Informasi Covid-19, Selain Aktual dan Akurat Juga Jangan Buat Masyarakat Panik

“Informasi liar dan belum akurat, dari sisi diksi menimbulkan ketakutan dan kepanikan, apalagi dari sisi sumber yang tidak jelas, ini yang harus diperbaiki,” kata Gede Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com —  , menggelar

Rapat Kordinasi (Rakor) terbatas dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Diseases (Covid-19) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bidang Kehumasan.

Peyelenggaraan rakor guna menyamakan persepsi tentang pemberitaan dan informasi Covid-19 yang aktual dan  akurat, serta memberikan imunitas secara rohani dan psikologis ini, berlangsung di gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Kamis (09/04/20)

Hendriadi, Eka Dewi dan Gede Aryadi

“Sehingga masyarakat tidak panik dan dapat tenang menghadapi wabah epidemic saat ini,” kata Koordinator Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, MH.

Dalam paparannya menjelaskan, Rakor tersebut membahas dan menyepakati, pola dan pedoman penyamapian informasi dalam penanganan Covid-19.

Menurutnya, harus disepakati bersama agar informasi yang akan diberikan kepada publik melalui mekanisme satu pintu, untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

“Informasi liar dan belum akurat, dari sisi diksi menimbulkan ketakutan dan kepanikan, apalagi dari sisi sumber yang tidak jelas, ini yang harus diperbaiki,” tegas Kadis Kominfotik.

Mantan Humas Pemkab Bima ini menegaskan, informasi yang disajikan perlu diklarifikasi dilapangan bersama tim teknis dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi.

Sehingga diperoleh informasi akurat yang dapat menimbulkan kenyamanan dan ketenangan di tengah masyarakat.

“Saat ini informasi tentang Covid-19 kami sampaikan secara transparan, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesimpulan rakor tersebut, setelah diskusi panjang, telah disepakati untuk menyajikan informasi yang akurat dan satu pintu yang berhubungan dengan perkembangan Covid-19, baik itu status orang dalam pantuan (ODP), pasien dalam pantuan (PDP), orang tanpa gejala (OTG).

Disamping itu, informasi dan konten-konten yang mengedukasi masyarakat juga akan lebih banyak disajikan.

“Ini dapat membangun optimisme masyarakat menghadapi situasi saat ini,” kata Gede.

Pelayanan informasi publik

Ketua Komisi Informasi (KI) NTB Hendriadi, SE., ME menjelaskan tentang surat edaran KI Pusat nomor 2 tahun 2020 tentang pelayanan informasi publik dalam masa darurat kesehatan masyarakat akibat Covid-19.

Menurutnya, beberapa hari yang lalu beredar informasi di Media Sosial mengenai data pribadi pasien dari Kota Mataram. Mulai dari nama lengkap, alamat hingga nomor handphone.

Setelah di konformasi kepada pemerintah Kota Mataram, data tersebut tidak benar dan tidak jelas sumbernya.

“Ini sangat disayangkan beredar data pribadi seperti ini, apalagi tidak akurat dan benar,” kata Hendriadi.

Batasan data pasien itu dapat dipublis, namun hanya sebatas satuan dusun masih boleh dibuka, tujuannya untuk pemetaaan covid-19. Sehingga pemerintah dapat menangani secara cepat wilayah terdampak tersebut.

“Data pribadi seperti nama lengkap, nomor hanphone atau telephone dan alamat lengkap, itu data pengecualian yang di lindungi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan perlunya gugus tugas terus menyediakan informasi dan data yang terus-menerus secara berkala, real time dan akurat.

Termasuk kata Hendriadi, status waktu penyampaian informasi harus jelas disampaikan.

“Harapannya, kita jangan ikut menyampaikan informasi yang liar, tidak jelas sumbernya. Klarifikasi sejelas mungkin sebelum disebarkan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi menegaskan, bahwa mekanisme penyampaian informasi atau rilis tentang perkembangan data Penanganan Corona Virus Diseases (Covid-19) di NTB,  akan diumumkan setelah gugus tugas pusat sebagai juru bicara nasional menyampaikannya terlebih dahulu.

“Ini SOP yang harus kita ikuti. Pusat mengingatkan gugus tugas provinsi meneruskan informasi gugus tugas pusat,” tutur Eka.

Ia mengajak bidang kehumasan, agar terus belajar dan menyempurnakan dalam penanganan Covid-19,  Setelah pemerintah pusat menetapkan status bencana non alam terhadap wabah penyakit virus corona ini.

AYA




Sekda Pimpin Apel Siaga Satgas Covid-19 Lombok Utara

“Saya berpesan kepada semua pihak khususnya Satgas Covid-19 agar maksimal mengerahkan semua personel untuk membantu menghadapi virus Corona ini kapan pun dan dimana pun dibutuhkan. Selalu siap sedia dengan segala daya dan upaya agar penyebaran virus corona tidak  sampai memakan korban,” kata Sekda

TANJUNG.lombokjournal.com —  Apel siaga Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara yan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Suardi merupakan ikhtiar kolektif, untuk memastikan langkah nyata upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Lombok Utara.

Wabup H Utara H. Sarifudin

Sekda KLU, H sUARDI

Amanat Bupati Kabupaten Lombok Utara  yang disampaikan Sekda KLU dalam apel siaga dan gelar peralatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana non Alam Virus Corona Disease (Covid-19) itu, berlngsung di halaman kantor Bupati Lombok Utara, (07/04/2020).

Selain dihadiri Wakil Bupati, kegiatan itu juga melibatkan unsur Forkopimda, para anggota Satgas Covid-19 baik dari unsur TNI, Polri, Pol PP Damkar, Dikes, RSUD, PMI, BPBD, Tagana, dan lainnya,

Dikatakan,  keberhasilan melawan penyebaran virus corona adalah ketika berhasil mengarahkan warganya untuk tidak keluar rumah, serta menjaga jarak pertemuan antarmanusia dengan manusia lainnya (physical distancing).

Sebagai pelaksana Gugus Tugas di daerah, para anggota satgas dan pihak terkait niscaya melaksanakan kebijakan terkait percepatan penanganan Covid-19 secara optimal.

Ditambahkan Suardi, mengantisipasi dan memutus sedini mungkin mata rantai penyebaran virus corona di Lombok Utara upaya yang telah diambil satgas Covid-19.

Di antaranya, melakukan  penyemprotan disinfektan pada tempat umum, instansi pendidikan, perkantoran, tempat ibadah, jalan raya dan permukiman penduduk.

Kemudian mengukur suhu tubuh para pengguna jalan di wilayah-wilayah perbatasan baik di ujung barat maupun ujung timur Lombok Utara.

Dalam suasana pagi cukup hangat cuaca, Sekda menjelaskan, berdasarkan data terkini Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Utara hingga 6 April 2020 belum atau tidak ada warga yang positif terpapar virus Corona.

“Pada momen apel ini saya berpesan kepada semua pihak khususnya Satgas Covid-19 agar maksimal mengerahkan semua personel untuk membantu menghadapi virus Corona ini kapan pun dan dimana pun dibutuhkan. Selalu siap sedia dengan segala daya dan upaya agar penyebaran virus corona tidak  sampai memakan korban,” kata Sekda.

Kesadaran masyarakat penting

Wakil Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH, MH saat diwawancarai usai apel mengharapkan upaya-upaya yang akan maupun yang telah dilakukan di lapangan untuk dapat mencegah penyebaran wabah epidemi virus corona.

“Ini jadi peran kita semua untuk mengantisipasi Covid-19. Kesadaran masyarakat juga sangat penting,” tuturnya.

Acara dirangkaikan dengan pemasangan alat dan sarana kerja lapangan terhadap perwakilan unsur yang terdapat pada gugus tugas penanganan Covid-19.

sid




 Dua Pasien Positif Covid-19 Sembuh dan Dipulangkan

MATARAM.lombokjournal.com – Setelah sebelumnya seorang pasien positif virus Corona Covid-19 asal Kota Mataram dinyatakan sembuh, kini giliran pasien positif asal Lombok Timur dipulangkan ke rumah. Ia dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi, mengatakan pasien nomor 1 asal Aikmel Lombok Timur dan pasien nomor 4 asal Kekalik, Kota Mataram sudah pulang ke rumah.

“Pasien nomor 01 berinisial nyonya Y dan nomor 04, berinisial tuan YT telah dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan SWAB dengan hasil negatif Covid-19 dan diperbolehkan pulang,” katanya, Rabu, 8 April 2020.

Sebelum pulang, dilakukan tindakan disinfeksi terhadap pasien agar betul-betul bebas dari virus Corona.

Sedangkan, pasien positif lainnya dalam kondisi sehat. Namun masih membutuhkan tes lanjutan untuk memastikan betul-betul sembuh.

“Sedangkan pasien positif lainnya secara klinis kondisi kesehatannya semakin membaik, masih menunggu test negatif dua kali untuk dapat dipulangkan,” katanya.

AYA




Telekonferensi Bersama Seluruh Bupati/Walikota, Gubernur Zul; Jangan Abai Aspek Sosial dan Ekonomi

“Kami akan melengkapi jaring pengaman pusat dengan paket JPS Gemilang. JPS Gemilang akan memaksimalkan produk-produk lokal. Setiap warga terdampak akan diberikan paket senilai 250ribu/kk yaitu berisi paket sembako dan serta vitamin dan masker,” ujar Gubeernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB di ruang kerjanya, Selasa (07/04/20).

Telekonferensi itu membahas penanganan penyebaran wabah dan strategi mengatasi dampak ekonomi dan sosial Covid-19 di NTB.

“Jangan sampai kita hanyut dalam mengantisipasi corona saja, meminta masyarakat stay at home. Namun kita abai terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” tegas Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Dijelaskan, selain program dari pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota juga harus berkontribusi dan berkoordinasi demi menghindari tumpang tindih dan ketepatan sasaran program.

“Akan ada jaring pengaman sosial dari Pemerintah pusat dan Provinsi sehingga ketika program ini dieksekusi tidak ada tumpang tindih implementasi di Kabupaten dan kota. Program ini akan di eksekusi selama 3 bulan, ada bantuan dari Pemerintah pusat, Provinsi dan kab kota sehingga masyarakat kita harapkan bisa berdamai dengan keadaan ini,” jelas Bang Zul.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul menyampaikan Pemerintah Provinsi akan menyiapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

“Kami akan melengkapi jaring pengaman pusat dengan paket JPS Gemilang. JPS Gemilang akan memaksimalkan produk-produk lokal. Setiap warga terdampak akan diberikan paket senilai 250ribu/kk yaitu berisi paket sembako dan serta vitamin dan masker,” ujarnya.

Dijelaskan, penerima JPS Gemilang adalah 73.000 KK warga tidak mampu, dan 32.000 KK sektor pekerja informal sehingga total ada 105.000 kk penerima manfaat.

Terkait upaya Pemerintah Provinsi NTB  dalam menangani dampak Covid-19 di Kabupaten dan Kota, Bang Zul menekankan agar Bupati dan Walikota segera menyampaikan data usulan tambahan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tim untuk segera berkoordinasi terkait data PKH, lalu memastikan di Kabupaten kota agar tidak ada duplikasi program. Juga pastikan agar program ini mendukung produk-produk IKM sendiri,” harapnya.

Bang Zul menegaskan, mendukung produk Indusri kecil menengah (IKM), akan ada pembelajaran di dalamnya dan mereka nantinya diharapkan punya produk yang lebih baik di masa dating. .

Selain memaksimalkan IKM NTB, Gubernur Zul juga mengharapkan peran Danrem dan Baznas.

“Banyak dana di Baznas yang bisa disalurkan di warga terdampak. Saya juga berharap Danrem agar bisa berkoordinasi dengan para Dandim untuk antisipasi dengan rencana kontijensi, karena kita tidak tahu seberapa lama bencana wabah ini,” tegasnya.

Senada dengan Gubernur Zul, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd melalui telekonferensi juga menyampaikan apresiasinya, kepada seluruh pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam penanganan Covid-19 di NTB.

“Terima kasih kepada Kapolda, Kajati, Danrem sudah totalitas dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, juga ditekankan untuk memaksimalkan peran Puskesmas dalam penanganan Covid-19.

“Puskesmas kita kedepannya fungsinya tidak hanya untuk edukasi, namun juga bisa berfungsi untuk perawatan kasus ringan di desa,” tegas wagub.

“Kita harus yakinkan betul puskesmas kita siap. Sehingga pasien-pasien yang sakit dengan gejala ringan tidak semuanya harus ke Rumah Sakit umum, cukup ke posyandu sehingga konsekuensinya APD disana harus cukup,” tambah Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Wagub juga mengimbau seluruh Bupati dan Walikota untuk melakukan rapid test di daerah masing-masing.

“Terkait peralatan dan pengecekan, kami menghimbau untuk memesan alat rapid test, silahkan Dinkes kabupaten/kota berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi agar bersama-sama bisa memesan untuk kebutuhan identifikasi Covid-19,” harap Ummi Rohmi.

Untuk swap test di RSUD Provinsi sudah bisa mengecek sendiri sampelnya. Namun ini tidak mudah, saat ini ada 250 stok untuk mengecek di RSUD dan  UNRAM, tambahnya.

Wagub menginstruksikan untuk segera melakukan penambahan ruangan isolasi demi  mengantisipasi lonjakan pasien. Wagub juga berharap seluruh desa di NTB bisa terlibat dalam pengawasan OTG, ODP dan PDP.

“Alhamdulilllah babinsa dan babinkabtibmas luar biasa membantu, mari kita terus mensosialisasikan masker untuk semua. Mudah-mudahan masyarakat kita sadar,” tutup Wagub.

AYA/HmsNTB

 

 




Pemprov NTB Siapkan Anggaran JPS Gemilang 80 Miliar

Total penerima bantuan paket sembako ini sejumlah 105.000 KK, yang terdiri dari 73.000 KK miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatakan bantuan JPS Pusat (PKH dan Bantuan Sembako), dan 32.000 KK kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB fokus mempersiapkan jaring pengaman sosial (JPS) untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dalam kurun waktu ke depan.

JPS merupakan salah satu fokus Pemprov NTB untuk melakukan pencegahan dan penanganan covid-19.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov. NTB, Ir. H. Ridwansyah, sebagai Koordinator Gugus Tugas dampak sosial ekonomi covid-19, di ruang kerjanya, Jumat (03/04/2020), menjelaskan konsep JPS yang digulirkan.

JPS yang digulirkan Pemprov NTB tidak saja menyangkut pemenuhan kebutuhan hidup minimal, namun juga bagaimana menciptakan stimulus ekonomi di daerah.

Menurut Ridwansyah, dalam penanganan wabah ini melawan corona, Pemprov NTB memberdayakan ekonomi lokal.

“Oleh karenanya dalam konsep jaring pengaman sosial yang kita siapkan, kita namakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang,” ungkapnya, usai rapat dengan beberapa Kepala Dinas terkait.

JPS Gemilang ini rencananya akan mengcover kebutuhan hidup masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak tercover JPS Pusat, selama 3 bulan dalam bentuk sembako.

Barang-barang kebutuhan hidup masyarakat dalam JPS Gemilang ini seperti sembako, produk-produk perikanan, obat-obatan, vitamin, dan masker, diarahkan agar menggunakan produk lokal sekaligus untuk memberdayakan UKM dan IKM di NTB.

Total penerima bantuan paket sembako ini sejumlah 105.000 KK, yang terdiri dari 73.000 KK miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatakan bantuan JPS Pusat (PKH dan Bantuan Sembako), dan 32.000 KK kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak.

Anggaran JPS Gemilang yang disiapkan selama 3 bulan sementara dialokasikan sebesar Rp. 80 miliar.

Sumbernya dari dana Belanja Tak Terduga (BTT), realokasi belanja, serta anggaran program-program lain yang dijadwal ulang.

Pembiayaan dan distribusi bantuan JPS juga akan disinergikan dengan pemerintah kabupaten/kota.

Mengenai hal lainnya, saat ini program JPS Pemerintah Pusat berupa pembebasan dan keringanan tagihan listrik untuk 450 VA dan 900 VA sudah bisa dinikmati masyarakat.

Keringanan ini diberikan kepada 868.637 Pelanggan se-NTB, dengan kategori gratis 100 persen untuk pelanggan R1-450 VA sebanyak 566.335 pelanggan, dan diskon 50 persen untuk pelanggan R1-900 VA sebanyak 302.302 pelanggan.

Bantuan keringanan pembayaran listrik ini juga akan diberikan selama 3 bulan mulai dari bulan April ssampai dengan Juni 2020.

AYA (KominfotikNTB)




Pemprov NTB Fokus Pencegahan Covid 19 Dan Penanganan Dampak Sosial Ekonomi

 Gubernur Zulkieflimansyah  fokus pada penanganan dan antisipasi dampak sosial ekonomi, kemudian Wakil Gubernur fokus pada upaya pencegahan dan penanganan medis yang terpapar Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si., memastikan, kebijakan dan langkah yang akan diambil Pemprov NTB saat ini adalah fokus pada penanganan medis dan pencegahan penularan covid 19 secara ketat.

Sekaligus upaya tersebut diikuti dengan penyiapan program penanganan dampak sosial ekonomi, akibat menurunnya kemampuan daya beli masyarakat.

Berbagai program jaring keamanan sosial (social safty net) kini sedang disiapkan. Seperti kebutuhan bahan pangan (Bapok), pendataan UMKM yang lesu karena Covid, dan seluruh sektor lainnya yang terdampak dan rentan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Gita, berbagai program Pemprov NTB selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikannya,  pada sesi pemaparan kesiapan Nusa Tenggara Barat dalam penangangan Covid-19. Melalui  video conference dengan Sekretaris Jendral Kemendargri, Dr. Hadi Prabowo, M.M., dan Inspektur Jendral Kemendagri, Dr. Tumpak Haposan Simanjuntak, bersama seluruh pemerintah daerah wilayah Indonesia bagian timur, di Ruang Rapat Sekda NTB, Jumat (03/04/2020)

Gita mengatakan, apa yang menjadi kebutuhan daerah, payung-payung hukum untuk bertindak dalam penanganan Covid-19.

Baik melalui Inpres, Surat Edaran maupun Maklumat itu sudah disampaikan, dipedomani, sosialisasikan dan dikonsolidasikan di tingkat OPD kabupaten/kota.

“Dan Alhamdulillah semua sedang berproses,” terang Sekda NTB yang biasa dipanggil Miq Gita ini.

Gita menjelaskan,  semua terlibat dalam penanganan ini. Gubernur Zulkieflimansyah  fokus pada penanganan dan antisipasi dampak sosial ekonomi, kemudian Wakil Gubernur fokus pada upaya pencegahan dan penanganan medis yang terpapar Covid-19.

“Teman-teman OPD, BPKAD menyiapkan penganggaran baik dalam kondisi darurat. Skenario pertama, skenario kedua, kemudian dalam kondisi sangat darurat kami juga mempersiapkannya dalam mempedomani Permendagri Nomor 20 Tahun 2020,” ujar Miq Gita.

Beberapa perhatian utama seperti pengawasan pada pintu-pintu masuk ke NTB dilaksanakan dengan protokol penanganan standar yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan.

Mulai dari pintu-pintu kedatangan, dengan berkolaborasi bersama   Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Bahkan komunikasi dan koordinasi juga dilakukan dengan Cengkareng dan Padang Bai.

“Begitu tiba, kami akan melakukan pemeriksaan kepada semua pelaksana perjalanan, dengan bekerjasama antara dinas perhubungan dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Terkait dengan anggaran penanganan dalam masa wabah ini, BAPPEDA sedang melakukan mapping terhadap program-program dengan mengacu pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020.

Mana yang harus fokus penanganan dan mana yang harus Realokasi Anggaran, yang dalam eksekusi selanjutnya semua dalam pengawalan inspektorat dan BPKP.

Dinas Kesehatan, juga melakukan protokol penanganan covid-19. Khusus untuk kesehatan, ada hal-hal yang perlu mendapatkan dukungan.

Yang pertama  terkait dengan surat dari Menteri Kesehatan tentang pemberian insentif dan santuan kematian, yang jumlah nominalnya sudah ditentukan.

Terhadap sinergi dengan kabupaten/kota, Miq Gita menyampaikan apresiasinya.  Pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan penanganan dari awal, mulai dari bandara sampai sosialisasi dan edukasi seperti melakukan  karantina mandiri sampai dengan karantina terpusat yang dibiayai dari APBD.

“Kabupaten/kota semua dalam satu komando terus bersinergi,” terang pria kelahiran Praya Lombok Tengah itu.

Terakhir Ia memaparkan, demi mengantisipasi manakala dalam situasi yang sangat darurat, Pemerintah daerah membutuhkan tempat penampungan, seperti di PHI dan BLK.

Ia berharap Kemendagri agar menyurati Kementerian Agama dan Kementerian Tenaga Kerja, agar Asrama Haji  maupun Balai Latihan Kerja (BLK) dapat dijadikan tempat karantina terpusat.

“Kami akan manfaatkan Asrama Haji dan BLK untuk karantina terpusat.  Jadi mohon kami disurati,” katanya.

Turut mendampingi Sekda adalah Asisten I, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten III, Dr. H. Lalu Syafi’i, Kadis Kesehatan, Dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, Kadis Kominfotik Gde Aryadi, Kepala BPBD, H. Ahsanul Khalik dan Kadis Perhubungan, Drs, Lalu Bayu Windya.,M.Si.

Fitra@kominfotik




Gubernur Cek Kesiapan Pelabuhan Kayangan-Poto Tano, Antisipasi Pademi Convid-19

Di Pelabuhan Poto Tano petugas-petugas kita siaga 24 jam dan sangat ketat juga memeriksa para penumpang yang akan keluar dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok,” kata gubernur

SUMBAWA Barat. Lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah turun ke lapangan mengecek kesiapan dua pelabuhan di NTB, yakni Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano,  kesiapan pelabuhan dalam melakukan pemeriksaan setiap orang yang keluar masuk dari jalur laut.

Pengecekan itu dilakuka setelah menerima sejumlah masukan dari wrga masyarakat.

Pemeriksaan di pelabukan dilakukan dalam mengantisipasi pandemi Covid-19, dengan memeriksa suhu tubuh para penumpang dengan alat thermo gun, Jumat malam (3/4/2020)

Gubernur Zul mengatakan, lalu lintas di Pelabuhan Kayangan sudah diperketat dengan pengawasan yang sesuai prosedur.

Di pelabuhan Poto Tano, Gubernur juga mengatakan pengawasannya relatif sama dengan Pelabuhan Kayangan.

“Di pelabuhan Pulau Lombok sangat ketat dan petugas-petugas kita sangat siaga 24 jam. Di Pelabuhan Poto Tano petugas-petugas kita siaga 24 jam dan sangat ketat juga memeriksa para penumpang yang akan keluar dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok,” terangnya.

Ia mengapresiasi kesigapan petugas-petugas yang senantiasa berjaga siang dan malam, bukan hanya untuk menjaga pelabuhan, namun juga menjaga agar masyarakat NTB dapat merasa aman dari pandemi Covid-19.

“Terima kasih pada teman-teman ASDP,  Dishub Provinsi dan Kabupeten, KKP, Polisi, TNI dan lainnya, yang 24 jam tak kenal lelah untuk melindungi dan merawat daerah kita,” kata Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB

 




HBK Peduli Perangi Covid19, Berikan Bantuan Sembako

“Walaupun pada saat ini saya bersama keluarga sedang melaksanakan isolasi mandiri, work from home sesuai imbauan Pemerintah, tapi hati dan pikiran saya selalu bersama para pemilih-pemilih saya,” kata HBK

lomokjournal.com —

MATARAM  ;   Mengantisipasi dan mengatasi penyebaran Corona Virus atau COVID-19, Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli bersama kader Partai Gerindra NTB melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako di P. Lombok.

Penyemprotan disinfektan dilakukan dimulai Senin (30/03/20). Disinfektan tersebut disemprot di rumah-rumah penduduk, pesantren-pesantren, tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah dan segala fasilitas umum.

Hal ini akan secara rutin terus dilakukan, sampai penyebaran wabah pandemi ini benar-benar selesai.

Tampak  hadir dalam kegiatan ini para kader Partai Gerindra NTB diantaranya, Ali Usman Ahim, Sekretaris DPD Gerindra NTB, Mori Hanafi, Wakil Ketua DPRD Prov. NTB, Lalu Wirajaya, Lalu Sudiartawan dan Machsun Ridwaini.

HBK mengatakan, meskipun pada saat ini Ia tengah menjalani isolasi mandiri, work from home sesuai anjuran Pemerintah, tapi hati dan pikirannya tidak pernah lepas bersama masyarakat yang diwakilinya.

“Walaupun pada saat ini saya bersama keluarga sedang melaksanakan isolasi mandiri, work from home sesuai imbauan Pemerintah, tapi hati dan pikiran saya selalu bersama para pemilih-pemilih saya,” kata HBK, Jumat (03/04/20).

Wakil Ketua Komisi 1  DPR RI itu mengatakan, dengan motto lindungi diri, lindungi sesama, saatnya kita berjuang bersama memerangi Covid19, Ia berharap semua elemen masyarakat P. Lombok bisa kompak dan bersatu dalam menghadapi dan mengatasi wabah virus Corona ini.

“Saya berharap, semua kader Partai Gerindra NTB mampu memelopori, melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam memerangi Covid19 ini, bersama-sama Pemerintah Daerah maupun masyarakat NTB,”  tegasnya.

HBK juga meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap penyebaran wabah COVID-19 ini, namun harus tetap hati-hati dan waspada dengan terus menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Kita tidak perlu takut dalam menghadapi penyebaran wabah ini, yang penting, kita harus hati-hati dan waspada, ikuti semua himbauan Pemerintah seperti menghindari kerumunan massa, physicaly distancing atau jaga jarak, serta jaga kebersihan dengan sering mencuci tangan pakai sabun,”  katanya.

HBK menambahkan semua kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan antara kader Gerindra NTB dengan seluruh masyarakat P. Lombok, bahwa dalam perang menghadapi Covid19, kita akan melawannya secara bersama-sama

Sembako Juga Dibagikan Di P. Lombok

Hari Jum’at (03/04/20) Tim HBK Peduli bergerak  melakukan pembagian sembako bagi para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen dan yang hidupnya sendiri atau sebatang kara karena sudah tidak memiliki lagi keluarga

HBK mengatakan, pembagian sembako menyasar para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri atau sebatang kara.

“Pembagian sembako diberikan kepada para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri atau sebatang kara karena sudah tidak punya lagi keluarga, in syaa Allah akan dilaksanakan setiap hari Jum’at, sampai dengan minimal 3 bulan ke depan. Mudah-mudahan kita semua ada rezekinya, dan sembako yang kita bagikan, paling tidak bisa untuk bertahan hidup selama satu minggu kedepan,” ungkapnya.

Kegiatan pembagian sembako dilaksanakan secara merata disetiap Kecamatan di P. Lombok, sebagai salah satu karya nyata dan bentuk keseriusan HBK bersama kader Partai Gerindra NTB dalam memerangi virus Corona.

Apresiasi Warga Kepada HBK

“Terima kasih pak HBK, bantuan sembako ini sangat membantu kami dalam menjalani kehidupan yang sedang sulit ini. Mudah-mudahan berkah,” kata beberapa ibu tua di Lombok Timur yang mendapatkan bantuan sembako dari Tim HBK PEDULI.

Sementara itu Ruhman, seorang warga yang rumahnya berkesempatan disemprot disinfektan memberikan apresiasi atas inisiatif HBK melalui Tim HBK Pedulinya.

“Saya berterima kasih kepada HBK Peduli yang telah melakukan penyemprotan disinfektan. Semoga kegiatan ini tetap dilanjutkan,”,tukasnya.

Me




Kini Yang Positif Terpapar Virus Corona Jadi 8 Orang

Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 kini sedang melakukan tracking contact pasien

MATARAM.lombokjournal.om — Setelah satu orang warga Pengempel Indah Bertais di nyatakan positif covid-19, Pemprov NTB kembali mengumumkan satu orang lagi positif terpapar virus corona.

Dari rilis resmi Pemprov NTB yang di terima media ini, pasien positif covid-19 terbaru adalah H, laki laki berusia 33 tahun, berasal dari Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

H dinyatakan positif covid-19 setelah dikeluarkannya hasil swab laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Dari riwayat perjalanan H yang bekerja di kapal pesiar itu, datang dari negara pandemik virus corona yakni Amerika.

  1. Pulang  ke Lombok dari Amerika pada tanggal 16 Maret, dan dari catatan medis H sempat berobat ke puskesmas Lingsar.

Namun karena tidak ada perubahan, H kemudian berobat dan dirawat inap di IGD Rumah Sakit Awet Muda (RSAM).

Dari hasil pemeriksaan cek lab dan foto thorax H kemudian di rujuk ke RSUP Provinsi, dan dinyatakan postif covid-19 dari hasil pengecekan swab pasien.

Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 kini sedang melakukan tracking contact pasien.

Kini di NTB tercatat 8 orang positif terpapar Covid-19, tujuh orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA




Satu Orang Lagi Di Mataram, Positif Terpapar Virus Corona

’’Tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes Pusat. Saat ini pasien masih dirawat di Ruang Isolasi RS Kota Mataram dalam keadaan secara umum baik atau stabil,’’ kata Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com  — Pasien positif covid-19 atau virus corona di NTB bertambah lagi.

Sekretaris Daerah Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi  mengungkapkan, hari ini ada tambahan satu orang yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Dengan demikian, sampai saat ini total pasien yang positif terpapar viru Corona Covid-19 di NTB menjadi 7 orang.

Satu orang warga Kota Mataram yang positif terinfeksi Covid-19 itu, kini masih dalam perawatan.

’’Hari ini kami sudah menerima hasil pemeriksaan swab atas satu orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang positif Covid-19,’’ kata Lalu Gita Ariadi, melalui siaran persnya yang diterima Lombok Journal, Jumat (03/04/20).

Pasien positif virus Corona asal Mataram tersebut, yakni M (59) warga Pengempel Indah, Kelurahan Bertais. M kini tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram, sejak 29 Maret 2020 dengan keluhan batuk dan sesak.

’’Pasien M memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit dalam 14 hari terakhir, yakni pasien mengikuti kegiatan Tabligh Akbar di Makassar 21-24 Maret 2020,’’ ungkap Lalu Gita Ariadi.

Kemudian panggalda tanggal 29 Maret 2020 pasien rujukan Puskesmas Cakranegara ini dijemput PSC 119 pukul 17.00 Wita. Terhadap pasien dilakukan tes swab oleh tim RSUD Provinsi pada  30 Maret 2020.

’’Tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes Pusat. Saat ini pasien masih dirawat di Ruang Isolasi RS Kota Mataram dalam keadaan secara umum baik atau stabil,’’ kata Miq Gita, sapaan akrab Sekda.

’’Untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan,’’ terangnya.

Sebagai informasi, dua orang warga Lombok Timur dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, kemudian di Kota Mataram empat orang yang terpapar, dan di Sumbawa terdapat satu orang yang juga positif terpapar..

AYA/HmsNTB