Hari Pangan Sedunia, Komitmen Penyediaan Pangan Bagi Masyarakat

“Hari Pangan Sedunia ini, kita jadikan momentum untuk memantapkan ketahanan pangan, dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi, dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat”

LOTIM.lommbokjournal.com —Peringatan Hari Pangan Sedunia Atau Indonesia World Food Day 2019 yang digelar di Provinsi NTB menyoroti perlunya sinergi dan komitmen bersama dalam pemenuhan penyediaan pangan bagi masyarakat.

“Kita harus berkomintmen untuk menjaga ketersediaan pangan, mulai dari lingkup yang terkecil. Seperti keluarga, masyarakat, desa hingga ke setiap penjuru di NTB,” ungkap Penjabat Sekda NTB Dr. Ir. H. Iswandi yang mewakili Gubernur NTB,di acara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 Tingkat Provinsi NTB, yang digelar di Selong, Lotim, Rabu (11/12/2019).

Indonesia World Food Day tahun 2019  diharapkan menjadi momentum kebangkitan produksi aneka ragam, produk pangan NTB, untuk menyongsong daerah NTB sebagai daerah super prioritas destinasi wisata di Indonesia.

“Mari kita jadikan Hari Pangan Sedunia ini sebagai momentum yang setrategis, dalam menunjukkan kreatifitas dalam memproduksi berbagai ragam, aneka produk olahan pangan, yang dapat dijual di pasar-pasar wisata yang kita kembangkan,” seru Iswandi.

Terakhir, dalam kesempatan itu, Iswandi  menyampaikan apresiasinya kepada Lombok Timur yang beberapa hari lalu mendapatkan penghargaan sebagai salah satu desa wisata, terbaik secara nasional di Indonesia.

Hari Pangan Sedunia dengan mengusung tema “Penguatan Ketahanan Pangan Menuju Nusa Tenggara Barat Gemilang” ini, dihadiri oleh 500 orang peserta perwakilan dari Kabupaten/Kota se-NTB.

Bupati Lombok Timur yang diwakili oleh Sekda Lotim  Drs. H. Rohman Farly, MM menyampaikan bahwa Hari Pangan Sedunia yang dirangkaikan dengan HUT ke-61 NTB ini, berfokus dalam memerangi kemiskinan, kelaparan, kekurangan pangan dan kekurangan gizi.

“Hari Pangan Sedunia ini, kita jadikan momentum untuk memantapkan ketahanan pangan, dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi, dengan melibatkan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat,” kata Rohman.

Lebih jauh, Rohman menegaskan bahwa ketahanan pangan ialah keadaan tersedianya bahan pangan yang cukup dan layak, yang dapat diakses dengan mudah oleh setiap induvidu dan aman dari bahan-bahan berbahaya.

“Ketahan pangan yang baik, akan mendorong terciptanya stabilitas di dalam kehidupan bermasyarakat, yang pada akhirnya akan menciptakan kondisi yang kondusif dalam pelaksaan pembangunan di segala aspek kehidupan,” tutup Rohman.

AYA/HmsNTB




Warga Arya Wang Bang Pinatih Dikunjungi Gubernur Zul

Kehadiran Gubernur Zul menjadi penyemangat umat dalam membangun Pura

LOBAR.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc. didampingi Inspektur Provinsi NTB, Ibnu Salim, SH., M.Si melakukan simakrama atau silaturrahmi dengan warga Arya Wang Bang Pinatih, Pura Karawitan, Gerung, Lombok Barat, Rabu (11/12/2019).

Gubernur Zu disambut penuh kehangatan oleh Ketua Paiketan Pusat dan Ketua Paiketan NTB, I Wayan Sulendra bersama warga Arya Wang Bang Pinatih.

Selain mempererat silaturrahmi, kunjungan tersebut juga sekaligus dalam rangka meninjau proses pengembangan Pura Karawitan. Bang Zul berharap kehadiran pemerintah dalam proses pembangunan Pura Karawitan, menjadi penambah semangat dalam membangun tempat ibadah tersebut.

Ia mengingatkan, agar semangat membangun tempat ibadah yang megah tersebut harus dibarengi dengan semangat yang lebih tinggi untuk mengunjunginya.

“Jangan Pura-nya mewah, namun kita jarang mengunjunginya. Jangan sampai kita gersang spritualitas”, katanya.

Gubernur berharap keberadaan Pura sebagai tempat ibadah, akan lebih banyak masyarakat yang akan menemukan ketenangan batin di tempat tersebut. Karena menurutnya di tempat inilah warga bisa menemukan ketenangan batin yang sesungguhnya.

Sebagai wujud partisipasi pemerintah dalam pembangunan sarana ibadah, pemerintah Provinsi akan membantu semampunya untuk kelancaran pembangunan Pura Karawitan.

Ketua Paiketan NTB, I Wayan Sulendra dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terimakasihnya atas kehadiran Gubernur Zul di tengah-tengah warga Arya Wang Bang Pinatih, Pura Karawitan.

Kehadiran Gubernur Zul menjadi penyemangat umat dalam membangun Pura. Selain itu ia juga berharap bantuan pemerintah dalam mengatasi maslah air bersih di tempat itu, dengan bantuan sumur bor sehingga krisis air yang sering dialami warga, khususnya di Gumise dapat diatasi.

AYA/HmsNTB

 




Diingatkan, Modal Kesetiakawanan Sosial Untuk Membangun Daerah

Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama

MATARAM.lombokjournal.com – Semua komponen masyarakat diajak bersungguh-sungguh menanamkan jiwa kesetiakawanan sosial , sebagai modal untuk membangun daerah dan bangsa Indonesia.

“Kesetiakawanan sosial ini modal besar dan pilar kuat yang kita miliki. Tidak mungkin kita membangun NTB tanpa kebersamaan, kesetiakawanan, gotong royong dan  sinergiritas,,” ujar Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd  .

Ummi Rohmi mengatakannya saat memberikan sambutan pada Bulan Bakti Kesetiakawanan Sosial Nasional (BBKS), Bulan  Bhakti Karang Taruna (BBKT) dan Hut ke 61 tahun Provinsi NTB, Rabu (11/12/2019) di lapangan Islamic Center, Mataram.

Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2019 yang dirangkai dengan Jambore pilar-pilar pembangunan kesejahteraan Sosial, dengan mengusung tema “Kesetiakawanan Sosial Kuat, NTB Gemilang”.

Wagub memuji dan mengapresiasi seluruh pilar-pilar Kesos NTB, yang selama ini dinilainya banyak membantu program strategis NTB Gemilang seperti pembentukan Bank Sampah, Revitalisasi Posyandu dan Zero Waste di desa-desa.

“Dalam menggalakan NTB Zero Waste atau NTB Bersih, pendamping PKH terdepan mempelopori terbentuknya bank sampah bersama masyarakat,” ungkapnya.

Revitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga yang menjadi pilar terdepan memproteksi masalahah-masalah kesehatan, sosial dan lingkungan di NTB, PKH memiliki peran penting mendorong dan meyakinkan masyarakat untuk berkunjung ke posyandu, jelas Ummi Rohmi.

“PR” yang masih harus disukseskan, dengn ribuan pilar-pilar kesejahteraan sosial  yang hadir adalah program Revitalisasi lebih dari 7000 Posyandu menjadi posyandu keluarga.

Yakni Posyandu yang terintegrasi melayani balita, remaja, dewasa, ibu-ibu hingga lansia.  Juga menggandeng bank sampah sebagai penggerak ekonomi keluarga.

“Masyarakat yang konsultasi dapat menukar dengan sampah, sampah ini dikelola oleh bank sampah untuk menghasilkan nilai ekonomis,” jelas Hj. Rohmi.

Wagub juga mengajak semua pihak belajar menghadapi bencana. Menurutnya, NTB adalah daerah rawan bencana.

Bencana bukan untuk ditakuti, namun bagaimana cara menghadapinya, ramah dengan bencana.Tagana yang berada hingga desa dan dusun harus maksimal memberikan edukasi dan mitigasi bencana kepada masyarakat di desa-desa.

“Kita harus belajar menghadapi situasi ketika bencana, tindakan dan langkan yang dilakukan saat terjadi bencana,  sehingga harapannya Desa di NTB harus Tangguh Bencana,” ajak wagub.

Saling interaksi dan menolong

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Rachmat  Koesnadi mengingatkan, manusia lahir untuk saling memberi, menolong dan membantu sesama manusia tanpa ada rasa pamrih.

Dalam semua agama mengajarkan tentang esensi manusia sebagai mahluk sosial untuk saling interaksi dan menolong sesama mahluk hidup.

Rahmat Kusnadi mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pemrov NTB. Ia merasa bangga melihat penggiat kemanusia sejak awal apel perayaan HKSN begitu padu dan kompak.

Dengan modal kekompakan ini yang kita inginkan bersama, sehingga pelayanan kepada penerima manfaat soSial bisa cepat dan tepat.

“Kemensos RI sangat mengapresiasi dan bangga akan tugas saudara, saudari yang begitu mulia dan ihklas dalam memberikan pelayanan kesejahteraan social, khususnya dalam pelayanan korban bencana gempa bumi tahun 2018 yang lalu,” ucap Rachmat  Kusnadi.

Penyelenggaraan pembangunan bidang kesejahteraan sosial merupakan amanat UU Nomor 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial, menjadi tupoksi Kemesos sebagai leading sector.

Pembangunan kesejahteraan sosial diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS dalam menyelesaikan permasalahan secara bersama-sama.

“Sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat yang setinggi-tingginya bisa tercapai,” jelasnya.

Kadis Sosial Provinsi NTB Dra. T. Wismaningsih D. menyampaikan rangkian kegiatan ini dimulai sejak Selasa (10/12) dan akan berakhir Kamis (12/12). Meliputi gerak jalan sehat, donor darah, pelayanan kesehatanan, pelayanan kesehatanan mata, pelayanan KB dari, penanaman pohon di IC, bersih lingkungan, Tagana go to school, Sosialisasi Narkoba dari BNN, pembagian sembako dan pembagian daging.

Kegiatan HKSN dan Jambore ini melibatkan 1.279 peserta yang terdiri dari pilar pilar kesejahteraan sosial. Seperti Tagana, TKSK, TPSM, LKSK, CSAR, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Pelopor Perdamian, Penyuluh masyarakat, pengurus Karang Taruna Indonesua, SDM PKH yang terdiri dari pendamping, koordinator wilayah Kabupaten dan regional se-NTB hadir di halaman Islamic Center Kota Mataram NTB.

“Hadir juga keluarga penerima manfaat sampai 1.000 orang,”jelasnya di depan Kadis Sosial Kabupaten/kota se-NTB.

HKSN dan Jambore ini menurut Kadisos NTB, sebagai ajang untuk memperkuat komitmen pekerja sosial dalam memberikan pelayanan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga mewujudkan cita-cita kita bersama dalam bingkai NTB Gemilang.

AYA/HmsNTB




Miliki Pengalaman, TGH Ma’arif Dukung Hj Selly Di Pilwali Mataram 2020

“jika ada segelintir oknum YANG memainkan isu pemimpin perempuan, itu  isu lama. Dalam padangan Islam jelas, tidak ada beda antara pemimpin laki-laki dan perempuan itu”

LOTENG.lombokjournal.com  – Rais syuriah PCNU Loteng, TGH. Ma’arif Makmun menyatakan dukungannya pada Kepala Dinas Perdagangan, Hj. Putu Selly Andayani untuk maju dalam kontestasi Pilkada Mataram 2020.

Menurut Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah itu, kinerja Hajjah Selly Andayani selama menjadi pejabat ASN dimanapun ditempatkan baik di lingkup Pemprov NTB dan Penjabat Wali Kota Mataram, dianggap telah mumpuni dan telah terbukti serta teruji memberikan kontribusi pada masyarakat.

“Jadi, yang mendorong Pak H. Rachmat sedari awal untuk mencalonkan istrinya itu adalah saya. Karena, saya mendengar langsung aspirasi masyarakat, serta para tokoh agama dan masyarakat terkait kinerja Ibu Selly selama ini,” ujar TGH. Ma’arif Makmun menjawab wartawan, Selasa (10/12/2019).

Ia mengaku, telah kenal pribadi Hajjah Selly sudah cukup lama. Kata Ma’arif, dari interaksinya selama ini, sosok Selly merupakan pribadi yang sederhana, tidak angkuh.

Dan utama, Selly itu sangat menghargai para tamu yang datang bersilaturahmi ke kediamannya dan kantornya.

“Saya sering bersilaturahami ke rumah pak H. Rachmat. Disitu saya lihat langsung, beliau sangat sopan dan tidak pernah mendahului suaminya. Jadi, pribadi yang menghargai tamu yang datang itu adalah indikasi jika sosok sosial kemasyarakatannya sangat bagus. Itu intinya sebenarnya seorang pemimpin itu,” kata TGH. Ma’arif.

Pemimpin Perempuan

Menurut TGH Ma’arif, dalam Islam terkait pandangan pemimpin dari kalangan perempuan, sejatinya kedudukan wanita sama seperti laki-laki umumnya dalam profesi sebagai pemimpin.

Pemimpin yang dimaksud adalah pemimpin negara.

Mengingat, Islam juga menjunjung tinggi martabat wanita seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 97.

Yakni, ‘Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan’.

“Jadi, jika ada segelintir oknum yang akan memainkan isu pemimpin perempuan, itu adalah isu lama. Dalam padangan Islam kan jelas tidak ada bedanya antara pemimpin dari laki-laki dan perempuan itu,” tegas TGH. Ma’arif.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara. Ia menuturkan, isu soal pemimpin perempuan sempat dihembuskan saat Presiden kelima RI yakni, Hj. Megawati Soekarno Putri memimpin bangsa Indonesia.

Namun, lantaran banyak di negara mayoritas Islam. Salah satunya Pakistan sudah tidak lagi mempertentangkan soal isu perempuan. Maka, saat Megawati dilantik menggantikan Almarhum Presiden Gus Dur, isu penolakan pemimpin perempuan itu reda dan hilang di permukaan dengan sendiri.

“Pastinya, masalah pemimpin perempuan itu dari pandangan ulama masih ada khilafnya. Disitu jika ada khilaf maka, kita diperkenankan dan kita tidak boleh mengingkarinya. Toh, Ibu Mega tetap menjadi Presiden kelima. Sampai hari ini, semua umat Islam mengakui jika Bu Mega adalah Presiden kelima,” jelas TGH. Ma’arif.

“Insya Allah, jika ada lawan politik memainkan isu pemimpin perempuan, saya pastikan jualan politiknya enggak akan laku,” sambungnya.

Ia menambahkan, dari pembicaraanya dengan tokoh-tokoh Lombok Selatan yang berdomisili dan menetap di Kota Mataram, umumnya mereka sepakat jika Hj. Putu Selly Andayani sangat tepat dan cocok memimpin di ibu kota provinsi NTB kedepannya.

“Sebagai tokoh Lombok Selatan yang kenal lama dengan Ibu Selly. Insya Allah, saya pun akan siap turun ke Mataram untuk menggerakkan potensi keluarga dan jamaah yang saya miliki untuk bisa memenangkan Ibu Selly dalam Pilwali Mataram 2020 mendatang,” tandas TGH. Ma’arif Makmun.

Me




Budayawan Dilibatkan Dalam Pengawasan Pemilu Dan Pilkada

“Pendidikan politik sangat penting tidak hanya tugas Bawaslu semua elemen harus ikut mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik, peran budayawan juga sangat penting turut mencerdaskan terutama dalam mengajak memilih pemimpin yang baik”

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggandeng budayawan untuk ikut aktif melakukan pengawasan pemilu dan pilkada.

Pengawasan partisipatif merupakan salah satu program yang diusung Bawaslu untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Bawaslupun aktif melakukan sosialisasi, salah satunya workshop pengawasan berbasis kebudayaan yang digelar di Mataram, Selasa (10/12/2019) yang dihadiri sejumlah budayawan.

Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid menjelaskan, keikutsertaan para budayawan dalam mengawasi jalannya pemilu sangat penting. Sosialisasi pentingnya mencegah pelanggaran pemilu melalui atraksi budaya dan kearifan lokal lebih efektif menyentuh lapisan terbawah.

“Peranan budayawan sangat vital dalam mengawasi jalannya pemilu, terlebih ikut mencegah pelanggaran melalui budaya itu lebih mengena, dan menggugah masyarakat untuk ikut mengawasi,” ujar Khuwailid.

Lalu Sadaruddin salah satu budayawan yang menjadi narasumber mengatakan, berbagai atraksi budaya dan kearifan lokal bisa menjadi media menyampaikan program Bawaslu salah satu nya mensosialisasikan pencegahan pelanggaran.

Ia mencontohkan melalui pagelaran wayang ataupun kegiatan budaya yang lain, bisa di jadikan katalisator untuk menyampaikan program pencegahan. Meski demikian,  peran semua pihak tidak hanya Bawaslu untuk ikut memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Pendidikan politik sangat penting tidak hanya tugas Bawaslu semua elemen harus ikut mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik, peran budayawan juga sangat penting turut mencerdaskan terutama dalam mengajak memilih pemimpin yang baik,” papar nya.

Bawaslu NTB sebelumnya juga membentuk jaringan kampung pengawasan partisipatif pemilu. Tidak hanya budayawan pengawasan partisipatif juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

AYA




Baihaqi Usulkan Bentuk Pasukan Milenial Di Kota Mataram

“Prinsipnya jangan meremehkan talenta muda. Karena bila diberi kepercayaan mereka akan mengeluarkan sesuatu yang luar biasa”

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Keberadaan anak-anak muda milenial tidak boleh diabaikan. Dengan diangkatnya staf khusus Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial menunjukkan pentingnya keberadaan mereka.

H Baihaqi, yang akan maju menjadi  Calon Wakil Wali Kota Mataram, ingin di Kota Mataram memiliki barisan anak muda milenial.

Tugas mereka kemudian menginventarisir kebutuhan anak-anak muda Kota Mataram.

“Kita yang usianya sudah di atas 35 tahun jarang memahami apa kebutuhan mereka,” katanya, Senin (10/12/2019).

Pria ramah ini mencontohkan, kreativitas milenial yang sedang diminati seperti membangun bisnis start up, membuat creative preneur, atau mengkreasi mural (lukisan dinding) menjadi pojok seni di perkotaan.

“Untuk ide-ide seperti ini, bagi generasi tua menganggap aneh. Tapi, untuk anak muda ini menarik,” bebernya.

Menurutnya, menjadi penting baginya untuk aktif berkomunikasi dengan kalangan milenial. Berdiskusi dan bertukar ide. Menyerap hal-hal baru yang tengah diminati anak muda di Kota Mataram.

“Supaya pemetaannya jelas. Menyiapkan yang dibutuhkan, tidak hanya sekadar ada,” urainya.

Baihaqi menyebut, secara keseluruhan i Indonesia mengalami bonus demografi, dimana usia muda dan produktif lebih banyak dari usia non produktif.

Jika hal itu tidak disambut secara optimal dikhawatirkan generasi muda mengalami stagnasi pemikiran. Mereka terjebak dalam rutinitas yang sama dengan generasi tua.

Sedangkan di luar Kota Mataram anak mudanya telah melaju mengikuti perkembangan zaman.

“Prinsipnya jangan meremehkan talenta muda. Karena bila diberi kepercayaan mereka akan mengeluarkan sesuatu yang luar biasa,” imbuhnya.

Baihaqi menyebut sudut-sudut mural di Jakarta ataupun Bandung banyak dikerjakan oleh anak muda. Tembok kosong di sudut kota menjadi cantik, bahkan menjadi salah satu sudut foto.

Begitu pula dengan kelompok anak muda di Yogyakarta maupun Solo yang menghadirkan event-event kreatif, sanggup memadukan antara tradisional dan modern. Semua itu lahir karena kepercayaan dari pemerintah daerah.

Belum lagi event-event start up yang sering digelar di Jakarta atau Surabaya, itu inisiatornya juga anak muda, ujarnya.

“Saya harus banyak berdiskusi dengan para milenial untuk terobosan di Kota Mataram,” tegasnya.

Me




Rumah Korban Jago Merah Dikunjungi Bupati Najmul Akhyar

Si jago merah melalap rumah Amaq Aim tanpa ada yang tersisa sedikit pun, Semuanya ludes terbakar termasuk perabotan rumah tangga

BAYA.lombokjournal.com – Amaq Aim, yang rumahnya  korban kebakaran di Dusun Batu Keruk Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, dikunjungi Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH,Senin pagi (09/12/2019).

Bupati bersama keluarga Amaq Aim

Kunjungan itu merupakan kepedulian, perhatian serta tanggung jawab Bupati Najmul Akhyar selaku pengayom masyarakat,

Tragedi kebakaran itu terjadi Minggu, 8 Desember 2019 pukul 12.30 Wita. Amaq Aim, berusia 89 tahun, yang rmahya jadi orban keganasan s jago merah, adalah seorang mualaf yang menyambung hidup sehari-hari dari hasil membuat atap gasowan (atap dari daun kelapa,red).

Ditemui saat mengunjungi korban kebakaran, Bupati H. Najmul Akhyar mengungkapkan perasaan turut perihatin atas musibah yang menimpa Amaq Aim.

“Saya turut perihatin atas musibah yang menimpa orang tua kita. Beliau seorang mualaf hidup dengan keterbatasan lalu ada musibah seperti ini tentu saya sangat perihatin. Insyaallah saya minta data kepada Kadis Sosial. Kemudian segera menyelesaikan rumahnya juga karena beliau mendapatkan rumah RTLH. Kita berikan lewat Dinas Lungkungan Hidup. Dan, alhamdulillah, sudah mulai dibangun,” ungkap Bupati Najmul.

Kadus Batu Keruk Hermadi menuturkan kronologis kejadian api melahap rumah Amaq Aim. Menurutnya, informasi tragedi kebakaran tersebut ia peroleh dari tetangga korban.

Rentetan kejadiannya korban sedang memasak  lalu terburu-buru keluar rumah karena ada yang mencari. Kejadian naas itu pun tak terhindarkan lantaran saat keluar rumah korban lupa mematikan api di dapurnya.

“Sementara di dekat kejadian itu banyak sekali dedaunan kelapa kering,” pungkasnya.

Ditambahkan Hermadi, Amaq Aim tinggal bersama istri, anak dan 4 cucu. Untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari Amaq Aim mengandalkan penghasilan dari membuat atap gasowan.

“Istrinya mencari daun kelapa, Amaq Aim yang membuat atapnya di rumah,” tutur Hermadi.

Dibeberkan Hermadi, si jago merah melalap rumah Amaq Aim tanpa ada yang tersisa sedikit pun. Semuanya ludes terbakar termasuk perabotan rumah tangga.

Terhadap peristiwa tragis yang menimpa warganya, Hermadi berharap kepada Bupati Lombok Utara agar sesegera mungkin membantu Amaq Aim untuk mendapatkan rumah yang layak dihuni.

Terlebih saat ini keperluan hidup korban sudah tidak ada sama sekali termasuk kelengkapan sekolah cucunya karena habis hangus terbakar.

sta/humaspro




Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang”

BIMA.lombokjournal.com — Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mencanangkan Gerakan Save Teluk Bima, di Halaman Museum ASI Bima, Sabtu (07/12/2019).

Gerakan tersebut dimaksudkan untuk melestarikan dan menyelamatkan Teluk Bima bagi generasi masa depan. Gerakan tersebut salah satunya berupa penanaman pohon mangrove.

Teluk Bima merupakan sebuah teluk yang membentang mulai dari Lewa Mori, Kalaki, Oi Ni’u, Panda, Lawata, Ama Hami hingga Kolo dan sebagian kecamatan Soromandi dan Bolo, Kabupaten Bima.

Teluk ini dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut, wisata bahari, olahraga dayung, olahraga mancing, olahraga Jetski, wisata pantai, dan berbagai jenis kegiatan lainya.

Selain itu, di tengah-tengah teluk ini terdapat sebuah pulau kecil yang disebut Nisa To’i atau juga dikenal dengan nama Pulau Kambing.

Konon menurut cerita pada zaman dahulu, pulau kecil ini adalah tempat pelepasan kambing raja atau Sultan Bima sehingga dinamakan pulau kambing.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Rohmi itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan di sekitar.

“Betapa banyak potensi yang bisa kita angkat. Tapi jangan salah, kalau kita tidak barengi dengan rasa syukur,  dengan cara memeliharanya, maka dia akan sirna,” jelas Umi Rohmi di depan Walikota Bima, H. M. Lutfi, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi dan sejumlah kepala OPD Provinsi dan Kota Bima.

Teluk yang indah lanjutnya, akan hilang keindahannya apabila tidak dipelihara dan dilestarikan dengan baik. Begitu juga dengan laut, akan hilang keindahannya apabila telah rusak.

Maka, memelihara lingkungan itu tidak hanya menjadi kewajiban. Namun, menjadi kebutuhan bagi seluruh umat manusia.

“Yang namanya lingkungan itu adalah menjaga keseimbangan. Mengapa ada banjir, karena hilang keseimbangannya. Mengapa ada bencana, karena nggak seimbang,” jelas Ummi Rohmi.

Terkait dengan lingkungan kata Wagub, pemerintah provinsi menaruh perhatian serius. Termasuk katanya, pemerintah Kota Bima telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga lingkungan.

Ia juga mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka cara mencintai lingkungan sejak dini. Yaitu, mengajarkan cara menanam pohon serta menjaganya hinggu tumbuh besar.

“Save Teluk Bima ini membuka wacana, membuka kesempatan semua pihak untuk berkontribusi, berkolaborasi, melakukan penyelamatan di teluk itu,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Bima mengungkapkan Teluk Bima memiliki keindahan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Di samping airnya yang tenang, teluk Bima juga didukung oleh infrastruktur jalan yang rata.

BACA JUGA  ;

Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

Sehingga, inilah yang menjadi daya tarik para pecinta sepeda untuk menyelenggarakan event triatlon di kota tepian air itu. Ia berharap, semua pihak terus bersinergi untuk menjaga lingkungan, menyelamatkan generasi serta menyukseskan pembangunan.

Karena, potensi inti yang dikembangkan oleh pemerintah Kota Bima adalah pariwisata.

AYA/HmsNTB




Wagub Bersama Bupati Dan Walikota Bima, Tanam Pohon Cemara  dan Mangrove di Teluk Bima

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan”

BIMAlombokjouurnal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Ummi Rohmi) bersama Bupati Kabupaten Bima, Indah Damayanti Putri, Wali Kota Bima, H. M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima, Minggu (08/12/2019).

Penanaman itu bagian dari Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima.

Hadir para Asisten Gubernur NTB, yaitu Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan,  Ir. Ridwan Syah, M.Sc.MT.MM, dan Asisten Administrasi dan Umum, Ir. Hj. Hartinah, MM.

Ummi Rohmi mengatakan,  penanaman pohon tersebut merupakan orientasi menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana.

“Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana,” ungkap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu.

Ia memuji bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Umi Rohmi mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini. Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan.

“Perllu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya.

Bupati Bima menyampaikan, Kabupaten Bima tercatat sebagai daerah yang berisiko bencana. Salah satunya karena daerah ini dalam kawasan ring of fire. Namun, di era modern searag  banyak bencana akibat ullah manusia.

“Kegiatan Apel Kesiapsiagaan ini sangat strategis dalam rangka menyatukan persepsi dan koordinasi. Begitu juga dengan kegiatan penanaman pohon menjadi hal yang sangat dibutuhkan,” katanya saat memimpin apel tersebut.

Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Tujannya membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.

“Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga,” jelasnya.

BACA JUGA  ;  Wakil Gubernur Canangkan Gerakan Save Teluk Bima

Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Benih Bawang Sembalun Diduga Untuk Pengadaan di Sumut, Dioplos

“Kami juga mencurigai adanya “Persekongkolan Jahat” antara BPSB NTB dengan para Pengusaha tersebut karna diduga menggunakan label dan sertifikat benih secara resmi”

lombokjournal.com —

JAKARTA   —  Koordinator Forum Pemuda Peduli Petani Indonesia (FPPPI) M. Fadly  mengindikasikan, adanya temuan sejumlah 30 Ton (Kurang Lebih) benih bawang putih yang diduga busuk (rusak) pada Pengadaan bawang putih tahun 2019 di Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah 170 Ton (Kurang lebih) pada Tahun ini 2019.

Diduga pensuplai benih bawang putih ini adalah penangkar lokal dari Sembalun Lombok NTB. Penangkar lokal ini diduga pemain bawang putih tahun 2017 lalu yakni salah satu perusahaan swasta Nasional berinisial (PT. Pi)

Diduga pelakunya adalah Pensiunan Pertanian (UPT) Kecamatan Sembalun, sedangkan pemilik Sertifikat Label adalah salah satu UD yang ada disembalun dengan inisial (UD. AG).

Dari informasi yang dihimpun pihak FPPPI bahwa bawang tersebut diduga di OPLOS bekerjasama dengan pengusaha luar daerah, dimana mereka ini adalah bagian dari sindikat “mafia” diduga perusak program pemerintah tentang swasembada bawang putih.

“Kami juga mencurigai adanya “Persekongkolan Jahat” antara BPSB NTB dengan para Pengusaha tersebut karna diduga menggunakan label dan sertifikat benih secara resmi,” ujar Fadly.

“Kecurigaan kami benih bawang putih yang dikirim ke Provinsi Sumatera Utara yang rusak itu adalah sisa bawang putih tahun 2018 di sembalun yang berjumlah 100 ton, yang dimiliki oleh pemilik label saat ini, dan untuk itu, untuk memenuhi kebutuhan pesanan di Provinsi Sumatera Utara, barang tersebut diduga di OPLOS di wilayah sumatera utara,” sambungnya.

Ia menyayangkan perbuatan ini akan merusak citra bawang putih jenis Sangga Sembalun yang terkenal hebat, yang kesohor diseluruh penjuru tanah air.

“Untuk itu kami meminta BPSB Provinsi NTB untuk mencabut Izin penangkar benih yang dimiliki oknum pemilik label tersebut dan meminta Kementrian Pertanian untuk tidak mendiamkan persoalan ini serta meminta Bareskrim POLRI mengusut tuntas pengadaan bawang putih di sumatera utara tahun 2019,” pungkas Fadly.

AYA (*)