Peserta UGG Council & APGN-AC Terpesona Gili Trawangan

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia”

lombokjournal.com —

KLU   ;  Di sela-sela kesibukan mengikuti sidang, para peserta sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee  dari berbagai negara, mengaku kagum dengan Pulau Lombok yang indah dan aman, khususnya pesona Gili Trawangan.

Pulau kecil yang dikelilingi taman laut yang sangat indah serta pasir putih bak mutiara itu, memberikan kesan istimewa bagi para tamu. Mereka berharap bisa berkunjung lagi dalam suasana yang lebih rileks di masa yang akan datang.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar saat Welcome Dinner bersama para delegasi sidang Unesco Global Geopark (UGG) Council,  APGN  Advisory Committee dan para observer di Gili Terawangan, Sabtu malam (31/08) 2019 mengungkapkan, terdapat berbagai keunikan di sekitar Gili Trawangan.

Salah satunya adalah munculnya sumber air tawar di tengah laut.

“Sebagaimana Bapak dan Ibu saksikan, taman laut di Gili Trawangan ini adalah yang terindah di Indonesia,” terangnya.

Para peserta pertemuan, diharapkannya dapat menikmati suasana nyaman dan keindahan Gili Trawangan tersebut.

Bupati Najmul  menyadari,  di tengah agenda sidang UGG yang padat, mulai dari pagi hari hingga malam, tentu para tamu belum puas dapat menikmati seluruh sudut keindahan yang ada.

Bupati berharap para delegasi dapat kembali lagi mengunjungi wilayah Lombok Utara, dalam situasi yang lebih santai atau pun liburan bersama dengan keluarga dan teman dari masing-masing Negara.

Ia menyebut Lombok selain sangat indah, juga tempat yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Baik sekedar untuk rekreasi dan santai bersama keluarga maupun untuk kegiatan  berinvestasi.

BACA JUGA ; Belajar Kejujuran dari Sidang UGG Council Lombok NTB

“Masyarakat NTB sangat Wellcome untuk itu”, pungkasnya.

Pada acara wellcome dinner tersebut, para tamu selain disuguhi beragam menu masakan internasional hingga makanan khas sasak, juga dimeriahkan dengan sajian kesenian Rudat.

Atraksi ini adalah salah satu tarian tradisional yang gerakannya seperti pertunjukan pencak silat, ada gerakan memukul, menendang, memasang kuda-kuda dan menangkis. Tarian ini umumnya ditampilkan untuk penyambutan tamu dan acara-acara penting di masyarakat.

Tim Media APGN

 




Dua Penghargaan Anugerah Humas Indonesia Untuk KLU

Momentum tersebut adalah fase cukup bersejarah bagi Kehumasan Pemda KLU, satu dasawarsa terakhir

lombokjournal.com —

TANGERANG   ;    Prestasi gemilang kembali diraih Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dalam ajang kompetisi Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2019 yang diselenggarakan Humas Indonesia, anggota PR Indonesia Group, di Halaman Kantor Balai Kota Tangerang, Banten,  Jum’at  (30/08) 2019.

Pemda KLU meraih dua penghargaan, yaitu Tropi Silver Winner (Peringkat II) kategori Best Leader Supporting Public Relations and Communications, serta Plakat Penghargaan kategori Terpopuler di Media Online 2019.

AHI 2019 merupakan barometer pencapaian kinerja humas pemerintah baik pusat maupun daerah sepanjang 2018. Kehadiran kompetisi ini dihajatkan mendorong terciptanya humas yang strategis dan kontributif bagi reputasi positif segenap institusi publik dan perusahaan milik negara/daerah.

Dengan memproyeksi kinerja humas pemerintah pada Kementerian, Perguruan Tinggi, Lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Humas Pemerintah Daerah, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Indonesia.

Penjurian AHI 2019 dilakukan Dewan Penilai pada 13–15 Agustus 2019 terdiri dari praktisi ahli yang telah lama berkecimpung di dunia kehumasan.

Di antaranya, Maria Wongsonagoro (Pakar Public Relations), Emilia Bassar (Pakar Komunikasi dan Branding), Asmono Wikan (Founder & CEO PR Indonesia Group), John Fresley (Mantan Ketua Komisi Informasi Pusat/IPDN), Zinnia Nizar (Vice President Internasional Council of Design).

Untuk kategori Terpopuler di Media Online 2019, basis penilaian dilihat dari jumlah eksposur terbanyak di media online.

Pada kategori ini, Humas Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Indikator melakukan monitoring pemberitaan ratusan Kementerian/Lembaga/BUMN/Pemerintah Daerah/BUMD pada lebih dari 3000 media online di Indonesia, sepanjang Januari sampai dengan Juni 2019.

Berdasarkan monitoring dan analisa kualitatif, Humas Indonesia menetapkan Pemda KLU sebagai Pemenang Anugerah Humas Indonesia kategori Terpopuler di Media Online 2019, subkategori Pemerintah Kabupaten, termasuk dari instansi dan pemda lainnya.

Penghargaan juga diberikan kepada Kabupaten Belitung, Badung, Banyuwangi, Bogor, Bone, Gunung Kidul, Manggarai, Musi Banyuasin, serta Purwakarta. Penghargaan diberikan oleh CEO PR Indonesia Asmono Wikan.

 

Acara malam Anugerah Humas Indonesia bertajuk Sinergi Membangun Reputasi itu, dihadiri oleh praktisi kehumasan dari berbagai daerah di Indonesia serta 27 institusi pemerintah daerah.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah, bersama Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti RI Nada DS Marsudi, Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Universitas Dr. Sutomo Surabaya Dadan Nugraha, Para Kepala Daerah, Pejabat

Kementerian/Lembaga/BUMN/BUMD, Jajaran Forkopimda Kota Tangerang dan sejumlah undangan lainnya. Dari Pemda KLU, turut hadir  mewakili Bupati Lombok Utara, Asisten III Setda KLU Ir. H. Melta beserta tim kehumasan.

Founder dan CEO PR Indonesia Asmono Wikan menerangkan, praktisi humas memiliki tanggung jawab dalam membangun kebesaran suatu daerah atau instansi. Humas berperan vital membangun reputasi secara optimal.

Di Indonesia, lanjut Asmono, terdapat 34.000 orang praktisi humas aktif yang mengelola pranata dan agenda-agenda kehumasan.

Dalam pada itu, Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah merasa bahagia menjadi tuan rumah acara AHI 2019. AHI dapat membangun komunikasi kepada masyarakat melalui unsur kehumasan.

Program pemerintah tak bisa berhasil sepenuhnya tanpa komunikasi dan publikasi yang baik.

“Saya apresiasi kepada teman-teman humas. Dalam mendorong program pemerintah bisa dipahami oleh masyarakat luas, dan juga mendorong partisipasi masyarakat dalam program pemerintah,” jelas walikota.

Dua juara sekaligus

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas merasa bersyukur atas capaian prestasi tersebut. Lantaran pada tahun 2019 ini, Pemda KLU berhasil mendapat dua penghargaan sekaligus.

Prestasi ini tuah dari kerja kolektif kolegial korsa Humaspro KLU.

“Tiap ikhtiar ada proses, tiap proses ada keringat, tiap keringat bertuah, tiap tuah ada hasil, tiap hasil dari kolektivitas yang bersifat kolegial, lagi komunal. Ajang AHI ini sebagai  pemacu apresiasi untuk lebih baik lagi ke depan,” tuturnya lugas.

Lebih lanjut diuraikannya, Humas dapat menjadi garda pengelolaan informasi pembangunan daerah dari program unggulan, kegiatan reguler Pemda KLU selama ini. Selain menyampaikan agenda pimpinan daerah melalui kanal media humas, media massa maupun media sosial.

Apresiasi AHI 2019 yang diadakan di Kota Tangerang ini berkesan. Pasalnya momentum tersebut adalah fase cukup bersejarah bagi Kehumasan Pemda KLU, satu dasawarsa terakhir.

Betapa tidak, pada ajang Malam Anugerah Humas Indonesia 2019, kiprah Humas Pemda KLU masuk dua kategori juara sekaligus, yaitu Terpopuler di Media Online dan kategori Best Leader Supporting Public Relations and Communications di tengah keterbatasan sarana prasarana dan pengelolaan pascagempa bumi 2018 silam.

Acara malam AHI 2019 semarak dengan penampilan tarian seni budaya dan deretan tembang yang dilantunkan band musik serta suguhan kuliner khas Tangerang.

Para praktisi kehumasan kemudian berfose bersama dan ramah tamah. Acara berlangsung khidmat dan tampak meriah.

dyd/djn/humaspro




Mi6 : Peluang Petahana Tumbang  di Pilbup Bima Cukup Besar

“Apalagi pemuda di Bima membutuhkan figur yang dapat memahami kebutuhan mereka”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Kontestasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan berlangsung pada 2020, termasuk di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kontestasi pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak akan berlangsung pada 2020, termasuk di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto, mengatakan ada fenomena menarik dalam kancah perpolitikan di NTB, setidaknya dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Fenomena perubahan lewat pendatang baru sangat kental terasa di NTB,” ujar pria yang akrab dikenal Didu di Mataram, Minggu (01/09) 2019.

Didu tak sekadar bicara. Merujuk data hasil pilkada tingkat Gubernur NTB 2018 hingga pemilihan legislatif (pileg) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, banyak petahana yang justru tumbang.

Didu meyakini fenomena ini akan terjadi pada pilkada serentak 2020, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Khusus untuk Pulau Sumbawa, Didu memprediksi persaingan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Bima akan berlangsung sengit. Dan peluang Petahana untuk tumbang dalam Pilbup kota Bima cukup besar karena arus perubahan sedang menggema dan melanda disemua wilayah di NTB .

Petahana pecah kongsi

Di Kabupaten Bima, mantan Bupati, Drs H Syafruddin, MPd sudah menyatakan maju. Di sisi lain, ada kemungkinan Bupati dan Wakil Bupati Bima yang menjadi petahanan, akan pecah kongsi.

Didu menyebutkan, Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri (IDP) dan Wakil Bupat, Bima Dahlan M Noer diprediksi akan pecah kongsi dan saling bersaing pada pilbup 2020, meskipun dalam berbagai kesempatan, Dahlan masih menegaskan tetap bersama IDP.

“Menariknya, ada magnet yang mencoba menarik keluar Dahlan untuk berhadapan dengan IDP,” lanjut Didu.

IDP, menurut Didu, sudah nyaman dengan  Partai Golkar sebagai pemenang pileg di Kabupaten Bima pada 2019. Terlebih, sejumlah partai mulai membangun komunikasi langsung dengan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima tersebut, di antaranya Partai Nasdem yang ingin melanjutkan koalisi nasional.

“Kemungkinan Dahlan tergeser sebagai pendamping IDP juga cukup besar. Apalagi Dahlan diperkirakan akan membawa kendaraan Gerindra,” kata Didu.

Didu berpandangan, kondisi ini akan membuat kontestasi Pilbup Bima semakin kompetitif. Dahlan sendiri dikenal sebagai figur yang sederhana dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Tak hanya Dahlan dan IDP, peluang besar juga dimiliki parpol lain jika ‘pede’ mengusung kadernya sendiri.

Didu mengambil contoh Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Adminurlah, yang sudah mendeklarasikan diri ikut bertarung. PAN dengan soliditas kadernya, menjadi modal untuk dapat mengusung kader sendiri.

PAN juga sudah membangun komunikasi dengan PKS untuk membuat poros baru.

“Belajar dari Pilkada sebelumnya, PKS  cenderung mengusung figur di luar petahana, bahkan mengorbit kader sendiri. Maka, PAN-PKS bisa saja berkoalisi. Kedua partai ini memiliki soliditas kader yang kuat dan bisa menjadi kekuatan baru di pilkada serentak 2020,” ucap Didu.

Nama lain yang berpotensi mengejutkan, kata Didu, ialah Mori Hanafi dengan Partai Gerindra. Mantan Calon Wakil Gubernur NTB tersebut tidak asing di masyarakat Bima. Apalagi Mori dapat membuktikan menang di kandang pada Pilkada Gubernur NTB lalu.

Didu menilai bukan tidak mungkin Mori menggandeng Muhammad Aminurlah, yang mewakili Bima bagian Timur.

“Ini akan menjadi kekuatan yang dapat menggoyang petahana. Apalagi popularitas dan elektabilitas Mori merata di wilayah Bima,” kata Didu.

Selain itu, Didu juga menaruh perhatian pada sosok muda yakni Raehan dari NasDem dan Hadi Santoso. Politisi dan pengusaha muda bisa mewakili representasi kelompok muda.

“Apalagi pemuda di Bima membutuhkan figur yang dapat memahami kebutuhan mereka,” tambah Didu.

Didu menambahkan, peluang besar tak hanya dimiliki para calon dari jalur parpol, melainkan juga calon dari jalur independen. Didu memandang untuk memenangkan pertarungan di Pilkada Kabupaten Bima, para kontestan sejatinya sudah harus mulai pergerakan sejak saat ini dengan membangun pondasi politik.

“Ini sangat penting untuk mulai bergerak mengingat waktu pelaksanaan pilkada sudah semakin dekat karena tahapan sendiri sudah mulai berjalan pada September nanti,” ungkap Didu.

Me




Tiba di Trawangan, Peserta APGN 2019 Mengaku Takjub dengan Lombok

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia

KLU.lombokjournall.com — Pesona Gili serta tabuhan Gendang Beleq menyambut kedatangan peserta United Geopark Global (UGG) Council and APGN AC Metting  di Villa Hotel Lombok, Gili Trawangan, Kabupaten LombokUtara, Jumat (30/08) 2019.

Penampilan para penabuh gendang ini memukau perhatian para tamu undangan yang berasal dari berbagai negara tersebut.

Iringan Gendang Beleq dilanjutkan dengan pengalungan bunga merupakan tradisi khas NTB  untuk menyambut para tamu undangan yang berkunjung di NTB khususnya di pulau Lombok.

Kesenian musik tradisional dengan iringan tarian bermain penuh khidmat. Para delegasi negara  yang berasal dari belahan dunia, sangat terpukau menyaksikan persembahan musik selamat datang itu.

Kesenian ini disuguhkan saat para delegasi negara peserta 6th APGN Symposium 2019, memasuki kawasan wisata Gili Terawangan, dari penyeberangan awal di Teluk Nare.

Dalam perjalanan menuju Gili Trawangan para tamu didampingi Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar serta beberapa dari pihak kepolisian.

Menurut pengakuan salah satu peserta yang berasal dari Mesir, hal seperti ini merupakan yang paling berkesan baginya. Penyambutan dengan keramahan, serta dimanjakan dengan indahnya destinasi wisata Gili Trawangan,yang merupakan salah satu pilihan lokasi tepat untuk event internasional sekelas APGN.

Status Gili Trawangan  — saat NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah –,dijadikan salah satu destinasi wisata yang masuk dalam program unggulan 99 Desa Wisata, yang beberapa bulan lalu resmi dilaunching oleh Kemendes-PDT bersama Pemda NTB.

Usai rangkaian penyambutan, para ahli geologi yang termasuk dalam GGN Unesco ini diagendakan mengikuti sidang di bidang geopark dunia.

Kegiatan UGG Council and APGN AC Meeting ini adalah salah satu kegiatan awal dalam rangkaian Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium 2019 yang rencana akan digelar dari tanggal 29 Agustus hingga 6 September 2019, NTB menjadi tuan rumah.

Sidang yang dihadiri oleh 20 perwakilan negara yang tergabung dalam GGN Unesco serta 41 observer baik dari dalam negeri maupun mancanegara ini, berlangsung khidmat dan lancar.

Itu terlihat dari bagaimana menariknya para ahli dibidang geologi ini adu argument, pandangan dan menggali teori-teori temuan-temuan yang mereka kuasai, yang ujungnya semua pandangan itu akan disatukan menjadi sebuah kesepakatan bersama.

AYA/HmsNTB

 




PLN dan ESDM Dorong Peningkatan Rasio Elektrifikasi di NTB

PLN  membangun jaringan untuk melistriki daerah-daerah terpencil. tahun 2019, PLN targetkan melistriki 34 lokasi terpencil

LOMBOK TENGAH.lomnokjournal.com –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyampaikan, pemerintah berkomitmen mewujudkan Indonesia merdeka listrik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemberian bantuan sambung listrik gratis untuk warga kurang mampu.

“Pemerintah terus mendorong berbagai pihak, selain kami di pusat ada pemerintah daerah dan BUMN yang terus kami dorong untuk sinergi melistriki nusantara. Hari ini kita nyalakan listrik hasil dari Program BPBL,” tutur Jonan.

Pernyataan ituu disampaikan, saat penyalaan listrik simbolis oleh Jonan yang didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan di Desa Gemel, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (29/06) 2019.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) memberikan bantuan sambungan listrik gratis kepada 1.396 rumah tangga tidak mampu tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Program BPBL diinisiasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian ESDM. Program ini diharapkan dapat mendorong peningkatan Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Hingga bulan Juli 2019, rasio elektrifikasi di Provinsi NTB telah mencapai 98 persen. PLN menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,9 persen pada akhir tahun 2019.

Target rasio elektrifikasi 99,9 persen

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan menjelaskan, berbagai upaya dilakukan oleh PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi.

Salah satunya bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan BUMN lain untuk memberikan bantuan melalui bantuan penyambungan listrik gratis bagi warga kurang mampu.

“Dengan sinergi seperti ini kami optimis bisa mencapai target rasio elektrifikasi 99,9 persen di NTB,” ucap Djoko.

Hingga bulan Juli, beberapa pihak yang telah ikut memberikan bantuan penyambungan baru listrik yaitu Kementerian ESDM sebanyak 1.396 rumah tangga, PLN sebanyak 1.000 rumah tangga, Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 950 rumah tangga, dan PT ASABRI sebanyak 50 rumah tangga.

Total bantuan sebanyak 3.396 rumah tangga.

Warga kurang mampu yang mendapat bantuan program sambung listrik gratis ini, mendapatkan sambungan listrik PLN daya 450 Volt Ampere (VA), dengan tarif bersubsidi, listrik yang digunakan adalah sistem layanan prabayar.

Rasa syukur terpancar dari wajah Nur Hasanah, penerima bantuan pasang baru listrik asal Desa Gemel, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Sehari-hari dirinya bekerja menjual es mambo yang dibuat oleh tetangganya. Ia hanya berkeliling dari desa ke desa untuk menjualkan es mambo tersebut

“Untungnya tidak seberapa, sehari paling hanya dapat 10 sampai 15 ribu, hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari,” ucap Nur.

Berkat bantuan pasang baru listrik, kini rumahnya terailiri listrik PLN dengan daya 450 watt. Dengan adanya listrik, kini Nur dapat membuat sendiri es mambo untuk dijual.

Harapannya, hasil yang didapatkan juga bisa bertambah.

“Ya mudah-mudahan ada listrik bisa tambah untungnya. Sekarang bisa buat esnya sendiri. Terima kasih Pak Menteri,” tutur Nur.

Selain program bantuan penyambungan baru listrik, melalui program listrik desa, PLN terus membangun jaringan untuk melistriki daerah-daerah terpencil. Pada tahun 2019, PLN menargetkan dapat melistriki 34 lokasi terpencil.

AYA




Jama’ah Haji Kloter Lombok Utara Telah Tiba

Sambutan AAsisten III Ir. H. Melta

Wabup menyampaikan jama’ah haji asal Lombok Utara bisa sebagai contoh, pasalnya, nyaris tak ada keluhan ataupun kehilangan selama melaksanakan ibadah di Mekkah dan Madinah

TANJUNG.lombokjournal.com – Para jamaah haji kloter Lombok Utara disambut antusias dan isak tangis oleh keluarga masing-masing, di Masjid Agung Baiturrahim, Rabu (28/08) 2019.

Bupati Lombok Utara yang diwakili asisten III Ir. H. Melta menyampaikan, pemerintah daerah mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu yang pulang dari perjalanan ibadah haji. Pulang ke Lombok Utara dalam keadaan sehat dan bisa berkumpul dengan keluarga.

“Bagi semua jama’ah yang menunaikan rukun Islam kelima harapan pemerintah daerah supaya  jadi panutan pada masyarakat dan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Asisten yang juga mantan Kadis Pertanian tersebut menyampaikan permohonan maaf, bila dalam pelayanan selama melaksanakan ibadah haji, ada yang kurang berkenan atau salah.

Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH, MH yang juga Ketua TPHD mewakili jama’ah menyampaikan terima kasih atas sambutan baik di sini maupun tadi di Asrama Haji Mataram.

Para jama’ah dan masyarakat datang dari jauh-jauh untuk bertemu bahkan menyambut semua jama’ah haji. Ini yang luar biasa.

Terkait dengan pelaksanaan, Wabup menyampaikan jama’ah haji asal Lombok Utara bisa sebagai contoh.  Pasalnya, nyaris tak ada keluhan ataupun kehilangan selama melaksanakan ibadah di Mekkah dan Madinah.

“Pelayanan dari kesehatan juga bagus dan baik tidak mengenal waktu untuk membantu para jama’ah haji yang sakit,” imbuh wabup.

Wabup yang baru pulang haji itu menyarankan, agar yang berangkat tahun depan lebih menyiapkan diri. Lantaran ibadah haji tidak hanya ibadah fikih, tetapi perlu fisik yang kuat untuk melaksanakan rangkaian rukun haji.

Untuk kuota haji, wabup mengharapkan bisa bertambah untuk Limbok Utara. Mengingat banyak sekali yang sudah mendaftarkan diri untuk berhaji sehingga bisa menjadi prioritas.

den/humaspro




Wagub Tegaskan, Sistem Kebencanaan Yang Baik Jadi Keharusan

Kedatangan bencana itu sulit diprediksi. Sehingga yang mesti dilakukan adalah menyiapkan sistem yang baik, dan menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan itu

MATARAM.lombokjournal.com – Sistem kebencanaan yang baik penting diperhatikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat NTB sebagai  salah satu daerah yang rawan terjadi bencana alam

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka Rapat Koordinasi dan Latihan SAR Daerah 2019, di Hotel Lombok Raya, Rabu (28/08) 2019.

“Kebencanaan menjadi salah satu poin, yang harus betul-betul kita perhatikan, sistem kebencanaan yang baik, menjadi suatu keharusan bagi kita. Betapa pentingnya kita memiliki mitigasi bencana yang baik,” kata Wagub Hj Rohmi.

Mitigasi bencana  juga merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB,  lantaran perannya sangat penting, mengingat Provinsi NTB termasuk dalam salah satu kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Menurutnya, yang kita lakukan bukan menghawatirkan kita berada pada posisi ring of fire atau tidak.

“Tapi bagaimana kesiapsiagaan kita menghadapi  semua potensi bencana yang ada, Insya Allah dengan kebersamaan, kita dapat menghadapinya, ” ungkapnya.

Dikatakan, kedatangan bencana itu sulit diprediksi. Sehingga yang mesti dilakukan adalah menyiapkan sistem yang baik, dan menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan itu.

Salah satu  yang harus dilakukan ke depan, tidak ada lagi ada bangunan yang strukturnya tidak baik.

Profesional, Sinergi dan Militan

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, mengungkapkan bahwa Basarnas tidak bekerja sendiri.

“Basarnas hanya pada level manajemen rescue, tapi kalau bicara soal kekuatan, kita sangat berharap kehadiran TNI, Polri dan seluruh potensi SAR yang ada di daerah,” ungkap Budi Purnama.

Ia berharap, segala pihak dapat bersinergi dalam penanganan bencana, sehingga hasil yang diinginkan dapat maksimal.

Budi Purnama juga sangat bangga atas respon dari para potensi SAR selama ini.

“Karena itu, Kepala Basarnas baru mencantumkan PSM, yakni Profesional, Sinergi dan Militan. Sinerginya inilah yang dijadikan penekanan oleh beliau, bahwa tanpa sinergitas mustahil di setiap kegiatan kita dapat melaksanakan tugas dengan baik,” kata Budi Purnama.

AYA/HmsNTB




Jelang APGN 2019, Kominfo Sebut Wilayah Lombok Utara, Loteng Dan Lotim Masih Blank Spot

dilakukan pengecekan bersama pihak Telkom ke area yang susah sinyal, kemudian dilakukan pemasangan jaringan internet

MATARAM.lombokjournal.com –  Tiga wilayah yang masih blank spot masih menjadi kendala jelang Event berskala internasional Asia Pasific Geopark Network  (APGN) 2019 bulan September mendatang.

Dinas  Komunikasi dan Informatika Statistik (Kominfotik) NTB menyebut tiga wilayah di pulau Lombok yang terindikasi blank spot atau susah sinyal, yakni di wilayah Lombok Tengah, Lombok Utara dan Lombok Timur.

Padahal ketiga wilayah tersebut merupakan wilayah yang menjadi arena pelenggaraan rangkaian acara APGN.

Plt Kepala Dinas Kominfotik Putu Gede Aryadi mengaku,  telah melakukan pengecekan bersama dengan pihak Telkom ke area yang kategori susah sinyal, kemudian dilakukan pemasangan jaringan internet.

“Hal itu harus dilakukan  karena sebelum kegiatan APGN digelar, seluruh wilayah di pulau Lombok  sudah dilengkapi fasilitas internet. Sehingga tidak ada lagi wilayah yang masuk kategori Blank Spot,” ungkap Gede Aryadi, Rabu (28/08) 2019.

Gede Aryadi mengatakan, hal ini juga menyangkut sistem keamanan dan komunikasi yang akan dikunjungi oleh para wisatawan dari 37 negara yang akan menikmati panorama alam NTB.

Dengan diselenggarakanya APGN 2019 di NTB, akan menjadi  sarana promosi yang efektif untuk mengenalkan NTB ke kancah internasional, khususnya keindahan pariwisata Lombok dan Sumbawa.

Pada gelaran APGN  2019 bulan september mendatang, akan menyajikan rangkaian hiburan menarik lainya seperti atraksi budaya yang sejalan dengan kearifan lokal khas masyarakat NTB dan nusantara pada umumnya.

AYA




Populerkan Seni Kriya NTB, HRF Inisiasi Mataram Fashion Carnaval

Kota Mataram yang dihuni penduduk dari berbagai latar belakang suku, etnis, dan agama memiliki diferensiasi tersendiri yang menarik bagi wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com — NTB merupakan Provinsi yang kaya dengan beragam seni dan budaya, selain beragam pesona keindahan alamnya.

Jika dikelola dan dikembangkan dengan baik, perpaduan dua potensi itu akan mampu melejitkan NTB bukan saja sebagai destinasi wisata unggulan, tapi juga sebagai miniatur Nusantara yang identik dengan keindahan dalam keberagaman.

H Rohman Farly ( HRF )  mengatakan, untuk mengemas semua itu  memerlukan wadah kegiatan inovatif dan kreatif yang kelak bisa menjadi magnet wisata tersendiri, terutama di Kota Mataram, ibukota NTB.

“NTB sudah menjadi destinasi wisata unggulan nasional, karena khazanah keindahan alam dan keberagaman seni budayanya. Nah, Kota Mataram bisa mengembangkan city tourism dengan menggagas atraksi kreatif yang menjadi ikonnya,” kata HRF yang juga Sekda Lombok Timur  di Mataram Rabu (28/08) 2019.

Menurut pria kelahiran Rembige – Mataram, 56 tahun silam ini, event seperti Jember Fashion Carnaval (JFC) yang diselenggarakan tiap tahun di Jember, Jawa Timur, bisa menginspirasi Kota Mataram.

“Kita bisa bikin Mataram Fashion Carnaval, dengan menampilkan potensi etnic dan seni kriya khas NTB yang cukup kaya dan beragam,” katanya.

Selain menjadi event wisata, Mataram Fashion Carnaval (MFC) juga bisa menjadi ajang promosi untuk mempopulerkan seni kriya seperti kain tenun khas Lombok, Sumbawa dan juga Bima.

Ia mengungkapkan, event seperti MFC akan memiliki multiplier efect yang luar biasa. Baik dari sisi ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan penarik minat wisatawan.

“Tapi yang terpenting adalah untuk mempromosikan keindahan dan keberagaman etnik di NTB yang sebenarnya,” ujar HRF.

HRF memaparkan, Kota Mataram yang dihuni penduduk dari berbagai latar belakang suku, etnis, dan agama memiliki diferensiasi tersendiri yang menarik bagi wisatawan.

Event MFC bisa menjadi pagelaran fashion berbahan seni kriya asli NTB, dipadu dengan beragam atraksi seni budaya lainnya seperti gendang beleq, perisean, dan bahkan pertunjukan barongsai.

Kehadiran Ketua Dekranas Hj Mufidah Jusuf Kalla untuk meresmikan Bale Kriya NTB beberapa waktu lalu, menurut HRF harus ditangkap sebagai momentum untuk melejitkan seni kriya khas NTB. Pemerintah dan masyarakat harus aktif menangkap pesan.

“MFC ini bisa mulai digagas untuk puncak HUT NTB Desember mendatang, dan saya pikir ini akan menjadi momentum baik,” katanya.

Di sisi lain, kata HRF, event seperti MFC ini bisa menjadi ikon city tourism di Kota Mataram. Sebab, seperti Kota Besar atau ibukota Provinsi lainnya, Mataram tak memiliki cukup banyak destinasi alam yang bisa menarik minat kunjungan wisatawan, terutama mancanegara.

“Kota besar lainnya juga membuat destinasi-destinasi buatan dan juga menampilkan lebih banyak atraksi wisata untuk mengembangkan konsep pembangunan pariwisatanya. Nah Mataram juga harus memulai, kreativitas dan inovasi yang terus menerus karena Mataram kan barometernya NTB,” katanya.

HRF optimistis ini akan berhasil jika semua pihak berpartisipasi. Ia mencontohkan event JFC yang semula hanya event tingkat Kabupaten Jember, pun dimulai dengan sangat sederhana dan banyak kekurangan. Tapi siapa nyana, kini JFC bisa masuk dalam kalender event pariwisata nasional, yang daya serap wisatawannya masuk dalam tiga besar secara nasional.

“Semua harus dimulai, untuk awal mungkin MFC akan banyak kekurangan. Namun jika terus dilakukan, dengan evaluasi dan pembenahan, bukan tidak mungkin MFC bisa menjadi event yang memukau di kancah nasional nantinya,” tukasnya.

Me




Wagub Terima Baznas Award 2019 Untuk Baznas Provinsi NTB

Baznas sebagai penyambung zakat, infak, dan sodaqoh dari masyarakat keberadaannya harus benar-benar dirasakan manfaatnya khususnya dalam mendorong kemandirian serta mengurangi kemiskinan

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;   Baznas Provinsi NTB memperoleh penghargaan dalam tiga kategori dari Baznas pusat.

Pertama, Kategori Pemerintah Provinsi Pendukung Kebangkitan Zakat 2019. Award dengan kategori ini diterima oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Kedua, sebagai terbaik pertama kategori Baznas Provinsi Dengan Pendistribusian ZIS Terbaik di Indonesia. Award dengan kategori ini diterima oleh Ketua Baznas NTB, TGH. Dr. Salimul Jihad.

Ketiga, sebagai terbaik pertama kategori Baznas Provinsi Dengan Program Pendayagunaan ZIS di Indonesia. Award dengan kategori ini diterima oleh Wakil Baznas NTB, Ir. H. Subhan.

Badan Zakat Nasional (Baznas) sebagai lembaga pengumpul dan pendistribusian zakat yang dimiliki pemerintah baik pusat ataupun daerah,  makin banyak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Karena Baznas dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, Khususnya bagi para mustahiq atau penerima zakat.

Pemberian penghargaan itu merupakan apresiasi atas capaian dan keberhasilan baznas di provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia, Baznas pusat memberikan penghargaan kepada Baznas daerah yang dinilai berprestasi dalam berbagai kategori.

Menteri Agama Republik Indonesia H. M. Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan selamat kepada seluruh Baznas yang telah menerima award dalam seluruh kategori yang telah ditentukan oleh dewan juri.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh Baznas yang telah dinilai berhasil dan berprestasi dalam mengelola zakat, infak, dan sodaqoh dari masyarakat baik yang bersifat individu, kelompok, ataupun intansi dan sejumlah perusahaan,” ucapnya di Auditorium H. M. Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jalan MH. Thamrin, Jakarta, Senin (26/08) 2019 malam.

Lebih lanjut, Menag berpesan, bahwa Baznas sebagai penyambung zakat, infak, dan sodaqoh dari masyarakat keberadaannya harus benar-benar dirasakan manfaatnya khususnya dalam mendorong kemandirian serta mengurangi kemiskinan.

“Baznas harus bisa berkontribusi menurunkan angka kemiskinan dan meninggikan derajat kemanusiaan,” jelasnya.

Zakat, lanjut Menteri Agama yang menjabat dalam kabinet Presiden SBY dan Presiden Jokowi ini menyebut, tidak hanya merupakan ibadah antara diri pribadi dengan Allah semata tetapi juga hubungannya kepada sesama manusia.

 

“Zakat ini bukan hanya untuk diri pribadi saja namun maali anijtimaa’i,” jelasnya.

Nikmat kemerdekaan

Ketua Baznas pusat Prof. Bambang Sudibyo menyebut, penentuan peraih award dinilai oleh dewan juri berdasarkan standar indeks zakat nasional dan sejumlah penilaian lainnya.

“Para dewan juri telah menggunakan sejumlah penilaian terhadap seluruh Baznas di Indonesia hingga keluar sejumlah baznas yang dinilai berhak mendapatkan award,” sebutnya.

Prof. Bambang menyampaikan, pemberian award ini juga sebagai bentuk kesyukuran atas nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada bangsa dan negara Indonesia.

“Keberadaan Baznas cukup berperan dalam membantu pemerintah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ketua Panitia Baznas Award 2019 yang juga Sekretaris Baznas, Drs. H. Jaja Jaelani, MM memaparkan, Baznas Award bertujuan mendorong optimalisasi pengelolaan zakat nasional, mempererat tali silaturahmi antara Baznas dan LAZ, memupuk semangat kebangsaan antargenerasi untuk memperkuat ketahanan nasional menghadapi tantangan global.

“Tujuan Baznas Award ini adalah untuk mendorong optimalisasi dan profesionalitas pengelolaan zakat nasional, mendorong kreativitas dan inovasi kerja dalam mewujudkan kebangkitan zakat nasional, mempererat tali silaturrahim antara Baznas dan LAZ, meningkatkan motivasi dan kinerja amil dan organisasi pengelola zakat dalam pengentasan kemiskinan,” paparnya.

Beberapa kategori penerima award pada tahun 2019 ini adalah Pertumbuhan Penghimpunan ZIS Terbaik, Kreativitas Penghimpunan ZIS Terbaik, Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS Terbaik, Program Pemberdayaan Ekonomi Terbaik, Laporan Tahunan Terbaik, dan Baznas dan LAZ Terbaik.

“Ada juga penghargaan untuk Kepala Daerah Terbaik, UPZ Terbaik, Media Pendukung Kebangkitan Zakat, Tokoh Pendukung Kebangkitan Zakat,” sebutnya.

Menurut Jaja, ada 15 Dewan Juri, yakni 1 ketua, 1 sekretaris dan 13 anggota yang menggunakan Index Zakat Nasional (IZN) terbitan Puskas Baznas sebagai standar.

“Baznas Award sudah berlangsung sejak 2017. Award yang digelar untuk tahun ketiga ini, diikuti 390 Organisasi Pengelolaan Zakat (OPZ) di antaranya 31 Baznas provinsi, 332 Baznas kabupaten/kota dan 15 LAZ nasional, 8 LAZ provinsi dan 4 LAZ kabupaten/kota. Mereka memperebutkan 34 kategori award,” ucapnya.

AYA/HmsNTB