Api TPA Kebon Kongok Masih Sulit Dipadamkan

Aparat tak hanya melakukan penaganan dilokasi kebakaran, juga  masyarakat setempat  sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh Dinas Kesehatan dengan pembagian masker

MATARAM.lombokjournal.com  — Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Provinsi NTB serta pihak terkait hingga saat ini masih berusaha untuk memadamkan kebakaran  tempat pembuangan akhir (TPA)  Regional Kebon Kongok Lombok Barat, yang terjadi pada Minggu sore lalu.

Kepala Pelaksana Badan penanggulanagn bencana daerah (BPBD) NTB, Ashanul khalik menjelaskan,  para tim yang terdiri dari LHK,BPBD Provinsi/kota, Dinas Sosial Provinsi, PUPR Provinsi sudah melakukan penangan secara terpadu yang dilakukan sejak Malam hari (16/9).

“Ada LHK, BPBD kab/ kota dan Provinsi, kemarin kita sudah rapat dengan sekda segera melakukan penanganan secara terpadu, dan mulai semalam kita pasang Light tower  dilokasi karena bekerja sampai malam,” ujarnya, Kamis  (17/10) 2109 di kantor Gubernur NTB.

Dengan diturunkannya alat berat oleh Dinas PU  dan tentunya dengan dibantu oleh petugas dari kabupaten Lombok Barat, Mataram kebakaran agar bisa teratasi.

Aparat tak hanya melakukan penaganan dilokasi kebakaran. Untuk masyarakat setempat  juga sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh Dinas Kesehatan dengan pembagian masker.

“Selain menurunkan alat,untuk masyarakat sekitar,  dinas kesehatan sudah membagikan Masker ,”  katanya.

Hingga saat ini belum ada masyarakat  yang melapor untuk dievakuasi.

Hasil rapat yang dilakukan dengan Sekda hari Rabu (16/10) disepakati untuk kendaraan yang disediakan yakni pemadam kebakaran sebanyak  3 unit, Kota Mataram  2 unit, Lombok Barat 1 unit, tanki untuk suplay air ada 9 unit, BPBD Provinsi sebanyak  2 unit, Dinsos Provinsi 4 unit, PUPR provinsi 1 unit, Kota Mataram 1 unit, damkar Lobar 1 unit.

Kemudian ada ekspakator dari PUPR Provinsi, dam truk 2 unit dari Dinas LHK 1 unit, kemudian Ligh tower dari BPBD bast light 3 unit  dari BPBD provinsi,  kemudian juga disiapkan masker khusus kebakaran untuk petugas.

“Hingga saat ini jumlah petugas yang membantu pemadaman api sebanyak 50 orang lebih,” kata Ahsanul.

AYA/HmsNTB




2020, TPA Kebon Kongok Hanya Terima Sampah Yang Sudah Dipilah

 

“Ibu rumah tangga, anak sekolah dan masyarakat harus ikut berpartisipasi dengan cara tidak membung sampah sembarangan,kalau bisa dipilah dulu, dan selanjutnya bisa menyerahkan ke Bank Sampah yang sudah ada

MATARAM.lombokjournall.com — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB pada Tahun 2020 Mendatang Akan meberlakukan kebijakan dengan tidak lagi menerima sampah yang belum terpilah.

Hal ini ditegaskan l Kepala Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Mardani Mukarom,  Senin (14/10) 2019.

Murdani mengatakan, kebijakan ini merupakan salah satu upaya pelaksaan program pada peridoe kepemimpinan Gubernur NTB Dr.  Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah .

Dijelaskannya, konsep pemilahan sampah dilakukan untuk mengurangi Pasokan sampah yang akan di bawa ke TPA Regional  di Kebon Kongok (Lombok Barat)

“Begini, sampah tersebut akan dipilah terlebih dulu, plastik dipisahkan dan yang Organik juga dipisahkan, nah nantinya sampah yang sudah terlanjur dicampur tersebut, itu yang akan dibawa ke TPA, karena sudah dipilah jadi sedikit sampai TPA,” jelasnya.

Kepala Dinas LKH Provinsi NTB melanjutkan, produksi sampah NTB sebanyak 70 ton per hari. Inilah yang mendorong dinas LHK dan kehutanan untuk segera  membuat aturan pemilahan sampah tersebut agar TPA Kebon Kongok Bisa menampung sampah dalam waktu yang Lama.

Ia menyatakan, program ini tidak bisa dijalankan sendiri oleh pemerintah, karena harus melibatkan semua pihak.

“Ibu rumah tangga, anak sekolah dan masyarakat harus ikut berpartisipasi dengan cara tidak membung sampah sembarangan,kalau bisa dipilah dulu, dan selanjutnya bisa menyerahkan ke Bank Sampah yang sudah ada,” kata Mardani.

Selain bisa mewujudkan NTB Zero Waste,  pemilahan sampah ini akan meminimalisir tumpukan sampah di TPA Regional Kebon kongok tersebut.

AYA




TPA Kebon Kongok Kebakaran Tapi Pembuangan Sampah Jalan Terus

Pada tahun 2020 mendatang, sampah yang akan dibuang ke TPA sudah dipilah, sehingga memudahkan petugas untuk mengolah

MATARAM.lombokjournal.com — Musim kering yang cukup panjang tahun ini menyebabkan sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok Lombok Barat mengering, sehingga mudah terbakar.

Kebakaran yang terjadi TPA Regional Kebon Kongok Lombok Barat, hari Minggu (13/10) sore.

“Penyebabnya, letupan api dari sampah korek gas yang ada di dalam tertimbun didalam tumpukan sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Madani Mukarom, Senin (14/10) 2019.

Madani mengatakan, saat ini kondisi di TPA Regional belum bisa dipadamkan dengan maksimal, karena masih ada letupan api.

Dipastikan, kebakaran yang terjadi Minggu tidak mengganggu proses pembuangan sampah dari kabupaten/kota. Karena hal tersebut terjadi, dikhawatirkan akan menyebabkan penumpukan sampah.

Sampah-sampah yang ada di TPA regional Kebon Kongok dipasok dari Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Sampah yang dibuang oleh dua daerah tersebut, selama ini tidak pernah dipadatkan sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas.

Setelah dikelola oleh Pemprov NTB, TPA Regional tersebut akan ditata kembali. Hal ini juga untuk mengantisipasi kebakaran terjadi kembali.

Pada tahun 2020 mendatang, sampah yang akan dibuang ke TPA sudah dipilah, sehingga memudahkan petugas untuk mengolah.

Pemilahan sampah ini akan dimulai dari tingkat rumah tangga. Dimana, masyarakat yang tidak memilah sampah tidak akan diangkut oleh petugas.

“Peraturan itu akan kita lakasAnakan pada tahun 2020 nanti,karena ini merupakn cara untuk mewujudkan Program Zero Waste,” katanya.

AYA




Tiga Nama Calon Kuat Sekda NTB Muncul Dalam Diskusi M16, Iswandi Tak Masuk

“Sebelumnya dalam pemilihan Sekda yang sudah-sudah, masyarkat publik seolah abai dan tidak peduli. Tapi yang sekarang berbeda, fenomena ini bagus untuk menciptkan good governance, pemerintahan yang baik di NTB”

MATARAM.lombokjournal.com — Tiga nama dari lima calon Sekda NTB mencuat dalam diskusi publik “Calon Sekda NTB Idola” yang digelar lembaga kajian sosial politik M16, Minggu sore (13/10) 2019, di De Lima Cafe, Mataram.

Tiga nama yang mencuat adalah Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si, Assisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP., dan Assisten I Setda Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si.

Sementara Kepala Distanbun NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M. Si, dan PenjabatSekda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, tidak masuk dalam perbincangan.

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, diskusi yang digelar mengangkan isu seleksi Sekda NTB karena momentum ini merupakan momentum keterbukaan selama proses pemilihan Sekda dilakukan di NTB.

“Sebelumnya dalam pemilihan Sekda yang sudah-sudah, masyarkat publik seolah abai dan tidak peduli. Tapi yang sekarang berbeda, fenomena ini bagus untuk menciptkan good governance, pemerintahan yang baik di NTB,” katanya.

Pria humble yang akrab disapa Didu ini mengatakan, dengan proses yang terbuka diharapkan siapa pun yang terpilih menjadi Sekda bisa mencerminkan semangat good governance dimaksud.

“Kondisi pemerintahan Zul-Rohmi ini kan kita lihat sudah banyak upaya pembehanan, meski masih ada beberapa kelemahan. Dengan momentum (pemilihan) Sekda ini jadi tonggak penting untuk mengukur sejauh mana kepedulian Zul-Rohm dalam memilih Sekda dan menyerap aspirasi publik yang masuk,” tukas Didu.

Didu menekankan, Pansel Sekda NTB juga harus bisa membuktikan kinerja mereka dengan profesional, proporsional, transparan dan akuntable.

“Tanpa ada unsur like dan dislike. Sejak jauh hari M16 sudah mengungkapkan bahwa hasil Pansel idealnya dua pria dan satu perempuan,” tegas Didu.

Direktur Lesa Demarkasi, Hasan Masat SH mengatakan, diskusi publik soal Sekda Idola ini perlu dilakukan dan cukup strategis di mana publik ingin berpartisipasi untuk mendukung good governance dan ASM yang bersih mumpuni dengan kinerja yang bagus.

Ia menjelaskan, pada 14 Oktober Pansel Sekda NTB akan membuka kran aspirasi publik melalui pembukaan tanggapan dan pendapat publik bagi 5 calon Sekda NTB.

“Kami dari Lesa Demarkasi terus terang tertarik pada figur Lalu Gita,” tegas Hasan Masat.

Menurutnya, pengalaman Lalu Gita Aryadi di bidang birokrasi NTB sudah teruji dari beberapa pemerintahan, mulai dari zaman Gubernur Harun Al Rasyid, HL Serinata, TGH M Zainul Majdi, hingga saat ini di zaman Gubernur Zulkieflimansyah.

“Lalu Gita mampu mendampingi beberapa rezim pemerintah dan selalu bisa masuk dalam lingkaran terdekat memegang jabatan-jabatan strategis pula,” katanya.

Hasan menilai, dalam pemilihan Sekda NTB kali ini masalah geopolitik harus dikesampingkan.

“Tidak boleh lagi ada istilah dia itu Sasak, Mbojo, atau Samawa. Kalau dulu boleh saja karena berdasarkan teritorial untuk harmonisasi keterwakilan. Tapi karena sekarang pakai Pansel maka hal itu harus dihindari,” tegasnya.

Hasan menekankan, Sekda sebagai panglima para ASN di lingkup Provinsi NTB harus punya dedikasi, loyalitas integritas, dan kinerja yang dapat diterima pemerintah dan juga masyarakat NTB.

Pansel diharapkan tidak mempertimbangkan unsur kesukuan, golongan kelompok, maupun organisasi masyarakat tertentu.

“Karena hal itu sensitif. Pansel harus netral dan menilai berdasarkan Undang-Unadang ASN Nomor 5 Tahun 2014. Itu yang jadi asupan penting,” tegasnya.

Hasan mengatakan, Lalu Gita bisa diajukan masuk menjadi tiga besar calon Sekda NTB.

“Lalu Gita layak masuk 3 besar, dan Gubernur kami yakin memahami ini,” kata Hasan Masat.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pemuda Lombok, Taufik Hidayat mengatakan, pemilihan Sekda NTB kali ini merupakan pemilihan Sekda yang paling menarik.

Sebab, dalam prosesnya ternyata ada banyak kepedulian publik yang banyak memberikan masukan dan kritik.

Menurutnya, lima calon Sekda yang ada merupakan figur dan sosok birokrat NTB yang hebat dan memiliki kapasitas masing-masing.

“Lima nama ini orang hebat semua. Namun dengan banyak pertimbangan kami Gerakan Pemuda Lombok memilih mendukung pak Ridwansyah. Beliau juga pantas masuk tiga besar,” kata Taufik.

Ia menegaskan, jabatan Sekda NTB agar tidak asal dipilih.

Ia setuju bahwa pemilihan juga tidak harus mengadopsi geopolitik berdasarkan kesukuan.

“Tapi jangan juga karena kesukuan, orang yang pantas jadi Sekda justru tereleminir. Lepas dari SARA dan lainnya, kami menilai pak Ridwansyah memang mumpuni dan terbukti punya pengalaman,” katanya.

Menurutnya, hadirnya Ridwansyah sebagai Sekda akan membuat semangat Ber-Nusa Tenggara Barat akan lebih maksimal diimplementasikan menuju NTB Gemilang ke depan.

Diskusi Calon Sekda NTB Idola yang digelar M16 berjalan seru dan demokratis. Masing-masing peserta menyampaikan keunggulan calon Sekda yang didukung.

Di akhir diskusi, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto kembali menegaskan, bahwa M16 mendorong tiga besar calon Sekda NTB nantinya terdiri dari dua pria dan satu perempuan.

“Dua pria dan satu perempuan yang masuk tiga besar. Tinggal pansel pandai memilah dan memilih mana yang terbaik. Pansel harus paham dengan maksud diskusi ini maksud. Dan saya pikir pansel paham dengan yang kami sampaikan,” tukas Didu.

Me




KH Ma’ruf Amin Tanda Tangani Prasasti Grondbeaking Pembangunan Kantor PWNU NTB

Dalam rangka menyambut saratus kedua dari keberadaan NU maka NU di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan konsolidasi menyiapkan sarana dan prasarana dan siapkan kader

KH Ma’ruf Amin

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Wakil Presiden (Wapres) terpilih periode 2019-2024, Prof KH Ma’ruf Amin mengatakan, dengan dilakukannya groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung PWNU NTB menjadi pertanda bahwa PWNU NTB ke depannya semakin bangkit.

“Dengan peletakan (batu pertama pembangunan gedung PWNU NTB) ini menjadi satu pertanda bahwa NU NTB akan bangkit dan menjadi organisasi yang makin kuat di NTB,” kata KH Ma’ruf Amin, Sabtu (12/10) 2019 sore di halaman Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan No 6 Kota Mataram.

Namun untuk pembangunan gedung PWNU NTB diperlukan partisipasi semua pihak termasuk dari para kader NU dan pihak lainnya termasuk dari pemerintah.

“Saya kira warga NU akan ikut berpartisipasi selain gubernur, biasanya warga NU itu urunan karena itu sudah menjadi warisan,” terangnya.

“Karena saya yakin bahwa warga NU NTB tidak akan membiarkan pengurusnya berjuang sendiri pasti akan membantu,” ungkapnya.

Pembangunan gedung PWNU NTB termasuk sebagai upaya dalam rangka untuk menyambut seratus tahun kedua dari keberadaan atau berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Mantan Rais Am PBNU tersebut juga menyebutkan,  dalam rangka menyambut saratus kedua dari keberadaan NU maka NU di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan konsolidasi menyiapkan sarana dan prasarana dan siapkan kader.

Hal tersebut dilakukan karena tugas dari NU ke depannya baik dalam negeri maupun luar negeri semakin berat dan banyak.

“Dalam negeri kita menghadapi masalah menjaga masyarakat agar tetap tidak terpengaruh oleh aliran menyimpang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PWNU NTB, Prof H.Masnun Tahir mengatakan, pembangunan gedung NU NTB baru berjalan lima persen.

“Ini baru lima (5) persen berkat bantuan dari bapak gubernur dan para kader kader NU dan yang lainnya,” ucapnya.

Karena itu Dosen di UIN Mataram tersebut sangat berharap dengan dilakukan groundbreaking maka prosentase pembangunan gedung NU yang terletak di Jalan Pendidikan Kota Mataram tersebut bisa cepat selesai.

Kegiatan groundbreaking yang dirangkaikan dengan acara tasyakuran dan silaturahim lintas agama tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB, Kapolda, Danrem, Rektor UNU, Rektor Unram, Rektor UIN Mataram, Rais Syuriah PWNU NTB TGH LM Turmuzi Badaruddin serta para toga m lintas agama.

Me




HBK Berjanji Bakal Lunasi Janji Kampanye Di Dapilnya 5 Tahun Ke depan

 “pertarungan hingga 5 tahun ke depan adalah, pertarungan  memberikan  dharma bakti terbaik kepada masyarakat Lombok yang kita wakili”

lombokjournal.com —

MATARAM ;     H. Bambang Kristiono, SE (HBK), Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra yang juga Anggota DPR RI terpilih Dapil NTB-II/ P. Lombok, mengucapkan selamat kepada kader-kader terbaik Partai besutan Prabowo Subianto.

khususnya, yang mendapat amanah dari masyarakat P. Lombok untuk menjadi anggota Dewan dari Dapilnya masing-masing, baik di tingkat Kab/Kota maupun Provinsi di NTB.

“Tentunya dengan harapan dan do’a, mudah-mudahan kita semua mampu menjadi wakil-wakil rakyat yang amanah, yang dapat dipercaya serta dapat diandalkan oleh segenap pemilih-pemilihnya,” kata HBK Sabtu (12/10) 2019, di sela-sela kunjungannya di Mataram.

Menurutnya, setelah pertarungan politik (Pileg/Pilpres) selesai, segenap anggota Dewan dari Partai Gerindra harus mulai fokus dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bersama, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Bersama kader-kader terbaik Partai-partai lainnya di Parlemen, HBK menegaskan, seluruh anggota Dewan dari Partai Gerindra harus mampu bekerja-sama, bersinergi serta memberikan dorongan besar pada keadilan, kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat Lombok yang diwakilinya.

“Jadi, pertarungan yang harus kita lakukan sekarang hingga 5 tahun ke depan adalah, pertarungan dalam memberikan pelayanan serta dharma bakti terbaik kepada masyarakat Lombok yang kita wakili,” ujar HBK  yang baru saja dilantik awal bulan lalu di Senayan, Jakarta.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra ini berharap pada pembagian AKD di DPR-RI nanti dirinya bisa merebut salah satu kursi pimpinan Komisi agar janji-janji kampanyenya di Pemilu lalu bisa direalisasikan dan dijalankan dengan lebih maksimal. Yakni mendorong pertanian Lombok kembali jaya seperti di era tahun 80-an.

“Bersama Kementrian terkait, Pemerintah Daerah serta Universitas-universitas yang ada di Lombok, kita akan mencoba membangun kerja-sama untuk memproduksi hasil-hasil pertanian unggulan, yang mampu menjadi jawaban serta jalan keluar dalam mengatasi problema pengangguran serta peningkatan kesejahteraan,” katanya

Selain itu, pihaknya juga mengajak segenap anggota DPRD terpilih untuk bergandengan tangan, bekerja-sama yang baik, tanggap terhadap aspirasi masyarakat.

“Berjuang untuk meningkatkan keadilan, kemakmuran serta kesejahteraan bagi segenap masyarakat Lombok yang kita wakili,” ajaknya.

Instruksi Khusus HBK

Selanjutnya HBK juga memberikan instruksi  khusus untuk waktu lima tahun ke depan, yakni menjalin kerjasama dan bersinergi dengan berbagai pihak dengan cara melakukan reses secara bersama-sama di Dapil yang HBK ia wakili.

HBK juga menekankan para legislator Partai Gerindra terpilih untuk memberikan bantuan dan pelayanan sosial kepada masyarakat Lombok secara bergotong-royong, serta membuat kumpulan-kumpulan internal untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi berkelanjutan.

Terkait menghadapi Pilkada serentak NTB yang bakal dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang, HBK  menginstruksikan kepada seluruh pimpinan Partai Gerindra NTB untuk segera melakukan restrukturisasi dan penguatan kepengurusan sampai ke tingkat kepengurusan yang paling depan.

“Kalau perlu lakukan rotasi dan penyegaran-penyegaran serta harus ada badan independent yang berkonsentrasi mengurusi saksi-saksi di Pilkada serentak 2020 nanti,”perintahnya tegas.

Kemudian ditegaskannya, untuk selalu mengevaluasi dan mengkaji terus-menerus sejumlah kekurangan pada Pemilu kemarin.

Me




Wagub NTB Ingatkan, Mangrove Penting Untuk Mitigasi Bencana

MATARAM.lombokjournal.com — Hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat vital.

Selain menjadi tempat berkembangnya berbagai biota pantai dan ekosistem laut, ia juga berfungsi sebagai langkah awal dalam  mencegah bencana diwilayah pesisir seperti;  air pasang, abrasi/pengikisan  pantai dan lainnya.

“Mangrove ini, salah satu upaya mitigasi bencana juga, jadi mari kita kampanyekan untuk penanaman mangrove di tempat-tempat yang memang seharusnya di situ ada mangrove,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Ummi Rohmi menyampaikannya saat menerima Ketua dan Jajaran Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Islam (IKAPMI) Dompu dan Komunitas We Save NTB di Kantornya, baru-baru ini.

IKAPMI nenghadap Wagub Umi Rohmi guna melaporkan pelaksanaan kegiatan untuk mengisi  Hari  Pemuda dan Sumpah Pemuda, 28 Oktober tahun 2019.

Kegiatan yang dimaksud adalah menggelar penanaman mangrove secara masal. Juga akan mempelopori kegiatan bersih-bersih (clean up) di sekitar Pantai Bagek Kembar Sekotong, Lombok Barat , tanggal 27 Oktober mendatang.

Menurut Umi Rohmi, jika mengacu pada data hutan manggove saat ini. Dari 3.400 ribu hektare luas hutan mangrove di pulau Lombok, hanya sekitar 1.600 hektare atau 49,8% saja,  masih dalam kondisi baik.

Sisanya, kata Wagub masih membutuhkan penanganganan intensif karena rusak.  Sehingga sangat penting untuk melakukan penanaman mangrove di kawasan ekosistem, ujarnya.

Seperti; pantai di dusun  Bagek Kembar Desa Cendi Manik/ Teluk Lembar, Pantai Cemara, dan kawasan destinasi wisata bahari Sekotong Lombok Barat serta kawasan-kawasan lainnya.

Wagub mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh IKAPMI Dompu dan Komunitas We Save NTB tersebut.

Karena menurutnya kegiatan  penanaman mangrove tersebut nantinya, tidak hanya akan membantu melestarikan ekosistem laut.

Tetapi juga merupakan upaya mitigasi bencana. “Ini ide luar biasa karena menjadi habitat banyak biota laut serta bermanfaat untuk keberlangsungan ekosistem laut kita sekaligus mencegah abrasi,” pungkasnya.

Ketua IKAPMI Dompu, Arif Rahman  mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian mereka terhadap kondisi ekosistem serta lingkungan diwilayah pesisir .

“Isu lingkungan ini, bukanlah isu lokal melainkan sudah menjadi isu global. Karenanya kami bermaksud mengajak anak-anak muda NTB untuk terus menjaga dan melestarikan lingkungan,” jelasnya.

Arif juga menjelaskan, dimomen sumpah pemuda tahun ini, merupakan waktu yang tepat untuk meumbuhkan kesadaran kaum muda di NTB, untuk lebih peduli terhadap lingkungan khususnya wilayah pesisir pantai.

“Momen sumpah pemuda tahun ini,  kami ingin menunjukkan pada publik bahwa anak-anak muda NTB adalah anak muda yang peduli dan memiliki tekad kuat dalam memelihara bumi ini,” tegasnya.

Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan banyak lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, masyarakat, pemerintah, serta berbagai komunitas seperti; Komunitas HelpOther, PMI Lombok Barat, Komunitas Mangrove Bagek Kembar, Pemerintah Desa beserta karang taruna setempat.

AYA




Facebook Laju Digital, Manfaatkan Medsos Untuk Pengembangan Usaha dan Interaksi Sosial  

Gubernur NTB  Zulkieflimansyah menjadi salah satu kepala daerah yang menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Facebook Indonesia melaksanakan literasi digital melalui event Facebook Laju Digital.

Event ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital kepada pemerintahan di NTB, pelaku UMKM, hingga beberapa komunitas yang menggunakan Facebook sebagai salah satu media untuk menyebarkan informasi.

Event ini dikampanyekan oleh Facebook di 17 Provinsi di Indonesia. Provinsi NTB memiliki kesempatan menjadi provinsi ke 16 yang dikunjungi oleh Tim Facebook Indonesia.

Kampanye Laju Digital diisi dengan seminar dan pelatihan terkait media sosial yang dilaksanakan di Hotel Golden Palace, Mataram, Kamis (10/10/2019).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM dalam kesempatan itu menjelaskan Facebook merupakan salah satu media sosial yang memiliki dampak luar biasa bagi pemerintah.

Ia mengatakan tidak banyak pemimpin di Indonesia atau kepala daerah yang aktif menggunakan media sosial agar lebih dekat dengan masyarakat, padahal media sosial bisa menjadi media untuk mendengar langsung aspirasi masyarakatnya.

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah menjadi salah satu kepala daerah yang menggunakan media sosial sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat NTB.

“Kami telah membuktikan dari media sosial Gubernur NTB, sampai saat ini kita mendapatkan banyak masukan dan kritik yang di dalamnya memberikan arah dan saran. Kita mendengar dan melihat aspirasi masyarakat dari dekat,” ungkap Karo Humas yang kerap disapa Bang Najam tersebut.

Pada kesempatan ini pula, Bang Najam menjelaskan terkait enam misi dari NTB Gemilang, salah satunya yaitu NTB Aman dan Berkah. NTB Aman dan Berkah sangat dibutuhkan bagi masyarakat NTB khususnya dalam bermedia sosial.

“Jika kita ingin aman, maka amankan mulai dari jari-jari kita, pikiran kita, dan niat kita. Sehingga kita menjadi orang yang menyebarkan hal-hal yang positif bagi lingkungan dan semesta,” tutup Bang Najam.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kebijakan Publik Facebook di Indonesia, Ruben Hattari menjelaskan Facebook memberikan pelatihan kepada pemerintah, komunitas, LSM dan organisasi tentang bagaimana menggunakan sosial media untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

“Sejak tahun 2016, Facebook telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 30.000 siswa, orang tua dan guru untuk melatih kemampuan berpikir secara kritis dalam menggunakan media social,” katanya.

Ruben juga mengatakan, suksesnya kegiatan ini merupakan buah dari dukungan berbagai pihak dan berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB untuk sukses meraih era digital.

AYA/HmsNTB

 




40 Ribu Rumah Tahan Gempa Diserahkan Untuk Korban Gempa NTB

Deputi 1 Kemenko PMK juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Korem dan jajaran dan para fasilitator yang telah berjuang dalam percepatan rehab rekon RTG

lombokjournal.com —

LOMBOK BARAT  ;      Deputi 1 Kemenko PMK RI Bidang Kerawanan Sosial Dan Dampak Bencana, Mayjen TNI (purn) Dody Usodo Hargo,  meresmikan dan menyerahkan 40 ribu unit rumah  tahan gempa (RTG) bantuan pemerintah untuk Korban Gempa NTB.

Dody Usodo Hargo  didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan Kalak BPBD Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos. saat acara penyerahan  secara simbolis kepada perwakilan warga terdampak gempa, di lapangan Dusun Batulayar Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar Lombok Barat, Kamis (10/10) 2019.

40 ribu unit RTG tersebut terdiri dari rumah rusak ringan, rumah rusak sedang dan rumah rusak berat yang ada di Kabupaten/Kota se NTB yang sudah jadi dalam kondisi 100 persen, dan siap untuk ditempati pemiliknya.

Kalak BPBD Provinsi NTB dalam sambutannya mengucapkan selamat datang Deputi 1 Kemenko PMK dan ucapan terimakasih kepada TNI Polri yang telah membantu proses percepatan rehab rekon sehingga pembangunan RTG dapat berjalan lancar sesuai harapan.

Danrem 162/WB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Lombok Barat yang sukses dan cepat dalam proses rehab rekon selama 6 bulan yang lalu.

“Ini berkat kerjasama semua pihak yang saling bahu membahu dalam proses rekonstruksi pembangunan RTG baik TNI Polri maupun Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Terkait dengan aplikator yang nakal, menurut Danrem, tetap akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku oleh aparat penegak hukum.

Dalam kesempatan yang baik tersebut, Deputi 1 Kemenko PMK juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, Korem dan jajaran dan para fasilitator yang telah berjuang dalam percepatan rehab rekon RTG.

Dijelaskannya, kehadirannya di NTB dalam rangka memantau dan memastikan progress pembangunan RTG untuk para korban gempa.

“Bagi rumahnya yang belum jadi 100 persen agar bersabar dan khusus untuk rumah yang rusak berat agar segera dipercepat sehingga warga yang tidak memiliki rumah bisa langsung menempatinya,” harap Purnawirawan TNI AD tersebut. Hasil progress rehab rekons ini akan dijadikan bahan rapat di tingkat pusat,” paparnya.

Diharapkan seluruh masyarakat NTB bangkit dari keterpurukan pasca gempa untuk menjalani kehidupan yang lebih baik

Penandatanganan prasasti oleh Deputi 1 Kemenko PMK dan penyerahan kunci rumah secara simbolik oleh fasilitator kepada Deputi dan selanjutnya penyerahan kunci secara simbolik oleh Deputi didampingi Danrem 162/WB kepada Pokmas.

AYA




Hari Listrik Nasional, PLN UIW NTB Gelar Donor Darah

Kegiatan ini diharapkan dilaksanakan secara rutin oleh PLN agar stok ketersediaan darah di PMI Lombok barat dapat tercukupi

lombokjournal.om —

MATARAM ;  PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggelar aksi kemanusiaan donor darah, Kamis (10/10) di Kantor PLN UIW NTB,

Kegiatan ini bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Listrik Nasional ke-74 yang akan jatuh pada tanggal 27 Oktober.

Kegiatan donor darah ini merupakan wujud dan sumbangsih nyata PLN untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di Pulau Lombok.

Pada kegiatan ini PLN UIW NTB bekerjasama dengan PMI Lombok Barat.

“Kita tahu bahwa darah ini merupakan bagian penting kehidupan. Kebutuhan darah untuk saudara kita yang membutuhkan harus terpenuhi. Oleh karena itu, menyambut Hari Listrik ini, kami ingin kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain, salah satunya donor darah,” tutur Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram, Dony Noor Gustiarsyah.

Penanggung Jawab Laboratorium Unit Donor Darah PMI Lombok Barat, Dewi memberikan apresiasi kepada PLN karena telah bekerja sama dengan PMI Lombok Barat dan menginisiasi pelaksanaan kegiatan donor darah ini.

“PMI Lombok Barat melayani semua rumah sakit yang ada di Lombok Barat dan Mataram, serta beberapa juga di KLU. Kita ucapkan terimakasih kepada PLN yang sudah mengadakan ini sangat membantu sekali untuk ketersediaan darah di PMI Lombok Barat,” ucap Dewi.

Kegiatan donor darah ini diikuti oleh pegawai PLN yang ada di Pulau Lombok, tenaga alih daya, hingga masyarakat umum. Animo dari peserta cukup tinggi, dibuktikan dengan terkumpulnya 145 kantong darah dalam kegiatan donor darah ini.

“Antusiasme para pendonor cukup besar, target kami sebenarnya hanya 100, tapi ini bisa melebihi. Cukup lumayan untuk menambah stok darah,” kata Dewi.

Dewi berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara rutin oleh PLN agar stok ketersediaan darah di PMI Lombok barat dapat tercukupi.

“Baiknya rutin, jadi mungkin ada event 17 Agustus atau apapun kita bisa diundang pasti kita senang sekali karena bisa membantu memenuhi kebutuhan darah,” tutup Dewi.

AYA