HBK Gelar Pentas Ke-IV Wayang Kulit Lalu Nasib Di Desa Marong, Lombok Tengah

Pentas Wayang Kulit ini bisa dijadikan salah satu media untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat, agar mereka antusias berbondong-bondong datang ke TPS pada tanggal 17 April mendatang

HBK saat nobar wayang Sasak

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH  ;     Gelaran pentas Wayang Kulit Lalu Nasib seri ke-IV akan dilangsungkan di lapangan Desa Marong, Kec. Praya Timur, Kab. Lombok Tengah, Sabtu (16/3), mulai pukul 20.00 WITA .

Kali ini Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono, SE yang kerap disapa akrab HBK mengatakan. akan  mengangkat Tema seputar Anti Money Politik dalam Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat.

Ini salah satu cara HBK mengajak partisipasi masyarakat Desa dalam mensukseskan Pemilu 2019.

“Agar Pemilu (Pilpres dan Pileg) 2019 ini makin kuat legitimasinya, maka tingkat partisipasi masyarakat ke TPS untuk memilih harus semakin besar,” ucap HBK.

HBK mengapresiasi penyelenggara Pemilu di NTB yANg telah bekerja keras mensosialisasikan Pemilu serentak 2019 kepada para pemilih dengan mendorong tingkat partisipasi pemilih agar meningkat dibanding Pemilu sebelumnya.

“KPU, Bawaslu dan Polri di NTB patut diapresiasi karena telah bekerja sesuai prosedur dan tupoksinya masing2 dalam mensukseskan kampanye maupun gelaran Pemilu serentak tanggal 17 April 2019, yang akan dating,” tukas HBK.

HBK melanjutkan, sebagai Caleg DPR RI, dirinya juga memiliki tanggung jawab moral agar Pemilu Legislatif (Pileg) di Dapil NTB – II/P. Lombok ini benar-benar berlangsung secara adil dan damai dengan menjunjung tinggi kaidah2 Fair Play.

Menurut HBK, pentas Wayang Kulit ini bisa dijadikan salah satu media untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat, agar mereka antusias berbondong-bondong datang ke TPS pada tanggal 17 April mendatang.

“Jangan ada yang Golput. Selain tentu saja, mengkampanyekan program pertanian, sebagai prioritas unggulan apabila saya, in shaa Allah, bisa mewakili masyarakat P. Lombok di gedung Parlemen Senayan nanti”, kata HBK.

Bagi HBK pentas seni Wayang Sasak ini masih menjadi media suluh yang sangat efektif bagi masyarakat-masyarakat yang ada di pedesaan.

Pesan yang disampaikan oleh Ki Dalang Lalu Nasib melalui bahasa Sasak dengan Joke-jokenya yang khas lebih mudah dipahami oleh rakyat di pedesaan.

“Setelah pentas di Desa Marong, Kec. Praya Timur, Kab. Lombok Tengah ini, pentas Wayang Kulit HBK akan manggung di Kab  Lombok Timur sebanyak dua kali masing-masing di Kab. Lombok Timur bagian Utara, dan Kab. Lombok Timur bagian Selatan,” tegas HBK.

HBK juga menyampaikan terima kasih serta penghormatan teramat dalam kepada pimpinan DPC Partai Gerindra maupun HBK Center di masing-masing Kabupaten yang telah mendukung dan bekerja-sama mensukseskan pentas Wayang Kulit Lalu Nasib ini,” kata HBK.

Me




HBK Sambangi  Baksos Kesehatan Kesira HBK Center KLU Di Desa Sambik Bangkol

Tim Kesira HBK Center KLU dibekali dengan satu unit Ambulance Gerindra yang dipakai untuk melakukan antar jemput pasien selama 24 jam tanpa hari libur

lombokjournal.com —

LOMBOK UTARA ;    Tim Kesehatan Indonesia Raya ( Kesira ) HBK Center KLU adalah kerjasama antara HBK Center KLU dengan DPC Partai Gerindra KLU, pada hari ini (Rabu 13/03), melakukan bakti sosial (Baksos) layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Sambik Bangkol di wilayah KLU.

Dengan dibantu sejumlah relawan tenaga paramedis, Tim Kesira HBK Center KLU memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobatan gratis bagi warga masyarakat KLU yang membutuhkan.

Puluhan warga Desa yang kebanyakan berprofesi sebagai kaum tani  menyambut antusias kegiatan layanan kesehatan gratis yang digagas Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono yang akrab disapa HBK.

Pantauan di lapangan, Emak-Emak Desa Sambik Bangkol, khususnya yang berasal dari Dusun Kopong Sebangun dan Dusun Senjajak sejak pagi hari telah berbondong-bondong mendatangi Posko Layanan Kesehatan gratis Tim Kesira HBK Center KLU.

Tampak HBK  membaurkan diri dengan tenaga paramedis dan warga masyarakat Desa untuk membantu kelancaran bakti sosial tersebut.

Menurut Ketua HBK Center KLU, Ustads Mohamad Zainur, selain memberikan layanan kesehatan gratis secara berkala dan rutin setiap harinya, pihaknya juga telah memberikan pelayanan Ambulan gratis bagi warga masyarakat miskin yang membutuhkan, termasuk melakukan pengantaran bagi warga yang meninggal dunia.

“Selain itu, kami juga mendonasikan  bantuan alat2 bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, terpal dan lain lain,” katanya.

Kata Ustads Mohamad Zainur, aktifitas bakti sosial (Baksos) ini sudah dimulai sejak terjadinya gempa bumi beruntun dan kemudian dikembangkan, ditingkatkan lagi peran2nya setelah HBK Center KLU dibentuk, kurang lebih 3 bulan yang lalu.

“Semua kegiatan sosial yang dilakukan secara swadaya ini tanpa ada motif apapun. Ini adalah bagian dari Jihad kita dalam membantu kesulitan2 rakyat kecil dan para petani di bidang kesehatan”, tambahnya.

Terpisah HBK mengatakan, setelah perhelatan Pileg/Pilpres 2019 selesai dilaksanakan, dirinya  berkeinginan untuk meningkatkan status Tim Kesira HBK Center KLU ini, menjadi sebuah Badan Kesira KLU, yamg berbadan hukum, dilengkapi legalitasnya agar kiprahnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kecil di KLU bisa lebih maksimal.

“Saya ingin mengembangkan Tim Kesira HBK Center KLU ini menjadi Badan Kesira yang berbadan hukum, agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat kecil yang membutuhkan.

Dan kalau sudah berbadan hukum, target berikutnya adalah membangun Klinik Kesira untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin yang membutuhkan”, tambah HBK.

Selanjutnya HBK menegaskan jika Baksos Kesira HBK Center KLU ini adalah pilot project HBK dalam memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin/petani yang membutuhkan.

“Dan kalau ternyata mendapat respon yang baik dari masyarakat, in shaa Allah akan saya kembangkan juga di Kabupaten2 lainnya di Pulau Lombok ini”, ucap HBK .

HBK menambahkan, kiprah Tim Kesira HBK Center KLU sekarang ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan, tapi kita semua di Tim Kesira HBK Center KLU sudah bertekad untuk tidak menunggu besar dulu kemudian baru berbuat kepada masyarakat.

“Walaupun masih kecil, tapi kita sudah memulainya. Kita berangkat dari yang kecil2 dulu, yang sederhana2 dulu, tapi yang penting kita segera action”, tukasnya.

Sementara itu Ketua Kesira HBK Center KLU, Lalu Saijudin mengatakan, menyongsong musim Pancaroba ini kebanyakan warga Desa atau Dusun di KLU banyak yang menderita sakit flue, demam, batuk, pilek, alergi dan penyakit kulit terutama terjadi pada anak-anak dan kaum perempuan.

“Untuk gejala penyakit dengan Symptoms ringan, Tim Kesira HBK Center KLU memberikan layanan cek tekanan darah maupun pemberian obat2an. Sementara untuk penyakit berat, pihaknya akan merujuknya ke Rumah Sakit terdekat”, ujarnya.

Saijudin menambahkan Tim Kesira HBK Center KLU dibekali dengan satu unit Ambulance Gerindra yang dipakai untuk melakukan antar jemput pasien selama 24 jam tanpa hari libur.

Kadus Dusun Kopong Sebangun, Ustads Nurjadin mengatakan bahwa warganya merasa sangat terbantu dengan adanya bakti sosial (Baksos) layanan kesehatan gratis oleh Tim Kesira HBK Center KLU ini.

“Kami berharap agar layanan kesehatan gratis ini bisa terus berlangsung, dan Tim Kesira HBK Center KLU secara rutin bisa mendatangi dan membuka Posko di Dusun Kopong Sebangun ini, agar warga saya bisa tetap terawat kesehatannya”, pintanya kepada HBK.

“In shaa Allah akan saya tingkatkan pelayanannya setelah perhelatan Pileg/Pilpres 2019 nanti. Saya akan terus dorong dan ingatkan agar Fraksi Partai Gerindra di DPRD KLU memberikan perhatian khusus untuk peningkatan layanan kesehatan gratis ini”, jawab HBK optimis.

Me




HBK Sambangi  Baksos Kesehatan Kesira HBK Center KLU Di Desa Sambik Bangkol

Tim Kesira HBK Center KLU dibekali dengan satu unit Ambulance Gerindra yang dipakai untuk melakukan antar jemput pasien selama 24 jam tanpa hari libur

lombokjournal.com —

LOMBOK UTARA ;    Tim Kesehatan Indonesia Raya ( Kesira ) HBK Center KLU adalah kerjasama antara HBK Center KLU dengan DPC Partai Gerindra KLU, pada hari ini (Rabu 13/03), melakukan bakti sosial (Baksos) layanan kesehatan gratis bagi warga Desa Sambik Bangkol di wilayah KLU.

Dengan dibantu sejumlah relawan tenaga paramedis, Tim Kesira HBK Center KLU memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobatan gratis bagi warga masyarakat KLU yang membutuhkan.

Puluhan warga Desa yang kebanyakan berprofesi sebagai kaum tani  menyambut antusias kegiatan layanan kesehatan gratis yang digagas Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono yang akrab disapa HBK.

Pantauan di lapangan, Emak-Emak Desa Sambik Bangkol, khususnya yang berasal dari Dusun Kopong Sebangun dan Dusun Senjajak sejak pagi hari telah berbondong-bondong mendatangi Posko Layanan Kesehatan gratis Tim Kesira HBK Center KLU.

Tampak HBK  membaurkan diri dengan tenaga paramedis dan warga masyarakat Desa untuk membantu kelancaran bakti sosial tersebut.

Menurut Ketua HBK Center KLU, Ustads Mohamad Zainur, selain memberikan layanan kesehatan gratis secara berkala dan rutin setiap harinya, pihaknya juga telah memberikan pelayanan Ambulan gratis bagi warga masyarakat miskin yang membutuhkan, termasuk melakukan pengantaran bagi warga yang meninggal dunia.

“Selain itu, kami juga mendonasikan  bantuan alat2 bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, terpal dan lain lain,” katanya.

Kata Ustads Mohamad Zainur, aktifitas bakti sosial (Baksos) ini sudah dimulai sejak terjadinya gempa bumi beruntun dan kemudian dikembangkan, ditingkatkan lagi peran2nya setelah HBK Center KLU dibentuk, kurang lebih 3 bulan yang lalu.

“Semua kegiatan sosial yang dilakukan secara swadaya ini tanpa ada motif apapun. Ini adalah bagian dari Jihad kita dalam membantu kesulitan2 rakyat kecil dan para petani di bidang kesehatan”, tambahnya.

Terpisah HBK mengatakan, setelah perhelatan Pileg/Pilpres 2019 selesai dilaksanakan, dirinya  berkeinginan untuk meningkatkan status Tim Kesira HBK Center KLU ini, menjadi sebuah Badan Kesira KLU, yamg berbadan hukum, dilengkapi legalitasnya agar kiprahnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kecil di KLU bisa lebih maksimal.

“Saya ingin mengembangkan Tim Kesira HBK Center KLU ini menjadi Badan Kesira yang berbadan hukum, agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat kecil yang membutuhkan.

Dan kalau sudah berbadan hukum, target berikutnya adalah membangun Klinik Kesira untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin yang membutuhkan”, tambah HBK.

Selanjutnya HBK menegaskan jika Baksos Kesira HBK Center KLU ini adalah pilot project HBK dalam memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin/petani yang membutuhkan.

“Dan kalau ternyata mendapat respon yang baik dari masyarakat, in shaa Allah akan saya kembangkan juga di Kabupaten2 lainnya di Pulau Lombok ini”, ucap HBK .

HBK menambahkan, kiprah Tim Kesira HBK Center KLU sekarang ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan, tapi kita semua di Tim Kesira HBK Center KLU sudah bertekad untuk tidak menunggu besar dulu kemudian baru berbuat kepada masyarakat.

“Walaupun masih kecil, tapi kita sudah memulainya. Kita berangkat dari yang kecil2 dulu, yang sederhana2 dulu, tapi yang penting kita segera action”, tukasnya.

Sementara itu Ketua Kesira HBK Center KLU, Lalu Saijudin mengatakan, menyongsong musim Pancaroba ini kebanyakan warga Desa atau Dusun di KLU banyak yang menderita sakit flue, demam, batuk, pilek, alergi dan penyakit kulit terutama terjadi pada anak-anak dan kaum perempuan.

“Untuk gejala penyakit dengan Symptoms ringan, Tim Kesira HBK Center KLU memberikan layanan cek tekanan darah maupun pemberian obat2an. Sementara untuk penyakit berat, pihaknya akan merujuknya ke Rumah Sakit terdekat”, ujarnya.

Saijudin menambahkan Tim Kesira HBK Center KLU dibekali dengan satu unit Ambulance Gerindra yang dipakai untuk melakukan antar jemput pasien selama 24 jam tanpa hari libur.

Kadus Dusun Kopong Sebangun, Ustads Nurjadin mengatakan bahwa warganya merasa sangat terbantu dengan adanya bakti sosial (Baksos) layanan kesehatan gratis oleh Tim Kesira HBK Center KLU ini.

“Kami berharap agar layanan kesehatan gratis ini bisa terus berlangsung, dan Tim Kesira HBK Center KLU secara rutin bisa mendatangi dan membuka Posko di Dusun Kopong Sebangun ini, agar warga saya bisa tetap terawat kesehatannya”, pintanya kepada HBK.

“In shaa Allah akan saya tingkatkan pelayanannya setelah perhelatan Pileg/Pilpres 2019 nanti. Saya akan terus dorong dan ingatkan agar Fraksi Partai Gerindra di DPRD KLU memberikan perhatian khusus untuk peningkatan layanan kesehatan gratis ini”, jawab HBK optimis.

Me




Ketua TP. PKK NTB Hadiri Gerakan Perempuan Peduli Mangrove

Penanaman mangrove di pantai Cemare siang hari ini akan ‘Live Streaming’ dengan kegiatan Ibu Negara di kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten

LOBAR.lombokjournal.com — Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, S. E., M. Sc menghadiri acara Gerakan Perempuan Peduli Mangrove di pantai Cemare Lombok Barat, Senin (11/03).

Hj.Niken mengucapkan terimakasih kepada OASE Kabinet Kerja dan pemerintah Pusat yang telah memilih NTB sebagai salah satu titik kegiatan ini.

Hj Niken berharap,  peran perempuan di segala bidang dapat semakin meningkat terutama dalam hal pelestarian lingkungan.

“Saya harap ini dapat memberi inspirasi, memberi pengetahuan bagi organisasi wanita dimanapun untuk mulai memperhatikan kelestarian lingkungan, tidak hanya berkutat di keluarga, sosial dan masyarakat tetapi juga berkontribusi pada kegiatan-kegiatan sosial seperti ini di seluruh NTB,” katanya.

Acara diawali dengan upacara yang dipimpin oleh Kepala Staf Korem 162/WB, Letkol Inf Endarwan Yansori.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung tema, “Penanaman Mangrove dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Membangun Peran Perempuan Dalam Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir,”

Perwakilan OASE Kabinet Kerja, Trisna Willy Lukman Hakim menambahkan, penanaman mangrove di pantai Cemare siang hari ini akan ‘Live Streaming’ dengan kegiatan Ibu Negara di kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini beranjak dari keprihatinan atas kondisi ekosistem mangrove di Indonesia, yang memerlukan uluran tangan semua pihak.

Mangrove sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia antara lain, sebagai penyerap polutan, penyimpan karbon, wisata alam, pelindung pantai dari abrasi dan tsunami, dan tempat berlindung berbagai macam fauna ekosistem payau.

“Insyallah setelah NTB, provinsi lain akan segera menyusul dan semoga mangrove yang kita tanam dapat memberi manfaat untuk kita semua,” ucap Trisna Willy.

Turut hadir, perwakilan OASE Kabinet Kerja, Ketua Dharma Pertiwi, Ketua Bhayangkari NTB, Ketua TP. PKK Lobar, para perwakilan Organisasi Wanita Lobar, siswa-siswi Sekolah SD, SMP dan SMA.

Usai upacara, dilanjutkan penyerahan 5.000 bibit mangrove dan 500 bibit pohon produktif secara simbolis.

AYA/Hms




Ini Cara Batik Ijo Inisiasi Gerakan Mengantisipasi Bencana Alam

Bila semangat untuk menanam pohon sudah terbentuk di kalangan generasi muda millennials secara otomatis jiwa untuk mempertahankan dan menjaga kelestarian lingkungan juga akan tumbuh

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan, serta memiliki semangat untuk menanam pohon, sangat dibutuhkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini bukan semata untuk melestarikan alam, tetapi juga untuk mencegah dan mengantisipasi bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30 Dapil NTB, H Irzani mengatakan, saat ini pihaknya terus mendorong generasi muda NTB untuk mulai “gila menanam pohon”.

“Kondisi kerusakan hutan kita di NTB sudah cukup parah saat ini. Nah kalau bukan kita yang perbaiki siapa lagi? Jadi selalu saya tanamkan ke para pemuda untuk gila tanam pohon. Tanam pohon sekarang untuk kenyamanan hidup generasi penerus kita di masa depan,” tegas  Irzani yang mulai akrab disapa Batik Ijo , Senin (11/3) di Mataram.

Irzani menjelaskan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, saat ini luas total hutan di NTB mencapai 1,07 juta hektare tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

Ironisnya, dari jumlah total tersebut tercatat sekitar 896 ribu hektare hutan dalam kondisi rusak. Dan dari 896 ribu hektare itu terdapat sekitar 580 ribu yang rusaknya cukup parah dan mengkhawatirkan, sedangkan sekitar 316 ribu hektare lainnya rusak akibat pertanian lahan kering guna ditanami jagung oleh masyarakat.

“Kondisi ini akan sangat riskan bencana. Menimbulkan banjir ketika musim hujan tiba, dan kekeringan ketika musim kemarau menyapa,” katanya.

Menurut Irzani, dengan kondisi seperti itu maka akan sangat mustahil jika reboisasi hutan yang rusak hanya mengandalkan peran pemerintah dan Pemda setempat saja.

Sebab, kekuatan anggaran dan tenaga pemerintah tidak akan mampu menutup itu dengan waktu yang cepat.

“Sehingga dibutuhkan peran semua pihak terutama masyarakat untuk mulai peduli lingkungan, peduli hutan, dengan cara mulai menanam pohon,” Lanjut Irzani

Sekretaris Umum PW NW NTB ini mengatakan, para santri di Ponpes-Ponpes NW juga sudah mulai melakukan gerakan menanam pohon, Beberapa Ponpes juga aktif menyediakan beragam jenis bibit pohon yang bisa digunakan untuk menutup vegetasi hutan yang rusak.

Sementara di lingkungan sekolah umum dan kelompok pemuda desa, gerakan menanam pohon juga terus disosialisasikan.

Manfaat Ekonomis

Irzani mengatakan, kemauan untuk menanam pohon bisa dilakukan dari lingkungan terdekat dahulu. Bisa saja pekarangan rumah atau di pinggiran jalan pedesaan yang masih gersang.

“Yang terpenting memulai dulu. Nanti kalau sudah tanam satu atau dua pohon, pasti akan kembali ingin menanam lagi. Karena menanam pohon ini termasuk perbuatan yang amal dan berpahala karena manfaatnya besar,” tukasnya.

Menurutnya, menanam pohon juga akan menjadi peluang dan bernilai ekonomis jika dilakukan sungguh-sungguh. Sebab banyak sekali jenis pohon yang bernilai jual tinggi.

Dengan memanfaatkan kebun atau lahan yang kosong dan nganggur untuk menanam pohon, pasti akan membawa banyak keuntungan di waktu akan datang.

Misalnya lahan atau kebun yang masih ada celah, bisa ditanami pohon Jati. Ini dalam tempo 10-15 tahun kemudian tentu bisa bernilai ekonomis cukup tinggi. Hitung-hitung kita berbuat baik dan sekaligus menabung, investasi dengan cinta lingkungan,” katanya.

Secara psikologis, papar Irzani, bila semangat untuk menanam pohon sudah terbentuk di kalangan generasi muda millennials secara otomatis jiwa untuk mempertahankan dan menjaga kelestarian lingkungan juga akan tumbuh.

“Mulai dari sekarang dan kedepan ke depan, generasi mudalah yang menjadi garda terdepan  memerangi illegal logging dan perambahan hutan,” pungkasnya.

Me




Wujudkan NTB Bersih Butuh Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah

Nusa Tenggara Barat sudah menginisiasi Bank Sampah sejak 2018, dan diharapkan ke depannya NTB memiliki industri daur ulang, sehingga perputaran uang dari sampah yang dihasilkan ini untuk masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd Membuka Workshop Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah di Ruang Rapat BAPPEDA, Senin (11/03).

Revitalisasi Posyandu dan Bank Sampah merupakan dua program yang sangat dibutuhkan ke depannya untuk mewujudkan NTB yang bersih.

Kebersihan erat kaitannya dengan kesehatan, ditambah NTB adalah daerah wisata sehingga kebersihan adalah hal yang sangat penting untuk keberhasilan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang setiap bulan dilakukan di desa dan dusun adalah Posyandu.

Dengan memberikan pelayanan kesehatan dasar, memberikan makanan tambahan, fasilitas posyandu juga memiliki standar lengkap yang diberikan kepada masyarakat dimulai dari bayi, ibu hamil sampai dengan lansia.

Sehingga banyak hal-hal yang bisa di proteksi sejak dini.

“Seperti posyandu keluarga, masyarakat dusun bisa konsultasi semua hal terkait kesehatan” tuturnya.

Dalam workshop ini Umi Rohmi menjelaskan,  nantinya di posyandu akan diadakan penyuluhan yang dilakukan oleh Kader Posyandu dan Tenaga Kesehatan yang ditugaskan di desa atau dusun setempat.

Penyuluhan yang dilakukan bukan hanya terkait kesehatan tetapi juga lingkungan, sosial yang terjadi di desa atau dusun tersebut.

“Jadi penyuluhan posyandu ini disesuaikan dengan kondisi atau masalah yang ada di dusun tersebut, entah itu gizi buruk, lingkungan, pernikahan anak atau lainya,” tuturnya.

Umi Rohmi menekankan, kegiatan ini dianggarkan oleh desa melalui APBDes. Hal ini bukan persoalan biaya, tapi ini cara berfikir untuk mengawal dan mensejahterakan masyarakat.

Selain program revitalisasi posyandu dalam workshop ini, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat juga membahas tentang Zero Waste. Sampah sudah menjadi isu dunia dan tidak bisa dilepaskan dari masalah kesehatan.

“Jadi sudah waktunya untuk memerangi masalah sampah, dengan adanya bank sampah kita buat sampah ini menjadi berkah bukan musibah” pungkasnya.

Nusa Tenggara Barat sudah menginisiasi Bank Sampah sejak 2018, dan diharapkan ke depannya NTB memiliki industri daur ulang, sehingga perputaran uang dari sampah yang dihasilkan ini untuk masyarakat.

Kemajuan program ini tergantung dari kabupaten dan kota untuk terus mengkoordinir Kepala Desa untuk menganggarkan Bank Sampah.

“Provinsi siap melakukan penyuluhan dan bimbingan, yang penting sekarang respon dan implementasi secara real dari 10 kabupaten dan kota di NTB” tutupnya.

Umi Rohmi berharap Provinsi, Kabupaten, Kota dan Desa dapat bersinergi dengan baik agar semua berjalan dengan lancar.

AYA




Penerangan Jalan di Kawasan Wisata Harus Maksimal

Untuk penerangan jalan di kawasan wisata sebetulnya hanya butuh sedikit inovasi dan political will dari Pemerintah Daerah saja

Lalu Nofian Hadi

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;      Caleg DPRD NTB dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lalu Nofian Hadi mengkritisi kondisi penerangan jalan di kawasan wisata, utamanya di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara.

Ia menilai kondisi penerangan jalan umum di sepanjang kawasan wisata masih belum maksimal.

Ini bukan saja menyebabkan kawasan wisata terkesan temaram dan gelap, hingga bisa memunculkan kembali trauma pasca bencana.

“Kalau kita lewat Senggigi, terus ke Malimbu dan seterusnya, itu kondisinya sangat gelap kalau malam. Lampu penerangan jalan masih sangat minim, padahal itu kawasan wisata andalan. Ini bisa menimbulkan kesan yang kurang baik bagi wisatawan, selain rawan kecelakaan lalulintas,” kata Nofian Hadi, Senin (11/03) di Lombok Barat.

Di kawasan sepanjang jalan Gunungsari Lombok Barat, menuju Pusuk Pas hingga ke Bangsal, Lombok Utara, juga demikian. Padahal jalan ini bisa dibilang akses utama pariwisata penghubung Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara, serta Gili Trawangan.

Nofian yang selalu aktif mendorong gagasan menumbuhkan wirausaha baru dan sektor UMKM di bidang pariwisata merasa miris dengan kondisi tersebut.

Menurutnya, recovery pariwisata NTB pasca gempa bumi Juli-Agustus 2018 harusnya dilakukan menyeluruh dan memprioritaskan infrastruktur dasar, termasuk penerangan jalan di kawasan wisata.

Sebab, kawasan wisata harus selalu identik dengan suasana terang. Agar keindahan tetap bisa dirasakan saat malam, dan juga menghilangkan kesan rawan.

Pengusaha muda industri kreatif ini mengatakan, untuk penerangan jalan di kawasan wisata sebetulnya hanya butuh sedikit inovasi dan political will dari Pemerintah Daerah saja.

“Soal penyediaan listrik memang domainnya PLN. Tapi untuk penerangan jalan umum, ini peran Pemda setempat. Harusnya Pemda Lombok Utara dan

Lombok Barat mengoptimalkan hal ini, apalagi dua daerah ini sama-sama mengandalkan sektor pariwisata sebagai unggulan selain pertanian,” katanya.

Teknologi Lampu Tenaga Surya

Nofian mengatakan, untuk meneragi jalan sepanjang kawasan wisata, teknologi lampu penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) bisa digunakan.

Teknologi ini akan memudahkan karena pemasangannya terpisah dengan PJU biasa yang terkoneksi dengan sistem PLN.

Selain itu dari sisi risiko, lampu jenis ini akan lebih aman dari pemadaman jika terjadi pemadaman di PLN.

“Lampu tenaga surya ini juga ramah lingkungan dan sudah banyak digunakan di negara-negara maju di dunia. Harganya juga tidak terlampau mahal, berkisar Rp6 Juta- Rp8 Juta per unit. Artinya Pemda bisa menyediakan ini,” katanya.

Nofian yang merupakan Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11 untuk Dapil Lombok Barat dan Lombok Utara mengatakan, selain penerangan

jalan yang harus dimaksimalkan, jalan sepanjang kawasan wisata juga perlu lebih ditata keindahan dan kebersihannya.

Ia mencontohkan, sepanjang jalan dari Senggigi menuju  Malimbu, Nipah, dan Bangsal di Lombok Utara, saat ini masih sangat minim ditemukan toilet umum. Padahal toilet ini merupakan salah satu sarana dasar pendukung pariwisata.

“Kan akan lebih nyaman perjalanan wisatawan. Selama ini kan, maaf saja, masih banyak rombongan wisatawan yang akhirnya numpang di toilet Masjid atau sekolah yang dilintasi, termasuk kalau ada SPBU,” tukasnya.

Nofian mengatakan, jika terpilih sebagai wakil rakyat di DPRD NTB kelak, hal-hal sederhana namun menjadi yang utama seperti itu yang akan terus disuarakan untuk diperjuangkan.

Jika penerangan jalan sudah maksimal dan sarana toilet banyak tersedia, Nofian sangat yakin, kawasan yang tadinya sepi dan gelap akan tumbuh menjadi lokasi UMKM baru bahkan bisa dikreasikan menjadi spot-spot dan destinasi instagramable baru.

“Apalagi jika di setiap spot itu ditata dan disediakan tempat sampah terpisah, anorganik dan organik. Ini akan sangat mendukung NTB Zero Waste,” katanya.

Dengan konsep seperti itu, papar Nofian, Pemda sebenarnya akan lebih mudah karena yang mengerjakan bisa dengan lintas sektoral misalnya sinergitas Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Me




HBK hadiri Silaturahmi Tim Pemenangan Lalu Sudiwangse

HBK mengatakan dirinya mencalonkan sebagai caleg DPR RI No urut 1 dapil Lombok atas perintah langsung dari Prabowo Subianto

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH ;    Ratusan Massa Rakyat hadiri acara silaturahmi Haji Bambang Kristiono ( HBK )  dengan Tim Pemenangan Lalu Sudiwangse, Caleg DPRD Lombok Tengah dapil 4 ( Praya Barat – Praya Barat Daya ) No Urut 1.

Tampak pula Emak – Emak juga tampak antusias berbaur dengan pemilih lainnya. Hadir pula Ketua DPC Gerindra Loteng , Lalu Pathul Bahri dan puluhan tokoh masyarakat.

Sebelum acara dimulai, diadakan prosesi penyambutan kedatangan HBK yakni salah satu tokoh masyarakat desa Kateng, Lalu Galang menyematkan kain tenun khas Sasak sembari mengucapkan bahwa HBK diangkat menjadi bagian  Keluarga Besar Desa Kateng.

Acara dibuka oleh Lalu Sudiwangse memberikan sambutannya mengatakan,  sebagai kader Gerindra ditempa untuk tetap disiplin menenangkan Prabowo Sandi. Selain itu Lalu Sudiwangse juga memperkenalkan Haji Bambang Kristiono, SE sebagai Caleg DPR RI No urut 1 dapil NTB 2/ Lombok .

Sudiwangse juga menyemangati peserta yg hadir pada 17 April mencoblos Partai Gerindra atau Calon yang diusung Partai Gerindra.

“Sebagai konstituen, nantinya berhak menuntut calon wakil rakyat dari Gerindra yang terpilih untuk memenuhi janji janjnya. Insya Alloh, Gerindra akan memiliki satu wakilnya dari dapil 4,” ujar Lalu Sudiwangse disambut tepuk tangan massa pengunjung, Minggu Sore ( 10/02)

Sementara untuk  HBK, lanjut Sudiwangse minta agar tim pemenangan mencoblos no urut 1 pada kertas suara warna kuning.

“Kalau HBK terpilih, tidak mungkin dana aspirasinya disalurkan diluar dapil Lombok. HBK pasti menyalurkan untuk pemilih Gerindra dapil Lombok,” ucapnya .

Ketua DPC Gerindra Lombok Tengah, Pathul Bahri  dalam orasi awalnya memberikan yel-yel dengan mengatakan dalam intonasi tinggi-tinggi Prabowo yang disambut seruan ‘presiden’ secara serempak. Saat meneriakkan HBK, massa menyambut dengan kata DPR RI .

Pathul mengutarakan sebagai pelayan partai, diamanahkan oleh HBK agar masyarakat Loteng menentukan pilihan dengan benar .

“Memilih pemimpin itu hukumnya wajib, bagaimana nanti kalau pemimpin itu tidak ada, mudah mudahan tidak salah pilih. Saya sendiri mendoakan agar Sudiwangse, HBK dan Prabowo menang. Dan pada akhirnya nanti agar di ridhoi Alloh,” tutup Pathul Bahri .

Selanjutnya dalam orasinya HBK mendoakan agar Pathul Bahri menjadi Bupati Lombok Tengah di Pemilihan Bupati ( Pilbup ) tahun 2020 mendatang .

HBK kemudian memperkenalkan diri dan termasuk posisinya di Gerindra. HBK juga mengatakan dirinya mencalonkan sebagai caleg DPR RI No urut 1 dapil Lombok atas perintah langsung dari Prabowo Subianto.

HBK juga menerangkan latar belakang awal perkenalannya dengan Prabowo 25 tahun yang lalu yakni saat baru pulang dari tugas belajar di luar negeri.

“Setelah itu saya menjadi sekretaris Prabowo selama 4 tahun saat beliau menjadi Danjen Kopassus, ” ucap HBK sembari mengatakan kisah – kisah nya saat bersama Prabowo.

HBK juga minta doa dan restu nya agar menjadi legislator yang mewakili dapil Lombok. Jika itu terjadi, maka masyarakat pulau Lombok akan memiliki wakil rakyat yang punya akses langsung dengan presiden RI jika Prabowo ditakdirkan memenangkan Pilpres 2019.

“Supaya apa yg saya rebut nanti di gedung parlemen bisa saya salurkan di masyarakat Lombok , maka Lalu Sudiwangse menjadi jembatannya dan saya minta agar Pak Sudiwangse disukseskan selain Pak Prabowo,” lanjut HBK .

Terakhir HBK menegaskan, dirinya bukan orang luar karena sekarang telah memiliki rumah dan tinggal di Lombok sejak 6 bulan lalu.

Me




Gubernur Disambut Tari  Panjibrahme Masyarakat Hindu di Poto Tano

Gubernur menawarkan beasiswa Kuliah di UTS kepada 50 orang anak-anak Hindu hingga selesai

KSB.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ke Desa Kokarlian itu disambut meriah dan penuh kehangatan olrh umat Hindu di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.. Bahkan tarian khas tradisi umat Hindu, Panjibrahme menyambut kehadiran gubernur dan rombongan.

Dalam lawatannya ke KSB hari Jum’at (08/03), Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, didampingi Bupati Sumbawa Barat, Dr. H. W. Musyafirin dan sejumlah kepala OPD Provinsi NTB, menyempatkan diri menyapa umat Hindu di Kecamatan Poto Tano.

Gubernur menegaskan,  NTB ini harus diisi oleh orang-orang yang memiliki perasaan sama. Yaitu perasaan cinta dan kasih sayang tanpa melihat warna kulit, warna rambut, suku, agama dan adat istiadat.

“Untuk hidup tenang perlu mensyaratkan cinta pada sesama,” ungkap Gubernur Zul .

Dijelaskannya, kita boleh punya keyakinan yang berbeda, punya agama dan suku yang berbeda. Namun rasa cinta itu menjadi modal sosial untuk menghilangkan politik identitas.

Sehingga, NTB benar-benar nyaman untuk semua masyarakat. Serta menghilangkan perselisihan akibat hal-hal yang tidak penting.

Sebagai bentuk kecintaannya kepada masyarakat Hindu, Gubernur kemudian menawarkan beasiswa Kuliah di UTS hingga selesai.

“Kalau ada 50 orang anak-anak Hindu yang ingin Kuliah di UTS, saya kasih beasiswa kuliah hingga selesai,” ungkapnya disambut tepuk tangan senang umat Hindu yang hadir.

Sebelumnya, Pergurus adat Umat Hindu Kokarlian, I Wayan Murta menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Gubernur NTB di desanya.

Ia mengaku bangga dengan rasa mengayomi Gubernur kepada semua masyarakat NTB tanpa mengenal suku dan agama.

“Sangat terima kasih, karena hari ini adalah hari bersejarah bagi kami. Ini pertama kali orang nomor satu di NTB ini bisa hadir di Desa kami,” kata I Wayan Murta

Selama ini katanya, umat Hindu desa tersebut sangat puas dengan bantuan pemerintah, terutama membantu pembangunan kembali rumah yang rusak akibat gempa tahun lalu.

Ia juga melaporkan, umat Hindu di Desa Kokarlian berjumlah sekitar 300 KK. Mereka ini katanya hidup berdampingan dan damai dengan umat lain.

“Kami diperlukan sama, ” tutur Murta

AYA

 




HBK Kampanyekan Pertanian Lewat Pagelaran Wayang

Hasil pertaniannya telah menjadi penyangga bagi daerah-daerah lain khususnya untuk padi, bawang merah  jagung dan produk-produk holtikultura lainnya

lombokjournal.com —

MATARAM —  Gelaran nonton bareng Wayang Sasak Lalu Nasib bersama HBK, putaran ke III Minggu ini, Sabtu (9/3), jam 20.00 WITA di Lapangan Desa Saba, Janapria, Kab. Lombok Tengah.

Kali ini akan mengangkat Thema Kembali Nyawah selain kampanye Pemilu 2019 damai dan bermartabat.

Menurut Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono atau yang akrab disapa HBK, pentas wayang kulit Sasak Lalu Nasib lebih mengedepankan tentang pertanian yang memberikan pesan dan spirit untuk kaum muda di desa agar kembali ke sawah.

“Pulau Lombok yang sebagian besar lahannya subur, pertanian masih menjadi Soko Guru untuk kemandirian pangan rakyat sekaligus menjadikan P. Lombok sebagai Lumbung Pangan Nasional,” kata HBK, Jumat (08/03).

Saat ini NTB, lanjut HBK hasil pertaniannya telah menjadi penyangga bagi daerah-daerah lain khususnya untuk padi, bawang merah  jagung dan produk-produk holtikultura lainnya.

“Ini tentu berkat kerja keras aparatur daerah maupun petani NTB untuk mempertahankan stok produksi pangan dan aneka holtikultura lainnya,” tambah HBK.

Guna mengapresiasi dan menggelorakan semangat Anak Muda Kembali Ke Sawah, ungkap HBK melalui pertunjukan pentas Wayang Sasak Lalu Nasib tentang pentingnya anak muda kembali ke sawah,  akan disampaikan melalui lakon dan dialog wayang agar pesannya mudah dipahami oleh masyarakat desa.

“Selain media hiburan dan silaturahmi, pentas wayang kulit di desa Saba-Janapria ini juga akan menyisipkan thema tentang Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat. Masyarakat diajak untuk menggunakan hak pilihnya, anti Money Politik dan tidak Golput,” tukas HBK.

Dihubungi secara terpisah, Ki Dalang Lalu Nasib mengatakan, pentas Wayang Kulit di Desa Saba-Janapria akan ramai ditonton warga karena masyarakat di kawasan tersebut adalah para penggemar Wayang.

Sehingga pesan HBK tentang pertanian dan Pemilu damai dan bermartabat akan mudah dipahami secara utuh oleh warga desa tersebut.

“Saya sudah menyiapkan lakon Wayang yang lain dari pada yang sudah-sudah, agar pesan HBK tentang pertanian dan Pemilu 2019 mengena di hati penonton”, ungkap Lalu Nasib.

Me