Dari 16 Orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 10 Orang Dinyatakan Negatif Covid-19

Dari jumlah 118 orang status ODP, sebanyak 90 orang telah selesai menjalani masa observasi,  dan 28 ODP lainnya masih menjalani karantina di Graha Mandalika RSUD NTB,  sisanya dikarantina di rumah masing-masing,  di hotel,  dan rumah sakit lainnya yang dijadikan rujukan

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) untuk pencegahan penyebaran virus Corona Covid-19 di NTB, dari total 16 orang sebanyak 10 orang berdasarkan tes lab hasinya negatif, sedang 6 orang masih dalam pengawasan.

Jumlah PDP itu berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi NTB  sampai dengan 18 Maret 2020, yang dirilis Tim Waspada Covi-19.

“Berdasarkan data yang dirilis Tim Waspada Covid 19,  dari total 10 orang dengan hasil lab negatif dan 6 orang masih dalam pengawasan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB,  Gde Putu Ariyadi, Kamis (19/03/20).

Gde Aryadi menjelaskan,  tambahan 5 orang PDP merupakan warga negara Indonesia dan memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.

Pemerintah Daerah mengambil tindakan preventif dengan melakukan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di NTB .

Selain itu  tim telah melakukan karantina terhadap 118 orang dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP). Jumlah semula, sebanyak 134 orang ODP tapi sebanyak 16 masuk dalam status PDP seperti disebut di atas.

Dari jumlah 118 orang status ODP, sebanyak 90 orang telah selesai menjalani masa observasi,  dan 28 ODP lainnya masih menjalani karantina di Graha Mandalika RSUD NTB,  sisanya dikarantina di rumah masing-masing,  di hotel,  dan rumah sakit lainnya yang dijadikan rujukan.

Menurut Gede, sampai saat ini  1 orang menjalani karantina di rumah sakit rujukan Covid-19,  2 orang di hotel,  dan 23 orang di rumah masing-masing.

Rinciannya  1 orang di KSB,  6 orang di Lombok Barat  12 orang di Kota Mataram, 2 orang di Lombok Tengah, 1 orang di Lombok Timur, 1 orang di Dompu,  dan 2 orang di  Bima .

Untuk peningkatan kewaspadaan Covid-19 di NTB pemerintah telah menyusun beberapa strategi.

Di antaranya peningkatan screening cegah-tangkal di pintu masuk Negara seperti pelabuhan dan bandara.

“Selain itu  disiapkan juga tim siaga wilayah, meliputi pengoptimalan Posko Kewaspadaan Virus Corona di tingkat Provinsi dalam pencegahan dan pengendalian, selanjutnya pengoptimalan kesiapan rumah sakit rujukan  dan peningkatan kesiapan Tim Gerak Cepat serta  Pengoptimalan karantina, deteksi dini dan respons cepat,” terangnya.

AYA




MUI Keluarkan Fatwa Membatasi Berinteraksi Di Tempat Keramaian

Prof. Muslim mengajak masyarakat untuk menjadikan wabah penyakit ini sebagai bahan introspeksi diri, untuk lebih meningkatkan ibadah kepada sang Pencipta

MATARAM.lombokjournal.com — Majelis ulama Indonesia (MUI)Provinsi NTB mengeluarkan fatwa yang membatasi berinteraksi di tempat keramaian.

Termasuk juga dalam melakukan ibadah tertentu seperti sholat berjamaah di masjid, dan disarankan agar dilaksanakan di rumah.

Fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid-19, mulai diberlakukan pada hari Rabu (17/03/20).

Fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut terkait  penyelenggaraan ibadah dalam situasi Pandemi covid-19. Dan fatwa tersebut dikeluarkan untukmembatasi Virus Corona atau covid-19 telah tersebar ke berbagai negara termasuk ke Indonesia.

Wabah virus tersebut menyebabkan banyaknya korban berjatuhan bahkan hingga meninggal dunia.

Organisasi kesehatan dunia WHO pun menetapkan status virus Corona sebagai pandemi covid-19

Ketua MUI Provinsi NTB, Prof Muslim menegaskan, fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut yakni membatasi berinteraksi di tempat tempat keramaian.

Termasuk juga dalam melakukan ibadah tertentu dalam jumlah besar, seperti sholat berjamaah di masjid agar disarankan dilaksanakan di rumah.

“Hal ini dilakukan bertujuan untuk memininalisir penyebaran virus,” kata Prof Muslim.

Prof. Muslim mengajak masyarakat untuk menjadikan wabah penyakit ini sebagai bahan introspeksi diri, untuk lebih meningkatkan ibadah kepada sang pencipta.

Tidak menutup kemungkinan semakin merebaknya wabah virus Corona atau covid-19 ini  merupakan salah satu bentuk teguran Tuhan kepada umatnya.

Namun Ketua MUI Provinsi NTB menghimbau, agar masyarakat agar tidak terlalu panik dalam menghadapi wabah virus Corona atau covid-19. Masyarakat diajak agar selalu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

AYA




Tiga Gili Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

“Mohon agar wabah ini tidak membuat kita panik, tidak membuat kita takut sehingga kehilangan akal sehat untuk yang lain-lain”

KLU.lombokjournacom —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan, Tiga Gili yaitu Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan masih aman dikunjungi oleh wisatawan.

Tiga Gili ini aman karena ketatnya pemeriksaan orang-orang yang keluar masuk dari Tiga Gili ini.

“Gili Alhamdulillah sekarang tetap baik, tetap bersih tidak ada yang terkena virus, justru lebih aman berada di gili daripada keluar,” ujar Gubernur Zul saat mengunjungi Gili Trawangan, Rabu (18/03/20).

Ia menegaskan, tidak benar tiga Gili itu lockdown, kabar-kabar di media sosial terkait hal itu berpengaruh terhadap wisatawan yang ada di tiga Gili.

Gubernur NTB menjelaskan, keamanan dari virus Corona ini dapat terjamin karena wisatawan yang masuk ke gili hanya melalui jalur pelabuhan Bangsal yang memiliki alat pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi gejala Corona ini.

“Orang yang biasa datang ke gili baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara kita  mulai menjaga-jaga dan selektif,” jelasnya.

Akses dari Bali ke Tiga Gili melalui jalur fastboat untuk sementara waktu ditutup. Namun bukan berarti aktivitas di Tiga Gili mati.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah Corona di NTB mengingat di Bali sudah ada yang terpapar Corona.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak panik berlebihan agar aktivitas-aktivitas yang lain tidak terganggu.

“Mohon agar wabah ini tidak membuat kita panik, tidak membuat kita takut sehingga kehilangan akal sehat untuk yang lain-lain,” pintanya.

Bang Zul juga memberitahukan, orang yang terkena virus Corona belum tentu akan sakit dan meninggal akibat virus tersebut.

“Menteri luar negeri Brazil dan beberapa menteri di Monako misalnya terkena virus ini tapi tetap sehat, artinya belum pasti bahwa kena virus ini akan sakit apa lagi meninggal,” kata Bang Zul.

Bang Zul berpesan kemada masyarakat agar tidak perlu takut berlebihan terhadap virus ini dan menginstruksikan kepada masyarakat untuk tetap berolahraga, mengonsumsi makanan-makanan yang sehat agar tetap terjaga dari gejala wabah Corona ini.

Untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat dan wisatawan, Pemerintah Provinsi, Polda NTB bersama pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Polres Lombok Utara, BNPB, Dinas Kesehatan, KKP dan Dinas Pariwisata melakukan penyemprotan disinfektan pada beberapa titik di Gili Trawangan.

“Selama fastboat dari Bali disetop, kita melakukan langkah-langkah nyata seperti kebersihan, menjaga dan tempat-tempat yang rawan. Mudah-mudahan dengan upaya kita sekarang ini aktivitas dapat berjalan seperti biasa, normal, tapi kehati-hatian, kewaspadaan tetap kita lakukan,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Presiden Instruksikan Tuntaskan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascagempa NTB

Saat ini proses tersebut belum selesai secara tuntas, Presiden menyebutkan hingga 9 Maret 2020 sebanyak 168.684 unit rumah telah selesai dibangun dari target sebanyak 226.204 rumah

lombokjournal.com —

BOGOR   ;   Presiden Joko Widodo menggelar evaluasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada 2018 lalu.

Rapat terbatas (Ratas) melalui telekonferensi bersama dengan jajaran terkait, Kepala Negara membahas penyelesaian Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018, yang diterbitkan dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi serta pemulihan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

“Kita tahu gempa terjadi di Juli 2018 dan telah kita terbitkan Inpres Nomor 5 Tahun 2018 yang memberikan target waktu penyelesaian rehabilitasi maupun rekonstruksi,” ujar Presiden melalui sambungan konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/03/20).

Inpres tersebut mengupayakan agar rehabilitasi dan rekonstruksi sarana berupa fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas agama, dan fasilitas penunjang perekonomian dapat diselesaikan pada akhir Desember 2018.

Untuk fasilitas lain seperti rehabilitasi dan rekonstruksi rumah penduduk diupayakan selesai pada Desember 2019.

Namun, untuk saat ini proses tersebut belum selesai secara tuntas. Presiden menyebutkan, hingga 9 Maret 2020 sebanyak 168.684 unit rumah telah selesai dibangun dari target sebanyak 226.204 rumah.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengupayakan percepatan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut.

“Hingga 9 Maret 2020, dari target 226.204 rumah, tercatat 168.684 unit rumah yang telah selesai dibangun dan 40.000 rumah lainnya masih dalam proses pengerjaan. Karena itu saya minta laporan terkait soal ini,” tuturnya.

Selain itu, berdasarkan data yang dimiliki Presiden, hingga saat ini masih terdapat dana bantuan untuk masyarakat terdampak gempa yang belum tersalurkan. Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk sesegera mungkin menyalurkan dana bantuan tersebut kepada masyarakat.

BACA JUGA  ;  Presiden dan Gubernur Zul Bahas Progres Mandalika dan Rehab Rekon, Melalui Teleconference

“Misalnya di Lombok Timur masih ada dana rakyat yang ada di bank sebesar Rp72 miliar dan di Lombok Utara Rp63 miliar. Untuk itu saya minta dana ini yang tersimpan di bank segera disalurkan ke masyarakat dan langkah-langkah percepatan pembangunan rumah yang masih dikerjakan ataupun belum dibangun segera bisa diselesaikan,” tandasnya.

AYA/Rr

(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)




Presiden dan Gubernur Zul Bahas Progres Mandalika dan Rehab Rekon, Melalui Teleconference

Presiden menyiggung percepatan KEK Mandalika. Seluruh infrastruktur Kawasan Mandalika agar dipercepat, untuk mendukung event MotoGP 2021 agar berjalan baik dan sukses

LOTENG.lombokjournal.com — Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (H. C. ) KH. Ma’ruf Amin serta para Menteri mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Bupati Lombok Tengah, Danrem 162/WB dan Kepala Pelaksana BPBD NTB, melalui teleconfren di Kantor ITDC, Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (17/03/2020).

Dalam Ratas tersebut, Presiden ingin mengetahui progres pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sebagai salah satu program super prioritas pemerintah pusat saat ini.

Khususnya progres Sirkuit MotoGP Mandalika dan progres Rehabilitasi Rekonstruksi di NTB pasca gempa tahun 2018 lalu.

Mengawali rapat, Presiden Jokowi menyingung masalah wabah virus Corona atau COVID 19 yang sedang melanda Indonesia.

Penyebaran virus tersebut menyebabkan lahirnya sejumlah kebijakan pemerintah untuk menghentikan penularan, misalnya sebagian besar aktivitas masyarakat sebaiknya dilakukan di dalam rumah dalam jangka waktu 14 hari.

Presiden meminta agar daerah, khususnya NTB agar memanfaatkan momen itu untuk melakukan recovery destinasi wisata.

Presiden juga menyiggung percepatan KEK Mandalika. Seluruh infrastruktur Kawasan Mandalika agar dipercepat, untuk mendukung event MotoGP 2021 agar berjalan baik dan sukses.

Dalam langkah percepatan itu Presiden Jokowi menginstruksikan empat hal. Pertama, segera melakukan penyelesaian permasalahan lahan di lokasi Sirkuit MotoGP.

Menurutnya,  hal itu perlu mendapat perhatian agar segera dituntaskan. Selain itu percepatan pembangunan jalan by pass airport juga harus segera diselesaikan dan harus tuntas sebelum perhelatan MotoGP 2021.

Kedua, terkait peningkatan infrastruktur laut, Pelabuhan Gili Mas agar benar-benar diperhatikan fasilitas yang menghadirkan kenyamanan bagi wisatawan yang melalui jalur Laut.

Ketiga, untuk infrastruktur energi, Presiden meminta agar ada penambahan kapasitas gardu listrik di Kawasan Mandalika. Hal untuk memastikan pasokan energi benar-benar terpenuhi dengan baik di Kawasan Mandalika.

Keempat, yang menjadi perhartian Presiden terkait pembangunan Rumah Sakit Internasional Mandalika. Hal ini harus segera diselesaikan pembangunannya untuk menyambut MotoGP 2021.

Akses konektivitas juga menjadi perhatian Presiden, dengan peningkatan aktivitas penerbangan dan fasilitas pendukung di Bandara.

Rehab-rekon pasca gempa

Dalam telconfren itu, Presiden Jokowi juga meminta progres dari rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NTB pasca gempa 2018.

Presiden meminta, kendala terkait pembangunan rumah masyarakat yang  saat ini belum selesai agar dilaporkan. Presiden meminta agar segera dapat dilakukan pemecahan masalah dengan solusi yang tepat.

Terkait masih adanya sebagian dana pembangunan yang masih di bank, Presiden meminta agar segera dikakukan transfer ke rekening masyarakat.

“Agar pembangunan berjalan cepat dan dapat selesai dengan baik dalam waktu yang telah ditargetkan,” kata Presiden.

Menanggapi arahan Presiden, Gubernur Zul menjelaskan, permasalahan lahan di Sirkuit MotoGP Mandalika, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Pemkab Lombok Tengah bersama ITDC juga terus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat pemilik lahan.

Khusus proses tukar guling, Pemkab Lombok Tengah telah menyiapkan lahan untuk tukar guling, dan ini telah selesai.

Sedangkan terkait adanya dana rehabilitasi dan rekonstruksi yang disebut dananya masih ada di pihak bank, Gubernur melaporkan semua sudah dilakukan transfer kepada masyarakat.

BACA JUGA ;  Presiden Instruksikan Tuntaskan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascagempa NTB

“Dari laporan Kalak BPBD NTB, saat ini sudah tidak ada dana mengendap di bank, semua sudah ditransfer ke rekening masyarakat,” kata Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB




Tindaklanjuti SE Gubernur, Pelabuhan Bangsal Intensifkan Pemeriksaan Kesehatan

Salah seorang pekerja di Gili Trawangan memberikan tanggapannya terkait dengan kebijakan pemerintah ini. Ia menilai tindakan antisipasi pemerintah sudah tepat. Menurutnya, kesehatan dan keamanan sangatlah penting

KLU.lombokjournal.com —  Surat Edaran (SE) Gubernur Nusa Tenggara Barat terkait penutupan akses kapal cepat dari Bali ke Tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) disambut dengan sigap oleh pihak-pihak terkait.

Pemeriksaan kesehatan wisatawan maupun masyarakat lokal tampak terlihat di Pelabuhan Bangsal Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Wisatawan asing, domestik maupun warga lokal yang tiba dari Tiga Gili diperiksa satu persatu suhu tubuhnya serta pemeriksaan lainnya sesuai SOP yang berlaku.

Tim pemeriksa terdiri dari KKP Kelas II Mataram, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, kepolisian serta sejumlah lembaga terkait.

Salah seorang petugas pemeriksaan, Budi Kusumaningrum dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II  Mataram mengungkapkan, pemeriksaan terkait Virus Corona atau COVID-19 telah dilakukan sejak bulan Februari lalu.

Ia menerangkan,  saat itu pemeriksaan hanya terfokus kepada wisatawan asing saja, namun mulai Senin kemarin sudah dilakukan kepada warga lokal juga.

“Kalau kemarin fokus kita di fastboat, karena sekarang ini sudah ditetapkan menjadi bencana nasional maka kita juga untuk pelayanan publik umum kita juga melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respon dari SE Gubernur kemarin. Dengan kerjasama dan koordinasi dari berbagai pihak, Ia berharap tindakan antisipasi ini dapat mencegah penyebaran pandemi Corona di NTB.

“Sudah ada arahan dari pemerintah pusat, kami dibawah naungan Kemenkes, kemudian kita juga koordinasi bersama pemerintah daerah, bekerja bersama-sama,”  ujar Budi.

Senada dengan Budi, petugas pemeriksaan lainnya yakni I Nyoman Suratha menuturkan, pemeriksaan di tempat akses masuk sudah mulai dilakukan sejak awal mula Corona mewabah ke Indonesia.

“Seperti yang dilihat, tamu-tamu yang datang kita lakukan pemeriksaan,” ucap pria yang merupakan koordinator petugas dari Puskesmas Nipah tersebut.

Sementara itu, Laili, salah seorang pekerja di Gili Trawangan memberikan tanggapannya terkait dengan kebijakan pemerintah ini. Ia menilai tindakan antisipasi pemerintah sudah tepat. Menurutnya, kesehatan dan keamanan sangatlah penting.

“Kita setuju, karena meskipun ada pengaruh dengan penghasilan kita, kita dapat maklumi demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,” tegasnya. Namun demikian ia berharap ada sosialisasi yang masif dan berkala kepada masyarakat.

AYA/HmsNTB




Gubernur Dan Wagub NTB Bersama Bupati/Walikota Gelar Rapat Antisipasi Virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Ketua DPRD NTB dan Sekda menggelar rapat bersama para bupati/walikota se-NTB di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Minggu (15/03/20) siang.

Rapat ini digelar sebagai keseriusan pemerintah provinsi dan kabupaten / kota untuk mengambil langkah-langkah kongkrit guna melindungi masyarakat dari penyebaran Virus Corona.

Bagaimana cara mengambil keputusan darurat? Bukan. Meminta Kepala Daerah/bupati/walikota untuk menggelar sosialisasi dan mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Selanjutkanya menyemprotkan disinfektan di lokasi yang rawan menyebarkan virus corona atau covid-19. Meliburkan sekolah dan kampus selama dua minggu kecuali untuk siswa yang melakukan ujian.

Tidak memberi izin kepada kapal pesiar untuk masuk ke NTB dan menutup lokasi wisata khusus seperti tiga gili dari wisatawan mancanegara, serta menutup lokasi tambang dan tidak mengizinkan pekerja WNA berada di AMNT.

Memperketat pengawasan untuk membangunkan barang yang masuk ke NTB. Kapal di izinkan bersandar karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Memperkuat pelibatan komunitas, tokoh agama, tokoh agama, dan semua elemen untuk ikut mensosialisasikan covid-19 sehingga tidak menimbulkan kepanikan.

Untuk mengatur secara terstruktur akan di bentuk gugus tugas terpadu.

Kepala Dinas Kominfotik I Gede Aryadi mengatakan hasil keputusan rapat tersebut berlaku awal. Sekolah, kampus, pembukaan tiga gili akan dimulai.

“Semua hasil akan di berlakuka mulai hari Senin (16/03,red) besok,” tandas Gede Aryadi.

AYA/HmsNTB

BACA JUGA;

Waspada Corona, Sekolah dan Kampus di NTB Diliburkan Selama Dua Pekan

Waspada Corona, Akses Masuk Gili Trawangan, Gili Meno Dan Gili Air  Ditutup Dua Pekan




Dinas PUPR NTB Diperintahkan Perbaiki Jalan Putus Kuta-Awang

Hujan deras yang mengguyur Kuta Mandalika sejak Jumat malam, 13 Maret 2020 lalu, menyebabkan deuker saluran drinase air selebar empat meter yang di lintasi jalur hotmix jalan provinsi tersebut ambrol

MATARAM.lombokjourna.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat,  segera memperbaiki putusnya jalan dari dan menuju jembatan Ngolang, lintas Desa Kuta-Awang, di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah pagi tadi, Sabtu (14/03/20).

Langkah itu dilakukan dengan mengerahkan tim teknis dan alat berat ke lokasi ruas jalan yang longsor akibat terjangan banjir pada, Sabtu, 14 Maret 2020 sekitar pukul 03.00 Wita, dini hari.

“Kita laksanakan prosedur darurat dengan mengalihkan lalulintas ke jalan kabupaten Desa Pongos, Kecamatan Pujut. Tim survey berada di lokasi pagi ini dan melakukan langkah perbaikan yang diperlukan sementara,” kata, Kadis PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM, Sabtu pagi.

Ashar menegaskan kembali, arahan dan perintah Gubernur dan Wakil Gubernur jelas. Yakni, sesegera mungkin mengatasi kerusakan jalur jalan Provinsi itu dalam waktu yang singkat, agar aktivitas lalu lintas masyarakat dari dan menuju Kuta-Awang, segera normal kembali.

Hujan deras yang mengguyur Kuta Mandalika sejak Jumat malam, 13 Maret 2020 lalu, menyebabkan deuker saluran drinase air selebar empat meter yang di lintasi jalur hotmix jalan provinsi tersebut ambrol.

Ambrolnya ruas jalan tersebut, mengaibatkaan satu mobil jenis minibus kijang dan satu unit sepeda motor ikut tersungkur. Menyebabkan satu orang menderita luka-luka.

Dinas PU NTB melaporkan, ruas jalan longsor adalah jalan provinsi yang menghubungkan Desa Kuta dan Awang Kecamatan Pujut, Loteng. Sekitar 500 meter dari lokasi proyek pembangunan Sirkuit MotoGP, Mandalika.

Pemerintah Provinsi berkomitmen melakukan langkah cepat, darurat serta penanganan jangka panjang terhadap seluruh infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana alam.  Guna memastikan infrastruktur jalan NTB mantap dan tangguh bencana.

AYA/HmsNTB




Bupati Lombok Utara Terima Kunker Kasum TNI

PEMENANG.lombokjournal.com — Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menerima kunjungan kerja (Kunker) Kepala Staf Umum TNI Letjen Joni Suprianto, didampingi Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal.

Kunjungan rombongan Kasum itu dalam rangka melihat langsung proses pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Dusun Telaga Wareng dan Dusun Trengan Kecamatan Pemenang.

Bupati Najmul menyampaikan, kunjungan itu menyenangkan hati warga Lombok Utara, karena pembangunan rumah masyarakat hingga kini terus berlanjut.

Bahkan pembangunan rumah tahap kedua telah dimulai. Hal ini bisa berlangsung didukung peran aktif TNI, Polri, fasilitator dan pihak terkait lainnya.

Kepala Staf Umum TNI Letjen Joni Suprianto usai peresmian salah satu RTG menyampaikan progres pembangunan rumah berjalan dengan lancar, meskipun sebenarnya terdapat beberapa rumah belum dibangun lantaran masih menunggu SK dari BNPB.

“Kita tahu Lombok Utara ini daerah yang paling parah mengalami kerusakan. Kami juga memohon dukungan dan doa agar pekerjaan ini bisa selesai dan berhasil nantinya sehingga masyarakat terdampak gempa bisa kembali ke rumah dengan  nyaman. Kami di Lombok Utara ini menurunkan pasukan TNI untuk ikut membantu sebanyak 700 Personil dengan kita target 2 bulan selsai. Pada akhir tahun nanti semua masyarakat terkena dampak semua selesai,” ujar Letjen Joni.

Kegiatan diakhiri dengan peninjauan rumah yang telah proses pembangunan di Dusun Telaga Wareng dan Dusun Trengan Pemenang.

sid/humaspro




Gubernur Ajak Bangun Sinergitas Media Dan Pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Provinsi NTB 2020-2023, Jum’at (13/03/20) di Fave Hotel Mataram.

Saat itu gubernur sekaligus menghadiri Sosialisasi Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Serentak Tahun 2020.

“Atas nama pemerintah daerah, saya sangat senang dengan momen ini, saya juga mengapresiasi keberlanjutan organisasi ini,” ungkap Gubernur.

Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur Zul mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen mendukung organisasi yang positif, yang dapat bersinergi dengan pemerintah,

“Kalau ada kegiatan, kami selaku pemerintah provinsi pasti akan support, tentu dengan senang hati,” kata Gubernur Zul.

Sekjen MOI, H. Muhammad Jusuf Rizal menyampaikan apresiasi atas kehadiran orang nomor satu di NTB itu dalam pelantikan DPW MOI NTB.

Jusuf Rizal menyatakan, Gubernur NTB familiar dengan media.

“Pak Gubernur ini bukan orang baru di media, beliau akrab dengan media, tuturnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Jusuf Rizal menyampaikan, NTB sebagai destinasi wisata halal menjadi salah satu dari sekian banyak alasan dipilihnya NTB sebagai tuan rumah acara-acara besar, baik acara Nasional maupun Internasional.

Lebih lanjut, Jusuf Rizal menuturkan, media adalah salah satu kekuatan untuk membangun pencitraan dan membangun opini. Media online memiliki pengaruh yang luas di era digital ini.

Ia menerangkan, lebih 40 ribu media online yang tersebar di Indonesia. Misalnya, jika semuanya mengirimkan berita hoaks, menyebarkan radikalisme, menyebarkan intoleransi, maka sudah bisa dibayangkan tidak akan ada kedamaian di dunia.

“Media bisa merusak tetapi juga bisa menjadi surga bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan media online se-NTB. Turut hadir pula mendampingi Gubernur, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB Najamuddin Amy, S. Sos, MM dan Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Aryadi S.Sos M.H.

AYA/HmsNTB