Bupati Lombok Utara Tutup Pameran Pembangunan dan Produk Unggulan 2019

Yang penting dalam pameran ini adalah masyarakat mengetahui bagaimana pemerintah bekerja sehingga orang tidak menduga mengatakan Lombok Utara mati suri karena gempa

Bupati Najmul Akhyar

Penyerahan ambulan

lombokjournal.com —

TANJUNG   ;   Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., menutup pameran pembangunan produk unggulan daerah tahun 2019, di Lapangan Titana Tanjung , Sabtu (24/08) 2019.

Penutupan itu dawali dengan pengguntingan pita sebagai bentuk diserahkannya dua unit kendaraan Ambulans oleh Bupati Najmul yang diterima oleh Direktur RSUD dr. Syamsul Hidayat.

Pameran pembangunan dan produk unggulan menyampaikan pameran pembangunan adalah agenda tahunan, yang memiliki nilai strategis,  sekaligus menunjukkan Lombok Utara sudah bangkit dan kita bangun kembali.

“Setidak-tidaknya kita telah menunjukan bahwa Lombok Utara sudah bangkit dan kita bangun kembali, walaupun tentu masih ada kekurangan. Masih ada proses-proses yang harus kita lalui dalam rangka pemulihan Lombok Utara. Alhamdullilah on progres,” ujar Bupati Najmul.

Bupati Najmul yang baru menerima penganugerahan Kepala Daerah Inovatif, kategori pelayanan masyarakat aspek kependudukan itu, bersyukur karena semua OPD, kecamatan, desa dan masyarakat, bisa sama-sama bangkit pascabencana gempa bumi. .

“Untuk dimaklumi dan sering saya sampaikan, rumah yang mengalami kerusakan di Lombok Utara ini lebih dari 75 ribu unit lebih. Itu angka yang cukup besar, tetapi kemarin BNPB menyampaikan mengenai capaian percepatan (fase rehab rekon) yang dilakukan masyarakat dan Pemda Lombok Utara,” tutur bupati.

Lanjutnya,  yang penting dalam pameran ini adalah masyarakat mengetahui bagaimana pemerintah bekerja sehingga orang tidak menduga mengatakan Lombok Utara mati suri karena gempa,

Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto menyampaikan penutupan merupakan rangkaian akhir dari semua kegiatan dalam rangka memperingati HUT KLU yang ke-11 dan HUT RI yang ke-74.

“Acara yang telah berlangsung 4 hari, mulai dari tanggal 21 sampai 24 Agustus diikuti oleh 33 stand. Mulai dari OPD, kecamatan, BUMD dan pihak swasta serta intansi vertikal lainnya. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada partisipan, pihak keamanan, serta grup kesenian atas terselenggaranya acara tahunan ini,” katanya.

Rangkaian acara diakhiri dengan pemberian piala secara simbolis kepada beberapa pemenang perlombaan, dalam rangka HUT Ke-11 KLU dan HUT RI ke-73 oleh bupati didampingi wakapolres, pabung, Ketua GOW dan Ketua Dharma Wanita KLU.

Hadir pula diantaranya beberapa pimpinan OPD lingkup Pemda KLU, Wakapolres Kompol Dewa Gede Sucipta, S.Pd., Pabung Kodim 1606 Lobar Mayor (Inf.) Raden Sugondo, Direktur RSUD dr. Syamsul Hidayat, Ketua GOW Nani Tricahyani Sarifudin, Ketua Dharma Wanita Hj. Laeli Suardi, Para Camat, beserta tamu undangan lainnya.

sta/humaspro




Rohman Farly Tawarkan Konsep Smart City untuk Mataram Cerdas Bersaing

Penataan ruang terbuka  publik di Mataram saat ini sudah cukup baik. Hanya saja, masih perlu sentuhan inovasi dan ide-ide revolusioner untuk memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat

H Rohman Farly

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  H Rohman Farly ( HRF ) menilai, daya lejit Smart City bisa didorong untuk memaksimalkan pembangunan sektor pelayanan, perekonomian, industri keratif dan partisipasi publik dalam pembangunan Kota Ini.

“Kemajuan IT ini mau tak mau, suka atau tidak suka, akan terus terjadi. Pilihannya sekarang apakah kita mau terlena dan hanya jadi penonton yang konsumtif? atau justru berupaya adaptif dan memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan Kota Mataram ini,” kata HRF, di Mataram, Kamis  ( 22/8)

Teknologi informasi berkembang cepat, lompatannya pun selalu tak terduga. Hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan, termasuk bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

Pembangunan Kota Mataram ke depan bisa dikolaborasikan dengan kemajuan teknologi digital hari ini. Apalagi, Kota Mataram beberapa tahun belakangan sudah mulai mengadopsi konsep Smart City.

Sebagai langkah awal, HRF mengatakan, perlu dilakukan revitalisasi ruang publik di Kota Mataram. Selain itu perlu juga ditumbuhkan atau dibentuk ruang-ruang publik lainnya.

Ia mengakui, penataan ruang terbuka  publik di Mataram saat ini sudah cukup baik. Hanya saja, masih perlu sentuhan inovasi dan ide-ide revolusioner untuk memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat.

“Kalau taman-taman kota yang sudah ada dipercantik lagi, kemudian di kawasan yang berpotensi untuk pengembangan sentra UMKM juga disentuh, maka ini akan menjadi trigger untuk partisipasi publik,” katanya.

Taman Kota yang ada, papar HRF, kemudian dilengkapi sejumlah fasilitas cerdas, seperti free wifi, lapak UMKM, dan tempat bermain anak-anak. Pun demikian akses pejalan kaki atau trotoar dibenahi dan dirawat secara berkala.

Dengan begitu, taman akan menjadi satu wadah komplit dimana masyarakat bisa berkreasi sambil berekreasi sebagai sarana hiburan keluarga ataupun kalangan milenial.

“Yang bersama keluarga bisa menikmati, karena anak-anak juga ada tempat bermain. Kemudian pelaku UMKM bisa membuka lapak jualan, sementara anak  muda millennials bisa menjadikan taman sebagai lokasi diskusi yang enak untuk menghadirkan ide-ide cemerlang,” ujarnya.

Taman kota yang dilengkapi wifi gratis  akan menjadi wadah, kaum muda  bisa berselancar, mencari tambahan wawasan melalui jaringan internet.

“Kaum muda yang berkumpul sambil ngopi, bisa meluangkan waktu dengan kegiatan lebih bermanfaat. Membuka akses informasi melalui IT ini sebenarnya konsep dasar ruang publik cerdas ini, ketimbang keluyuran yang tidak produktif ” katanya.

HRF menilai, kawasan lingkar selatan dan utara di Kota Mataram masih membutuhkan sentuhan lebih kreatif dan inovatif sebagai ruang publik agar lebih familiar dinikmati warga kota.

Ia mencontohkan, deretan lapak dagangan kuliner ikan bakar di sekitar Taman Loang Baloq hingga ke selatan, bisa dikembangkan lebih maksimal. Demikian pula sentra kuliner khas Lombok di lingkar utara.

HRF menilai, di sisi lain pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini sebenarnya bisa menjadi modal untuk terciptanya wirausaha baru.

Untuk itu pemerintah bukan hanya sekadar harus mengubah mindset masyarakat, tapi juga memberikan upaya konkret.

“Taman cerdas ini bisa menjadi model. Meski sekecil apapun, sebuah langkah nyata sebagai permulaan akan sangat menentukan perkembangan gagasan selanjutnya,” kata H Rohman Farly

Me




Tahun 2020, Bappenda Targetkan  Kenaikan PKB, BBNKB Serta PBBKB

Sejumlah program yang di genjot Bappenda NTB di antaranya meningkatkan penyesaian angka tunggakan melalui surat teguran, operasi gabungan dan juru sita pajak

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan penerimaan pajak kendaraan bermotor naik sebesar 12,92 persen pada tahun 2020.

Proyeksi anggaran tahun 2020 PAD dari pajak kendaraan bermotor direncanakan naik menjadi sebesar 460,37 milyar atau bertambah 52,68 milyar (meningkat 12,92 persen) dari penerimaan pajak PKB tahun 2019 sebesar 407,69 rupiah.

Selain PKB, Bappenda NTB juga menargetkan penerimaan pajak dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) naik menjadi sebesar 417,17 milyar atau bertambah 36,17 Milyar (meningkat 9,49 persen) di banding tahun 2019 yang mencapai 381,00 milyar rupiah.

Begitu juga dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di targetkan meningkat  menjadi sebesar 290,61 milyar atau bertambah 36,39 milyar rupiah (meningkat 14,32 persen) di bandingkan pada tahun 2019 yang mencapai 254,22 milyar rupiah.

Di luar pajak kendaraan bermotor dan ikutannya,  Bappenda NTB juga menargetkan peningkatan pajak dari sektor lainnya seperti penerimaan pajak rokok sebesar 325,50 milyar rupiah bertambah 5,00 persen atau meningkat sebesar 15,50 milyar rupiah di bandingkan tahun 2019 yang mencapai 310,00 milyar rupiah.

Hj. Eva Dewiyani Plt Kepala Bappenda NTB mengatakan untuk dapat merealisasikan sejumlah target penerimaan pajak tersebut pihaknya telah melakukan berbagai program dan peningkatan kerjasama dengan semua stake holder.

Eva menjelaskan, sejumlah program yang di genjot Bappenda NTB di antaranya meningkatkan penyesaian angka tunggakan melalui surat teguran, operasi gabungan dan juru sita pajak.

Selain itu Bappenda mengembangkan aplikasi kesamsatan yakni samsat delivery dan aplikasi surat teguran.

Eva juga menyatakan pihaknya bersama stake holder yang lain melakukan peningkatan mutu pelayanan berbasis ISO 9001:2015 dengan melibatkan petugas pelayanan termasuk mitra kerja samsat seperti kepolisian dan Jasa Raharja.

Khusus untuk rokok, Bappenda Ujar Eva akan memperketat pemantauan terhadap peredaran cukai rokok illegal.

“Beberapa program telah dilakukan dan kita tingkatkan, pajak dari kendaraan bermotor dan rokok pada tahun 2020 kami menargetkan adanya peningkatan, tentu untuk merealisasikannya kita juga ada langkah langkah progresif,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Mataram, Rabu (21/08) 2019.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Anggarkan Program Zero Waste 31,40 milyar

Untuk mensukseskan program zero waste Pemprov NTB tetap melakukaan kordinasi dengan kabupaten kota

MATARAM.lombokjournal.com — Pemprov NTB pada APBD NTB tahun 2020 menganggarkan dana sebesar 31,40 milyar rupiah untuk progeam Zero Waste.

Anggaran ini di peruntukan untuk pengembangan kinerja pengelolaan persampahan, pengembangan permukiman, peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kerjasama pemerintahan serta peningkatan partisipasi masyarakat.

Khusus untuk TPA Regional Kebon Kongok, Pemprov NTB akan menambah alat berat untuk mengefektivkan pengelolaan sampah di Kebon Kongok.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nusa Tenggara Barat, Wedha Magma Ardhi menegaskan program zero waste, Pemprov NTB tidak berdiri sendiri, namun melibatkan desa. Sebab  sebagian besar program zero waste melibatkan perangkat desa.

“Zero waste pemprov NTB tidak singel fighter, kita melibatkan desa, pada dasarnya filosofi zero waste mengubah pola masyarakat untuk membuang sampah,” ujar nya dalam jumpa pers yang di gelar di Mataram, Rabu (21/08) 2019.

Magma juga menyatakan biaya anggaran untuk Zero Waste tidak bisa dipastikan ideal anggarannya. Menurutnya anggaran ideal untuk Zero Waste tidak terduga.

Namun untuk mensukseskan program zero waste Pemprov NTB tetap melakukaan kordinasi dengan kabupaten kota.

AYA/HmsNTB

 




Kepala BNPB Puji Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi NTB

NTB harus mau berbagi kepada daerah atau negara lain,  dalam hal mempercepat penanganan bencana gempa bumi ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala BNPB Letjen Doni Monardo memuji langkah yang ditempuh Pemerintah Provinsi NTB dalam penanganan pasca bencana gempa bumi di Lombok dn Sumbawa.

Pujian itu dikatakannya saat membuka Lokakarya Nasional Shelter dan Pemukiman, di Ballroom Rinjani Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (20/08) 2019.

“Dari sejak awal penanganan dampak gempa bumi di NTB sampai dengan saat ini, progressnya luar biasa. Ini patut untuk kita berikan apresiasi khususnya kepada Pemerintah Provinsi NTB,” kata Letjen Doni Monardo.

Mantan Komandan Jenderal Kopassus ini menyampaikan, NTB bisa menjadi contoh dan tempat belajar bagi daerah-daerah lain di Indonesia ataupun mancanegara dalam penanganan bencana

Diungkapkannya, gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak 29 Juli 2018 lalu mengakibatkan ratusan ribu bangunan rumah warga rusak. Puluhan fasilitas umum, rumah ibadah dan perkantoran juga terkena dampak dari gempa bumi Lombok Sumbawa.

Sehari pasca gempa bumi pertama di NTB, Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo datang langsung ke lokasi terdampak gempa.

Presiden kemudian memerintahkan kepada menteri terkait termasuk juga kepala BNPB, TNI dan Polri untuk segera membantu mempercepat penanganan gempa bumi yang juga menelan banyak korban jiwa ini.

Dikatakan Doni Monardo, NTB harus mau berbagi kepada daerah atau negara lain,  dalam hal mempercepat penanganan bencana gempa bumi ini.

“Harus ada buku juga yang dibuat terkait dengan strategi dan langkah NTB dalam menangani bencana supaya bisa dipelajari oleh daerah lain yang mengalami bencana yang sama,” jelasnya.

Di balik cepatnya penanganan gempa bumi di NTB, lanjut Pencetus Citarum Harum ini, tentu ada banyak sekali pihak yang terlibat mulai dari pemerintah, TNI/Polri, LSM, dan tak terkecuali para relawan.

“Relawan ini merupakan manusia super karena kesiapannya berkorban untuk membantu orang lain,” jelasnya.

Presiden RI, lanjut Jendral Doni, melalui Kementerian Keuangan RI telah mengucurkan lebih dari Rp 5 triliun untuk membantu percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa Lombok Sumbawa.

“Melalui lokakarya ini, kami berharap akan dapat melahirkan rumusan-rumusan yang baik untuk menjadi pedoman dalam penanganan kebencanaan di Indonesia,” ungkapnya.

Keterlibatan masyarakat

Menteri Sosial RI yang diwakili oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Dr. Harry Hikmat menyampaikan, dalam penanganan bencana itu penting untuk melibatkan masyarakat.

“Keterlibatan masyarakat dalam menangani bencana ini efektif sekali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan pengetahuan serta kepekaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” jelasnya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu NTB sehingga penanganan pasca gempa bumi Lombok Sumbawa dapat berjalan lancar.

“Kami sampaikan ucapan terimakasih atas segala dukungan dan bantuan dari semua pihak termasuk juga relawan yang telah membantu mempercepat proses rehab rekon di NTB,” ucap wagub.

Dalam paparannya, wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini juga menjelaskan, sampai dengan saat ini, jumlah rumah tahan gempa yang telah terbangun sebanyak 65.922 unit sedangkan yang dalam progress sebanyak 104.869 unit.

“Dengan pendampingan dari 3.496 fasilitator, progress rehab-rekon pasca gempa bumi Lombok Sumbawa terus mengalami kemajuan,” jelasnya.

Ketua BKOW NTB ini menjelaskan, pembentukan Pokmas dalam pembangunan rumah warga terdampak gempa bumi ini sejauh ini cukup baik dalam mempercepat proses rehab rekon.

Menurutnya, dibentuknya Pokmas sebelum mulai pengerjaan pembangunan rumah bagi warga terdampak gempa cukup efektif dalam mempercepat proses rehab rekon.

“Meski demikian, dalam penanganan kebencanaan yang lain, skema Pokmas ini bisa jadi kurang efektif sehingga perlu skema lain seperti kontraktual yang langsung berhubungan antara pemerintah dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Sampai dengan 19 Agustus 2019, lanjut Wagub, Pokmas yang sudah terbentuk sebanyak 5.198 untuk Pokmas kategori Rusak Berat, 1.256 untuk Pokmas kategori Rusak Sedang, dan 3.009 Pokmas untuk kategori Rusak Ringan.

Lokakarya Nasional Shelter dan Permukiman digelar oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerjasama dengan International Federation Red Cross (IFRC) mengangkat tema “Mendukung Masyarakat Bertransisi Secara Aman, Nyaman, Bermartabat, dan Berpusat Pada Masyarakat”.

Sejumlah lembaga peserta lokakarya di antaranya Kementerian PUPR, Afghan Red Crecsent Society, American Red Cross, Badan Amil Zakat Nasional Tanggap Bencana, International Organitation for Migration (IOM), Mercy Corps Indonesia, UNDP, UNFPA, UNICEF dan sejumlah lembaga atau instansi pemerintahan dan LSM baik dalam dan luar negeri.

AYA/HmsNTB




Bupati Turun Langsung Saat Kebakaran Lahan di Bukit Pandanan Malaka

Bupati mengimbau masyarakat, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan ataupun membakar lahan atau sampah sembarangan

lombokjournal.com —

PEMENANG ;  Bupati Lombok Utara, Dr. H Najmul Akyar SH. MH., turun langsung ke lapangan atas terjadinya kebakaran lahan di Bukit Pandanaan dan Bukit Nipah Malaka, Lombok Utara, Minggu (18/08) 2019 sore hingga malam.

Bupati Najmul Akhyar mengatakan, sekitar jam 2 dini hari pemerintah daerah dipimpin Gubernur NTB, bersama Kapolda NTB, Kapolres Lombok Utara beserta personil BPBD, Dinas Kehutanan, Pol PP Damkar, unsur TNI serta masyarakat, berjibaku dalam pemadaman titik api yang merembet ke areal terdampak.

Dikatakannya, sampai saat sedang dicari tahu sebab utama kebakarannya, apakah  ada faktor kesengajaan ataukah secara alami.

Masih ada empat titik api baru ditemukan dan berupaya dipadamkan sebelum meluas.

Bupati mengimbau masyarakat, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan ataupun membakar lahan atau sampah sembarangan, mengingat sekarang cuaca panas, prediksi kekeringan dan angin yang begitu kencang.

Guna mencegah rembetan api meluas yang dikhawatirkan api meluas ke areal pemukiman warga sekitar agar segera diantisipasi.

Sekretaris Desa Malaka Marwan, S.Pd., menyatakan, kebakaran baru bisa dipadamkan saat dini hari (19/8). Bukit Pandanan yang terdampak lahan kebakaran mencapai tiga hektar lebih.

Upaya terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan titik api lainnya. Salah satunya, melalui pemasangan spanduk oleh masyarakat, dan imbauan bekerja sama dengan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Lombok Utara.

(den/che/humaspro)




Masyarakat  Dihimbau  Sukseskan Simposium Internasional APGN 2019

APGN ini betul-betul hadiah terbesar buat kita bangsa indonesia terutama NTB untuk memulai langkah pertama mengeksplorasi hal-hal yang belum diungkap banyak kepada publik

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mengimbau masyarakat NTB untuk sama-sama menyukseskan perhelatan Event simposiun internasional Asia Pacific Geoparks Network (APGN) 2019.

International Conferrence and Symposium APGN 2019 tersebut, dipastikan dilangsungkan di UNESCO Global Gunung (UGG) Rinjani, Lombok, NTB pada 30 Agustus – 6 September mendatang.

“Mari kita sama-sama sukseskan kegiatan International Conferrence and Symposium APGN 2019 yang diselenggarakan di Lombok, NTB, mulai 30 Agustus sampai 6 September mendatang,” kata Gubernur Doktor Zul, Senin (19/08) 2019 sore  di Mataram.

Atas nama pemerintah dan masyarakat NTB, Gubernur Zul menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Unesco dan Panitia International Conferrence and Symposium APGN 2019 yang telah memilih Lombok sebagai lokasi kegiatan APGN 2019.

“Ini sebuah kebanggaan bagi NTB, karena di tengah banyak pihak yang ingin menjadi tuan rumah, Lombok terpilih menjadi tuan rumah APGN 2019,” katanya.

Gubernur Doktor Zul mengajak segenap masyarakat NTB untuk sama-sama memberikan keramahan bagi lebih dari 500 peserta APGN 2019 yang berasal dari 27 negara di dunia.

Selain itu, Doktor Zul juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan kesan yang baik bagi para peserta APGN 2019 nantinya.

Menurutnya, event APGN 2019 bermakna sangat strategis bagi pengembangan Geopark Rinjani ke depan.

Dengan ditetapkannya Rinjani sebagai bagian dari Unesco Global Geopark Network pada 2018 lalu, kawasan Rinjani bukan sekadar menjadi destinasi wisata. Tetapi juga menjadi tempat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang bisa menyumbang bagi khazanah perkembangan peradaban dunia.

“Geopark Rinjani ke depan, tentunya seperti misi kita yang ingin menjadi tuan rumah yang baik bagi para pengunjung, untuk berbagai kepentingan. Bukan hanya untuk kepentingan rileks dan pesiar, menjadi tempat orang-orang menikmati eksotisme Lombok, tapi untuk juga banyak belajar karena memang NTB ini punya pesona yang luar biasa,” terang Gubernur.

Ia mencontohkan, misalnya betapa sejarah panjang Rinjani yang letusan dahulunya sangat luar biasa impactnya terhadap peradaban di dunia.

Menurut Gubernur, Geopark Lombok kalau dikelola dengan serius akan sangat membawa dampak bagi kemajuan NTB.

“Karunia yang dianugerahkan luar biasa oleh Tuhan yang Maha Esa pada kita ini kalau dikelola dengan baik akan menjadi peluang yang besar buat NTB bukan hanya dari segi geologinya tapi juga impact ekonominya, kegiatan sejarah dan lain sebagainya,” katanya.

APGN 2019 juga akan membuka peluang-peluang untuk melakukan eksplorasi dan penelitian lebih lanjut tentang kegeologian.

APGN ini betul-betul hadiah terbesar buat kita bangsa indonesia terutama NTB untuk memulai langkah pertama mengeksplorasi, ungkap Gubernur Doktor Zul, karena masih ada hal-hal yang belum diungkap banyak kepada publik.

“Nah mudah mudahan dengan dijadikan Rinjani dan Tambora sebagai Geopark dunia, akan memancing lebih banyak keingintahuan kita membuka misteri tabir masa lalu yang mudah-mudahan menghadirkan cerita di masa yang akan datang untuk kemajuan NTB  yang kita cintai ini,” katanya.

AYA/HmsNTB




Nasrudin Nilai Media Sangat Membantu Pemberitaan  Kegiatan Kanwil Kemenag

Kepada semua awak media, Nasrudin berharap selalu mengawal dan mengingatkan apabila Kanwil Kementerian Agama NTB, supaya jangan sampai melakukan kekeliruan atau kesalahan apapun

MATARAM.lobokjournal.com —  Peran serta media dinilai sangat membantu dalam menyajikan informasi kepada masyarakat, khususnya  dalam pemberitaan  kegiatan Kanwil Kemenag NTB termasuk soal jamaah haji sangat membantu.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB, H. Nasruddin, S.Sos, M. Pd.I  saat menggelar Media Gatheting dengan puluhan awak media , di Mataram, Senin, (19/08) 2019.

Nasruddin, S.Sos, M. Pd.I menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh wartawan yang telah berkontribusi dalam menyajikan informasi terkait kegiatan Kanwil Kemenag NTB.

“Ini tidak lepas dari peran media yang terus menyajikan informasi kepada masyarakat termasuk soal jamaah haji kita,” ungkapnya.

Ia mengaskan, di era keterbukaan informasi ini sudah saatnya tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga semua informasi terakses secara terbuka.

“Kami silahkan temen-temen media  masuk ke semua lini di kementerian agama, dan kami akan mendukung karena sudah saatnya tidak ada yang ditutup-tutupi sehingga semua terakses secara terbuka. Misalnya ada pengadaan pembangunan gedung sekolah silahkan diumumkan secara terbuka sehingga tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Karena itu ia mengatakan, sangat membutuhkan peran media. Sinergitas dan kerjasama yang saling memahami sangat meskipun di dalam keterbatasan anggaran.

“Karena itu kami mohon dengan hormat mari kita bangun sinergitas dan kerjasama yang saling memahami, namun kami juga mengakui anggaran yang masih sangat terbatas,” ucapnya.

Kepada semua awak media ia berharap untuk selalu mengawal dan mengingatkan apabila Kanwil Kementerian Agama NTB, supaya jangan sampai melakukan kekeliruan atau kesalahan apapun.

“Ketika ada hal-hal yang menyeleweng tolong kami diingatkan agar kami tidak salah,” tegasnya

Kabag TU Kanwil Kemenag NTB, Drs  H. Sirijuddin, MM mengajak semua media bersinergi membangun NTB yang lebih baik. Menurutnya silaturahmi dan sinergitas yang baik sangat penting dalam membangun daerah dan bangsa.

“Mari kita bangun sinergi untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa kita,” pungkasnya.

AYA  (*)

 




Rohman Farly Sambangi Pecinta Tenis Meja di Karang Taliwang Dan Pelembak

Selama ini karirnya memang banyak dihabiskan di Lombok Timur. Meski begitu, ia tetap aktif berkomunikasi dengan banyak kalangan di Kota Mataram

 

H Rohman Farly

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  – H Rohman Farly (HRF) mulai memperkenalkan diri kepada komunitas tenis meja (pimpong) di Kota Mataram.

Kedatangannya ke Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara dan Kelurahan Pelembak , Kecamatan Ampenan, Minggu  (18/08), sekaligus mendengar cerita serta masukan warga.

Dengan kunjungan itu, HRF membuktikan ucapannya ingin mengenal komunitas dan lintas organisasi di Kota Mataram.

Kepada warga Kelurahan Karang Taliwang dan Pelembak, HRF berkisah, banyak warga Kota Mataram yang belum begitu familiar dengan dirinya.

Sejatinya HRF ini putra Kota Mataram asli. Ibunya dari Rembiga dan ayahnya dari Karang Baru.

“Saya ini lahir di Rembiga. Sekolah sampai kuliah di Kota Mataram,” ceritanya.

“Saat kota administratif di era Bapak H Mudjitahid pernah tugas selama 3,5 tahun di Kota Mataram,” sambungnya.

HRF mengakui, selama ini karirnya memang banyak dihabiskan di Lombok Timur. Meski begitu, ia tetap aktif berkomunikasi dengan banyak kalangan di Kota Mataram.

“Salah satunya komunitas pimpong ini, kawan main bersama. Jumlahnya begitu besar,” ucapnya.

Silaturahmi ini mendapat respon positif dari warga. Sejumlah warga pun bertanya mengenai latar belakang HRF. Komunitas dan kelompok-kelompok lintas kegiatan dikenalkan kepada HRF.

Fery salah satu pemerhati pimpong Kota Mataram menyebut, kedatangan HRF sekaligus sebagai perkenalan diri. Selama ini, banyak yang menyebut nama Sekda Lombok Timur ini akan maju dalam Pilkada Kota Mataram.

“Sekalian bisa memperkenalkan diri. Barangkali dari warga ada yang belum kenal,” katanya.

Fery menyebut, HRF berencana akan maju melalui jalur independen. Untuk itu saat ini tim HRF berikhtiar mengumpulkan KTP.

“Ya, mari bersama kita dukung dengan pengumpulan KTP,” sambungnya.

Me




Gubernur Launching Sekolah LISAN, Mensukseskan Program Zero Waste Dengan Merubah Pola Pikir

Gubernur berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar

Gubernur melaunching Sekolah Lisan

Clean up sungai Jangkuk

MATARAM.lombokjournaal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh melakukan kegiatan Clean Up dan launching program Sekolah Lingkungan Sampah Nihil (Sekolah Lisan) yang bertempat di Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Jum’at (16/08) 2019.

Kegiatan ini juga sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Jembatan Baru Dasan Agung-Kebon Sari oleh Gubernur dan Walikota Mataram.

Gubernur menyampaikan, hal yang paling utama dalam menyukseskan program NTB Zero Waste adalah merubah pola pikir masyarakat. Bila pola pikir masyarakat mampu dirubah, maka NTB Bebas Sampah tahun 2023 bisa diwujudkan.

“Kalau mau menyelesaikan persoalan sampah di NTB maupun di Mataram, maka perbaiki dulu pendidikannya, perkaya pengalamannya, perluas tata pergaulannya, dan tingkatkan ekonomi masyarakatnya,” jelas Doktor Zul.

Doktor Zul juga menjelaskan, pentingnya Bank sampah agar disediakan di seluruh daerah di NTB. Bank sampah tersebut kelak diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Kalau bank sampah ada di setiap Kecamatan, saya membayangkan orang naik haji karena bank sampahnya, ada yang anaknya gratis kuliah karena bank sampahnya dan lain sebagainya.  Kalau semua sudah begitu, Insya Allah lingkungan kita asri lestari dan nyaman untuk kita tinggali,” lanjutnya.

Selain bank sampah, Gubernur juga menyinggung tentang sungai. Ia berharap sungai yang ada dapat menjadi tempat yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia berencana akan mengirim 30 aktifis terkait sungai ke Singapura. Selama beberapa hari disana diharapkan para aktifis tersebut mampu belajar menata dan mengelola sungai yang ada di Mataram.

“Saya membayangkan alangkah hebatnya kota Mataram ini, alangkah hebatnya Provinsi Nusa Tenggara Barat ini kalau semua sungai-sungai kita itu hidup dan mendatangkan efek ekonomi dan kesejahteraan,” pungkas Gubernur.

Pada kesempatan sama, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengungkapkan, kegiatan Clean Up atau gotong royong dan launching Sekolah LISAN merupakan rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 sekaligus HUT kota Mataram ke 26, tepatnya tanggal 31 Agustus mendatang.

Ahyar meminta seluruh dukungan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan sampah. Ia juga mengapresiasi kelompok-kelompok masyarakat yang berinovasi dan berkreatifitas dalam mengolah sampah sehingga bernilai ekonomi.

“Kita akan bekerja keras untuk masalah sampah sehingga NTB Zero Waste pada tahun 2023 mendatang dapat terwujud,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kota Mataram, Irwan Rahadi mengungkapkan program Sekolah LISAN merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi sampah.

Melalui program Sekolah LISAN, ada 40 bank sampah yang masih aktif yang tersebar di 50 kelurahan di kota Mataram. Ke depan juga diharapkan seluruh Sekolah dari berbagai tingkatan dapat mengelola sampahnya dengan mandiri.

“Kita di kota Mataram dengan segala daya dan upaya akan mendukung dan menyiapkan diri demi suksesnya program NTB Zero Waste,” ungkap Irwan.

Saat bersamaan, kegiatan gotong royong ini juga berlangsung dibeberapa lokasi lainnya, antara lain Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, Jalan Langko dan Pejanggik.

Kegiatan gotong royong tersebut diikuti oleh ASN lingkup Provinsi NTB dan Pemerintah Mataram, Sekolah tingkat SD, SMP, SMA se-Mataram dan juga masyarakat umum.

AYA