Lembaga Survey Politik Dinilai Berpotensi  Turunkan Kualitas Demokrasi

Keberadaan lembaga survey politik berpotensi mendemoralisasi semangat dan spirit caleg muda yang tidak konfiden (inferior) dengan dominasi yang diduga melakukan buzzer penggiringan opini secara sepihak

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto , SH keberadaan Lembaga Survey Politik yang kurang presisi dalam menyampaikan kajian dan hasil survey nya , khususnya dalam hasil – hasil  pemilihan legislatif  2019, justru berpotensi  menurunkan kualitas demokrasi karena informasi yang dipublish terkesan tidak sesuai dengan fakta di lapangan

” Mi6 mendapatkan sejumlah informasi top secret lapangan bahwa pilleg 2019 di NTB berbeda dengan pilleg 2014, dimana caleg muda ( caleg pendatang baru) makin agresif dengan beragam taktik dalam meraih dukungan masyarakat . Mereka ini bergerak ibarat operasi kladestein , senyap tapi masiv,” Kata Dir Mi6,  Bambang Mei.

Didu, panggilan akrab Bambang Mei F mengatakan, gerakan senyap merayap caleg pemula  di basis ini kerap luput dari analisis hasil lembaga survey karena beragamnya strategi caleg muda dalam mengamankan basis-basis pemilih loyalnya.

” Kesan subyektifitas Lembaga Survey tentu akan mempengaruhi kredibilitasnya di mata rakyat,  jika hasil survey nya tidak akurat ,” tegas Didu .

Selain itu kata Didu , keberadaan lembaga survey politik berpotensi mendemoralisasi semangat dan spirit caleg muda yang tidak konfiden (inferior) dengan dominasi yang diduga melakukan buzzer penggiringan opini secara sepihak .

“Bisa jadi tidak bergeraknya  dan tidak agresifnya sejumlah caleg muda didapil pemilihannya ,  selain faktor internal,  tidak tertutup kemungkinan mentalnya sudah down duluan akibat  publikasi lembaga survey yang seolah-olah memperkuat elektabilitas calon  tertentu. Hal ini kemudian dipandang menutup harapan bagi para caleg . Akibatnya  caleg bisa jadi sulit move on menjadi tidak termotivasi di dapilnya ,” ungkapnya .

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah yang juga Caleg DPRD NTB dapil 8 Lombok Tengah No urut 2 Dari Partai PERINDO tidak pernah mau tahu dan menggubris Lembaga Survey Politik terkait pengumuman hasil caleg yang memiliki elektabilitas yang kuat .

” Saya bersama caleg caleg muda partai lain akan melawan Supremasi  dan membuyarkan prediksi Lembaga Survey tersebut dengan taktik dan strategi lain,” ujar Athar .

Athar menilai bahwa politik itu unpredictable dan selalu bergerak dinamis . Menjudgment hasil konstestasi pilleg melalui survey tidak boleh sepenuhnya dipercayai karena ada faktor subyektifitas. Dan rakyat sudah tahu juga kalau lembaga survey itu tidak sepenuhnya independen.

” Hasil itu tidak bisa tertukar oleh orang yang tidak pernah turun ke basis dan hanya mengandalkan permainan persepsi semata. Saya tetap rajin turun ke basis,  meski tanpa harus memakai jasa dan arahan  lembaga survey. Saya nggak mampu bayar , mending beaya itu utk mengentertain rakyat didapil,” tukas Athar .

Athar memprediksi pilleg 2019 akan makin banyak caleg muda yang melenggang di parlemen karena rakyat menginginkan wakilnya  dari figur yang lebih merakyat dan tidak diragukan track recordnya .

Me




Wagub: Data Enumerator Tentukan Langkah Pemerintah

Survey merupakan  salah satu ikhtiar dengan turun langsung ke lapangan dan mendapatkan data valid dan konkret

MATARAM.lombokjournal.com  —  Seorang enumerator haruslah memiliki kemampuan dasar bertanya dan mendengar yang baik serta mencacat secara rapih. Karena itu, pembekalan atau pelatihan perlu diikuti seseorang yang ingin jadi enumerator.

Hal ini menjadi penting, agar Survey dan data yang dihasilkan dapat menjadi salah satu acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd  mengungkapkan itu, saat membuka training sekaligus melepas Enumerator dalam rangka tracking matrix (DTM) Round III Survey kebutuhan percepatan recovery gempa NTB di Graha Bhakti Praja, Kota Mataram. Hari ini, Kamis (28/03) /2019.

Hj. Rohmi menekankan, survey merupakan  salah satu ikhtiar dengan turun langsung ke lapangan dan mendapatkan data valid dan konkret.

“Sehingga pemerintah bisa mengambil langkah-langkah ke depannya lebih objektif,” katanya di hadapan 400an peserta yang hadir.

Wagub juga mengingatkan, banyak hikmah di balik musibah gempa ini.

“Kita berada di daerah ring of fire namun di sisi lain daerah kita sangat subur. Ini adalah tentang bagaimana kita bisa berdamai dengan daerah rawan gempa, musibah kemarin memang banyak hikmahnya. Setelah gempa, kita kini paham untuk membangun bangunan, kita harus mengutamakan strukturnya. Bukan saja tampilan fisiknya,” terang Wagub.

Ummi Rohmi juga mengajak menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menghadapi bencana, masyarakat harus siap. Begitu juga dengan lingkungan, harus kita perhatikan. Lingkungan ini adalah kebutuhan kita, bukan kewajiban.

“Bagaimana kita jaga lingkungan kita tetap hijau, pengelolaan sampah kita lakukan dengan baik. NTB harus bersih, dan hijau. NTB harus indah, aman dan lestari,” tegasnya

Ummi Rohmi menyempatkan untuk menyinggung program NTB Zero Waste.

“NTB zero waste, adalah NTB bersih. Dengan NTB zero waste kita akan merubah persepsi, bahwa sampah bukanlah musibah, namun sumber daya dan berkah. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.

AFF/ Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB

 




Papuk Irah Mengaku Tidak Dibayar 500 Ribu Oleh Tim Prabowo, Semua Itu Bohong

Papuk Irah yang sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung adalah seorang nenek tua yang hidup sebatang kara

lombokjournal.com —

MATARAM  ;      Papuk Irah  panggilan akrabnya Sumirah, asal Kampung Telaga Mas, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Mataram, seorang nenek tua sebatang kara yang diajak Prabowo naik panggung kampanye di lapangan Karang Pule.

Kemudian muncul video viral di Medsos, yang seolah-olah Papuk Irah telah menerima uang 500 ribu dari Tim Prabowo.

Atas menyebarnya video Papuk Irah yang sempat viral tersebut, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, Haji Bambang Kristiono atau yang akrab disapa HBK dan istri tercintanya yaitu Hj. Dian Bambang melakukan silaturahmi dan tatap muka ke tempat kos Papuk Irah, Rabu sore (27/03).

“Demi Alloh, saya tidak terima uang 500 ribu atau dibayar untuk naik panggung sama Prabowo,” ujar Papuk Irah di hadapan HBK dan Hj. Dian Bambang.

Menurut Papuk Irah, dirinya menghadiri kampanye terbuka Prabowo di Karang Pule itu atas kemauannya sendiri karena dari dulu ingin bisa melihat Prabowo.

“Saya sempat dilarang menghadiri kampanye Prabowo tersebut sama Ibu Kaling, tapi saya nekat datang sampai di depan panggung karena ingin lihat Prabowo langsung,” katanya.

Papuk Irah yang sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung adalah seorang nenek tua yang hidup sebatang kara. Papuk Irah mengaku untuk tempat tinggal, dia harus membayar sewa/kos 500 ribu sebulan.

Menanggapi hal tersebut, HBK yang juga adalah Caleg DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok dengan Nomor Urut-1 ini, dihadapan Papuk Irah dan puluhan warga di lingkungan Papuk Irah tinggal nengatakan, kita akan hadapi dan atasi Hoax atau berita bohong ini dengan cara2 yang damai, sejuk dan bermartabat.

Kita tidak akan terprovokasi, kemudian menyerang balik dengan cara-cara yang sama, karena kita yakin dan percaya bahwa kebenaran itu tidak akan pernah tertukar.

Lebih jauh HBK memberikan pesan khusus kepada para pengurus, kader, simpatisan, Caleg-Caleg  Partai Gerindra NTB serta Relawan2 02, bahwa peristiwa kampanye terbuka Prabowo Subianto di Karang Pule, Sekarbela telah menampilkan miniatur peristiwa 212 Jakarta di Kota Mataram.

“Masyarakat datang berbondong-bondong ke tempat kampanye akbar Bapak Prabowo Subianto dengan penuh kesadaran dan keikhlasan untuk meneriakan suara perubahan. Tidak ada rekayasa politik maupun bayar-bayaran, mereka datang murni didorong oleh rasa kesadaran bahwa Negara ini memang butuh perubahan,” tukas HBK.

Haji Bambang Kristiono (HBK)  berharap, kita semua tidak memanipulasi ketulusan dan keikhlasan hati nurani seseorang, sebagai berita hoax.

“Sebagai Panglima Perang Prabowo,  saya akan hadapi dan atasi berita-berita Hoak tersebut dengan cara-cara yang damai, sejuk dan bermartabat. Kita tidak akan pernah terpancing apalagi terprovokasi dengan berita-berita murahan seperti ini,” tegasnya.

Me




Wagub Buka Seminar Pengelolaan  Sampah

Suatu hal yang tidak mungkin, jika kita memperkenalkan dan mempersilahkan wisatawan untuk datang, namun di sisi lain masyarakat tidak memiliki tanggungjawab menjaga lingkungan

 

Hj. Sitti Rohmi Djalillah

MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd membuka Seminar Nasional dan Lokakarya Sirkulasi Ekonomi Pengelolaan Sampah, Rabu (27/03).

Indonesia merupakan negara penyumbang sampah ke laut nomor 2 terbesar setelah China. Semua orang menghasilkan sampah tiap harinya, bahkan tiap jam.

Sampah plastik di laut indonesia sekitar 57 persen dan 80persen berasal dari daratan. Hal tersebut menyebabkan kematian satwa laut karena memakan sampah plastik.

Menurut Ummi Rohmi, kondisi lingkungan dan pengelolaan sampah di negara ini belum sesuai harapan. Seminar ini pengelolaan sampah sangat penting untuk masa depan Nusa Tenggara Barat.

Menjaga lingkungan untuk mewariskan alam pada generasi di masa yang akan datang.

“Ini lah yang paling berharga, seperti apa perlakuan kita saat ini. Itulah yang akan diterima oleh generasi di masa yang akan dating,” tuturnya.

NTB merupakan daerah yang menjual keindahan alamnya. Berbicara keindahan, berhubungan erat dengan kelestarian dan lingkungan.

Suatu hal yang tidak mungkin, jika kita memperkenalkan dan mempersilahkan wisatawan untuk datang, namun di sisi lain masyarakat tidak memiliki tanggungjawab menjaga lingkungan.

“Mari kita pikirkan bersama, mari kita cross check pada diri kita masing-masing,” jelas Ummi Rohmi.

Dalam sambutannya, Ummi Rohmi menjelaskan ikan dan garam terkontaminasi mikroplastik. Garam yang merupakan salah satu bahan yang sering kita konsumsi mengandung 90 persen mikroplastik.

“Kita makan ikan dan garam yang mengandung mikroplastik, itu semua karena kesalahan kita semua. Karena pandangan kita terhadap sampah yang salah,” ujarnya.

Ummi Rohmi mengajak mengubah mindset dan cara berpikir masyarakat untuk memandang sampah.

Sampah bukan menjadi masalah dan musibah, tetapi bagaimana kita memandang sampah sebagai sumber daya. Jika dikelola dengan baik, sampah akan membawa manfaat.

“Mari bersama-sama dengan stakeholder terkait, dengan LSM, dan semua masyarakat yang peduli dengan masalah ini,” tuturnya.

Ummi Rohmi berharap, agar memiliki lebih banyak Bank Sampah di desa dan keluarahan, masyarakat teredukasi untuk memilah sampah.

Industri dan perusahaan di NTB pun wajib mengikuti rencana Pemerintah untuk lingkungan ini.

“Jika Bank Sampah ini sudah tersedia di desa-desa dan kelurahan kita, maka tugas dan tanggungjawab pemerintah adalah mendorong dan menjaga sistem jangan sampai tersumbat,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, BScF, MSi menjelaskan, tujuan dari seminar ini adalah memberikan gambaran umum tentang program NTB Zero Waste.

Menyinkronkan Program NTB Zero Waste antara Pemprov dan Pemkab, Pemkot dan  seluruh stakeholder lain di NTB, dan perencanaan langkah-langkah teknis untuk pencapaian Program NTB Zero Waste.

“Ini merupakan teknologi baru yang kelak kita lakukan pada program Zero Waste ini,” tuturnya.

AYA/Hms NTB

 




Di Narmada, Ratusan Rumah Tahan Gempa Sudah Ditempati  warga

Meski pemerintah telah memberikan anggaran 50 juta untuk pembangunan rumah rusak berat,  namun masyarakat masih harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyelesaikan pembangunan rumah mereka

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com  —  Ratusan Warga Masyarakat korban gempa yang tinggal di desa Batu Kantar, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, akhirnya sudah menempati rumah mereka masing-masing.

“Dengan telah ditempatinya rumah yang bersumber dari dana pemerintah tersebut, masyarakat pun kini sudah tidak tinggal lagi di tenda pengungsian,” ujar Teguh M Abduh  sebagai Tim dari Kementrian PUPR .

Jenis Rumah Risa Inilah rumah tahan gempa yang sudah selesai dibangun rumah tahan gempa jenis RISA ini merupakan jenis rumah yang paling banyak diminati oleh warga di Desa Batu Kantar, Narmada Lombok Barat.

Ia menyatakan, di Desa Batukantar  jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 114 dan rusak ringan serta rusak sedang sebanyak 179.

Dari 114 Rumah yag rusak berat di desa ini sebanyak 59  unit rumah sudah dihuni oleh warga setempat, sementara 43 rumah dalam proses finishing serta 12 rumah dalam proses pembangunan.

Pembangunan rumah rusak berat yang berada di Desa Batu Kantar Lombok Barat ini proses pembangunan nya dinilai paling cepat jika dibandingkan dengan wilayah lain

Sebab pembangunan rumah di desa ini tak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat yang tinggi, untuk segera memiliki rumah dan tentunya tidak tinggal lagi di bawah tenda pengungsian.

Abduh menjelaskan, meski pemerintah telah memberikan anggaran 50 juta untuk pembangunan rumah rusak berat,  namun masyarakat masih harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyelesaikan pembangunan rumah mereka masing-masing

“Dengan telah selesai dibangun nya rumah  tahan gempa di Desa Batu Kantar ini diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi rumah tahan gempa yang selesai dibangun di daerah lain di NTB sehingga masyarakat pun tidak lagi tinggal di tenda tenda pengungsian,” jelasnya.

AYA




HBK Minta Maaf Kepada Para Tokoh NTB

Diharapkan jika Prabowo terpilih jadi Presiden maka kehidupan tatanan sosial kemasyarakatan akan lebih sejuk dan damai jauh dari prasangka

Prabowo, HBK dan Ridwan Hidayat

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;   Sejumlah tokoh masyarakat yang ada di NTB memberikan dukungan kepada Calon Presiden Prabowo Subianto. Mereka hadir di kediaman H Bambang Kristiono (HBK) di kawasan Senggigi untuk memberikan dukungan dan mendoakan prabowo kemarin sore (26/3)

Meskipun, Prabowo yang sejatinya dijadwalkan bertemu dengan mereka untuk silaturahmi tak bisa datang karena terkendala waktu.

“Beliau sejak awal telah merencanakan datang kemari (ke rumah HBK di Senggigi). Namun sejak turun dari Bandara, lautan manusia sudah menunggu dan menyerbunya memberikan dukungan,” ujar H Bambang Kristiono.

Akibatnya, jadwal Prabowo yang harusnya tiba di Senggigi sekitar pukul 15.00 Wita tertunda. Sehingga ia memutuskan terlebih dulu menemui ratusan ribu pendukungnya yang sudah berkumpul di Lapangan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram untuk melakukan kampanye terbuka. Jadwal menuju Senggigi direncanakan setelah bertolak dari Lapangan Karang Pule.

Tapi di sana HBK menuturkan Prabowo juga tidak bisa keluar lapangan sesuai jadwal. Karena massa yang membludak, jalanan macet. Sehingga waktu yang mepet membuat Prabowo harus segera kembali ke bandara.

“Beliau menitip salam lewat saya kepada tokoh masyarakat, ulama dan tuan guru yang telah hadir mendukung beliau di sini. Dan saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya atas hal ini ” lanjut HBK sapaan Bambang Kristiono.

Sejumlah tokoh agama sebenarnya sudah hadir di kediaman HBK untuk bersilaturahmi dengan Prabowo. Mereka diantaranya  TGH Tafaul Amri dari Ponpes Darus Shifa Lombok Timur.

Ada juga TGH Fathul Aziz pimpinan Ponpes Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Wakil Bupati Lombok tengah H Pathul Bahri serta beberapa tokoh lainnya.

Para tokoh tersebut mengungkapkan harapannya ke depan agar Indonesia lebih damai dan saling lebih mencintai. Mereka mengharapkan pemimpin yang menyejukkan dan negara dan mengangkat harkat martabat Negara ini.

“Kami ingin tatanan hukum dijalankan demi tegaknya keadilan di NKRI tanpa pandang bulu,” ujar TGH Tafaul Amri.

Sementara Sekjen Majelis Adat Sasak (MAS)  Lalu Prima Wira Putra mengatakan perjuangan MAS adalah memberikan penguatan kepada  kearifan lokal. Untuk itu strategi pembangunan perlu mengedepankan nilai-nilai kultur budaya. “Penguatan pada kramat adat, termasuk peningkatan kapasitas building dan hak hak ulayat masyarakat adat” kata Lalu Prima Wira Putra.

Terpisah, mantan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Kyai Zulkifly Muhadli  mengharapkan tentang perubahan. Ia meminta jika Prabowo diamanahkan menjadi Presiden bisa memperhatikan seluruh wilayah Indonesia. Termasuk diantaranya Kabupaten KSB.

Sedangkan TGH Mustahik dari Ponpes Al Mustapha Mataram berharap jika Prabowo terpilih jadi Presiden maka kehidupan tatanan sosial kemasyarakatan akan lebih sejuk dan damai jauh dari prasangka.

Me




Prabowo: Biar Saya Dihina Asal Demi Rakyat

Saat mobil Prabowo datang, ribuan pendukung mendekati mobil sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Tanpa dikomando mereka berteriak ‘Prabowo presiden’

Seorang Inaq hampiri Prabowo

lombokjournal.com —

MATARAM – Calon Presiden Prabowo Subianto menggelar kampanye nasional di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (26/03) 2019, di Lapangan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela.

Di haadapan ratusan ribu  pendukungnya, capres nomor urut 02  yang tumpah ruah di sepanjang jalan dan lokasi kampanye  mengungkapkan,  banyak sekali hujatan dan fitnah yang menimpa dirinya selama mencalonkan diri menjadi presiden.

Namun kata Prabowo, dia tetap fokus memperjuangkan nasib rakyat.

“Asal saya membela rakyat saya. Biar saya sakit, saya dihina, difitnah, dicaci maki, biar saya membela rakyat saya,” ungkapnya, Selasa ( 26/03)

Prabowo mengungkapkan, banyak rakyat yang saat ini masih melarat dan jadi pengangguran. Dia berjanji akan mengubah itu semua saat terpilih menjadi presiden.

“Rakyat Indonesia tidak bisa dibohongi lagi,” tegas Prabowo.

Dalam kampanye terbuka tersebut, beberapa tokoh nasional dan tokoh NTB hadir mendampingi Prabowo. Fahri Hamzah dan Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin Partai Gerindra, Bambang Kristiono (HBK)  juga turut hadir mendampingi Prabowo.

Ratusan ribu pendukung dan relawan antusias memadati jalanan dan lapangan. Mereka menanti kehadiran Prabowo sejak siang.

Saat mobil Prabowo datang, ribuan pendukung mendekati mobil sembari mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Tanpa dikomando mereka berteriak ‘Prabowo presiden’.

Mobil yang berjalan cukup pelan dimanfaatkan warga untuk bersalaman dengan Prabowo. Melalui atap mobil yang terbuka, Prabowo menyapa para simpatisan.

Dalam orasinya, Prabowo mengucapkan terimakasih atas antusias warga Lombok yang menyambutnya.

Prabowo menyinggung pemerintah yang terkesan tidak peduli nasib rakyat.

“Saya tidak mau berurusan dengan mereka karena tidak peduli dengan nasib rakyat, nasib bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia tidak bisa dibohongi lagi,” tegasnya.

Me




Nofian Hadi : Wisata Budaya, Alternatif Efektif Dorong Pemulihan Pariwisata Lombok

Upacara adat atau ritual yang dilakukan masyarakat adat Bayan di KLU yang bisa dikemas dalam bentuk paket wisata budaya, dan kelak  wisatawan bisa ikut langsung dan berbaur dengan masyarakat setempat mengikuti rangkaian acara adat

lombokjournall.com —

LOMBOK BARAT — Sektor pariwisata Lombok  Tengah menghadapi tantangan hebat pascagempa pada tahun lalu.

Sejumlah destinasi wisata di Lombok Barat (Lobar) dan Lombok Utara (KLU) belum benar-benar pulih, terlebih dengan kembalinya bencana gempa yang melanda Lombok pada Minggu (17/3).

Beberapa destinasi wisata andalan seperti kawasan Pantai Senggigi di Lombok Barat dan tiga gili serta kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) masih berjuang untuk kembali dikunjungi wisatawan.

Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11 Dapil Lombok Barat dan Lombok Utara Nofian menilai, bencana gempa memberikan banyak hikmah bagi masyarakat, termasuk juga dalam membuka potensi wisata yang ada di Lombok Barat dan Lombok Utara.

Nofian mengatakan, di tengah lesunya kunjungan wisatawan pada destinasi //mainstream//, perlu ada alternatif destinasi wisata yang aman, baru, dan memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan dari destinasi wisata yang sudah ada.

Nofian mengusulkan adanya segmentasi wisata budaya sebagai inovasi, mengingat Lobar dan KLU memiliki begitu banyak ragam budaya yang bisa dikemas dalam menarik minat wisatawan.

“Wisata Budaya para wisatawan tidak hanya diajak mendatangi situs-situs budaya, tapi juga dilibatkan dalam event-event budaya, misalnya saat ada upacara adat nyongkolan atau saat acara adat sunatan,” Kata Nofian , Senin ( 25/3 )

Ia mencontohkan upacara adat atau ritual yang dilakukan masyarakat adat Bayan di KLU yang bisa dikemas dalam bentuk paket wisata budaya. Nantinya, wisatawan bisa ikut langsung dan berbaur dengan masyarakat setempat mengikuti rangkaian acara adat.

Nofian menyampaikan, model wisata budaya harus dikemas dengan model filantropi karena  sebagai rintisan awal perlu semacam subsidi untuk menarik para wisatawan mancanegara mau melihat prosesi budaya tersebut .

“Perlu ada pra-kondisi dan persiapkan sosial yang matang untuk merintis model wisata yang tidak biasa ini. Sebagai langkah awal mungkin bisa dilakukan melalui jalur pertukaran pelajar, di mana mereka bisa diajak tinggal dan berbaur di tempat yang akan diadakan prosesi adat budaya,” paparnya

Nofian menilai, model rintisan paket wisata budaya ini jika dipublikasikan dan dinarasikan secara detail akan menarik minat wisatawan mancanegara lain.

Dengan model pengembangan wisata budaya, kata Nofian, akan terjadi akulturasi budaya antarwarga negara bangsa yang pada gilirannya akan memperkuat semangat kebersamaan dalam memahami kebudayaan masing-masing tanpa harus menghilangkan identitasnya.

“Selain menikmati eksotisme wisata itu sendiri. Wisatawan jg menjadi pelaku aktif. Paket wisata pengalaman atau experience tourism sedang menjadi trend dunia,” katanya

Model paket wisata budaya sendiri sudah lama dilakukan beberapa daerah di Indonesia seperti Bali dan Jogja. Kata Nofian, banyak wisatawan yang rela memperpanjang waktu kunjungan demi mengikuti wisata budaya.

Menurut Nofian, kehadiran wisata budaya akan menarik minat wisatawan yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kekayaan adat dan budaya masyarakat Lombok.

AYA




Wagub Anggap Penting Ide Dan Sumbangan Pikiran Bagi Korban Gempa

Bencana tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga menyerang mental

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd membuka Simposium Antar Bangsa, Seminar dan Workshop Trauma Healing Pasca Gempa dengan tema “Developing Holistical Psychology After The Earthquake Tragedy“, di Gedung Birrul Walidain Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pancor, Lombok Timur, Minggu (24/03).

Acara itu atas inisiasi 3 (tiga) pihak yakni Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia, dan Persatuan Konselor Pendidikan (PEKA) dari Malaysia,  guna membahas kontribusi terkini atas dampak gempa yang telah melanda NTB beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Wagub mengungkapkan, agenda ini penting untuk menyumbangkan ide dan pikiran terutama kepada saudara/i korban gempa.

Dikatakan, dari sisi ‘fisik’, pemerintah pusat RI telah memberikan banyak bantuan kepada seluruh korban gempa,  baik yang (rumahnya) rusak berat, sedang, dan ringan. Akan tetapi, bencana tidak hanya menyerang fisik, melainkan juga menyerang mental.

Masyarakat harus diedukasi dengan baik agar kita benar-benar siap menghadapi segala bentuk bencana dan di edukasi bagaimana mengatasi trauma.

“Karena itu kami selaku pemerintah Provinsi NTB sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkap Wagub.

Menurutnya, masyarakat harus mengingat NTB berada di jalur ring of fire, artinya rawan bencana terutama gempa. Kondisi ini membuat masyarakat harus waspada dan mempersiapkan diri terutama terkait kontruksi rumah,

“Kewajiban kita adalah membangun rumah yang strukturnya tahan gempa, selain itu sistem harus disiapkan guna mengantisipasi setiap bencana yang ada,” tegas Wagub.

Pesannya, masyarakat harus senantiasa memelihara lingkungan. Wagub menyampaikan, saat ini pemprov NTB tengah gencar mengkampanyekan NTB Zero Waste.

Wagub menghimbau, NTB harus bersih, tidak boleh lagi sampah di buang ke sungai maupun ke laut.  Masyarakat harus mulai memilah mana sampah organik dan mana anorganik. Hal ini semata agar sampah yang ada kelak dapat mendatangkan manfaat,

“Kita harus mulai berpikir, bagaimana sampah dapat menjadi berkah bukan musibah,” tegas Wagub.

Usai memberi arahan Wagub melakukan pemukulan gendang sebagai tanda dimulainya kegiatan Simposium.

AYA/Hms

 




Kunjungan Ke Lombok, Capres Prabowo Bakal Terima Puluhan Tokoh NTB Di Kediaman HBK

Kunjungan Prabowo sudah dipastikan oleh  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB yang saat ini terus merapatkan barisan untuk menyambut dan mensukseskan kehadiran Prabowo di NTB

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT ;    Kunjungan Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto ke P. Lombok  hari Selasa (26/3) nanti dipastikan akan semakin memperkuat dukungan masyarakat NTB untuk kemenangan pasangan 02 Prabowo-Sandi di Pilpres tanggal 17 April.

Prabowo juga diagendakan bakal menggelar silaturahmi dengan sekitar 50 orang tokoh penting di NTB, termasuk jajaran pimpinan Partai Gerindra se NTB di kediaman Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) di kawasan Senggigi, Lombok Barat.

“Jadi sebelum rapat kampanye terbuka di lapangan Sekarbela, Kota Mataram, Pak Prabowo dan rombongan, in shaa Allah akan bersilaturahmi dan makan siang bersama dulu dengan puluhan tokoh NTB di rumah saya”, kata HBK, yang juga dikenal sebagai Samurai Prabowo, Minggu (24/03)

HBK yang juga adalah Caleg DPR RI dari Partai Gerindra dengan Nomor Urut 1 untuk Dapil NTB 2/P. Lombok menjelaskan, Prabowo dan rombongan BPN Prabowo-Sandi akan tiba di Bandara Lombok International Airport (LIA) menggunakan pesawat pribadi, Selasa siang (26/3) langsung dari Denpasar sekitar pukul 13.02 WITA.

Selanjutnya Capres 02, Prabowo dan rombongan dengan pengawalan langsung menuju ke kediaman HBK di daerah Senggigi, Kab. Lombok Barat.

“Mampir di kediaman saya, Pak Prabowo akan istirahat sejenak, makan siang bersama dan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh penting di NTB. Ini tentu akan sangat memperkuat kemenangan 02 di NTB,” papar HBK.

HBK menambahkan, setelah pertemuan dengan para tokoh dan pimpinan Partai Gerindra se NTB, sekitar pukul 15.45 (usai sholat Ashar) Pak Prabowo dan rombongan berangkat menuju tempat kampanye terbuka di lapangan Sekarbela, Kota Mataram bersama puluhan ribu pendukung 02.

Prabowo bersama HBK dan seluruh elemen atau sumber daya yang dimiliki Partai Gerindra NTB, termasuk sejumlah kekuatan relawan Prabowo-Sandi, dan masyarakat NTB pendukung 02, akan semakin memantapkan arah perjuangan dan kemenangan pasangan 02.

Seperti diketahui kunjungan Prabowo juga sudah dipastikan oleh  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB yang saat ini terus merapatkan barisan untuk menyambut dan mensukseskan kehadiran Prabowo di NTB.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat menyatakan, jajarannya sangat siap menerima dan mensukseskan kedatangan Capres Prabowo ke P. Lombok.

Ridwan Hidayat mengatakan, lapangan Sekarbela, selain memiliki daya tampung massanya yang besar, juga bisa diakses dari empat penjuru dengan jumlah penduduk yang sangat besar di sekitar lapangan.

Ia menegaskan, Kota Mataram dipilih sebagai lokasi kampanye Rapat Umum Capres Prabowo karena Kota Mataram dikenal sebagai simbol Kota Multi-Etnik yang menggambarkan keberagaman penduduknya dari strata sosial.

Me