Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama
MATARAM.lombokjournal.com – Semua komponen masyarakat diajak bersungguh-sungguh menanamkan jiwa kesetiakawanan sosial , sebagai modal untuk membangun daerah dan bangsa Indonesia.
“Kesetiakawanan sosial ini modal besar dan pilar kuat yang kita miliki. Tidak mungkin kita membangun NTB tanpa kebersamaan, kesetiakawanan, gotong royong dan sinergiritas,,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd .
Ummi Rohmi mengatakannya saat memberikan sambutan pada Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial Nasional (BBKS), Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) dan Hut ke 61 tahun Provinsi NTB, Rabu (11/12/2019) di lapangan Islamic Center, Mataram.
Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2019 yang dirangkai dengan Jambore pilar-pilar pembangunan kesejahteraan Sosial, dengan mengusung tema “Kesetiakawanan Sosial Kuat, NTB Gemilang”.
Wagub memuji dan mengapresiasi seluruh pilar-pilar Kesos NTB, yang selama ini dinilainya banyak membantu program strategis NTB Gemilang seperti pembentukan Bank Sampah, Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste di desa-desa.
“Dalam menggalakan NTB Zero Waste atau NTB Bersih, pendamping PKH terdepan mempelopori terbentuknya bank sampah bersama masyarakat,” ungkapnya.
Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga yang menjadi pilar terdepan memproteksi masalahah-masalah kesehatan, sosial dan lingkungan di NTB, PKH memiliki peran penting mendorong dan meyakinkan masyarakat untuk berkunjung ke posyandu, jelas Ummi Rohmi.
“PR” yang masih harus disukseskan, dengn ribuan pilar-pilar kesejahteraan sosial yang hadir adalah program Revitalisasi lebih dari 7000 Posyandu menjadi posyandu keluarga.
Yakni Posyandu yang terintegrasi melayani balita, remaja, dewasa, ibu-ibu hingga lansia. Juga menggandeng bank sampah sebagai penggerak ekonomi keluarga.
“Masyarakat yang konsultasi dapat menukar dengan sampah, sampah ini dikelola oleh bank sampah untuk menghasilkan nilai ekonomis,” jelas Hj. Rohmi.
Wagub juga mengajak semua pihak belajar menghadapi bencana. Menurutnya, NTB adalah daerah rawan bencana.
Bencana bukan untuk ditakuti, namun bagaimana cara menghadapinya, ramah dengan bencana.Tagana yang berada hingga desa dan dusun harus maksimal memberikan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat di desa-desa.
“Kita harus belajar menghadapi situasi ketika bencana, tindakan dan langkan yang dilakukan saat terjadi bencana, sehingga harapannya Desa di NTB harus Tangguh Bencana,” ajak wagub.
Saling interaksi dan menolong
Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi mengingatkan, manusia lahir untuk saling memberi, menolong dan membantu sesama manusia tanpa ada rasa pamrih.
Dalam semua agama mengajarkan tentang esensi manusia sebagai mahluk sosial untuk saling interaksi dan menolong sesama mahluk hidup.
Rahmat Kusnadi mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemrov NTB. Ia merasa bangga melihat penggiat kemanusia sejak awal apel perayaan HKSN begitu padu dan kompak.
Dengan modal kekompakan ini yang kita inginkan bersama, sehingga pelayanan kepada penerima manfaat soSial bisa cepat dan tepat.
“Kemensos RI sangat mengapresiasi dan bangga akan tugas saudara, saudari yang begitu mulia dan ihklas dalam memberikan pelayanan kesejahteraan social, khususnya dalam pelayanan korban bencana gempa bumi tahun 2018 yang lalu,” ucap Rachmat Kusnadi.
Penyelenggaraan pembangunan bidang kesejahteraan sosial merupakan amanat UU Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, menjadi tupoksi Kemesos sebagai leading sector.
Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.
“Sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang setinggi-tingginya bisa tercapai,” jelasnya.
Kadis Sosial Provinsi NTB Dra. T. Wismaningsih D. menyampaikan rangkian kegiatan ini dimulai sejak Selasa (10/12) dan akan berakhir Kamis (12/12). Meliputi gerak jalan sehat, donor darah, pelayanan kesehatanan, pelayanan kesehatanan mata, pelayanan KB dari, penanaman pohon di IC, bersih lingkungan, Tagana go to school, Sosialisasi Narkoba dari BNN, pembagian sembako dan pembagian daging.
Kegiatan HKSN dan Jambore ini melibatkan 1.279 peserta yang terdiri dari pilar pilar kesejahteraan sosial. Seperti Tagana, TKSK, TPSM, LKSK, CSAR, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Pelopor Perdamian, Penyuluh masyarakat, pengurus Karang Taruna Indonesua, SDM PKH yang terdiri dari pendamping, koordinator wilayah Kabupaten dan regional se-NTB hadir di halaman Islamic Center Kota Mataram NTB.
“Hadir juga keluarga penerima manfaat sampai 1.000 orang,”jelasnya di depan Kadis Sosial Kabupaten/kota se-NTB.
HKSN dan Jambore ini menurut Kadisos NTB, sebagai ajang untuk memperkuat komitmen pekerja sosial dalam memberikan pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga mewujudkan cita-cita kita bersama dalam bingkai NTB Gemilang.
AYA/HmsNTB