Memutuskan Mata Rantai Covid – 19,  Danrem 162/WB Bersama Persit KCK Bagi-bagi Masker

Danrem juga berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa

MATARAM.lombokjurnal.com — Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi para Dandim se Pulau Lombok dan Persit KCK membagikan masker pelindung diri kepada pengguna jalan Lingkar Selatan tepatnya di depan Makorem 162/WB, Rabu (01/04/20).

Danrem 162/WB menyampaikan, hari ini jajaran Korem 162/WB bersama Satgas Zeni TNI melaksankan pembagian masker kepada masyarakat yang melintas di depan Makorem.

Tujuannya, memberikan edukasi kepada masyarakat agar melaksanakan semua petunjuk-petunjuk dan arahan dari pemerintah terkait dengan pencegahan virus corona di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Korem 162/WB, pihaknya juga memberikan bantuan masker kepada seluruh jajaran Korem 162/WB dan Satgas Zeni yang sedang melaksanakan tugas pembangunan rehab rekon di NTB.

“Mudah-mudahan dengan pemberian alat pelidung diri ini, semua Prajurit dan keluarganya tetap sehat wal’afiat, begitu juga dengan seluruh masyarakat NTB,” harap Rizal Ramdhani.

Kaitan dengan harga masker, pihaknya sudah berkolaborasi dengan Polda NTB sudah melaksanakan operasi pasar agar dapat menurunkan harga masker di pasaran.

Selain membeli masker, pihak Korem juga membuat masker secara swadaya dari kain dengan melibatkan ibu Persit KCK untuk menjahit.

“Masker kemudian diberikan kepada para prajurit dan keluarganya,” ujarnya.

Wacana pelaksanaan darurat sipil dalam penanganan Covid-19, TNI dan Polri yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 di NTB sudah membuat beberapa alternatif, berupa langkah-langkah terbaik untuk NTB dalam penanganan pencegahan Covid-19.

“TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas sudah siap melaksanakan petunjuk-petunjuk Pemerintah Pusat dan Komando Atas,” papar Danrem.

Menurut Danrem, pihaknya akan mendukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat maupun Komando Atas.

Danrem juga berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa.

“Ini dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan scup yang lebih besar,,” katanya.

Sebelumnya, Danrem 162/WB juga menyerahkan dukungan logistik berupa perlengkapan perorangan kepada perwakilan anggota Satgas Zeni TNI yang sedang melaksanakan pembangunan rehab rekon berupa pakaian PDL, baju kaos loreng, topi rimba, masker dan hand sanitizer.

AYA




MTB dan M16 Bantu Masyarakat NTB Hadapi Corona Dengan Bagi Sembako

Jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Penyalurkan bantuan paket Sembako ke warga masyarakat kurang mampu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/03/20), berlangsung  di Kantor Mi6, Taman Indah, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Puluhan dengan jarak dua meter mengantre pembagian sembako tersebut. Rata-rata sembako dibagikan pada masyarakat menengah ke bawah.

Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk pembagian sembako tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di tengah mewabahnya pandemi COVID-19.

“Kita juga ikut bergotong-royong membantu masyarakat di tengah wabah ini. Meskipun ini aksi kecil, tapi semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat kita,” kata MTB.

Pembagian sembako diharapkan membantu masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat kebijakan diam di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata MTB didampingi Ketua Pemuda NW NTB , Zainul Pahmi .

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, mengatakan paket sembako yang terkumpul sebanyak 1.500 paket. Hari ini difokuskan untuk warga Mataram.

Kemudian pada Jumat besok akan dibagikan di masyarakat Lombok Tengah sebanyak 250 paket.

“Jumat nanti kita bagi 250 paket di Lombok Tengah, bekerjasama dengan Kelompok Peternak Bebek Desa Pengadang yang dikoordinir oleh Ahmad SH,” ujarnya.

Kemudian pada Senin nanti akan berkolaborasi dengan Pemuda Nahdatul Wathan (NW) NTB mendistribusikan paket ke masyarakat hingga paket tersebut habis terbagi.

Paket sembako tersebut berisi beras 2,5 kilo, susu, kecap, minyak goreng, telur, sabun dan mie telur.

Didu sapaan akrabnya, menambahkan jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” katanya.

Me




Peduli Covid-19, MTB dan M16 Gelar Bakti Sosial di Mataram

Pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk menyalurkan bantuan paket Sembako ke warga masyarakat kurang mampu di Mataram.

Kegiatan akan dilakukan mulai Selasa sore (31/03/20) di sejumlah lokasi di Kota Mataram.

Budiman mengatakan, bakti sosial ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pihaknya bersama M16 untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Mataram, khususnya di masa-masa siaga darurat Covid-19 di wilayah NTB, khususnya di Mataram.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Mataram,” kata MT Budiman, Senin Malam (30/03/20).

Menurutnya, dalam situasi saat ini kebijakan social distancing memang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Anjuran agar masyarakat diam di rumah dan mengurangi berada di luar dan berkerumun, juga harus ditaati semua lapisan warga.

Namun, di sisi lain kebijakan ini tentu akan sangat terasa berdampak terutama bagi masyarakat kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kerja serabutan atau upah harian.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata Taufik Budiman.

Sekretaris M16, Lalu Athari mengatakan, MTB dan M16 akan membagikan sekitar 1.500 paket Sembako, namun dilakukan secara bertahap setiap pekan 250 paket Sembako.

Paket Sembako antara lain berisi Beras, Telur, Minyak Goreng, Kecap, dan Sabun Cair.

“Kami akan salurkan tiap pekan 250 paket, karena keterbatasan tenaga, dan untuk menjaga kerumunan orang karena kita harus patuh untuk social distancing juga,” kata Athari.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto menjelaskan, pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi.

“Ya kalau PNS dan pekerja swasta kan masih aman karena ada gaji bulanan. Nah untuk masyarakat kurang mampu yang bekerja serabutan dan upahnya harian, tentu ini menjadi masa-masa yang berat,” katanya.

Didu mengatakan, MTB dan M16 tidak menyalurkan bantuan masker dan APD karena hal itu sudah banyak dilakukan oleh pihak peduli lainnya.

Didu menambahkan, jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” tukasnya.

Me




Warga Datang Dari Wilayah Terpapar Virus Corona Statusnya ODP, Dan Diminta Bisa Disiplin

Seharusnya orang dengan status ODP bisa disiplin mengikuti proses isolasi mandiri yang secara berjenjang diawasi mulai dari tingkat dusun

MATARAM.lombokjournal.com — Menyikapi perkembangan kasus wabah covid-19 di NTB, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, I Gede Putu Aryadi, kembali menegaskan bahwa status ODP (Orang Dalam Pantauan) otomatis ditetapkan

Sehingga ia meminta kesadaran masyarakat yang berstatus ODP untuk bisa mengikuti petunjuk yang telah ditetapkan pemerintah.

ODP sendiri adalah istilah yang diberikan kepada orang yang telah melakukan perjalanan dari wilayah terpapar covid-19, tidak pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif corona atau bekerja pada fasilitas Rumah sakit penanganan covid-19 selama 14 hari terakhir, baik yang memiliki gejala ringan seperti flu, batuk dan demam ataupun tidak.

“Setiap orang yang datang dari wilayah terpapar covid-19 statusnya adalah ODP, dan dia harus mengikuti ketentuan dan panduan sebagai ODP,” tegas Gede di kantornya, Senin (30/03/2020).

Menyinggung ODP atas inisial SH, usia 45 th, warga Dusun Samak Miring Desa Montong Are Kediri Lombok Barat, ia menilai seharusnya orang dengan status ODP bisa disiplin mengikuti proses isolasi mandiri yang secara berjenjang diawasi mulai dari tingkat dusun.

Keluarga dan masyarakat di sekitar juga harus berperan untuk bisa saling mengingatkan.

Sebagaimana hasil rapat terbatas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov NTB, Gede juga menyampaikan arahan Gubernur Zulkieflimansyah.

Terkait penguatan peran semua pihak pada semua tingkatan, sampai tingkat desa untuk penyadaran peran masyarakat dan pengawasan ODP sehingga disiplin dalam melaksanakan isolasi diri.

“Supaya semua bisa disiplin. Inilah saatnya kita bisa menjadi pahlawan kemanusiaan,” pesannya setelah mencermati kronologi aktifitas SH hingga statusnya menjadi ODP.

Menindaklanjuti arahan Gubernur, Ia melanjutkan, dalam waktu dekat akan ada kerja sama juga dengan provider untuk sistem SMS Flash yang ditujukan kepada para ODP.

Fungsinya untuk mengingatkan ODP tentang hal-hal yang boleh dan tidak dilakukan selama masa karantina mandiri.

“Ke depan akan ada SMS Flash yang dikirimkan kepada para ODP agar kita bisa saling menjaga dan mengingatkan bersama,” katanya.

Dalam keterangannya, Gede juga menyinggung tentang upaya pengetatan akses keluar masuk menuju NTB dari pelabuhan.

Ia mengatakan besok mulai tanggal 31 Maret 2020 beberapa pegawai dari Dinas Perhubungan Provinsi NTB akan mulai di-BKO-kan untuk membantu tugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Beberapa yang di-BKO-kan nanti terutama untuk membantu proses administrasi dan data. Karena nanti orang-orang yang datang akan diberikan kartu katerangan siap mengisolasi diri supaya mudah kita lacak,” jelas Gede.

AYA




Korem 162/WB Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Ponpes Qomarul Huda Loteng

LOTENG.lombokjournal.com —   Korem 162/WB kembali melakukan penyemprotan di Ponpes Qomarul Huda Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah, Sabtu (28/03/20).

Penyemprotan disinfektan yang dipimpin Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Dandim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, yang diawali dengan penyemprotan kediaman Pimpinan Ponpes Qomarul Huda,  TGH. L. Muhammad Turmudzi Badaruddin Qomarul Huda, dilanjutkan ke Kampus Uniqba dan Ponpes.

Menurut Danrem 162/WB, penyemprotan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian pihaknya kepada tokoh agama yang sangat dikenal oleh masyarakat Lombok.

“Beliau ini sudah sepuh, jadi diminta tidak diminta kita harus berikan perhatikan khusus dengan merawat dan menjaga kesehatannya,” ujar Danrem.

Terkait dengan penyebaran Covid-19, lanjutnya, virus ini tidak memilih usia dan mengenal tempat.

Pihaknya bersama Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di NTB akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah dan meminimalisasi penyebarannya.

“Mari kita kuatkan tekad melawan virus corona dengan menjaga kebersihan badan dan lingkungan, menjaga pola hidup sehat dan berolahraga secara rutin setiap hari serta mengikuti Imbauan dan kebijakan pemerintah sehingga terbebas dari Covid-19,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

AYA




Bupati Najmul Adakan Rapat Terbatas Satgas Penanganan Covid-19

Hingga kini, di Lombok Utara, belum atau tidak ada yang terinfeksi covid-19. Per tanggal 25 Maret pukul 12 siang, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona berjumlah 36 orang

TANJUNG.lombokjournal..com —  Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menggelar rapat terbatas (Ratas) bersama Kepala OPD terkait dan unsur Satgas Penanganan Covid-19.

Ratas dalam pencegahan Virus Corona (Covid-19) tingkat kabupaten, dihadiri Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH dan Plt. Asisten III Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si , yang berlangsung hari Kamis (26/03/20).

Usai ratas penanganan virus corona, Bupati Najmul, menyampaikan perlu melakukan rapat terkait langkah-langkah tepat dan terukur dalam penanganan virus corona.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa formulasikan (mekanisme) penanganan, sehingga bisa dilakukan hal-hal yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Najmul menyampaikan, untuk Dana Desa nanti dirapatkan, ini terkait Surat Edaran No. 8 tahun 2020 dari Kementerian Desa memungkinkan digunakan untuk penanggulangan covid-19.

“Nanti itu kita rapatkan kembali sesuai dengan regulasi mana yang bisa digeser atau tidak itu sudah ada ketentuannya,” jelasnya.

Anggaran yang sekarang sedang diusahakan untuk digeser. Dinas Kesehatan mengusulkan sekitar Rp. 826 juta, sekarang sedang dalam proses.

Kemudian, OPD yang sudah menyampaikan usulan pergeseran, Dana Insentif Daerah (DID) untuk penanganan covid-19 sekitar  Rp. 1 miliar lebih.

Artinya dana insentif yang ada di masing-masing OPD juga digeser untuk kepentingan ini.

“Sekarang kita baru bisa mengakumulasi sekitar Rp. 1,5 miliar dari masing-masing OPD dan ini masih ada OPD yang belum menyetorkan (rumusan) dana DID yang bisa digeserkan. Kesehatan kita harapkan melakukan pergeseran alokasi kesehatan itu sekitar Rp.7,46 miliar dan Rp. 3 miliat dari RSUD untuk pelayanan,” terangnya.

Menurut bupati, pergeseran ini tentu akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk penanganan covid 19.

“Intinya kita ingin dana-dana yang ada yang bisa digeser. Ini kita lakukan pergeseran secepatnya, agar bisa langsung melakukan penanganan,” tutur bupati.

Bupati Najmul menyampaikan, bahwa ketika hari ini selesai, hari itu pula diekseskusi untuk kebutuhan penanganan covid-19.

Sudah ada Satgas

Kordinator Subsatgas Komunikasi Publik  Covid-19, Evi Winarni, SP, M.Si kepada media menyatakan, di Kabupaten Lombok Utara sudah ada Satgas untuk menangani dampak virus corona, terdiri dari seluruh unsur yang ada.

”Masing-masing satgas memiliki koordinator Subsatgasnya,” terang mantan Sekretaris BPBD KLU itu.

Hingga kini, di Lombok Utara, belum atau tidak ada yang terinfeksi covid-19. Per tanggal 25 Maret pukul 12 siang, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona berjumlah 36 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 2 orang dan 38 orang Orang Dalam Resiko (ODR) ini masih isolasi secara mandiri, sehingga totalnya per 25 Maret 76 orang.

Pihaknya menyampaikan untuk Alat Pelindung Diri (APD) sampai saat ini virus corona terjadi global di seluruh dunia sehingga terjadi kelangkaan APD, tetapi sudah disiapkan anggaran dari dana tidak terduga, sebagian untuk membeli APD.

“Sampai hari ini, sementara masih bisa ditanggulangi untuk APD. Memang kami sedang melakukan pemesanan terkait dengan pengadaan APD tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya pada tempat yang sama, tiga hari lampau diadakan pula rapat koordinasi dipimpin langsung Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH.

Terutama mengulas persiapan segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk penanganan pencegahan covid-19 serta agenda penyemprotan disinfektan.

“Mari kita ikuti anjuran-anjuran yang ada untuk mencegah penyebaran covid-19, mengimbau aparatur sipil negara dan masyarakat agar tidak keluar negeri atau  keluar daerah yang terdampak serta menjaga kebersihan,” ujarnya.

(api)




Cegah Virus Corona, Pasar Tradisional Disemprot Disinfektan

Masyarakat diminta mentaati imbauan pemerintah agar terhindar dari pandemic Virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram, TNI, Polri dan relawan bersinergi melakukan penyemprotan disinfektan di tiga lokasi yakni pasar Cakranegara, pasar Pagesangan dan pasar Karang Jasi, Jumat (27/03/2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni melakukan penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas publik dan tempat-tempat keramaiann.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah akan lebih maksimal jika masyarakat ikut berpartisipasi dengan tetap mengikuti aturan yang ada.

“Yang paling utama adalah waspada, hati-hati, karena virus Corona itu telah berada di sekitar kita. Oleh karena itu, penyemprotan disinfektan ini sangat diperlukan,” terang Gubernur.

Gubernur Zul menekankan, bagaimana masyarakat tidak cemas dan takut berlebihan terhadap pandemi ini.

Namun, ia meminta masyarakat untuk waspada dan menjalani hidup dengan penuh kebersihan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi sakit justru karena katakutan dan kekhawatiran yang berlebihan,” tutur Bang Zul sapaan akrab gubernur.

disampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang ikut dalam kegiatan penyemprotan ini. Ia berharap masyarakat menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan.

“Kepada masyarakat agar tetap waspada, hati-hati, di sisi yang lain, kita juga harus menyadarkan masyarakat agar tidak cemas, tidak takut, dan tetap menjaga kebugaran tubuh,” imbau Bang Zul.

Assisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang yang juga hadir mengatakan, kegiatan penyemprotan dan sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat terhindar dari virus corona.

Ia meminta masyarakat untuk mentaati imbauan pemerintah agar terhindar dari pandemi ini.

“Mari masyarakat, kita berjuang untuk melawan COVID-19 ini, tetap jaga jarak (phisycal distancing). Ini penting karena kita ingin kehidupan kita berlanjut,” kata Lalu Martawang.

Ia berharap Kota Mataram menjadi pionir dalam pencegahan wabah virus Corona ini.

Kegiatan penyemprotan ini dilaksanakan oleh 12 orang petugas inti yang dibagi menjadi tiga tim. Penyemprotan menyisir seluruh kios yang berada di pasar-pasar tersebut.

Salah seorang warga Mayura, Cakranegara, Komang Suartana mengatakan, kegiatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona di wilayah pasar Cakranegara.

Dengan begitu, perekonomian yang ada di tempat ini dapat berjalan lancar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah karena telah diperhatikan seperti ini, kami berharap wabah ini segera berakhir agar perekonomian kembali normal,” tutur Komang.

AYA/HmsNTB




Satu Lagi Warga NTB Positif Covid-19

Masyarakat diingatkan agar tetap tenang, menghindari keramaian dan masyarakat diminta tetap terus saling mengingatkan

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah sebelumnya dinyatakan satu warga NTB positif, kini bertambah satu lagi.

Cepatnya sebaran virus Corona Covid-19 Nusa Tenggara Barat, disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik.

“Ada penambahan satu pasien lagi positif. Psien ini merupakan suami dari pasien positif yang diumumkan oleh Bapak Gubernur dan Wagub Selasa (24/03) kemarin,” ujar Ahsanul, Rabu (25/03/20).

Dengan demikian sekarang ada dua orang warga NTB positif Covid-19.

“Mereka adalah suami istri,” jelas Ahsanul.

Diungkapkan, yang bersangkutan terjangkit pada saat mengikuti acara di Jakarta. Penderita dirawat sejak tanggal 17 Maret 2020.

Lebh jauh ditegaskan, positif bukan berarti tidak bisa sembuh, artinya bukan akhir dari segalanya. Untuk penanganan lebih lanjut, petugas kesehatan tengah menelusuri orang-orang yang pernah berhubungan dengan penderita.

“Petugas kesehatan kita sedang melakukan tracking kontak, untuk mengetahui orang orang yang pernah berhubungan dengan pasien, dan selanjutnya dilakukan penanganan dan pemeriksaan,” kata Ahsanul Khalik  yang juga menjabat Kalak BPBD NTB itu.

Meski demikian, ia tak lupa juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menghindari keramaian dan masyarakat diminta tetap terus saling mengingatkan.

“Mari kita bersama terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Ahsanul.

AYA




Jangan Panik, Stok Pangan NTB Dijamin Cukup

MATARAM.lombokjournal.com – Warga NTB diminta tidak panik dalam berbelanja, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB menjamin ketercukupan pangan di NTB.

Menghadapi dinamika yang berkembang saat ini, Pemprov NTB menjamin, hingga saat ini cadangan pangan yang tersedia cukup untuk bertahan hingga jangka waktu belasan bulan mendatang.

Kadis Perdagangan Prov NTB, H.Faturrahman menegaskan, stok pangan yang cukup menandakan bahwa Pemprov NTB telah dalam keadaan yang sangat siap untuk menghadapi dinamika yang berkembang saat ini.

Dtegaskan, untuk penyediaan stok pangan Fathurrahman menjamin warga NTB tidak akan mengalami ancaman.

“Untuk itu, jangan panik dalam berbelanja. Berbelanja untuk pangan silakan saja, namun sesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai kita menimbun barang dan justru merugikan diri kita sendiri dan orang lain,” kata Fathuurrahman, Rabu (25/03/20).

Dari data cadangan pangan yang tersedia di Provinsi NTB saat ini, jenis pangan beserta jumlah stok dan jangka waktu kecukupan yang dimiliki NTB:

  1. Beras tersedia 841.644 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan 16,62 bulan.
  2. Jagung tersedia 106.849 ton, cukup untuk ketahanan 178 bulan.
  3. Kedelai tersedia 45.261 ton, cukup untuk 15,88 bulan
  4. Kacang tanah tersedia 13.923 ton, cukup untuk 19 bulan.
  5. Kacang hijau tersedia 5.516 ton, cukup untuk 43 bulan.
  6. Bawang merah tersedia 99.773 ton, cukup untuk 86,16 bulan.
  7. Bawang putih tersedia 16.197 ton, cukup untuk 25,19 bulan.
  8. Cabe merah tersedia 15.356 ton, cukup untuk 85,31 bulan.
  9. Cabe rawit tersedia 137.957 ton, cukup untuk 107,19 bulan.
  10. Daging sapi tersedia 6.508 ton, cukup untuk 3,94 bulan.
  11. Daging ayam ras tersedia 23.501 ton, cukup untuk 11,46 bulan.
  12. Telur ayam ras tersedia 3.634 ton, cukup untuk 1,49 bulan.
  13. Daging ayam buras tersedia 3.180 ton, cukup untuk 9,27 bulan.
  14. Ikan tangkap tersedia 20.445 ton cukup untuk 1,33 bulan                                 AYA/HmsNTB



Pemerintah Beri Insentif Tenaga Medis Yang Terlibat Penanganan Pasien Positif Corona

Tenaga medis yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp 300 juta per orang

lombokjournal..com —

JAKARTA    —  Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah memberikan insentif kepada para tenaga medis yang terlibat langsung dalam penanganan virus corona.

Mulai dari dokter, tenaga medis, hingga para tenaga medis yang menjadi korban alias meninggal dunia.

Sri Mulyani mengatakan, besaran insentif yang diberikan, untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta per bulan, dokter umum dan gigi sebesar Rp 10 juta per bulan, bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta per bulan, tenaga medis lainnya Rp 5 juta per bulan.

Sedangkan tenaga medis yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp 300 juta per orang.

“Ini sudah disetujui oleh Presiden dan saya sebagai Menkeu sudah beritahukan ke Menkes supaya dilaksanakan dan anggaran dilakukan berdasarkan sharing termasuk menggunakan DAK kesehatan dari biaya operasional kesehatan dari DAK yang ada dalam pos APBD,” kata Sri Mulyani, malalui video conference di Jakarta, Selasa (24/03/2020).

Menanggung pasien Corona

Sebelumnya, Sri Mulyani menegaskan, pemerintah menanggung seluruh biaya pasien positif corona, baik yang berasal dari peserta BPJS Kesehatan maupun yang tidak punya asuransi sama sekali.

“Tentunya kalau pasien itu telah punya asuransi, kita lihat, yang tidak, baru dicover pemerintah dan anggarannya disentralisasikan melalui Kemenkes di mana verifikasinya dilakukan BPJS Kesehatan,” kata Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, keputusan tersebut dilakukan mengingat program asuransi seperti BPJS Kesehatan biasa tidak mencover penyakit yang sudah pandemi global.

Menurutnya, karena pandemi covid tidak masuk dalam hal yang bisa dicover oleh BPJS Kesehatan dari iuran.

“Maka, untuk pendanaan pasien COVID-19 ini akan diambil dari APBN atau APBD. Kita terus lakukan agar RS punya kepastian bahwa mereka akan dapatkan pembayaran dengan merawat para pasien COVID,” jelasnya.

Rr

(detikFinance)