Danrem 162/WB Bersama Bupati Lobar Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Lobar

Penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Lobar, yang dilakukan di tempat-tempat publik, seperti Pondok Pesantren, pasar dan lainnya termasuk jalan-jalan

LOBAR.lombokjournal.com – Apel penyemprotan larutan disinfektan berlangsung di lapangan Kantor Camat Gunungsari Lombok Barat, dipimpin Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Jumat (03/04/20).

Apel penyemprotan juga dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., dan Tripika Gunungsari.

Dalam sambutannya, Danrem 162/WB menyampaikan data terakhir tanggal 2 April 2020, untuk wilayah NTB yang positif terkena Covid-19 sebanyak 6 orang, PDP sebanyak 66 orang dan ODP sudah mencapai 1803 orang.

“Ini artinya di NTB mengalami peningkatan dari hari ke hari,” ujarnya.

Menurut Danrem, harus lebih semangat dalam memberantas virus corona, salah satu upayanya dengan penyemprotan larutan disinfektan.

“Alhamdulillah masyarakat Lombok Barat tidak ada yang positif corona dan mudah-mudahan tidak ada,” harapnya.

Virus corona ini bisa dicegah jika disiplin dan mengikuti imbauan pemerintah, karena virus ini dapat menular apabila ada kontak langsung atau ada percikan air dari yang terkena Covid-19.

Alumnus Akmil 1993 minta semua imbauan dari pemerintah agar disosialisasikan dan dilaksanakan kepada masyarakat dengan harapan terhindar dari Covid-19.

Kehadiran pemerintah bersama TNI Polri dan instansi terkait dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 ini, menunjukkan sinergitas yang patut dibanggakan dan dipertahankan.

“Mudah-mudahan niat yang tulus ikhlas dalam melaksanakan penyemprotan dibarengi dengan doa secara terus menerus akan berdampak positif dan bernilai ibadah,” tutup Rizal Ramdhani.

Sebelumnya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan, penyemprotan disinfektan dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Lobar.  Penyemprotan larutan disinfektan dilakukan di tempat-tempat public, seperti Pondok Pesantren, pasar dan lainnya termasuk jalan-jalan.

“Jalan di Kota Gerung sudah beberapa kali dilakukan penyemprotan oleh pemadam kebakaran dan TNI Polri.

Kata Fauzan, hari ini penyemprotan dilakukan di Kecamatan Gunungsari dan Batulayar, sehingga masyarakat memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi penyebaran Covid-19 secara bersama-sama dengan aparat pemerintah.

“Apabila masyarakat Lobar kemungkinan terpapar dalam ODP akan ditampung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lobar yang berada di Kecamatan Gunungsari,” pungkasnya.

Usai melaksanakan apel pengecekan kesiapan penyemprotan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tugas dengan  sasaran pasar, SKB dan Ponpes.

AYA




Bantu Dampak Sosial Covid-19, MTB dan M16 Salurkan Bantuan Sembako

Masyarakat tentu mentaati anjuran pemerintah untuk membatasi diri dan diam di rumah, jika kebutuhan sehari-hari yang mereka butuhkan tercukupi

lombokjournal.com —

MATARAM  –  Kegiatan berbagi paket Sembako yang dilakukan Muhamad Taufik Budiman (MTB) bersama lembaga M16, terus dilakukan, untuk membantu masyarakat miskin yang rentan terdampak kebijakan social distancing menyusul pandemi Covid-19 di Kota Mataram.

Sekitar 200 paket Sembako, Kamis (02/04/20) disalurkan di beberapa titik strategis di Kota Mataram, seperti di jalan depan Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, Pasar Pagesangan, dan Pasar Kebon Roek.

“Kami salurkan 200 paket Sembako hari ini, di beberapa titik strategis untuk membantu masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan di Kota Mataram,” kata MT. Budiman , saat menyalurkan paket Sembako di sekitar Pasar Kebon Roek, Ampenan didampingi Ketua Pemuda NW NTB , Zainul Pahmi

Di Kebon Roek, bantuan paket Sembako disalurkan kepada para kusir Cidomo yang biasa mangkal di sana.

Sebelumnya di depan LEM Mataram, MTB dan jajaran M16 beserta kelompok peduli lainnya membagikan paket Sembako untuk para Ojek Online (Ojol) yang biasa mangkal di lokasi itu.

Di Pasar Pagesangan, bantuan juga disalurkan untuk para juru parkir, buruh upah pasar, dan kaum miskin lainnya.

Sejumlah pemulung, tukang sapu, dan masyarakat miskin yang ditemui juga menerima bantuan MTB dan M16 ini.

“Hari ini isi paket sama, misalnya beras, minyak goreng, telur, kecap, dan sabun cair. Namun mulai besok Jumat (03/04/20) kita juga akan tambahkan bantuan masker, masing-masing empat buah dalam setiap paket,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto

Seperti diketahui program penyaluran bantuan Sembako dalam masa pandemi Covid-19 ini mulai dilakukan Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, sejak Selasa (31/03/20) lalu.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Mataram,” kata MT Budiman, Senin malam (30/3) di Mataram.

Menurut M. Taufik Budiman, dalam situasi saat ini kebijakan social distancing memang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Anjuran agar masyarakat diam di rumah dan mengurangi berada di luar dan berkerumun, juga harus ditaati semua lapisan warga.

Namun, di sisi lain kebijakan ini tentu akan sangat terasa berdampak terutama bagi masyarakat kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kerja serabutan atau upah harian.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata Taufik Budiman.

MT Budiman mengatakan, pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi.

Pantauan di lapangan, kegiatan bantuan Sembako saat ini memang sangat dibutuhkan masyarakat kurang mampu.

Sejumlah penerima bantuan mengatakan, sejak pandemi Covid-19 pertengahan Maret lalu dampak sosial ekonominya  mulai dirasakan di Kota Mataram.

Apalagi setelah kebijakan jam malam dan pembatasan kegiatan dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini.

“Memang terasa sekali. Apalagi kita yang biasa berjualan malam hari, nggak bisa lagi. Bantuan seperti ini sangat dibutuhkan,” aku Sudin, seorang pedagang Soto di jalan Majapahit Mataram.

Sudin mengaku terpaksa berjualan pagi hingga sore, karena malam sudah tidak mungkin berjualan. Omzetnya juga terus menurun, setiap hari.

Sekretaris M16, Lalu Athari mengakui, sepanjang penyaluran bantuan Sembako, kebanyakan memang masyarakat kurang mampu merasa khawatir dengan lesunya kondisi perekonomian.

“Sehingga yang bisa kita simpulkan saat ini, memang butuh ada bantuan riil untuk kalangan bawah, terutama pekerja upah harian ini agar bisa survive, selama masa pandemik Covid-19 ini,” katanya.

Menurutnya, masyarakat tentu mentaati anjuran pemerintah untuk membatasi diri dan diam di rumah, jika kebutuhan sehari-hari yang mereka butuhkan tercukupi.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa sedikit membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” tukasnya.

Me

 




Kapenrem 162/WB Bagikan Masker Kepada Wartawan

“Mari kita bersama-sama berjuang mengambil peran kita masing-masing melawan Covid-19, tentunya dengan melaksanakan semua imbauan pemerintah mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Baik di tempat kerja maupun tempat tinggal. Jangan lupa berdoa agar terhindar dan diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian, semoga situasi ini segera berlalu”

MATARAM.lombokjournal.com — Sejak merebahnya wabah virus corona Covid-19 di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa tenggara Barat, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan menangani penyebaran virus tersebut.

Salah satunya dengan menggunakan masker atau filter penutup lubang pernapasan.

Terkait dengan itu, Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf dahlan, S.Sos., membagikan masker kepada rekan wartawan sebagai mitra kerja di Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Kamis (02/04/20).

“Alhamdulillah hari ini, kami membagikan alat pelindung diri berupa masker yang bisa digunakan setiap saat sebagai pengaman dan pelindung dari terjangkit virus corona,” ungkap Kapenrem.

Menurutya, hal itu dilakukan sesuai dengan arahan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, seusai membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan depan Makorem hari Rabu (01/04/20).

“Sebagai mitra kerja sudah seharusnya saling peduli mengingat tugas dan pekerjaan rekan-rekan media sebagai peliput dan memberikan informasi kepada seluruh masyarakat yang tidak mengenal waktu dan lelah,” ujar Dahlan.

Menurutnya, pengadaan masker sengaja dilakukan secara swadaya sebagai langkah antisipatif terhadap kelangkaan masker di pasar selain harganya juga mahal.

Selain itu, Kapen rem juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan media yang telah berjuang bersama-sama dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat melalui pemberitaan khususnya terkait dengan penanganan dan pencegahan Covid-19 di wilayah NTB.

“Mari kita bersama-sama berjuang mengambil peran kita masing-masing melawan Covid-19, tentunya dengan melaksanakan semua imbauan pemerintah mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Baik di tempat kerja maupun tempat tinggal. Jangan lupa berdoa agar terhindar dan diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian, semoga situasi ini segera berlalu,” kata Dahlan.

AYA




Ny M Positif Covid-19, Karena Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Yang Terinfeksi

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01”

MATARAM.lombokjournal.com — Data terbaru, di NTB terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah melalui pers rilis yang diterima media ini menyebut,  penambahan satu orang pasien positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Pasien yang dimaksud adalah Ny. M, berjenis kelamin perempuan, 44 tahun, dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Ny. M di duga terpapar Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien 01 atau pasien pertama yang terinfeksi virus Corona, asal Lombok Timur pada tanggal 9 Maret lalu.

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01,” jelas gubernur dalam rilisnya.

Pasien kini masih di rawat di Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Kondisi pasien juga di sebut mulai berangsur angsur membaik. Petugas kini sedang melacak tracking contact pasien.

Dengan bertambah nya pasien positif covied-19 asal Sumbawa ini, NTB kini mencatat enam orang positif Covid-19, lima orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Ny M Positif Covid-19, Karena Pernah Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Yang Terinfeksi

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01”

MATARAM.lombokjournal.com — Data terbaru, di NTB terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah melalui pers rilis yang diterima media ini menyebut,  penambahan satu orang pasien positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Pasien yang dimaksud adalah Ny. M, berjenis kelamin perempuan, 44 tahun, dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Ny. M di duga terpapar Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien 01 atau pasien pertama yang terinfeksi virus Corona, asal Lombok Timur pada tanggal 9 Maret lalu.

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01,” jelas gubernur dalam rilisnya.

Pasien kini masih di rawat di Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Kondisi pasien juga di sebut mulai berangsur angsur membaik. Petugas kini sedang melacak tracking contact pasien.

Dengan bertambah nya pasien positif covied-19 asal Sumbawa ini, NTB kini mencatat enam orang positif Covid-19, lima orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Ny M Positif Covid-19, Karena Pernah Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Yang Terinfeksi

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01”

MATARAM.lombokjournal.com — Data terbaru, di NTB terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah melalui pers rilis yang diterima media ini menyebut,  penambahan satu orang pasien positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Pasien yang dimaksud adalah Ny. M, berjenis kelamin perempuan, 44 tahun, dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Ny. M di duga terpapar Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien 01 atau pasien pertama yang terinfeksi virus Corona, asal Lombok Timur pada tanggal 9 Maret lalu.

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01,” jelas gubernur dalam rilisnya.

Pasien kini masih di rawat di Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Kondisi pasien juga di sebut mulai berangsur angsur membaik. Petugas kini sedang melacak tracking contact pasien.

Dengan bertambah nya pasien positif covied-19 asal Sumbawa ini, NTB kini mencatat enam orang positif Covid-19, lima orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Humas Pemda KLU Adakan Jumpa Pers, Ikuti Protokol Covid-19

Saat di dalam ruangan, posisi duduk peserta diberi jarak 1,5 meter, ditandai dengan pemasangan isolasi atau plester penanda jarak

TANJUNG, KLU.lombokjournal.com — Bagian Humas dan Protokol Setda KLU menyelenggarakan jumpa pers sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Pencegahan Penyebaran dan Pengendalian Covid-19, Senin (30/03/20).

Kehumasan berupaya menerapkan protokol pencegahan penyebaran dan pengendalian covid-19, ketika menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan/mendatangkan audiens/khalayak secara terbatas.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Aula Kantor Bupati tersebut, menghadirkan narasumber Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, Pelaksana Tugas Asisten III sekaligus Koordinator Subsatgas Komunikasi Publik Covid-19 Evi Winarni, SP, M.Si, Kepala Dikes KLU dr. H. Lalu Bahrudin, serta Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat (30/3).

Bupati Najmul mengapresiasi jumpa pers yang dilakukan oleh Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, untuk bisa diterapkan selanjutnya.

“Saya mengapresiasi pertemuan ini, karena ini pertama kali jumpa pers dengan prosedur protokol Covid-19. Ini bisa dicontohkan instansi lain, jika mengadakan pertemuan,” tutur bupati.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Lalu Bahrudin, dirinya mengatakan sudah berkomunikasi dengan kehumasan, supaya pertemuan ini menggunakan sistem protokol Covid-19.

“Sebelum acara ini, sudah berkomunikasi dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU. Ini bisa menjadi model pertemuan pada masa siaga darurat covid-19,” imbuh mantan Direktur RSUD itu.

Tampak ruangan aula dilakukan sterilisasi dengan cairan desinfektan oleh pihak Dikes KLU sebelum acara berlangsung.

Memasuki ruangan dilakukan pengukuran suhu tubuh terhadap seluruh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan pembagian masker.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas menyatakan, saat di dalam ruangan, posisi duduk peserta diberi jarak 1,5 meter, ditandai dengan pemasangan isolasi atau plester penanda jarak.

“Kita batasi jaraknya antar orang per orang, bersinergi dengan pihak Dikes KLU dan RSUD KLU untuk penyemprotan disinfektan pada ruangan serta terapan hand sanitizer dan masker,” jelasnya.

Pada akhir jumpa pers, pihaknya berterima kasih atas kritik saran format kegiatan sebelumnya terkait covid-19 dari kawan-kawan pewarta. Sekaligus kepada Dikes dan RSUD KLU.

“Terima kasih kawan-kawan pewarta, pertemuan ini terealisasi sebagaimana lontaran saran dari kawan-kawan pewarta pula, termasuk hasil koordinasi dengan Dikes dan RSUD KLU. Terima kasih,” tuturnya.

Pihaknya menyatakan, ke depan apabila siaga darurat covid-19 dan keadaan masih terus melanda, jumpa pers diadakan dengan sistem jarak jauh melalui aplikasi video conference.

api/humaspro




Memutuskan Mata Rantai Covid – 19,  Danrem 162/WB Bersama Persit KCK Bagi-bagi Masker

Danrem juga berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa

MATARAM.lombokjurnal.com — Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi para Dandim se Pulau Lombok dan Persit KCK membagikan masker pelindung diri kepada pengguna jalan Lingkar Selatan tepatnya di depan Makorem 162/WB, Rabu (01/04/20).

Danrem 162/WB menyampaikan, hari ini jajaran Korem 162/WB bersama Satgas Zeni TNI melaksankan pembagian masker kepada masyarakat yang melintas di depan Makorem.

Tujuannya, memberikan edukasi kepada masyarakat agar melaksanakan semua petunjuk-petunjuk dan arahan dari pemerintah terkait dengan pencegahan virus corona di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Korem 162/WB, pihaknya juga memberikan bantuan masker kepada seluruh jajaran Korem 162/WB dan Satgas Zeni yang sedang melaksanakan tugas pembangunan rehab rekon di NTB.

“Mudah-mudahan dengan pemberian alat pelidung diri ini, semua Prajurit dan keluarganya tetap sehat wal’afiat, begitu juga dengan seluruh masyarakat NTB,” harap Rizal Ramdhani.

Kaitan dengan harga masker, pihaknya sudah berkolaborasi dengan Polda NTB sudah melaksanakan operasi pasar agar dapat menurunkan harga masker di pasaran.

Selain membeli masker, pihak Korem juga membuat masker secara swadaya dari kain dengan melibatkan ibu Persit KCK untuk menjahit.

“Masker kemudian diberikan kepada para prajurit dan keluarganya,” ujarnya.

Wacana pelaksanaan darurat sipil dalam penanganan Covid-19, TNI dan Polri yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 di NTB sudah membuat beberapa alternatif, berupa langkah-langkah terbaik untuk NTB dalam penanganan pencegahan Covid-19.

“TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas sudah siap melaksanakan petunjuk-petunjuk Pemerintah Pusat dan Komando Atas,” papar Danrem.

Menurut Danrem, pihaknya akan mendukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat maupun Komando Atas.

Danrem juga berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa.

“Ini dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan scup yang lebih besar,,” katanya.

Sebelumnya, Danrem 162/WB juga menyerahkan dukungan logistik berupa perlengkapan perorangan kepada perwakilan anggota Satgas Zeni TNI yang sedang melaksanakan pembangunan rehab rekon berupa pakaian PDL, baju kaos loreng, topi rimba, masker dan hand sanitizer.

AYA




MTB dan M16 Bantu Masyarakat NTB Hadapi Corona Dengan Bagi Sembako

Jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Penyalurkan bantuan paket Sembako ke warga masyarakat kurang mampu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/03/20), berlangsung  di Kantor Mi6, Taman Indah, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Puluhan dengan jarak dua meter mengantre pembagian sembako tersebut. Rata-rata sembako dibagikan pada masyarakat menengah ke bawah.

Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk pembagian sembako tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di tengah mewabahnya pandemi COVID-19.

“Kita juga ikut bergotong-royong membantu masyarakat di tengah wabah ini. Meskipun ini aksi kecil, tapi semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat kita,” kata MTB.

Pembagian sembako diharapkan membantu masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat kebijakan diam di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata MTB didampingi Ketua Pemuda NW NTB , Zainul Pahmi .

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, mengatakan paket sembako yang terkumpul sebanyak 1.500 paket. Hari ini difokuskan untuk warga Mataram.

Kemudian pada Jumat besok akan dibagikan di masyarakat Lombok Tengah sebanyak 250 paket.

“Jumat nanti kita bagi 250 paket di Lombok Tengah, bekerjasama dengan Kelompok Peternak Bebek Desa Pengadang yang dikoordinir oleh Ahmad SH,” ujarnya.

Kemudian pada Senin nanti akan berkolaborasi dengan Pemuda Nahdatul Wathan (NW) NTB mendistribusikan paket ke masyarakat hingga paket tersebut habis terbagi.

Paket sembako tersebut berisi beras 2,5 kilo, susu, kecap, minyak goreng, telur, sabun dan mie telur.

Didu sapaan akrabnya, menambahkan jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” katanya.

Me




Peduli Covid-19, MTB dan M16 Gelar Bakti Sosial di Mataram

Pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk menyalurkan bantuan paket Sembako ke warga masyarakat kurang mampu di Mataram.

Kegiatan akan dilakukan mulai Selasa sore (31/03/20) di sejumlah lokasi di Kota Mataram.

Budiman mengatakan, bakti sosial ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pihaknya bersama M16 untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Mataram, khususnya di masa-masa siaga darurat Covid-19 di wilayah NTB, khususnya di Mataram.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Mataram,” kata MT Budiman, Senin Malam (30/03/20).

Menurutnya, dalam situasi saat ini kebijakan social distancing memang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Anjuran agar masyarakat diam di rumah dan mengurangi berada di luar dan berkerumun, juga harus ditaati semua lapisan warga.

Namun, di sisi lain kebijakan ini tentu akan sangat terasa berdampak terutama bagi masyarakat kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kerja serabutan atau upah harian.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata Taufik Budiman.

Sekretaris M16, Lalu Athari mengatakan, MTB dan M16 akan membagikan sekitar 1.500 paket Sembako, namun dilakukan secara bertahap setiap pekan 250 paket Sembako.

Paket Sembako antara lain berisi Beras, Telur, Minyak Goreng, Kecap, dan Sabun Cair.

“Kami akan salurkan tiap pekan 250 paket, karena keterbatasan tenaga, dan untuk menjaga kerumunan orang karena kita harus patuh untuk social distancing juga,” kata Athari.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto menjelaskan, pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi.

“Ya kalau PNS dan pekerja swasta kan masih aman karena ada gaji bulanan. Nah untuk masyarakat kurang mampu yang bekerja serabutan dan upahnya harian, tentu ini menjadi masa-masa yang berat,” katanya.

Didu mengatakan, MTB dan M16 tidak menyalurkan bantuan masker dan APD karena hal itu sudah banyak dilakukan oleh pihak peduli lainnya.

Didu menambahkan, jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” tukasnya.

Me