Demi Keindahan Kota dan Hak Pedestrian, Ide Ini Ditawarkan HRF Untuk Mataram

Penataan trotoar dan jalur-jalur pedestrian atau pejalan kaki yang baik, akan menambah keindahan Kota Mataram 

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Maraknya Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan trotoar makin marak, membuat keindahan Kota Mataram berkurang.

Selain keindahan kota terganggu, hak para pedestrian atau pejaan kaki pun terganggu.

Pemanfaatan trotoar sebagai jalur pedestrian atau pejalan kali di Kota Mataram, belum maksimal karena penataannya dinilai belum serius.

Padahal, semakin banyak jalur pedestrian dibuat dan digunakan sudah pasti akan mengurangi tingkat penggunaan kendaraan bermotor, dan mereduksi potensi kemacetan lalulintas di Kota ini.

Melihat kondisi tersebut, Bakal Calon Walikota Mataram, H Rohman Farly (HRF) menawarkan gagasannya untuk mengangkat program penataan trotoar ke depan.

HRF meniai, penataan trotoar yang tidak tepat juga membuat masyarakat menjadi malas berjalan kaki. Padahal jalan kaki sangat berguna bagi kesehatan dan mengurangi intensitas berkendara yang memicu kemacetan.

“Jadi perlu kita tata kembali dan maksimalkan fungsi jalur pedestrian di Kota Mataram ini,” kata HRF, Senin (16/12/2019)

Merujuk sebuah riset dari Stanford University yang dimuat di The New York Times pada 2017, HRF memaparkan, kondisi penataan trotoar di Indonesia yang buruk membuat orang Indonesia malas berjalan kaki.

Dari 111 negara yang diteliti, orang Indonesia rata-rata hanya berjalan sebanyak 3.513 langkah kaki per hari.

“Jumlah tersebut jauh jika dibandingkan dengan Hong Kong yang penduduknya rata-rata berjalan 6.880 langkah per hari atau Cina dengan rata-rata 6.189 langkah per hari,” ungkapnya.

Menurut HRF, penataan trotoar dan jalur-jalur pedestrian yang baik juga akan menambah keindahan Kota Mataram yang saat ini menjadi destinasi wisata MICE.

Bukan hanya sentuhan keindahan ornamen saja, tetapi juga kelengkapan penerangan di sepanjang jalur pedestrian.

Para wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Kota ini, bisa lebih merasakan kehangatan warga Kota Mataram, jika berjalan kaki dari hotel tempat mereka menginap ke pusat perbelanjaan atau pusat oleh-oleh di Kota ini.

“Tapi kalau tidak tertata rapi, dan kalau malam terkesan gelap, maka tamu pun akan enggan jalan kaki, walau tujuan mereka dekat dari hotel atau penginapannya,” kata HRF.

Revitalisasi Cidomo

Selain soal jalur pedestrian, HRF juga akan melakukan program revitalisasi angkutan tradisional Cidomo yang ada di Kota Mataram.

Mulai dari pendataan dan peremajaan Cidomo hingga pengaturan jalur-jalur lintasannya.

Menurut HRF, jika dikelola dengan baik, keberadaan Cidomo di Kota Mataram ini bisa menjadi ikon menarik dan khas bagi sektor pariwisata Kota Mataram.

“Saat ini kan Cidomo dianggap sebagai kesan kumuh perkotaan dan penyebab macet lalulintas di jalur tertentu. Tapi kalau ini bisa dikelola sebenarnya Cidomo ini justru kekuatan Kota ini di sektor pariwisata,” Tegas Rohman Farly.

Apalagi tidak semua Kota Wisata di Indonesia mempunyai transportasi tradisional yang menggunakan tenaga kuda seperti Cidomo, atau delman di Yogyakarta.

Kota Bandung justru membuat Cidomo dengan “kuda buatan” berupa sepeda motor yang dikreasikan dengan kepala kuda buatan.

“Di Bandung kereta Cidomonya malah ditarik dengan sepeda motor yang dimodifikasi dan dibuat membentuk kepala kuda. Nah, Mataram punya Cidomo dengan kuda asli, ini kan potensi kita,” imbuh HRF

Ke depan Cidomo akan dipercantik dan kelengkapan semakin baik sehingga kotoran kuda tidak berceceran di jalan raya.

Jalur-jalur lintasan khusus juga akan dikembangkan, untuk wisata keliling Kota Mataram.

“Kita bisa berdayakan Cidomo, para kusir kita bekali dengan kepariwisataan, kemudian jalur kita siapkan. Misalnya di jalan Lingkar Selatan atau jalan-jalan lain yang memungkinkan untuk berwisata Kota,” tukasnya.

Me

 




Gerindra NTB Berpeluang Bidik Calon Luar Partai Di Pilkada

“Untuk menciptakan suatu pemilu yang damai, bermartabat dan sejuk dibutuhkan komunikasi politik. Bahwa nanti di ujung seperti apa ini sangat situasional, karena antara suatu daerah memiliki karakter berbeda”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK) mengatakan, terbuka peluang bagi calon di luar Partai Gerindra untuk diusung maju dalam Pilkada NTB 2020.

Hal itu dikatakan HBK saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) di Kota Mataram, bertempat di Astoria Hotel, Minggu (15/12/2019).

“Rasanya sangat naif jika kita tidak mampu mendorong kader kita dalam Pilkada 2020. Kalau belum memungkinkan karena persoalan mau dan mampu maka kita mencari kader lain di luar Gerindra,” ujarnya.

Namun, calon luar partai yang diusung Gerindra harus membuktikan komitmennya dalam memajukan Partai Gerindra.

“Tapi memiliki komitmen untuk membesarkan dan membawa pengabdian dengan Gerindra jika ada kader yang di-DNA-kan,” katanya.

Rakerdasus tersebut sebagai bentuk konsolidasi Partai Gerindra NTB untuk memenangkan Pilkada NTB 2020 mendatang. Sebanyak 110 peserta baik dari anggota DPR RI, DPRD Kabupaten/Kota hingga Pengurus Cabang Partai Gerindra hadir dalam Rakerdasus.

Sejumlah tokoh Partai Gerindra yang hadir dalam Rakrdasus, seperti Dewan Pembina dan Anggota Badan Seleksi Organisasi (BSO), Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar yang mewakili DPP Partai Gerindra, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK), Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim, Mori Hanafi dan sejumlah Dewan Pimpinan Cabang se NTB.

Setali tiga uang dengan HBK, Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar juga mengatakan calon di luar Partai Gerindra harus mampu tunjukkan komitmen untuk sukseskan partai.

“Ada calon mau tapi tidak mampu, ada yang mampu tapi tidak mau, sehingga mungkin ada calon dari luar dan punya kemampuan. Tapi harus ada komitmen yang kuat dari calon tersebut,” ungkapnya.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat mengatakan, Partai Gerindra telah membentuk desk Pilkada yang berfungsi untuk melakukan penjaringan dan penyaringan terhadap calon, baik calon internal maupun calon luar partai.

“Dalam Pilkada, Gerindra punya sistem membentuk desk Pilkada, tugasnya melakukan penjaringan dan penyaringan. Baru akan masuk ke DPD untuk diskusikan,” ungkapnya.

Koalisi Tiga Partai

HBK juga mengungkapkan perkembangan koalisi Gerindra dengan partai lain seperti PKS dan PDIP. Menurutnya, komunikasi politik terus dilakukan, dan tidak hanya pada PKS dan PDIP, namun komunikasi politik juga dilakukan dengan partai lain.

“Komunikasi bukan hanya dengan PDIP, PKS tapi dengan partai lain membangun komunikasi. Kita terus berkoordinasi dengan semua partai yang ada,” ujarnya.

Dikatakannya, komunikasi politik yang baik akan melahirkan produk politik yang juga baik.

“Untuk menciptakan suatu pemilu yang damai, bermartabat dan sejuk dibutuhkan komunikasi politik. Bahwa nanti di ujung seperti apa ini sangat situasional, karena antara suatu daerah memiliki karakter berbeda,” tegas HBK.

Me

 




Rakerdasus Ajang Konsolidasi Partai Gerindra NTB Untuk Menangkan Pilkada Serentak 2020.

Rakerdasus ini sebagai bentuk konsolidasi Partai Gerindra guna memenangkan pesta politik di tahun 2020

lombkjournal.com —

MATARAM    ;        Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra menggelar Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) di Kota Mataram, bertempat di Astoria Hotel, Minggu (15/12/2019).

HBK, Amir Tohar dan Ridwan Hidayat

Rakerdasus tersebut merupakan konsolidasi Partai Gerindra NTB untuk memenangkan Pilkada NTB 2020 mendatang. Sebanyak 110 peserta baik dari anggota DPR RI, DPRD Kabupaten/Kota hingga Pengurus Cabang Partai Gerindra hadir dalam Rakerdasus.

Terlihat juga sejumlah tokoh Partai Gerindra hadir, seperti Dewan Pembina dan Anggota Badan Seleksi Organisasi (BSO), Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar yang mewakili DPP Partai Gerindra, Ketua Badan Pengawas dan Disiplin Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono (HBK), Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H Ridwan Hidayat, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Usman Ahim, Mori Hanafi dan sejumlah Dewan Pimpinan Daerah/Cabang .

Ridwan Hidayat dalam sambutannya mengatakan, Rakerdasus ini sebagai bentuk konsolidasi Partai Gerindra guna memenangkan pesta politik di tahun 2020.

Dikatakan, pada Februari 2020 mendatang seluruh struktur Partai Gerindra NTB hingga tingkat ranting akan rampung.

“Segera pada bulan Februari mendatang membentuk struktur partai sampai ke tingkat anak ranting. Hampir semua PAC (pengurus anak cabang) se NTB sudah terbentuk,” katanya.

Ridwan berharap sistem tata kelola Partai Gerindra NTB dapat menjadi contoh yang baik.

“Semua akan terdata, sistem tata kelola partai bisa menjadi contoh pada masa akan datang, bila perlu contoh di tingkat nasional,” ujar Ridwan Hidayat.

HBK yang memberikan sambutan kedua, mengevaluasi tata kelola partai, yang dikatakan masih ada kelemahan di tingkat saksi saat perhelatan Pemilu.

“Masih banyak kekurangan dan kelemahan yang kita miliki dan Alhamdulillah kita mulai tata. Yang paling lemah ada di saksi, kalau struktur masih berjalan baik. Kita terus perbaiki dan sempurnakan,” tandasnya.

Kendati demikian, HBK merasa bangga akan solid dan kompaknya fraksi Partai Gerindra di DPRD Kabupaten/Kota di NTB. Menurutnya, Fraksi Gerindra selalu menunjukkan kekompakan.

“Fraksi Partai Gerindra di NTB adalah fraksi paling solid, kokoh dan tidak pernah terdengar bentrok atau selisih paham. Kalaupun ada dapat segera dimediasi. Saya sangat apresiasi itu,” ungkapnya.

Anak Ranting Dari Milenial

HBK yang juga Anggota DPR RI terpilih dan duduk di Komisi I mengatakan, perlu dihadirkan milenial atau anak muda yang paham gadget untuk duduk di anak ranting Partai Gerindra.

Milenial katanya memiliki semangat muda yang energik dan mampu menguasai teknologi masa kini.

“Saya minta anak ranting kaum milenial yang paham gadget, untuk lima orang anak ranting kaum milenial yang hidupnya akrab dengan gadget,” katanya.

Milenial yang paham gadget dan teknologi dapat bermanfaat besar saat perhelatan Pemilukada, Pileg hingga Pilpres ke depan.

Karena generasi tidak hanya dapat menguasai teknologi dan teknik menarik dukungan masyarakat, milenial juga dapat bermanfaat di kegiatan di tempat pemungutan suara (TPS).

“Karena struktur (milenial) ini akan menjadi ujung tombak dari pembentukan saksi yang akan berkegiatan di TPS baik dalam Pemilukada, Pileg hingga Pilpres, supaya agenda Partai Gerindra di Pilpres 2024 mampu memberikan sokongan besar,” jelasnya.

Mayjen TNI (Purn) Amir Tohar, yang juga membuka Rakerdasus tersebut, mengatakan anak ranting sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan pemilu ke depan. Seperti HBK, dia mengatakan anak ranting dapat memperkuat saksi di TPS.

“Ranting sangat menentukan saat Pilkada karena di situlah kita siapkan saksi dalam menghadapi permainan Pilkada. Saya kagum dengan Pileg dan Pilpres di NTB, ini contoh NTB sangat solid. Buktinya kita berhasil,” ujarnya.

Koalisi Tiga Partai

HBK juga mengungkapkan, perkembangan koalisi Gerindra dengan partai lain seperti PKS dan PDIP. Menurutnya, komunikasi politik terus dilakukan, dan tidak hanya pada PKS dan PDIP, namun komunikasi politik juga dilakukan dengan partai lain.

“Komunikasi bukan hanya dengan PDIP, PKS tapi dengan partai lain membangun komunikasi. Kita terus berkoordinasi dengan semua partai yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi politik yang baik akan melahirkan produk politik yang juga baik.

“Untuk menciptakan suatu pemilu yang damai, bermartabat dan sejuk dibutuhkan komunikasi politik. Bahwa nanti di ujung seperti apa ini sangat situasional, karena antara suatu daerah memiliki karakter berbeda,” katanya.

Ridwan Hidayat mengatakan dalam Pilkada, Gerindra punya sistem membentuk desk Pilkada, tugasnya melakukan penjaringan dan penyaringan.

“Setelah itu baru akan masuk ke DPD untuk diskusikan,” ucapnya.

Me




RTH Pagutan Timur, Sebaiknya Jadi Wahana Keluarga

Konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram yang tidak memikirkan ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme

lombokjournal.com —

MATARAM   ;    Pembangunan wilayah di Kota Mataram yang secara umum sudah baik, tapi masih ada pembangunan yang  tidak dikawal peruntukannya.

Seperti yang terjadi di ruang terbuka hijau (RTH) Pagutan Timur. Kondisinya terkesan tak terawat.

“Sepintas kalau kita kesana, seperti tidak ada aktivitas,” kata Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram Baihaqi, Jumat (13/12).

Dijelaskan, RTH Pagutan  menyimpan potensi sebagai wahana keluarga. Di lahan tersebut ada beragam tanaman hortikultura seperti bunga-bunga, cabe, dan beragam sayuran.

“Bangunan disana sepertinya juga belum dioptimalkan,” sambungnya.

Baihaqi yang memiliki latar belakang arsitektur ini mengurai, kehidupan di Kota Mataram cukup dinamis, sayangnya wahana berkumpul keluarga ataupun wisata terbatas.

Hal ini membuat ruang hiburan di kota terpusat di pusat perbelanjaan.

“Kalau wahana keluarga yang dekat dengan alam, bisa sekaligus menjadi media belajar anak,” bebernya.

Disebutkan, bila menyisir sudut-sudut di Kota Mataram sejatinya sudah dibangun ruang-ruang terbuka. Mulai dari RTH Selagalas, Taman Udayana, Taman Sangkareang, ataupun Pantai Ampenan.

Namun, belum dibarengi sentuhan wahana tematik.

“Kalau ahli-ahli itu paham, di ruang terbuka apa saja yang menarik, bila perlu meminta masukan publik,” urainya.

Pria ramah ini menyebut, konsep pengembangan wilayah di Kota Mataram yang tidak memikirkan ruang nyaman untuk keluarga akan memunculkan apatisme. Antara pemerintah dan warga berjalan masing-masing.

“Warga jenuh, mikirnya pemerintah ini begini-begini saja. Tidak ada hal baru,” tandasnya.

Ketika hal itu terjadi, pendudukan kota mengabaikan daerahnya. Cuek dengan urusan kebersihan, khususnya sampah.

Tidak peduli dengan kondisi sungai dan drainase. Sampai merusak fasilitas umum yang dimiliki pemerintah.

“Ya, bagaimana lagi kalau sudah tak sejalan dan merasa diabaikan. Itu pentingnya merangkul warga kota,” tukasnya.

Me




Gubernur Beri Bantuan Warga Terdampak Puting Beliung Di Dompu

Sekitar 183 rumah warga mengalami kerusakan, selain itu rumah, fasilitas umum seperti sekolah, pasar juga tidak luput dari amukan angin topan tersebut

DOMPU.lombokjournal.com —  Masyarakat Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu yang terdampak angin puting beliung mendapat bantuan dari Gubernur H. Zulkieflimansyah Kamis (12/12/2019).

Gubernur disambut Bupati Dompu, Drs. H. Bambang H. Yasin dan masyarakat desa setempat. Didampingi Bupati, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menyerahkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat berupa terpal, air mineral dan sejumlah makanan siap saji.

“Apa yang bapak/ibu butuhkan, tinggal bilang saja. Kami ke sini lengkap datangnya,” kata Bang Zul.

Gubernur juga meminta masyarakat untuk bersabar atas musibah yang terjadi Rabu (11/12/2019) sore tersebut.

Kepala Desa Lanci Jaya mengatakan musibah angin puting beliung itu terjadi begitu cepat, sekitar tiga sampai lima menit.

Akibatnya, sekitar 183 rumah warga mengalami kerusakan. Selain rumah, fasilitas umum seperti sekolah, pasar juga tidak luput dari amukan angin topan tersebut.

“Tidak ada korban jiwa. Yang ada hanya korban luka-luka saja, ada tiga orang,” ungkapannya.

Atas kerusakan itu katanya, kerugian masyarakat sekitar Rp1 miliar. Namun angka jelasnya belum pasti,  masih dalam pendataan oleh pihaknya bersama masyarakat.

Bantuan dari pemerintah kabupaten dan provinsi  yang sudah diterima masyarakat, berupa air bersih,  terpal, makanan siap saji serta bantuan lain yang diperlukan masyarakat.

AYA/HmsNTB




Gerakan NTB Hijau, Kembali Menghijaukan NTB

Kata Bang Zul kebahagiaan itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi

SUMBAWA BESAR   ;  Pencanangan Gerakan NTB Hijau dilkukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama kalangan perguruan tinggi, TNI/POLRI, Perangkat Daerah dan PKH se-NTB, dan masyarakat desa di Dusun Kayu Madu, Desa Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Kamis (12/12/2019).

Gerakan NTB Hijau ini merupakan rangkaian merayakan hari jadi Provinsi NTB ke 61 pada 17 Desember 2019 mendatang. Rangkaian kegiatan lainnya untuk menyambut acara tersebut juga dilaksanakan di berbagai kabupaten di NTB.

Area untuk menanam pohon di dusun tersebut luasnya sekitar 5 hektar. Ke depan, desa ini direncanakan menjadi destinasi wisata buah bagi masyarakat.

Gubernur mengajak masyarakat kembali menghijaukan NTB.

“Terutama (menghijaukan kembali) lahan-lahan yang selama ini sudah gundul akibat aktivitas masyarakat,” kata Gubernur Zul.

Gubernur Zul menghimbau, untuk kepala desa, camat dan Bupati, kalau ada oknum yang menebang pohon atas nama keserakahan, dia bukan hanya menumbangkan pohon yang berusia ratusan tahun.

“Namun juga menumbangkan kesempatan generasi masa depan untuk melihat indahnya hutan kita,” tegasnya.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu mengajak masyarakat belajar mencintai dan menghargai pohon serta lingkungan. Sebab, kadang kebahagiaan itu muncul, hanya dengan melihat indahnya hutan dengan pohon yang menjulang tinggi.

“Kadang saya berjalan di jalan yang jelek itu, menyaksikan pohon yang besar dan tinggi ratusan meter. Kadang kepuasan batin itu bisa didapat dengan melihat pohon-pohon itu,” ungkap Bang Zul.

Bang Zul menegaskan,  masyarakat tidak harus menunggu bupati, gubernur dan presiden untuk menghijaukan NTB.

Masyarakat bisa memulai dari diri sendiri, keluarga atau masyarakat terdekat. Dengan adanya media sosial seperti saat ini, banyak yang mengeluhkan masalah di sekitar. Namun, jarang yang mulai mencari solusi terhadap masalah tersebut.

“Mudah-mudahan melalui gerakan ini, dalam waktu yang tidak terlampau lama, kita bisa tersenyum menyaksikan NTB hijau kembali,” katanya.

Komitmen Gerakan Hijau

Wakil Bupati Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung gerakan menghijaukan NTB. Pemda Sumbawa telah mencanangkan program tanam pohon untuk mengembalikan fungsi hutan. “Kami coba dengan menanam Sengon. Karena umur Sengon ini enam tahun, tentu tidak ada petani yang mau menanam itu, karena hasilnya tunggu enam tahun. Kami sikapi dengan menanam di bawahnya pohon Porak,” katanya.

Pada kesempatan pencanangan itu, Bang Zul menyerahkan kredit usaha tunda tebang kepada enam kelompok senilai Rp6,6 miliar, dan bantuan hibah kepada seluruh kelompok di sepuluh desa di Kabupaten Sumbawa, senilai Rp3,2 miliar.

 AYA/HmsNTB




Pemanasan Jelang Pilkada 2020, Partai Gerindra NTB Segera Gelar Rakerdasus

“Partai Gerindra harus jadi penentu kemenangan di tiap daerah yang melaksanakan Pilkada, termasuk di tujuh Pilkada di NTB”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;   DPD Partai Gerindra NTB akan menggelar Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) hari Minggu (15/12/2019) mendatang, Lombok Astoria Hotel, Mataram.

Rakerdasus melibatkan para Ketua, Sekretaris, Bendahara DPD dan DPC-DPC, Anggota Fraksi Gerindra DPR RI, DPRD Provinsi NTB dan DPRD Kabupaten dan Kota se-NTB, dan akan dihadiri oleh petinggi DPP Partai Gerindra.

Rakerdasus akan membahas isu-isu strategis terkait pembenahan internal partai dan arah politik Partai Gerindra di masing-masing Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota se NTB 2020.

“Rakerdasus ini sebagai awal pemanasan mesin Partai Gerindra menghadapi Pilkada serentak 2020 di NTB,” kata Ketua Panitia Rakerdasus Partai Gerindra NTB, Mizanul Jihad.

Dijelaskan, Pemilu 2019 telah usai, namun pesta demokrasi yang lain belum usai.  Pada tahun 2020 mendatang, Parta Gerindra menyongsong Pemilihan Kepala Daerah serentak secara nasional.

“Partai Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik harus menjadi penentu kemenangan di setiap daerah yang akan melaksanakan Pilkada, termasuk di tujuh Pilkada yang ada di wilayah NTB ini,” katanya, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, Rakerdasus yang akan digelar merupakan forum konsolidasi jajaran internal Partai dalam menyiapkan mesin politik Gerindra menjelang Pilkada Serentak 2020.

Sekretaris Panitia Rakerdasus, Budi Wawan mengatakan, tema yang diangkat dalam Rakerdasus Partai Gerindra NTB ialah “Perkuat Konsolidasi, Menangkan Perjuangan Politik Pilkada Tahun 2020”.

Budi Wawan menjelaskan, sejumlah isu strategis yang ada diangkat dalam Rakerdasus tersebut antara lain revitalisasi struktur partai (DPD – DPC – PAC-Anak Ranting).

Selain itu akan dibahas pula sinkronisasi Program DPR RI – DPRD Provinsi – DPRD Kabupaten/Kota, rasionalisasi hubungan kerja DPD/DPC dengan Fraksi semua tingkatan dalam soal pengelolaan program kerja kepartaian.

Tujuannya untuk memastikan keberadaan kader-kader Partai Gerindra yang duduk sebagai anggota Dewan,  bekerja dalam  memberikan manfaat yang besar kepada rakyat.

“Dalam Pilkada Serentak 2020. Gerindra akan mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi yang sifatnya taktis dan strategis,  berkaitan dengan penguatan internal organisasi dalam menghadapi agenda politik 2020,” kata Budi.

Ditekankan, Gerindra sebagai pemenang Pileg dan Pilpres di  NTB, dengan perolehan suara untuk pasangan Prabowo Sandi, merupakan kekuatan yang signifikan dalam menghadapi Pilkada pada 2020.

“Gerindra berharap bisa memenangkan pertarungan perebutan Kepala Daerah Kabupaten dan Kota. Hanya saja perlu dipersiapkan dan memanaskan  mesin partai ini sedari awal sebagai syarat dalam meraih kemenangan. Rakerdasus merupakan bagian dari upaya itu,”  tegasnya.

Me




Bawaslu Tak Bisa Tindak ASN Yang Belum Resmi Jadi Calon

Bawaslu tidak bisa menekan atau memberikan sangsi kepada ASN yang memasang baliho

MATARAM.lombokjournal.com — Adanya Pro dan kontra terhadap sejumlah Bakal Calon Kepala Daerah yang berlatar belakang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasang baliho di setiap jalan di kota Mataram, masih menjadi perdebatan khalayak.

Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailidpun angkat bicara terkait baliho bakal calon Kepala Daerah ( balon kada) yang berasal dari ASN tersebut.

Khuwailid menyatakan Bawaslu tidak bisa menindak balonkada karena terkait posisi ASN yang belum resmi menjadi calon.

Khuwailid pun menegaskan UU Pilkada tidak mengatur ASN yang belum resmi menjadi calon kepala daerah.

“Ini tidak termasuk dalam norma hukum, baik di undang-undang pemilu ataupun Perbawaslu, Bawaslu hanya bisa menindak bila ASN tersebut telah resmi menjadi calon kepala daerah,” tegas Khuwailid usai mengadakn Workhsop bersam budayawan oad Selasa (10/12/2019).

Disinggung masalah etika yang di langgar oleh ASN tersebut, Khuwailid mengatakan aturan tentang ASN sudah jelas diatur dalam UU Kepegawaian dan terkait etika merupakan domain dari pembina ASN. Khuwailid kembali menegaskan, pihaknya tidak bisa menekan atau memberikan sangsi kepada ASN yang memasang baliho.

Di beberapa jalan protokol di Mataram terpasang sejumlah baliho ASN yang di duga bakal maju pada pilkada serentak 2020 nanti.

Tak pelak pemasangan baliho tersebut memicu prokontra, beberapa pihak meminta agar ASN yang berkeinginan maju agar mengundurkan diri sebagai pegawai.

AYA

 




Gubernur Dan Dubes Polandia Tinjau Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik PLN Sambelia

Pembangkit listrik yang sama akan dibangun di Pulau Sumbawa tahun 2020, Sehingga pasokan listrik di Pulau suku Samawa dan Mbojo itu tidak mengalami kendala

LOTIM.lombkjournal.com  —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflikansyah bersama Duta Besar Polandia, Beata Stoczynska dan rombongan meninjau PLN Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (10/12/2019).

Peninjauan PLN berkapasitas 2×50 MW itu untuk melihat progres pembangunan yang sudah dilakukan sejak April 2018 lalu itu.

Proyek pembangunan PLN melibatkan teknologi yang dikembangkan Perusahaan Polandia, Rafako. Sementara dana yang digunakan berasal dari Anggaran PLN dan pinjaman.

Untuk pembangunannya, PLN melibatkan tenaga kerja lokal sebanyak 298 orang dan tenaga nasional sebanyak 248 orang.

Proyek pembangunan pembangkit listrik ini, tidak hanya di Lombok, namun juga di Sumbawa. Hanya saja saat ini, pemerintah kabupaten Sumbawa masih menyelesaikan pembebasan lahan.

Gubernur Zul mengatakan,  beruntung bisa membangun kerjasama dengan Polandia, khususnya perusahaan Trafako. Kerjasama ini memberikan keuntungan bagi NTB, khususnya anak-anak NTB yang saat ini sedang menuntut ilmu di Polandia.

“Kita berharap, anak-anak NTB yang dikirim ke Polandia, bisa membangun karir di Trafako pada perusahaan yang berbeda di sini,” ungkapnya dalam Bahasa Inggris.

Kerjasama ini kata Gubernur akan memberikan dampak pada peningkatan teknologi yang ada di NTB. Apalagi yang menyangkut pembangunan industrialisasi.

Sehingga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat dilakukan untuk mengimbangi teknologi tersebut.

Gubernur juga mengatakan bahwa pembangkit listrik yang sama akan dibangun di Pulau Sumbawa tahun 2020. Sehingga pasokan listrik di Pulau suku Samawa dan Mbojo itu tidak mengalami kendala.

Sebagai pemerintah Provinsi, gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menyampaikan komitmennya untuk selalu ramah terhadap investor dan para pengusaha.

“Jika ada masalah kasih tahu saya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu anda semua,” tegasnya.

Duta Besar Polandia mengatakan Polandia telah banyak melakukan kerjasama dengan Indonesia di bidang investasi, salah satunya di NTB. Di NTB Polandia tidak hanya menjalin kerjasama di bidang industri dan teknologi. Namun juga pendidikan.

“Terima kasih atas dukungan Gubernur yang telah mengirim anak-anak muda NTB untuk belajar di Polandia,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa investasi yang dilakukan di NTB ini semata-mata untuk membantu masyarakat NTB, terutama pasca musibah gempa bumi tahun lalu. P

acsa gempa itu katanya, Polandia telah membantu masyarakat NTB di bidang infrastruktur, bisnis serta peningkatan sumber daya manusia.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi NTB yang telah mendukung, sehingga kerjasama tersebut dapat terlaksana dengan baik.

AYA/HmsNTB

These programs, frequently arranged by neighborhood police or drug stores, give a safe and also hassle-free means to get rid of old keramin recenze tablets.




Pelaku Usaha Di Gili Trawangan Aktif Diminta Kelola Sampah

Pengolahan sampah harus dimassifkan, tidak hanya mengelola sampah anorganik, namun sampah organik juga harus menjadi perhatian

KLU.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta para pelaku industri di Gili Trawangan untuk aktif mengolah sampah, agar permasalahan sampah segera teratasi dengan cepat.

Aksi ini harus segera dilakukan agar keindahan Gili Trawangan tetap terjaga.

“Pengelolaan sampah di Gili Trawangan ini harus dilakukan dengan baik, mulai dari hulu ke hilir,” tutur Wakil Gubernur saat meninjau lahan yang akan dijadikan tempat Pengolahan Sampah di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (11/12/2019).

Ia mengungkapkan, kampanye yang telah dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak lainnya terkait pengelolaan sampah tidak boleh sia-sia.

Kampanye yang telah dilakukan harus disambut dengan tindakan-tindakan yang nyata dari para pelaku industri di Gili Trawangan.

“Kalau orang lain bisa, ya kita harusnya bisa, apa lagi skupnya Gili Trawangan ini. Di sini kan lebih banyak pelaku industri daripada masyarakat, kita minta semua pelaku pelaku industri untuk memilah sampah dengan rapi, begitu juga masyarakat,” ungkap Wakil Gubernur.

Umi Rohmi mengatakan,  jika sampah-sampah sudah dipilah dengan rapi, tinggal pengaturan dan tata cara pengangkutannya yang harus dirumuskan.

Ia menekankan, para pelaku usaha tidak boleh mengesampingkan masalah sampah di Gili Trawangan ini. Pengolahan sampah harus dimassifkan, tidak hanya mengelola sampah anorganik, namun sampah organik juga harus menjadi perhatian.

Karena jumlah sampah organik tidak kalah banyak dari sampah anorganik.

“Tidak ada yang sulit selama ada kemauan, tinggal kita saja, mau atau tidaknya. Stakeholder terkait tetap rutin duduk bersama untuk membahas permasalahan sampah ini,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB