September 2019, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk NTB

September 2019, share distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah mencapai 17,23 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan pusat statistuk (BPS) NTB merilis, September 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Nusa Tenggara Barat yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,374.

“Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,005 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,379. Sementara itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,391, Gini Ratio September 2019 turun sebesar 0,017 poin,” ungkap Kepala BPS NTB, Suntono,, Rabu (15/01/2020).

Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,401 mengalami penurunan 0,006 poin dibanding dengan Gini Ratio Maret 2019 yang sebesar 0,407, juga menurun 0,021 poin dibanding Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,422.

Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2019 tercatat sebesar 0,333, turun 0,007 poin dibanding Gini Ratio Maret 2019  yang sebesar 0,340 dan menurun 0,010 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2018 yang sebesar 0,343.

Suntono mengatakan, September 2019, share distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah mencapai 17,23 persen.

“Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar  15,89  persen yang artinya berada pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 18,97 persen, yang berarti masuk dalam kategori ketimpangan rendah,” kata Suntono.

AYA

 




Danrem 162/WB Pimpin Rapat Bahas Percepatan Pembangunan Rehab Rekon Di Lombok Utara

Danrem 162 WB minta agar pelaksanaan rehab rekon dipercepat mengingat waktu yang diberikan terbatas hingga dua bulan ke depan

TANJUNG.lombokjournal.com  – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. Sh. M.Han., memimpin rapat internal terkait dengan percepatan pembangunan rehab rekon SK 22 dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lombok Utara.

Rapat itu dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijhon Kroll, Ketua DPRD KLU Nasrudin, S.Hi., Ketua Pansus rumah tahan gempa Tusen Lashima, Kalak BPBD KLU Muhadi, SH., Pasiter Korem dan Kodim Lobar, Kasat Binmas Polres KLU AKP Gusti Lanang Wijaya, para Danramil se KLU, Korwil, Korcam fasilitator RTG, perwakilan Kancab BRI Tanjung), dan perwakilan Aplikator di Posko terpadu Rehab Rekon Kabupaten Lombok Utara, Rabu (15/01/2020).

Kalak BPBD  Lombok Utara dalam pembukaan rapat menyampaikan rincian anggaran yang telah di salurkan BNPB sesuai dengan data rekening yang sudah tercetak.

Ia mengajukan dua solusi yang bisa berikan. Yakni dengan cara mentransfer dana yang sudah masuk senilai Rp 167.900.000.000,- untuk anggaran SK 22 dan SK 23 dengan kriteria rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Atau memprioritaskan rusak berat dari SK 22 samppa SK 25.

Danrem 162 WB meminta agar pelaksanaan rehab rekon dipercepat mengingat waktu yang diberikan terbatas hingga dua bulan ke depan. Maka harus ada metode untuk menyalurkan dana dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat, sehingga proses rehab rekon bisa berjalan sesuai harapan.

Selain itu Danrem juga menyampaikan pesan dari Kepala BNPB RI, rehab rekon seharusnya sudah selesai pada 21 Desember 2019. Baik rumah rusak ringan dan sedang, sedangkan untuk keseluruhan di targetkan harus selesai pada 31 Maret 2020.

Terhadap pihak perbankan, Danrem meminta agar memberikan pelayanan kepada penerima anggaran RTG sesuai SK sampai tanggal 31 Maret 2020 sesuai ketentuan prosedur yang ada.

Ketua DPRD KLU menegaskan kepada Kalak BPBD KLU untuk segera diselesaikan pembangunan baik fisik maupun administrasi dari SK yang sudah turun hingga tanggal 31 Maret 2020.

Sedangkan Ketua Pansus RTG menyampaikan untuk mempercepat pembangunan RTG sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Maka dari Pansus akan lebih menyederhanakan terkait administrasi, dan akan mengumpulkan para Aplikator untuk menyelesaikan tanggung jawab pembangunan.

Dandim 1606/Lobar menyampaikan, pihaknya akan siap membantu mengawasi dan mengawal proses pembangunan sampai dengan selesai maupun proses penyerapan anggaran dari Pempus hingga 100 persen sampai batas waktu tanggal 31 Maret 2020.

Pada kesempatan itu, perwakilan aplikator juga meminta agar tidak memponis semua aplikator itu tidak bagus dan banyak di salahkan.

Menurutnya, aplikator yang baik juga dapat membantu mempercepat pembangunan karena kami tulus membantu masyarakat.

“Kita bisa memilah aplikator yang baik dan mana yang nakal sehingga tidak memponis semua aplikator berbuat tidak baik,” tutupnya.

Sebelumnya, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar dan rombongan melaksanakan peninjauan pembangunan RTG di Dusun Mangala Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

AYA

 




Presentase Penduduk Miskin Periode Maret-September 2019, Turun 13,88 Persen

“Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) justru mengalami peningkatan dari 0,478 pada Maret 2019 menjadi 0,519 pada September 2019. Ini berarti kesenjangan di antara penduduk miskin semakin melebar”

MATARAM.lombokjournal.com —  Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat pada bulan Maret 2019 sebesar 735,96 ribu orang (14,56 persen), mengalami penurunan pada September 2019 menjadi sebesar 705,68 ribu orang (13,88 persen).

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis Jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat adanya penurunan persentase penduduk miskin (P0) selama periode Maret 2019  – September 2019 yaitu sebesar 0,68 persen poin.

“Pada September 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat sebesar 365,05 ribu orang atau 14,85 persen, sedangkan penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 340,63 ribu orang atau 12,97 persen,” ujar Suntono, Kepala BPS NTB,  Rabu (15/01/2020).

Suntono menjelaskan, peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).

Ini terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada September 2019, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 74,35 persen untuk perkotaan dan 74,87 persen untuk perdesaan.

Menurunya, pada periode Maret 2019 – September 2019, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan dari 2,327 pada Maret 2019 menjadi 2,119 pada September 2019.

“Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat cenderung mendekati Garis Kemiskinan. Kemudian Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) justru mengalami peningkatan dari 0,478 pada Maret 2019 menjadi 0,519 pada September 2019. Ini berarti kesenjangan di antara penduduk miskin semakin melebar,” ungkapnya.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan maupun di perdesaan mengalami penurunan.

Untuk perkotaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 2,500 pada Maret 2019 menjadi 2,169 pada September 2019.

Untuk perdesaan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari  2,166 pada Maret 2019 menjadi 2,073 pada September 2019.

Selanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) untuk perkotaan maupun perdesaan mengalami kenaikan.

Untuk perkotaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,451 pada Maret 2019 menjadi 0,533 pada September 2019. Untuk perdesaan, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) meningkat dari 0,504 pada Maret 2019 menjadi 0,505 pada September 2019.

AYA




Gencarkan NTB Hijau, Gubernur Zul Tanam 6035 Pohon DiLotim

Penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan di bagian timur Lotim. Namun juga akan dilakukan di Lombok Timur bagian selatan

LOTIM.lombokjournal.com — Sebanyak 6035 pohon ditanam Gubernur . H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, MM bersama masyarakat Desa Prigi, Kacamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur dengan luas lahan sekitar 60 Ha, Rabu (15/01/2020).

Penanaman  ini untuk menggencarkan program NTB hijau di Kabupaten Lombok Timur, setelah kegiatan serupa dilakukan di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu beberapa hari lalu.

Jenis pohon yang ditanam yaitu Manggis, Lengkeng, Rambutan, Durian, Guava, Nangka, Mangga dan Alpukat. Pemilihan pohon ini dilakukan agar dalam waktu dua dan tiga tahun ke depan, masyarakat dapat memanen buah dan tidak akan ditebang.

Penanaman ribuan pohon buah-buahan ini merupakan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengembalikan fungsi hutan yang gundul.

Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus menanam pohon untuk memberikan harapan generasi NTB di masa yang akan datang. Sehingga mereka dapat melihat dan menikmati rimbunnya pohon dan hutan di NTB.

“Menanam pohon sejatinya adalah menanam harapan untuk anak cucu kita di masa yang akan datang,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul, saat gerakan menanam 6035 pohon tersebut.

Bang Zul mangajak masyarakat untuk menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam tersebut. Sebab, ketika nanti pohon tersebut berbuah, maka masyarakat anak menuai hasil yang dapat menambah nilai ekonomi masyarakat.

“Pemerintah tidak mungkin mengerjakan sendiri, harus didukung oleh private sector. Sebab, the engine of economic growth itu adalah private sector,” jelas Bang Zul.

Bang Zul berharap, pihak swasta dapat memberikan kebaikan dan kemanfaatan bagi kemaslahatan masyarakat.

Hadirnya perusahaan-perusahaan besar, tidak cukup dengan hitung-hitungan bisnis atau angka-angka. Namun perlu juga doa-doa masyarakat.

Karena, tidak ada yang tahu di tengah masalah yang muncul, terdapat peluang yang dapat mendistribusikan kemanfaatan bagi semua.

“Tugas kami adalah memfasilitasi, bukan mempersulit. Jangan bikin susah, kalau untuk investasi, kita menggelar karpet merah,” tegasnya.

Bang Zul juga menyampaikan kebahagiaannya berkunjung dan menyapa masyarakat di desa tersebut. Ia mengaku, dengan melihat senyuman masyarakat yang hadir, akan memberikan semangat untuk terus melayani mereka.

Hangatnya sambutan itu kata Gubernur menandakan bahwa masyarakat menitipkan harapan besar di Pemerintah untuk menyelesaikan setiap masalah yang ada.

Bupati Lotim mengatakan kehadiran Gubernur Zul disambut antusias oleh masyarakat. Ini merupakan bentuk kerinduan mereka terhadap pemimpinnya.

Sukiman juga menjelaskan,  Desa Perigi dengan 14 Dusun dibagi dalam tugas klaster yang masing-masingnya memiliki potensi yang berbeda.

Perigi bagian atas, dianugerahi potensi batu-batuan besar yang masyarakat setempat sebut dengan emas hitam dan coklat.

Di bagian kanan Perigi, masyarakat dianugerahkan dengan potensi batu apung. Sebagian besarnya sudah tergali, yang tersisa tinggal sedikit. Di arah Baratnya, masyarakat mendapatkan karunia pasir berkualitas nomor satu.

“Ini menjadi sumber PAD kami,” ungkapnya.

Selain potensi tersebut, masih terdapat masyarakat yang belum menikmati aliran listrik. Karena itu, Ia meminta dukungan gubernur agar masyarakat dapat menikmati listrik sebagaimana daerah lain.

Terkait penanaman pohon, ia mendukung program NTB Hijau yang digalakkan Pemerintah Provinsi. Katanya, penanaman pohon ini tidak hanya dilakukan di bagian timur Lotim. Namun juga akan dilakukan di Lombok Timur bagian selatan.

AYA/HmsNTB




Pasca Banjir, Koramil  1607-02 /Empang dan Masyarakat  Bergotong Royong

“Musim hujan yang merata di setiap wilayah mengakibatkan air sungai di beberapa tempat meluap dan bahkan banjir, untuk itu hari ini kita laksanakan gotong royong pembersihan sungai untuk mengantisipasi hal tersebut”

SUMBAWA.lombokjournal.com —  Anggota Koramil 1607-02/Empang bersama anggota Polsek Empang dan warga Dusun Krongkong Desa Batulante Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa melaksanakan karya bhakti normalisasi sungai di dusun tersebut, untuk mengantisipasi banjir susulan seperti yang pernah terjadi sebelumnya, Senin (13/01/20).

Karya bhakti yang dipimpin Danramil 1607-02/Empang, Kapten Inf I Wayan Suledra, bersama Camat Tarano M. Tahkiq dan Kapolsek Empang, AKP Sarjan, bersama ratusan anggota dan masyararakat setempat berlansung hingga siang hari.

Menurut Danramil Empang, karya bhakti tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian sekaligus sinergitas TNI Polri bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai Dusun Krongkong.

“Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi terjadinya banjir mengingat curah hujan beberapa hari terakhir cukup tinggi, maka aliran sungai harus bersih dari sampah maupun yang benda-benda yang dapat menghambat aliran sungai,” terang Suledra.

Sedangkan Camat Tarano M. Tahkiq mengucapkan terimakasih kepada TNI Polri atas kepedulian dan kerjasamanya dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama aliran sungai.

“Musim hujan yang merata di setiap wilayah mengakibatkan air sungai di beberapa tempat meluap dan bahkan banjir, untuk itu hari ini kita laksanakan gotong royong pembersihan sungai untuk mengantisipasi hal tersebut,” ujarTahkiq.

Terpisah Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., disela-sela kesibukannya mengapresiasi semangat dan kerjasama pihaknya bersama aparat Kepolisian dan masyarakat setempat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.

Dandim Alumnus Akmil 2000 tersebut juga meminta Koramil jajarannya untuk terus memantau perkembangan wilayah terutama desa binaannya sehingga setiap saat siap berada di desa apabila dibutuhkan warga binaanya.

“Mari kita bangun sinergitas, soliditas dan kebersamaan dalam membangun desa menuju desa yang bersih, sehat, aman dan jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas mantan Danyonif RK 744/SYB tersebut.

AYA




Gubernur Zul Ajak Warga Dompu Menanam Harapan

“Kami di Dompu sampai hari ini baik-baik saja semuanya, kami sedang sibuk menanam jagung, menanam padi dan menanam banyak harapan untuk masyarakat Dompu”

DOMPU.lombokjournal.com —  Tiap pohon yang ditanam akan membawa kebaikan untuk orang yang menanam.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu saat  pencanangan Desa Malaju sebagai Desa Wisata Bahari, sekaligus penanaman pohon mangrove dan pohon kelor, Sabtu (11/01/2020) di Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.

Gubernur Zul menanam mangrove dan kelor

“Tadi dikatakan kita akan menanam pohon. Kita boleh menanam pohon, kita boleh menanam mangrove dan kelor. Tapi yang paling penting adalah kita sedang menanam harapan untuk anak cucu kita di masa yang akan dating,” ucap Gubernur yang saat itu hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimasyah.

Masyarakat Dompu diingatkan, apa yang ada benak kita suatu saat akan menjadi kenyataan.

Everything should be created twice, segala sesuatu itu diciptakan dua kali. Satu dalam pikiran, satu dalam kenyataan,” kata Gubernur Zul.

Di Amerika, cerita Gubernur, para pejabat publik jarang mengeluarkan kata-kata negatif. Ketika bicara di depan publik selalu penuh dengan kata-kata inspiratif.

“Ketika mereka hit by crisis. Dihimpit oleh beratnya ekonomi, ibu negara dengan penuh inspirasi mengatakan the future belongs to those who believe to the beauty of their dream. Masa depan akan selalu dalam genggaman mereka yang punya keberanian untuk punya harapan,” ujar Gubernur NTB yang kerap disapa Bang Zul.

Bang Zul juga memuji keindahan Pantai Malaju.

“Pantai kita ini sangat indah. Setelah menikmati keindahan pantai ini akan lahir banyak puisi dari kita semua,” puji nya.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin mengaku bersemangat dengan kegiatan penanaman pohon.

Momen ini menjadi ajang silaturahim dengan masyarakat Kecamatan Kilo. Ia juga bersyukur dengan turunnya hujan yang mengguyur kecamatan Kilo setelah beberapa hari tidak turun hujan.

Saat ini masyarakat Dompu sedang berjuang dalam meningkatkan taraf hidupnya menjadi lebih baik lagi. Penanaman jagung, padi, mangrove dan baru-baru ini yaitu kelor, tak lain ialah untuk meningkatkan item pendapatan bagi masyarakat Dompu.

“Kami di Dompu sampai hari ini baik-baik saja semuanya, kami sedang sibuk menanam jagung, menanam padi dan menanam banyak harapan untuk masyarakat Dompu,” tuturnya.

Bupati pun meminta anak-anak muda Dompu mampu menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pembangunan di Dompu. Ia berharap kabupaten Dompu ke depan mampu menjadi lebih baik.

“Kita do’akan semoga Allah SWT merahmati semua usaha kita, pendapatan masyarakat kita akan semakin baik, rumah-rumah yang baru dibangun akan semakin bagus,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Zul menyerahkan alat bantu kesehatan dan mesin penggiling pada perwakilan warga.

AYA/HmsNTB




Kepedulian Pada Lahan Kritis, Gubernur  Zul Tanam Kemiri dan Kayu Putih Di Parado

Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kehutanan, diminta terus intens mengawasi proses penanaman kembali hutan-hutan yang sudah tidak produktif dan tidak hijau di Kabupaten Bima khususnya di Kecamatan Parado

BIMA.lombokjournal.com —  Penanaman Kemiri dan Kayu Putih di Desa Paradowane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, merupakan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung dan mewujudkan NTB Asri dan Lestari.

Rangkaian penanaman pohon kemiri dan pohon kayu putih yang dilakukan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc usai mencanangkan Bima Sebagai Pusat Industrialisasi di Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Sabtu (11/01/2020) siang itu, sebagai wujud kepedulian terhadap lahan kritis pada kawasan hutan di NTB.

Penanaman Kemiri dan Kayu Putih

“Kita motong hutan, menebang hutan itu gampang, tapi saya lihat pohon-pohon yang besar itu, kasihan kalau anak cucu kita tidak menikmati dan melihatnya,” ungkap Gubernur Zul.

Adanya investor yang hadir dapat menjadi alternatif pekerjaan bagi masyarakat, sehingga tidak lagi menebang pohon sebagai lahan penghasilannya.

“Kalau memang pekerjaan yang kita cari, mudah mudahan dengan adanya alternatif, kelestarian dan keasrian lingkungan bisa kita jaga. Pada saat yang sama alternatif pekerjaan kita sediakan oleh investasi yang hadir dan masuk ke tempat kita,” tutur Gubernur Zul.

Dikatakan, Menteri Kehutanan telah menyampaikan secara langsung, ajakan untuk lakukan penghijauan kembali di NTB.

Bupati Kabupate Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri SE mengajak segala pihak untuk bersinergi merawat dan menjaga hutan.

“Saya mengajak untuk memperbaiki hutan yang kita miliki. Karena masyarakat Parado yang berada di ketinggian, tidak merasa khawatir dengan kondisi hutan hari ini. Tetapi, bagi masyarakat yang ada di bawah atau di kaki gunung, beda dalam situasi yang mencekam dan menghawatirkan,” ujar Indah.

Indah berharap agar pemerintah provinsi melalui Dinas Kehutanan, terus intens mengawasi proses penanaman kembali hutan-hutan yang sudah tidak produktif dan tidak hijau di Kabupaten Bima khususnya di Kecamatan Parado.

“Kami memohon dukungan bapak Gubernur, agar kawasan hutan yang ada di Kabupaten Bima, khususnya yang ada di kecamatan Parado agar mendapatkan perhatian khusus untuk pembibitan sehingga bisa ditanami kembali,” harap Indah.

Dalam acara itu hadir anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi NTB, Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Wakil Bupati Bima, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Insfrastruktur dan Pembangunan Manggaukang Raba, Kadis LHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Pariwisata, Kadis Perindustrian, Kadis PU, Kadis Pertanian, Kalak BPBD, Karo Umum dan Karo Humas dan Protokol.

AYA/HmsNTB




Adu Kuat Politisi Muda Versus Petahana di Pemilukada

“Strategi door to door yang efektif,  jalinan kerja tim pemenangan yang menguasai medan serta mampu merekam secara pasti  need asesment di setiap kantong pemilih,  salah satu kunci sukses pendatang baru”

lombokjoural.com —

MATARAM  ;   Mi6 menilai

Munculnya konstruksi Poros Politik  menyongsong Pilkada 2020 yang digagas dan dipelopori Partai Nasdem , Hanura dan PDIP Lombok Tengah, harus dimaknai sebagai upaya konsolidasi politik total para politisi muda.

Penilaian itu disampaikan Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH yang didampingi Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi, M.Pd, Kamis (09/01/2020).

Menurutnya, bersatunya Kekuatan  Politisi Muda  lintas Partai ini harus diterjemahkan pula  cermin kebangkitan dan kesadaran kolektif  yang dihajatkan  ingin membuat Sejarah Baru.

Bambang menilai, gimick Politik yang diperagakan oleh Politisi Muda ini sebagai upaya mendobrak tradisi kemapanan / establishme langgam politik lama yang kerap menisbikan peran kaum muda.

“Belajar dari situasi Pilkada  masa lalu, koalisi tiga partai ini nampaknya ingin membangun perspektif dan citra baru dalam melakukan agregasi politik lebih maju di Pemilukada  2020,” kata Bambang.

Menurut laki-laki yang kerap disapa Didu ini, Pemilukada Loteng  2020 diprediksi akan melahirkan Paslon Baru yang memiliki power dan track record yang mumpuni sebagai Calon Kepala Daerah yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Fenomena munculnya beragam calon dari berbagai latar belakangan ini merupakan keinginan yang kuat  menjadi best of the best melalui pesta demokrasi lima tahunan ,” tambah Kepala Litbang Mi6 , Zainul Pahmi, M.Pd.

Selanjutnya Pahmi mengakui berbagai calon  pendatang baru yang mencuat di publik belakangan ini rata-rata belum pernah mengikuti berbagai konstestasi politik sebelumnya.

“Jadi wajar jika saat ini  tingkat popularitas/elektabilitasnya di bawah  Petahana dan Akseptabilitas Paslon yang belum merata dimata konstituen ,” sambung Pahmi.

Pahmi melanjutkan terkait  karakteristik pemilih  yang memiliki ke-khas-an, maka diperlukan upaya upaya ekstra kuat dan tekun dari para pendatang baru meraih hati votters.

“Strategi door to door yang efektif,  jalinan kerja tim pemenangan yang menguasai medan serta mampu merekam secara pasti  need asesment di setiap kantong pemilih,  salah satu kunci sukses pendatang baru,” tukas Pahmi yang juga Ketua Pemuda NW NTB ini.

Selanjutnya  didu menegaskan harus diakui saat ini dalam setiap konstestasi politik,  kekuatan petahana tidak mudah digoyahkan khususnya dari sisi popularitas maupun elektabilitasnya. Hal ini karena Petahana memiliki pengalaman dan rekam jejak pertarungan Pilkada sebelumnya.

“Terlepas apapun hasilnya nanti , Adu kuat ketangguhan power politik petahana  jika maju lagi akan diuji dengan munculnya  Fenomena baru Koalisi Tiga Partai yang dipelopori Anak Muda ini,” katanya.

Me.




Koramil Moyo Hulu Bersihkan Saluran Air Untuk Antisipasi Banjir

“Ini salah satu bentuk sinergitas dan soliditas TNI Polri di wilayah bersama-sama membantu masyarakat dalam mengantisipasi banjir”

SUMBAWA.lombokjournal.com —   Koramil 1607-08/Moyo Hulu bersama anggota Polsek Moyo Hulu melaksanakan pembersihan dan pengerukan saluran air di depan Puskesmas Moyo Hulu, Rabu (08/01/2020).

Danramil Moyo Hulu Kapten Inf Triono yang berada di lokasi menjelaskan, saluran air tersebut tersumbat karena banyaknya tanah lumpur yang terbawa air hujan dari kawasan hutan sehingga menimbulkan genangan air dan bahkan banjir.

“Sekarang ini musim hujan, saluran air harus bersih dari sampah maupun endapan tanah yang mengakibat air tidak lancar dan meluap kepermukaan,” ujar Triono.

Terpisah, Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., membenarkan dan mengapresiasi kegiatan Koramil dan Polsek Moyo Hulu membersihkan saluran air di depan fasilitas umum.

“Ini salah satu bentuk sinergitas dan soliditas TNI Polri di wilayah bersama-sama membantu masyarakat dalam mengantisipasi banjir,” terang Samsul.

Menurutnya, tingginya curah hujan di beberapa tempat akan menambah debit air dan ini harus diwaspadai, karena bisa berdampak banjir mengingat daerah tersebut merupakan kawasan hutan.

“Kita ketahui bersama bahwa hutan di Pulau Sumbawa juga sudah banyak yang gundul karena pohon sebagai penyangga tanah dan air habis ditebang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap mantan Danyonif Raidersus 744/SYB tersebut.

Pihaknya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kembali hutan yang gundul dengan menanam pohon sehingga fungsi hutan kembali seperti semula.

AYA




Cuaca Buruk, Seluruh Pelabuhan Di NTB Lakukan Sistim Buka Tutup

Prakiraan Cuaca buruk itu tejadi di sebagian wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat,  Sumbawa, Kota Bima, Bima dan Dompu pada siang hingga malam hari

MATARAM.lombokjournal.com — Sistem buka tutup diberlakukan Dinas Perhubungan Provinsi NTB terhadap pengoperasian pelabuhan yang ada di wilayahnya.

Pemberlakuan sistem buka tutup tersebut karena cuaca buruk.

“Penerapan sistem buka tutup harus dilakukan  agar aktivitas penyebrangan  tetap berjalan normal  di tengah kondisi cuaca buruk yang melanda perairan ntb akhir-akhir ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan L. Bayu WIndia, Selasa (06/01/2020)

Bayu mengtakan,  sampai saat ini aktivitas penyebrangan masih berjalan normal. Namun  dengan kondisi cuaca yang kurang bersabat  yang melanda perairan NTB,  pihak Dinas Perhubungan  pun harus menerapkan sistem buka tutup.

“Sistim buka tutup dilakukan bertujuan agar aktivitas penyebrangan melalui jalur laut sehingga  tidak mengakibatkan terjadinya penumpukan penumpang dan barang ,” terangnya

Bayu juga menyebut meski aktivitas penyebrangan di seluruh pelabuhan tetap beraktivitas normal, namun tetap mengacu pada himbauan yang dikeluarkan oleh BMKG sebab dari himbauan yang dikeluarkan tersebut aktivitas di pelabuhan bisa berjalan.

Seperti diketahui,  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika telah mengeluarkan peringatan dini  sejak 29 November 2019,  yang menyebut berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.

Prakiraan Cuaca buruk itu tejadi di sebagian wilayah Mataram, Lombok Barat, Lombok tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat,  Sumbawa, Kota Bima, Bima dan Dompu pada siang hingga malam hari .

Serta mewaspadai tinggi gelombang yang mencapai 2 meter, di Selat Lombok Bagian Utara, Selat Lombok Bagian Selatan, Selat Alas bagian utara, Selat Alas selatan perairan utara Sumbawa,  Samudera Hindia selatan NTB, Selat Sape bagian utara dan Selat Sape bagian selatan.

AYA