Pemprov NTB Rutin Patroli dan Edukasi Pencegahan Covid-19

Bila yang sehat dan masyarakat masih belum patuh dengan ketentuan yang ada, di akhir Mei angka posiif Covid-19 bisa melonjak lebih tajam lagi

MATARAM.lombokjournal.com —  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nusa Tenggara Barat  melakukan patroli rutin dan  mengedukasi Covid-19  kepada warga, Sabtu (25/4/2020).

Kegiatan rutin tersebut dilakukan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam pencegahan Covid-19 di NTB.

“Sasaran kegiatan yaitu penertiban kerumunan dan keramaian pedagang sajian matang di jalan Gora sindu, juga aduan-aduan masyarakat yang langsung kita tindaklanjuti,” jelas Kepala Satpol PP Provinsi NTB, Lalu Dirja.

“Kami Satpol PP tetap menghimbau pedagang untuk melaksanakan Social dan physcal Distancing serta penggunaan masker kaitan dengan covid 19” tambahnya

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy mengatakan, kegiatan ini merupakan ikhtiar pencegahan, sekaligus sosialisasi Pemerintah Daerah kepada warga NTB.

“Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota hingga desa terus berikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid19 di NTB. Hari ini, Satuan Polisi Pamong Praja kembali melaksanakan patroli rutin untuk mengingatkan dan mengedukasi warga agar tetap waspada.” ujar Najam

Dikatakan,Satgas Provinsi menyisir keramaian warga dari Pasar mandalika, Lingsar, Duman, Sayang-sayang, hingga kembali ke Mataram.

Menurut Najam, tidak hanya berpatroli, petugas akan segera turun jika ada keramaian untuk ditertibkan.

Diakuinya, beberapa lokasi tampak masih menimbulkan keramaian, pedagang masih menggelar dagangannya sehingga petugas pun harus mengambil tindakan berupa edukasi dan penertiban keramaian.

“Misalnya di sebelah barat Mandalika, Pemerintah tidak hanya melakukan menertibkan, namun juga melakukan sidak di toko-toko yang para pegawainya belum menggunakan masker, memastikan ada tempat cuci tangan dan menerapkan physical distancing” jelas Najam.

Menurutnya, penertiban di saat pandemi Covid-19 memang dilakukan bertahap. Hal tersebut lantaran jumlah personel yang terbatas dan harus mencakup wilayah yang luas.

“Semua yang tidak mematuhi anjuran pemerintah dilakukan tindakan dan edukasi. Pemerintah harus mengutamakan skala prioritas, dan prioritas kita adalah kesehatan dan keselamatan warga NTB ” tutupnya

Senada dengan Karo Humas, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Eka Nurhandini menyampaikan rasa prihatinnya,  karena masih banyak warga NTB yang mulai tidak waspada dan terkesan acuh.

“Lalu lintas sore ramai, 70 persen  pengendara motor dan orang yg lalu lalang tidak mengenakan masker. Juga para Pedagang tidak pakai masker. Mohon ini menjadi perhatian kita semua,” harap Kadiskes.

Berhari-hari pihaknya fokus tracing kontak dan swab kluster Gowa dan Magetan.

“Masih ada ratusan yg reaktif dan  sedang diambil swab serta diperiksa, dengan kemungkinan 50% positif. Artinya minggu depan angka penderita NTB sudah di 200 an.” jelasnya

Kadiskes juga mengingatkan, masyarakat bisa kembali meningkat kewaspadaan dan mengikuti ketentuan serta himbauan pemerintah.

Bila yang sehat dan masyarakat masih belum patuh dengan ketentuan yang ada, di akhir Mei angka tersebut bisa melonjak lebih tajam lagi.

“Mari kita ikuti himbauan pemerintah. Diam dirumah, gunakan masker jika terpaksa keluar rumah, laksanakan physical distancing, lalu terapkan protokol masuk dan keluar rumah. Mari bersama kita cegah Covid19,” kata dr. Eka.

AYA/HmsNTB




Hari Sabtu, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 15 Orang

MATARAM.lombokjournal.com — Hari Sabtu (25/04/20) Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dikonfirmasi ada tambahan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

Tambahan itu diketahui setelah pemeriksaan 81 sampel swab dengan hasil 66 sampel negative, dan 15 sampel positif Covid-19..

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 166, an .Tn. J, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 167, an. Tn. U, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Lantan, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 168, an. Ny. M, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 70. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 169, an. Tn. M, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan keluarga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 170, an. Ny. M, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat diRuang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 171, an. Tn. SS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa  Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 172, an. Ny. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 07. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 173, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 174, an. Tn. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 175, an. Tn. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 176, an. Tn. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 177, an. Tn. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 178, an. Tn. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 179, an. Tn. LS, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 180, an. Tn. AA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Selain kasus positif  baru, dalam press reease Gugus Tuga NTB menjelaskan,  juga terdapat 1 (satu) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali, dan keduanya negatif. Satu orang tersebut, adalah :

  1. Pasien nomor 90, an. Tn. SMP, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 1 orang tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (25/04/20) sebanyak 180 orang.

Dari 180 orang itu, 21 orang sudah sembuh, 4 meninggal dunia, serta 155 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id,

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB

 nomor 0818 0211 8119.




Hari Sabtu, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 15 Orang

MATARAM.lombokjournal.com — Hari Sabtu (25/04/20) Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dikonfirmasi ada tambahan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

Tambahan itu diketahui setelah pemeriksaan 81 sampel swab dengan hasil 66 sampel negative, dan 15 sampel positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 166, an .Tn. J, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 167, an. Tn. U, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Lantan, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 168, an. Ny. M, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 70. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 169, an. Tn. M, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan keluarga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 170, an. Ny. M, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 171, an. Tn. SS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 172, an. Ny. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 07. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 173, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 174, an. Tn. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 175, an. Tn. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 176, an. Tn. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 177, an. Tn. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 178, an. Tn. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini

menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;

  1. Pasien nomor 179, an. Tn. LS, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  1. Pasien nomor 180, an. Tn. AA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Selain kasus positif  baru, dalam press release Gugus Tuga NTB menjelaskan,  juga terdapat 1 (satu) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali, dan keduanya negatif. Satu orang tersebut, adalah :

  1. Pasien nomor 90, an. Tn. SMP, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan

Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 1 orang tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (25/04/20) sebanyak 180 orang.

Dari 180 orang itu, 21 orang sudah sembuh, 4 meninggal dunia, serta 155 orang masih positif dan dalam keadaan baik. Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id,

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB nomor 0818 0211 8119.




Kebijakan Gugus Tugas Terkait Data Pasien Covid-19 Dinilai Sudah Tepat

Menurut Hendriadi, apapun kebijakan yang sudah dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB patut diberikan apresiasi, dan kebijakan yang dijalankan terkait data pasien Covid-19 ini sudah tepat

MATARAM.lombkjourna.com — Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB secara rutin mengumumkan informasi serta merta terkait Covid-19, namun data yang diumumkan merahasiakan nama-nama, alamat lengkap dan data pribadi lainnya.

Namun sejumlah pihak meminta agar data penderita Covid-19 dimuat dengan jelas, mulai dari nama lengkap serta alamatnya.

Alasannya, membuka data pasien positif covid-19 akan membantu mempermudah upaya  pelacakan terhadap orang lain yang pernah kontak dengan pasien ini. Dan bagi orang lain yang pernah kontak dengan pasien dapat melaporkan diri dan mengambil tindakan preventif.

Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Hendriadi, SE, ME mengatakan, meskipun sejumlah pihak menginginkan agar dibuka informasi yang jelas terkait penderita Covid ini, namun Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB tidak ingin membuka nama, alamat lengkap dan data lain berkaitan dengan kondisi kesehatan pribadi pasien positif Covid-19.

Gugus Tugas beralasan, sesuai ketentuan Pasal 57 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kesehatan, data pribadi pasien adalah rahasia dan oleh karenanya harus dilindungi.

Demikian halnya UU KIP Pasal 17 huruf h angka 2 mengenai riwayat, kondisi perawatan, pengobatan fisik dan psikis seseorang harus dikecualikan.

Ia mengatakan, membuka atau menutup data pribadi pasien positif Covid-19, baru sebagian kecil dari informasi terkait Covid-19 yang diumumkan secara serta merta.

Pasal 12 ayat (2) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik menyatakan bahwa informasi yang wajib diumumkan secara serta merta adalah informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum.

Salah satu diantaranya adalah informasi tentang epidemik dan wabah.

“Persoalannya sekarang,sebaran Covid-19 sudah di level pandemik. Terjadi di hampir seluruh negara di dunia. Pada kondisi demikian, KIP RI melihat belum ada pengaturan secara spesifik mengenai pelayanan informasi dan jenis informasi publik terkait situasi pandemik yang harus diketahui publik. KIP RI kemudian mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2020 yang salah satunya memberi panduan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” terang Hendriadi, Jumat (24/04/2020)

SE ini menekankan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik terkait Covid-19 adalah;

  • jenis penyakit, persebaran, sumber penyakit dan pencegahannya.
  • persebaran Covid-19 yang meliputi area persebaran untuk satuan terkecil hingga tingkat dusun/lingkungan dan upaya mitigasi penyebaran serta penanganan Covid-19.
  • informasi layanan kesehatan,
  • informasi penanganan jenazah dan lokasi khusus pemakaman bagi pasien positif Covid-19,
  • informasi akses, biaya, dan jaminan kesehatan terkait pemeriksaan dan perawatan pasien Covid-19 dan
  • rencana kebijakan dalam penanganan Covid-19.

Ia melanjutkan, dari sekian banyak jenis informasi tersebut, informasi terkait data pribadi pasien positif Covid-19 paling banyak disoal.

Sebagian berpandangan bahwa informasi ini harus dibuka. Alasannya, jika nama dan alamat lengkapnya dibuka, ini akan sangat membantu upaya memutus mata rantai penularan Covid-19.

Menurut Hendri, dalam pemenuhan hak publik atas informasi kata Hendriadi, mungkin ini suatu terobosan yang baik.

Lagi pula dalam pasal 57 ayat (2) UU Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyatakan ketentuan mengenai hak atas rahasia kondisi kesehatan pribadi seorang pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku dalam hal:

  1. perintah undang-undang;
  2. perintah pengadilan;
  3. izin yang bersangkutan;
  4. kepentingan masyarakat; atau
  5. kepentingan orang tersebut.

“Dengan kata lain ketentuan mengenai kerahasian kondisi kesehatan pribadi seseorang ini tidak berlaku absolut,” jelasnya.

Namun demikian, badan publik atau pihak yang berwenang untuk itu, perlu melakukan kajian mendalam melalui proses uji konsekuensi.

Dengan alasan,  meskipun UU KIP menyatakan data pribadi adalah informasi yang dikecualikan, namun pengecualian tersebut tidak bersifat absolut. Kedua, undang-undang lain berkaitan dengan data pribadi ini tidak secara tegas menyatakan bahwa data pribadi adalah rahasia.

“Jika ditemukan alasan dan dasar yang kuat bahwa menutup informasi pasien Covid-19 dapat melindungi kepentingan publik yang lebih besar maka sebaiknya informasi tersebut dirahasiakan,” terangnnya.

Menurut Hendriadi, apapun kebijakan yang sudah dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB patut diberikan apresiasi.

Ia meyakini kebijakan yang dijalankan terkait data pasien Covid-19 ini sudah tepat.

“Dengan hanya mengumumkan inisial nama, sebab musabab terpapar,dan tidak mengumumkan detail rahasia pasien covid-19, saya kira sudah cukup fair bagi publik. Dengan kata lain, pengungkapan informasi telah dilakukan secara ketat dan terbatas demi menghindari konsekuensi negatif yang mungkin timbul,” tambahnya.

Masyarakat bisa belajar dari kasus bocornya data pasien Covid-19, muncul konsekuensi negatif berupa pengucilan warga yang baru masuk kategori ODP, pengusiran terhadap tenaga medis yang positif Covid-19 dari tempat tinggalnya, sampai penolakan pemakaman jenazah pasien yang meninggal akibat positif Covid-19.

“Semoga hal ini tidak terjadi di NTB. Mari membantu kerja Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB” ajaknya.

Sesuai dengan himbauan Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM agar kerjasama dan  kolaborasi gugus tugas dapat terus ditingkatkan terutama dengan Kabupaten/Kota.

Najamuddin juga mengatakan, Pemprov NTB sejak awal sudah  melakukan pencegahan dan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB, dengan mengupdate

jumlah warga yang diduga terinfeksi melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan memberikan bantuan JPS Gemilang, menyediakan layanan Hotcall Covid-19 di 081802118119, selain itu marilah kita tetap tinggal di rumah, menjaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,” kata Hendri.

AYA/HmsNTB




 Bupati Najmul Akhyar Pimpin Rakor Virtual Gugus Tugas Covid-19 KLU  

TANJUNG.lombokjournal.com —  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar didampingi Ketua DPRD Nasrudin, SH.I, Dandim 1606/Lobar Kolonel Efrijon Krol, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi MH, memimpin rapat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

Hadir pula para Asisten, Koordinator Bidang Satgas Covid-19, Kepala OPD dengan para Camat dan Kades lingkup Pemda KLU, melalui video conference, di Aula Kantor Bupati, Kamis (23/04/20).

Bupati  H. Najmul Akhyar menyampaikan beberapa kendala kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), keterlambatan dalam pengiriman hasil test ke Mataram.

Puskesmas dimintanya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan  untuk mencari solusi.

Menurut bupati setelah mendengar keluhan masyarakat, ada persoalan pelayanan terkait konsumsi dan kelengkapan, jangan sampai ada keluhan lagi untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Selain itu, penjemputan masyarakat ke bandara dari KLU tidak ada.

Ditambahkannya pula, Gugus Tugas sudah bertindak cepat ketika ada laporan dari masyarakat, tapi mungkin ada masyarakat yang ketika keluarganya pulang, tidak melakukan penjemputan.

Bupati Najmul menekankan agar dinas terkait menindaklanjutinya, dengan pelayanan dan berpikir efektif untuk perkembangan ekonomi masyarakat dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Side effect harus berdampak pada ekonomi masyarakat, Covid-19 tertangani masyarakat sejahtera,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Najmul menginstruksikan kepada kehumasan mengadakan rapat koordinasi kehumasan Covid-19, agar yang berbicara adalah juru bicara Covid-19.

Bupati Najmul juga menyoroti adanya fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah pandemi corona.

“Perhatikan para pekerja yang kena PHK, apabila ada masalah segera berkoordinasi dengan Dinsos dan Disnaker. Sedangkan Dishub menempatkan Satgas penjemputan di bandara,” imbuhnya.

Terkait dengan surat edaran melaksanakan sholat Jum’at di rumah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) KLU sudah menyampaikan edaran bahwa berdasarkan rekomendasi MUI KLU dengan MUI Provinsi NTB, masih tetap menganjurkan sholat Jum’at dilakukan di rumah.

Dandim 1606/Lobar Kolonel Efrijon Krol berharap masyarakat diberikan sosialisasi kepada pasien karantina, tiap pasien harus ada physical distancing.

Apabila sudah dilaksanakan Swab, tidak langsung dikembalikan ke rumah.

“Siapkan saja isolasi, setelah adanya Swab, baru di rapid test lagi, apabila yakin negatif baru dikembalikan ke masyarakat, karena masyarakat sangat sensitif,” katanya.

Pihak Dandim 1606/Lobar bisa diikutsertakan baik pengamanan gudang logistik, termasuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako kepada masyarakat, dan Penjagaan di perbatasan KLU.

Wakapolres Lombok Utara, Kompol Setia Wijatono, SH, pada perbincangan virtual menyampaikan pentingnya sinergi semua pihak untuk menyelenggarakan program gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 secara terpadu.

Dalam pada itu, Sekretaris Daerah KLU mengatakan untuk APD saat ini masih diprioritaskan kepada tenaga kesehatan. Untuk penjagaan di tiga lokasi pintu masuk KLU, sudah disepakati.

“Awalnya ada 30 orang dan 20 orang personel. Kita usahakan tiap harinya. Kini dikurangi menjadi 15 orang. Adapun logistiknya sudah berjalan, dilakukan oleh Dinas Sosial dan PPA.

Karantina Covid-19

Sementara itu, ditambahkannya 65 orang klaster Gowa sudah masuk Unit Pelayanan Karantina Covid-19 KLU. Jika memang negative akan dipulangkan karena itu pemeriksaan Swab-nya harus segera dilakukan.

“Dalam waktu 2-3 hari berikutnya, dilakukan test Swab, apabila hasil Swab negatif maka pasien diperbolehkan pulang, namun tetap menjalankan SOP Covid-19 dan tetap isolasi mandiri di rumah. Para pasien yang berada di unit karantina juga diberikan makanan dan vitamin. Apabila pasien mengalami sesak atau menunjukkan simtom, maka langsung dibawa ke RSUD, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Ruang karantina dapat menampung 100 hingga 150 orang, tentu dibatasi  jarak sehingga sesuai dengan SOP Covid-19 dan penanganan dilakukan dengan baik.

Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. Bahrudin menjelaskan, data terakhir pertanggal 22 April, PPTG menembus angka 689 orang, OTG 86 orang, ODP 228 orang dan PDP ada 17 orang.

Menurut mantan Direktur RSUD ini, PDP setiap hari mengalami kenaikan dan yang positif masih 3 orang pasien. D

Dijelaskannya, terkait dengan Unit Pelayanan Karantina Covid-19, saat ini ada 65 orang dengan kondisi baik. Adapun kendala yang dialami saat ini adalah hanya pada Swab, karena belum ada box Swab.

Disampaikan pula bahwa pihaknya menyediakan swaber-swaber yang ada di puskesmas untuk membantu swaber yang ada di rumah sakit, dan tentu akan dilakukan pelatihan terlebih dahulu.

Agar 65 pasien segera dilakukan Swab dan mengirimkan uji Swab ke provinsi.

Sementara itu, Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan ruang triase IGD, agar pasien-pasien biasa lainnya tidak terindikasi oleh pasien yang sedang dalam perawatan Covid-19. Untuk yang ada pada Unit Pelayanan Karantina Covid-19 sebanyak 65 orang.

“Pasien reaktif ada 65 orang dari hasil rapid test, kini telah dikarantina, kondisi para pasien umumnya sehat dan belum ada yang dinyatakan positif,” ungkapnya.

Dalam pada itu, terkait bantuan sosial kabupaten, Kadis Sosial PPA, M. Faisol, M.Si mengatakan bantuan sembako dan PKH sudah ada 33.178 KK atau KPM yang sudah menerima.

Ditambahkannya, Dinas Sosial rencananya membantu beras ketahanan pangan dari Kementerian Sosial untuk dua desa yang zona merah yakni desa Malaka dan Teniga.

Acara rapat virtual berlangsung lancar dengan beberapa penyampaian dari para anggota Gugus Tugas Covid-19 KLU.

api




Pertamina Serahkan 20 Alat Cuci Tangan Portabel ke Masyarakat Labuhan Badas

lombokjournal.com —

BADAS   ;   Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Fuel Terminal (FT) Badas, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyerahkan 20 (dua puluh) unit alat cuci tangan portable.

Bantuan alat cuci tangan ini sebagai bentuk bakti kepada masyarakat dalam membantu mencegah penyebaran wabah COVID-19, di Labuhan Badas hari Kamis (23/04/20).

Salah satu dari tiga lokasi sarfas distribusi Pertamina yang beroperasi di NTB, dan juga sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Kab. Sumbawa, Pertamina juga mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan wabah COVID-19.

“Kita serahkan total dua puluh unit bantuan alat cuci tangan portabel, lengkap dengan sabun cuci tangan, penampung air, keran, dan wastafel, semoga ini bermanfaat untuk masyarakat khususnya yang harus berkegiatan di luar rumah,” kata Manager FT Badas, M. Yanuar Azhar

Pendistribusian alat cuci tangan portabel ini disebar ke beberapa lokasi yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Sebanyak 10 (sepuluh) unit diserahkan ke Kantor Kecamatan Labuhan Badas, 3 (tiga) unit diserahkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB Manambai Abdul Kadir, 3 (tiga) unit diserahkan ke Puskesmas Kec. Labuhan Badas, 2 (dua) unit diserahkan ke Terminal Badas, sementara Polres Sumbawa dan Koramil 1607-1 Sumbawa masing-masing menerima 1 (satu) unit.

“Bantuan ini sebagai komitmen kami pada lingkungan sekitar, terutama untuk masyarakat yang berada di lingkungan sekitar wilayah FT Badas,” lanjut Yanuar.

.Camat Labuhan Badas,  Hasbullah saat menerima bantuan ini menyampaikan apresiasinya pada Pertamina.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina karena telah memberikan alat cuci tangan portabel kepada masyarakat Labuhan Badas. Bantuan ini sangat kami perlukan dan akan berguna sekali bagi masyarakat kami ditengah wabah COVID-19,” jelas Hasbullah.

Seperti diketahui, penyebaran COVID-19 sudah terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kab. Sumbawa, NTB.

Diharapkan, upaya bersama baik dari Pemerintah, masyarakat, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mencegah penyebaran COVID-19 dapat memperkuat ketahanan bangsa dalam melalui pandemi ini.

AYA




Sekda KLU Bagikan Masker di Pasar Tanjung

Sekda memperoleh masukan masyarakat bahwa pasar Tanjung belum memiliki fasilitas tempat cuci tangan. Karena itu, dijanjikannya segera menindaklanjuti dengan memerintahkan leading sektor terkait untuk secepatnya merespons masukan tersebut

TANJUNG.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara didampingi Asisten Ekonomi dan APP Setda KLU, Ir. H. Rusdi, Plt. Asisten Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si, bersama para kepala OPD dan Camat Tanjung Syamsul Bahri, S.Sos., MM membagikan masker kepada pengunjung Pasar Tanjung, sekaligus meninjau lokasi unit pelayanan karantina rumah sakit sementara, tempat isolasi warga terpapar Covid-19 (22/4/2020).

Ditemui di sela-sela peninjauan, Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH menyampaikan, hari Rabu (22/04) Satgas Covid-19 KLU melaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum di lima kecamatan secara serentak.

“Kita mensosialisasikan bagaimana virus ini tidak menyebar yaitu memberikan edukasi dan masker. Harapan kita setiap mereka keluar rumah menggunakan masker,” tuturnya.

Sekda memperoleh masukan masyarakat bahwa pasar Tanjung belum memiliki fasilitas tempat cuci tangan. Karena itu, dijanjikannya segera menindaklanjuti dengan memerintahkan leading sektor terkait untuk secepatnya merespons masukan tersebut.

“Dengan demikian harapan kita semua lapisan masyarakat paham,” terangnya.

Menjawab pertanyaan awak media terkait jumlah masker yang dibagikan, H. Suardi mengatakan, masker yang didistribusikan berjumlah sekitar 1000 masker.

“Pembagian masker kita laksanakan hari ini dan besok. Masker ini sendiri dibuat oleh para pegiat UKM yang ada di KLU,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, unit layanan rumah sakit sementara, tempat warga terpapar corona diakuinya, masih kekurangan alat komunikasi. Lantaran ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara bersamaan sehingga membutuhkan alat komunikasi yang cukup.

“Terkait fasilitas sudah lengkap. Ada kasur, ada kipas angin, makanan, air dan juga dilengkapi televisi. Mudah-mudahan semoga besok Al-Quran bisa didroping sehingga kebiasaan mereka di rumah bisa dilakukan disini. Kasur sudah kita siapkan 100 unit, tetapi yang baru ditempati 47 orang yang notabene dinyatakan reaktif,” imbuhnya.

api




Tim Satgas Lakukan Penyemprotan Disinfeksi Di Semua Kecamatan Lombok Utara

Bagi ASN yang ingin mudik lebaran diharapkan lapang dada untuk mengurungkan niatnya, lantaran sudah ada imbauan untuk tidak mudik

TANJUNG.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Suardi, MH memimpin apel pelepasan Satgas Covid-19 untuk penyemprotan disinfektan pada lima kecamatan di halaman Posko Satgas Covid-19 (22/04/2020).

Drs. H. Suardi, MH menyatakan, perlu edukasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi anjuran dan imbauan pemerintah menjadi kewajiban bersama bagi semua elemen. Terutama Gugus Tugas Covid-19 untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona di Kabupaten Lombok Utara.

“Mudah-mudahan kita bisa disiplin untuk memelihara pola hidup sehat, sesuai anjuran pemerintah,” harapnya.

Menurutnya, dalam memutus rantai penularan virus corona dan menjaga perilaku PHBS, Satgas Covid-19 secara reguler melanjutkan kembali penyemprotan disinfektan untuk semua wilayah di lima kecamatan se-Lombok Utara.

Anggota Satgas Covid-19 diminta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengatensi dan mempertimbangkan kesehatan diri.

“Saya tidak ingin hal-hal terjadi, seperti ada laporan masuk karena saking semangatnya menyemprot sehingga kurang memperhatikan kesehatan diri dan yang bersangkutan kena mata hingga sekarang masih sakit,” tuturnya.

Pihaknya meminta semua tim agar mendukung kegiatan ini terutama logistik, alat-alat dan bahan. Jangan sampai menimbulkan penyakit baru, karena kebutuhan logistik mereka tidak terpenuhi.

Usai memimpin apel siaga, dihadapan awak media Sekda Drs. H. Suardi, MH menyampaikan terima kasih kepada para insan media seraya berharap semua pihak termasuk wartawan sehat bugar.

“Hari ini kita melakukan penyemprotan pada lima wilayah kecamatan, terutama di tempat-tempat umum dan hari ini juga di lakukan pembagian masker kepada masyarakat di tempat umum,” pungkasnya.

Harapannya, dengan kegiatan ini, bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas.

“Semua lapisan masyarakat betul-betul menaati anjuran pemerintah yang dipublikasikan baik melalui pamflet, media ruang publik, media cetak, media elektronik maupun media online,” harap sekda.

Kegiatan penyemprotan tersebut dilakukan secara simultan melalui kerja sama semua anggota tim mulai dari Polri, TNI, OPD, NGO, dan Pers.

Dalam kesempatan itu disampaikan, bagi ASN yang ingin mudik lebaran diharapkan lapang dada untuk mengurungkan niatnya, lantaran sudah ada imbauan untuk tidak mudik.

“Imbauan itu menyiratkan ASN harus berjibaku menangani keadaan, optimal dalam bekerja agar wabah pandemi corona cepat berlalu dan semua elemen bisa kembali hidup normal seperti biasanya,” katanya.

Apel pelepasan Satgas Covid-19 ditutup dengan yel-yel yang dipimpin sekda sembari memberi semangat kepada anggota satgas.

api




Para Jurnalis Bagi-bagi Sembako dan Alat Pelindung Diri

MATARAMlombokjournal.com — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB dan perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Kota Mataram, didampingi juga DPW MOI NTB hari ini Rabu(22/04/20) mengadakan kegiatan sosial.

Dalam kegiatan sosial itu membagikan paket sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat Kota Mataram, serta Lombok Barat dan juga rekan-rekan jurnalis.

“Yang menjadi target utama dalam pembagian paket sembako ini diberikan kepada masyarakat yang layak terima, di antaranya pegiat ojol dan juga masyarakat terdampak secara ekonomi serta rekan-rekan jurnalis”, terang Riadi Sulhi, Ketua IJTI NTB di kantor posko.

Paket sembako yang dibagikan terdiri dari beberapa jenis, mulai dari beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, dan juga APD terdiri dari vitamin, hand sanitizer serta beberapa lembar masker pelindung diri, yang dikumpulkan oleh IJTI NTB serta MOI Kota Mataram dan didukung oleh beberapa donatur.

Kegiatan social ini merupakan bentuk kepedulian dan keseriusan para jurnalis untuk meringankan beban hidup sehari-hari saat terjadi wabah Covid-19.

“Bantuan yang Kami berikan ini sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian Kami para jurnalis untuk meringankan beban hidup masyarakat,” terang Riadi

Ia menambah, bukan hanya memberikan informasi saja, akan tetapi hari ini para jurnalis turun kelapangan memberikan beberapa paket sembako dan APD untuk masyarakat.

Pembagian paket sembako dan APD juga dibagikan kepada para jurnalis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Diharapkan bantuan ini mampu memberikan semangat kepada para jurnalis untuk memberikan informasi akurat terkait informasi COVID-19 kepada masyarakat.

“Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama Kita bersatu perangi Covid-19 ini.” tutupnya

Sementara Ketua MOI Mataram menyebut, peran serta MOI sebagai bentuk kepedulian sosial untuk mengurangi beban mereka saat ini kondisi perekonomian masyarakat sudah terdampak covid19

“Semoga bermanfaat buat mereka, dan mengurangi beban mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup,”imbuhnya.

Sulardi, Branch Manager Alfamart Lombok saat wawancara di lapangan menyampaikan, selama masa covid-19 ini, Alfamart khsusunya di NTB Kita sekarang udah berbagi mengenai kebutuhan bahan pokok diseluruh NTB.

Sumbangan ini dapat dari mana?

Sulardi menjelaskan, dapat dari custemer-custemer Alfamart selama mereka belanja yang disisikan uang pengembaliannya, 200 perak, 100 perak, itu yang mereka donasikan dan itu dipakai untuk membantu masyarakat.

Lanjutnya lagi, pihaknya akan mengikuti Pemerintah, Alfmart itu DIsuruh tetap menjual kebutuhan sehari-hari. Karena itu Alfamart akan tetap buka meski kondisi penurunan omset dan sebagainya.

Namun Alfamart tetap peduli dengan kebutuhan masyarakat,  sehingga masyarakat tidak merasa khawatir kesulitan mendapatkan bahan pokok.

“Hari ini kita ucapkan terima kasih kepada IJTI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia yang mengundang kita, sehingga kita berperan aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat, terutama masyarakat, ojek online, serta tim jurnalis itu sendiri yang membutuhkan uluran tangan.” ujar Sulardi

AYA




Peningkatan Pasien Positif, Akan Mempercepat Penuntasan Covid-19

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya sesungguhnya yang terjadi di NTB, maka Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus ini akan terjadi di bulan Agustus 2020

MATARAM.lombokjournal.com — Meningkatnya jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB memberi sinyal yang positif, untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Penyebaran Covid-19 seperti fenomena gunung es, yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil dari kasus yang sesungguhnya terjadi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr. Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT mengatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB sebenarnya bagus. Karena Pemda sudah memiliki kemampuan untuk melakukan screening dan deteksi serta mengkorfirmasi kasus positif lebih banyak lagi.

“Kalau kita tahu yang di bawah gunung es ini lebih banyak, maka kita akan bisa melakukan intervensi-intervensi yang lebih terukur. Sehingga kita bisa melakukan isolasi pasien yang positif tadi agar tidak menjangkiti orang lain” kata dr. Hamsu.

Jika orang tidak tahu dirinya terinfeksi Covid-19 dan menularkannya ke orang lain yang tidak tahu, hal ini justru akan berdampak buruk bagi upaya memutus mata rantai penularan virus.

“Dengan kita mengetahui yang terkonfirmasi positif ini, maka kita punya peluang untuk melakukan treatmen yang lebih bagus,” ujarnya.

Data-data orang yang berisiko atau rentan terkena Covid-19 ini sudah dimiliki oleh Pemeritah Daerah, mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan beberapa istilah lainnya.

Pemda atau Tim Gugus Tugas sudah berhasil melacak orang-orang yang rentan ini dan sudah melakukan screening, termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan ini.

“Kita sudah melakukan identifikasi dan sudah mendapatkan hasil sementara melalui screening tadi. Dari screening ini kita tahu jumlah orang yang reaktif. Dari yang reaktif ini akan dilanjutkan dengan swab yang merupakan metode standar,” lanjutnya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak terlalu panik dengan angka-angka positif yang cenderung meningkat ini. Ini berarti Pemda telah mampu mengungkap kasus ini lebih dalam.

Kapan puncak Covid-19 dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat?

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Unram dan tim ahli sudah melakukan perkiraan atau simulasi dengan metode penyakit menular SIR (Suceptible, infected, recovery).

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya sesungguhnya yang terjadi di NTB, maka Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus ini akan terjadi di bulan Agustus 2020.

“Hal ini kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat , maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus. Namun jika kita bisa mencegah secara bersama-sama, maka kita akan bisa mempercepatnya, dua bulan misalnya atau pada saat lebaran nanti kita sudah bebas dari virus ini. Namun Kita harus bekerjasama menuntaskannya,” terangnya.

Dari hasil perhitungan Fakultas Kedokteran Unram dan tim yang terlibat di sana menunjukkan, jika Covid-19 tanpa mendapat intervensi apapun, maka pada bulan Agustus mendatang jumlah kasus Covid-19 diperkirakan sekitar 5.800 an kasus.

“Karena itulah, mari kita sama-sama mencegah penyakit ini. Jangan takut diperiksa,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu hal yang bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19 yaitu dengan mempercepat penemuan kasus.

“Jika tim dapat  menemukan kasus lebih awal maka derajat sakitnya bisa lebih rendah. Jika derajat sakit rendah maka sakit ringan yang menderita covid ini, tentunya penyembuhannya juga akan lebih cepat. Jika dia lebih cepat sembuh yang tadinya rata-ratanya dua mingguan dapat kita turunkan di bawah satu minggu, maka akan lebih cepat penurunan angkanya,” kata dr.Hamsu.

Corona Crisis Center NTB

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM mengatakan, pihak Pemprov NTB sejak awal sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus ini serta melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB, dengan mengupdate

jumlah warga yang diduga terinfeksi, melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan Hotcall Covid-19 di 081802118119,” terangnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai.

Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kab/kota se-NTB, dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 pada pertengahan April kemarin.

Jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi, dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan  RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora.

AYA/HmsNTB