Pelabuhan Lembar Tutup Akses untuk Penyeberangan Penumpang dan Mobil Pribadi

Penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemprov Bali kembali mempertegas kebijakan pengendalian pintu masuk menuju Provinsi tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster tertanggal 30 April 2020, menandatangani pengetatan akses penyebrangan ke Provinsi Bali, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Poin penting dari surat tersebut, yaitu seluruh kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil pribadi, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor serta pejalan kaki yang masuk/keluar wilayah Bali agar dilarang menyebrang di seluruh pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bali.

Menindaklanjuti surat Gubernur Wayan Koster, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs.Lalu Bayu Windia, M.Si mengatakan, mulai hari Kamis tanggal 30 April pukul 00.00 Wita, Pelabuhan Lembar telah ditutup untuk akses kendaraan penumpang.

“Malam ini (Kamis malam-red) tiket penumpang pejalan kaki motor dan mobil pribadi di tutup di Pelabuhan Lembar,” kata Bayu, Kamis (30/04/2020).

Namun pembatasan layanan transportasi tidak berlaku bagi kendaraan dinas operasional dengan TNKB TNI atau Polri, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, kendaraan penumpang/logistik dengan tidak membawa penumpang, kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka penanganan Covid-19 atau dalam rangka kedaruratan lainnya.

Pembatasan layanan transportasi ini dikecualikan juga untuk kendaraan angkutan untuk repatriasi PMI dari luar negeri, menuju daerah masing-masing yang dilengkapi dengan surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji rapid test atau PCR.

Begitu juga penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Pemprov NTB meminta masyarakat agar senantiasa mematuhi aturan pemeritah untuk kepetingan pengendalian Covid-19. Termasuk larangan mudik di momentum puasa dan lebaran tahun ini.

“Setiap pemeritah daerah, termasuk Pemprov NTB memiliki sejumlah upaya yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai Covid-19 ini. Tidak ada lain, tujuannya untuk mempercepat agar pandemi ini segera berakhir,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Peningkatan Positif Covid-19 di KLU, Pemda KLU Terbitkan Surat Keputusan Bersama

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel (Czi). Efrijon Kroll menyampaikan, latar belakang melaksanakan SKB ini untuk mematangkan pencegahan penyebaran Covid-19. Artinya memutus mata rantai Covid-19

TANJUNG,lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH, menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Dandim 1606/Lobar Kolonel (Czi), Efrijon Kroll, Ketua DPRD Nasrudin, SH.I, Kapolres AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Ketua MUI TGH. Abdul Karim, dan unsur Kantor Kementerian Agama di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (29/04/20).

Penandatangaan keputusan bersama itu untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Isi SKB yang dibacakan langsung oleh bupati usai ditandatangani tersebut antara Pemda KLU, DPRD KLU, Kodim 1606/Lobar, Polres Lombok Utara, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia, tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idhul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di Tengah Pandemi Covid-19.

Bupati menegaskan, seyogianya semua pihak turut menciptakan dan menjaga kondusivitas kehidupan beragama dengan tetap mengedepankan Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyari’ah.

Senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah, terkait pencegahan Covid-19 untuk dapat dipatuhi dalam rangka menekan laju penyebaran virus Covid-19 di KLU.

“Dari hari ke hari yang terpapar positif corona (Covid-19) di KLU bertambah. Karena itu, KLU dinyatakan sebagai daerah tanggap darurat. Kita ikhtiar bersama, mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Bupati menyatakan agar sementara waktu meniadakan sholat Jum’at, dan menggantinya dengan sholat Zuhur di rumah, meniadakan sholat tarawih dan kegiatan ibadah lainnya di masjid, serta meniadakan kegiatan adat dan lainnya yang melibatkan orang banyak.

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel (Czi). Efrijon Kroll menyampaikan, latar belakang kita melaksanakan SKB ini untuk mematangkan pencegahan penyebaran Covid-19. Artinya memutus mata rantai Covid-19.

Peningkatan Pasien Positif Covid-19

Sudah mulai ada peningkatan jumlah yang positif menjadi 11 orang, tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi yang menangani yaitu Dinas kesehatan termasuk tim yang tergabung dalam gugus tugas.

“Sudah banyak negara yang me-lockdown dan PSBB, mungkin kita juga arahnya ke sana. Tetapi, semoga kita tidak sampai ke sana apabila kita bersatu di sini, melalui SKB kita bergandengan tangan, secepatnya memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Ditambahkannya, dari gagasan terbentuk SKB ini mesti ada tindakan lanjut turun ke lapangan melibatkan semua pihak. Mulai pengetahuan atau edukasi tentang Corona seperti apa keganasan atau dengan penayangan video contoh penanganan Corona maupun pasien yang telah sembuh.

“Harapan kita, semua bisa menyadari arti pentingnya pencegahan daripada pengobatan,”  tutupnya.

Dalam pada itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH menyampaikan penjabaran dari SKB dengan pemantapan satuan tugas dari kabupaten sampai tingkat desa, karena di desa punya Babinkantibmas dan Babinsa.

“Adapun yang maju lebih awal adalah satuan tugas tingkat desa. Ada MUI, Depag, minimal enam unsur yang terlibat, terstruktur, sistematis, dan terjadwal. Kita tidak melakukan pendekatan hukum tapi pendekatan sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH menjelaskan Satgas (Gugus Tugas Covid-19) sudah sampai di tingkat desa sehingga tinggal kita perkuat saja. Kita buat rencana yang jelas, dan buat panduan bersama sehingga langkahnya sama antara desa, kecamatan dan kabupaten.

“Hari ini, 22 orang pasien yang kita pulangkan, dijemput Satgas Desa bersama Satgas Kecamatan sehingga kita memperkuat saja,” ujarnya.

Diharapkan, pencegahan terhadap pandemi Covid-19 bisa terlaksana dengan kerja sama semua pihak.

Adapun Ketua MUI KLU TGH Abdul Karim menyoroti  pelaksanaan SKB di lapangan, jika ada kesannya sulit, mohon tetap dengan persuasif untuk tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, berkomunikasi lebih nyaman.

“Selama kita melakukan imbauan kepada masyarakat tentang sholat Jum’at ataupun Tarawih kita harus tetap persuasif. Semoga tugas bagi kita semua, wabil khusus TNI dan Polri tetap pendekatan sehumanis mungkin, tetapi tujuan tercapai,” harapnya.

Acara penandatanganan SKB diakhiri dengan foto bersama antar enam komponen. Adanya SKB diharapkan menjadi panduan untuk mencegah mewabahnya Covid-19 di Lombok Utara.

api




Memutus Mata Rantai Covid-19, Masyarakat Harus Patuhi  Pemerintah dan Ulama

Kunci dari terhindarnya kita dari Virus Corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati

MATARAM.lombkjournal.com —  Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, TGH. L. Turmudzi Badaruddin meminta masyarakat NTB untuk senantiasa mematuhi Himbauan Pemerintah dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Hal itu sebagai salah satu upaya serius kita dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di NTB.

Dikatakan, himbauan pemerintah dan fatwa majelis ulama indonesi dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 diantaranya, tidak melakukan jabat tangan, karena Virus ini dapat menular melalui bersentuhan.

Selain itu, juga dianjurkan untuk selalu di Rumah, melakukan aktivitas ibadah di rumah, khususnya di bulan Ramadan ini.

Untuk itu, pengurus besar Nahdlatul Ulama NTB ini meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Selalu mencuci tangan dengan Sabun, dengan Handsanitaiser dan tisu basah.

“Islam selalu menganjurkan kita untuk selalu bersih. Bahkan kita mencuci tangan minimal lima kali sehari dengan berwudu,” ujarnya, di Ponpes Qomarul Huda, Rabu (29/04/20).

Menurutnya, kunci dari terhindarnya kita dari Virus Corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati.

“Insyaallah kebersihan badan dan kebersihan hati, kita akan terhindar dari Virus ini,” tandasnya.

Selain itu, Ia juga meminta masyarakat NTB, khususnya yang beragama islam, untuk memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk memperbanyak do’a, agar wabah Virus Corona ini segera berakhir.

“Mari kita perbanyak do’a dan melakukan Qunut Nazilah setiap sholat waktu agar kita dijauhkan dari segala macam balak,” katanya.

Mawardi




Jubir Gugus Tugas Covid-19 Ungkapkan Kegiatan Penanganan Pandemi Covid-19 di KLU

Gugus Tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com —  Juru bicara Gugus Covid-19 Kabupaten Lombok Utara (KLU), Evi Winarni, M.Si mengungkapkan, pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran pandemi virus corona oleh Gugus Tugas Covid-19 KLU, dilakukan dengan berbagai upaya

Langkah-langkah yang dilakukan secara umum berlangsung sinergis dan komprehensif bersama multipihak termasuk unsur TNI, Polri, PMI, Orari -Rapi dan lainnya.

Evi Winarni, M.Si

Penyampaian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Bidang Kehumasan/Juru Bicara itu dalam konferensi pers, terkait progress pengendalian pandemi Corona di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (28/04/20).

Konferensi pers yang dihelat sesuai prosedur protokol penanganan Covid-19 itu, selain dihadiri Koordinator Bidang Kehumasan/Jubir Gugus Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si, juga didampingi Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda KLU, Khairul Anwar, S.Kom, serta Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, M.A.

Evi Winarni memaparkan pula kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain pengamanan dan pengecekan suhu tubuh tiap orang di kawasan perbatasan pintu masuk KLU.

Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, pembagian masker, sosialisasi bahaya wabah corona serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19.

Upaya lainnya, Gugus Tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19.

Serta melaksanakan protap Covid-19 di pasar-pasar tradisional yang diawali dari Pasar Tanjung.

74 orang reaktif

Berdasarkan data tebaru dari Gugus Tugas Covid-19 KLU, telah dilakukan contact tracing kepada 337 orang untuk kemudian di-RDT (Rapid Diagnosis Test) dengan hasil ditemukan 74 orang reaktif.

Dari 74 orang berstatus reaktif tersebut, sejumlah 65 orang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19 KLU, serta 9 orang lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan puskesmas setempat  (Survailence dan TGC Puskesmas).

“Dari sejumlah 65 pasien reaktif yang sedang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19, telah dilakukan Swab terhadap 30 orang pada tanggal 25 April 2020. Swab juga dilakukan kepada 16 orang pada tanggal 27 April 2020,” tuturnya.

Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga terus memberikan bantuan sembako kepada keluarga pasien atau desa yang berkategori zona merah. Bantuan yang diberikan tersebut, bersumber dari pemerintah maupun para donatur.

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan itu juga menyampaikan anggaran penanganan Covid -19 di KLU mencapai Rp. 65.143.766.544, meliputi anggaran BTT (APBD Murni) sejumlah Rp. 1.250.000.000 dan Refocusing sejumlah Rp. 63.893.766.544.

“Sementara sampai saat ini anggaran yang sudah dikeluarkan ke BPBD, Dinsos, dan Dikes sejumlah Rp. 6.089.830.000,-,” imbuhnya.

Kegiatan konferensi pers ditutup dengan wawancara dari beberapa perwakilan pewarta dan berlangsung khidmat dalam suasana Ramadhan.

sid




Pasien Positif Corona Asal Penujak Kabur Dari Rumah Sakit

MATARAM.lombokjournal.com – Seorang pasien nomor 223 berinisial LS (50 tahun) kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Praya, Lombok Tengah. Pasien kabur pukul 20.26 Wita, hari Selasa, tanggal  28 April 2020.

LS merupakan pria asal Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Termasuk pasien klaster Gowa Makassar yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa.

Dalam video yang beredar, terlihat LS yang tengah berada di ranjang rumah sakit kabur melalui jendela di samping ranjangnya. Ia tidak lupa mengambil sebuah kantong merah barang miliknya.

Saat ini petugas masih mencari keberadaan LS. Sementara, warga tempat LS tinggal mulai mewaspadai pasien tersebut pulang ke rumah dengan menutup akses masuk desa.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi, mengatakan LS merupakan pasien positif baru pada 28 April 2020.

“Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah,” katanya.

Gugus Tugas NTB mengatakan pasien positif baru pada Selasa 28 April 2020 berjumlah 21 orang, salah satunya adalah LS yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa.

AYA




NTB  Dinilai Lebih Cepat Mengantisipasi Dampak Covid19

Bang Zul panggilan akrab Gubernur kelahiran Sumbawa sigap menyiapkan berbagai program yang menempatkan  IKM/UMKM dan pengusaha lokal  sebagai sasaran pemberdayaan, untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Kebijakan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah  yang cepat dalam penanganan pandemi virus Corona Covid-19 mendapat pujian Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa.

Gubernur NTB,, Dr. Zulkieflimansyah dinilai tak hanya cepat dan sigap dalam penanganan pandemi Covid dari aspek kesehatan saja.

Namun juga cepat menyiapkan IKM/UMKM guna pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat, dan menyiapkan program-program stimulus untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

Suharso mengatakan, Gubernur NTB tak hanya fokus memutus matai rantai penyebaran virus corona. Namun juga melakukan langkah-langkah program pemulihan ekonomi.

“Sehingga selangkah lebih maju dari daerah lainnya,” ungkap Mentri Kelahiran Lombok NTB itu, saat rapat daring pada Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/04/20).

Sejalan nafas industrialisasi

Di NTB sendiri berbagai program pemenuhan dan pemulihan kebutuhan sosial ekonomi telah diluncurkan oleh Gubernur NTB yang sejalan dengan nafas  industrialisasi,  sebagai program unggulan NTB Gemilang.

Bang Zul panggilan akrab Gubernur kelahiran Sumbawa sigap menyiapkan berbagai program yang menempatkan  IKM/UMKM dan pengusaha lokal  sebagai sasaran pemberdayaan, untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Program tersebut di antaranya, Jaring Pengaman Sosial  JPS Gemilang untuk membantu 105.000 KK  masyarakat yang kurang mampu dan Sektor formal/Informal terdampak Covid-19.

Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan di masa darurat Covid-19 dengan total pagu anggaran senilai Rp 80 Milyar.

JPS Gemilang tersebut dalam bentuk paket Sembako dan Paket Suplemen-Masker dibeli langsung dari IKM/UMKM lokal.

Bang Zul mengajak Pemerintah Daerah di NTB untuk terus memberdayakan dan memperkuat Peran UKM & Pengusaha Lokal. Baik untuk memproduksi Masker, APD maupun kebutuhan pangan di NTB.

Hal tersebut dimaksudkan untuk terus memberdayakan IKM/UMKM yang ada di NTB sehingga roda perekonomian dapat terus berputar.

Setelah program Pemberdayaan UKM, Gubernur NTB juga  memberdayaan BUMDES yang ada di desa-desa.

Dimulai dari Desa Kuripan Utara Kabupaten Lombok Barat, Pemprov NTB meresmikan Trade dan Distribution Centre (TDC) yang menjadi milik BUMDES. Semua produk yang di butuhkan oleh warga dan warung-warung kecil bisa di mulai dari TDC.

TDC sekalian menjadi outlet dan penyalur produk-produk UKM di NTB. Beberapa waktu yang lalu, melalui Science Technology Industrial Park (STIPARK), NTB juga berhasil memproduksi bilik disinfektan sendiri yang telah didistribusikan kepada masyarakat.

“Dengan dilakukannya pemberdayaan UMKM lokal ini, diharapkan ketika pemerintah sudah tidak mampu lagi memberikan bantuan, maka UMKM kita di NTB sudah punya cara untuk mengatasi hidup sendiri,” jelas Bang Zul saat melepas distribusi paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Covid-19 kepada warga, Kamis (23/4-2020) lalu.

Pasca pandemi roda perekonomian dan aktivitas masyarakat diharapkan kembali normal, pembatasan sosial berakhir, usaha masyarakat dan pasar beroperasi lagi.

AYA




Pemprov NTB Serahkan Bantuan APD dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram

Pemakaian APD di tim Gugus Tugas Kota Mataram setidaknya menggunakan 200 Pcs setiap hari dalam penanganan kasus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Pemprov NTB menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram, Senin (27/04/20) petang.

Penyerahan APD itu secara simbolis, dilakukan Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik pada Asisten II Setda Mataram H. Mahmudin Tura di Aula Pendopo Walikota Mataram.

Turut hadir menyaksikan serah terima itu, yakni Kepala BPBD Mataram Mahfudin Noor.

Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Mataram terus menjadi perhatian jajaran Pemprov NTB.

Tingginya kasus di Mataram dibandingkan daerah lainnya di NTB, lantaran  telah terjadi penularan transmisi lokal yang sulit dilacak menjadi alasan pentingnya APD bagi para tenaga medis di wilayah ini.

“Saat ini, APD dan Hand Sanitizer merupakan barang yang sangat sulit di cari. Tapi, itu bukan menjadi alasan untuk kita tidak memperhatikan Pemkot Mataram,” ujar Ahsanul.

Mantan Kadis Sosial NTB itu mengungkapkan, pihaknya sangat mengatensi kinerja yang dilakukan jajaran Pemkot Mataram, khususnya Tim Gugus Tugas Covid-19 Mataram dalam melakukan deteksi dini pasien positif Covid-19 saat ini.

Sebab, semakin cepat diketahui asal riwayat pasien positif beserta klusternya, maka akan mudah dilakukan penangangan, serta contact trackingnya.

“Jangan lihat angka kasusnya. Tapi, angka itu menjadi indikator samakin cepat mengetahui pasien positif Covid-19. Yang utama, penangangan pasien yang tertular Covid-19 akan cepat ditangani secara medis,” jelas Ahsanul.

Sementara itu, Asisten II Setda Mataram H. Mahmudin Tura mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemprov NTB terkait pemberian bantuan APD dan Hand Sanitizer kali ini.

Menurut mantan Kadis PU Mataram itu,  saat ini, pemakaian APD di tim Gugus Tugas Kota Mataram setidaknya menggunakan 200 Pcs setiap hari dalam penanganan kasus Covid-19.

“Jadi, adanya bantuan ini sangat berharga dalam membantu penanganan dan contact tracking pasien yang terpapar Covid-19,” kata Mahmudin.

AYA

.




Dari Sembako Hingga Ambulance, Cara HBK bantu Warga P. Lombok Lawan Corona

Selain pembagian sembako, kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan Tim HBK Peduli Kab/Kota untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid19

MATARAM.lombokjournal.com —   Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli, terus menyasar masyarakat miskin di P. Lombok yang terdampak secara ekonomi maupun social, akibat serangan pandemi COVID-19.

Genap di minggu ke-4 ini, Tim HBK Peduli terus menyalurkan bantuan sembakonya untuk menolong warga miskin yang tidak mampu.

Mereka terus mendistribusikan penyaluran sembako tersebut hingga ke pelosok-pelosok di P. Lombok.

Untuk di KLU, penyaluran bantuan paket-paket sembako dibarengi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi warga.

HBK mengatakan, sasaran penyaluran sembako diprioritaskan kepada warga miskin yang benar-benar tidak mampu seperti para orang tua jompo yang sakit permanen, dan yang hidup sebatangkara atau hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi.

“Sasaran penyaluran bantuan sembako-sembako itu masih sama, yaitu para orang tua jompo yang fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi”, kata HBK saat dihubungi dari Mataram, Minggu (26/04/20).

Minggu ini, menjadi minggu keempat untuk penyaluran bantuan sembako bagi warga.

HBK menargetkan, untuk tahap pertama ini, penyaluran bantuan akan dilakukan selama tiga bulan. Dan penyaluran sudah dilakukan merata di 54 Kecamatan di P. Lombok.

“Untuk tahap pertama ini, in syaa Allah, penyaluran bantuan sembako yang dilaksanakan HBK Peduli akan berlangsung setiap minggu, selama tiga bulan ini. Sekarang sudah melewati minggu yang keempat, dan merata dilaksanakan di 54 Kecamatan di P. Lombok,”  kata HBK.

Selain pembagian sembako, kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan Tim HBK Peduli Kab/Kota untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid19.

“Kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus berjalan, dilakukan HBK Peduli Kab/Kota di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Penyerahan Bantuan Mobil Ambulance

Selain itu, pada hari Kamis, 23 April 2020, HBK Peduli telah menyerahkan satu unit mobil Ambulance untuk melayani masyarakat di Kab. Lobar.

Penyerahan mobil Ambulance tersebut, dilaksanakan di Desa Dasan Tapen, Kec. Gerung, Kab. Lobar.

Di serah-terimakan kepada Kepala Desa, dan disaksikan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa tersebut.

Sebelumnya, satu unit mobil Ambulance juga telah diserahkan HBK Peduli untuk memperkuat dan melayani masyarakat KLU di bidang kesehatan.

“Mudah-mudahan di tahun 2020 ini, semua Kab/Kota di P. Lombok sudah dapat dilayani oleh Ambulance-ambulance baru HBK Peduli, diluar 7 (tujuh) unit Ambulance milik Partai Gerindra yang sudah beroperasi dengan sangat baik dalam melayani masyarakat selama ini. Semuanya akan diberdayakan untuk membantu dan melayani masyarakat P. Lombok dalam mengatasi kesulitan akses pelayanan Ambulance gratis,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Ketua DPC Partai Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, mengatakan bahwa pemberian bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian vitamin gratis untuk masyarakat yang tidak mampu di KLU  adalah salah satu upaya dan ikhtiar HBK Peduli dalam memerangi Covid19.

“Pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian vitamin gratis ini adalah bagian penting dari upaya dan ikhtiar kita dalam memerangi Covid-19, karena rata-rata para penerima bantuan sembako juga adalah mereka-mereka yang tingkat kesehatannya sangat rendah,” kata Sudirsah Sujanto.

Ketua HBK Peduli KLU, Ustad Zainur mengungkapkan, saat HBK mengirim satu unit Ambulance untuk warga Kab. Lobar, HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk warga KLU.

“Alhamdulillah, selain mengirimkan 1 (satu) unit Ambulance baru ke Kab. Lobar, pak HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk kegiatan bakti sosial Kesira HBK Peduli KLU. Obat-obatan ini, dipastikan akan sangat bermanfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan gratis bagi warga KLU yang kurang mampu,” kata Ustad Zainur.

Ketua DPD Partai Gerindra Prov. NTB, Ridwan Hidayat mengatakan, sangat bangga dan mengapresiasi sosok HBK sebagai wakil rakyat P. Lombok. Dia mengatakan, HBK tidak hanya turun ke masyarakat pada saat Pemilu, namun juga turun untuk menunaikan janji-janji kampanyenya secara nyata.

“Kami sangat bangga memiliki sosok wakil rakyat yang seperti mas HBK ini, disela-sela kesibukannya memimpin dan mengikuti rapat-rapat di Komisi-1 DPR RI, beliau terus berkomunikasi dengan kami, memantau dampak pandemi Covid-19 di P. Lombok ini. Kesetiaan, keberpihakan, dan kecintaannya kepada masyarakat P. Lombok yang beliau wakili sudah sangat teruji,” kata Ridwan Hidayat.

“Bahkan untuk pembelian bahan-bahan paket sembako yang akan disalurkanpun, beliau pikirkan dengan sangat detail. Saya kaget ketika beliau perintahkan para pengurus HBK Peduli untuk membeli beras tidak di toko-toko besar di Mataram, tapi langsung di tempat-tempat penggilingan padi milik masyarakat di Kab. Lombok Timur,” ungkapnya.

Ridwan mengungkapkan, di tengah serangan pandemi Covid19 ini, HBK juga memikirkan nasib UKM-UKM terdampak.

Bahkan untuk membuat masker-masker pelindung yang akan dibagikanpun, HBK mengarahkan untuk membuatnya di ibu-ibu penjahit rumahan yang ada di P. Lombok, tidak membelinya dari Jakarta.

“Pak Ketua, dampak krisis yang diakibatkan serangan Covid-19 ini sangat luar biasa, bisa menghancurkan hampir semua sendi-sendi kehidupan kita sebagai bangsa, kita juga harus pikirkan para pelaku UKM kita, karena dalam krisis yang sekarang ini, justeru merekalah yang mendapatkan pukulan pertama”, begitu kira-kira diskusi saya dengan mas HBK setelah beliau memutuskan untuk membentuk satuan relawan HBK Peduli yang ada di Kab/Kota di P. Lombok, beberapa waktu yang lalu,” terang Ridwan Hidayat.

Me




Kantor Desa/Kelurahan Titik Awal Penyaluran JPS Gemilang

“Secara teknis, Pemerintah Provinsi NTB menjadikan kantor Desa/Kelurahan sebagai titik awal penyaluran JPS Gemilang. Hal itu dilakukan karena Kades/Lurah bersama komponen BPD, Babinsa/Bhabinkamtibmas, Toga/Toma, Tokoh Pemuda/Perempuan, Pendamping Desa, dan Pilar-pilar Sosial, yang melakukan Verifikasi dan Validasi BNBA calon Penerima JPS Gemilang. Kades/lurah juga lah yang benar-benar mengenal warganya,” terang T. Wismaningsih

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc-Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, M.Pd meluncurkan program jaring sosial untuk meminimalisir dampak ekonomi dan social, atas wabah Covid-19 di NTB.

Salah satunya dengan program “Jaring Pengaman Sosilal (JPS) Gemilang”. Program JPS Gemilang ditujukan bagi masyarakat yang kurang mampu dan Sektor formal/Informal terdampak Covid-19, sebanyak 105.000 KK.

Bantuan diberikan dalam bentuk paket Sembako dan Paket Suplemen-Masker, berupa beras 10 kg, telur 20 butir, minyak kelapa/goreng, susu kedelai, teh kelor, minyak kayu putih/cengkeh, sabun cair/batang, serta masker non medis.

Dengan nilai per paket Rp 250.000,- per KK per bulan.

Penyalurannya diberikan selama tiga bulan di masa darurat Covid-19. Dengan total pagu anggaran JPS Gemilang senilai Rp 80 Milyar.

“Untuk teknis pengadaan dan distribusi paket JPS Gemilang dilakukan oleh tiga Dinas. Dinas Sosial Provinsi NTB bertanggung jawab untuk pengadaan dan distribusi beras, telur dan minyak goreng pabrikan. Sementara minyak kelapa jeleng hasil produksi IKM NTB dan paket suplemen lainnya seperti susu kedelai, teh kelor, minyak cengkeh/kayu putih diadakan oleh Dinas Perindustrian NTB. Sedangkan masker non medis produksi UKM NTB oleh Dinas Koperasi UKM NTB,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah.

Untuk pola distribusi, Kantor Desa/kelurahan dijadikan titik awal distribusi JPS Gemilang kepada masyarakat.

Dan barang tidak dibagikan pada warga sebelum barang lengkap. Tidak perlu ada Kepala Desa/Kelurahan yang khawatir tentang barang yang diterima hanya sebagian di awal.

Apalagi sampai menolak barang. Karena hal tersebut justru menyebabkan JPS Gemilang tidak dapat dibagi sesuai jadwal.

“Secara teknis, Pemerintah Provinsi NTB menjadikan kantor Desa/Kelurahan sebagai titik awal penyaluran JPS Gemilang. Hal itu dilakukan karena Kades/Lurah bersama komponen BPD, Babinsa/Bhabinkamtibmas, Toga/Toma, Tokoh Pemuda/Perempuan, Pendamping Desa, dan Pilar-pilar Sosial, yang melakukan Verifikasi dan Validasi BNBA calon Penerima JPS Gemilang. Kades/lurah juga lah yang benar-benar mengenal warganya,” terang T. Wismaningsih

Sehingga menurut Wismaningsih, barang yang sampai di Kantor Desa/Kelurahan biasanya bertahab/tidak langsung lengkap. Biasanya yang sampai duluan beras, telur dan minyak goreng dari Dinas Sosial Provinsi NTB.

Dan Berita Acara Serah Terimanya (BAST) pun hanya item yang benar-benar diterima tersebut. Selanjutnya, akan disusul barang dari Dinas Koperas UKM dan Dinas Perindustrian sampai semua barang JPS Gemilang lengkap.

“Telah ada tiga daerah yang menerima bantuan JPS Gemilang sampai di rumah mereka, yakni warga Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lolmbok Utara. Semua warga tersebut menerima secara lengkap paket Sembako dan Suplemen serta Masker. Dan semua barang yang rusak pun telah diganti sebelum dibagikan ke warga. Karena semua barang pun sebelum dibagi akan digabungkan dalam satu kemasan/wadah oleh tim Tagana dan Pilar Sosial di kantor Desa/Kelurahan,” terang Wismaningsih

Kadis Perindustrian Prov. NTB, Nuryanti, SE, ME, mengaku, total produksi IKM di NTB saat ini masih terus di genjot.

Hampir semua kuota barang untuk JPS Gemilang telah mampu dipenuhi.

Hanya ada kekurangan kuota khusus untuk minyak kelapa Jeleng produksi IKM NTB. Sehingga untuk pemenuhan paket JPS Gemilang tahab pertama ini masih belum mencukupi.

“Sebagaimana diketahui, bahwa kapasitas produksi minyak goreng IKM kita masih terbatas. Sehingga masih harus dikomplemen dengan minyak goreng pabrikan. Tapi semua produksi IKM telah terserab semua dan telah dibagikan di sejumlah daerah. Baru kekuranganya nanti dipenuhi lewat barang pabrikan, tentu dengan perhitungan pagu anggaran/harga yang telah disesuaikan,” jelas Nuryanti.

Pihaknya berjanji akan terus mendorong peningkatan kuota produksi Industri Kecil Menengah (IKM) di NTB. Termasuk dengan bentuk memberikan support permesinan untuk IKM.

Sehingga ditargetkan pada bulan ke III (Juni 2020) nanti, 100 persen paket bisa terpenuhi dari IKM lokal NTB.

“Seperti kata pak Gubernur NTB, dengan pola Learning By Doing, Insya Allah IKM kita akan terus bertumbuh. Dan akhirnya bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan di NTB. Tapi mampu men-supplay kebutuhan nasional, bahkan mampu menjadi produk ekspor,” tandas Nuryanti.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Merupakan Program Berdampak Jangka Panjang

JPS Gemilang harus juga mendatangkan manfaat dalam jangka panjang. Yaitu, mendorong tumbuh-kembang industri-industri yang saat ini sedang bertunas di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Industri minyak kayu putih, industri teh kelor, dan industri lainnya di NTB yang sedang tumbuh membutuhkan dukungan, agar bisa tumbuh dengan baik.

Ibarat anak di masa pertumbuhan, yang membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.

“Jika dibiarkan tanpa dukungan, bisa jadi pertumbuhannya akan terkendala. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan di balik keputusan Pemprov NTB memasukkan komoditas-komoditas ini dalam paket bantuan JPS Gemilang,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Minggu (26/04/20) malam.

Najamuddin menjelaskan, tentu saja kebutuhan pangan dan kebutuhan akan minyak kayu putih dan industri lainnya tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Jika dilihat dari skala kebutuhan, pangan tetaplah berada di nomor satu.

“Karena tanpa makan, manusia akan mati. Tapi, sekali lagi, bantuan JPS Gemilang tidak semata-mata bertujuan untuk menyelesaikan kebutuhan pangan sesaat,” ujarnya.

JPS Gemilang harus juga mendatangkan manfaat dalam jangka panjang. Yaitu, mendorong tumbuh-kembang industri-industri yang saat ini sedang bertunas di NTB.

Najam mengatakan, pada gilirannya program ini juga akan mendatangkan manfaat berupa meningkatnya penghasilan masyarakat.

Jika industri minyak kayu putih, industri teh kelor dan lainnya tumbuh dan membesar, pelaku industri dan petani lokal di NTB akan memiliki sumber penghasilan yang memadai.

“Dengan demikian, secara tidak langsung kita telah membuat para petani lebih berdaya secara ekonomi,” imbuhnya.

Najamuddin mencontohkan, di Kabupaten Lombok Utara, terdapat Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Pade Tunaq dan Tenem dan 122 KTH lainnya yang mendapatkan manfaat dari masuknya komoditas minyak kayu putih dalam paket sembako JPS Gemilang.

Dalam satu KTH minimal beranggotakan 15 orang.

“Berarti ada sekitar 1.830 anggota KTH yang ikut merasakan manfaat ekonomi dari program ini,” ujarnya.

Dikatakan Najam, ketika petani berdaya secara ekonomi, maka pemenuhan pangan mereka secara tidak langsung juga akan lebih mudah terpenuhi.

Dengan kata lain, JPS Gemilang juga akan berakhir pada muara yang sama, yaitu membuat masyarakat NTB mendapatkan kebutuhan hidupnya.

Bedanya, memberikan pangan saja hanya akan memenuhi kebutuhan mereka sesaat.

“Lain cerita kalau kita mendorong mereka untuk memiliki dan menjadi bagian dari industri yang kuat. Maka hal itu akan mendatangkan manfaat dalam jangka waktu yang lebih lama,” ujar Najamuddin.

AYA/HmsNTB