Peningkatan Pasien Positif, Akan Mempercepat Penuntasan Covid-19

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya sesungguhnya yang terjadi di NTB, maka Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus ini akan terjadi di bulan Agustus 2020

MATARAM.lombokjournal.com — Meningkatnya jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB memberi sinyal yang positif, untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Penyebaran Covid-19 seperti fenomena gunung es, yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil dari kasus yang sesungguhnya terjadi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr. Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT mengatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB sebenarnya bagus. Karena Pemda sudah memiliki kemampuan untuk melakukan screening dan deteksi serta mengkorfirmasi kasus positif lebih banyak lagi.

“Kalau kita tahu yang di bawah gunung es ini lebih banyak, maka kita akan bisa melakukan intervensi-intervensi yang lebih terukur. Sehingga kita bisa melakukan isolasi pasien yang positif tadi agar tidak menjangkiti orang lain” kata dr. Hamsu.

Jika orang tidak tahu dirinya terinfeksi Covid-19 dan menularkannya ke orang lain yang tidak tahu, hal ini justru akan berdampak buruk bagi upaya memutus mata rantai penularan virus.

“Dengan kita mengetahui yang terkonfirmasi positif ini, maka kita punya peluang untuk melakukan treatmen yang lebih bagus,” ujarnya.

Data-data orang yang berisiko atau rentan terkena Covid-19 ini sudah dimiliki oleh Pemeritah Daerah, mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan beberapa istilah lainnya.

Pemda atau Tim Gugus Tugas sudah berhasil melacak orang-orang yang rentan ini dan sudah melakukan screening, termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan ini.

“Kita sudah melakukan identifikasi dan sudah mendapatkan hasil sementara melalui screening tadi. Dari screening ini kita tahu jumlah orang yang reaktif. Dari yang reaktif ini akan dilanjutkan dengan swab yang merupakan metode standar,” lanjutnya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak terlalu panik dengan angka-angka positif yang cenderung meningkat ini. Ini berarti Pemda telah mampu mengungkap kasus ini lebih dalam.

Kapan puncak Covid-19 dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat?

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Unram dan tim ahli sudah melakukan perkiraan atau simulasi dengan metode penyakit menular SIR (Suceptible, infected, recovery).

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya sesungguhnya yang terjadi di NTB, maka Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus ini akan terjadi di bulan Agustus 2020.

“Hal ini kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat , maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus. Namun jika kita bisa mencegah secara bersama-sama, maka kita akan bisa mempercepatnya, dua bulan misalnya atau pada saat lebaran nanti kita sudah bebas dari virus ini. Namun Kita harus bekerjasama menuntaskannya,” terangnya.

Dari hasil perhitungan Fakultas Kedokteran Unram dan tim yang terlibat di sana menunjukkan, jika Covid-19 tanpa mendapat intervensi apapun, maka pada bulan Agustus mendatang jumlah kasus Covid-19 diperkirakan sekitar 5.800 an kasus.

“Karena itulah, mari kita sama-sama mencegah penyakit ini. Jangan takut diperiksa,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu hal yang bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19 yaitu dengan mempercepat penemuan kasus.

“Jika tim dapat  menemukan kasus lebih awal maka derajat sakitnya bisa lebih rendah. Jika derajat sakit rendah maka sakit ringan yang menderita covid ini, tentunya penyembuhannya juga akan lebih cepat. Jika dia lebih cepat sembuh yang tadinya rata-ratanya dua mingguan dapat kita turunkan di bawah satu minggu, maka akan lebih cepat penurunan angkanya,” kata dr.Hamsu.

Corona Crisis Center NTB

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM mengatakan, pihak Pemprov NTB sejak awal sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus ini serta melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB, dengan mengupdate

jumlah warga yang diduga terinfeksi, melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan Hotcall Covid-19 di 081802118119,” terangnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai.

Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kab/kota se-NTB, dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 pada pertengahan April kemarin.

Jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi, dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan  RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Terima 100 Alat Pelindung Diri Dari Pertamina dan Hiswana Migas

Masyarakat NTB diajak berpartisipasi agar kooperatif dengan petugas kesehatan serta petugas keamanan yang datang mencari warga, berdasarkan tracking dia pernah bersentuhan dengan pasien-pasien OPD

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerima bantuan 100 buah Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan. dari PT. Pertamina dan Hiswana Migas NTB di Depan Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (22/04/20).

Sekda memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT. Pertamina dan Hiswana Migas NTB yang telah memberikan donasi.

Tidak hanya itu bantuan juga berupa 30 buah tandon air cuci tangan dan hand sanitizer yang dibagikan kepada masyarakat NTB, yang akan letakkan di tempat-tempat stategis.

Tandon air cuci tangan

“Jadi dengan bantuan ini, atas nama Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat yang akan menikmati dan memanfaatkan mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan setelah ini, diawali dengan Pertamina dan Hiswana Migas akan diikuti oleh BUMN, pengusaha, asosiasi lain yang ada di daerah kita ini,” jelasnya.

Sekda mengatakan, angka-angka pasien Covid-19 di NTB memang mengalami peningkatan. Lonjakan kasus itu bukan karena kelalaian pemerintah.

Justru penambahan angka pasien yang meningkat signifikan adalah hasil kerja dari tenaga kesehatan dan pihak lainnya yang berada di garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19.

“Hikmahnya dengan terjadinya lonjakan kasus ini, kita dapat mengetahui lebih cepat pasien-pasien yang kondisinya positif atau negatif. Semakin cepat kita mengetahui, maka semakin tepat treatment yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Ancaman ekonmi dan sosial

Dampak dari Covid-19 ini bukan hanya mengancam aspek kesehatan, tetapi juga mengancam sendi-sendi yang lainnya seperti perekonomian dan juga sosial.

“Hal ini tentunya menjadi fokus dan perhatian Pemerintah dengan merelokasikan dana untuk masalah kesehatan, ekonomi agar tidak terpuruk lebih dalam lagi. Kami terus berupaya agar permasalahan sosial bisa teratasi sehingga tidak ada gangguan kriminal, keamanan dan lain sebagainya,” terang Lalu Gita.

Sekda mengajak seluruh masyarakat NTB untuk berpartisipasi agar kooperatif dengan petugas kesehatan serta petugas keamanan yang datang mencari warga, berdasarkan tracking dia pernah bersentuhan dengan pasien-pasien OPD.

“Upaya-upaya itu merupakan kerja keras pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan ini, maka kita berdoa mudah-mudahan penularan virus corona dapat kita putus. Sehingga permasalahan corona di daerah kita juga dapat selesai lebih cepat dari yang kita prediksikan,” harapnya.

Mahfud Nadyo Hantoro selaku Sales Area Manager Retail Pertamina Wilayah NTB mengatakan, bantuan ini merupakan rencana Pertamina bersama Hiswana Migas untuk membuat tandon cuci tangan.

Ia berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat NTB dapat menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Harapannya kami dapat membantu masyarakat NTB dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang seperti kita ketahui jumlah penyebarannya semakin naik,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Hiswana Migas NTB Komang Mahendra Gandi. Ia mengatakan, Hiswana Migas NTB bersama dengan PT. Pertamina ikut berkontribusi dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Harapannya dengan bantuan ini akan bisa meminimalisir penyebaran atau perkembangan wabah Covid-19 di daerah ini.

“Mudah-mudahan apa yang kami sumbangkan kepada masyarakat melalui Pemerintah Provinsi NTB bisa bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Ikha/HmsNTB




Apel Siaga Satgas Covid-19, Bupati Najmul Ajak Semua Pihak Bersinergi Tangani Pandemi Virus Corona

Pemda Lombok Utara terus berikhtiar menyiapkan sarana prasarana dan fasilitas penanganan virus corona seperti Rumah Sakit, APD, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara

PEMENANG.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH memimpin pelepasan personel Satgas Covid-19 dalam apel siaga gugus tugas percepatan penanganan penyebaran virus corona di Kabupaten Lombok Utara, di Pelabuhan Bangsal Kecamatan Pemenang (20/04/2020).

Bupat Najmul Akhyar

Apel siaga digelar untuk persiapan penyemprotan disinfektan guna mencegah penularan dan penyebaran virus Corona di kawasan obyek wisata Gili Matra (Meno, Air dan Trawangan).

Satgas Covid-19 rencananya melakukan penyemprotan disinfektan pada fasilitas umum dan fasilitas khusus yang ada di Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang.

Bupati Najmul menyampaikan, pelaksanaan tugas yang luhur harus diawali dengan niat baik, ketulusan, dan semangat membantu sesama agar pekerjaan terasa ringan.

Dikatakan, gili merupakan aset Kabupaten Lombok Utara sekaligus aset bangsa. Peserta apel diajak  untuk berpikir luas lantaran kawasan tiga gili menjadi pintu masuk wisata NTB.

“Atas nama Satgas Covid-19 saya mengucapkan terima kasih kepada semua elemen yang sudah membantu kerja besar kita,” katanya mengapresiasi.

Menurut bupati, Pemda Lombok Utara terus berikhtiar menyiapkan sarana prasarana dan fasilitas penanganan virus corona seperti Rumah Sakit, APD, dan lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara.

Semua pihak diajak bersinergi dan bekerja sama dalam menangani pandemi virus global tersebut.

Diakuinya, pemerintah daerah tidak bisa berbuat sendiri melainkan harus bekerja sama dan bergandengan tangan dengan pelbagai pihak, guna memberi bantuan sosial bagi masyarakat gumi Tioq Tata Tunaq.

“Dalam situasi sekarang ini mari kita saling memberi semangat. Tutuplah peluang saling menyalahkan dan mari kita sama-sama saling melengkapi,” ajaknya.

Bupati Najmul menegaskan, selain di tiga gili penyemprotan juga dilakukan di semua tempat di Lombok Utara guna menseterilisasi wilayah untuk memperkecil penyebaran Covid 19.

“Penyemprotan obyek wisata tiga gili ini termasuk yang ketiga kalinya kita gelar. Ada hal-hal positif yang bisa kita lakukan, misalnya penyemprotan dan menjaga kebersihan lingkungan,” tandasnya.

Sejauh ini, tampak pemerintah daerah Lombok Utara terus melakukan ikhtiar menjalin koordinasi dengan semua pihak.

Mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa hingga kepala dusun sembari mengharapkan musibah dan ujian yang diberikan Allah kepada seluruh komponen daerah dapat segera berakhir.

Apel siaga diikuti para anggota Satgas Covid-19, terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, Tagana, dan RAPI itu, dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Administrasi Pengendalian Pembangunan Setda KLU Ir. H. Rusdi, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si, Kalaksa BPBD KLU Muhadi, SH, Camat Pemenang Suhadman, S.Sos beserta unsur Gugus Tugas Covid -19 lainnya.

sid




Wagub Sampaikan Penanganan Covid-19 Saat Rapat Paripurna DPRD NTB

Umi Rohmi menjelaskan, lonjakan kasus virus Corona cepat diketahui karena NTB saat ini telah memiliki alat sendiri yang dapat mengidentifikasi pasien yang telah terjangkit Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah membahas perkembangan terbaru penanganan Covid-19 di NTB, saat Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2019 yang berlangsung di Kantor DPRD Provinsi NTB, Senin (20/04/2020).

Menurutnya, peningkatan jumlah pasien yang positif  virus Corona di NTB harus disikapi dengan tenang dan tidak perlu panik.

Lebih lanjut wagub menyampaikan, pasien positif di NTB awal diketahui pada tanggal 16 Maret, tepat dua minggu setelah ditemukannya pasien pertama di Indonesia.

“Pada saat itu memang kita belum punya alat  sendiri, sampel semua harus kita kirim ke Jakarta untuk kemudian tujuh sampai dengan sepuluh hari setelah itu baru kita bisa umumkan,” tutur Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Umi Rohmi menjelaskan, kini lonjakan kasus virus Corona cepat diketahui karena NTB telah memiliki alat sendiri yang dapat mengidentifikasi pasien yang telah terjangkit Covid-19.

Dengan adanya alat tersebut, hasil tes swab dapat diketahui hanya dalam waktu yang jauh lebih singkat.

“Alhamdulillah Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak sekitar dua minggu yang lalu, sudah memiliki alat sendiri, sudah ngecek sendiri, sehingga pada saat ini untuk menentukan positif itu hanya butuh satu sampai dengan dua hari. Itulah kemudian mengapa setiap hari kita mendengar jumlah yang positif itu banyak karena memang sesungguhnya yang positif-positif sekarang itu, sejak awal di pertengahan Maret itu sudah masuk ke NTB,” jelasnya.

Namun, Umi Rohmi minta masyarakat agar terus menjaga kedisiplinan dengan mematuhi protokol penanganan Corona, karena menurutnya tantangan utama dalam penanganan Covid-19 ialah kedisiplinan dari masyarakat.

“Kalau kita melihat lonjakan-lonjakan yang begitu signifikan hari-hari ini di NTB ini sebenarnya ada sinyal positif, bahwa kita sudah bisa melokalisir potensi-potensi tersebut dengan catatan, tentunya bagaimana agar masyarakat kita yang masuk dalam kategori PPTG (Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala) maupun dia OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun ODP (Orang Dalam Pemantauan) itu semuanya disiplin,” ujarnya.

Terakhir, Ummi Rohmi berharap kerjasama dan komunikasi antar pemerintah dengan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.

Edukasi, kelengkapan sarana dan prasarana penanganan Covid-19 ke depan diharapkan terus ditingkatkan hingga ke pelosok-pelosok desa.

“Insya Allah dengan kerjasama yang baik antara eksekutif, legislatif dan seluruh elemen di Nusa Tenggara Barat masalah yang sulit ini akan bisa kita lalui dengan sebaik-baiknya,” kata Ummi Rohmi.

LKPJ Gubernur NTB

Sebelumya, Wagub Ummi Rohmi dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2019, mengapresiasi kinerja serta kerjasama DPRD Provinsi NTB selama ini.

Masukan dan rekomendasi dari komisi-komisi DPRD dinilainya berharga bagi peningkatan kinerja Pemerintah Provinsi NTB.

“Tentunya, rekomendasi-rekomendasi ini akan kami tindak lanjuti dan akan menjadi masukan yang sangat berharga bagi kita di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,” ucap Ummi Rohmi.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Dari Produk UMKM, Langkah Gubernur Zul Diapresiasi Kelompok Tani Hutan

Dengan dibelinya produk kayu putih oleh Pemprov NTB, Murad maupun Sahrun mengaku menjadi yakin bahwa kayu putih yang selama ini ditanam bersama ratusan petani benar-benar dapat meningkatkan taraf hidup mereka

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj Siti Rohmi, resmi meluncurkan program JPS Gemilang untuk 105.000 KK Miskin dan pelaku sektor formal dan informal terdampak Covid-19.

Saat meluncurkan JPS Gemmilang, Gubernur  Zulkieflimansyah, SE, M.Sc memberikan kepercayaan pada masyarakat dan pelaku UMKM di Provinsi NTB untuk  mensupplay produk lokal pada Program Jaring Pengaman Sosail (JPS) Gemilang.

Lagkah Gubernur H. Zulkieflimansyah yang memberikan kepercayaan pelaku UMKM di NTB untuk mensupplay produk lokal pada Program Jaring Pengaman Sosail (JPS) Gemilang, mendapat apresiasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Kayu Putih Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Tengah.

JPS Gemilang mendistribusiknan paket sembako senilai Rp. 250.000/KK selama tiga bulan. Per paket berisi antara lain beras, telur, minyak goreng, teh kelor, susu kedelai, masker, sabun, dan minyak kayu putih/cengkeh.

Untuk pemenuhan paket Minyak Kayu Putihnya, Pemprov NTB mengambil dari produksi binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, melalui KPH Rinjani Barat, yang mendorong, membina dan mendampingi seratus lebih KPH di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya, atas kebijakan yang diambil oleh Pak Gubernur NTB. Dimana produk dalam Program JPS Gemilang, semuanya menggunakan Produk lokal NTB. Termasuk salah satunya Minyak kayu putih 10 ml yang merupakan hasil dari KTH kami,” ujar Ketua KTH Tunas Pade Tunaq, Murad, Sabtu (18/04/20)

Ketua KTH Tenem 1 Kab. Lombok Tengah, Sahrun, yang mengaku telah merasakan secara langsung manfaat kebijakan penggunaan minyak kayu putih dalam paket JPS Gemilang, juga mengapresiasi angkah Pemprov NTB.

Menurutnya, selama ini pemerintah memerintahkan ribuan petani melakukan budidaya tanaman di hutan. Terutama kayu putih, yang belum dapat dirasakan secara langsung manfaatnya oleh anggotanya.

“Selama ini, Pemerintah telah memberikan kami penyuluhan-penyuluhan dan motivasi untuk merawat dan memanfaatkan hasil hutan. Terutama pohon kayu putih. Manfaatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan. Tapi kami masyarakat awam tentu butuh juga manfaat untuk tambahan nafkah kami,” terang Sahrun.

Sehingga, dengan dibelinya produk kayu putih oleh Pemprov NTB, Murad maupun Sahrun mengaku menjadi yakin bahwa kayu putih yang selama ini ditanam bersama ratusan petani benar-benar dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

Dan optimis untuk menambah jumlah kayu putih yang akan ditanam di kawasan hutan Kritis.

Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat, Mustara Hadi, S.Hut, M.Si, merincikan bahwa KTH Tunas Pade Tunaq dan Tenem merupakan bagian dari 122 KTH lainnya, dimana dalam satu KTH minimal beranggotakan 15 orang.

Semuanya berada dalam wilayah pembinaan pihaknya yang meliputi Kab Lombok Barat dan Lombok Utara

“Semangat masyarakat untuk menanam pohon kayu putih sangat menentukan, kesuksesan program konservasi diwilayah KPH Rinjani barat. Karena KPH Rinjani barat itu fokus di pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HBK). Sehingga untuk mendukung konservasi hutan pada lahan Kritis dan sangat kritis salah satunya kami mengandalkan Pohon kayu Putih. Karena yang dimanfaatkan daunnya, bukan kayunya,” jelas Mustara Hadi.

Selama ini baru 1.500 hektar yang menjadi target konservasi dengan pohon kayu putih. Mustara mengaku sedikit kesulitan meyakinkan manfaat ekonomis dari pohon kayu putih kepada masyarakat.

Karena belum ada bukti langsung yang dirasakan kelompok binaannya tersebut. Bahkan, masyarakat sering membandingkan dengan hasil buah-buahan.

“Kami tentu konsen konservasi lahan kritis dan sangat kritis. Pohon buah-buahan tentu sulit untuk tumbuh di lahan sangat kritis. Nah, kami mendorong KTH itu untuk menanam Pohon Kayu Putih, yang memang memiliki keunggulan sebagai Pohon Pioner. Dimana justru memiliki pertumbuhan yang baik di lahan terbuka dengan tingkat panas yang tinggi,” imbuh Mustara Hadi.

Kendalanya, masyarakat kurang semangat selama ini. Karena belum merasakan secara langsung secara ekonomi pohon kayu putih.

Namun, dengan adanya orderan ratusan ribu botol kayu putih untuk memenuhi paket JPS Gemilang menjadi bukti bahwa kayu putih yang ditanam menjadi bagian industrialisasi NTB.

Akhirnya masyarakat tergerak dan komitmen untuk berpartisipasi membantu Konservasi lahan kritis dan sangat kritis d KLU, Lombok Barat, bahkan juga di Lombok Tengah yang saat ini menjadi wilayah KPH  pelanggan tastura.

“Dari dulu kami telah menyiapkan pabrik penyulingan Kayu Putih di Desa Malaka dan Desa Bentek Lombok Utara. Dengan kapasitas produksi 300 kg/hari, untuk membantu masyarakat memproduksi minyak kayu putih sendiri. Semoga dengan momentum ledakan permintaan dalam paket JOS Gemilang ini, masyarakat bisa lebih serius bersama-sama mengelola dan memproduksi Minyak kayu putih,” harapnya.

Mustara dan jajarannya harus terus mendorong budidaya Kayu Putih selain karena alasan utama konservasi hutan  sangat kritis. Termasuk alasan telah dimasukkan sebagai komoditi unggulan di wilayahnya, yang tercantum di RPHJP (rencana Pengelolaan Hutan Jangka panjang) tahun 2014-2023.

Juga karena ternyata minyak kayu putih produksi mereka dari pohon di hutan NTB juga termasuk memiliki kualitas super menurut standart SNI.

“Dari uji laboratorium oleh Balai BPOM, minyak kayu putih yang dihasilkan oleh pohon di hutan kita, memiliki kadar Sineol 68 persen. Dan itu dalam kategori SNI 354 : 2014, merupakan level Super. Jadi kualitas terbaik, bukan hanya kualitas utama yang kadar Sineolnya hanya di bawah 60 persen. Dan yang kami kemas pun 100 persen minyak kayu putih tanpa campuran apapun,” tutup Mustara.

AYA/HmsNTB




Bertambah 6 Pasien Positif Covid-19, 2 Pasien Pernah Ke Gowa Dan 4 Lainnya Pernah Kontak Aktif

Sekda NTB mengapresiasi orang yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19,  dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournalcom — Provinsi Nusa Tenggra Barat (NTB)  hari ini, Sabtu (18/04/20), bertambah  6 (enam) kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Jumlah pasien positif Covid-19 di NTB hingga Sabtu sebanyak 61 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 3 (tiga) meninggal dunia, serta 47 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Hari ini tidak ada pasien sembuh baru,” kata Ketua Pelaksana Harian Gugus NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release  yang diterima media, Sabtu (18/04).

Untuk pencegahan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Dari 6 (enam) yang posistif terpapar Covid-19 itu, 2 (dua) pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar 14 hari sebelum sakit, yaitu;

  1. Pasien nomor 60, an. Tn. IH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
  2. Pasien nomor 61, an. Tn. UI, laki-laki, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Kandai, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Tanggal 16 April 2020 pasien meninggal dunia di RSUD Dompu.

Sedang 4 (empat) pasien lainnya, meski tidak pernah ke Gowa Makassar, namun punya riwayat  kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar, yaitu;

  1. Pasien nomor 56, an. Ny. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung dan dalam kondisi baik;
  2. Pasien nomor 57, an. Ny. DH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
  3. Pasien nomor 58, an. Tn. MA, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Korleko Selatan, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;
  4. Pasien nomor 59, an. Ny. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dan dalam kondisi baik;

Diperiksa RDT

Lalu Gita juga menjelaskan, populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu  Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.

Sebanyak 387 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 8 orang (2,1 persen) reaktif, 815 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 52 orang (6,4 persen) reaktif, dan 1.078 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 273 orang (25,3 persen) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 7 orang dengan hasil 2 orang (28,6 persen) reaktif.

“Semua orang dengan hasil RDT reaktif, dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” jelas Gita.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 249 orang dengan perincian 149 orang (60 persen) PDP masih dalam pengawasan, 100 orang (40 persen) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 14 orang PDP meninggal.

Dalam release itu, Sekda NTB, H Lalu Gita Ariadi mengapresiasi masyarakat yang tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal 2 meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Demikian juga kepada orang yang pulang dari daerah terjangkit Covid-19,  dengan kesadaran sendiri melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

AYA

Laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19; http://corona.ntbprov.go.id,

Layanan Provincial Call Centre (PCC) di nomor 0818 0211 8119.  

 




Gubernur Dan Wagub Secara Simbolis Serahkan Paket JPS Gemilang

Paket JPS Gemilang ini, isinya hampir seluruhnya merupakan produk IKM dan UMKM di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Launching program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. di depan Kantor RRI Mataram , Kamis (16/04/20).

Saat peluncuran JPS Gemilang itu ditandai pemberian secara simbolis paket JPS Gemilang. Isinya beras 10 Kg, telur 20 butir, minyak goreng 1 liter, Susu Kedelai, Minyak Kayu Putih, Sabun, Teh Kelor, dan Masker.

Pemberian simbolis itu diberikan Gubernur-Wakil Gubernur NTB kepada Kepala Kelurahan Abian Tubuh Barat Kota Mataram, dan Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB.

Paket JPS Gemilang ini, isinya hampir seluruhnya merupakan produk IKM dan UMKM di NTB. Harga-harganya jelas lebih mahal dibanding barang produksi pabrik-pabrik besar.

“Bukan karena kita mark up harganya. Tapi karena diolah langsung dengan peralatan seadanya dan penuh ketelatenan. Tapi dari sinilah akan ada transfer knowledge dengan nilai intrinsik yang mahal,” ujar  Gubernur Zul.

Dicontohkan, ada IKM di Sekotong, Kabupaten Lombok Timur, dimana produsen kelapa memeras dengan sangat sederhana, menggunakan tangan untuk menghasilkan minyak kelapa.

Menurut gubernur, proses awal yang manual seperti itu, terjadi di semua negara berkembang. Sehingga, produk yang dihasilkan harganya lebih mahal dengan kualitas masih kalah dengan barang pabrikan.

“Semua merupakan proses yang harus dilalui. Demi pembelajaran dan hal itu harus kita hargai. Di teori apapun tentang Industrialisasi semua akan mengalami hal yg sama. Produk awal lebih mahal, kualitas kurang. Tapi seiring berjalannya waktu akan ada masukan, kritikan, dll. Sehingga lambat laun hasilnya akan lebih baik dan sempurna,” kata Gubernur Zul.

IKM dan UMKM di NTB dijanjikan mesin, sehingga mampu memproduksi barang yang lebih berkualitas. Bukan hanya memenuhi kebutuhan masyarakat NTB, tapi dapat mensuplai sampai dunia global.

Dijelaskan Gubernur Zul, paket bantuan JPS Gemilang diperuntukkan 105.000 KK di seluruh Provinsi NTB. 73.000 untuk KK Miskin yang belum terakomodir dalam program nasional (PKH dan BPNT).

Sebanyak 32.000 KK untuk sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19.

Dalam satu paket bantuan sembako dan suplemen tersebut senilai Rp 250.000,- per KK per bulan, dan akan diberikan selama tiga bulan.

Pembagian bantuan JPS Gemilang untuk Kota Mataram direncakan mulai tanggal 16-18 April 2020. Kab. Lombok Barat dan Lombok Utara pada tanggal 19-24 April 2020.

Tanggal 22-27 April 2020 untuk Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Sedangkan tanggal 22-26 April 2020 untuk Kab Sumbawa dan Sumbawa Barat. Dan pada tanggal 22-28 April 2020 jadwal untuk Kab Bima, Dompu dan Kota Bima.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh Walikota/Bupati, serta Kepala Desa/Lurah, agar bantuan ini tepat sasaran. Baik untuk validasi data maupun distribusi bantuan, agar tidak terjadi double bantuan dengan Bantuan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Kabupaten/Kota,” kata gubernur.

Saat peluncuran perdana JPS Gemilang itu hadir Sekda Prov NTB, Drs. Lalu Gita Ariadi, M. Si, Para Asisten, Staf Ahli, serta Kepala OPD lingkup Pemrpov NTB.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Beri Masukan Mensos, Bantuan Untuk Masyarakat Sebaiknya Berupa Produk UKM

Menurut Gubrnur Zul, bantuannya jangan tunai tapi seperti bantuan yang dilakukan Provinsi NTB, bantuannya berupa produk dari UKM

MATARAM.lombokjournal.com – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Pusat yang dibagikan kepada masyarakat terkait penanggulangan dampak wabah Covid-19,  jumlahnya sebesar 600 ribu rupiah.

Bantuan tersebut dibagikan selama tiga bulan, yaitu mulai April, Mei, Juni kepada 9 juta Kepala Keluarga di Indonesia.

Penjelasan itu disampaikan Menteri Sosial, Juliari P. Batubara, saat melakukan video conference atau rapat secara virtual bersama Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah,SE., M.Sc dan Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Kamis (16/04/20).

Juliari menjelaskan arahan Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo, tentang besarnya jumlah BLT tersebut. Dan untuk di Provinsi NTB sendiri akan dibagikan kepada 280.000 KK yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Bantuan tersebut sebesar Rp. 600.000,yang dibagikan selama tiga bulan, April, Mei, Juni ke 9 juta Kepala Keluarga di Indonesia,” kata Menteri Sosial.

Menteri Ju;iarti menjeaskan, penyalurannya melalui mitra kerja PT. POS dan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) dengan dukungan Pemerintah Daerah.

Berupa produk UMKM

Saat bicara Gubernur Zulkieflimansyah berterimakasih dan mengapresiasi Pemerintah Pusat yang memperhatikan daerah-daerah yang terdampak Covid-19.

Lebih jauh, dalam rapat secara virtual Gubernur Zul memberikan masukan terkait bentuk bantuan yang akan disalurkan ke masyarakat.

“Jika memang berkenan di NTB atau di seluruh Indonesia, bantuannya jangan tunai. Tetapi seperti bantuan yang dilakukan Provinsi NTB, bantuannya berupa produk dari UKM kita,” jelasnya.

Dengan pola tersebut, masyarakat akan terbantu dengan sembako yang dibagikan, di sisi lain UKM-UKM memiliki aktivitas yang produktif, baik secara kesehatan maupun ekonomi sambil mereka mengerjakan aktivitasnya di rumah.

“Saya kira jika ini tiga bulan saja, UKM ini bergeliat akan menambah tenaga kerja yang baru dan saya kira setelah Covid-19, kita akan punya industrialisasi yang sangat mengesankan,” terangnya.

AYA/HmsNTB




TMMD ke-107 Tahun 2020 Di Lombok Utara Ditutup Danrem

Kalau dulu kegiatan TMMD hanya dua kali setahun, tetapi sekarang tiga kali dalam setahun, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com —  Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1606/Lobar di wilayah Kabupaten Lombok Utara resmi ditutup Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa(14/4/2020).

Penutupan TMMD itu dihadiri Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin, SHI, Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Efrijon Krol, Kaplores Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, serta beberapa Kepala OPD lingkup Pemda KLU.

Bupati Najmul Akhyar

Danrem 162/WB menyatakan, penutupan kegiatan TMMD 2020 berlangsung sederhana, karena situasi pandemi Covid-19.

Acara yang diikuti berbagai elemen masyarakat itu tetap menjalankan anjuran pemerintah, dengan cara setiap orang harus menjaga jarak, serta membatasi dan meretas berkembangnya virus Covid-19 di wilayah masing masing.

Danrem mengaku bangga kepada masyarakat Lombok Utara yang mengerti dan taat dengan anjuran pemerintah.

Menurutnya, masyarakat Lombok Utara mengerti dan taat dengan anjuran pemerintah, yang dibuktikan dengan jalan-jalan masuk kampung sudah di-close oleh mereka sendiri.

“Bermacam-macam spanduk peringatan dipajang. Ada portal pada tiap jalan masuk wilayah disertai dengan penjagaan yant ketat. Ini luar biasa sekali. KLU layak dicontoh oleh kabupaten/kota lain terkait tingginya partisipasi masyarakat dalam penanganan virus Covid -19,” tuturnya.

Kegiatan TMMD ke-107 sesuai program TNI Angkatan Darat.  Kalau dulu kegiatan TMMD hanya dua kali setahun, tetapi sekarang tiga kali dalam setahun, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Semoga hasil yang diperbuat prajurit kami bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paling utama adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat maupun stakeholders yang lain baik Polri, Pemda, masyarakat maupun LSM. Bangunan yang dibuat tentu harus sesuai dengan spek,” jelas Danrem.

TMMD membantu masyarakat

Di tempat sama, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH  mengatakan, memberi sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat saat ini merupakan kewajiban semua pihak.

Ditegaskan bupati,  hal-hal yang memang bisa disederhankan dengan jumlah yang terbatas mesti dilakukan.

Bupati Najmul berterima kasih kepada Danrem, Dandim serta seluruh jajaran TNI yang telah melakukan program TMMD di Lombok Utara.

Diakuinya, kegiatan TNI memang membantu masyarakat Lombok Utara lantaran efektivitas pekerjaan lebih tepat waktu.

“Harapan kami program ini akan kita lakukan kembali pada tahun berikutnya dalam program-program pembangunan fisik kerja sama dengan TNI baik, melalui TMMD maupun program kemitraan,” ujarnya.

Bupati Najmul menegaskan semua pihak berjibaku melayani masyarakat untuk melawan Covid-19 seraya memaklumkan kondisi masyarakat Lombok Utara.

“Bahwa kebersamaan yang kita bangun dengan cara menempatkan anggota TNI di rumah penduduk sangat membantu masyarakat. Ikhtiar ini dapat kita teruskan pada tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan foto bersama serta agenda penandatanganan berita acara serah terima hasil TMMD ke-107 oleh Bupati Lombok Utara, Dandim 1606/Lobar dan Ketua DPRD.

api




4 Orang Lagi Dikonfirmasi Positif Covid-19

Sebaliknya, pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1 (satu) orang, pasien sembuh yang semula 4 bertambah menjadi 5 orang

MATARAM.lombokjournal.com —   Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai hari ini (Selasa, 14/04), bertambah 4 (empat)  orang, sehingga keseluruhan pasien yang positif Covid-19 di NTB mencapai 41 orang.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB H.L Gita Ariadi selaku Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui release yang diterima media (Selasa, 14/04/20)  menjelaskan, bertamnahnya jumlah pasien yang positif Covid-19.

Rincianmya 5 (lima) orang sudah sembuh, 2 (dua) orang meninggal dunia, 34 masih positif dalam perawatan serta dalam kondisi kesehatan semakin baik.

4 (empat) orang PDP positif Covid-19 yang dikonfirmasi ke Pemerintah Provinsi NTB hari Selasa (14/04/20), yaitu :

  • Pasien nomor 38, an. Tn. H, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Lingkungan Kebon Roek, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang PPTG perjalanan dari Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dalam keadaan baik;
  • Pasien nomor 39, an. Ny. SM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien positif Covid-19 nomor 19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  • Pasien nomor 40, an. Tn. AS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  • Pasien nomor 41, an. Ny. Z, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kecamatan Mpunda Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan ODP yang melakukan perjalanan ke Makassar dengan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) reaktif. Saat ini dalam keadaan baik;Sebaliknya, pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1 (satu) orang. Pasien sembuh yang semula 4 bertambah menjadi 5 orang.Satu orang yang sembuh itu adalah  pasien nomor 08, an. Tn. H, laki￾laki, usia 33 tahun, penduduk Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, setelah hasil swab diambil dua kali dan keduanya negatif.Hingga press release ini dikeluarkan hari Selasa, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 162 orang dengan perincian 74 (46 persen) PDP masih dalam pengawasan, 88 (54 persen) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 2 orang PDP meninggal.

    Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.912 orang, terdiri dari 1.325 (34 persen) orang masih dalam pemantauan dan 2.587 (66 persen) orang selesai pemantauan.

    Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 779 orang, terdiri dari 708 (91 persen) orang masih dalam pemantauan dan 71 (9 persen) orang selesai pemantauan.

    Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 32.862 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 16.847 (51 persen) orang.

    Sedang yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 16.015 (49 persen) orang.

    AYA