Trash Hero Pamerkan Karya Zero Waste Di Locofest 2019

Komunitas ini juga langsung mengedukasi masyarakat sekitar terkait masalah sampah dan pengelolaannya

MATARAM.lombokjoournal.com —  Lombok Clothing Festival (Locofest) setiap tahunnya memiliki warna tersendiri. Di tahun 2019, Locofest diadakan di area parkir Lombok Epicentrum Mall, Kamis (3/10) 2019.

Hal unik terlihat di salah satu stand Locofest dengan nama Trush Hero yang menyajikan berbagai karya dari bahan sampah.

Pemilik stand Trash Hero, Haji Omet mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program unggulan pemerintah yaitu Zero Waste.

“Kami memang bukan bagian dari pemerintah, tapi kami tetap mendukung penuh program Zero Waste yang dilakukan pemerintah dengan karya kami dari bahan sampah ini,” kata H. Omet.

Ia menuturkan,  kegiatan ini dilaksanakan sejak tahun 2017 yang dimulai dari Gili Meno dan kemudian terus ia kembangkan hingga  sampai di Mataram ini.

“Kami memulainya sejak 2017 lalu yang dimulai dari Gili Meno, dengan kepedulian kami terhadap kebersihan di NTB ini, Alhamdulillah kami bisa mengembangkan Trush Hero ini walaupun masih merangkak,” tuturnya.

Trash Hero di Mataram melaksanakan kegiatan rutinitas berburu sampah keliling Kota, selain berburu sampah.

Komunitas ini juga langsung mengedukasi masyarakat sekitar terkait masalah sampah dan pengelolaannya.

“Kami rutin melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah sekali seminggu, baik itu di pantai, jalan, maupun di dalam lingkungan. Selain itu, jika ada even-even besar yang berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah banyak, kami berinisiatif terjun langsung untuk membersihkan sampah yang ada di tempat tersebut,” terang H. Omet.

Salah satu hasil yang terlihat adalah di Rembiga tempat tinggal H. Omat, dulunya sebelum terjun, daerah Rembiga masuk dalam kategori merah untuk penyakit DBD.

Namun setelah bergerak membersihkan sampah dengan komunitas, Rembiga sekarang bisa dibilang bebas dari DBD.

“Harapan kami pemerintah lebih memperhatikan lagi komunitas-komunitas penggiat pengelola sampah,” tutupnya.

Di tempat berbeda, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM, mengapresiasi komunitas Trash Hero ini atas kepeduliannya terhadap lingkungan dan masalah sampah.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Trash Hero karena telah peduli terhadap permasalahan sampah yang dihadapi oleh pemerintah, kami berharap banyak komunitas-komunitas semacam ini agar impian NTB bebas dari sampah bisa terwujud dengan cepat,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Pejabat Pemprov NTB Pantau Langsung Nasib Warga NTB Di Papua

Pemprov NTB tetap melakukan koordinasi baik dengan pemerintah pusat hingga pemerintah kabupaten Bima terkait nasib warga NTB di Papua

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur Zulkifliemansyah  memerintahkan staf ahli dan Dinas Sosial untuk memantau langsung warga NTB di di Wamena (Papua), menyusul kerusuhan yang terjadi disana yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga NTB.

“Kita sudah memerintahkan staf ahli dan dari Dinas sosial NTB untung mengecek langsung bagaiman kondisi Warga NTB yang ada di Papua,” ujar Gubernur, Rabu (02/10) 2019 usai menghadiri acara dies natalis di Universitas Mataram.

Dikatakannyan, kedatangan staf ahli dan pejabat lainnya ke Papua disebut sudah mewakili Pemprov NTB untuk melihat kondisi warganya.

Karena jika dirinya datang langsung untuk memantau masyarakat NTB disana, dikhawatirkan ada ketersinggungan dari pemerintah Papua.

“Kehadiran mereka disana sudah cukup mewakili kita di NTB, mereka disana kan memantau terus warga kita yang disana,” tegasnya

Keputusan ini juga berdasarkan dari koordinasi yang dilakukan dengan aparat keamanan. Selain itu, pemerintah pusat juga memastikan bahwa kirsuh yang terjadi di sana bisa ditangani.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Papua cukup sensitif. Sehingga, pimpinan daerah baik bupati hingga Gubernur tidak bisa melakukan tindakan sendiri tanpa harus melakukan koordinasi.

Karena hal ini dinilai akan mengganggu kondisitifas.

Terkait dengan kepulangan ratusan warga NTB di Papua, Pemda akan tetap berusaha untuk memulangkannya.

Namun Pemprov NTB masih menjaga agar tidak terjadi kegaduhan di daerah. Pemda tetap melakukan koordinasi baik dengan pemerintah pusat hingga pemerintah kabupaten Bima.

Sementara itu Wakil rektor III Unram, Prof Muhammad Natsir menjamin mahasiswa Papua di Mataram khususnya yang mengenyam pendidikan kuliah di Unram aman.

“Kami jamin kemanan mereka disini,” ungkapnya.

AYA




Situasi Papua Sudah Kondusif,  159 Warga NTB Menanti  Proses Evakuasi

“Ini data tadi malam. Mudah-mudahan pagi ini sudah banyak yang diterbangkan ke Jayapura”

MATARAM.lombokjournal.com — 159 warga NTB yang kebanyakan sudah di Jayapura, kini tengah menanti proses evakuasi.

Mereka menunggu pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke NTB.

Sejauh ini, situasi di Papua terbilang sudah lebih kondusif. Warga NTB di Papua juga dalam keadaan aman, tidak ada korban jiwa.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, T. Wismaningsih, Drajadiah, S.Sos, menyampaikan kondisi terakhir warga NTB DI Papua,  Selasa (01/10) 2019.

Menurut Wismaningsih, data sementara saat ini memperlihatkan adanya 159 orang warga NTB yang tersebar di sejumlah daerah di Papua.

Dari jumlah tersebut, sebagian telah keluar  dari Papua. Sisanya, yang belum dievakuasi mencapai 159 orang.

Dari 159 orang tersebut, sebanyak 89 orang sudah berada di Yonif 751, Sentani, Jayapura, Papua. Mereka terdiri dari 6 warga Dompu, 3 warga Lombok, 7 warga Sumbawa, 1 warga Kota Bima dan 72 warga Kabupaten Bima.

Di luar Yonif, masih ada 70 orang yang tersebar di berbagai tempat di Papua. Terdiri dari, 55 orang di Jayawijaya, 1 orang di Puncak Jaya, 6 di Yolimo, 3 di Polikara dan 5 orang di Lami Jaya.

“Ini data tadi malam. Mudah-mudahan pagi ini sudah banyak yang diterbangkan ke Jayapura,” ujar Wismaningsih.

Wismaningsih menerangkan, total 159 orang yang terdata itu merupakan warga NTB yang mengungsi. Masih banyak lagi warga NTB lainnya yang tidak mengungsi.

Kebanyakan mereka tidak mengungsi karena bertugas. Misalnya, warga yang merupakan personel TNI atau pegawai pemerintahan.

“Ini juga merupakan kebijakan nasional, untuk keamanan daerah, agar nanti tidak terjadi kekosongan di Papua,” ujarnya.

Wismaningsih menerangkan, kondisi warga NTB di Papua cukup terjamin. Ia juga menegaskan tidak ada warga NTB yang meninggal dunia akibat kejadian ini.

“Warga masyarakat NTB, Alhamdulillah dalam kondisi baik. Mereka mendapat fasilitas dari Danrem setempat di Yonif 751 Jayapura, sehingga tidak tidur di tenda. Bahkan, Kabid dan Koord Tagana ikut tidur di lokasi ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, anak-anak pengungsi bahkan mendapatkan fasilitas permainan seperti odong-odong untuk membuat mereka lebih gembira di pengungsian. Ketersediaan logistik, menurutnya juga sudah sangat terjamin.

Semua perkembangan ini selalu dipantau oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

“Pak Gubernur dan Ibu Wagub komitmennya sangat bagus, beliau mempersilakan evakuasi mengunakan apa saja yang dimungkinkan. Pesawat komersial juga tidak masalah. Karena memang belum ada penerbangan dengan pesawat herkules,” imbuhnya.

Selain itu, Wismaningsih menambahkan, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di NTB juga terus dilakukan.

“Kabupaten Bima sudah datang Kadisnya. Untuk provinsi, kita mengutus hari Jumat kemarin. Dari Sumbawa, kadisnya juga sudah menanyakan,” katanya.

AYA




TPA Kebon Kongok Tolak Sampah Yang Belum Terpilah, Mulai 2020

“Kalau sudah dipilah maka tinggal langsung diolah, sehingga tidak menumpuk terlalu lama di TPA”

MATARAM.lombokjournal.com  — Ikhtiar mewujudkan NTB Asri dan Lestari melalui Program Bebas Sampah ( Zero Waste) terus digiatkan Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam program zero waste, Pemerintah daerah tidak lagi akan memperbanyak tempat pembuangan sampah. Akan tetapi, akan fokus memperbanyak  tempat pengelolaan sampah seperti bank sampah.

Termasuk di antaranya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi NTB, pada tahun 2020 nanti tidak lagi akan menerima sampah yang belum terpilah.

Dengan kata lain TPA tersebut hanya akan melayani sampah yang sudah dipilah sesuai jenisnya sehingga langsung dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan mendatangkan berkah bagi masyarakat.

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang akrab disapa Umi Rohmi menegaskan hal tersebut, saat membuka rapat koordinasi penanganan dan pengelolaan sampah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat bersama dengan sejumlah stakeholder terkait, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB Mataram, Senin (30/09) 2019.

Menurut Umi Rohmi, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menangani sampah yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat serta untuk mempermudah dalam pengelolaannya.

“Kalau sudah dipilah maka tinggal langsung diolah, sehingga tidak menumpuk terlalu lama di TPA”, tegasnya.

Penjabat Sekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, MSi menyampaikan, setidaknya ada tiga hal yang penting dilakukan dalam mensukseskan program Zero Waste, yaitu pengurangan volume sampah, pengelolaan sampah, dan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana aksi program.

Berdasarkan Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Kota Mataram menghasilkan 314 ton sampah per hari, 273 ton di antaranya masuk ke TPA. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat menghasilkan 175,4 ton per hari, 101,76 ton di antaranya masuk ke TPA.

Sejumlah TPA yang ada di NTB yaitu TPA Kebon Kongok seluas 8,41 hektare untuk Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

TPA Pengengat seluas 10 hektare di Lombok Tengah, TPA Ijo Balit dengan luas delapan hektare di Lombok Timur, TPA Jugil seluas delapan hektare di Lombok Utara dan TPA Oi Mbo seluas tujuh hektare di Kota Bima.

Selain itu,  ada TPA Waduwani di Kabupaten Bima dengan luas tujuh hektare, TPA Lune di Dompu seluas 9 hektare, dan TPA Batu Putih di Sumbawa Barat seluas 5 hektare. Kabupaten Sumbawa memiliki dua TPA, yakni TPA Raberas seluas 6 hektare dan TPA Lekong seluas 9 hektare.

AYA/HmsNTB




“Hari Hak Untuk Tahu” Harus Dimaknai Untuk Tebarkan Kebaikan & Stop Hoax

Masyarakat untuk menghentikan dan menghindari penyebaran informasi hoax, ujaran kebencian dan kontens negatif lainnya yang menyebabkan daerah semakin buruk

MATARAM.lombokjournal.com —  Seluruh masyarakat NTB, khususnya kaum melinial diajak memaknai moment peringatan ‘Hari Hak Untuk Tahu Sedunia ‘ (Right To Know Days untuk  menebarkan kebaikan, saling menyemangati dan menghentikan hoax.

Himbauan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd yang akrab disapa Umi Rohmi, dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM  pada peringatan Right to know days dirangkai Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Rumah Tuna Rungu (RTR).

Rumah Tuna Rungu  yang digelar Komisi Informasi (KI) NTB bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Provinsi NTB  di panggung Inspiratif Expo Car Freeday Jalan Udayana Mataram, Minggu (29/09) 2019.

Ia menegaskan,  inti dari peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia adalah terpenuhi hak-hak masyarakat akan informasi yang bermanfaat untuk pengembangan aktualitas diri dan lingkungannya.

Termasuk untuk masyarakat difabel.

Disamping hak untuk tahu, juga terdapat kewajiban untuk berbagi  informasi positif,  yang menginspirasi dan memberi semangat, ungkapnya

Sebarluaskanlah informasi yang positif dan bermanfaat, seperti pogram- program NTB Gemilang yang salah satunya yakni dibentuknya 99 Desa Wisata.

“Program NTB Gemilang juga harus disebarkan kepada seluruh saudara – saudara kita yang ada di luar daerah untuk dapat memberikan informasi bahwa NTB memiliki banyak sekali hal – hal baik” jelasnya.

Hartina juga mengingatkan, kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan dan menghindari penyebaran informasi hoax, ujaran kebencian dan kontens negatif lainnya yang menyebabkan daerah semakin buruk.

Selain itu, ia berharap agar seluruh masyarakat  dapat menjadi corong bagi NTB, menjadi humas atau public relation untuk menggaungkan hal-hal positif dan potensi NTB yang luar biasa.

Kepada Seluruh OPD, Wagub berpesan agar terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan informasi sehingga dari keterbukaan tersebut, akan menumbuhkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawal  berbagai proses pembangunan di segala bidang.

Membuka Informasi Publik

Ketua Komisi Informasi, Hendriadi menyatakan, keterbukaan publik adalah salah satu bentuk dari misi NTB bersih dan melayani. Berbagai informasi yang penting untuk dibuka tanpa harus diminta.

“Tadi kita sudah menggunakan bahasa symbol dengan membuka kotak informasi publik yang artinya sudah ada komitmen pemerintah provinsi untuk mendorong membuka informasi publik melalui sarana prasarana yang telah disediakan salah satunya website,” jelasnya.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Provinsi NTB juga dihimbau untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik. Tahun 2018 sebanyak kurang lebih lima OPD yang berstatus informative dan sebagian masih berpredikat menuju informatif.

“Diharapkan tahun 2019 ini meningkat,” harapnya.

Hendriadi menambahkan, keterbukaan informasi publik yang ramah masyarakat difabel masih menjadi PR bersama seluruh perangkat daerah.

Dalam undang-undang sendiri, informasi publik wajib disajikan dalam bentuk yang mudah dipahami oleh seluruh masyarakat termasuk masyarakat difabel.

Untuk masyarakat difabel secara umum di NTB, penyampaian informasi publik memang masih belum maksimal.

Namun KI NTB selaku pawang keterbukaan Informasi Publik akan berupaya untuk membuat informasi publik juga dapat dinikmati masyarakat difabel.

Kegiatan Hari Hak Tahu Sedunia diintegrasikan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional dari komunitas Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin).

Tak hanya melakukan aksi kampanye bahasa isyarat, RTR NTB juga menampilkan beberapa pertunjukan yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

Seperti pertunjukan pantonim, peresean, dan tari tradisional. Dalam aksi tersebut, RTR NTB ingin memperjuangkan kesetaraan yang juga harus didapatkan oleh masyarakat tuli.

Ni Komang Tri Handayani selaku Ketua Panitia aksi berharap,, dengan belajar bahasa isyarat semua masyarakat dapat berkomunikasi satu sama lain dengan masyarakat tulI

AYA




Gubernur Perintahkan Percepat Evakuasi Ratusan Warga NTB di Wamena, Papua

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu Pesawat Herkules di Bandara AU/Polri

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah  Provinsi NTB menerima informasi dari warga NTB yang terjebak di daerah Wamena, Papua yang tengah dilanda kerusuhan

Informasi ini pun telah disampaikan kepada Gubernur NTB, DR Zulkifliemansyah, yang langsung memerintahkan jajarannya mempercepat evakuasi 153 jiwa warga NTB di Wamena, Papua yang mengungsi akibat kerusuhan di daerah tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan itu, Jumat (27/09) 2019.

Gubernur Zul memerintahkan agar ditempuh upaya semaksimal mungkin segera  mengevakuasi warga NTB di daerah tersebut.

Pemprov NTB langsung sigap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Polda NTB untuk bisa segera memulangkan mereka yang terjebak.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Dradjadiah menegaskan, sejumlah upaya serius telah ditempuh untuk mempercepat evakuasi.

“Kami menaruh atensi terhadap kondisi mereka. Dan saat ini kami dengan berbagai pihak, saat ini sedang diupayakan jalan keluar yang aman untuk mereka,” jelasnya.

Informasi adanya warga NTB korban kerusuhan di Wamena ini telah berhasil terkonfirmasi melalui panggilan telepon dengan Mazhari, Guru Kontrak asal Soromandi Bima dan Suhardin, Guru Kontrak asal Rada, Bolo, Bima. Berdasarkan keterangan keduanya, diketahui adanya 153 jiwa warga NTB korban kerusuhan.

Dari jumlah tersebut, 40 orang sudah dievakuasi ke Sentani, Jayapura dengan Pesawat Komersial, dibantu oleh Rukun Keluarga Bima (RKB) Jayapura.

Saat ini, 48 orang lainnya sedang mengungsi. Mereka menunggu Pesawat Herkules di Bandara AU/Polri.

“Sisanya masih bertahan di rumah-rumah mereka, menjaga harta benda yang masih tersisa,” ujarnya.

Warga NTB yang tengah mengungsi di bandara, kini tengah berharap adanya bantuan komunikasi, fasilitasi dari Pemda Bima.

“Pemprov NTB kini mengupayakan agar mereka diprioritaskan untuk dievakuasi, Warga Bima di Sentani Jayapura standby menunggu mereka,” ujar Wismaningsih.

Ia menambahkan, saat ini Ketua RKB di Jayapura juga tengah membantu warga yang sudah dievakuasi. Pemprov NTB juga terus berkomunikasi dengan Kementerian Sosial dan RKB di Jayapura terkait upaya evakuasi ini.

AYA/HmsNTB




Sampaikan Aspirasi Boleh, Gubernur Zul; Jaga Kondusivitas Daerah

“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jauhi cara-cara penyampaian aspirasi yang menghinakan orang lain, merusak fasilitas umum, atau sampai menciderai orang lain”

MATARAM.lombokjournal.com  –  Mahasiswa dan berbagai elemen dipersilahkan menggelar demonstrasi penyampaian aspirasi, tapi tetap menjaga ketertiban dan keamanan daerah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan seruan itu menanggapi gelombang demonstrasi yang juga melanda sejumlah daerah di NTB, Kamis (26/09) 2019.

Di tenngah gelombang unjuk rasa, Gubernur Zul  mengaku telah berkomunikasi dan menghimpun masukan dari berbagai pihak.

Mulai dari pimpinan DPRD NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, para unsur pimpinan daerah, tokoh pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya.

Gubernur mendapatkan gambaran bahwa secara umum, aksi demonstrasi yang terjadi di NTB, berlangsung dalam suasana yang relatif terkendali. Kondisi daerah NTB, menurutnya juga masih sangat terjaga.

“Meskipun ada demo di sejumlah tempat, tapi kehidupan sosial-ekonomi kita masih tetap berlangsung, tidak ada gangguan yang berarti,” ujar gubernur .

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah, Gubernur Zul telah menghimpun poin-poin aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa ke DPRD NTB.

Menurutnya, aspirasi mahasiswa dan elemen masyarakat di NTB ini telah diteruskan ke pemerintah untuk dijadikan pertimbangan dalam menyikapi keadaan nasional.

Sebagai sosok yang pernah memimpin Senat Mahasiswa Universitas Indonesia, gubernur mengapresiasi apa yang disampaikan mahasiswa sebagai inisiator demonstrasi ini.

Ia menegaskan, gerakan mahasiswa merupakan gerakan intelektual yang memiliki integritas dan idealisme yang teruji.

“Karena itu, kita berharap ciri khas ini tecermin dalam aksi di lapangan. Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jauhi cara-cara penyampaian aspirasi yang menghinakan orang lain, merusak fasilitas umum, atau sampai menciderai orang lain,” tegasnya.

Kepada masyarakat NTB secara umum, Gubernur juga menyerukan agar tidak melakukan perbuatan yang bisa menciderai kerukunan dan kondusivitas daerah. Khususnya, dalam menyikapi merebaknya berbagai jenis informasi seputar aksi dan demonstrasi dalam beberapa hari belakangan.

“Kepada semua warga, ayo kita bijak dalam mencerna informasi. Apa pun informasi yang kita terima, jangan ditelan mentah-mentah. Jangan buru-buru disebarkan. Cek dulu kebenarannya. Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarluaskan informasi yang justru mengakibatkan kebahagiaan dan kenyamanan hidup bersama jadi rusak,” ujarnya.

BACA JUGA ;  Aksi Massa Mahasiswa Ricuh Di Kantor DPRD Provinsi

Saat ini NTB sedang bangkit untuk menyongsong banyak pekerjaan besar. Menurutnya, situasi ini membutuhkan energi dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kalau ada energi yang lebih, mari kita pakai untuk berkontribusi pada terciptanya kebaikan bersama. Jangan dicurahkan untuk saling menyebarkan kebencian, apalagi permusuhan,” pesan gubernur.

AYA/Hms NTB




Aksi Massa Mahasiswa Ricuh Di Kantor DPRD Provinsi

Saat ini siapa pun yang hendak unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-undang, tapi harus dilakukan dengan kepala dingin

MATARAM.lombokjournal.com  — Aksi massa mahasiswa dari semua universitas di Matararam di depan Kantor DPRD NTB, Kamis (26/09), sempat ricuh.

Sekitar 10 ribu massa mahasiswa yang ikut aksi tersebut  menuntut dicabutnya RUU KPK yang telah disahkan DPR RI. Selain itu, mahasiswa juga menuntut dicabutnya RKUHP dan RUU Pertanahan yang dinilai bertentangan dengan aspirasi rakyat.

Kericuhan aksi mahasiswa itu dipicu setelah Ketua BEM Unram, Akhmad Amri bersama beberapa perwakilan dipersilahkan masuk untuk menyampaikan tuntutan. Mereka diterima pimpinan DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda serta Kapolda dan jajarannya.

Namun dari pertemuan itu ternyata antara wakil mahasiswa dan pimpinan dewan. Wakil mahasiswa  minta supaya ada perwakilan dari pihak DPRD NTB yang menemui massa dan menerima mereka depan kantor tersebut.

“Kenapa kantor Dewan di pagari kawat berduri, padahal kami ingin sampaikan aspirasi. Kami minta ketua dewan keluar temui massa untuk berdiskusi,” kata Akhmad Amri.

Namun perminntaan itu tidak serta merta dipenuhi. Sebab saat itu, Ketua DPRD NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda mengaku tidak berani keluar sebelum ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian.

“Siapa yang akan menjamin keamanan jiwa saya. Untuk adik-adik ketahui, saat saya muda dulu, pernah menjadi tokoh aksi, tapi dalam menyambut aspirasi dilakukan dengan cara yang baik,” kata Isvie.

Isvie sempat memuji dan mengaku bangga atas sikap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan tertib tanpa kekerasan, apalagi merusak fasilitas negara. Tapi, ada tidak jaminan keamanan dari Polda ketika dirinya menemui massa seperti permintaan wakil mahasiswa.

Di pihak lain, Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana menegaskan, aparat kepolisian selalu menjamin keamanan masyarakat termasuk para pendemo jika dilakukan dengan tertib.

“Kami jamin selalama cara menyampaikan aspirasi dilakukan dengan baik. Kami juga dibackup TNI,” ucapnya.

Ditegaskan Nana Sudjana, saat ini siapa pun yang hendak unjuk rasa diperbolehkan dalam undang-undang, tapi harus dilakukan dengan kepala dingin.

“Apa yang menjadi aspirasi masyarakat itu kita sampaikan ke pemerintah pusat. Ini kan persoalan pusat, karena itu akan disampaikan ke pusat,” kata Kapolda.

Merasa tidak puasa atas jawaban itu, perwakilan mahasiswa keluar dari ruangan dan kembali melakukan orasi depan kantor DPRD NTB.

Bermula dari ketidaksepakan itu akhirnya berbuntut ricuh. Aparat kepolisian saling dorong, terjadi pelemparan batu sehingga apara melepaskan tembakan gas air mata.

BACA JUGA ; Sampaikan Aspirasi Boleh, Gubernur Zul; Jaga Kondusivitas Daerah

Dalam pantauan media ini, sejak pagi ribuan massa mahasiswa sudah memadati jalan Udayana Mataram untuk menggelar aksi penolakan UU KPK, RKUHP dan RUU Pertanahan.

Massa mahasiswa yang merasa kepanasan dan tidak diizinkan masuk halaman gedung DPRD NTB, melakukan pendobrakan kekuatan aparat kepolisian yang berjaga, hingga terjadi dorong mendorong, dilempari batu. Akhirnya gas air mata pun di tembakkan.

AYA

 




Mulai 23 September, Partai Nasdem Loteng Buka Pendaftaran Kandidat Kepala Daerah

Tahap selanjutnya, para kandidat yang mendaftar tersebut akan mengikuti tahapan berjenjang dan juga penyampaian visi-misi yang diisi oleh panelis-panelis handal

lombokjournal.com —

PRAYA    ;   Pendaftaran kandidat bakal calon Kepala Daerah Kabupaten Lombok Tengah mulai dibuka di Kantor DPR Partai Nasdem Lombok Tengah, mulai 23 September hingga 23 Oktober .

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem kabupaten Lombok Tengah, Drs. H. L.  Supardan, MM. mengatakan, dimmulainya pendaftaran tersebut, berdasarkan hasil rapat konsilidasi partai di DPW NTB.

Dikatakannya, pendaftaran kandidat  bakal calon Kepala Daerah itu terbuka juga secara serentak di kabupaten lainnya di NTB.

Untuk Lombok Tengah di pusat kan langsung di kantor DPD Partai NasDem Lombok Tengah.

“Kami sedang melakukan pemetaan para tokoh-tokoh yang memang diunggulkan untuk maju. Tidak menutup kemungkinan juga untuk melakukan upaya “agregat” bila ada tokoh berpotensi untuk maju mendaftar,” ujarnya di Sekretriat DPD NasDem, Minggu (22/09) 2019.

Seluruh administrasi pendaftaran, kata Supardan disiapkan oleh Partai NasDem termasuk materai untuk keperluan formulir pendaftaran.

Tahap selanjutnya, para kandidat yang mendaftar tersebut akan mengikuti tahapan berjenjang dan juga penyampaian visi-misi yang diisi oleh panelis-panelis handal.

” Tentu sesuai dengan tahapan pilkada yang sudah di susun partai NasDem Lombok Tengah sesuai dengan arahan dari DPW dan PO dari DPP Partai,” ujar Supardan.

Secara terpisah Ahmad Syamsul Hadi, Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, hingga saat ini pihaknya berkomitmen memajukan kader murni untuk maju ke dalam perhelatan pilkada ke depan.

“Namun bila ada yang mempunyai cukup syarat khusus di luar kader partai seperti berpotensi untuk menang mulai dari popularitas, ketersukaan, keberterimaan, keterpilihan dan dukungan penggalangan logistik, kenapa tidak, partai NasDem sangat apresiasi siapa pun yang punya semangat untuk Lombok Tengah ,” katanya.

Sekretaris DPD NasDem Lombok Tengah ini juga menyampaikan, selama proses pendaftaran tidak dipungut biaya.

“NasDem kan anti mahar, kalau anda punya komitmen untuk rakyat, punya integritas untuk masyarakat, juga kepada partai NasDem, dan mempunyai hasil survey yang oleh partai NasDem di akreditasi langsung, silahkan daftar, terbuka kok,” kata Ahmad.

Me

Narahubung ; Ahmad SH. 081337374038

Drs. H. L. Supardan MM. ; 08128674969




Gubernur Sambut Baik Yayasan Fu Qing Ikut Bantu Madrasah Yang Terdampak Gempa

LOBAR.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc., memberi sambutan pada kegiatan Peresmian Gedung Madrasah Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW Salut,  Kecamatan Narmada Lombok Barat, Minggu (22/09) 2019.

Pondok Pesantren Hikmatusyarief merupakan salah satu pesantren yang terkena dampak dari gempa yang melanda NTB tahun 2018 lalu.

Selain Gubernur NTB, hadir pula Bupati Lombok Barat, Ketua Yayasan Fu Qing Internasional, Dr. Alim Markus, Ketua Yayasan Fu Qing Jawa Timur, Sekjen Dewan Pembina Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW dan Kapolda NTB.

Gubernur NTB dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Yayasan Fu Qing yang sudah memperhatikan pendidikan yang ada di NTB. Gubernur memuji kiprah Alim Markus yang memiliki jiwa sosial dan peduli dengan pendidikan,

” Kebetulan saya menjadi anggota DPR tiga priode di Jakarta dan saya sering bertemu dengan orang yang jabatannya tinggi dan banyak uangnya tapi tidak ada yang seperti pak Alim Markus,” tuturnya.

Gubernur juga mengungkapkan, seluruh keluarga besar Yayasan Fu Qing sudah menjadi keluarga besar masyarakat NTB dan NW.

“Seluruh Madrasah NW di NTB akan selalu menyambut keluarga besar Yayasan Fu Qing sebagai saudara,” ujarnya.

Gubernur berharap, kegiatan yang dilakukan oleh Fu Qing bisa menjadi pelajaran dan contoh bagi semuanya.

“Abang-abang kami sekalian (Yayasan Fu Qing Internasional-red) kami menerima dengan hati terbuka dengan jiwa yang lebih besar, mudah-mudahan kehadiran abang-abang semua mampu menghadirkan keberkahan bagi daerah yang sangat kita cintai ini,” harapnya.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Fu Qing Internasional dan pihak-pihak yang terkait, karena sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap perbaikan fasilitas pendidikan pascagempa di Lombok Barat.

“Saya berpesan  semua pihak ikut menjaga gedung baru ini agar secara optimal terus mencetak generasi penerus bangsa,” katanya.

Ketua dari Yayasan Fu Qing Internasional,  Dr. Alim Markus dalam kesempatan itu mengungkapkan,  dirinya merasa bangga Fu Qing di daerah bisa membantu membangun kembali Madrasah Hikmatusyarief NW.

“Saya pertama kali menginjakkan kaki di Lombok, ini merupakan hikmah bagi saya,” tuturnya.

Ia berharap gedung pendidikan Hikmatusyarief yang baru ini dapat bermanfaat bagi semua dan diharapkan agar semua pihak terus membangun dan merawat gedung pendidikan agar nantinya bisa mencetak anak-anak terbaik bangsa.

“ Saya berterima kasih kepada Gubernur, Pengurus PBNW dan seluruh pihak terkait yang sudah menyambut Yayasan Fu Qing dengan hangat dan memberikan suasana kekeluargaan,” terangnya.

Untuk diketahui, Pondok Pesantren Hikmatusyarief berdiri pada tahun 1990. Adanya bantuan gedung tersebut memberikan tambahan semangat kepada santri dan santriwati Ponpes Hikmatusyarief tersebut.

Di penghujung acara, Gubernur dan tokoh-tokoh yang hadir menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikan gedung baru Pondok Pesantren Hikmatusyarief NW.

AYA/HmsNTB