Perusahaan Tambang Diminta Tetap Perhatikan Lingkungan

Meski memiliki pro dan kontra akan tetapi tambang sangatlah penting bagi pembangunan. Sebagai contoh Kutai Kertanegara tidak akan terjadi jika tidak ada tambang

MATARAM.lombokjournal.com  – Seluruh perusahan tambang di NTB diminta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Sehingga, keindahan pulau-pulau di NTB ini tetap terjaga dan selalu menarik masyarakat untuk berkunjung.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siiti Rohmi Djalilah menyampaikan itu dalam agenda Temu Profesi Tahunan XXVII Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), di Hotel Aruna Senggigi, Selasa (30/10/2019).

Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB itu menjelaskan,  di Provinsi NTB terdapat beberapa tambang besar.

Namun ia menilai, keberadaan perusahaan tambang tersebut tidak mempengaruhi keindahan pulau-pulau yang ada di NTB. Sebab, pemerintah selalu menekankan mereka untuk tetap menjaga lingkungan.

Kepada peserta pertemuan, wagub menjelaskan,  NTB terdapat dua pulau besar yaitu Pulau Lombok dan Sumbawa serta beberapa pulau kecil di dalamnya. Beberapa tambang besar juga terdapat Di NTB.

“Tapi keindahan pulau-pulau kami masih tetap terjaga karena kami dari pemerintah menekankan kepada tambang-tambang tersebut untuk berorientasi kepada lingkungan,” ungkap Umi Rohmi pada kegiatan dengan tema ‘Pengelolaan Pertambangan Indonesia dalam Industri 4.0’.

Wagub yang pernah berkecimpung di dunia pertambangan sekitar 10 tahun itu menyampaikan, kadang-kadang masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami keberadaan pertambangan.

Padahal pertambangan ini tetap diperlukan. Hanya saja, yang paling utama diperhatikan adalah aspek kelestarian lingkungan.

“Saya sedih karena banyak yang belum begitu paham bahwa tuntutan kita di dunia pertambangan dalam beberapa tahun kedepan Insya Allah akan semakin ramah terhadap lingkungan,” tambahnya.

Disampaikannya, Provinsi NTB merupakan salah satu daerah tujuan wisata dunia. Ia mengajak kepada tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut tidak hanya mengikuti seminar saja tetapi harus menikmati keindahan-keindahan di NTB.

Umi Rohmi berharap pertemuan tersebut akan menghasilkan hal-hal yang produktif dan menjadikan tambang agar familiar bagi masyarakat NTB sebagai sesuatu yang bukan untuk ditakuti.

Agar masyarakat paham terhadap pentingnya tambang, serta bagaimana cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa tambang juga dalam beroperasi tetap memperhatikan lingkungan.

“Bagaimana cara tambang-tambang ini bisa ramah dan dekat dengan masyarakat sehingga masyarakat paham apa yang kita lakukan dan bagaimana manfaat kita. Mudah-mudahan regulasi tentang tambang semakin memudahkan, semakin membuat perusahaan tambang ini beroperasi dengan produktif di Indonesia,” kata wagub..

Tambang mengundang pro dan kontra

Direktur Jendral Mineral dan Batubara, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Ir. Bambang Gatot Ariyono, M.M., DESS menjelaskan,  pertambangan memiliki hal positif dan negative.  Sering terjadi pro kontra di masyarakat.

Bambang Gatot  mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadikan tambang sebagai tulang punggung pembangunan daerah maupun nasional.

Menurutnya,  meski memiliki pro dan kontra akan tetapi tambang sangatlah penting bagi pembangunan. Sebagai contoh Kutai Kertanegara tidak akan terjadi jika tidak ada tambang.

“Oleh karena itu manfaat sosial, manfaat finansial selalu kita tingkatkan terus dan itu sudah saya sampaikan kepada perusahaan-perusahaan tambang agar bagaimana tambang itu berarti bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Diharapkan,  ke depan pertambangan harus lebih baik lagi sebagai agen development dan agen perubahan.

Ketua Perhapi, Ir. Rizal Kasli, IPM menjelaskan,  pihaknya telah merancang dan menjalankan beberapa program unggulan untuk mencapai visi misi dari organisasi ini.

“Program tersebut adalah memberikan masukan kepada pemerintah dan stakeholder pertambangan berdasarkan kajian strategis Perhapi meliputi pertambangan seperti merevisi undang-undang mineral dan batubara, kebijakan nasional mineral dan batubara, konservasi keselamatan kerja, pemikiran terhadap isu lingkungan dan ilegal loging dan beberapa hal lain yang terkait dengan aspek teknis dan regulasi,” ujar Rizal.

Hadir juga pada kegiatan itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Ir. Muhammad Husni, M.S., Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Andy Tirta, M.Sc., Ketua Umum Perhapi Ir. Rizal Kasli, IPM., dan Pengurus Perhapi.

AYA/HmsNTB




Jangan Terlambat Mengelola Limbah

Pengelolaan air limbah yang tepat merupakan bentuk  dukungan terhadap  program Zero Waste yang dicanangkan oleh pemerintah daerah NTB

MATARAM.lombokjournal.com – NTB, khususnya Lombok, saat ini menjadi salah satu destinasi wisata  terbaik di Indonesia karena itu untuk mendukungnya maka diperlukan pengelolaan limbah sejak dini.

Pengelolaan air limbah juga dibutuhkan kesadaran semua pihak agar jangan sampai terlambat seperti di daerah lainnya di Indonesia.

Menurut CEO PT Global Fasco Indonesia, Rey Zebua, pengelolaan air limbah harus dilakukan sejak saat ini dan jangan terlambat seperti di daerah lainnya.

“Jangan sampai sungai yang ada di Lombok  seperti Sungai Citarum Jawa Barat terpapar limbah berat,” ucapnya saat ditemui di sela sela sosialisasi dan optimisasi Instalisasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), di Kantor Dinas Kesehatan NTB,Rabu (30/10/2019) pagi.

Pihaknya menduga,  pemerintah Jawa Barat sendiri  mungkin terlambat melakukan pencegahan dan penanganan terhadap limbah baik air limbah maupun padat yang berasal dari altivitas usaha maupun rumah tangga.

“Jadi kalau sekarang kita lakukan  sosialisasi, maka  10 atau 20 tahun ke depan masalah limbah bisa teratasi, agar jangan sampai terjadi hal serupa di Jawa Barat,” terangnya.

Dalam sosialisasi yang dihadiri pihak Rumah Sakit dan Puskesmas tersebut, pihak PT Global Pasco Indonesia memaparkan terkait dengan tehnik pengelolaan air limbah yang sesuai dengan ketetapan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Sumber limbah itu berbeda beda demikian pula tehnik pengelolaannya tentu beda pula, dimana nanti hasil akhir limbah yang  keluar ke badan sungai itu sudah tidak terpapar lagi bakteri dan terciptakan ekosistem yang seimbang,” tegasnya.

Sehingga dengan pengelolaan limbah yang tepat maka hal tersebut juga dapat menunjang sektor pariwisata di NTB.

Pihak CEO PT Global Fasco Indonesia berharap kepada Pemerintah NTB melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup dapat memberikan penyuluhan dan teguran kepada pihak-pihak yang berkaitan.

“Jika mengacu kepada UU Nomor 32 tahun 2009 tentang  tentang  Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) pasal 104, bahwa setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah),” jelasnya.

Pengelolaan air limbah yang tepat merupakan bentuk  dukungan terhadap  program Zero Waste yang dicanangkan oleh pemerintah daerah NTB.

Dinas Kesehatan NTB yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Marjito menyambut baik dengan adanya sosialisasi terkait dengan  pengelolan IPAL.

“Dengan keberadaan PT Global Fasco Indonesia ini ikut berkontribusi dalam pengelolaan air Limbah,” terangnya.

Dalam sosialisasi tersebut hadir pula  sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan NTB, BPJS Kesehatan Mataram, Dinas Lingkungan Hidup NTB.

AYA




Wagub NTB Resmikan “The Gade Clean and Gold”

Bank Sampah diminta tidak hanya menangani sampah plastik saja, diharapkan juga mampu juga mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak dengan magot yang menghasilkan cacing

MATARAM.lombokjournal.com  —  Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meresmikan “The Gade Clean and Gold” di Bank Sampah Bintang Sejahtera Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Rabu (30/10) 2019.

Kepala Wilayah VII PT. Pegadaian Nuril Islamiyah, SE., MM, hadir dalam peresmian tersebut, karena itu bagian dari program Pegadaian untuk mendukung program Zero Waste di Provinsi NTB.

Saat peresmian hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dan Kota Mataram.

The Gade Clean and Gold merupakan program “Memilah Sampah Menjadi Emas Menuju Baitullah” yang dicanangkan PT. Pegadaian untuk ikut ambil bagian mensukseskan program Zero Waste di NTB.

Wagub Hj Sitti Rohmo menyambut gembira hadirnya program tersebut, sebab ia menilai program ini sangat luar biasa. Hal ini akan menjadi motivasi untuk menambah semangat masyarakat untuk mewujudkan NTB bebas sampah.

“Dengan energi positif ini, kita semua optimis di NTB sebentar lagi akan bebas sampah, ini sudah di depan mata,” ujarnya.

Menuju Baitullah

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini berharap program “Memilah Sampah Menjadi Emas Menuju Baitullah” dapat segera berjalan di seluruh wilayah NTB, bukan hanya di Kota Mataram saja.

Program ini bisa menjadi penyemangat untuk mengelola sampah dengan baik, karena dengan tabungan sampah orang bisa menunaikan ibadah haji.

“Dengan menabung 3,5 gram emas dari hasil sampah, sudah bisa membuka jalan untuk menunaikan ibadah haji. Dengan hal ini akan meningkatkan semangat kita untuk mengumpulkan sampah,” ungkapnya.

Untuk mensukseskan program ini, peran PT. Pegadaian, pemda dan PT. Bintang Sejahtera harus lebih luas.

Terutama untuk membentuk Bank Sampah dengan mendorong peranan desa dan kelurahan di NTB untuk membentuk minimal satu unit Bank Sampah di setiap desa/kelurahan.

Selain itu, ia juga meminta Bank Sampah tidak hanya menangani sampah plastik saja. Namun mampu juga mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak dengan magot yang menghasilkan cacing.

Umi Rohmi menyakini dengan pengolahan sampah organik dengan baik, maka program Zero Waste akan menuju kepada zero cost untuk pertanian dan peternakan.

“Selama ini tingginya cost pertanian di pupuk, sedangkan untuk peternakan tingginya cost itu ada pada biaya pakan ternak. Kalau bisa mengolah sampah untuk pupuk dan pakan ternak , maka kita akan bisa mewujudkan NTB zero cost untuk perternakan dan pertanian,” katanya.

Wagub berharap masyarakat NTB akan terbuka pandangan dan wawasannya, bahwa sampah bukan penyebab musibah, tapi sumber daya yang mendatangkan manfaat dan berkah, apabila mampu dikelola dengan baik.

DItekankan,  kunci dari keberhasilan semua hal itu dengan mulai melakukan pemilahan sampah. Bank Sampah harus terdepan dalam memilah sampah di tingkat masyarakat.

Selain itu juga harus gencar melakukan kampanye pilah sampah dari rumah.

“Semoga program ini bisa diperluas di seluruh wilayah NTB, sehingga masyarakat NTB bisa menabung untuk menunaikan cita-citanya untuk naik haji,” harapnya.

Peduli lingkungan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Wilayah VII PT. Pegadaian Bali-Nusra, Nuril Islamiyah, SE., MM menjelaskan, program “The Gade Clean and Gold” merupakan wujud nyata kepedulian Pegadaian melalui CSR terhadap lingkungan.

“Pegadaian tidak semata untuk mencari duit, tapi juga nama baik. Pegadaian memberikan kemanfaatan disamping secara bisnis dan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Nuril mengatakan program ini merupakan komitmen bersama antara Pegadaian dan pemerintah dalam memberikan kemanfaatan seluas luasnya kepada masyarakat, dengan mengajak masyarakat memlilah sampah menabung emas menuju Baitullah.

Ia menjelaskan, program ini merupakan wujud nyata Pegadaian peduli lingkungan dengan lebih fokus masuk ke Bank Sampah dan membangun mitra. Sebagai kontribusi memberikan kemanfaatan seluas- luasnya bagi suksesnya program pemerintah di NTB.

“Pagadaian mengajak warga Mataram untuk peduli kepada sampah. Hanya dengan membawa 5 kg sampah per hari, maka dalam waktu 5 bulan atau 3,5 gram emas, bisa dijadikan jaminan berangkat ke Baitullah,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan,  selain di Kota Mataram, juga akan segera dibangun Bank Sampah di Sumbawa Besar dan Selong, Lombok Timur.

“Momentum sinergi Pemerintah Provinsi dan Kota Mataram dengan masyarakat ini akan membuka wawasan dan mata kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Pegadaian juga menyerahkan mobil operasional Bank Sampah kepada PT. Bintang Sejahtera, dana CSR Bank Sampah sebesar Rp 250 juta,  CSR peduli sarana prasarana media pembelajaran untuk PAUD “Qanak Muchtar” sebesar Rp 30 juta, dan CSR sarana prasarana jalan dan gorong-gorong untuk Lingkungan Otak Desa Ampenan.

AYA/HmsNTB




Akibat Kekeringan Di NTB,  Lahan Pertanian Yang Mengalami Puso Mencapai 350 Hektar

Kesembilan wilayah kategori kekeringan ekstrem tersebut antara lain, Labuhan Pandan, Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, wilayah Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat

MATARAM.lomokjournal.com —  Kekeringan yang melanda hampir sebagian besar wilayah NTB dalam beberapa bulan terahir, mengakibatkan ratusan hektar tanaman pertanian padi milik petani mengalami puso (gagal panen).

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Husnul Fauzi mengatakan, lahan yang mengakami puso iitu mencapai hingga 50 hektar.

“Data Distan, luasan lahan tanaman pertanian mengalami puso akibat kekeringan sampai sekarang mencapai 350 hektar, yang tersebar di seluruh wilayah NTB” kata Fauzi di Mataram, Selasa (29/10) 2019.

Tanaman yang terdampak puso, selain tanaman padi, juga tanaman palawija seperti jagung, akibat kekurangan air. Namun kondisi tersebut tidak berkontribusi signifikan mempengaruhi produksi, terutama produkai padi.

Dikatakan, untuk diketahui, produksi padi NTB sampai sekarang tercatat sudah mencapai 1,4 juta ton lebih gabah kering giling (GKG) dan itu saja sudah sangat luar biasa.

“Tahun 2019 ini, Pemprov NTB menargetkan produksi padi GKG sebanyak 1,6 juta ton dan sekarang sudah hampir 1,5 juta ton dan dipastikan bisa tercapai hingga akhir tahun” katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebelumnya mengidentifikasi sembilan wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama musim kemarau 2019, telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori ekstrem, dengan lama HTH di atas 60 hari.

Kesembilan wilayah dengan kategori kekeringan ekstrem tersebut antara lain, Labuhan Pandan, Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, wilayah Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Wilayah lain yaitu, Alas Barat, Lape, Kabupaten Sumbawa, Sape, Lambu, Palibelo Teke, Parado, Kabupaten Bima dan wilayah Raba, Kota Bima. HTH terpanjang tercatat di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat dengan HTH 77 hari.

Sebagai dampak dari HTH dengan kategori kekeringan ekstrem tersebut, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti kekeringan, kekurangan air bersih dan potensi kebakaran lahan di sebagian besar wilayah NTB, khususnya di daerah-daerah rawan kekeringan dan daerah dengan HTH lebih dari 60 hari.

BMKG memperkirakan, kemarau di NTB akan berlangsung hingga Oktober dan dimungkinkan sampai Desember 2019.

AYA




Diskusi Kamisan M16, Segala Soal Calon Sekda NTB Akan Dikupas

“Kalau yang pertama lebih mirip beauty contest, karena ada masing-masing pendukung Sekda menyampaikan aspirasinya. Maka kali inilebih taktis dan mengerucut, dengan narsum mantan Sekda dan para calon Sekda sendiri”

MATARAM.lombokjournal.com —  Diskusi Kamisan yang akan mengupas figur Sekda NTB, kembali akan digelar M16. Diskusi bertajuk  “Sekda NTB Idola jilid II” itu rencananya  akan berlangsung hari Kamis (31/10) 2019 mendatang.

“Pasti lebih seru, karena pembicara yang kita undang adalah mantan Sekda NTB, dan lima calon Sekda NTB,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH, Selasa (29/10) 2019.

Menurutnya, diskusi Kamisan M16 kali ini merupakan tindaklanjut dari Diskusi Kamisan sebelumnya, yang dihadiri Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah sebagai keynote speaker.

Bedanya, kali ini diskusi akan lebih mengarah kepada bagaimana gambaran utuh tugas dan fungsi Sekda, dan juga apa saja pendapat publik tentang tupoksi tersebut.

“Kalau yang pertama lebih mirip beauty contest, karena ada masing-masing pendukung Sekda menyampaikan aspirasinya. Maka kali inilebih taktis dan mengerucut, dengan narsum mantan Sekda dan para calon Sekda sendiri,” katanya.

Pria murah senyum yang akrab disapa Didu ini menjelaskan, M16 akan mengundang mantan Sekda NTB, HM Nur sebagai keynote speaker, sekaligus berbagi gambaran suka dan duka menjadi Sekda saat ia menjabat dulu.

“Pak HM Nur sudah bersedia. Sementara untuk lima calon Sekda, kita masih kirimkan undangannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kamisan M16, Budi Wawan mengatakan, hingga Selasa (29/10) persiapan diskusi Kamisan sudah hampir rampung.

“Tema yang diangkat adalah Pendapat Publik untuk Sekda NTB Idola, dengan moderator utama Wahidjan dan cadangan Abdul Majid, Ketua Bannar NTB,” katanya.

Budi menjelaskan, diskusi Kamisan akan digelar pada Kamis (31/10) di De Lima Cafe, Mataram dimuai 20.30 Wita hingga 22.30 Wita. Dan disiarkan Live Streaming via FB

Diskusi Kamisan kali ini,  terselenggara atas kerjasama M16 dengan Lombok Global Institute (Logis).

Ia berharap dengan diskusi publik ini, masyarakat menjadi mengetahui secara utuh apa saja dan bagaimana proses yang terjadi dalam lelang bursa jabatan Sekda NTB yang saat ini masih berjalan.

Me




Soal Kebencanaan, Media Wajib Sajikan Informasi Dari Sumber Yang Benar

“Media wajib memberikan serta menyajikan informasi dari sumber yang benar, sebelum, saat terjadi, maupun pasca bencana”

MATARAM.lombokjournal.com — Peran media dalam kebencanaan sangat vital. Ketersediaan informasi akurat yang bersumber jelas diharapkan dapat mengurangi potensi kegaduhan di masyarakat saat bencana terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH saat menyampaikan materi dalam kegiatan seminar Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di Aula  Korem 162/Wirabakti, Senin 28 Oktober 2019.

Kegiatan itu dimaksudkan memaksimalkan publikasi pemberitaan dalam kebencanaan ini diikuti ratusan prajurit TNI, termasuk anggota Babinsa se Kota Mataram.

Diungkapkannya, setidaknya ada tiga pedoman yang harus dipegang dalam pengelolaan informasi kebencanaan, yaitu pertama, pentingnya informasi geologi/geografis pada suatu daerah. Dalam hal ini sosialisasi/ informasi awal tentang keadaan daerah harus dikomunikasikan kepada masyarakat, misalnya saja memberikan peringatan bahwa suatu daerah tergolong rawan bencana.

Kedua; harus ada lembaga/instansi yang berwewenang dalam mengeluarkan  informasi akurat dan terpercaya, tujuannya agar sewaktu waktu terjadi bencana, masyarakat tidak mengkonsumsi berita yang asal usulnya tidak jelas (hoax).

Serta yang terakhir ungkap Kadis, yakni tersedianya sistem informasi yang berguna mewadahi segala aksi beragam bencana.

“Media harus wajib memberikan serta menyajikan informasi dari sumber yang benar baik sebelum, saat terjadi maupun pasca bencana. ” ungkap mantan irbansus di Inspektorat NTB itu.

Aryadi  juga menjelaskan saat ini pemda NTB dalam hal kebencanaan telah  menjadi prioritas utama serta menjadi salah satu misi pembangunan di era kepemimpinan bang Zul dan Ummi Rohmi.

“Pemprov NTB, sudah memiliki program Desa tangguh bencana, sekolah siaga bencana serta aplikasi sistem informasi bencana yakni Si AGA. Semua itu upaya untuk mewujudkan NTB tangguh dan mantap,” ujar Aryadi.

Tak lupa ia juga mengucapkan apresiasi terhadap TNI yang telah bahu membahu bersama Pemerintah Provinsi NTB serta kabupaten/kota selama bencana gempa bumi yang melanda NTBdi tahun 2018 lalu, hingga proses rehab rekon yang dinilai berjalan dengan baik.

Ia berharap sinergitas itu tetap terbangun dan terjaga dan semakin baik lagi.

“Kami harapkan kawan kawan dari unsur TNI tetap bersinergi. Komunikasi yang sudah terjalin tetap terjaga untuk membangun daerah kita bersama,” harapnya.

AYA




Hari Sumpah Pemuda ke 91, Harapan Munculnya Tokoh Pemuda Yang Mendunia

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas para pemuda saat ini yaitu harus tangguh membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, kemudian menyongsong masa depan dunia yang lebih baik”

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB menggelar upacara Hari Sumpah Pemuda di ke-91 di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (28/10) 2019. Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Wakil Gubernur NTB membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali sesuai dengan tema Sumpah Pemuda tahun ini, yaitu “Bersatu Kita Maju”.

“Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 oktober 1928 dalam sumpah pemuda, bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa,” jelasnya.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang memiliki dampak positif dan negatif, menjadi sebuah tentangan bagi para pemuda saat ini.

Pemuda bisa membendung dampak negatif tersebut dengan memfilter ilmu pengetahuan dan karakter positif dalam berbangsa dan bernegara.

“Canggihnya ilmu pengetahuan serta mudahnya akses ke sosial media 8menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya dan lintas agama dan interaksi mereka di sosial media, berjalan real time 24 jam. Di sinilah peran para pemuda untuk bersaing dalam segi apapun tentunya dalam hal positif,” kata Menpora.

Menpora juga berharap, ke depan akan banyak muncul tokoh pemuda yang mendunia, yang mampu memberikan warna untuk mengubah dunia, dengan tekad dan semangat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimiliki.

Walaupun tantangan pemuda terdahulu dengan pemuda masa kini sangat berbeda. Namun, pada dasarnya memiliki tujuan yang sama yakni persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kalau pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras dan kultur menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas para pemuda saat ini yaitu harus tangguh membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, kemudian menyongsong masa depan dunia yang lebih baik,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 

 




Menyambut Hari Maulid, Pasar Murah Akan Digelar Di Seluruh Kabupaten Kota

“Untuk berjaga-jaga harga nanti melonjak kita akan antisipasi dengan mengadakan pasar murah”

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam menyambut Hari besar Keagamaan (HBKN ) pada akhir tahun 2019,  yakni menyambut Maulid Nabi Besar SAW, akan di adakan pasar murah di seluruh Kabupaten /kota di NTB.

“Dinas Perdagangan Provinsi NTB menggelar kegiatan pasar murah di seluruh kabupaten/kota selama satu bulan penuh yang akan mulai diadakan pada bulan November ini,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Hj. Putu Selly Andayani ,Senin (28/10) 2019 di Kantor Gubernur NTB.

Pasar murah dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, bertujuan untuk membantu dan memudahkan masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Nanti kita akan kerjasama dengan puluhan distributor yang ada dimasing-masing Kabupaten /kota,harga juga sesuai harga distributor,” tegas Selly.

Selly menegaskan, diadakannya pasar murah selama sebulan penuh ini dimaksutkan untuk menstabilkan harga karena biasanya menjelang Hari besar keagamaan Harga bahan pokok (bapok) selalu naik, terlebih di Kota Mataram khusunya Lombok yang merayakan Maulid dengan cara yang berbeda yakni sebulan penuh.

Dikatan Selly, tradisi Maulid di Mataram/Lombok sedikit berbeda dengan daerah lain. Karena selama bulan Maulid, masyarakat melakukan perayaan dengan berbagai acara religi dan roah atau selamatan dibarengi makanan-makan dalam porsi besar dan banyak.

“Untuk berjaga-jaga harga nanti melonjak kita akan antisipasi dengan mengadakan pasar murah,” kata Selly.

AYA




Wagub NTB Ikuti Penanaman Pohon Mangrove di Cendi Manik

Desa Cendi Manik Sejak tahun 2015 telah bekerjasama dengan mahasiswa dan pelajar secara bersama melakukan penanaman mangrove.

MATARAM.lombokjournal.com –– Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menghadiri penanaman 1 juta mangrove dalam rangka menjaga lingkungan, mitigasi bencana dan menumbuhkan pariwisata baru di daerah bakau di Desa Cendi Manik, Sekotong, Lombok Barat, Minggu (27/10) 2019.

Menanam mangrove

Ummi Rohmi, sapaan akrab wagub,  tersebut sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisasi oleh We Save NTB dan IKA PMI (Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Islam) Dompu tersebut, karena berkaitan dengan lingkungan dan kelestarian alam.

Menurut Ummi Rohmi, jika anak-anak muda terus berkontribusi seperti ini maka semakin mudah mewujudkan NTB Gemilang.

“Acaranya sederhana tapi esensinya luar biasa. Inilah anak-anak muda yang memiliki ide-ide yang luar biasa, dan semangat juang luar biasa. Jika penyalurannya benar, pemerintah akan mewadahi dan memfasilitasi semangat mereka untuk melakukan yang terbaik untuk bangsa. Maka insya Allah apa yang dicita-citakan bersama akan segera kita wujudkan,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengungkapkan, mencintai lingkungan artinya mempersiapkan warisan kepada generasi di masa depan. Warisan yang paling berharga adalah dengan menjaga lingkungan.

Menurutnya, kurangnya perhatian terhadap lingkungan dapat berdampak pada rusaknya infrakstruktur karena keseimbangan alam tidak dijaga.

“Maka dari itu, saya sebagai Wakil Gubernur NTB beserta jajaran kami di Pemprov bertekad untuk mengedepankan lingkungan menjadi suatu keharusan dan kebutuhan,” jelas Ummi Rohmi.

Menanam mangrove merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kelestarian alam. Fungsi mangrove bukan hanya untuk menghindari erosi dan abrasi namun juga penting bagi kelangsungan hidup habitat satwa bawah laut.

“Saya sangat berharap ini bukan hanya pencanangan saja, tetapi bagaimana cara agar kita mampu mewujudkan satu juta itu. Kita pula harus bertekad agar terealisasikan. Pemerintah akan men-support ide-ide seperti ini dan kita wujudkan bersama,” tutup Wagub.

Bersamaan dengan itu Kepala Desa Cendi Manik, Marne, S.Pd menjelaskan bahwa hutan mangrove merupakan salah satu objek unggulan di Desa Cendi Manik.

Sejak tahun 2015 telah bekerjasama dengan mahasiswa dan pelajar secara bersama melakukan penanaman mangrove.

“Harapannya, kedepannya Pemerintah memberikan dukungan baik secara moril maupun materil demi kemajuan dari wilayah desa kami maupun NTB,” jelasnya.

Setelah memberikan sambutan, Wagub yang didampingi oleh Asisten I dan III beserta Kadis LHK dan diikuti oleh seluruh peserta melakukan penanaman pohon mangrove.

Kemudian Wagub mengunjungi tenda cek kesehatan gratis yang diberikan untuk masyarakat Desa Cendi Manik.

AYA/HmsNTB




Akademi Presenter NTB, Ikut Mendukung Mewujudkan Visi-Misi NTB Gemilang

Lembaga penyiaran TV, Radio dan media penyiaran lainnya, akan maju jika didukung SDM dan anak-anak muda NTB yang bertalenta, sehingga tampil sebagai presenter-presenter handal  mengenalkan NTB pada dunia

MATARAM.lombokjournal.com – Terobosan baru bagi dunia entertainment show biz yang bertujuan membuka ruang ekspresi kepada publik seputar pemahaman  media komunikasi. khususnya dunia penyiaran.

Gde Aryadi

71 orang peserta dari sepuluh kabupaten kota se-NTB mengikuti ajang audisi Akademi Presenter NTB tahun 2019.  Penyelenggara kegiatan ini adalah stasiun televisi INews TV Mataram, bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Diskominfotik Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram (Sabtu, 26/10-2019).

Kegiatan ini mendorong potensi dan kualitas output SDM generasi muda berbakat di NTB, agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional menujuNTB Gemilang.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi mewakili Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, kegiatan pemilihan presenter ini menjadi instrumen penting mewujudkan visi-misi NTB Gemilang.

Menurut Gde Aryadi, Lembaga penyiaran TV, Radio dan media penyiaran lainnya, akan maju jika didukung SDM dan anak-anak muda NTB yang bertalenta, sehingga tampil sebagai presenter-presenter handal  mengenalkan NTB pada dunia.

Promosi daerah

Mantan Humas Pemkab Bima tersebut, menyebut Audisi Akademi presenter NTB itu, memiliki kaitan erat dengan kegiatan promosi potensi daerah.

Para peserta akan menjadi duta-duta NTB untuk mensyiarkan, mempromosikan dan mengenalkan NTB di kancah nasional maupun internasional.

Mnurut Gde Aryadi, peserta diwajibkan mengangkat berbagai hal tentang ke-NTB-an,  terutama program unggulan NTB Gemilang seperti progres pembangunan MotoGP di Mandalika, Zero Waste, 99 desa wisata serta banyak lagi kearifan budaya dan potensi ekonomi serta berbagai produk industri kerajinan rakyat yang perlu dipasarkan.

“Ini tentu sejalan dengan pembangunan yang sedang digencarkan oleh Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah dan Wkil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,” katanya.

Mantan Irbansus Inspektorat Provinsi NTB ini, lebih lanjut mengungkapkan, kalau bicara tentang desa wisata, berarti kita membangun dalam konsep komprehensif. Artinya desa yang bersih, lestari dan kearifan lokal serta kebudayaannya-pun terus berkembang.

“Juga toleransi serta UKM-nya yang maju. Tentunya keamanan desa harus terjamin dan tangguh,” tambahnya.

Desa yang disebut dengan desa wisata, lanjutnya, tidak hanya dilihat dari keindahan alamnya semata. Tapi yang paling menentukan adalah daya tarik manusianya dan kreativitas sumber daya manusianya.

Termasuk kreativitas dan SDM yang inovatif dalam  menciptakan nilai tambah produk serta menggali potensi dirinya untuk menjadi insan-insan pembangunan NTB yang profesional.

Dalam kesempatan sama, Direktur Inews TV Mataram, H. M. Samiarto mengatakan, kegiatan akademi presenter NTB memang dihajatkan untuk menggali potensi generasi muda yang handal dan profesional.

Ke depannya, mereka diharapkan menjadi penyiar-penyair hebat dan menjadi kebanggaan untuk masyarakat NTB.

“Nantinya, mereka akan dipilih menjadi presenter melalui seleksi dewan juri yang memiliki keahlian di bidang itu,” ungkapnya.

Samiarto mengungkapkan, lembaga penyiaran seperti Inews TV juga ikut membantu pemerintah NTB  menyiarka berbagai program-program unggulan maupun pembangunan yang sedang digencarkan oleh Gubernur, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Tema dalam audisi setiap peserta adalah berbagai program unggulan NTB seperti progres pembangunan MotoGP di Mandalika, Zero Waste, pengembangan pariwisata dan program lainnya.

“Kami tentukan tema-nya dari program pembangunan pemerintah saat ini. Sehingga peserta memiliki wawasan luas tentang program yang menjadi prioritas pembangunan NTB saat ini dan ke depannya,” jelasnya.

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi  menjelaskan, kegiatan ini sebagai ajang mengasah bakat para kader presenter di Provinsi NTB.

Dikatakan, terobosan baru bagi dunia entertainment ini bertujuan membuka ruangan ekspresi kepada publik, seputar pemahaman peran KPID NTB bagi dunia penyiaran daerah.

“Event ini juga mendorong potensi dan kualitas output SDM generasi muda berbakat di NTB. Kami pun berharap agar mereka mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” ujarnya.

AYA