Sudah 7 Ribu Bantuan Rp50 Juta Cair, Warga Yang Belum Dapat Diminta Bersabar

Gubernur Zul juga minta agar sosialisasi pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) sebagai syarat utama mendapatkan dana bantuan lebih digencarkan

LOBAR.lombokjournal.com  — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah meminta masyarakat bersabar untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp 50 juta bagi rumah rusak berat akibat gempa.

“Sekarang sudah ada 7 ribu (warga) yang cair, sudah cukup besar,” ujar Zul di Senggigi, Lombok Barat, NTB, Rabu (31/10).

Zul juga mendengar laporan aksi demo warga Lombok Utara kepada Bupati Lombok Utara terkait belum cairnya dana bantuan pada Selasa (30/10).

Ia mengaku terus berkomunikasi dengan Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar dan melihat langsung kondisi di lapangan.

“Proses di Lombok Utara memang agak lambat, tapi bukan berarti tidak jalan. Berjalan cukup bagus,” kata Zul.

Selain Lombok Utara, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga sempat mengalami kendala karena kesulitan mencari pengusaha yang mau mengerjakan pembangunan rumah sesuai tenggat waktu.

“Tapi karena sekarang pilihan rumah banyak, bisa Risha, Riko (rumah konvensional), Rika (rumah kayu), mudah-mudahan lebih cepat,” jelasnya.

Zul menjelaskan, hari ini Pemprov NTB bersama Pemkab dan Pemkot terdampak gempa akan menggelar rapat koordinasi tentang proses rehabilitasi dan rekonstruksi, serta persiapan rencana kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke NTB pada 4 November.

“Mudah-mudahan dengan kedatangan Pak Wapres, progres yang diharapkan pemerintah pusat bisa dituntaskan,” harapnya.

Zul juga meminta agar sosialisasi pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) sebagai syarat utama mendapatkan dana bantuan lebih digencarkan.

Hal ini guna meluruskan anggapan masyarakat yang merasa bisa langsung mendapatkan dana bantuan tanpa melalui pokmas.

“Masih ada tempat-tempat yang belum sosialiasi, dengan anggapan dana yang sudah masuk ke rekening, uang bisa dicairkan untuk sendiri,” katanya.

Pelaksana tugas (plt) Kabag Humas Setda Kabupaten Lombok Utara, Mujadid Muhas mengatakan rumah warga terdampak gempa di Lombok Utara yang telah terverifikasi telah mencapai 57.314 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 45.749 rumah rusak berat, 3.160 rusak sedang, dan 8.405 rusak ringan.

“Adapun pokmas yang telah terbentuk mencapai 101 kelompok. Sedangkan buku rekening warga terdampak gempa bumi, telah tercetak sejumlah 41.385, dari jumlah tersebut yang baru terisi sejumlah 13.388 dan telah dibagikan sejumlah 2.944 buku rekening,” jelasnya.

AYA




Membangun Narasi Yang Sejuk Bagi Generasi Milenial

Apa pun pilihan dalam pemilu  namun harus tetap menjaga dan merawat perdamaian, kesatuan dan persatuan

Karman, Dewan Penasehat PGK

MATARAM.lombokjournal.com – Dialog Kebangsaan dengan tema Generasi Milenial dan Pemilu 2019 berlangsung di Universitas 45 Mataram,Senin (30/10) sore.

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK)  Wilayah NTB bekerja sama dengan Universitas 45 Mataram menggelar kegiatan tersebut, dilakukan  untuk memberikan narasi positif terhadap generasi milenial menghadapi pemilu 2019.

Seperti diketahui, generasi mileneal merupakan generasi penerus bangsa,maka generasi milenial harus inovasi,kreatif  dan solutif dan bijak dalam menggunakan teknologi terutama sosial media.

Dalam menyongsong pemilu 2019  generasi milenial harus mengenal jati diri bangsa, karena bangsa ini lahir dengan rahmat Allah yang maha kuasa dan dIdorong oleh keinginan luhur.

Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri  mengingatkan kepada sEmua pihak termasuk generasi mileneal, tujuan  bangsa  untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah bangsa, ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

“Karena itu harus kita pegang tujuan bangsa ini agar kita tidak terombang ambing oleh pihak lain,” ucapnya saat menjadi Keynote Speaker dalam acara yang digelar di Universitas 45 Mataram,Senin.

Generasi milenial yang identik dengan media sosial harus dibekali dengan  jati diri bangsa, orientasi bangsa  serta tujuan berbangsa, agar jangan muda terombang ambing.

Jendral bintang dua tersebut juga mengajak generasi milineal untuk ikut sukseskan pemilu  2019, dengan mengenal jati diri dan jati diri bangsa dan sejarah bangsa .

Menjadikan pesta demokrasi yang cerdas dan jadilah pemilih yang bertanggungjawab, dengan tidak golput. Dan menghapus stigma generasi muda abai dan melupakan masa lalu, tentunya generasi mileneal harus kereatif,inovatif serta solutif.

Dewan Penasehat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) NTB, Karman mengatakan, sesuai dengan tema yang diangkat dalam dialog kebangsaan ,” Generasi Milenial dan Pemilu 2019,”yaitu bagaimana membangun narasi untuk persatuan dan kesatuan.

“Ini sudah masuk dalam tahapan pemilu kita sama sama tahu, situasi  pembelahan itu ada   terutama disosmed. Maka kita  ingin membangun narasi narasi yang sejuk yang dihadirkan lewat Perkumpulan Generasi Kebangsaan,” ucap Karman yang juga Ketua Religi NTB.

Bahkan, mantan Ketua Umum GPII tersebut mengingatkan pada peserta dialog yang berasal dari kalangan generasi milenial, apapun pilihan dalam pemilu  namun harus tetap menjaga dan merawat perdamaian, kesatuan dan persatuan.

Dengan menolak hoaks dan provokasi serta bijak dalam menggunakan sosmed agar bagaimana pemilu tetap berjalan aman damai tentram.

“Karena itu untuk damainya pemilu adalah merupakan atas partisifasi  kita semua dan bukan hanya oleh pihak keamanan saja,” pungkasnya.

Dalam dialog tersebut juga menghadirkan narasumber ,Khuwailid, Ketua Bawaslu NTB, Hamdan Kasyim, Ketua KNPI NTB, Chrisman Damanik, Mantan Ketua Presidium GMNI dan DR Fathurrozi.

AYA




APK Tak Sesuai Aturan, Ditertibkan Panwascam

Baik tim sukses maupun para caleg sendiri sebenarnya semua sudah tahu

LOMBOK TIMUR.lombokjournal.com — Bahan kampanye atau Alat Peraga Kampanye (APK) calon legislatif (caleg) dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) yang tidak sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) di wilayah Lombok Timur (Lotim), mulai ditertibkan oleh Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam).

Seperti bahan kampanye atau APK yang dipasang di pohon dan juga tidak sesuai aturan yang ada, baik ukuran, format, maupun desain dari KPU.

Panwascam Wanasaba misalnya, tampak sibuk menertibkan dan menurunkan bahan kampanye atau APK para caleg dan calon DPD RI tersebut, yang bertebaran di jalan nasional, Senin (29/10) siang.

Ketua Panwascam Wanasaba, Hamidi, S.Pd., mengatakan tidak boleh ada pemasangan alat peraga kampanye baik di jalan nasional maupun di jalan-jalan lainnya yang tidak sesuai aturan KPU.

“Penurunan APK-nya mulai dari Wanasaba Daya, yang wilayah Kecamatan Wanasaba. Untuk dijalan nasional ini pak, alat peraga kampanye tidak boleh,” ucapnya, kepada lombokjournal.com, Senin siang.

“Karena partai politik yang mengusulkan calon, beberapa calon yang diusulkan itu harus dia membuat baliho yang berbentuk ukuran dari KPU,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, Hamidi menyebutkan, KPU akan menerbitkan APK baru yang sesuai ukuran, format dan desain sudah ada.

“Sampai tangal 1 November penertiban ini, karena akan diterbitkan APK baru,” bebernya.

Terkiat aturan APK, Hamidi kembali menegaskan, baik tim sukses maupun para caleg sendiri sebenarnya semua sudah tahu.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Amir Mahmud mengatakan, Bawaslu  sudah memberikan sosialisasi kepada partai politik maupun para caleg terkait tara cara dan aturan kampanye.

“Mulai dari sosialisasi aturan kampanye sampai silaturahim dengan seluruh peserta pemilu dan calegnya dalam rangka sharing informasi terkait tata cara kampanye dan beserta sanksi pelanggaran,” uajrnya.

Razak

 




Pemuda Tionghoa Bantu Rumah Singgah Di Mataram

Selain memberikan rumah singgah sementara, IPTI juga akan memberikan pelatihan membuat kue bagi ibu-ibu korban gempa

MATARAM.lombokjournal.com — Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI ) memberikan bantuan Rumah Singgah untuk korban gempa Lombok, di Desa Gontoran Barat (Bertais), Kecamatan Sandubaya pada Senin (39/10).

Ketua IPTI Ardy Susanto menyerahkan rumah sementara kepada desa Gontor Barat sebanyak 10 unit di sebelah barat dan 5 unit di sebelah timur. Total yang diserahkan sebanyak 15 Unit.

Ardy menyatakan, rumah yangg diberikan  adalah rumah yang bisa dibuka lagi karena bahan-bahannya dari Spandek, vinil dan besi dengan ukuran panjng 2,5 Meter dan panjang 2 meter.

“Karena bisa di bongkar pasang nanti masyarakat yang mendapatkan  rumah singgah tersebut  bisa digunakan utk jualan , tentu saja setelah Rumah penduduk yng terken gempa sudah diperbaiki,” ujarnya

Selain memberikan rumah singgah sementara, IPTI juga akan memberikan pelatihan membuat kue bagi ibu-ibu korban gempa.

Kadis Permukiman Kota Mataram,H.M. Kemal Islam mengaku, di Kota Mataram sejumlah 13.000 rumah terdampak gempa,  termasuk dalam kategori rusak ringan, sedang dan berat.

Menurutnya, terdapat 2,365 yang rusak berat, dan data yang dirilis BPBD paling banyak di wilayah Sandubaya, yakni di lingkungan Pengempel indah,Gontoran Barat,Tegal, dan jangkuk.

AYA




Lima Pelajaran Penting Hari Sumpah Pemuda Untuk Generasi Millenial

Generasi muda kita harus mulai menggali makna sejatinya Sumpah Pemuda, dan mengaplikasikan dalam kehidupan berbangsa sehari-hari

lombokjournal.com —

MATARAM — Seperti tahun-tahun sebelumnya Hari Sumpah Pemuda selalu diperingati pada 28 Oktober, di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Lombok, NTB.

Tahun ini, Hari Sumpah Pemuda, juga diperingati pada hari Minggu (28/10), dari upacara bendera, pembacaan ikrar Sumpah Pemuda secara bersama, dan juga beragam kegiatan lainnya.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK) mengatakan, peringatan momen heroik yang mempersatukan seluruh anak bangsa di penjuru Nusantara yang lintas etnis, bahasa, dan budaya ini, hendaknya jangan sekadar peringatan seremonial.

GBK mengatakan, generasi muda kita harus mulai menggali makna sejatinya Sumpah Pemuda ini, dan mengaplikasikan dalam kehidupan berbangsa sehari-hari.

“Kalau ini bisa dilakukan pasti Indonesia akan kembali menjadi bangsa yang besar dan kuat ke depan,” kata HBK, Minggu (28/10) di Mataram.

HBK menekankan, ada lima pelajaran penting yang harus diambil generasi muda dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini, khususnya untuk pemuda di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Yang pertama, semangat Sumpah Pemuda harus dibangkitkan lagi di segenap hati, pikiran dan tindakan setiap pemuda Lombok sehingga mampu bersaing dalam kompetisi global.

“Yang kedua semangat Sumpah Pemuda harus kita pupuk terus untuk mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan para pemuda Lombok, dalam menghadapi intervensi budaya asing yang bisa mengancam disintegrasi bangsa,” katanya.

Kemudian yang ketiga, Sumpah Pemuda yang telah berhasil mempersatukan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI, harus dijadikan momentum persatuan dan kesatuan bagi para pemuda Lombok dalam membangun Republik ini bersama-sama dengan pemuda Indonesia lainnya.

“Perbedaan dan keberagaman dalam perjalanan bangsa Indonesia adalah satu keberkahan yang harus disyukuri oleh para pemuda Lombok sebagai anugerah besar dari Allah SWT, yang akan membuat Indonesia menjadi Negara yang kuat dan besar,” katanya.

Yang kelima, papar HBK, generasi muda harus bisa hidup bersama secara harmoni dengan terus memupuk semangat perdamaian Sumpah Pemuda.

“Sebab, hanya dengan kedamaian dan kesejukan maka perjuangan para pemuda Lombok untuk mewujudkan masyarakat Lombok yang adil dan makmur, akan bisa dilakukan dengan lebih mudah,” katanya.

Tantangan Generasi Muda Kini

HBK menambahkan, semangat generasi muda Indonesia di saat ikrar Sumpah Pemuda dibacakan bersama 28 Oktober 1928, harus menjadi pemicu semangat generasi muda saat ini, generasi millenial.

“Dulu generasi muda kita bersatu dalam semangat persatuan yang tertuang dalam ikrar Sumpah Pemuda, demi terwujudnya sebuah bangsa besar bernama Indonesia. Maka, tugas generasi muda saat ini sebagai penerus adalah menjaga Indonesia, memberikan yang terbaik yang bisa mereka lakukan untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia,” katanya.

Selain peran generasi muda, HBK juga menekankan pentingnya perhatian pemerintah untuk mencetak generasi muda Indonesia yang benar-benar tangguh dan berwawasan Indonesia.

Di sektor pendidikan misalnya, HBK menilai perlu dibentuk kembali kurikulum dasar tentang Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di dunia pendidikan formal, juga pembentukan BP 7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) seperti dulu.

“Pendidikan ini penting. Harus ada kurikulum yang memang menanamkan pelajaran tentang Keindonesiaan, seperti PMP dulu. Sebab, jangan sampai generasi muda kita maju dan menguasai teknologi, namun lupa akan jatidirinya. Akhirnya Sumpah Pemuda hanya menjadi kegiatan seremoni yang tidak mengejawantah dalam kehidupan generasi muda kita,” tukasnya

Terpisah,  Sawaludin Sasaki atau akrab yang disapa Awenk untuk sampai di tujuan yang dicita-citakan oleh para pemuda Lombok, dibutuhkan pemimpin-peminpin  yang kuat, tegas dan berpihak kepada rakyat.

HBK, Salah Satu Solusinya

“HBK tipologi pemimpin yang konsisten dalam tindakan maupun kata. Apa yang diucapkan atau dijanjikan pasti akan diwujudkan apapun resikonya.   HBK adalah obor dan spirit bagi pemuda dan masyarakat NTB yang membutuhkan pencerahan,” tukas Awenk yang juga Ketua HIPMI NTB .

Me




Penuntasan Kekeringan di Lombok Selatan, Harus Dengan Solusi Jangka Panjang

Penelitian dan peranan teknologi tepat guna sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekeringan jangka panjang

LOTIM.lombokjournal.com — Musim hujan belum  tiba, kemarau panjang sudah berdampak pada kekeringan dan krisis air bersih di sejumlah wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kawasan Selatan di wilayah Kabupaten Lombok Timur, kerap mengalami kekeringan dari tahun ke tahun saat kemarau panjang melanda.

Kondisi berulang-ulang seperti terjadi saat ini, seharusnya bisa dicarikan solusi jangka panjangnya, bukan sekadar solusi sesaat.

“Selama ini kan pendekatan (penyelesaian kekeringan) yang dilakukan lebih banyak ke pendistribusian air ke masyarakat. Padahal yang dibutuhkan itu adanya solusi jangka panjang, agar masalah kekeringan tidak terjadi lagi di tahun-tahun berikutnya,” kata Caleg DPRD Lombok Timur nomor urut 9 Partai Nasdem, Saparwadi, Minggu  (28/10) di Lombok Timur.

Saparwadi yang nyaleg mewakili Dapil 2,  Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak dan Jerowaru, itu mengatakan, pendistribusian air bagi masyarakat terdampak kekeringan memang diperlukan untuk masa tanggap darurat.

Namun, tanpa ada upaya memikirkan solusi jangka panjang, maka hal itu hanya akan menjadi rutinitas yang terulang kembali di saat kemarau datang di tahun berikutnya.

Menurutnya, pada masa kejayaan tanaman padi Gogo Rancah (Gora) yang pernah melejitkan nama daerah Lombok dan NTB secara umum beberapa dekade silam, bisa menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi kekeringan.

“Dulu itu siapa yang menyangka Lombok bakal menjadi lumbung pangan? Semua kan bermula dari semangat Gogo Rancah, menanam padi di lahan kering/ tadah hujan  yang kemudian berhasil. Harusnya ini menjadi satu pembelajaran bagaimana pendahulu kita mampu bertahan bahkan berinovasi di tengah ancaman kekeringan,” tukasnya.

Hanya saja, Gogo Rancah atau Gora saat ini hanya menjadi sekadar slogan dan jargon untuk daerah semata, sebagai Bumi Gora.

Sementara praktik budidaya Gora sendiri sudah banyak ditinggalkan lantaran banyak kemanjaan dengan pengairan irigasi buatan.

Saparwadi mengatakan, masyarakat di kawasan yang menjadi langganan kekeringan harus mulai dibangkitkan kembali semangatnya untuk mengulang kejayaan masa lalu Gora itu.

Selain itu, perlu banyak penelitian dan ujicoba menanam komoditas lain yang memang tahan kemarau dan mampu berproduksi di lahan kering.

“Jika saya dipercaya rakyat nantinya, Insha Allah ini akan saya lakukan, yakni menggaungkan kembali kejayaan Gora ini,” katanya.

Menurutnya, di beberapa daerah yang juga langganan kekeringan di Indonesia ada juga yang ternyata mampu memproduksi komiditas pertanian, buah-buahan dan lain sebagainya.

Hal ini juga tentu bisa dilakukan di NTB, sepanjang banyak pihak mau peduli, terutama Pemerintah Daerah.

Tehnologi Pertanian Tepat Guna

Menurut  Saparwadi mengatakan, penelitian dan peranan teknologi tepat guna sangat dibutuhkan untuk mengatasi kekeringan jangka panjang,

Pembuatan sumur bor atau pun teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar bersih juga patut diperhitungkan.

Ia mengakui, cost pengeluaran untuk biaya penelitian dan pengadaan teknologi serupa itu tentu cukup mahal dan akan menyedot keuangan Pemda.

Namun, jika dibanding dengan benefit jangka panjangnya, tentu hal itu lebih baik daripada harus mengeluarkan cost tiap tahun untuk mendroping kebutuhan air masyarakat.

“Selain itu, ini juga menjadi tantangan bagi anak-anak muda, para mahasiswa kita di Lombok untuk peduli memikirkan solusi masalah kekeringan ini. Mereka bisa memulai mengajukan penelitian-penelitian untuk ini, karena gagasan-gagasan baru biasa muncul dari kaum muda ini,” kata Saparwadi .

Me




Sampah di Kecamatan Jonggat, Loteng Mengusik Gubernur NTB

Hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB mengalami permasalahan yang sama terkait soal sampah

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Sampah yang berserakan di jalanan di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) ini mengusik Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkieflimansyah.

Bahkan mirisnya, keadaan lingkungan tersebut terkesan dibiarkan begitu saja, tanpa ada tindakan dari masyarakat sekitar maupun pemerintah setempat.

“Kalau saya dari BIL ke Mataram, tempat di Jonggat ini seringkali mengusik saya,” ungkapnya, melalui meeia sosial, akun facebooknya, Bang Zul Zulkieflimansyah, Sabtu (27/10).

Dr. Zul menilai, sampah yang berserakan ditempat tersebut sudah lama terjadi dan tidak dirawat dengan baik.

“Betapa di tepi jalan utama kita tak merawat taman kita dengan baik. Ini sudah lama sekali,” katanya.

Terkait hal itu, menurutnya, masyarakat sekitar dan pemerintah setempat seharusnya bersama-sama mengatasinya.

Tidak harus menunggu Gubernur maupun Bupati turun tangan untuk menangani masah sampah ini.

“Mestinya tak perlu menunggu Gubernur atau Bupati. Masyarakat sekitar dan Pak camat mestinya aware sama yang begini-begini ini,” uajrnya.

Namun diakuinya, hampir seluruh kabupaten dan kota di NTB mengalami permasalahan yang sama terkait soal sampah.

“Tentu bukan hanya di Jonggat saja. Di seluruh kabupaten dan kota kita permasalahan sampah ini sangat serius dan mengganggu,” akunya.

Mantan anggota DPR RI ini  mengakhirinya dengan mengajak masyarakat dan semua pihak agar menjaga dan merawat lingkungan secara gotong royong.

“Ayo kita mulai bersihkan lingkungan kita sendiri dan secara bergotong-royong. Karena ini untuk kebaikan kita sendiri,” tutupnya.

Razak

 




HBK Antar Putrinya Beri Sumbangan Gempa

Bencana di Lombok dan Sumbawa telah memunculkan keprihatinan dan solidaritas yang meluas

Diterima , H. Ridwan Hidayat

lombokjournal.com —

MATARAM.lombokjournal.com — Rannya Agustyra Kristiono, pelajar Mander Portman Woodward (MPW) College, London, Inggris, Rabu (23/10) di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Prov. NTB.

Rannya tak datang sendirian, dia datang didampingi ayahnya, tak lain adalah H. Bambang Kristiono (HBK), Caleg Partai Gerindra Nomor Urut 1, dari Dapil NTB-2/P. Lombok.

“Saya hanya mengantarkan, semua donasi yang dikumpulkan di sekolahnya di Inggris, itu Rannya dan teman-temannya yang himpun,” kata HBK kepada jajaran pengurus PMI Prov. NTB.

Kedatangan Rannya menunjukkan kepedulian pada korban gempa Lombok dan Sumbawa terus berjalan.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PMI Prov. NTB, H. Ridwan Hidayat bersama beberapa pengurus PMI Prov. NTB seperti dr. Nurhandini Eka Dewi serta H. Saptadi Akbar.

“Rannya, ceritakan langsung saja seperti apa sumbangan ini dikumpulkan,” lanjut HBK.

Rannya yang tengah menimba ilmu di Inggris terketuk hatinya dengan bencana yang terjadi di P. Lombok dan Sumbawa, kemudian menyusul di Palu, Sulawesi Tengah.

Ia kemudian membuat kegiatan charity (donasi) dengan berjualan kue kepada rekan-rekannya dan guru-gurunya di sekolah Mander Portman Woodward (MPW) College, London, Inggris.

Tak hanya dari siswa dan guru, ternyata kegiatan ini juga mendapat dukungan dari para orang-tua murid disana.

“Uang yang di kotak ini langsung saya bawa dari Inggris. Saya belum buka dan tidak tahu isinya berapa, tapi yang jelas semuanya uang poundsterling,” bebernya.

Selain sumbangan dari Inggris, secara khusus Rannya juga telah menyisihkan uang tabungannya. Harapannya, PMI Prov. NTB bisa menyalurkan bantuan tersebut kepada para korban gempa yang membutuhkan.

“Mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita disini. Saya menitipkan bantuan ini lewat PMI,” imbuhnya.

Ditambahkan, kepedulian kepada korban gempa bukan yang terakhir. Pada kesempatan liburan berikutnya, Rannya menyebut akan kembali ke Lombok.

Bencana yang terjadi di Indonesia telah memunculkan keprihatinan dan solidaritas di dunia.

“Ya, banyak yang ikut sedih. Semua ingin ikut peduli,” kata Rannya.

Ketua PMI Prov. NTB H. Ridwan Hidayat cukup terkejut dengan inisiatif Rannya yang dilakukan di Inggris. Bukti kalau bencana di Lombok dan Sumbawa telah memunculkan keprihatinan dan solidaritas yang meluas.

“Ternyata anak-anak kita (Indonesia) di luar negeri sangat peduli dengan negaranya. Meski mereka jauh dan tidak di Indonesia,” katanya.

Diungkapkan, PMI Prov. NTB memang menjadi salah satu lembaga yang menyalurkan bantuan gempa. Sumbangan dari berbagai lembaga negeri, swasta maupun perorangan.

Sebagaimana prosedur yang ada, maka Rannya juga telah menanda-tangani berita acara penyerahan bantuan.

“Nanti mata uang asing ini akan kami tukarkan, untuk selanjutnya disumbangkan,” sambungnya.

Tidak lupa, H. Ridwan Hidayat turut memberi ucapan terima kasih kepada HBK, politisi Partai Gerindra tersebut yang telah memfasilitasi dan mempercayakan sumbangan pada PMI Prov. NTB.

Apa yang dilakukan Rannya bisa memotivasi para pemuda lain yang ada di luar negeri.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan Rannya ini akan membawa banyak kebaikan,” imbuhnya.

Me




Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Lewat Jalur Lama

Kegiatan pendakian hanya sampai Pelawangan Aik Berik dan tidak diizinkan untuk turun ke Danau Segara Anak. Paket pendakian yang direkomendasikan minimal 2 hari 1 malam

Terdampak longsor

MATARAM.lombokjournal.com — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) hingga akhir tahun ini mempertimbangkan akan membuka trek jalur pendakian alternatif ke Gunung Rinjani.

Kepala BTNGR, Sudiyono, melalui rilis tanggal 24 Oktober 2018, menyebutkan hasil kajian dan survei yang melibatkan beberapa pihak terkait hasil pantauan langsung di lapangan, ditemukan kondisi satu jalur pendakian lama melalalui Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Jalur itu bisa dijadikan jalur alternatif pendakian.

Jalur pendakian Aik Berik sampai Pelawangan dimungkinkan untuk dibuka sebagai jalur alternatif pendakian Gunung Rinjani. Kegiatan pendakian bisa dimulai pada 7 November hingga 31 Desember 2018.

Kegiatan pendakian hanya sampai Pelawangan Aik Berik dan tidak diizinkan untuk turun ke Danau Segara Anak. Paket pendakian yang direkomendasikan minimal 2 hari 1 malam.

Lokasi camping area yang bisa digunakan adalah Pos IV, Pondok Amaq Kros. Pembelian tiket booking pendakian dilakukan dengan sistem online, dengan kuota pendakian 150 orang/hari.

“Kegiatan penataan jalur termasuk, perbaikan, pembersihan, pemasangan papan petunjuk arah, papan larangan, dan papan peringatan, direncanakan akan dilakukan pada 30 Oktober sampai 4 November 2018 mendatang, dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Sudiyono dalam keterangannya, Kamis (25/10).

Kegiatan survei yang dilakukan BTNGR pascagempa bumi telah dilakukan sebanyak 2 kali. Periode I dilakukan pada 3-5 Oktober lalu di tiga jalur pendakian, yaitu di jalur Senaru, Sembalun, dan jalur budaya Torean.

Sementara survei tahap II dilakukan pada 15-17 Oktober lalu di tiga jalur lama, yakni di Aik Berik, jalur Timbanuh, dan jalur Sembalun.

Kegiatan survei yang telah dilakukan BTNGR melibatkan beberapa pihak, yaitu Basarnas, TNI, Polri, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dispar dan BPBD Lombok Utara , Dispar dan BPBD Lombok Timur, perwakilan Trek Organizer,  guide dan porter serta Edelweis Medical Help Center.

Harry




Erwandi Menang Telak di Pilkades Lantan, Lombok Tengah

Jangan sampai perbedaan pilihan menjadikan pemicu perpecahan, justru harus sama sama membangun Desa Lantan

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lantan Kecamatan Batukliang Utara, menetapkan rekapitulasi hasil perhitungan suara melalui rapat pleno di Kanto Desa Lantan, Kamis (25/10) siang.

Rapat Pleno di Kanto Desa itu menetapkan, nomor urut 1, Erwandi, S.Pd menempati urutan teratas.

Erwandi ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dengan angka 1.617 suara. Angka tersebut menang telak dari dua rival politiknya pada kontestasi Pilkades Lantan yang digelar serentak di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2018, Rabu (24/10).

Selisihnya 531 suara dengan H. Ahmad Harun Zain, nomor urut 2, yang memperoleh 1.086 suara. Kemudian nomor urut 3, Ah, Sumaidi, menjadi yang terakhir dengan perolehan 177 suara.

Sebelumnya, Erwandi menyampaikan apresiasi dan ucapan  terimakasih kepada seluruh tim pemenangan, para relawan dan seluruh warga Desa Lantan.

“Kemenagan ini adalah milik semua. Milik warga Desa Lantan,” ungkapnya, di hadapan para pendukung, setelah perhitungan suara di delapan TPS, di kediamannya, Dusun Pemasir, Rabu (24/10) kemarin.

Erwandi mengatakan, Desa Lantan harus dibangun atas dasar kebersamaan, kegotong royongan demi mencapai perubahan ditengah-tengah masyarakat.

“Ini adalah kemenangan Desa Lantan. Saatnya kita membangun Desa Lantan secara kompak dan bersama sama,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam membangun Desa Lantan, kekompakan masyarakat merupakan salah satu energi terbesar dalam proses kemajuan Desa.

“Warga  Desa Lantan menjadi sumber kekuatan untuk membangun masyarakat. Dari Dusun Kesah sampai Dusun Rerantik. Kemenangan ini adalah berkat izin Allah SWT,” ujarnya.

Ia berharap kepada semua masyarakat dan khususnya kepada pendukung nomor 1, agar tetap menjaga kekompakan dan keamanan bersama.

“Kita terima kemennagan ini dengan tawadduk dan rendah hati. Kemenangan ini merupakan kemenangna semua. Bukan hanya untuk pribadi namun kemenangan bersama,” sebutnya.

Ia kembali menegaskan, jangan sampai perbedaan pilihan menjadikan pemicu perpecahan. Namun sama sama membangun Desa Lantan.

“Semua kita harus bersatu untuk mewujudkan Desa Lantan menuju perubahan. Perkembangan desa dan kemajuan desa, benar benar menciptakan perubahan untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Razak