Irzani Batik Ijo; Kampung Digital Harus Dibangun untuk Pariwisata NTB

Saat ini telah masuk era industri 4.0 yang menuntut masyarakat sebagai pelaku usaha lebih dapat menguasai internet untuk memasarkan produknya

lombokjournal.com —

MATARAM — Upaya meningkatkan kunjungan wisatawan di Lombok, tidak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga oleh masyarakat. Sebanyak 99 desa di Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dirancang menjadi desa wisata. Itu telah dilakukan sejak November 2018 lalu.

Namun, meskipun desa wisata telah dibangun sejak tahun lalu, hingga kini tampaknya belum ada realisasi kongkrit tentang desa wisata tersebut.

Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, H Irzani, memiliki gagasan untuk mengembangkan desa wisata. Hanya perlu didorong untuk membentuk kampung digital di desa yang dicanangkan sebagai desa wisata.

“Dengan berdirinya kampung digital, maka masyarakat secara mandiri dapat mempromosikan desa mereka. Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memasarkan produk usaha mereka melalui teknologi digital yang dibentuk,” ujar H. Irzani yang identik dengan nama Batik Ijo tersebut, Rabu (09/04)

Pemberdayaan masyarakat melalui teknologi informasi memang sudah harus dimaksimalkan saat ini. Mengingat, saat ini telah masuk era industri 4.0 yang menuntut masyarakat sebagai pelaku usaha lebih dapat menguasai internet untuk memasarkan produknya.

“Jika industri 1.0 digunakan uap untuk memproduksi, industri 2.0 menggunakan listrik, industri 3.0 menggunakan mesin, maka saat ini industrialisasi masuk pada era 4.0, di mana masyarakat harus mampu menggunakan internet untuk memasarkan produknya,” ungkapnya.

Perlu Sinergi Pemerintah dan Perusahaan IT

Mengambil contoh di daerah Indramayu, Jawa Barat, telah digagas kampung digital. Masyarakat telah digodok untuk melek internet.

Hingga kini, masyarakat di sana memiliki aplikasi eFishery, dan dengan mudah memasarkan ikan hasil budidaya mereka melalui aplikasi tersebut. Wilayah tersebut tentu memiliki kenaikan pendapatan melalui program kampung digital tersebut.

“Kita dapat mengambil contoh di daerah tersebut. Masyarakat tidak hanya dapat mempromosikan desa wisata mereka, tetapi juga dapat menjual hasil industri kreatif mereka melalui aplikasi,” paparnya.

Irzani berharap pemerintah dapat membentuk program kampung digital untuk masyarakat. Pemerintah dapat mendorong untuk membangun kesadaran teknologi pada masyarakat.

Terlebih lagi, kata Irzani, animo perusahaan IT seperti Telkom, sangat besar untuk mendorong kampung digital di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat di Indramayu, di mana perusahaan IT terus mendorong masyarakat membangun kampung digital di desa mereka.

“Perusahaan IT sangat tertarik dengan konsep kampung digital. Sehingga banyak desa sudah masuk program mereka. Seharusnya NTB juga mengambil kesempatan itu dengan bekerjasama dalam membangun kampung digital di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” tutur Sekretaris Umum PWNW NTB ini.

Ditambahkan oleh Batik Ijo bahwa NTB pernah mendapat penghargaan karena  menggagas Kampung Media. Seiring dengan inovasi  Tehnologi, maka  kampung digital merupakan upaya menyongsong era 4.0.

Irzani menambahkan Desa perlu dan dibiasakan bersinergi dgn perusahaan IT , dimana   pemda Prov maupun pemda kab/kota bisa menjadi fasilitatornya. Apalagi saat ini banyak  Bumdes sdh mulai banyak lahir dan kreatif dalam melakukan inovasi usaha di segala bidang dengan baik.

“Jika terpilih sebagai anggota  DPD RI, saya  siap berjuang di senayan utk kepentingan akselerasi semua kegiatan  pembangunan di Desa dan daerah,” tukasnya.

Me




Sandiaga Uno Bersilaturahmi Dengan Ratusan Tokoh NTB Di Rest. Ujung Landasan, Lobar

Untuk mencapai lokasi silaturahmi, Sandiaga Uno harus melewati ratusan warga yang menghadang ingin bersalaman dengannya

HBK dan Sandi di tengah kerumunan massa

Lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;    Ratusan tokoh multi etnis di Nusa Tenggara Barat (NTB), bersilaturahmi dengan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno.

Silaturahmi digelar di Restoran Ujung Landasan, Kecamatan Gerung, Kab. Lombok Barat, Selasa (09/04) l 2019.

Silatturahmi dengan para tokoh multi etnis itu merupakan upaya Sandiaga S Uno untuk mempererat tali silaturahmi dan kekerabatan.

Bahkan, ulama yang hadir tidak hanya para pendukung Prabowo-Sandi semata, tetapi juga pendukung Jokowi-Amin. Karena pertemuan bersama Sandi ini murni karena ingin bersilaturahmi tanpa muatan kampanye.

Kegiatan temu tokoh multi etnis tersebut dikawal Front Pembela Islam (FPI) NTB dengan penanggung-jawab Habib Harun Mulachela, membantu personel Kepolisian.

Sandiaga Uno, dengan didampingi H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, yang juga adalah Caleg DPR RI Nomor Urut-1 dari Partai Gerindra, datang sekitar pukul 14.30 Wita.

Kedatangannya disambut ratusan warga yang antusias menunggunya sejak pagi hari. Bahkan, untuk mencapai lokasi silaturahmi, Sandiaga Uno harus melewati ratusan warga yang menghadang ingin bersalaman dengannya.

Selain Sandiaga Uno diberikan ucapan selamat datang oleh tiga tokoh NTB yang mengalungkan kain tenun khas Sasak, yakni Kyai Zulkifli Muhadli, TGH Muharrar dan Ki Dalang Lalu Nasib.

Sementara  itu, isteri Ketua DPD Partai Gerindra TTB, Ny. Ridwan Hidayat memberikan Kue Tart berlogo Prabowo Sandi kepada Sandiaga Uno, sedangkan Hj. Dian BK memberikan kue tart bergambar HBK kepada suami tercintanya H. Bambang Kristiono.

Ny Ridwan Hidayat mengajak yang hadir mendo’akan para Tuan Guru, tokoh Budaya, tokoh Masyarakat, mendapat kesehatan dari Allah SWT.

“Mari kita sambut Bapak H. Bambang Kristiono, Caleg DPR RI dari Partai Gerindra, dengan Nomor Urut-1 untuk Dapil NTB-2”, ungkap Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno juga menyinggung soal bantuan jaminan hidup pada masyarakat korban gempa di NTB. Banyak masyarakat yang belum mendapat dana jaminan hidup yang telah dijanjikan oleh Pemerintah yang berkuasa.

“Jaminan hidup sudah terealisasi semua belum? Sudah adil semua belum? Sudah sejahtera semuanya belum?” tanya Sandi kepada warga yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Dan dengan kompak, semua warga yang hadir mengatakan, “beluuum”.

Sandiaga Uno juga mengungkapkan, warga Lombok seperti saudara kandungnya sendiri. Dia yakin pada Pileg dan Pilpres 2019, dukungan warga Lombok akan terus mengalir untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

Bambang Kristiono atau HBK selaku penanggung jawab acara tersebut mengatakan, silaturahmi dan pertemuan Sandiaga Uno dengan para tokoh NTB, sebelumnya diagendakan di Lombok City Center (LCC), dalam acara yang bertajuk Lombok Young Enterpreneur Summit (YES) 2019.

Namun acara pembekalan terhadap milenial dalam enterpreneur, telah dipindahkan ke Rest. Ujung Landasan karena pertimbangan keamanan, kenyamanan dan keselamatan para tokoh NTB yang hadir.

HBK sengaja menyeting acara silaturahmi dengan para tokoh NTB tersebut di luar acara YES 2019, juga untuk menghormati para Ulama, dan para Tuan Guru yang hadir.

Karena bisa dibayangkan jika para tokoh NTB yang sebagian besar sudah sepuh ini kemudian bertemu Sandiaga Uno di LCC, maka tentunya para tokoh NTB tersebut akan berdesakan dengan massa yang sudah membludak sejak pagi hari.

“Saya ingin para tokoh NTB itu ditempatkan pada posisi yang aman dan nyaman. Pikiran saya keamanan, kenyamanan dan keselamatan para orang tua kita adalah prioritas utamanya, dan alhamdulillah telah berjalan dengan baik dan lancer,” ujar HBK.

HBK mengucapkan terima kasih kepada segenap masyarakat yang jauh-jauh datang untuk menemui Sandiaga Uno.

“Terima kasih untuk Ibu, Bapak serta Hadirin sekalian yang telah datang dari tempat yang jauh–jauh untuk menemui Bapak Wakil Presiden Sandiaga Uno,” ucapnya.

Ketua Panitia Lombok YES 2019, Nauvar Farinduan, mengatakan kedatangan Sandiaga Uno di Lombok merupakan langkah Sandiaga Uno untuk membuang sekat akibat panasnya ekskalasi Pilpres akhir-akhir ini.

Karena itu, tokoh agama yang diundang itu tidak hanya pendukung Prabowo-Sandi, namun ada juga yang hadir dari pendukung Paslon lainnya.

“Pilihan politik kita boleh berbeda, tapi jangan sampai memecah-belah persaudaraan gara-gara pilihan politik yang berbeda tersebut. Ingat, kita ini satu bangsa dan warga NTB, sehingga tidak boleh ada perpecahan akibat pertarungan lima tahunan kali ini,” ujar Farin, sapaan akrabnya.

Me




Gubernur Zul Bersama Jajaran Kepala OPD Tinjau Bendungan Di Lunyuk

Menanggapi pendangkalan Bendungan Plara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB akan memprioritaskan pengerukan bendungan, untuk peningkatan kapasitas debit air

lombokjournal.com —

SUMBAWA  ;   Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi jajaran Kepala OPD lingkup Provinsi NTB dan OPD lingkup Kabupaten Sumbawa, melakukan peninjauan langsung Bendungan Plara, di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Senin, (08/04).

Peninjauan tersebut dalam rangka normalisasi atau pengerukan Bendungan Plara yang saat ini mulai mendangkal karena sedimentasi yang semakin tinggi.

Keberadaan Bendungan tersebut dinilai sangat stratergis, karena selain sebagai sumber irigasi yang mampu mengairi 2.543 Hektar Sawah, juga difungsikan sebagai tempat budidaya ikan dan sebagai objek wisata oleh masyarakat di Kecamatan Lunyuk.

Untuk menjaga agar bendungan tidak terjadi sedimentasi, gubernur meminta masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan, agar terhindar dari bahaya longsor yang mengakibatkan sedimentasi Bendungan Plara.

“Jangan sampai karena target jagung, lalu kita merambah dan merusak hutan,” tandasnya.

Gubernur berpesan kepada masyarakat Lunyuk untuk senantiasa menjaga keamanan dan perdamaian, terutama dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2019 ini.

“Jaga kententraman dan kerukunan Lunyuk yang indah dan asri untuk mewujudkan NTB Gemilang di masa akan datang,” pungkasnya.

Tidak lupa, gubernur menjelaskan, sebentar lagi di tahun 2021, NTB akan jadi tuan rumah MotoGP.

Menurutnya dengan adanya even internasional tersebut, perhatian pemerintah pusat untuk infrastruktur NTB akan semakin besar. Dengan demikian perhatian untuk infratruktur Pulau Sumbawa juga akan semakin besar.

Gubernur merasa senang bisa berdialog langsung dengan masyarakat, sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat, karena ini merupakan komitmennya untuk sering turun dan berdialog dengan masyarakat.

Sementara itu, menanggapi pendangkalan Bendungan Plara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB akan memprioritaskan pengerukan bendungan, untuk peningkatan kapasitas debit air, dengan demikian masyarakat bisa melakukan penanam padi tiga kali dalam setahun.

AYA




HBK : Sandiaga Uno Akan Silaturahmi Dan Berdialog Bersama Ratusan Tokoh Multi Etnis NTB

Pertemuan dengan para tokoh multi etnis itu adalah upaya Sandiaga untuk memperat tali silaturahmi dan kekerabatan

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    Kunjungan Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno ke Pulau Lombok, hari Selasa (09/04) dipastikan makin memperkuat dukungan masyarakat NTB untuk kemenangan pasangan capres 02, Prabowo – Sandi di Pilpres tanggal 17 April.

Direncanakan, sebelum Sandiaga berbagi pengalaman entrepreneur pada milenial di Lombok City Center (LCC) dalam acara bertajuk Lombok Young Entrepreneur Summit (YES) 2019,   Sandiaga juga diagendakan bakal menggelar silaturahmi dengan ratusan  tokoh multi etnis di NTB di Lesehan Ujung Landasan, di kawasan jalan Bypass di Gerung, Lombok Barat.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK), mengatakan pemindahan pertemuan Sandiga dari LCC ke Ujung Landasan, lantaran ada tiga pertimbangan. Yakni, keselamatan, keamanan dan kenyamanan.

Menurut HBK, sangat tidak mungkin para tokoh agama akan disandingkan para generasi milenial.

“Saya ingin para tokoh agama itu ditempatkan pada posisi dan faknya. Pikiran saya keselamatan, kenyamanan dan keamanan orang tua kita adalah jadi pertaruhannya, sehingga tidak layak jika disamakan antara pertemuam tokoh dengan generasi millenial di satu tempat yang sama,” ujar Bambang menjawab wartawan, Senin (08/04) petang di kantor Pemenangan HBK, Jl Kulintang III No 3 Mataram .

HBK yang juga adalah Caleg DPR RI dari Partai Gerindra dengan Nomor Urut 1 untuk Dapil NTB 2 (Pulau Lombok) menjelaskan, pertemuan dengan para tokoh multi etnis itu adalah upaya Sandiaga untuk memperat tali silaturahmi dan kekerabatan.

Kata HBK, langkah itu adalah upaya Sandiaga Uno berkeinginan untuk membuang sekat akibat panasnya ekskalasi Pilpres akhir-akhir ini. Tokoh agama yang diundang itu tidak hanya pendukung Prabowo-Sandi namun dari pendukung paslon lainnya.

“Pilihan politk kita boleh beda, tapi jangan sampai pecah persaudaraan gara-gara pilihan politik. Ingat kita ini satu bangsa dan warga NTB, sehingga tidak boleh ada perpecahan akibat pertarungan lima tahunan kali ini,” jelas HBK di hadapan awak media.

HBK sejak awal berkomitmen di internal Caleg Partai Gerindra tidak boleh ada persaingan yang tidak sehat pada Pileg kali ini. Sebab, pertarungan sesungguhnya adalah setelah tanggal 17 April.

“Insya Allah, jika saya dimandatkan menjadi wakil rakyat dan menjadi corong NTB di DPR RI, maka yang utama kompetisi itu dilakukan secara bermartabat. Yakni, bagaimana aspirasi rakyat bisa kita suarakan tanpa ada sekat apapun kedepannya,” tandasnya.

Me




Wapres JK Tinjau Rekonstruksi Pasca Gempa Di Teratak Bersama  Gubernur Zul

Secara keseluruhan jumlah rumah yang sudah jadi mencapai 11.678 unit. Terdiri dari rumah rusak berat 2.594 unit, rumah rusak sedang 2.105 unit, dan 6.979 unit rumah rusak ringan. Sementara 41.981 unit rumah masih dalam proses pengerjaan

MATARAM.lombokjournal.ccom —  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mendampingi Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) dalam kunjungan kerjanya meninjau langsung rekonstruksi pasca gempa di Nusa Tenggara Barat.

Tiba di Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah, Sabtu (6/4) sekitar pukul 13.10 WITA, Gubernur Zul dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB mendampingi JK meninjau rekonstruksi pasca gempa di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

JK disambut warga dengan antusias di Teratak. Dalam sambutan singkatnya JK menjelaskan,  Pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat.

“Pemerintah tentu memperhatikan apa yang terjadi pada masyarakat. Baik Pemerintah Pusat dan daerah selalu siap sedia untuk membantu masyarakat,” tegas JK.

JK juga berharap, agar warga dapat menjaga dan memelihara rumah yang sudah terbangun.

“Apa yang diberikan agar dipelihara dengan baik, dan juga tentu kita doakan bagi semua yang membantu. Untuk yang belum, InshaAllah akan selesai pada waktunya, rumah ini bagus sekali. Mari kita bantu Bupati, kita bantu tentara, PU dan fasilitator.. Sekali lagi selamat dan terima kasih,” tutup Wakil Presiden RI ke – 12 tersebut

Rumah Sudah Jadi 11.678 unit

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD NTB H Muhammad Rum menjelaskan, hingga saat ini jumlah dana yang ditransfer pusat ke daerah mencapai Rp 5,1 triliun.

Dana yang sudah disalurkan ke masyarakat Rp 5 triliun lebih, Rp 2 triliun lebih sudah dikirim ke rekening Pokmas dan sisanya Rp 2,9 triliun masih di rekening warga.

Secara keseluruhan jumlah rumah yang sudah jadi mencapai 11.678 unit. Terdiri dari rumah rusak berat 2.594 unit, rumah rusak sedang 2.105 unit, dan 6.979 unit rumah rusak ringan. Sementara 41.981 unit rumah masih dalam proses pengerjaan.

Rum menambahkan, jumlah Pokmas terbentuk 6.991 buah dengan anggota 134.345 KK. Proses rehab rekon dibantu 3.241 orang personel tenaga fasilitator dan 1.000 personel TNI dari satuan Zeni.

Selanjutnya, JK juga direncanakan menghadiri diskusi Kebangsaan di Hotel Lombok Raya, Jl. Panca Usaha No.11, Cilinaya, Cakranegara, Kota Mataram.

Dalam kunjungannya, JK didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo.

Selain itu juga tampak Kasetwapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin, Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud, Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi Azyumardi Azra, Tim ahli Wapres Sofjan Wanandi.

AYA

 Sumber ; Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB




Budidaya Jamur Solusi Kemiskinan Perkotaan

Menurut HBK, budidaya jamur ini solusi kongkrit pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin di perkotaan.

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Budidaya jamur tiram belum banyak dilirik oleh masyarakat P. Lombok. Padahal jamur tiram memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan.

Informasi ini didapat oleh Caleg DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok dari Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) saat bertandang ke Kelompok Tani (Poktan) Muzaidi di Kecamatan Sandubaya-Kota Mataram.

“Silahkan Pak Bambang lihat rumah jamur saya,” kata Muzaidi, Rabu (03/04).

HBK yang datang bersama istri tercintanya Hj. Dian BK melihat rumah jamur Muzaidi. Didalamnya ada sekitar 2.000 baglog (media tanam jamur). Dari penuturan Muzaidi, ada dua jenis jamur yang dihasilkan, yaitu jamur tiram putih dan hitam.

“Rata-rata tiap hari bisa panen sekitar enam kilogram Pak,” terangnya.

Untuk satu kilogram jamur, lanjutnya, dijual dengan harga Rp 30 ribu untuk jenis jamur tiram putih, sedangkan jamur tiram hitam bisa lebih mahal, yaitu sekitar Rp 40 ribu per-Kilogramnya. Dalam sehari rata-rata mendapat pemasukan antara Rp 150-180 ribu.

“Pasarnya sudah jelas. Biasa diantar oleh anak-anak langsung,” sambungnya.

Penjelasan Muzaidi ini mengusik rasa ingin tahu HBK. Diantara yang ditanyakan adalah modal yang dibutuhkan membangun rumah jamur dan membeli baglog.

Menurut Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini, budidaya jamur akan menarik bila melibatkan kelompok-kelompok masyarakat.

“Akan dapat membantu ekonomi keluarga jika berjalan optimal,” ucap HBK.

Muzaidi menjabarkan, untuk rumah jamur yang dibuat, untuk baglog dengan kapasitas 2.000 buah itu butuh modal sekitar Rp 7 juta. Sedangkan pembangunan rumah dan rak jamur menghabiskan sekitar Rp 20 juta lebih. Masa panen jamur berlangsung selama lima bulan. Jika rerata tiap hari Rp 150 ribu, maka selama lima bulan mendapat Rp 22,5 juta.

“Setelah dipotong modal Rp 7 juta, keuntungannya itu Rp 15,5 juta. Sementara rumah jamurnya bisa dipakai seterusnya,” terangnya.

Penjelasan Muzaidi ini kian membuat HBK dan istri penasaran. Sembari panen jamur, HBK meminta hitung-hitungan jika ingin membuat kelompok budidaya jamur. Menurut HBK, budidaya jamur ini solusi kongkrit pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin di perkotaan.

“Sangat inspiratif ini. Bagus untuk ditiru dan dikembangkan masyarakat perkotaan,” ucap Hj. Dian BK.

Pilot Project Pengolahan Hasil Pertanian

Kehadiran HBK beserta istri tercintanya, Hj. Dian BK di Poktan Bijaksari tak hanya melihat budidaya rumah jamur. Pada kesempatan tersebut juga, Muzaidi mengajak HBK melihat pengolahan hasil-hasil pertanian.

Kelompok ini mengolah bawang merah menjadi bawang goreng, selain itu ada juga keripik pisang dan keripik singkong.

“Bawang merah itu harganya naik turun. Saat panen besar, harganya anjlog. Rugi kita kalau dijual”, katanya.

Selain bawang merah, sebenarnya yang kerap membawa problem bagi petani holtikultura adalah cabai. Ketika panen sedang bagus dan banyak, harga di pasaran terjun bebas.

“Ya, cabai itu juga membutuhkan pengolahan. Hanya saja saat ini saya fokus pada bawang merah, kripik singkong, dan kripik pisang dulu,” imbuhnya.

HBK mengungkapkan, di Poktan Bijaksari banyak hal yang bisa dipelajari. Petani holtikultura fokus pada cabai dan bawang merah. Disaat yang sama Ketua Poktan Bijaksari juga fokus budidaya jamur.

“Ini (Poktan Bijaksari) bisa menjadi pilot project hasil pertanian,” katanya.

Untuk memberikan nilai tambah, kata HBK, hasil pertanian holtikultura sebaiknya dijual dalam bentuk olahan. Membuat bawang goreng, kripik singkong, kripik ubi dan kripik pisang adalah ide yang tepat. Tinggal bagaimana memikirkan konsep kemasan dan pemasarannya sehingga bisa lebih menarik.

“Tadi karena hanya masuk di warung-warung maka kemasannya hanya plastik. Nanti coba kita arahkan kemasannya lebih baik dan bisa tembus pasar modern,” terangnya.

Jamur sendiri, tambah HBK, selain dijual mentah bisa juga dijual dalam bentuk olahan kripik jamur atau abon jamur. Di toko maupun restoran, jamur menjadi salah satu menu olahan dengan banyak peminat.

“Jamur ini kan makanan bagus, hygienis, tanpa kimia bahkan disebut sebagai salah satu makanan yang memiliki anti oksidan yang tinggi,” imbuhnya.

HBK menambahkan, dirinya akan berkomitmen untuk fokus dalam pengembangan sektor pertanian bila lolos menjadi anggota DPR RI nanti. Selain produksi pertanian, yang akan menjadi fokusnya juga adalah peningkatan nilai tambah hasil-hasil pertanian.

“Saya akan terus mengawal sektor pertanian dari hulu sampai hilir. Supaya masyarakat kita bangga sebagai petani,” tandasnya.

Me




 H Irzani Batik Ijo : NTB Care Bisa Jadi Cikal Bakal Smart City

Smart City ini bisa dikembangkan di Kabupaten/Kota yang ada di NTB. Apalagi Pemprov NTB juga sudah melaunching program NTB Care, sebuah sistem pelayanan pengaduan masyarakat berbasis digital online

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;   Perkembangan teknologi yang cukup pesat dewasa ini. Jika bisa dikelola baik, pengaruhnya bukan hanya pada gaya hidup masyarakat semata, tetapi juga kemudahan akses dan pelayanan pemerintahan.

Sistem digitalisasi data dan konektivitas terpadu secara online juga membuat sejumlah kota besar di dunia memanfaatkan teknologi dalam membangun konsep Kota Cerdas atau Smart City.

“Beberapa kota besar di Indonesia juga mulai memanfaatkan teknologi untuk membangun Smart City. Saya pikir gagasan ini bisa juga diterapkan di NTB,” kata Calon Anggota DPD RI Nomor Urut 30, Haji Irzani, di Gerung Lombok, Barat, Rabu (03/04)

Irzani yang akrab disapa Batik Ijo menjelaskan, istilah kota cerdas atau Smart City merupakan pengembangan kota berbasis teknologi informasi.

Menurut hasil sementara kajian Smart City Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun 2017, urgensi smartcity disebabkan oleh bertambahnya tingkat pertumbuhan penduduk di perkotaan sebesar 2,75 persen per tahun.

Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), diprediksi penduduk yang tinggal di perkotaan sebesar 56,7 persen pada 2020. Jumlah ini akan meningkat menjadi 66,6 persen pada 2035.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menetapkan delapan indikator smart city,  antara lain smart development planning (perencanaan pembangunan), smart green open space (ruang terbuka hijau), smart transportation (transportasi ramah lingkungan), smart waste management (pengelolaan sampah), smart water management (pengelolaan sumber air), smart building (pemetaan pembangunan), dan smart energy (pemanfaatan energi baru terbarukan).

“Delapan indikator yang digunakan Kementerian PUPR ini merupakan inovasi dari konsep greencity yang digabungkan dengan penggunaan sistem teknologi informasi dan komunikasi pintar. Nantinya indikator ini akan berguna sebagai target perkembangan kota cerdas,” ujar  Batik IjoIrzani optimistis.

Smart City ini bisa dikembangkan di Kabupaten/Kota yang ada di NTB. Apalagi Pemprov NTB juga sudah melaunching program NTB Care, sebuah sistem pelayanan pengaduan masyarakat berbasis digital online.

Menurut Irzani, hal ini selaras dengan keberhasilan Provinsi DKI Jakarta yang meluncurkan program Smart City di tahun 2015 silam. Dimana saat ini keberadaannya diklaim makin mempermudah kinerja aparat Pemprov agar lebih cepat merespons keluhan warga.

“Contoh lainnya bisa dilihat juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang  meluncurkan portal terintegrasi yang berisi semua layanan dan informasi terpadu,”  imbuh Irzani

Sementara di Jawa Tengah, papar Irzani, Pemkot Semarang sudah mengoperasikan situation room yang berfungsi sebagai pusat integrasi kegiatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Semarang.

“Melalui ruangan ini, setiap pelayanan dan pembangunan secara real time akan terpantau, termasuk data-data statistik terkait,” katanya.

Namun, untuk Kabupaten dan Kota di NTB,  Sekum  PWNW NTB ini mengatakan, masih ada beberapa hal yang harus serius dipersiapkan.

Salah satunya adalah bagaimana membuat RTRW yang ramah dalam konteks Smart City. Sebab, salah satu prasyarat utama kota Smart City ialah kesanggupan daerah tersebut bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan kota.

“Termasuk soal tata kelola peruntukan lahannya, melalui RTRW,” jelas H Irzani yang beberapa tahun terakhir mendampingi TGB keliling Indonesia saat kegiatan Dakwah Nusantara .

Integrasi Penataan Kawasan

Irzani menilai, daerah Lombok Utara bisa memulai melakukan hal ini.

Pasca gempa bumi 2018 lalu, Pemda KLU diharapkan lebih serius dan cermat menata kawasan dan peruntukan lahannya sesuai proporsi kebutuhan Smart City.

“Integrasi penataan kawasan hunian penduduk, perkantoran, area bisnis, kawasan wisata dan lain-lain harus dilakukan berdasarkan RTRW agar sesuai dengan ekspektasi pertumbuhan KLU untuk beberapa generasi ke depan,” katanya.

Menurut dia, moment saat ini bisa jadi motivasi untuk penataan wajah KLU dari depan yang harus tampak lebih indah dan menawan. Agar ketika masyarakat atau wisatawan masuk dan berkunjung ke KLU nampak suasana kota yang lebih modern dan indah.

Gerbang utama KLU di kawasan Bangsal, bisa dibangun dengan sarana taman Kota yang menjadi ikon daerah.

Selain itu , sepanjang jalan dari Bangsal menuju pusat pemerintahan KLU di Tanjung, juga bisa diperlebar dan ditata sedemikian rupa agar lebih menarik dengan berbagai fasilitas umum seperti  trotoar , tong sampah , PJU, Toilet da lain-lain.

“Halaman depan KLU harus mulai ditata dan direstorasi sesuai dengan motto dan semboyan Kabupaten Lombok Utara,” katanya.

Hal ini menurut Irzani juga bisa dilakukan di daerah lainnya di NTB. Jika masalah RTRW sudah tuntas, maka daerah bisa dengan mudah mengembangkan konsep Smart City di kawasannya.

engan melakukan itu, maka pembangunan terintergrasi di Provinsi NTB bisa segera terwujud. Pasalnya, tambah Irzani, Pemprov NTB sendiri sudah melakukan sejumlah gebrakan dan inovasi program yang mendukung ke arah itu.

Selain NTB Care, Pemprov NTB juga menerapkan program NTB Zero Waste yang juga menjadi salah satu indikator Smart City.

“Saya yakin  dengan Smart City ini  bukan hanya bisa mempermudah pelayanan pada masyarakat, tapi sekaligus menciptakan ruang-ruang kreasi baru bagi generasi muda, millennials NTB di masa depan,” tukasnya.

Me




Sandiaga Uno Kunjungi Lombok, 9 April

Sandiaga Uno akan Hadir di Lombok YES 2019, berbagi  pengalaman dan akan Latih Entrepreneur Milenial NTB

HBK dan tim kedatangan Sandiaga Uno

lombokjournal.com —

MATARAM  ;     Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno dijadwalkan akan mengunjungi Lombok hari  Selasa, 9 April 2019 mendatang.

Sandi akan berbagi pengalaman entrepreneur pada milenial di Lombok City Center (LCC) dalam acara bertajuk Lombok Young Entrepreneur Summit (YES) 2019.

Ketua Panitia Lombok YES 2019, Nauvar Farinduan, mengatakan Sandi rencananya hadir di acara tersebut mulai pukul 16.00 Wita hingga 18.00 Wita.

Sandi katanya, akan memberikan sejumlah pengalaman dan pencerahan pada entrepreneur muda di NTB.

“Nanti di LCC, Pak Sandi akan memberikan pencerahan, cerita, pengalaman bagaimana pemuda untuk bisa kuat menghadapi globalisasi, guna menciptakan model bisnis yang baru yang kita sebut sekarang startup,” ujar Farin sapaan akrabnya, Senin, 1 April 2019.

Sejak kemarin dibuka pendaftaran gratis secara online, hari ini sudah hampir mencapai angka 4.000 pendaftar. Padahal, kuota untuk peserta dibatasi 5.000 orang.

“Hari ini yang sudah mendaftar hampir di angka 4.000. Kuota kami yang diberikan hanya  5.000 sesungguhnya,” pungkasnya.

Farin mengusahakan ada penambahan kuota untuk jumlah peserta, mengingat antusias masyarakat yang mendaftar sangat besar. Pendaftar yang seluruhnya adalah milenial tidak hanya di Pulau Lombok, tetapi hingga Pulau Sumbawa.

“Kami sudah sampaikan ke pusat kalau untuk Lombok terlalu sedikit rasanya kalau hanya 5.000. Kami meminta tambah, karena bagaimanapun Pak Sandi tidak hanya seorang entrepreneur, tetapi juga sebagai calon wakil presiden,” jelasnya.

Sandi direncanakan akan bermalam di Lombok. Sandi rencananya akan menggelar pertemuan dengan para tokoh agama atau tuan guru dan tokoh budaya untuk mendeklarasikan ‘NTB bersama untuk Indonesia Menang’.

Lalita Wistara, dari DPP Gerindra sekaligus bagian kepanitiaan memberikan bocoran terkait rangkaian acara Lombok YES 2019. Nantinya acara tersebut juga akan diselipkan hiburan dengan mendatangkan artis Siti Badriah dan MC nasional seperti Rina Nose dan YouTubers Atta Halilintar.

“Ada hiburan, artis dan MC nasional. Dapat bocoran Siti Badriah, MC-nya Rina Nose sama kalau tidak ada halangan Atta Halilintar,” ungkap perempuan berparas cantik itu.

Dalam acara tersebut, Lalita menjelaskan akan terlibat berbagai elemen, di antaranya elemen pengusaha, UMKM, simpatisan, milenial, budaya, akademisi dan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, steering commite atau SC adalah Caleg DPR RI nomor urut 01 Partai Gerindra Dapil NTB II/Pulau Lombok, Haji Bambang Kristiono atau HBK.

HBK menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, Lombok YES 2019 dapat menjadi manfaat untuk milenial dalam menggali strategi enterpreneur muda, terlebih lagi kegiatan tersebut menghadirkan Sandiaga Uno.

“Acara itu sangat baik bagi milenial di NTB. Karena, dapat menambah wawasan tentang entrepreneur bagi generasi muda. Apalagi Pak Sandi punya pengalaman banyak soal enterpreneur,” tuturnya.

Me

 

Registrasi sebagai peserta klik link berikut :

bit.ly/LombokYes2019

PIC Acara

#MeTonFARIN (Nauvar Farinduan)

Contact Person; Anin (WA only) 0821 2956 299




Lembaga Survey Politik Dinilai Berpotensi  Turunkan Kualitas Demokrasi

Keberadaan lembaga survey politik berpotensi mendemoralisasi semangat dan spirit caleg muda yang tidak konfiden (inferior) dengan dominasi yang diduga melakukan buzzer penggiringan opini secara sepihak

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto , SH keberadaan Lembaga Survey Politik yang kurang presisi dalam menyampaikan kajian dan hasil survey nya , khususnya dalam hasil – hasil  pemilihan legislatif  2019, justru berpotensi  menurunkan kualitas demokrasi karena informasi yang dipublish terkesan tidak sesuai dengan fakta di lapangan

” Mi6 mendapatkan sejumlah informasi top secret lapangan bahwa pilleg 2019 di NTB berbeda dengan pilleg 2014, dimana caleg muda ( caleg pendatang baru) makin agresif dengan beragam taktik dalam meraih dukungan masyarakat . Mereka ini bergerak ibarat operasi kladestein , senyap tapi masiv,” Kata Dir Mi6,  Bambang Mei.

Didu, panggilan akrab Bambang Mei F mengatakan, gerakan senyap merayap caleg pemula  di basis ini kerap luput dari analisis hasil lembaga survey karena beragamnya strategi caleg muda dalam mengamankan basis-basis pemilih loyalnya.

” Kesan subyektifitas Lembaga Survey tentu akan mempengaruhi kredibilitasnya di mata rakyat,  jika hasil survey nya tidak akurat ,” tegas Didu .

Selain itu kata Didu , keberadaan lembaga survey politik berpotensi mendemoralisasi semangat dan spirit caleg muda yang tidak konfiden (inferior) dengan dominasi yang diduga melakukan buzzer penggiringan opini secara sepihak .

“Bisa jadi tidak bergeraknya  dan tidak agresifnya sejumlah caleg muda didapil pemilihannya ,  selain faktor internal,  tidak tertutup kemungkinan mentalnya sudah down duluan akibat  publikasi lembaga survey yang seolah-olah memperkuat elektabilitas calon  tertentu. Hal ini kemudian dipandang menutup harapan bagi para caleg . Akibatnya  caleg bisa jadi sulit move on menjadi tidak termotivasi di dapilnya ,” ungkapnya .

Sementara itu Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah yang juga Caleg DPRD NTB dapil 8 Lombok Tengah No urut 2 Dari Partai PERINDO tidak pernah mau tahu dan menggubris Lembaga Survey Politik terkait pengumuman hasil caleg yang memiliki elektabilitas yang kuat .

” Saya bersama caleg caleg muda partai lain akan melawan Supremasi  dan membuyarkan prediksi Lembaga Survey tersebut dengan taktik dan strategi lain,” ujar Athar .

Athar menilai bahwa politik itu unpredictable dan selalu bergerak dinamis . Menjudgment hasil konstestasi pilleg melalui survey tidak boleh sepenuhnya dipercayai karena ada faktor subyektifitas. Dan rakyat sudah tahu juga kalau lembaga survey itu tidak sepenuhnya independen.

” Hasil itu tidak bisa tertukar oleh orang yang tidak pernah turun ke basis dan hanya mengandalkan permainan persepsi semata. Saya tetap rajin turun ke basis,  meski tanpa harus memakai jasa dan arahan  lembaga survey. Saya nggak mampu bayar , mending beaya itu utk mengentertain rakyat didapil,” tukas Athar .

Athar memprediksi pilleg 2019 akan makin banyak caleg muda yang melenggang di parlemen karena rakyat menginginkan wakilnya  dari figur yang lebih merakyat dan tidak diragukan track recordnya .

Me




Wagub: Data Enumerator Tentukan Langkah Pemerintah

Survey merupakan  salah satu ikhtiar dengan turun langsung ke lapangan dan mendapatkan data valid dan konkret

MATARAM.lombokjournal.com  —  Seorang enumerator haruslah memiliki kemampuan dasar bertanya dan mendengar yang baik serta mencacat secara rapih. Karena itu, pembekalan atau pelatihan perlu diikuti seseorang yang ingin jadi enumerator.

Hal ini menjadi penting, agar Survey dan data yang dihasilkan dapat menjadi salah satu acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd  mengungkapkan itu, saat membuka training sekaligus melepas Enumerator dalam rangka tracking matrix (DTM) Round III Survey kebutuhan percepatan recovery gempa NTB di Graha Bhakti Praja, Kota Mataram. Hari ini, Kamis (28/03) /2019.

Hj. Rohmi menekankan, survey merupakan  salah satu ikhtiar dengan turun langsung ke lapangan dan mendapatkan data valid dan konkret.

“Sehingga pemerintah bisa mengambil langkah-langkah ke depannya lebih objektif,” katanya di hadapan 400an peserta yang hadir.

Wagub juga mengingatkan, banyak hikmah di balik musibah gempa ini.

“Kita berada di daerah ring of fire namun di sisi lain daerah kita sangat subur. Ini adalah tentang bagaimana kita bisa berdamai dengan daerah rawan gempa, musibah kemarin memang banyak hikmahnya. Setelah gempa, kita kini paham untuk membangun bangunan, kita harus mengutamakan strukturnya. Bukan saja tampilan fisiknya,” terang Wagub.

Ummi Rohmi juga mengajak menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menghadapi bencana, masyarakat harus siap. Begitu juga dengan lingkungan, harus kita perhatikan. Lingkungan ini adalah kebutuhan kita, bukan kewajiban.

“Bagaimana kita jaga lingkungan kita tetap hijau, pengelolaan sampah kita lakukan dengan baik. NTB harus bersih, dan hijau. NTB harus indah, aman dan lestari,” tegasnya

Ummi Rohmi menyempatkan untuk menyinggung program NTB Zero Waste.

“NTB zero waste, adalah NTB bersih. Dengan NTB zero waste kita akan merubah persepsi, bahwa sampah bukanlah musibah, namun sumber daya dan berkah. Ini adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.

AFF/ Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB