Pamitan Kapolda NTB, Korem 162/WB Gelar Farewell Gowes dan Olahraga Bersama

TNI-Polri akan memberikan jaminan keamanan untuk wilayah NTB, sehingga pariwisata NTB bisa bangkit dan semakin baik dengan harapan para wisatawan asing dan lokal merasa aman dan nyaman berkunjung ke NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Korem 162/WB menggelar acara jamuan pamitan pejabat Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM.

Penyelenggaraan jamuan pamitan itu, sebagai penghargaan serta wujud nyata sinergitas dengan gowes dan olahraga, bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, pejabat Polda NTB dan Korem 162/WB, dengan titik start finish Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Nomor 162 Mataram, Jumat (03/0/2019).

Route gowes dengan titik start dari Makorem menuju jalan by pass, simpang enam belok kiri ke arah Mataram, Polsek Pagutan, pertigaan Jempong belok kiri menuju titik finish.

Forkopimda NTB menyerahkan bingkisan Sembako kepada pasukan kuning (petugas kebersihan) di beberapa lokasi. Selain itu, juga melakukan penanaman bibit pohon di halaman Polsek Pagutan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama dan juga kepada alam.

Usai meresmikan fitness center Wira Bhakti Gym Club, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han mengatakan, pelaksanaan gowes dan olahraga bersama dengan unsur Forkopimda, karena sinergitas dan soliditas merupakan kunci utama keberhasilan menjaga keamanan, ketertiban dan kemajuan Provinsi NTB untuk mencapai NTB gemilang.

Kegiatan itu disinergikan dengan kegiatan peresmian Ftness Center Wira Bhakti Gym Club untuk meningkatkan kebugaran para Parurit.

“Sesuai perintah Kasad mulai pagi jam 07.00 sampa 09.00 Wita harus melaksanakan olahraga, setelah itu dilanjutkan dengan kerja atau dinas seperti biasa,” terang Rizal sapaan akrab Danrem.

Selain peresmian fitness center Wira Bhakti Gym Club, Danrem 162/WB juga meresmikan perehaban Masjid Al Muttaqin Makorem yang semula kapasitasnya sekitar 100 orang dan sekarang sudah bisa mencapai sekitar 200 sampai 300 orang dan dilengkapi dengan alat pendingin AC agar lebih khusyu’ dan nikmat dalam beribadah.

Terkait dengan pelaksanaan Pilkada serentak di NTB tahun 2020, Alumnus Akmil 1993 tersebut mengatakan, pihaknya siap memback up Polri khususnya jajaran Polda NTB seperti pada saat pengamanan Pilpres, Pileg maupun Pilgub, mulai dari tingkat paling bawah Babinsa, Koramil hingga Korem dengan memaksimalkan pengerahan personel baik secara terbuka maupun tertutup.

Sebelumnya, Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, kita melaksanakan gowes bersama TNI Polri dan Pemda yang menunjukan soliditas dan sinergitas tiga instansi.

Selama ini NTB tetap aman karena beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan baik Pilpres, Pilgub dan Pilkades berjalan dengan tertib, aman dan lancar.

“Ini berkat TNI Polri bersama instansi terkait yang solid dan sinergi serta saling mendukung. NTB sesuai prediksi kami kedepan akan semakin maju dan gemilang,” ungkapnya.

Calon Kapolda Metro Jaya tersebut juga menegaskan, TNI-Polri akan memberikan jaminan keamanan untuk wilayah NTB, sehingga pariwisata NTB bisa bangkit dan semakin baik dengan harapan para wisatawan asing dan lokal merasa aman dan nyaman berkunjung ke NTB.

“Di wilayah Provinsi NTB akan melaksanakan Pilkada di tujuh Kabupaten/Kota, kami sudah melakukan beberapa kali rapat koordinasi untuk menjaga keamanan dan komitmen untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada tersebut dengan memetakan kerawanan-kerwanan yang akan terjadi, namun kami sudah melakukan langkah-langkah pendekatan dan bimbingan kepada masyarakat sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan lebih aman dari Pilpres,” katanya.

Selain acara gowes dan olahraga bersama, Danrem 162/WB juga meresmikan tempat Fitness Center Wira Bhakti Gym Club, futsal bersama awak media, senam kebugaran dan hiburan.

Hadir mendampingi Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Kepala BNN NTB, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino, para Dandim dan Kasi Korem, Danyonif 742/SWY, Dan/Ka Satdisjan dan Balakyan Korem, para Perwira, ibu-ibu Persit KCK Koorcab Rem 162 dan ibu-ibu Bhayangkara, dan rekan-rekan media cetak, online dan elektronik.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Minta Percepat Jembatan Belly Semi Permanen

Untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternatiF, di antaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Jembatan Belly yang jembatan  penghubung jalan lintas Provinsi-Kecamatan Kayangan  menuju Kecamatan Bayan KLU rusak parah dan terputus akibat banjir bandang.

Hujan lebat di hari pertama Tahun Baru 2020 menimbulkan banjir bandang menyapu Dusun Selengan Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Banjir yang terjadi sore hari tersebut, menyebabkan lalulintas antara Kayangan dan Bayan menjadi lumpuh total.

Karena itu, percepatan pengerjaan jembatan Belly semi permanen Tampes diminta dilakukan  pengerjaan secara lembur.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Zulkiefiansyah yang akrab disapa Bang Zul.

Gubernur Bang Zul menugaskan Kepala Dinas Perhubungan, Drs. H. Lalu Bayu Windia, M.Si bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ahsanul Halik untuk berkoordinasi segera membangun jembatan darurat.

Untuk sementara jalur dialihkan menggunakan jalan alternatif melalui Ds. Selengan – Ds. Lekok Beru Kec. Kayangan KLU, dengan kondisi jalanan agak sempit. Sehingga pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif tersebut dihimbau berhati-hati.

Jembatan semi permanen

Usai melakukan peninjauan di lokasi bencana, Kamis (02/01/2020), Kadis Perhubungan NTB yang akrab disapa Miq Bayu mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait untuk segera membangun Jembatan sementara berupa jembatan Belly semi permanen.

Kini, di sekitar Jembatan Tampes sedang dilakukan pembersihan. Bayu juga menjelaskan material untuk pembuatan jembatan sementara masih dalam perjalanan menuju lokasi.

Dipilihnya jembatan Belly semi permanen, karena jika membangun jembatan biasa dengan pemasangan gorong-gorong, dinilainya kurang aman.

Hal senada diungkapkan  PPK 1.2 Satker PJN wilayah 1 NTB, BPJN IX Mataram. Melihat kondisi sungai dan intensitas Hujan yang lebat 3 bulan ke depan, menurutnya  pembuatan jembatan sementara tipe sederhana ini tidak memungkinkan karena akan mudah dihanyutkan air bila terjadi banjir.

Selain itu jembatan BelIy semi permanen bersifat lebih kuat, yang menjadi antisipasi lamanya pekerjaan pembuatan jembatan utama, akan memakan waktu 1 – 2 minggu, terangnya.

Kalak BPBD Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos,. M.H  menjelaskan, untuk sementara masyarakat dapat melewati jalur alternative, di antaranya jalan melalui Lengkok Beru sejauh 8 km.

Namun masyarakat diminta waspada dikarenakan kondisi jalan sangat mengkhawatirkan, kecil dan terjal, sehingga jika tidak hati-hati, dapat membahayakan pengguna jalan.

Masyarakat juga bisa mengambil alternatif kedua. Yakni melalui Tempos sejauh 30 km, cukup jauh berputar dan kondisi jalan juga kurang memadai.

Sebelumnya, pihak TNI melalui Dandim KLU telah berkoordinasi dengan Bupati dan pihak pihak terkait untuk mengatasi putusnya jembatan.

Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian putusnya jembatan tersebut.

AYA/HmsNTB




Akses Jembatan Penghubung Kayangan Dan Bayan Di Tampes Ditinjau Bupati Najmul

“Kita berharap dalam waktu 1-2 hari ke depan jalan ini sudah bisa dilalui kembali”

 KAYANGAN.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Kepala Satuan Kerja Balai Jalan Nasional (Kasatker BJN) Bagus Prabowo, meninjau akses jembatan penghubung Kayangan dan Bayan di Tampes, Desa Selengen, serta akses jembatan penghubung Desa Selengen dengan Desa Gumantar, Kamis (02/01/2020).

Putusnya jembatan di dua lokasi berbeda dalam satu desa di Kecamatan Kayangan itu, akibat  besarnya debit air yang mengaliri sungai setempat karena curah hujan yang sangat deras hari  Rabu, tanggal 1 Januari 2020.

Sebelumnya, Bupati Najmul Akhyar terlebih dahulu meninjau saluran irigasi tersier yang meluap ke permukiman penduduk Gubuk Baru Desa Tanjung Kecamatan Tanjung.

Setelah melihat saluran irigasi bupati dan kasatker BJN beranjak menuju Tampes.

Putusnya jembatan di Tampes itu telah mengakibatkan lumpuhnya akses transportasi dua kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Hingga berita ini dilansir jembatan itu belum bisa dilalui kembali oleh kendaraan baik roda dua maupunn roda empat.

Bupati Najmul pada saat turun langsung meninjau lokasi didampingi Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto dan Kadis PUPR KLU H. Zaldy Rahadian, ST.

Di sela-sela meninjau lokasi, Bupati Najmul menyampaikan, jembatan darurat yang ada di Tampes diterjang air bah akibat curah hujan yang sangat deras.

Kepada wartawan bupati menjelaskan, yang kena terjangan air bah adalah jembatan darurat karena jembatan yang satunya sedang dibangun.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Satker Jalan Nasional, Dandim dan Kapolres untuk mencari penanganan secepatnya. Alhamdulillah, kita lihat jembatan ini sudah mulai dikerjakan. Kita berharap dalam waktu 1-2 hari ke depan jalan ini sudah bisa dilalui kembali. Sedangkan untuk jangka panjang jembatan permanen yang tengah dibangun ini akan segera diselesaikan,” tutur bupati.

Dikatakannya, selain jembatan di Tampes, ada juga jembatan penghubung antara Desa Selengen dan Desa Gumantar yang mengalami kejadian yang sama.

Terhadap putusnya kedua jembatan itu, Pemerintah Daerah akan mengambil langkah-langkah cepat agar jembatan tersebut kembali berfungsi dan bisa dilewati oleh masyarakat luas.

“Untuk ke depan,  sembari menunggu jembatan permanen ini jadi, maka akan dibangun jembatan sementara yang lebih kuat seperti jembatan sementara yang dibangun di Tanjung,” kata bupati.

sta/humaspro




Akses Jembatan Penghubung Kayangan Dan Bayan Di Tampes Ditinjau Bupati Najmul

“Kita berharap dalam waktu 1-2 hari ke depan jalan ini sudah bisa dilalui kembali”

 KAYANGAN.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Kepala Satuan Kerja Balai Jalan Nasional (Kasatker BJN) Bagus Prabowo, meninjau akses jembatan penghubung Kayangan dan Bayan di Tampes, Desa Selengen, serta akses jembatan penghubung Desa Selengen dengan Desa Gumantar, Kamis (02/01/2020).

Putusnya jembatan di dua lokasi berbeda dalam satu desa di Kecamatan Kayangan itu, akibat  besarnya debit air yang mengaliri sungai setempat karena curah hujan yang sangat deras hari  Rabu, tanggal 1 Januari 2020.

Sebelumnya, Bupati Najmul Akhyar terlebih dahulu meninjau saluran irigasi tersier yang meluap ke permukiman penduduk Gubuk Baru Desa Tanjung Kecamatan Tanjung.

Setelah melihat saluran irigasi bupati dan kasatker BJN beranjak menuju Tampes.

Putusnya jembatan di Tampes itu telah mengakibatkan lumpuhnya akses transportasi dua kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Hingga berita ini dilansir jembatan itu belum bisa dilalui kembali oleh kendaraan baik roda dua maupunn roda empat.

Bupati Najmul pada saat turun langsung meninjau lokasi didampingi Asisten II Setda KLU Ir. Hermanto dan Kadis PUPR KLU H. Zaldy Rahadian, ST.

Di sela-sela meninjau lokasi, Bupati Najmul menyampaikan, jembatan darurat yang ada di Tampes diterjang air bah akibat curah hujan yang sangat deras.

Kepada wartawan bupati menjelaskan, yang kena terjangan air bah adalah jembatan darurat karena jembatan yang satunya sedang dibangun.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kepala Satker Jalan Nasional, Dandim dan Kapolres untuk mencari penanganan secepatnya. Alhamdulillah, kita lihat jembatan ini sudah mulai dikerjakan. Kita berharap dalam waktu 1-2 hari ke depan jalan ini sudah bisa dilalui kembali. Sedangkan untuk jangka panjang jembatan permanen yang tengah dibangun ini akan segera diselesaikan,” tutur bupati.

Dikatakannya, selain jembatan di Tampes, ada juga jembatan penghubung antara Desa Selengen dan Desa Gumantar yang mengalami kejadian yang sama.

Terhadap putusnya kedua jembatan itu, Pemerintah Daerah akan mengambil langkah-langkah cepat agar jembatan tersebut kembali berfungsi dan bisa dilewati oleh masyarakat luas.

“Untuk ke depan,  sembari menunggu jembatan permanen ini jadi, maka akan dibangun jembatan sementara yang lebih kuat seperti jembatan sementara yang dibangun di Tanjung,” kata bupati.

sta/humaspro




Pemilu Kepala Daerah 2020, KPU NTB Akan Terapkan E-Rekap

“Aplikasi e-rekap ini nantinya juga bisa diakses oleh masyarakat luas seperti aplikasi Situng KPU”

MATARAM.lombokjournal.om —  Penyelenggran Pemilu Kepala Daerah yang akan berlangsung pada 23 September tahun 2020, akan menerapkan proses e-rekap saat perhitungan hasil pemilihan.

Melalui e-rekap ini semua hasil perhitungan akan segera diketahui hasilnya. Dengan penerapan e-rekap,  masyarakat akan lebih cepat mengetahui hasil pemilihan.

Divisi Tehnis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPU NTB), Zuriyati menjelaskan, aplikasi e-rekap ini akan segera di ujicoba.

Melalui aplikasi berbasis digital tersebut proses perhitungan akan lebih cepat meski perhitungan secara manual tetap akan di lakukan.

Menurut Zuriati, perhitungan melalui e-rekap akan di ujicoba di Medan, Sumatra Utara.  Kota Medan menjadi pilot project sebelum diterapkan secara keseluruhan di Indonesia.

Selain itu, KPU NTB juga masih menunggu regulasi dari KPU RI untuk penerapan e-rekap tersebut.

“Kita masih menunggu regulasinya, tetapi kita sudah memiliki bayangan seperti apa nanti proses e-rekap tersebut,” ujar Zuriyati saat menggelar refleksi tahun 2019 bersama awak media di Mataram, Selasa (02/01/2019).

“Aplikasi e-rekap ini nantinya juga bisa diakses oleh masyarakat luas seperti aplikasi Situng KPU,”pungkasnya.




Gubernur Zul Pantau Pengamanan Perayaan Malam Tahun Baru

Lokasi yang mendapatkan prioritas pengamanan di antaranya Taman Sangkareang, Senggigi, Kuta Mandalika dan wisata Tiga Gili, Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah menghadiri kegiatan monitoring malam pergantian tahun baru,  untuk memastikan persiapan pengamanan perayaan tahun baru 2020.

Gubernur Zul tiba di kediaman Kapolda NTB pukul 20.47 Wita, Selasa, (31/12/2019).

Setelah menikmati makan malam di kediaman Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, Gubernur ditemani Kapolda, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani bersama rombongan meninjau pos pengamanan di Karang Jangkong Mataram dan pos pengamanan yang ada di wilayah Senggigi, Lombok Barat.

Dalam tinjauan tersebut,  Gubernur Zul memberi semangat jajaran kepolisian dalam melakukan monitoring pos yang ada di wilayah hukum masing-masing.

Hal ini untuk memastikan kondisi perayaan tahun baru berjalan dengan lancar dan aman.

Pada petugas juga disarankan selalu menjaga kesehatan dengan baik agar dapat melaksanakan tugas secara maksimal.

“NTB ini milik kita bersama, mari kita rawat dan jaga bersama,“ katanya.

Polda NTB telah memetakan sejumlah titik yang menjadi prioritas pengamanan selama berlangsungnya perayaan malam tahun baru 2020 di NTB.

Lokasi yang mendapatkan prioritas pengamanan di antaranya Taman Sangkareang, Senggigi, Kuta Mandalika dan wisata Tiga Gili, Lombok Utara.

“Alhamdulillah sampai dengan malam ini, kondisi daerah kita aman dan lancer,” kata Gubernur Zul tampak lega.

AYA/HmsNTB

.




Kapolda Nana Sudjana Pamitan Jadi Kapolda Metro Jaya

“Kemungkinan ancaman invasi saat ini mungkin belum ada, namun gangguan dalam bentuk lain untuk menjatuhkan bangsa dan negara adalah melalui peredaran gelap Narkoba”

MATARAM.lombokjournal.com —  Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Nana Sudjana, MM., berpamitan ke Batalyon Infanteri 742/SWY melanjutkan tugas yang baru sebagai Kapolda Metro Jaya di DKI Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Kapolda NTB bersama rombongan pejabat utama Polda NTB.

Kapolda dan rombongan disambut Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Danyonif 742/SWY Letnan Kolonel Inf I Putu Gede Suwardhana, serta  para Pamen jajaran Korem, di Aula Mako Yonif 742/SWY Gebang Mataram.

Danrem 162/WB mengaku bangga, dikunjungi Kapolda NTB yang berpamitan karena ada mutasi jabatan menjabat Kapolda Metro Jaya.

“Kami sangat bangga kepada Kapolda NTB karena baru kali ini terjadi dari jabatan Kapolda NTB langsung menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya,” ujarnya.

Danrem berharap, agar Kapolda diberikan kemudahan, kelancaran, kesuksesan serta amanah dan barokah dalam melaksanakan tugas baru sebagai Kapolda Metro Jaya.

Kapolda Nana Sudjana mengucapkan terimakasih kepada satuan Korem 162/WB dan jajaran atas kerjasama, soliditas dan sinergitasnya selama ia melaksanakan tugas di NTB.

Menurutnya, selama delapan bulan berada di NTB sudah mulai betah dan menikmati suasana di NTB karena situasi Kamtibmasnya relatif kondusif.

“Secara umum situasinya kondusif walaupun masih ada permasalahan-permasalahan namun  masih dapat kita atasi bersama. Ini berkat kerjasama, soliditas dan sinergitas TNI Polri. Namun karena tugas dan amanah yang dipercayakan sehingga harus pamitan dan bergeser ke Jakarta,” terang Nana Sudjana.

Meningkatkan kebersamaan

Pati Polri bintang dua itu berpesan, untuk menjaga dan meningkatkan kebersamaan, soliditas dan sinergitas yang sudah terjalin. Mnurutnya, TNI Polri adalah garda terdepan dan benteng terakhir bangsa dan Negara, dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

“Kita punya Babinsa, Babinkamtibmas dan Kades, jika mereka bersatu dan bersinergi untuk merangkul tokoh masyarakat, tokoh agama dan mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tidak membiarkan konflik terjadi maka semua permasalahan bisa diatasi,” papar Kapolda.

Calon Kapolda Metro Jaya mengingatkan, untuk tetap mewaspadai radikalisme dan terorisme serta tindakan kriminal lainnya seperti Narkoba di wilayah NTB. Karena narkoba sebagai salah satu bentuk proxi war yang sudah masuk sampai ke desa-desa.

“Kemungkinan ancaman invasi saat ini mungkin belum ada, namun gangguan dalam bentuk lain untuk menjatuhkan bangsa dan negara adalah melalui peredaran gelap Narkoba yang dimasukan dari luar negeri untuk melemahkan daya pikir dan daya tangkal masyarakat,” ungkap Kapolda.

Ditekankan,  dibutuhkan kebersamaan, soliditas dan sinergitas mulai tingkat pimpinan hingga ke bawah yakni Babinsa dan Babinkamtibmas.

Usai memberikan sambutan dan pengarahan, acara dilanjutkan penyerahan cindera mata dari Kapolda NTB kepada Danyonif 742/SWY dan sebaliknya dari Danyonif 742/SWY kepada Kapolda NTB yang disambut dengan tepuk tangan dan yel-yel anggota Yonif 742/SWY.

Hadir dalam acara tersebut Kasrem 162/WB, Dansat Brimob Polda NTB, Kapolres Kota Mataram, Kabid Humas, Kabid Propam, DirBimas, Dir Sabara, Dir Pamopstib Polda NTB, para Pamen Korem dan Dan/Ka Satdisjan Korem 162/WB beserta anggota Yonif 742/SWY.

AYA




Pol Pamong Praja NTB Akan Patroli Tahun Baru

Jumlah personil yang di terjunkan sekitar 70 orang dan sekitar dua patroli akan menyisir titik rawan terjadinya gangguan kamtibmas

MATARAM.lombojurnal.com –– Polisi Pamong Praja Nusa Tenggara Barat (Pol PP NTB) akan meningkatkan jumlah anggota yang patroli dan membangun pos pengamanan di depan Kantor Gubernur, pada malam pergantian tahun atau malam tahun baru 2020.

Khusus di Kota Mataram, pengamanan akan di pusatkan di sejumlah titik yang menggelar acara, seperti Taman Sangkareang, Udayana, Pantai Ampenan dan beberapa titik lainnya.

Personil Pol PP Provinsi NTB bekerjasama dengan Pol PP Kota Mataram akan mentebar di sejumlah titik perayaan tahun baru tersebut.

Kasat Pol PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta menghimbau kepada masyarakat untuk lebih tertib dalam merayakan tahun baru dan tidak mengganggu kamtibmas.

Selain itu, Lalu Dirja juga menghimbau agar masyarakat yang meninggalkan rumah dan merayakan malam tahun baru agar mengunci pintu.

“Seperti rilis dari kepolisian ada perubahan pola dan waktu di lakukannya tindak kejahatan, saya menghimbau agar masyarakat sebelum meninggalkan rumah agar mengunci rumah dan mematikan semua yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (30/12/2019).

Jumlah personil yang di terjunkan sekitar 70 orang dan sekitar dua patroli akan menyisir titik rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Untuk mengoptimalkan pengamanan Pol PP Provinsi NTB tetap melakukan kordinasi dengan aparat kepolisian dan Pol PP Kabupaten Kota.

AYA/HmsNTB




Suasana Haru Warnai Pelepasan 1.000 Prajurit Satgas Zeni TNI

Rehab dan rekon gempa di wilayah NTB genap berjalan setahun dengan dibantu 1.000 prajurit Zeni Dari Gabungan Satuan Zeni baik TNI AD maupun TNI Al

LEMBAR.lombokjournal.com —   Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI Rehab dan Rekon di wilayah NTB yang berjumlah 1.000 prajurit Zeni, gabungan Satuan Zeni baik TNI AD maupun TNI AL, dilepas di di Pelabuhan Lembar, Senin (30/12/2019).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat melepas Satgas Zeni TNI Rehab dan Rekon itu terlihat terharu.

Usai pemeriksaan pasukan, Gubernur Zul mengaku erat harus melepas  1.000 prajurit Zeni tersebut.

“Di satu sisi tentu kami berat melepas bapak dan sahabat semua, karena kehadiran dan maknanya begitu dalam dan sangat berarti bagi kami,” tutur gubernur.

Dikatakan, kehadiran Satgas Zeni baik dari TNI AD maupun AL itu memastikan bahwa masyarakat tidak sendiri, ketika hrapann  yang hampir lenyap.

“Kehadiran sahabat semua membangkitkan kami, memberi semangat bahwa hari yang lebih baik di masa mendatang mungkin diciptakan,” kata Gubernur Zu yang disambut tepuk haru hadirin dan peserta upacara.

Gubernur Zul berharap suatu saat bisa bertemu kembali meski saat ini harus berpisah untuk sementara, yang ada nostalgia menjadi kenangan.

“Mungkin ada kerinduan yang amat sangat dari keluarga yang ditinggalkan, oleh karena itu, dengan hati yang berat dan tentu rasa syukur yg mendalam. Kami ucapkan terima kasih atas semuanya,” ucap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul.

Bang Zul sempat mengucapkan selamat kepada salah seorang personel TNI yang tertambat hatinya dengan seorang perempuan dari Lombok.

“Pengalaman mengajarkan tidak ada satu pun kebaikan yang tidak terbalas. Suatu saat akan dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT.  Saya juga terharu dan bangga, mendengar kabar ada anggota yang tertambat hatinya di NTB,” ucap Gubernur.

BACA JUGA  ;   Satgas Zeni TNII Sukses Pulihkan NTB Pasca Gempa

Bang Zul menyampaikan terima kasih atas nama Provinsi NTB, kepada Pimpinan TNI,  polisi, para Bupati, dan semua  yang terlibat dalam rehab rekon gempa.

“Sekali lagi, banyak terima kasih, selamat jalan. Mudah-mudah Allah SWT menghadirkan pertemuan di masa datang,” tutup Bang Zul.

Rehab rekon gempa sendiri genap berjalan setahun dengan dibantu oleh 1.000 prajurit Zeni Dari Gabungan Satuan Zeni baik TNI AD maupun TNI Al dengan rincian :

Yonzipur 18 = 200 org 2 SSK, Yonzipur 4   = 100 org 1 SSk, Yonzipur 2   = 100 org           1 SSK,  Yonzipur 9   = 100 org 1 SSK,  Yonzipur 10 = 200 org 2 SSK, Yonzipur 5   = 100   org 1 SSK, Yonzimar     = 200 org 2 SSK

Selamat jalan sahabat kami, terima kasih TNI. Salam cinta dari kami Warga NTB.

AYA/HmsNTB




Satgas Zeni TNI Sukses Pulihkan NTB Pasca Gempa

Gubernur NTB sebenarnya meminta anggota Satgas di NTB sampai bulan Maret 2020 karena kinerja kalian sangat bagus. Namun Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., memiliki pertimbangan lain

LOBAR.lombokjournalcom —  Gubernur H Zulkieflimansyah mengaku seluruh personel Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi Terpadu Batalyon Zeni TNI, telah melaksanakan tugas dengan semangat dan sukses.

Hal itu dikatakan Gubernur H. Zulkieflimansyah kepada wartawan, usai melepas Pasukan Batalyon Zeni TNI yang akan kembali ke induk satuannya, di Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Senin (30/12/2019),

“Hari ini, kita melepas satuan Zeni TNI yang akan kembali ke Kesatuannya dengan kepala tegak karena perang sudah berhasil kita menangkan,” ujarnya.

Menurutnya, perang fisik itu kelihatan lawannya, tetapi perang melawan ketakutan, perang melawan kekhawatiran dan perang melawan keputus asaaan sudah bisa ditaklukan, sehingga NTB sudah pulih sedemikian rupa seperti sedia kala.

“Jadi atas nama Pemerintah Daerah NTB mengatakan bahwa perang sudah bisa kita menengkan,” tegas Gubernur NTB.

Terkait dengan rumah yang belum dilakukan rehab rekon, Gubernur NTB mengatakan, itu hanya permasalahan waktu, tentu ada data-data yang harus disempurnakan karena itu menyangkut akuntabilitas.

Jangan sampai dibangun dan mengeluarkan dana tetapi harus ada kejelasan akuntabilitasnya dan ada prinsip kehati-hatian.

“Tapi semua harus yakin semua akan indah pada waktunya,” katanya.

Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos., menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi mengucapkan terimakasih karena proses percepatan rehab rekon tidak lepas dari TNI selama di NTB.

“Dari 200 unit rumah yang sudah dikerjakan sebelumnya, sekarang sudah mencapai hampir 200 ribu unit rumah yang sudah dikerjakan,” terang Ahsanul Khalik.

Terpisah, perwakilan BNPB RI Mayjen TNI Komarudin Siregar minta maaf, karena Kepala BNPB RI Letnan Jenderal TNI Doni Monardo tidak bisa hadir untuk melepas para Prajurit Batalyon Zeni TNI, yang telah melaksanakan proses percepatan rehab rekon terpadu selama satu tahun di NTB.

Dijelaskannya, Gubernur NTB sebenarnya meminta anggota Satgas di NTB sampai bulan Maret 2020 karena kinerja kalian sangat bagus. Namun Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., memiliki pertimbangan lain mengingat prajurit sudah melaksanakan tugas selama satu tahun,

“Jadi harus ditarik dan kembali ke kesatuan masing-masing, sehingga Kepala BNPB RI dan Gubernur NTB loyal walaupun cinta kepada kalian,” papar mantan Pangdam IX/Udayanan tersebut.

Namun surat permohonan Gubernur NTB akan tetap disampaikan kepada Panglima TNI, dan berharap semoga penggantinya segera datang dan melaksanakan tugas sampai bulan Maret 2020.

Komarudin juga menyampaikan pesan, Kepala BNPB RI mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya dan rasa bangga yang tak terhingga kepada para Prajurit Batalyon Zeni TNI yang telah melaksanakan tugas dengan semangat dan sukses.

BACA JUGA  ;  Suasana Haru Warnai Pelepasan 1.000 Prajurit Satgas Zeni TNI

“Pesan tersebut agar disampaikan kepada Komandan satuan kalian masing-masing,” katanya.

Kepala BNPB RI Beri Dana Pembinaan 50 juta Kepada Masing-masing Kompi.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Bupati Lombok Utara, para Dandim jajaran Korem, Kapolres Lobar, Danyonif 742/SWY, Dan/Ka Satdisjan Korem  dan para undangan lainnya.

AYA/HmsNTB