, Rabu (10/10).
Dijelaskan, dari cerita Ketua Poktan Bijaksari Muzaidi, kondisi panen cabai dan bawang merah harganya memprihatinkan. Cabai tidak dipanen, disebabkan harga cabai yang hancur, satu kilo hanya Rp 3.000. Sedangkan ongkos panen satu kilogram Rp 2.000.
“Saya putuskan, tidak usah dipanen biarkan saja sudah,” kata Muzaidi pada HBK.
HBK pun meminta Muzaidi menunjukkan lahan pertanian cabai miliknya. Di lahan seluas lima hektare HBK memperhatikan cabai merah nan ranum. Namun, sudah keriput karena tidak dipanen. Padahal seharusnya cabe ini menyejahterakan petani.
“Bagus-bagus padahal ini cabainya,” ujar HBK.
Cerita Muzaidi berlanjut, pada soal bawang merah. Harganya juga hancur lebur. Ada stok digudang hingga 9 ton.
Problemnya, bila bawang merah dijual harganya tidak menguntungkan. Ia bermimpi bhwa hasil produksi hortikultura ini bisa diolah.
Tentu untuk mengolahnya butuh alat. Serius HBK mendengarkan cerita Muzaidi.
“Dalam kondisi seperti ini memang harus ada langkah lanjutan Pak. Tidak bisa kalau harga jatuh, cabai dan bawang dibiarkan,” ucap HBK.
HBK melanjutkan, tidak ada jalan lain bagi petani saat kondisi harga komoditi jatuh, selain dengan pengolahan hasil hortikultura. Hasil tanam diolah menjadi aneka produk.
“Cabai ini kan bisa diolah jadi bubuk cabai. Sementara bawang dibuat bawang goreng,” ungkapnya sambil menambahkan, harga yang sudah diolah itu akan lebih tinggi.
Pengolahan ini, akan meningkatkan nilai penjualan. Tentu saja, petani harus diberi bekal yang benar bagaimana pengolahan hasil hortikultura ini.
“Harus diolah yang baik tidak asal-asalan,” tandasnya.
Sementara untuk pasar, suami Hj Dian ini menyebut, era saat ini sudah sangat maju. Untuk penjualan bisa menggunakan strategi online, baik di media sosial maupun toko online.
Mengenai alat pengolahan untuk bawang merah, HBK berjanji akan membantu. Alat tersebut segera dikirim ke Kota Mataram dalam waktu dekat.
“Ya, kita ingin poktan ini jadi pilot project pengolahan hasil,” tukasnya.
Me
Pasca Gempa, Pengangguran Bertambah Di Lotim
Untuk menekan atau mengatasi pengangguran, Disnakertrans Lotim setiap tahun mengucurkan anggaran di tujuh jenis program keterampilan
LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), memperkirakan terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Lotim di tahun 2018.
Tahun 2017, jumlah pengangguran di Lotim sebanyak 20 ribu orang. Dengan adanya bencana gempa bumi di Lombok, mau tidak mau tetap berpengaruh terhadap jumlah pengangguran.
Diindikasikan kenaikan angka pengangguran di Lombok Timur sekitar 30 persen.
Kepala Disnakertran Kabupaten Lombok Timur, Drs. Andika Istujaya, M.Si., kepada lombokjournal.com, di ruang kerjanya, Selong, Rabu (10/10) siang, mencontohkan pekerjaan penggalian pasir. .
“Misalnya di tempat penggalian pasir saja. Karena permintaan kurang, otomatis produksi akan berkurang maka pekerja pun akan dikurangi,” ucapnya.
Namun secara umum, penyumbang pengangguran di Lombok Timur lebih banyak dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Menurutnya, karena sistem pendidikan secara umum dan di SMK khusisnya, lebih banyak pada teori ketimbang prakteknya.
“Sehingga pada saat anak-anak ini tamat kemudia dia tidak maksimal terbekali dengan keterampilan,” ujarnya.
“Seharusnya, kalau tidak melanjutkan pendidikan, dia sudah bisa menciptakan pekerjaan sendiri. Tapi nyatanya, malah menunggu dan mencari pekerjaan,” tambah Andika.
Andika menjelaskan, bahwa untuk menekan atau mengatasi pengangguran, Disnakertrans Lotim setiap tahun mengucurkan anggaran di tujuh jenis program keterampilan. Yang kemudian diaplikasikan di Lokal Latihan Kerja (LLK).
Diantaranya, keteramlilan menjahit, perbengkelan, bangunan, kemudian otomotif dan lain-lain.
“Administrasi perkantoran, disitu ada komputer dan bahasa Inggris. Bengkelnya juga termasuk ada keterampilan mengelas,” sebutnya.
Razak
Dinsos Antisipasi Kekeringan di NTB Dengan Distribusi Air Bersih
Sepekan iniDinsos NTB telah mendistribusikan air bersih ke wilayah Sembalun di Lombok Timur yang juga menjadi wilayah terdampak gempa
MATARAM.lombokjournal.com — Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB, Ahsaanul Khalik memperkirakan wilayah yang terancam kekeringan di NTB lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Musibah bencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di NTB menjadi salah satu alasannya.
“Sekarang lebih banyak lagi karena dampak gempa, kan ada beberapa wilayah yang sumur masyarakat tertimbun (akibat gempa),” ujar Ahsanul Rabu (10/10) di Kantor Gubernur NTB.
Dikatakan, kekeringan bukan hal baru di NTB, selalu terjadi setiap tahun. Untuk tahun ini, kekeringan diperkirakan terjadi pada Oktober hingga akhir Desember di sejumlah wilayah seperti Jerowaru dan Sakra Timur dan sejumlah wilayah di Lombok Tengah, dan juga Lombok Barat.
Dinsos NTB telah melakukan upaya antisipasi dengan mengatur jadwal distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan.
“Kita punya kekuaran tangki air di Dinas Sosial ada lima, kemudian juga ada di BPBD dan (pemerintah) kabupaten setempat,” ucapnya.
Selama sepekan ini, Dinsos NTB telah mendistribusikan air bersih ke wilayah Sembalun di Lombok Timur yang juga menjadi wilayah terdampak gempa. Dari Sembalun, distribusi air bersih dilakukan di wilayah selatan Lombok, yakni Jerowaru dan Sakra Timur di Lombok Timur.
“Setelah ini, geser ke Lombok Tengah dan Lombok Barat, ada satu tangki di kantor untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendadak yang memang terdampak kekeringan,” katanya.