HBK Peduli Perangi Covid19, Berikan Bantuan Sembako

“Walaupun pada saat ini saya bersama keluarga sedang melaksanakan isolasi mandiri, work from home sesuai imbauan Pemerintah, tapi hati dan pikiran saya selalu bersama para pemilih-pemilih saya,” kata HBK

lomokjournal.com —

MATARAM  ;   Mengantisipasi dan mengatasi penyebaran Corona Virus atau COVID-19, Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli bersama kader Partai Gerindra NTB melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako di P. Lombok.

Penyemprotan disinfektan dilakukan dimulai Senin (30/03/20). Disinfektan tersebut disemprot di rumah-rumah penduduk, pesantren-pesantren, tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah dan segala fasilitas umum.

Hal ini akan secara rutin terus dilakukan, sampai penyebaran wabah pandemi ini benar-benar selesai.

Tampak  hadir dalam kegiatan ini para kader Partai Gerindra NTB diantaranya, Ali Usman Ahim, Sekretaris DPD Gerindra NTB, Mori Hanafi, Wakil Ketua DPRD Prov. NTB, Lalu Wirajaya, Lalu Sudiartawan dan Machsun Ridwaini.

HBK mengatakan, meskipun pada saat ini Ia tengah menjalani isolasi mandiri, work from home sesuai anjuran Pemerintah, tapi hati dan pikirannya tidak pernah lepas bersama masyarakat yang diwakilinya.

“Walaupun pada saat ini saya bersama keluarga sedang melaksanakan isolasi mandiri, work from home sesuai imbauan Pemerintah, tapi hati dan pikiran saya selalu bersama para pemilih-pemilih saya,” kata HBK, Jumat (03/04/20).

Wakil Ketua Komisi 1  DPR RI itu mengatakan, dengan motto lindungi diri, lindungi sesama, saatnya kita berjuang bersama memerangi Covid19, Ia berharap semua elemen masyarakat P. Lombok bisa kompak dan bersatu dalam menghadapi dan mengatasi wabah virus Corona ini.

“Saya berharap, semua kader Partai Gerindra NTB mampu memelopori, melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam memerangi Covid19 ini, bersama-sama Pemerintah Daerah maupun masyarakat NTB,”  tegasnya.

HBK juga meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap penyebaran wabah COVID-19 ini, namun harus tetap hati-hati dan waspada dengan terus menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Kita tidak perlu takut dalam menghadapi penyebaran wabah ini, yang penting, kita harus hati-hati dan waspada, ikuti semua himbauan Pemerintah seperti menghindari kerumunan massa, physicaly distancing atau jaga jarak, serta jaga kebersihan dengan sering mencuci tangan pakai sabun,”  katanya.

HBK menambahkan semua kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan antara kader Gerindra NTB dengan seluruh masyarakat P. Lombok, bahwa dalam perang menghadapi Covid19, kita akan melawannya secara bersama-sama

Sembako Juga Dibagikan Di P. Lombok

Hari Jum’at (03/04/20) Tim HBK Peduli bergerak  melakukan pembagian sembako bagi para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen dan yang hidupnya sendiri atau sebatang kara karena sudah tidak memiliki lagi keluarga

HBK mengatakan, pembagian sembako menyasar para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri atau sebatang kara.

“Pembagian sembako diberikan kepada para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri atau sebatang kara karena sudah tidak punya lagi keluarga, in syaa Allah akan dilaksanakan setiap hari Jum’at, sampai dengan minimal 3 bulan ke depan. Mudah-mudahan kita semua ada rezekinya, dan sembako yang kita bagikan, paling tidak bisa untuk bertahan hidup selama satu minggu kedepan,” ungkapnya.

Kegiatan pembagian sembako dilaksanakan secara merata disetiap Kecamatan di P. Lombok, sebagai salah satu karya nyata dan bentuk keseriusan HBK bersama kader Partai Gerindra NTB dalam memerangi virus Corona.

Apresiasi Warga Kepada HBK

“Terima kasih pak HBK, bantuan sembako ini sangat membantu kami dalam menjalani kehidupan yang sedang sulit ini. Mudah-mudahan berkah,” kata beberapa ibu tua di Lombok Timur yang mendapatkan bantuan sembako dari Tim HBK PEDULI.

Sementara itu Ruhman, seorang warga yang rumahnya berkesempatan disemprot disinfektan memberikan apresiasi atas inisiatif HBK melalui Tim HBK Pedulinya.

“Saya berterima kasih kepada HBK Peduli yang telah melakukan penyemprotan disinfektan. Semoga kegiatan ini tetap dilanjutkan,”,tukasnya.

Me




Kini Yang Positif Terpapar Virus Corona Jadi 8 Orang

Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 kini sedang melakukan tracking contact pasien

MATARAM.lombokjournal.om — Setelah satu orang warga Pengempel Indah Bertais di nyatakan positif covid-19, Pemprov NTB kembali mengumumkan satu orang lagi positif terpapar virus corona.

Dari rilis resmi Pemprov NTB yang di terima media ini, pasien positif covid-19 terbaru adalah H, laki laki berusia 33 tahun, berasal dari Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

H dinyatakan positif covid-19 setelah dikeluarkannya hasil swab laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Dari riwayat perjalanan H yang bekerja di kapal pesiar itu, datang dari negara pandemik virus corona yakni Amerika.

  1. Pulang  ke Lombok dari Amerika pada tanggal 16 Maret, dan dari catatan medis H sempat berobat ke puskesmas Lingsar.

Namun karena tidak ada perubahan, H kemudian berobat dan dirawat inap di IGD Rumah Sakit Awet Muda (RSAM).

Dari hasil pemeriksaan cek lab dan foto thorax H kemudian di rujuk ke RSUP Provinsi, dan dinyatakan postif covid-19 dari hasil pengecekan swab pasien.

Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 kini sedang melakukan tracking contact pasien.

Kini di NTB tercatat 8 orang positif terpapar Covid-19, tujuh orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA




Satu Orang Lagi Di Mataram, Positif Terpapar Virus Corona

’’Tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes Pusat. Saat ini pasien masih dirawat di Ruang Isolasi RS Kota Mataram dalam keadaan secara umum baik atau stabil,’’ kata Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com  — Pasien positif covid-19 atau virus corona di NTB bertambah lagi.

Sekretaris Daerah Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi  mengungkapkan, hari ini ada tambahan satu orang yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Dengan demikian, sampai saat ini total pasien yang positif terpapar viru Corona Covid-19 di NTB menjadi 7 orang.

Satu orang warga Kota Mataram yang positif terinfeksi Covid-19 itu, kini masih dalam perawatan.

’’Hari ini kami sudah menerima hasil pemeriksaan swab atas satu orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang positif Covid-19,’’ kata Lalu Gita Ariadi, melalui siaran persnya yang diterima Lombok Journal, Jumat (03/04/20).

Pasien positif virus Corona asal Mataram tersebut, yakni M (59) warga Pengempel Indah, Kelurahan Bertais. M kini tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram, sejak 29 Maret 2020 dengan keluhan batuk dan sesak.

’’Pasien M memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit dalam 14 hari terakhir, yakni pasien mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Makassar 21-24 Maret 2020,’’ ungkap Lalu Gita Ariadi.

Kemudian panggalda tanggal 29 Maret 2020 pasien rujukan Puskesmas Cakranegara ini dijemput PSC 119 pukul 17.00 Wita. Terhadap pasien dilakukan tes swab oleh tim RSUD Provinsi pada  30 Maret 2020.

’’Tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes Pusat. Saat ini pasien masih dirawat di Ruang Isolasi RS Kota Mataram dalam keadaan secara umum baik atau stabil,’’ kata Miq Gita, sapaan akrab Sekda.

’’Untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan,’’ terangnya.

Sebagai informasi, dua orang warga Lombok Timur dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, kemudian di Kota Mataram empat orang yang terpapar, dan di Sumbawa terdapat satu orang yang juga positif terpapar..

AYA/HmsNTB




Danrem 162/WB Bersama Bupati Lobar Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Lobar

Penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Lobar, yang dilakukan di tempat-tempat publik, seperti Pondok Pesantren, pasar dan lainnya termasuk jalan-jalan

LOBAR.lombokjournal.com – Apel penyemprotan larutan disinfektan berlangsung di lapangan Kantor Camat Gunungsari Lombok Barat, dipimpin Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Jumat (03/04/20).

Apel penyemprotan juga dihadiri Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., dan Tripika Gunungsari.

Dalam sambutannya, Danrem 162/WB menyampaikan data terakhir tanggal 2 April 2020, untuk wilayah NTB yang positif terkena Covid-19 sebanyak 6 orang, PDP sebanyak 66 orang dan ODP sudah mencapai 1803 orang.

“Ini artinya di NTB mengalami peningkatan dari hari ke hari,” ujarnya.

Menurut Danrem, harus lebih semangat dalam memberantas virus corona, salah satu upayanya dengan penyemprotan larutan disinfektan.

“Alhamdulillah masyarakat Lombok Barat tidak ada yang positif corona dan mudah-mudahan tidak ada,” harapnya.

Virus corona ini bisa dicegah jika disiplin dan mengikuti imbauan pemerintah, karena virus ini dapat menular apabila ada kontak langsung atau ada percikan air dari yang terkena Covid-19.

Alumnus Akmil 1993 minta semua imbauan dari pemerintah agar disosialisasikan dan dilaksanakan kepada masyarakat dengan harapan terhindar dari Covid-19.

Kehadiran pemerintah bersama TNI Polri dan instansi terkait dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 ini, menunjukkan sinergitas yang patut dibanggakan dan dipertahankan.

“Mudah-mudahan niat yang tulus ikhlas dalam melaksanakan penyemprotan dibarengi dengan doa secara terus menerus akan berdampak positif dan bernilai ibadah,” tutup Rizal Ramdhani.

Sebelumnya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyampaikan, penyemprotan disinfektan dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Lobar.  Penyemprotan larutan disinfektan dilakukan di tempat-tempat public, seperti Pondok Pesantren, pasar dan lainnya termasuk jalan-jalan.

“Jalan di Kota Gerung sudah beberapa kali dilakukan penyemprotan oleh pemadam kebakaran dan TNI Polri.

Kata Fauzan, hari ini penyemprotan dilakukan di Kecamatan Gunungsari dan Batulayar, sehingga masyarakat memiliki kepercayaan diri dalam menghadapi penyebaran Covid-19 secara bersama-sama dengan aparat pemerintah.

“Apabila masyarakat Lobar kemungkinan terpapar dalam ODP akan ditampung di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lobar yang berada di Kecamatan Gunungsari,” pungkasnya.

Usai melaksanakan apel pengecekan kesiapan penyemprotan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tugas dengan  sasaran pasar, SKB dan Ponpes.

AYA




Bantu Dampak Sosial Covid-19, MTB dan M16 Salurkan Bantuan Sembako

Masyarakat tentu mentaati anjuran pemerintah untuk membatasi diri dan diam di rumah, jika kebutuhan sehari-hari yang mereka butuhkan tercukupi

lombokjournal.com —

MATARAM  –  Kegiatan berbagi paket Sembako yang dilakukan Muhamad Taufik Budiman (MTB) bersama lembaga M16, terus dilakukan, untuk membantu masyarakat miskin yang rentan terdampak kebijakan social distancing menyusul pandemi Covid-19 di Kota Mataram.

Sekitar 200 paket Sembako, Kamis (02/04/20) disalurkan di beberapa titik strategis di Kota Mataram, seperti di jalan depan Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, Pasar Pagesangan, dan Pasar Kebon Roek.

“Kami salurkan 200 paket Sembako hari ini, di beberapa titik strategis untuk membantu masyarakat kurang mampu yang sangat membutuhkan di Kota Mataram,” kata MT. Budiman , saat menyalurkan paket Sembako di sekitar Pasar Kebon Roek, Ampenan didampingi Ketua Pemuda NW NTB , Zainul Pahmi

Di Kebon Roek, bantuan paket Sembako disalurkan kepada para kusir Cidomo yang biasa mangkal di sana.

Sebelumnya di depan LEM Mataram, MTB dan jajaran M16 beserta kelompok peduli lainnya membagikan paket Sembako untuk para Ojek Online (Ojol) yang biasa mangkal di lokasi itu.

Di Pasar Pagesangan, bantuan juga disalurkan untuk para juru parkir, buruh upah pasar, dan kaum miskin lainnya.

Sejumlah pemulung, tukang sapu, dan masyarakat miskin yang ditemui juga menerima bantuan MTB dan M16 ini.

“Hari ini isi paket sama, misalnya beras, minyak goreng, telur, kecap, dan sabun cair. Namun mulai besok Jumat (03/04/20) kita juga akan tambahkan bantuan masker, masing-masing empat buah dalam setiap paket,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto

Seperti diketahui program penyaluran bantuan Sembako dalam masa pandemi Covid-19 ini mulai dilakukan Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16, sejak Selasa (31/03/20) lalu.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Mataram,” kata MT Budiman, Senin malam (30/3) di Mataram.

Menurut M. Taufik Budiman, dalam situasi saat ini kebijakan social distancing memang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Anjuran agar masyarakat diam di rumah dan mengurangi berada di luar dan berkerumun, juga harus ditaati semua lapisan warga.

Namun, di sisi lain kebijakan ini tentu akan sangat terasa berdampak terutama bagi masyarakat kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kerja serabutan atau upah harian.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata Taufik Budiman.

MT Budiman mengatakan, pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi.

Pantauan di lapangan, kegiatan bantuan Sembako saat ini memang sangat dibutuhkan masyarakat kurang mampu.

Sejumlah penerima bantuan mengatakan, sejak pandemi Covid-19 pertengahan Maret lalu dampak sosial ekonominya  mulai dirasakan di Kota Mataram.

Apalagi setelah kebijakan jam malam dan pembatasan kegiatan dilaksanakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini.

“Memang terasa sekali. Apalagi kita yang biasa berjualan malam hari, nggak bisa lagi. Bantuan seperti ini sangat dibutuhkan,” aku Sudin, seorang pedagang Soto di jalan Majapahit Mataram.

Sudin mengaku terpaksa berjualan pagi hingga sore, karena malam sudah tidak mungkin berjualan. Omzetnya juga terus menurun, setiap hari.

Sekretaris M16, Lalu Athari mengakui, sepanjang penyaluran bantuan Sembako, kebanyakan memang masyarakat kurang mampu merasa khawatir dengan lesunya kondisi perekonomian.

“Sehingga yang bisa kita simpulkan saat ini, memang butuh ada bantuan riil untuk kalangan bawah, terutama pekerja upah harian ini agar bisa survive, selama masa pandemik Covid-19 ini,” katanya.

Menurutnya, masyarakat tentu mentaati anjuran pemerintah untuk membatasi diri dan diam di rumah, jika kebutuhan sehari-hari yang mereka butuhkan tercukupi.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa sedikit membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” tukasnya.

Me

 




Kapenrem 162/WB Bagikan Masker Kepada Wartawan

“Mari kita bersama-sama berjuang mengambil peran kita masing-masing melawan Covid-19, tentunya dengan melaksanakan semua imbauan pemerintah mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Baik di tempat kerja maupun tempat tinggal. Jangan lupa berdoa agar terhindar dan diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian, semoga situasi ini segera berlalu”

MATARAM.lombokjournal.com — Sejak merebahnya wabah virus corona Covid-19 di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa tenggara Barat, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan menangani penyebaran virus tersebut.

Salah satunya dengan menggunakan masker atau filter penutup lubang pernapasan.

Terkait dengan itu, Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf dahlan, S.Sos., membagikan masker kepada rekan wartawan sebagai mitra kerja di Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Kamis (02/04/20).

“Alhamdulillah hari ini, kami membagikan alat pelindung diri berupa masker yang bisa digunakan setiap saat sebagai pengaman dan pelindung dari terjangkit virus corona,” ungkap Kapenrem.

Menurutya, hal itu dilakukan sesuai dengan arahan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, seusai membagikan masker kepada masyarakat pengguna jalan depan Makorem hari Rabu (01/04/20).

“Sebagai mitra kerja sudah seharusnya saling peduli mengingat tugas dan pekerjaan rekan-rekan media sebagai peliput dan memberikan informasi kepada seluruh masyarakat yang tidak mengenal waktu dan lelah,” ujar Dahlan.

Menurutnya, pengadaan masker sengaja dilakukan secara swadaya sebagai langkah antisipatif terhadap kelangkaan masker di pasar selain harganya juga mahal.

Selain itu, Kapen rem juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh rekan media yang telah berjuang bersama-sama dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat melalui pemberitaan khususnya terkait dengan penanganan dan pencegahan Covid-19 di wilayah NTB.

“Mari kita bersama-sama berjuang mengambil peran kita masing-masing melawan Covid-19, tentunya dengan melaksanakan semua imbauan pemerintah mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Baik di tempat kerja maupun tempat tinggal. Jangan lupa berdoa agar terhindar dan diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian, semoga situasi ini segera berlalu,” kata Dahlan.

AYA




Ny M Positif Covid-19, Karena Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Yang Terinfeksi

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01”

MATARAM.lombokjournal.com — Data terbaru, di NTB terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah melalui pers rilis yang diterima media ini menyebut,  penambahan satu orang pasien positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Pasien yang dimaksud adalah Ny. M, berjenis kelamin perempuan, 44 tahun, dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Ny. M di duga terpapar Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien 01 atau pasien pertama yang terinfeksi virus Corona, asal Lombok Timur pada tanggal 9 Maret lalu.

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01,” jelas gubernur dalam rilisnya.

Pasien kini masih di rawat di Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Kondisi pasien juga di sebut mulai berangsur angsur membaik. Petugas kini sedang melacak tracking contact pasien.

Dengan bertambah nya pasien positif covied-19 asal Sumbawa ini, NTB kini mencatat enam orang positif Covid-19, lima orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Ny M Positif Covid-19, Karena Pernah Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Yang Terinfeksi

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01”

MATARAM.lombokjournal.com — Data terbaru, di NTB terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah melalui pers rilis yang diterima media ini menyebut,  penambahan satu orang pasien positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Pasien yang dimaksud adalah Ny. M, berjenis kelamin perempuan, 44 tahun, dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Ny. M di duga terpapar Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien 01 atau pasien pertama yang terinfeksi virus Corona, asal Lombok Timur pada tanggal 9 Maret lalu.

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01,” jelas gubernur dalam rilisnya.

Pasien kini masih di rawat di Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Kondisi pasien juga di sebut mulai berangsur angsur membaik. Petugas kini sedang melacak tracking contact pasien.

Dengan bertambah nya pasien positif covied-19 asal Sumbawa ini, NTB kini mencatat enam orang positif Covid-19, lima orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Ny M Positif Covid-19, Karena Pernah Pernah Kontak Langsung Dengan Pasien Yang Terinfeksi

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01”

MATARAM.lombokjournal.com — Data terbaru, di NTB terjadi penambahan pasien yang positif terinfeksi virus Corona Covid-19.

Gubernur NTB, DR. Zulkieflimansyah melalui pers rilis yang diterima media ini menyebut,  penambahan satu orang pasien positif covid-19 tersebut berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Pasien yang dimaksud adalah Ny. M, berjenis kelamin perempuan, 44 tahun, dinyatakan positif Covid-19, setelah dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Ny. M di duga terpapar Covid-19 karena pernah melakukan kontak langsung dengan pasien 01 atau pasien pertama yang terinfeksi virus Corona, asal Lombok Timur pada tanggal 9 Maret lalu.

“Jadi penderita pernah melakukan kontak langsung dengan penderita pasien covid-19 asal Lotim yakni pasien 01,” jelas gubernur dalam rilisnya.

Pasien kini masih di rawat di Rumah Sakit HL. Manambai Abdul Kadir Sumbawa. Kondisi pasien juga di sebut mulai berangsur angsur membaik. Petugas kini sedang melacak tracking contact pasien.

Dengan bertambah nya pasien positif covied-19 asal Sumbawa ini, NTB kini mencatat enam orang positif Covid-19, lima orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Humas Pemda KLU Adakan Jumpa Pers, Ikuti Protokol Covid-19

Saat di dalam ruangan, posisi duduk peserta diberi jarak 1,5 meter, ditandai dengan pemasangan isolasi atau plester penanda jarak

TANJUNG, KLU.lombokjournal.com — Bagian Humas dan Protokol Setda KLU menyelenggarakan jumpa pers sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Pencegahan Penyebaran dan Pengendalian Covid-19, Senin (30/03/20).

Kehumasan berupaya menerapkan protokol pencegahan penyebaran dan pengendalian covid-19, ketika menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan/mendatangkan audiens/khalayak secara terbatas.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Aula Kantor Bupati tersebut, menghadirkan narasumber Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, Pelaksana Tugas Asisten III sekaligus Koordinator Subsatgas Komunikasi Publik Covid-19 Evi Winarni, SP, M.Si, Kepala Dikes KLU dr. H. Lalu Bahrudin, serta Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat (30/3).

Bupati Najmul mengapresiasi jumpa pers yang dilakukan oleh Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, untuk bisa diterapkan selanjutnya.

“Saya mengapresiasi pertemuan ini, karena ini pertama kali jumpa pers dengan prosedur protokol Covid-19. Ini bisa dicontohkan instansi lain, jika mengadakan pertemuan,” tutur bupati.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Lalu Bahrudin, dirinya mengatakan sudah berkomunikasi dengan kehumasan, supaya pertemuan ini menggunakan sistem protokol Covid-19.

“Sebelum acara ini, sudah berkomunikasi dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU. Ini bisa menjadi model pertemuan pada masa siaga darurat covid-19,” imbuh mantan Direktur RSUD itu.

Tampak ruangan aula dilakukan sterilisasi dengan cairan desinfektan oleh pihak Dikes KLU sebelum acara berlangsung.

Memasuki ruangan dilakukan pengukuran suhu tubuh terhadap seluruh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan pembagian masker.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas menyatakan, saat di dalam ruangan, posisi duduk peserta diberi jarak 1,5 meter, ditandai dengan pemasangan isolasi atau plester penanda jarak.

“Kita batasi jaraknya antar orang per orang, bersinergi dengan pihak Dikes KLU dan RSUD KLU untuk penyemprotan disinfektan pada ruangan serta terapan hand sanitizer dan masker,” jelasnya.

Pada akhir jumpa pers, pihaknya berterima kasih atas kritik saran format kegiatan sebelumnya terkait covid-19 dari kawan-kawan pewarta. Sekaligus kepada Dikes dan RSUD KLU.

“Terima kasih kawan-kawan pewarta, pertemuan ini terealisasi sebagaimana lontaran saran dari kawan-kawan pewarta pula, termasuk hasil koordinasi dengan Dikes dan RSUD KLU. Terima kasih,” tuturnya.

Pihaknya menyatakan, ke depan apabila siaga darurat covid-19 dan keadaan masih terus melanda, jumpa pers diadakan dengan sistem jarak jauh melalui aplikasi video conference.

api/humaspro