Wagub Berharap, Investasi Plastic Brick Bisa Hadir di NTB

“Kami memang sedang membantu mendanai pembangunan ruang kelas dan sekolah yang rusak akibat gempa di NTB. Namun kami juga melihat peluang menghadirkan investasi teknologi pengolahan sampah plastik”

MATRAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., menerima audiensi Pelita Foundation bersama lembaga nirlaba internasional Australia, Classroom of Hope di ruang kerjanya, Kamis (20/02/2020)

Mereka menyampaikan rencana pembangunan enam ruang kelas percontohan dengan menggunakan bahan baku bata plastic, atau yang dikenal dengan teknologi plastic brick.

Mendengar hal tersebut, Wagub menyambut baik dan sangat antusias.

Bahkan Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi ini menginginkan agar teknologi ini tidak hanya untuk membangun ruang kelas percontohan untuk mengganti ruang kelas sementara pasca gempa, melainkan supaya teknologi ini juga bisa dihadirkan di NTB.

“Saya sangat antusias jika teknologi pengolah sampah ini sekalian dihadirkan di NTB sebagai investasi. Tidak hanya sebagai program bantuan perbaikan ruang kelas bagi sekolah yang terdampak gempa,” harapnya.

Ia menilai, teknologi pengolahan sampah ini akan lebih berperan besar dalam mengatasi persoalan sampah dan mendukung program Zero Waste, setelah sebelumnya inovasi energi dari sampah seperti dalam bentuk pellet dan teknologi pemanfaatan sampah lainnya telah lebih dulu ada.

Dalam wawancara secara terpisah, salah satu pendiri organisasi Classroom of Hope, Duncan Ward, bekerjasama dengan Yayasan Pelita akan membangun enam ruang kelas percontohan dengan menggunakan bahan baku bata plastik.

Ia mengatakan, bahan baku bata plastik ini sudah banyak dipergunakan di negara lain seperti Afrika Selatan dan Kolombia.

Selain tahan hingga 5000 tahun, bahan baku bata plastik ini juga ramah lingkungan, tahan api dan sangat mudah dikerjakan. Oleh karena itu, teknologi bata plastik ini juga direkomendasikan oleh Unicef sebagai program bantuan sosial.

Di NTB sendiri, program yang disebut Pop Up School itu selain mendanai pembangunannya, pihaknya juga memperkenalkan teknologi ini dalam upaya kerjasama investasi.

“Kami memang sedang membantu mendanai pembangunan ruang kelas dan sekolah yang rusak akibat gempa di NTB. Namun kami juga melihat peluang menghadirkan investasi teknologi pengolahan sampah plastik,” terang Duncan.

Dikatakan Duncan, NTB dipilih setelah Jawa Barat karena potensi dan prioritas pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan seperti Zero Waste sangat mendukung dalam mengenalkan teknologi ini. Jika terwujud, pabrik bata plastik akan menjadi yang pertama di Asia.

Sementara itu, Satriawan Amri, CEO Pelita Foundation Lombok mengatakan, kerja sama dengan banyak relawan internasional ini adalah upaya mendanai program sosial yayasannya.

Selain pendidikan ada pula pemberdayaan bagi perempuan dan anak dengan memberikan keterampilan dan edukasi yang memadai dari donator seluruh dunia.

Selama tahun 2019 lalu sudah ada 120 ruang kelas sementara yang dibangun di Lombok Utara dan enam kelas percontohan menggunakan bata plastik ini diharapkan dapat menggantikan kelas sementara menjadi permanen.

”Khusus pembangunan ruang kelas permanen menggunakan bata plastik ini, Pelita Foundation bekerjasama dengan Classrom of Hope,” ungkapnya.

AYA/HmsNTB




Bank Wakaf Mikro Di Ponpes NU, Loteng, Dijadikan Percontohan

Wapres berharap, bank wakaf mikro ini berkembang pesat agar mampu membawa manfaat bagi masyarakat, memberikan kesejukan dan mampu bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan peradaban Indonesia

LOTENG.lombokjournal.com —  Peresmian Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiyuddin Mansyur (ATQIA) di Ponpes NU Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan oleh Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin, Kamis (20/02/2020).

Bank Wakaf Mikro pertama di NTB ini akan menjadi percontohan di tempat-tempat lainnya.

Wapres mengatakan,  Bank Wakaf Mikro menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat kecil yang selama ini belum tersentuh.

“Bank wakaf ini adalah salah satu komitmen pemerintah untuk mengembangkan usaha-usaha kecil masyarakat dan badan keuangan mikro menggunakan sistem syariah,” kata Wapres.

Setelah melihat aktivitas usaha kerajinan di Mandalika sebelumnya, Wapres yakin bahwa bank wakaf mikro dapat berkembang dengan baik dan membantu masyarakat mengembangkan usaha kerajinannya.

“Ada pengusaha yang hanya menjaga usahanya agar tetap terjaga kontinuitasnya, tapi ada juga pengusaha yang bukan hanya bisa dijaga kontinuitasnya namun bisa dikembangkan menjadi usaha menengah dan usaha besar. Potensi itu saya lihat ada di NTB,” tuturnya.

Selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Wapres juga mengungkapkan bahwa bank wakaf mikro ini juga dihajatkan untuk meningkatkan pendidikan.

“Selamat kepada ponpes Al Manshuriah telah mendirikan bank wakaf mikro ini, saya harap bank wakaf mikro ini berkembang pesat agar mampu membawa manfaat bagi masyarakat, memberikan kesejukan dan mampu bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan peradaban Indonesia,” tutupnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat mengapresiasi keberadaan Bank Wakaf Mikro ini.

Ia meminta kepada OJK selaku inisiator untuk membentuk Bank Wakaf Mikro di Ponpes-ponpes yang ada di Provinsi ini.

“Kalau semua pondok pesantren kita memiliki bank wakaf mikro, insyaallah saya yakin suatu saat tidak ada kemiskinan di NTB ini,” tegasnya.

AYA/HmsNTB

 




Wapres Bersama Gubernur NTB Tinjau RTG Di Dusun Gontoran Barat

“Perubahan status ini menjadi faktor keterlambatan pembangunan RTG di NTB. Karena harus dilakukan update data oleh BNPB”

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. (H. C. ) K. H. Ma’ruf Amin, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meninjau Rumah Tahan Gempa (RTG) di Dusun Gontoran Barat, Kelurahan Bertais, Kota Mataram yang siap dihuni para korban gempa tahun 2018, , Rabu, (19/02/2020).

Kunjungan ke RTG itu dilakukan usai memberikan kuliah umum di Universitas Mataram (Unram).

Dusun Gontoran Barat merupakan salah satu lokasi yang terdampak gempa, dengan tingkat kerusakan paling parah di wilayah Kota Mataram. S

Saat ini pembangunan Rumah Tahan Gempa di Dusun Gontoran Barat telah selesai 100 persen. Dan sudah ditempati masyarakat korban gempa.

Dalam kurun waktu satu tahun, sebanyak 199.006 RTG se-NTB, yang sudah dapat diselesaikan.

Wapres yang didampingi Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, di hadapan wartawan mengatakan, kunjungannya di Dusun Gontoran Barat, untuk melihat langsung hasil pembangunan Hunian Tetap (Huntap) RTG korban gempa.

Wapres berharap masyarakat puas dengan hasil pembangunan yang telah selesai dilakukan.

“Mudah-mudahan masyarakat puas dengan hasil pembangunan yang telah dilakukan,” ujarnya.

Wapres mengatakan, Pemerintah akan terus berusaha memberikan program pembangunan dengan kualitas terbaik.

Dengan terbangunnya RTG yang baik, diharapkan masyarakat akan bisa membangun kehidupan lebih baik di masa yang akan datang.

“Semoga masyarakat, bisa membangun kehidupan lebih baik, di masa akan datang,” kata wapresa.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjelaskan terkait masih adanya sisa pembangunan rumah korban gempa sebanyak 21.000, karena adanya gempa susulan yang mengakibatkan perubahan status rumah korban gempa.

Pada mulanya dengan status rusak ringan, namun karena adanya gempa susulan berubah status menjadi rusak berat.

“Perubahan status ini menjadi faktor keterlambatan pembangunan RTG di NTB. Karena harus dilakukan update data oleh BNPB,” jelas gubernur.

Danrem 162/WB Kolonel czi Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, sebanyak 21.000 sisa pembangunan rumah korban gempa di NTB, saat ini dalam tahap pendebetan di pihak perbankan.

Tinggal menunggu tahapan pembentukan Pokmas, untuk kemudian  dilakukan pencairan  dan dilakukan pembangunan.

Untuk mendukung penuntasan sisa pembanguna RTG di NTB, dalam waktu dekat TNI akan mengirim 1000 personil dengan kemampuan khusus konstruksi.

Hal ini diharapkan proses pembangunan dapat dirampungkan dalam waktu 2-3 bulan ke depan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lingkungan  Gontoran Barat, H. Salikin di hadapan Wapres dan Gubernur NTB, menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah dan unsur TNI, atas bantuan dan kerja kerasnya sehingga progres pembangunan rumah korban gempa di Dusun Gontoran Barat dapat selesai 100 persen.

AYA/HmsNTB




Hari Peduli Sampah Nasional di Mandalika, Wagub; Harus Berkelanjutan

Hari Peduli Sampah Nasional diluncurkan di 5 daerah wisata super premium di Indonesia, Salah satunya Kuta Mandalika, di Lombok Tengah

 MATARAM.lombokjournal.com – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang nantinya akan dilaksanakan pada 22 Maret 2020 mendatang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombbok Tengah, diharapkan akan berkelajutan.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengungkapkan dukungannya atas kegiatan HPSN saat menerima kunjungan dari Direktur Pengelolaan Limbah Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup di Ruang Kerjanya, Selasa (18/02/2020).

“Event ini nantinya bukan hanya seremonial saja, tetapi harus terus berkelanjutan. Khususnya di wilayah sungai dan pantai harus lebih diperhatikan,” tutur Umi Rohmi.

Ummi Rohmi yang didampingi oleh Asisten I, Kepala Dinas LHK, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB mengatakan,  berbicara terkait sampah, erat kaitannya dalam mengubah pola pikir masyarakat.

Di Nusa Tenggara Barat, ‘virus’ zero waste sudah menyebar di berbagai kalangan, baik sekolah maupun masyarakat.

“Alhamdulillah sejak munculnya program Zero Waste sebagai program prioritas di NTB, banyak masyarakat yang mulai peduli khususnya anak-anak sekolah,” jelasnya.

Saat itu, Henri Bastaman, Tenaga Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan, akan meluncurkan Hari Peduli Sampah Nasional di 5 daerah wisata super premium di Indonesia.

Salah satunya berlangsung di Kuta Mandalika, di Lombok Tengah.

“Berbagai langkah untuk mengkoordinasikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Hal ini sebagai upaya pemerintah pusat untuk mengurangi sampah,” jelasnya.

Henri berharap agar kegiatan ini nantinya dapat bersinergi dengan berbagai pihak dan menjadi event yang berkelanjutan.

Hari Peduli Sampah Nasional ini juga nantinya dirangkaikan dengan Sosialisasi Bahaya Merkuri yang akan disampaikan oleh Yun Insiani Direktur Pengelolaan B3.

AYA/HmsNTB




Kunker Wapres RI Di Lombok, Danrem 162/WB Pimpin Apel Gelar Pasukan Pam VVIP

“Manfaatkan Apel Gelar Pasukan ini sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antar unsur pengamanan, utamanya untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas serta menghindari terjadinya kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaan tugas”

MATARAM.lombokjournal.com —  Jelang kunjungan kerja Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) KH. Makruf Amin beserta istri Wury Estu Handayani dan rombongan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Korem 162/WB melaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan VVIP di Lapangan Rektorat Universitas Mataram, Selasa (18/02/20).

Sesuai jadwal, Wapres RI akan melaksanakan kunjungan di Pulau Lombok selama dua hari mulai hari Rabu hingga Kamis mendatang.

Apel gelar pasukan Pam VVIP dipimpin Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., selaku Dansatgas Pengamanan Wilayah mengambil Apel Gelar Pasukan Pam VVIP.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan dalam pengamanan VVIP melibatkan kekuatan dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan komponen masyarakat lainnya, baik pada event nasional maupun internasional, harus dapat memberikan jaminan keamanan objek yang terbaik dan maksimal.

Dijelaskannya, Apel Gelar Pasukan sangat perlu dilakukan untuk mengecek sejauh mana tingkat kesiapan pasukan Satgas Pengamanan VVIP baik secara perorangan maupun satuan.

Serta untuk pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur Satgas. Juga langkah dan tindakan yang diambil dalam mengatasi persoalan harus sesuai dengan prosedur tetap (Protap) Pengamanan VVIP yang berlaku.

Selain itu juga untuk memastikan sinergitas dan kerjasama antar unsur pengamanan yang terlibat.

“Manfaatkan Apel Gelar Pasukan ini sebagai sarana koordinasi dan komunikasi antar unsur pengamanan, utamanya untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas serta menghindari terjadinya kesalahan sekecil apapun dalam pelaksanaan tugas,” pesan Pangdam.

Pati Bintang Dua yang sekaligus sebagai Pangkoops Pam VVIP wilayah Bali Nusra tersebut juga memberikan beberapa penekanan, sebagai pedoman dalam pelaksanaan Pam VVIP.

Pertama, pahami dan kuasai Prosedur Tetap pengamanan VVIP. Kedua, pegang teguh disiplin dengan memahami Rantai Komando yang efektif dan efisien. Ketiga, tingkatkan kepekaan dan jangan lengah terhadap situasi yang berkembang. Keempat, jangan ragu dalam bertindak dan tingkatkan koordinasi secara optimal, dan kelima, cermati dan ikuti perkembangan situasi secara terus menerus dan laporkan.

“Semoga selama kegiatan kunjungan Wakil Presiden RI beserta rombongan di Pulau Lombok NTB dapat berjalan aman, tertib dan lancar,” kata Mayor Jenderal TNI Benny Susianto.

Usai membacakan amanat Pangdam IX/Udayana, Danrem 162/WB bersama jajaran Kepolisian dan rombongan melaksanakan geladi rangkaian ke lokasi-lokasi yang akan dikunjungi Wakil Presiden RI bersama rombongan.

Apel Gelar Pasukan dihadiri pejabat TNI Polri dan jajaran wilayah NTB, Rektor Unram, perwakilan Pemerintah Daerah NTB, pimpinan instansi terkait dan undangan lainnya.

AYA




Wagub Hj Rohmi; Warga NTB Harus Berpartisipasi Sensus Penduduk Online

“Jika sensus penduduk online belum merata, maka kami akan turun langsung ke lapangan dan mewawancarai sekaligus membimbing masyarakat untuk ikut berpartisispasi kegiatan sensus penduduk yang dimulai pada tanggal 01 – 31 Juli 2020”

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. mengatakan, warga NusaTeNggara Barat (NTB) harus ikut berpartisipasi sensus penduduk (SP) online.

Hal itu dkatakan Wagub Hj Rohmi, usai melaksanakan SP online,  Senin (17/02/2020) di ruang kerjanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan terobosan besar untuk SP tahun 2020, Kegiatan yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini, kini dilaksanakan secara online.

Beberapa pejabat dari BPS NTB yang hadir mendampingi, ia juga mengajak seluruh masyarakat NTB bisa berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan pengumpulan data demografi ini.

SP tahun 2020 menawarkan sistem yang sangat mudah. Pasalnya sensus penduduk ini menggunakan sistem online yang bisa diakses melalui handphone android, dan dilakukan kapan saja dan dimana pun, dengan durasi waktu sekitar 15 menit untuk setiap rumah tangga.

“Warga NTB harus ikut berpartisipasi sensus penduduk online, karena caranya sangat mudah,” ajaknya.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS NTB, Arif Candra menjelaskan, SP 2020 dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama yakni sensus penduduk online dilakukan sejak 15 Februari – 31 Maret 2020. Tahap kedua, sensus penduduk dengan wawancara langsung ke setiap rumah.

“Jika sensus penduduk online belum merata, maka kami akan turun langsung ke lapangan dan mewawancarai sekaligus membimbing masyarakat untuk ikut berpartisispasi kegiatan sensus penduduk yang dimulai pada tanggal 01 – 31 Juli 2020,” jelasnya.

Sesuai surat edaran Gubernur NTB Nomor 371 tahun 2019 yang ditujukan kepada bupati/walikota se-NTB, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah NTB, lembaga vertikal lainnya serta tokoh masyarakat, untuk ikut mendukung dan berperan aktif pada setiap tahapan kegiatan sensus penduduk 2020.

Terutama untuk menghimbau seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan SP online dengan cara mengakses website: sensus.bps.go.id dan memberikan jawaban benar dan apa adanya.

Langkah-langkah pengisian SP Online sebagai berikut:

  1. Masuklah ke laman: www.sensus.bps.go.id ;
  2. Masukkan nomor KK dan NIK;
  3. Klik kotak kosong pada captcha lalu klik “Cek keberadaan”;
  4. Jika pertama kali melakukan akses spo buatlah kata sandi dan pilih pertanyaan keamanan yang sesuai, lalu klik “buat pasword”;
  5. Masukkan kata sandi yang telah di buat sebelumnya, lalu klik “masuk”;
  6. Bacalah panduan awal mengenai pengisian spo, lalu klik “mulai mengisi”;
  7. Pilihlah bahasa yang paling dikuasai;
  8. Ikuti petunjuk yang ada dan jawablah seluruh pertanyaan yang diberikan dengan jujur dan sebenar-benarnya;
  9. Setelah mengisi seluruh pertanyaan, klik tombol kiri;
  10. Unduh atau kirim bukti pengisian ke email anda dengan mengisikan alamat email.

AYA




Tahun 2019, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB Tumbuh 1,25 persen

Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun

MATARAMlombokjournal.com —  Laju pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia.

Pertumbuhan IPM di Provinsi NTB, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, di tahun 2019 mencapai 1,25 persen.

IPM di Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 67,30 di tahun 2018 menjadi 68,14 pada tahun 2019, dan IPM NTB masih berada pada kategori capaian sedang.

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2019 mencapai 1,25 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB ini merupakan yang tercepat ke lima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia,” ujjar Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir. I Gusti Lanang Putra pada Rilis BPS, Senin (18/02/20).

Gusti Lanang menegaskan, dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 66,28 tahun.

“Indikator ini meningkat sebanyak 0,41 poin dibandingkan tahun 2018,” katanya

Selain itu, dimensi pendidikan digambarkan dengan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

HLS Provinsi NTB di tahun 2019 Provinsi NTB mencapai 13,48 tahun, meningkat 0,01 poin dibandingkan tahun 2018.

Sedangkan RLS-nya sebesar 7,27 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya.

Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah per orang per tahun.

Indikator ini meningkat sebanyak 356 rupiah dibandingkan tahun 2018.

“Kota Mataram, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa Barat telah memasuki kategori IPM tinggi,” kata GustI Lanang Putra.

AYA




Bupati dan Wabup Hadiri Pisah Sambut Kapolres Lombok Utara

Herman Suriyono melaporkan kepada bupati dan unsur Forkopimda, terkait rencana pembentukan Subsat (Sub Satuan) baru yaitu Satpolair (satuan polisi air) yang barangkali bisa diakomodir dalam pembangunan kantor Satpolair di Bangsal

TANJUNG.Lombokjournal.com  — Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Wakil Bupati H. Sarifudin, SH, MH menghadiri acara pisah sambut Kepala Kepolisian Resort Lombok Utara Sabtu malam (15/2/2020).

Kapolres lama AKBP Herman Suriyono, SIK, MH mendapat tugas baru memimpin Polres Sumbawa Barat. Dan Kapolres Lombok Utara yang baru, diamanahkan kepada AKBP Feri Jaya Satriansyah, SH.

Bupati H. Najmul Akhyar menyampaikan rasa syukur sebab pada momentum hari Sabtu malam bisa berkumpul bersama seluruh personil Korps Bhayangkara Lombok Utara, dalam acara pisah kenal kapolres lama dan baru.

“Ternyata pak Kapolres Herman Suriyono baru keluar ilmunya sekarang. Harusnya kita ingin dari dulu bisa diajak untuk acara-acara yang semi formal seperti di tempat ini,” gurau bupati..

Ditambahkannya, sebetulnya kita bersama-sama merasakan, di Mataram atau di mana pun kita biasa pisah sambut, tapi tidak seeksotis da seromantis malam hari ini.

Hal ini menunjukkan Lombok Utara lebih indah dari tempat-tempat yang lain.

Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan selamat datang kepada Kapolres yang baru sekaligus selamat bertugas kepada AKBP Herman Suriyono untuk memangku jabatan baru di Sumbawa Barat.

Bupati Najmul mengaku puya banyak kenangan bersama Kapolres lama (AKBP Herman Suriyono, SIK, MH).

“Alhamdulillah banyak hal yang kami lakukan walaupun dalam waktu yang hanya 15 bulan,” katanya mengapresiasi.

Dijelaskan bupati, Lombok Utara masih pada masa recovery seraya mengajak semua pihak mengikhtiarkan rumah-rumah RTG tuntas terbangun secepatnya, sehingga masyarakat secepat mungkin memiliki rumah.

“Alhamdulillah hingga hari ini sekitar 41 ribu rumah sudah kita dirikan. Sekarang ini sudah menuju tahap kedua. Mudah-mudahan segera bisa tuntas. Tantangan-tantangan tentu banyak dalam proses pembangunan rumah, semisal aplikator nakal. Kita harapkan nanti semua kita selesaikan,” tutur Najmul Akhyar sembari mengenalkan Wabup dan Forkopimda KLU.

AKBP. Herman Suriyono, SIK, MH bersyukur hari Sabtu malam (15/02/2020) semua pihak yang hadir masih diberi nikmat kesehatan, sehingga bisa berkumpul bersama dalam rangka pisah sambut pergantian Kapolres Lombok Utara.

“Alhamdulillah, pada 30 Oktober 2018 saya dilantik menjadi Kapolres Lombok Utara kurang lebih 15 bulan menjalankan amanah sebagai Kapolres, tentu waktu 15 bulan ini sebenarnya cukup panjang namun terasa sebentar. Saya sudah merasa nyaman di Lombok Utara ini, sudah enak, tiba-tiba harus pindah tugas,” kata Suriyono.

Dikatakan Suriyono,  namanya prajurit kapan saja, di mana saja kalau memang negara memerintahkan siapa pun harus melaksanakan itu dengan tulus dan ikhlas termasuk dirinya.

Dia pun lantas menceritakan banyak hal yang dirasakannya pada saat menjabat Kapolres. Memang di awal kedatangannya di Lombok Utara menghadapi bencana yang cukup dasyat, semua perkantoran hancur.

Tetapi hal itulah tantangan bersama untuk bahu membahu bersinergi dengan TNI dan Pemda membantu masyarakat.

Di samping itu juga, menyiapkan kantor Polres untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan, akhir 2019 kantor Polres telah berdiri beserta segenap fasilitasnya.

Herman Suriyono melaporkan kepada bupati dan unsur Forkopimda, terkait rencana pembentukan Subsat (Sub Satuan) baru yaitu Satpolair (satuan polisi air) yang barangkali bisa diakomodir dalam pembangunan kantor Satpolair di Bangsal.

Kebetulan, kepolisian punya tanah di Bangsal seluas 1,5 are dan cukup untuk bangun kantor dalam rangka pengamanan kawasan tiga Gili, ungkap Herman.

Support bupati

Kapolres baru AKBP, Feri Jaya Satriansyah, SH mengungkapkan, kehadiran Bupati, Wabup dan Forkopimda KLU adalah kebahagian dan kebanggaan.

Lantaran kehadiran itu bagi Feri Jaya, jajaran pimpinan daerah KLU bisa melihat kedatangannya yang akan melaksanakan tugas di Lombok Utara seraya meminta support dari Bupati, Wabup dan Forkopimda KLU .

Perwira lulusan Sepa PK tahun 1999 mengenalkan diri bahwa dirinya bertugas pertama kali di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kabareskrim.

Lalu dari Bareskrim dipindahtugaskan ke KLU awal tahun 2020.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kapolres lama (Bapak AKBP Herman Suriyono) karena begitu saya kesini  semuanya sudah ready. Alhamdullilah tinggal masuk saja,” tuturnya.

AKBP Feri Jaya lantas berharap, ke depan mudah-mudahan kehadirannya memberi manfaat bagi Lombok Utara terutama dalam tugas menjaga keamanan dan kondusifitas bumi Tioq Tata Tunaq.

Pisah sambut Kapolres Lombok Utara yang berlangsung di Anema Resort Sira tersebut dihadiri oleh para Kepala OPD, dan jajaran Polres Lombok Utara. Acara berlangsung akrab dan santai.

api/humaspro




Warga Kelurahan Ampenan Berharap Selly Andayani Pimpin Kota Mataram

“Kita akan mendukung dan bertekad untuk memperjuangkan menuju Kota Mataram yang lebih baik. insya Allah”

MATARAM.lombkjournal.com —  Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Provinsi NTB tersebut, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Sc, tokoh masyarakat dan warga Lingkungan Kebon Jeruk Baru, Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, menggelar silaturahmi bersama,  Jumat (14/02/2020).

Kegiatan yang diinisiasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mataram, Nyayu Ernawati itu dihadiri antusias warga yang berharap Selly Andayani menjadi Walikota Mataram.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati mengatakan, permintaan warga itu bukan tanpa alasan.

Selain karena masyarakat mengetahui track record kepemimpinan Selly Andayani di birokrasi Provinsi NTB. Selain itu juga karena Kadis Perdagangan NTB itu dianggap mampu membuat suatu perubahan saat menjadi Penjabat Walikota Mataram.

“Warga Kota Mataram telah merasakan bagaimana Bunda Selly mampu melakukan perubahan, walaupun sebagai Penjabat Walikota Mataram hanya enam bulan. Perubahan itu sangat dirasakan masyarakat,” katanya.

Sebagai seorang pemimpin, lanjut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram itu, Hj. Selly Andayani bukan sekedar bicara namun langsung dibuktikan.

“Bunda Selly itu adalah seorang ibu yang memperhatikan semua persoalan. Ketika beliau menjabat sebagai Plt Walikota Mataram kemarin itu, sampai persoalan anak-anak pun menjadi perhatian,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, selama enam bulan menjadi Penjabat Walikota Mataram pada tahun 2015, istri anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB H. Rachmat Hidayat itu telah mampu menjadikan Kota Mataram sebagai lokasi pertama, gelaran Hari Anak Nasional yang biasanya hanya digelar di Istana Negara.

“Bagaimana anak-anak kita itu diperhatikan sama Bunda, sehingga Mataram itu menjadi yang pertama kali kota yang mengadakan Hari Anak Nasional, dan itu Bunda yang mensupport,” jelasnya.

Ditambahkan, dulu gelaran Hari Anak Nasional hanya di Istana Negara. Jadi boleh dikatakan berkat Bunda Selly, akhirnya perayaan itu sekarang merata ke daerah-daerah lain

Selain itu, banyak hal dan perubahan demi perubahan yang dilakukan, selama enam bulan memimpin Kota Mataram.

Pun sebagai Kadis Perdagangan NTB, dikatakan Nyayu, Selly sangat memperhatikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Jadi wajar kalau mayoritas warga Kota Mataram, sangat mengimpi-impikan sosok pemimpin seperti Bunda Selly, karena beliau memimpin dengan cinta dan kasih sayang seorang ibu,” ucapnya.

Sementara Ketua Lingkungan (Kaling) Pejeruk Perluasan Mahyuddin mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Mataram kini telah di depan mata. Jadi, sudah waktunya untuk tidak sembunyi-sembunyi dalam menentukan pilihan.

Mahyudin mengatakan, Pilkada sudah tinggal beberapa bulan lagi jadi tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Sebagai bagian dari warga Kota Mataram, ia mengakui sudah capek dengan kondisi yang tidak pernah ada perubahan.

“Kami ingin Bunda Hj. Selly Andayani memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan. Beliau pernah memimpin sebagai Plt Walikota Mataram, cuma waktunya terlalu singkat, cuma enam bulan. Kami sangat yakin kalau Beliau satu periode memimpin Kota Mataram, akan terjadi perubahan besar di jantung Ibukota NTB ini,” tandasnya.

Bersama beberapa kaling lainnya, Mahyudin akan berupaya semaksimal mungkin, agar Hj. Selly Andayani dapat memimpin Kota Mataram lima tahun ke depan.

“Kita akan mendukung dan bertekad untuk memperjuangkan menuju Kota Mataram yang lebih baik. insya Allah,” tegasnya.

Sedangkan Hj. Putu Selly Adayani saat diminta memberikan sambutan menyampaikan, kehadirannya semata-mata untuk menyambung silaturrahim sehingga semakin dekat dengan masyarakat.

“Tiang tunas maaf karena tiang masih berstatus PNS, biar jangan menjadi gelombang keributan. kita sama-sama menghormati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ucap pemilik nama muslimah Tanzilul Khodijah Amiroh itu.

Dikatakan, Pilkada itu urusan politik. Jadi partai politik yang akan banyak bekerja, untuk menentukan calon yang akan diusung.

“Saat ini saya belum sebagai calon, tapi masih bakal calon. saat ini saya masih sebagai birokrat, yang insyaallah akan dilamar oleh partai politik untuk mengikuti Pilkada tersebut. Insya Allah bulan Juni akan pendaftaran ke KPU,” jelasnya.

Dalam kesempatan silaturrahmi tersebut, Selly Andayani mengungkapkan visi dan misi dalam mewujudkan “Mataram Baru yang Cemerlang”, sesuai yang diharapkan dan dicita-citakan masyarakat.

Termasuk cita-cita menjadikan Kota Mataram sebagai sentral UMKM, Mataram bebas sampah, dan Mataram bersih dan hijau. Bahkan nantinya akan dilakukan inovasi pengolahan sampah sebagai energi listrik.

Tampak hadir dalam acara silaturrahmi Pimpinan Pesantren Tarbiyatul Qura’ TGH. Fikri Amin, tokoh agama dan tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta tidak kurang dari 100 warga Lingkungan Kebon Jeruk Baru dan Pejeruk Perluasan.

Selly Andayani juga beberapa hari belakangan ini selalu dipanggil warga mengisi kegiatan-kegiatan sosial seperti menghadiri peringatan Haul Akbar Sayyidi Syeikh Abdul Qodir Al Jailani Q.S yang ke- 880 di Ponpes Darul Hikmah, Karang Genteng, Mataram.

Kemudian, menjadi keynote speaker pada acara seminar KAMMI Mataram bertemakan “Ekonomi Digital Masa Depan” di Mataram, dan masih banyak lagi kegiatan positif yang menghadirkan Selly Andayani.

Me




Bupati Najmul Resmikan Embung dan Alsintan, Untuk Poktan Makmur Jaya Gol Munjid

Lombok Utara termasuk daerah yang paling sedikit yang memanfaatkan KUR padahal KUR sangat membantu masyarakat

BAYAN.lombokjournal.com —   Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH meresmikan embung pertanian, sekaligus penyerahan alat dan mesin pertanian tahun 2019.

Kemudian dirangkai dengan penyerahan buku rekening kepada kelompok penerima manfaat RJIT, pembangunan embung pertanian dan irigasi perpipaan tahun 2020, berlangsung di Dusun Gol Munjid Desa Karang Bajo, Kamis (13/02/2020).

Usai penyerahan buku rekening dan foto bersama Bupati meninjau embung pertanian dan budidaya lebah madu trigona didampingi Kadis KPP, Camat Bayan, anggota kelompok tani setempat dan hadirin.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU Ir. H. Nanang Matalata saat itu menyampaikan, peresmian embung atau bangunan penampung air yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

“Insya Allah pak Hartono, akan dilanjutkan tahun 2020 ini perpipaannya dan sudah dianggarkan,” pungkas mantan Asisten I Setda KLU ini disambut tepuk tangan yang hadir.

Nanang menyebutkan, tahun ini hampir sembilan bangunan berupa embung dan parit dan lainnya yang dibangun pihaknya.

Tahun 2019 DAK dipusatkan di kelompok tani Makmur Jaya Dusun Gol Mudjid Desa Karang Bajo.

“Setiap tahun kegiatan-kegiatan ini terus kita upayakan peningkatannya. Begitupun pembiayaannya setiap tahun hampir Rp. 45 miliar. Dana yang dialokasikan di Dinas KPP baik bersumber dari APBD maupun APBN,” ungkapnya.

Kegiatan khusus dialokasikan untuk membiayai pembangunan sarana dan prasarana seperti embung, dam, parit, jaringan irigasi. Ada juga peningkatan kapasitas petani berikut alsintan atau alat-alat mesin pertanian.

“Insya Allah ke depan ini terus kita tingkatkan karena memang khususnya pertanian tanaman pangan dalam rangka swasembada pangan. Kita juga diberikan target oleh pemerintah pusat harus ada peningkatan 7,5 persen setiap tahun,” urai Matalata.

Selain itu, ada juga peningkatan target hingga tiga kali peningkatan ekspor produk pertanian. Target itu sangat tinggi yang dibebankan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten.

Bahkan setiap tahun pemerintah pusat meningkatkan anggaran untuk pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten.

Terlebih lagi untuk pendampingan pembiayaannya juga bersumber dari KUR. U

Untuk sementara ini, Lombok Utara termasuk daerah yang paling sedikit yang memanfaatkan KUR. padahal KUR sangat membantu masyarakat.

“Khusus untuk tanaman pangan saja anggarannya hampir Rp. 9 T disiapkan oleh pemerintah pusat. Untuk Provinsi NTB dapat pagu Rp. 450 M. Anggaran besar ini harus kita manfaatkan,” ujar Kadis KPP ini.

Nanang Matalata juga menyampaikan soal asuransi pertanian. Ini juga penting karena daerah Lombok Utara termasuk daerah rentan.

“Dalam setahun hanya Rp. 36.000 saja, sementara pemerintah pusat mensubsidi Rp. 420.000. Namun ganti rugi yang dapat diterima petani jika gagal panen senilai Rp. 6 juta,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya Hartono melaporkan, kelompok tani yang diketuainya dibentuk pada 15 Februari 2011.

Kegiatan kelompok yang dilakukan terkait dengan menanam padi pada musim hujan lalu dilanjutkan dengan menanam jagung atau kacang tanah.

Sejak tahun 2011 pihaknya sudah menerima banyak bantuan dari pemerintah di antaranya konseler tahun 2017, kultivator dan hand sprayer pada kegiatan cabe tahun 2018, traktor dan pembangunan embung tahun 2019.

Khusus untuk embung ini dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) seraya bersyukur karena sudah terealisasi.

Mengakhiri laporannya ia mengharapkan embung ini dengan sistem grafitasi yang bisa mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 20 ha, saat ini belum ada perpipaannya.

Diharapkan, kelompok tani setempat diberikan irigasi tertutup dalam jenis perpipaan sehingga bisa membantu kegiatan pada kelompok tani Makmur Jaya.

Tambahan dokter

Bupati Najmul dalam kesempatan itu mengungkapkan, pihaknya sudah berdiskusi dengan para dokter desa yang bertugas di desa-desa di Lombok Utara.

Saat ini, beberapa orang dokter desa tengah melanjutkan studi ke jenjang pasca sarjana. Selain itu, ada juga yang lulus CPNS sehingga tersisa masih 16 orang dokter desa.

Bupati minta agar dokter-dokter desa yang ada bisa lebih aktif lagi dalam melaksanakan tugas-tugasnya di masyarakat.

Dikatakan, pihaknya prihatin ada dokter-dokter yang jauh naik sampai ke bukit-bukit, hanya untuk mencari ibu-ibu yang tidak pernah datang ke Puskesmas.

Terhadap kerja keras dan pengabdian luar biasa dokter desa tersebut, bupati menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya.

Lebih lanjut dikatakan bupati, tahun 2020 Pemkab Lombok Utara kembali mengangkat dokter desa untuk menambah 16 orang dokter desa yang tersisa.

“Alhamdulillah kita juga mendapatkan tambahan dari Menteri kesehatan sekitar 20 dokter lagi, sehingga harapan kita seluruh desa itu terpenuhi dokter desa dan ambulan desa,” katanya.

Wira Usaha Baru

Terkait program Wira Usaha Baru (WUB) Bupati Najmul menceritakan, dulu pemerintah juga pernah merencanakan dengan program Rp. 3 juta per wirausaha baru.

Menurutnya, program itu sudah dianggarkan sejak tahun pertama sebesar Rp.15 M tiap tahun. Target Pemkab Lombok Utara dari awal menumbuhkan sebanyak 10 ribu wira usaha muda baru dengan dana sekitar Rp.30 M.

Tapi setelah dianggarkan muncul persoalan baru dengan terbitnya Keputusan Menteri Dalam Negeri, yang isinya ternyata pemberian bantuan tidak diperbolehkan dalam bentuk uang.

Opsi yang diperkenankan yaitu bantuan hanya boleh diberikan dalam bentuk barang.

“Maka kemudian saya kumpulkan semua kepala dinas memberikan penjelasan agar tidak melanggar aturan walaupun sebetulnya kita sudah usahakan. Maka, solusinya kita harus cari cara lain,” beber Bupati Najmul.

Solusi yang diambil, tutur Najmul, pemda menyerahkan bantuan dalam bentuk barang.

Di antara jenis-jenis barang yang diberikan kepada masyarakat lewat program WUB tersebut, termasuk alat-alat pertanian guna menindaklanjuti usaha-usaha pertanian masyarakat.

Sekjen Apkasi ini menjelaskan, pembelian mesin, alat-alat pertanian dan barang-barang lainnya merupakan replikasi dari program wirausaha baru.

Sehingga bantuan diberikan berupa bibit ayam, 16 ribu stuk madu dengan biaya Rp.14 M. Dirincikan Doktor Ilmu Hukum ini, kalau dibandingkan dengan program awal di mana target capaiannya ditetapkan hanya 10 ribu WUB.

“Tapi kenyataannya, sekarang ini azas masyarakat yang menerima bantuan barang sudah melebihi 25 ribu orang, termasuk yang kita serakan kepada bapak-bapak kelompok tani di sini,” tutur Bupati Najmul.

Anggaran yang direncanakan sebesar Rp.30 M untuk WUB. Namun dengan memberi bantuan barang, ternyata anggaran yang dihabiskan di Dinas Pertanian saja sudah lebih dari Rp.45 M.

Barang-barang yang dibeli dengan anggaran ini semuanya sudah diberikan kepada masyarakat. Belum lagi di dinas-dinas lain dengan jumlah pagu anggaran lebih besar dengan kisaran Rp.60-70 M.

“Jadi, anggaran program WUB ini dua kali lipat lebih besar dari anggaran yang kita rencanakan awalnya,” kta bupati.

Wujud bantuannya memang dalam bentuk barang. Diharapkan, bantuan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama  oleh kelompok tani.

“Jangan kita anggap pertanian itu bukan usaha, usaha dalam arti meningkatkan penghasilan,” kata bupati sembari memotivasi para anggota poktan.

RTG 41 Ribu Unit

Bupati Najmul juga menyampaikan progres rehab rekon pembangunan RTG, yang saat ini data terakhir jumlah RTG yang sudah ditempati mencapai 41.000 unit.

Diceritakan perbincangannya dengan Walikota Mataram terkait pembangunan RTG. Menurut Walikota Mataram, pembangunan rumah di Mataram sudah mencapai 100 persen karena yag dibangun hanya 1.300 unit rumah saja.

Fakta itu jauh berbeda dengan di Lombok Utara yang sudah mencapai 41.000 unit, padahal prosentasnya baru 62 persen.

Memang, prosentaseya tentu jauh lebih banyak di Mataram. Padahal jumlah RTG yg sudah dibngun di Lombok Utara jauh lebih besar.

“Saya berterimakasih kepada bapak dan saudara semua, kepada masyarakat. Ini bukan prestasi saya, bukan prestasi pemerintah tapi prestasi bapak, ibu dan saudara sekalian. Banyaknya rumah yang sudah bisa ditempati merupakan usaha masyarakat membangun rumahnya, entah itu pola pengerjaan beraplikator atau swakelola,” pungkasnya.

  1. Najmul mengugkapkan, saat ini Lombok Utara telah menerima Rp.196.7 M untuk pembangunan RTG tahap berikutnya.

Pesannya, warga agar pintar memilih aplikator karena terbuti banyak aplikator yang kurang bertanggungjawab.

“Carilah aplikator yang bagus kalau bisa yang berasal dari Lombok Utara, swakelola, beli barang di Lombok Utara supaya uangnya berputar di Lombok Utara, jika aplikator sudah mulai terlihat nakal jangan pernah ragu untuk memutuskan kontrak,” tegasnya.

Dijelaskan, uang yang jumlahnya Rp.196,7 M itu dikerjakan sampai SK 24. Awalnya akan dikerjakan sampai SK 25, tapi karena permintaan BNPB agar yang rusak sedang juga sekarang harus mulai diperhatikan, karena banyak yang rusak sedang menjadi rusak berat karena belum ditangani.

“SK 25, 26, 27 akan segera di selseaikan,” ujar bupati.

Urusan-urusan target RTG agar per 31 Maret 2020, anggaran untuk RTG yang ada di BNPB bisa dikeluarkan.

Untuk warga yang tidak mendapat anggaran stimulan Rp. 50.000.000 akan mendapat RTLH (Rumah Tinggal Layak Huni).

Jaminan hidup (jadup)

Diterangkan mengenai jaminan hidup (Jadup) yang hingga kini belum kunjung cair.

Bupati Najmul Akhyar menegaskan, Jadup itu program dari kementerian sosial, bukan program dari APBD Lombok Utara.

Seluruh urusan soal jadup menjadi urusan kementerian social, tugas Pemerintah Daerah hanya mendata masyarakat.

Aturan di kementerian sosial, warga yang menerima jadup adalah masyarakat yang terdampak gempa. Semua data yang diminta sudah dikirim ke Menteri Sosial.

Alasan Jadup belum dikeluarkan sampai sekarang karena jadup akan dikeluarkan usai masa tanggap darurat, sementara sekarang kita masih dalam masa tanggap darurat.

“Sekali lagi saya tegaskan, pihak yang mengelurkan jadup adalah pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Sosial dan Menteri Keuangan,” kata Bupati Najmul.

api/humaspro

foto: sid/humaspro