Wagub Hadiri Penyerahan Bantuan 1000 Al-Quran

Kegiatan Penyerahan bantuan 1000 Al-Quran juga dilakukan di 34 Provinsi yang ada di Indonesia secara bersamaan diwaktu yang sama

MATARAM.lombokjournal.com —  Acara penyerahan bantuan 1000 Al-Quran dari BUMN dalam rangka pelaksanaan Safari Ramadhan 1440 H di Provinsi Nusa Tenggara Barat, bertempat di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Jumat (24/5).

Kegiatan ini digagas oleh sinergi empat BUMN yaitu PT. ASABRI, ASDP, ITDC dan Sarinah.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd saat memberikan sambutan mengapresiasi positif, dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada BUMN atas bantuan yang telah diberikan.

“Semoga apa yang BUMN kita lakukan dapat memberi manfaat bagi kita semua,” ucap Hj. Rohmi.

Hj. Rohmi berharap bantuan yang telah diberikan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) kota Mataram agar dipergunakan sebaik-baiknya.

“Saya berpesan, supaya Al-Quran ini sungguh-sungguh digunakan semaksimal mungkin, Jangan dijadikan pajangan tapi untuk dibaca setiap hari,” sambung Wagub.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya mengucapkan terima kasih kepada BUMN, semoga berkah dan membawa kebaikan khususnya di Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.

Djoko Rachmadhy, SE, MM, perwakilan dari PT. ASABRI (Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya dari BUMN untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia.

“Kita membantu masjid dan pondok pesantren yang ada di beberapa titik di kota Mataram ini dengan bantuan dana sebesar 500 juta rupiah,” ungkap Djoko.

Djoko mengungkapkan,  kegiatan Penyerahan bantuan 1000 Al-Quran juga dilakukan di 34 Provinsi yang ada di Indonesia secara bersamaan diwaktu yang sama. Selain menyelenggarakan kegiatan safari Ramadhan, BUMN juga mengadakan program Siswa Mengenal Nusantara.

“Terima kasih kepada Wakil Gubernur yang telah mengapresiasi kami, ke depan kita minta bantuan dan dukungannya dalam program siswa mengenal nusantara ini,” pungkasnya.

Secara simbolis, bantuan 1000 Al-Quran diserahkan oleh perwakilan PT. ASABRI, Djoko Rachmadhy kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat dan juga Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB.

AYA




Pesan Gubernur Zul Kepada Yatim Piatu, Agar Utamakan Pendidikan Demi Masa Depan 

Gubernur Zul mengapresiasi  Indonesia Power PLTU Jeranjang yang bekerja sama dengan DASI NTB telah  mengadakan acara ini

MATARAM.lombokjournal.com – Anak yatim diminta tetap mengutamakan pendidikan demi menggapai masa depan yang cerah dan berguna bagi semua orang.

 Pesan itu disampaikan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc, saat memberikan menjelang buka puasa bersama yatim piatu yang diadakan oleh Indonesia Power PLTU Jeranjang dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) DASI NTB di Pendopo, rabu (22/05)  2019.

“Pertama saya ucapkan selamat datang kepada adik-adik sekalian yang telah hadir di sini, pesan saya kepada adik-adik di sini adalah jangan pernah meninggalkan sekolah, adik-adik harus tetap sekolah agar menjadi pintar dan kelak dapat menjadi pemimpin di negri ini utamanya di NTB,” kata Gubernur Zul.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Indonesia Power PLTU Jeranjang yang bekerja sama dengan DASI NTB yang mengadakan acara ini.

“Rumah ini terbuka untuk adik-adik sekalian, mudah-mudahan acara buka puasa bersama anak yatim ini membawa keberkanah dan kebaikan kepada kita semua dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara acara ini,” kata gubernur.

Nur Efendi selaku perwakilan dari Indonesia Power PLTU Jeranjang ini mengungkapkan, kegiatan ini seringkali dilaksanakan bersama DASI NTB sebagai mitra penyalur zakat perusahaan Indonesia Power.

“Kami beberapa kali mengadakan acara santunan ini sebagai komitmen perusahaan kami untuk menyisihkan sebagian pendapatan sebagai zakat dan hal ini didukung penuh oleh direktur utama kami di Jakarta,” terang Efendi.

Efendi meminta doa dari anak-anak yatim yang hadir untuk kelancaran proses pembangunan PLTU Jeranjang.

Rr/Hms NTB

 




PLN Buka Puasa Bersama 8.000 Anak Yatim dan Dhuafa

Sebanyak 3.103 penerima bantuan dari kalangan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bersuka cita menerima bingkisan lebaran dari PLN

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN menyelenggarakan buka puasa bersama dengan 8.000 anak yatim dan dhuafa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan implementasi tanggung jawab sosial perusahaan,

Acara bertajuk “PLN Berbagi Kebahagiaan Ramadhan 1440 H” ini digelar di sejumlah yayasan yatim piatu dan dihadiri oleh Direksi PLN, Dewan Komisaris PLN, Pengurus YBM dan General Manager di masing-masing unit PLN.

PLT. Direktur Utama PLN, Muhamad Ali dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan komitmen PLN sebagai BUMN hadir untuk negeri.

“Momen ini sangat tepat untuk PLN berbagi dengan sesama, PLN semakin berkah, jaya, dan makmur berkat doa adik-adik sekalian. Diharapkan adik-adik ini menjadi generasi penerus bangsa yang akan selalu menerangi negeri ini,” kata Muhamad Ali

Selain buka bersama di sejumlah yayasan yatim piatu tersebar, PLN Peduli dan YBM PLN juga memberikan santunan total Rp 3,5 M berupa

  1. Bantuan Yayasan, senilai Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah)
  2. Bantuan Santunan, senilai Rp 250.000,- 500.000,- / anak
  3. Bantuan Bingkisan, senilai Rp 100.000,- 150.000,- / anak

“Berada sedekat ini dan duduk bersama anak-anak dan saudara kami, kami merasa kehangatan dan kebahagiaan. Dengan amanah yang diberikan pemerintah kepada PLN untuk terus menerangi negeri, kami juga diingatkan untuk berusaha tidak melupakan kewajiban-kewajiban berbagi kepada sesama, kami mohon untuk didoakan agar PLN dapat lancar dan sukses dalam menjalankan kewajiban untuk menerangi negeri dan ikut memajukan bangsa,” tutur Muhamad Ali.

 Kegiatan Berbagi Kebahagiaan

PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) juga mengadakan kegiatan Berbagi Kebahagiaan bersama anak yatim dan dhuafa.

Sebanyak 3.103 penerima bantuan dari kalangan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa bersuka cita menerima bingkisan lebaran dari PLN.

Total bantuan yang diberikan senilai 1,1 milyar rupiah.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh General Manager PLN UIW NTB, Rudi Purnomoloka di tiga lokasi, yaitu di Kota Bima pada Senin (20/5), Kabupaten Sumbawa pada Selasa (21/5) , dan Kota Mataram pada Kamis (23/5).

Rudi menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan oleh PLN ini merupakan hasil zakat para pegawai PLN yang dikelola oleh YBM PLN.

“Jadi ini bentuk kepedulian pegawai insan PLN bagi masyarakat. Setiap bulan penghasilan seluruh pegawai muslim sudah dipotong secara langsung untuk zakat dan diberikan bagi mereka yang sesuai kriteria,” ucap Rudi.

Rudi pun berharap bantuan yang diberikan PLN dapat memberikan kebahagiaan bagi anak yatim dan dhuafa, khususnya dalam menjalani Ramadan dan menyambut Idul Fitri.

AYA




INTI NTB Datangkan Shinta Nuriyah, Suarakan Keberagaman

Keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang membuat setiap orang memiliki hak sama dalam hidup dan kehidupannya

MATARAM.lombokjournal.com — Ibu Dra Shinta Nuriyah M.Hum, istri dari Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa dengan Gus Dur ke Islamic Center,di Mataram, Rabu (22/Mei) 2019, dalam kegiatan Buka Bersama, yang dihadiri oleh Gubernur NTB Dr Zulkiflimansyah

Undangan yang hadir juga berasal dari berbagai kalangann, termasuk kalangan birokrat, politisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat, aktivis pemuda dan mahasiswa, wartawan, aktivis LSM.

Selain itu juga dari kelompok tuna netra, difabel, loper koran, masyarakat kampung, pondok pesantren dan anak-anak yatim dan terlantar menjadi penting di tengah situasi bangsa yang sedang diuji oleh pertikaian para elit politik.

Acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Tionghoa (INTI) NTB dan dipandu langsung oleh MC Indra Bekti dan Inaiyah, yang tak lain adalah putri bungsu dari Gus Dur.

Setelah penyampaian tausyah berllanjut menjadi dialog antara Ibu Shinta dengan audince. Dengan gayanya yang khas Ibu Shinta langsung menggiring persoalan menuju akar substansinya, yakni kemajemukan yang memang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Bagi Ibu Shinta,,  keberagaman bangsa ini merupakan keniscayaan yang membuat setiap orang memiliki hak sama dalam hidup dan kehidupannya, meskipun dalam soal keberuntungan hidup antara satu orang dengan lainnya tidak selalu sama.

Artinya, ada yang hidupnya beruntung karena memiliki kelebihan harta, pangkat dan jabatan. Sementara yang lainnya masih hidup susah dan malah termarjinalkan.

Itu sebabnya Ibu Shinta lebih memilih untuk berbaur dengan kelompok yang belum beruntung. Yang menurutnya, menemani kelompok yang belum beruntung memberi satu kebahagiaan tersendiri.

Dalam menjabarkan keberuntungan dan ketidakberuntungan yang dialami oleh kelompok masyarakat inilah, Ibu Shinta kemudian mengaku, yang dilaksanakan sejak ketika Gus Dur jadi Presiden adalah Sahur Keliling Bersama orang-orang miskin dan termarjinalkan.

Kenapa lebih memilih Sahur dibanding Berbuka?

Ibu Shinta menjelaskan secara filosofis, mereka yang bersahur itu sedang menyiapkan diri untuk berpuasa, sementara berbuka itu lebih pada selesainya rasa lapar.

Maka bersahur dengan orang-orang yang sehari-harinya sudah hidup susah tentu berbeda bila mengingat esoknya mereka harus berpuasa.

Menurut Cukup Wibowo, Ketua Panitia dari kegiatan itu, menghayati apa yang disampaikan oleh Ibu Shinta dalam acara yang bertemakan “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”, setidaknya  membuka kesadaran yang hadir bahwa klaim diri sebagai yang paling baik dan kebencian satu kelompok atas kelompok lainnya hanya akan  merusak sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa (NKRI).

Bangsa Indonesia yang memiliki kemajemukan atas suku, agama, ras, budaya, dan latar belakang perbedaan lainnya sesungguhnya bisa menjadikan semua itu sebagai energi bangsa yang luar biasa.

Jalan menuju cita-cita kebangsaan yang sama di keberagaman yang meniscaya itu landasannya adalah kesanggupan untuk terus saling mau memahami sekaligus mengerti bagaimana meletakkan perbedaan yang ada secara produktif,, tidak malah destruktif yang justru membuat bangsa menjadi porak poranda.

Masih menurut Cukup, penyelenggaraan acara yang merupakan kerjasama antara Panitia INTI Pusat dan INTI NTB ini diharapkan bisa makin memperkenalkan kiprah Perhimpunan INTI di masyarakat yang belum mengetahuinya.

Sebagai bagian dari keberadaan bangsa Indonesia, INTI akan terus mendorong dan membuka kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam urusan kebangsaan.

Rr




Buka Puasa Bersama Shinta Nuriyah Wahid, Gubernur Zul; Sosok Lembut Yang Cinta Keberagaman

 

Shinta mengajak seluruh masyarakat bersama-sama melawan hoaks dan fitnah yang kerap terjadi belakangan ini.

MATARAM.lombokjournal.com — Acara buka bersama Dra. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berlangsung  di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Rabu (22/05).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh INTI (Perhimpunan Indonesia Tionghoa) NTB ini mengangkat tema “Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks”.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir,  memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama tersebut.

Dalam sambutannya  Gubernur mengucapkan terima kasih kepada INTI NTB serta seluruh pihak yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama.

Mewakili masyarakat NTB, Gubernur mengungkapkan rasa bahagianya atas kedatangan Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

“Kita butuh sosok yang lembut, namun bisa merangkul semua pihak, sosok yang mencintai negara Indonesia kita ini,” ucap Doktor Zul.

Doktor Zul berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat memberikan banyak kebaikan bagi semua kalangan yang ada di Nusa Tenggara Barat.

“Mudahan kehadiran beliau dapat memberikan inspirasi kepada anak muda di NTB, untuk mencintai keanekaragaman yang ada di Indonesia,” kata Gubernur Zul.

Melawan hoax dan fitnah

Dra. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dalam tausyiahnya mengatakan, supaya bulan Ramadhan dapat dijadikan momentum saling mempererat tali silaturahim.

Shinta juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama melawan hoaks dan fitnah yang kerap terjadi belakangan ini.

“Di bulan Ramadhan ini, saya mengajak seluruh elemen dan suku yang ada di Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Istri dari Presiden RI keempat Dr. K. H. Abdurrahman Wahid tersebut pun berpesan,  kerukunan, persatuan dan kesatuan dari seluruh anak bangsa adalah hal yang dapat memperkuat Indonesia di masa yang akan datang.

 

Kegiatan buka puasa bersama ini diikuti berbagai kalangan, baik pejabat pemerintah provinsi, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), anak-anak yatim piatu, para penyandang disabilitas, dan juga masyarakat umum.

IWO/Hms NTB




Perusahaan Yang Terlambat Bayar THR Kena Sanksi Denda

Besaran THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR satu bulan upah

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans)  Provinsi NTB mengingatkan perusahaan di NTB agar memberikan tunjangan hari raya (THR) ke karyawan H – 7 lebaran.

“ketentuan batas akhir THR ini sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, ” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Agus Patria Rabu (22/05) 2019

Agus menyatakan, jika Perusahaan terlambat membayarkan tunjangan dikenakan sanksi berupa denda dan sanksi yang akan diberikan oleh Pemerintah, ,karena semua itu sudah diatur dalam permen no 6 tahun 2016 tersebut.

Agus menambahkan,  jika mulai hari ini (22/05) sudah menurunkan Tim Pengawasan untuk pengaduan bagi karyawan yang tidak mendapatkan THR, sudah terbentuk di 10 kabupaten /kota.

“Sudah dibuat posko pengaduan dimasing-masing kab/kota se NTB,tentu gunanya untuk menampung karyawan yang melaporkan perusaahnya  jika tidak memberikan THR pada waktu yang sudah di sesuaikan,” terang Agus.

Seperti diketahui, sekitar 9000 Lebih  perusahaan di NTB dengan jumlah  110 ribu pekerja baik itu skala kecil sampai besar, termasuk UKM.

Besaran THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR satu bulan upah.

“Jumlah THR yang diberikan kepada karyawan itu satu harus sesuai dengan upah sebulan di tempat  ia bekerja,” katanya.

Sedangkan, bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan secara terus menerus, THR diberikan secara proporsional .

AYA




Program Pengaduan “NTB Care” Akan Dimaksimalkan

Rencananya akan dibuatkan akun Facebook NTB care agar masyarakat bisa melakukan pengaduan disana

MATARAM.lombokjournal.com — Program pengaduan yang di canangkan Pemerintah Provinsi “NTB Care” di era kepemimpinan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan wakil Gubernur Hj.Sitti Rohmi Djalilah belum maksimal dirasakan masyarakat.

Masyarakat belum memanfaatkan  aplikasi NTB Care, ini terlihat masih banyaknya yang melakukan pengaduan melalui akun Facebook Gubernur ..

Menanggapi hal titu, Dinas Komunikasi dan informatika Provinsi NTB akan berkoordinasi dengan bidang IT, agar akun Facebook Gubernur dan Wakil Gubernur NTB bisa masuk ke NTB Care.

Sehingga seluruh pengaduan tersebut bisa dilihat dan direspon dengan cepat.

“Ini yang sedang kita lakukan dan sedang berunding dengan seluruh stakeholder yang ada,” ungkap Plt. Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Putu Gede Aryadi, di Mataram, Selasa, (21/05) 2019.

Gede Aryadi  mengatakan,  rencananya akan dibuatkan akun Facebook NTB care agar masyarakat bisa melakukan pengaduan disana

“Mungkin nanti saya minta ijin akun pak gubernur itu kita taruh di NTB care sehingga kita meresponnya cepat. Itu sudah kita rencanakan kemarin. Cuma menurut saya ini butuh proses harus sosialisasi yang masif. Harus ada mekanisme yang jelas dan simpel antara penanganan dan  pengaduan itu,” ujarnya.

Selain itu juga akan membentuk jaringan duta-duta dari tingkat bawah untuk lebih gencar mensosialisasikan pemanfaatan NTB care ini.

“Nanti kita bentuk duta-duta yang akan kita berikan edukasi bagaimana memanfaatkan sistem ini. Kan di desa-desa itu banyak, ada kader posyandu, ada anak sekolah kita punya jaringan SMA/SMK, PKH, ini kita jadikan duta-duta untuk ikut bagaimana mensosialisasikan pemanfaatan NTB care ini,” ujarnya.

Menurutnya, harus ada mekanisme yang jelas dan simpel antara penanganan dan  pengaduan itu. Ada pengaduan yang realisasinya bisa ditunda seperti pengaduan masalah jalan ada juga pengaduan yang sifatnya darurat seperti orang sakit, kebakaran, atau kerusuhan.

“Ini kan tidak  bisa ditunda. Nah ini yang butuh jaringan,” katanya.

AYA/Hms NTB

 




Dinas Perhubungan NTB, Minta Pengecekan Transportasi Lebaran

Untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pemudik atau bagi orang -orang yang akan menikmati libur panjang pasca lebaran

MATARAM.lombokjournal.com  — Jelang lebaran tahun ini, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, minta agar bus dan kapal cepat yang ada di masing-masing pelabuhan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Diperkirakan masyarakat banyak yang akan memanfaatkan untuk berlibur, mengingat lebaran tahun ini, hari libur cukup panjang..

“Kita melibatkan Polda, Dirlantas kemudian Dishub Kabupaten/ Kota, Angkutan Sungai dan Penyebrangan (ASDP) untuk melakukan pengecekan pada kendaraan seperti  bus dan kapal penyebrangan , Intinya agar semua sarana itu supaya dalm kondisi sudah di remcek,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Lalu Bayu Windia,  Selasa ( 21/05).

Selain pengecekan rem  pada Bus, untuk Kapal penyebrangan  harus di cek fasilitas keselamatannya, semua pendukung keselamatan harus ada.

“Pelampung  jangan  hanya tersedia cukup tapi harus  berfungsi, pemadam kebakaran, fasilitas ruang menyusi untuk ibu-ibu, intinya yang sudah ada dipastikan berfungsi semuanya,” tegasnya

Menurut Bayu, semua itu dilakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pemudik atau bagi orang -orang yang akan menikmati libur panjang pasca lebaran, apalagi tahun ini liburan cukup Lama.

AYA




Mi6 : Parpol vs Independen Akan Bertarung Dalam Pilkada 2020

Agenda Pilkada 2020 bagi kalangan Parpol ditafsirkan sebagai upaya memuluskan dan merintis  agenda Pilgub 2023

Lombokjournal.com —

MATARAM  – – Momentum Pilkada serentak 2020, Mi6 memprediksi Parpol akan lebih mengutamakan kader terbaiknya yang akan di agregasi bertarung dalam konstestasi tersebut.

Parpol dengan perolehan kursi terbanyak di parlemen dalam Pileg 2019, diprediksi enggan menyerahkan calon kepala  daerah  (Cakada) di luar  kadernya.

Menrut Bambang Mei Finarwanto, timbulnya kesadaran politik Parpol yang mengarus utamakan  kadernya,  merupakan realitas politik cerdik.  Hal ini tentu merupakan  sentimen positif dalam proses regenerasi kepemimpinan di kalangan Parpol.

Parpol menginginkan bahwa CaDaKa  yang diusungnya kelak, taat dan tunduk dalam membesarkan Parpol yang mengusungnya maupun memihak kepada kepentingan rakyat .

Selain itu agenda Pilkada 2020 bagi kalangan Parpol ditafsirkan sebagai upaya memuluskan dan merintis  agenda Pilgub 2023.

“Asumsinya, dengan menguasai pemenangan pilkada kabupaten/kota ini , kerja politik parpol utk Pilgub 2023 akan menjadi lebih mudah dalam melakukan penetrasi  di kalangan pemilih lewat kekuatan pesona dan pengaruh  politik kepala daerah yang terpilih tersebut,” tegas Didu, panggilan akrab Bambang Mei, Sabtu (18/05) .

Sehingga tak heran jika saat ini telah muncul beberapa kandidat Cakada yg dikuat Pilkada kota Mataram, misal Mohan Roliskana (Wawali yang juga Ketua Golkar kota Mataram) . Kemudian muncul nama Hj Putu Selly Andayani yang konon akan diusung PDIP, Kemudian PKS , PPP juga akan mengusung kadernya .

“Untuk Partai Gerindra , rumorsnya yang beredar akan mengajukan paket kadernya yakni Ali Ustman Ahim dan Taufan Rahmadi. Namanya paketnya Ali-Topan,” info Didu.

Jika Paket Ali Topan jadi diusung Gerindra untuk Pilkada kota Mataram, lanjut Didu ini  merupakan  anomali politik yang ekstra Ordinary  dan diduga akan ada hidden agenda pembaharuan yang disiapkan oleh Partai Gerindra.

“Paket Ali-Topan ini secara ideologi partai tentu sudah tuntas dan dipastikan memiliki komitmen yang  kuat dalam memajukan daerah,  termasuk memberdayakan  konstituen baik yang memilih ataupun  tidak , ” kata Direktur Mi6, Bambang Mei F melalui siaran pers yang disampaikan ke media, Sabtu (18/5).

Rivalitas Parpol vs Independen

Akan terjadi rivalitas yang kuat antara  calon yang diusung Parpol akan head to head melawan calon perseorangan/ independen dalam melakukan manuver dan meraih persepsi pemilih .

Selain itu Calon perseorangan diduga akan banyak mewarnai Pilkada 2020. Minat untuk bertarung dari jalur independen , khususnya di Pilkada kota Mataram akan tinggi karena persyaratan administrasi pencalonannya yakni mengumpulkan dukungan lewat KTP juga tidak terlalu besar, dan dari sisi geografi atau  sebaran penduduk kota Mataram relatif mudah terjangkau.

“Animo Calon independen yang tampil di  Pilkada kota Mataram akan besar,  karena lebih efisien dan efektif ketimbang lewat Parpol yang belum tentu loloS,” kata Didu.

Me




BPBD Dan Polda NTB Telusuri Dugaan Permainan Dana Gempa

Salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah di Kabupaten Lombok Utara masih rendah bisa jadi disebabkan adanya dua permainan dan penyelewengan dana bantuan gempa

AHSANUL KHALIK

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng Polda NTB untuk melakukan penelusuran di lapangan, dugaan permainan dana gempa yang melibatkan aplikator, tenaga fasilitator dan kelompok masyarakat (Pokmas),

“Kita bersama Polda NTB telah mulai melakukan penelusuran terhadap Pokmas, tenaga fasilitator dan aplikator yang diduga bermain mencari keuntungan dari bantuan dana pembangunan rumah tahan gempa masyarakat korban gempa,” kata Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (16/05).

Pihak BPBD juga berkoordinasi dengan BPKP, Kejaksaan termasuk dengan BPBD dan Pemkab terdampak gempa, dengan membuat tim khusus membantu melakukan pengawasan dan penelusuran.

Khalik menduga, salah satu penyebab progres dan persentase pembangunan rumah di Kabupaten Lombok Utara masih rendah bisa jadi disebabkan adanya dua permainan dan penyelewengan dana bantuan gempa oleh oknum Pokmas, aplikator dan fasilitator.

“Pembangunan RTG bukan terkendala teknis, tapi adanya dugaan permainan di lapangan dan itu sedang kita telusuri untuk ditindak tegas,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana modus permainan dana gempa di lapangan,  misalnya aplikator yang sudah terlegislasi BPD dan perkim, membuat kontrak banyak dengan Pokmas yang ada

Kemudian melakukan subkontrakkan lagi kontrak yang telah disepakati ke pihak kedua atau ketiga. Aplikator yang disubkan itulah yang abal – abal, karena tidak terdaftar.

Sementara fasilitator sendiri bermain disamping jadi tenaga fasilitator, juga menjadi aplikator yang ditawarkan kepada Pokmas untuk mendapatkan fee banyak.

“Yang jelas semua ditelusuri dan akan dirapikan, kalau nanti dari hasil penelusuran ditemukan fakta di lapangan, maka aplikator, fasilitator yang bermain akan kena sangsi. Bahkan tenaga Fasilitator akan dipecat,” tegas Ahsanul Khalik.

AYA