270 Ribu KK di NTB Mulai Terima BST Dari Kemensos

Jumlah KK yang memperoleh bantuan BST di NTB sebanyak 270.005 KK. Penyalurannya dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial mulai  disalurkan kepada masyarakat NTB yang sudah masuk dalam data.

Agenda peluncuran penyaluran BST ini digelar di Kantor POS Mataram, Rabu (06/05/20) pagi.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang hadir dalam kesempatan itu mengungkapkan, program BST ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk menanggulangi dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.

“Hari ini, NTB sudah mulai menerima bantuan pemerintah BST dengan jumlah Rp 600 ribu per KK. Hal ini patut kita syukuri, semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat kita untuk melawan pandemi COVID-19,” ungkap Wakil Gubernur.

Wagub mengingatkan,  wabah COVID-19 ini tidak seperti penyakit-penyakit lainnya. Untuk menghentikan wabah ini butuh kerjasama yang baik antara pemerintah dengan masyarakat.

“Ujian ini sungguh-sungguh membutuhkan kedisiplinan dari kita, konsistensi, kesabaran, sinergi, gotong-royong dan lainnya. Penanganan secara medis saja tidak cukup, penangan secara ekonomi juga tidak cukup kalau tidak dibarengi dengan mental yang positif,” tuturnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah agar musibah ini cepat berlalu harus dimulai dari diri sendiri. Ia meminta agar masyarakat mengikuti aturan-aturan pencegahan wabah COVID-19.

“Untuk membuat musibah ini cepat berlalu adalah harus dimulai dari diri kita sendiri. Sederhana saja, kita selalu menggunakan masker jika kita berada di luar rumah, dengan menjaga jarak, sering cuci tangan,” jelasnya.

Ia meyakini, jika seluruh masyarakat mengikuti protokol kesehatan COVID-19 ini, maka NTB dapat terbebas dengan cepat dari wabah ini.

Ke depan, pemerintah akan tegas terhadap masyarakat yang tidak mengikuti protokol Kesehatan COVID-19 ini.

Salah satunya dengan mewajibkan pengguanaan masker demi kebaikan bersama, karena penggunaan masker sangat efektif untuk mencegah penularan COVID-19 ini.

“Pemerintah akan mendorong masyarakat untuk wajib menggunakan masker, tidak boleh ditawar-tawar lagi karena penggunaan masker dapat menurunkan risiko penularan hingga 70 persen. Maka dari itu pada sat di luar rumah, wajib menggunakan masker,” tegas Umi Rohmi, sapaan akrabnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik mengatakan jumlah KK yang memperoleh bantuan BST di NTB sebanyak 270.005 KK. Penyaluran ini dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

“270.005 KK ini mendapat BST selama tiga bulan, kita berharap masyarakat menggunakan dana ini dengan baik sesuai dengan apa yang dihajatkan bapak Presiden dan juga Menteri Sosial,” tuturnya.

Dihrapkan,  aparatur pemerintah menjalankan amanat bantuan sosial ini dengan sebaik-baiknya,

AYA/HmsNTB




Gugus Tugas Lombok Utara, Jelaskan Kegiatan Pencegahan Penyebaran Covid-19

KLU.lombokjournal.com  —  Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaten Lombok Utara, menjelaskan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan secara komprehensif dan sinergis.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara,” jelas Evi Winarni, M.Si, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, pada wartawan saat jumpa pers secara daring, bertajuk ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’ di Tanjung,  Selasa (05/05/20).

Plt. Asisten Administrasi Umum Setda KLU itu menjelaskan, dalam kegiatan yang berlangsung secara berkala, tanggal 25 April – 3 Mei 2020, dilaksanakan pengamanan dan pengecekan suhu tubuh pada 3 kawasan perbatasan KLU, yaitu Pusuk Pas, Klui Malaka dan Loloan Bayan.

“Pada periode tanggal yang sama juga telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum yang ada di Lombok Utara,” kata Evi.

Kegiatan berkala lainnya yang telah dilaksanakan, yaitu;

  • Tanggal 25-26 April 2020; penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19 sekaligus penertiban penataan jarak lapak antar pedagang di Pasar Tanjung.
  • Tanggal 28 April 2020; penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, dan penertiban penataan jarak lapak antar  pedagang serta pembagian masker di Pasar Tanjung.
  • Tanggal 29 April 2020; penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, dan penertiban penataan jarak lapak antar  pedagang di Pasar Tanjung dan Pasar Pemenang.
  • Tanggal 30 April 2020 ; kegiatan imbauan dan sosialisasi oleh Satgas Kecamatan Pemenang bersama FORKOPIMDA agar warga untuk sementara waktu tidak sholat berjamaah tarawih dan jumatan di masjid.
  • Tanggal 30 April, 2020; edukasi langsung dengan masyarakat pengunjung dan pedagang di Pasar Ancak terkait Covid-19 sekaligus penyerahan masker dari Satgas Kab pada Satgas Kecamatan di Desa Bayan.
  • Tanggal 1 – 4 Mei 2020; penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, dan penertiban penataan jarak lapak antar pedagang di Pasar Tanjung dan Pasar Pemenang.
  • Tanggal 2 Mei 2020 ; penataan jarak lapak antar pedagang dan area parkir serta sosialisasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19 sekaligus pembagian masker di Pasar Mingguan Batu Keruk, Desa Akar Akar, Kec. Bayan.
  • Tanggal 4 Mei 2020; tracing contact terhadap pasien terkonfirmasi positif Covid di Wilayah Santong Kec. Kayangan, dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan koordinasi dengan Puskesmas, Satgas Keecamatan dan Satgas Desa.
  • Tanggal 4 Mei ; edukasi dan pembagian masker di Dusun Mentari Timur.
  • Tanggal 4 Mei 2020; pemeriksaan RDT kontak erat dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di semua wilayah Puskesmas, dengan rincian :

Bayan : 150 orang; Senaru : 150 orang; Santong : 50 orang; Kayangan : 100 orangTanjung : 3 orang; Gangga: nihil; Pemenang : 50 orang, dan  Nipah : 45 orang.

Evi Winarni menjelaskan, selain kegiatan berkala yang dilakukan  Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaten Lombok Utara, juga melakukan tindakan medis, yang meliputi;

Rapid test terhadap santri yang datang dari Ponpes Al Fatah Magetan  di Gili Indah pada tanggal 28 April 2020 dengan hasil 1 orang reaktif. Hal sama dilakukan terhadap 2 orang yang kontak erat dengan pasien  Tn. “A” di Desa Teniga telah dilakukan 2 kali dan hasilnya non reaktif.

Terhadap 58 orang klaster Magetan juga dilakukan Rapid test terhadap dengan hasil 9 orang reaktif dan 49 orang non reaktif.

apid test juga dilakukan terhadap 35 orang yang sempat kontak dengan pasien positif Covid-19 di Dusun Lendang Mamben, Bayan dengan hasil 9 orang reaktif.

Gugus Tugas juga menjelaskan perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 4 Mei 2020 di KLU :

PPTG (Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala) : 977 orang; OTG (Orang Tanpa Gejala) : 218 orang; ODP (Orang Dalam Pemantauan) : 212 orang; OSDP (Orang Selesai Dalam Pemantauan) : 66 orang; . PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 6 orang; PSDP (Pasien Selesai Dalam Pengawasan) : 19 orang; Positif : 15 orang;  Sembuh : 1 orang.

Ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan Lombok Utara sebanyak 1000 unit untuk kontak listing pasien terkonfirmasi di seluruh Wilayah KLU.

Bantuan Pemerintah Daerah  (Dana BTT)

Dalam kesempatan jumpa wartawan itu, Evi juga mengungkapkan pemberian bantuan Pemerintah Daerah berupa pemberian masker;

Jumat, 24 April 2020, 1000 masker ke Desa Malaka; Sabtu, 25 April 2020, masing-masing 1000 masker ke Desa Akar-akar, Sambik Elen, Bayan dan Senaru; Sabtu, 25 April 2020, 500 masker ke Desa Teniga; Selasa, 28 April 2020, 500 masker ke Desa Gondang;

Selasa, 28 april 2020, masing-masing 1000 pcs ke Desa Kayangan dan Santong; Selasa, 28 April 2020, 700 masker ke Desa Pemenang; Jumat, 1 Mei 2020, masing-masing 1000 masker ke Desa Mumbul Sari, Anyar dan Medana; Sabtu, 2 Mei 2020, masing-masing 1000 masker ke Desa Dangiang dan Akar Akar.

“Juga disalurkan kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif bantuan sembako sebanyak 96 paket sembako,” jelas Evi.

Lebih jauh diungkapkan, Gugus Tugas juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tempat-tempat keramaian seperti Pasar dan Jalan Raya.

“Juga dilakukan penyemprotan disinfektan di beberapa wilayah pada minggu sebelumnya,” katanya.

Bantuan lembaga/instansi wisata

Pada awal Mei juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari lembaga maupun instansi swasta, seperti  pembagian sembako kepada 16 keluarga KLU di Desa Malaka, pasien yang terdeteksi reaktif dan sedang di karantina di Unit Pelayanan Karantina, hari Sabtu, 2 Mei 2020.

Bantuan itu dari Kapolda NTB yang diserahkan Kapolsek Pemenang  dan Kanit Binmas Polsek Pemenang. Pada hari Senin, 5 Mei 2020,  telah diterima bantuan berupa sepatu bot dari 4 pasang untuk Puskesmas Bayan.

“Pada tanggal yang sama telah diterima bantuan berupa APD dari FKM Undikma Mataram,” kata Evi.

Rr/HmsproKLU                                      




Di Tengah Wabah Covid-19, Gugus Satgas Penanganan Covid Lobar Gelar Tactical Floor Game

Semua unsur terkait yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19, harus terus berkoordinasi

LOBAR.lombokjournal.com —  Forum Komunikasi Pimpinanan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Barat, menggelar simulasi Tactical Floor Game (TFG) Sispam kota antisipasi situasi Kontijensi jika terjadinya peningkatan status Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat, di gedung Patria Mapolres Lombok Barat, Senin (04/05/20).

Tactical Floor Game menjelaskan tentang pola penempatan kekuatan pasukan jika terjadi suatu insiden di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satriyo Wibowo mengatakan, melalui TFG Sispamkota ini dibahas berbagai strategi dan langkah yang harus dilakukan bersama.

Tujuannya, mengantisipasi terjadi situasi kontijensi terhadap kondusifitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Lombok Barat di tengah pandemi Covid-19 saat ini, terlebih jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Kabupaten Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan, dengan adanya perkembangan informasi pada saat rapat terbatas di Kantor Gubenur tentang Rencana Penerapan PSBB di wilayah NTB khususnya Kota Mataram dan Lombok Barat.

Sehingga jika terjadi polemik maka kita sudah menyiapkan langkah-langkah mengambil tidakan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M., menambahkan, kita lintas sektoral terdiri, dari semua unsur terkait yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19, harus terus berkoordinasi.

Dan tetap solid dalam menjalin serta meningkatkan sinergitas, bekerjasama untuk turut andil dalam semua kegiatan termasuk simulasi TGF.

Hal ini sangat bermanfaat nantinya mengantisipasi dan menghadapi perkembangan situasi yang terjadi.

“Apabila ada perubahan situasi kontijensi kita sudah siap bertindak sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” jelas Dandim.

“Harapan kami semua, agar Dinas Sosial selalu mengupdate data sehingga dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Dandim.

Turut hadir mengikuti kegiatan tersebut, Ketua DPRD Lobar, Kalak BPBD, Kajari Mataram, Kadis Damkar, Kadishub Lobar, Kadis Kesehatan Lobar, Pihak PLTU, ASDP, PELINDO dan KSOP, Pihak PLTG Jranjang, Kasat Pol PP Lobar, Kapolsek Sekabupaten Lobar, Danramil se wilayah Lobar serta Tamu undangan Lainya.

AYA




Pembatasan Sosial Berskala Besar Dirawarkan Untuk Kota Mataram dan Lobar

“Selain PSBB, kami tawarkan Pembatasan Waktu Masyarakat Bersosialisasi. Tentunya dengan syarat, kita semua harus benar-benar melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 ini,” kata Wagub

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menawarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Penerapan PSBB pada kedua daerah tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9/2020  tentang  Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Permenkes tersebut menyatakan, penerapan PSBB didasarkan pada empat kondisi. Pertama, peningkatan jumlah kasus menurut waktu. Kedua, penyebaran kasus menurut waktu. Ketiga, kejadian transmisi lokal.

Dan Keempat, kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana prasarana kesehatan, anggaran dan operasionalisasi jaring pengaman sosial da aspek keamanan.

“Kami tawarkan kepada Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat untuk menerapkan PSBB. Kalau memang kita sepakati, mari kita terapkan,” seru Gubernur NTB pada saat menggelar rapat terbatas di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Minggu (03/05/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah yang juga sebagai Ketua Satgas Covid-19 NTB menawarkan cara lain, seperti Pembatasan Waktu Masyarakat Bersosialisasi (PWMB) sebagai pendukung pencegahan Covid-19 di NTB.

Contohnya, dari pukul 06.00 WITA, masyarakat dapat bersosialisasi, bepergian mencari bahan penopang hidup dan kepentingan yang sangat mendesak.

Tentunya, itu semua dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dan petugas secara ketat melakukan razia masker.

Sedangkan, dari pukul 16.00 sd 20.00 masyarakat yang boleh bersosialisasi berada di luar rumah dibatasi, utamanya yang berumur 20 tahun sampai dengan 50 tahun, dan harus disiplin menerapkan protokol Covid-19.

“Selain PSBB, kami tawarkan Pembatasan Waktu Masyarakat Bersosialisasi. Tentunya dengan syarat, kita semua harus benar-benar melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 ini,” kata Wagub.

Menanggapi tawaran tersebut, Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh mengatakan bahwa, Kota Mataram memiliki program penanganan Covid-19 berbasis lingkungan.

“Kami di kota Mataram Alhamdulillah sudah memberlakukan penanganan Covid-19 berbasis lingkungan, mulai dari pemberlakuan jam malam hingga mengawasi orang yang keluar masuk kota Mataram,” ungkap Walikota.

Menurut Ahyar Abduh, tawaran PSBB kepada kota Mataram tersebut akan dikaji lebih dalam lagi. Mengingat, Kota Mataram menunjukkan angka Covid-19 paling tinggi di NTB.

Senada dengan Kota Mataram, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Halid, S.Ag, M.Si mengatakan PSBB tersebut harus di pertimbangan secara matang, dan perlu ketersediaan sosial ekonomi.

“Pada intinya, sikap seluruh bupati/walikota harus sama, kita harus pikirkan juga ketersediaan ekonomi, yang kami takutkan, dengan PSBB tersebut akan ada perlawanan dari masyarakat,” ujar Fauzan Khalid.

AYA/HmsNTB




Minyak Kayu Putih Jadi Paket Suplemen JPS Gemilang? Ini Penjelasannya

“NTB punya tiga industri minyak kayu putih, dan ini adalah bukti NTB bisa. Item minyak kayu putih masuk dalam paket JPS Gemilang tentunya masyarakat yang terlibat dalam industri ini bisa sejahtera, ini adalah  kebanggaan produk lokal kita,”  kata Najamuddin

MATARAM.lombokjournal.com – Pemerintan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB)  telah mewujudkan industrialisasi di bidang kehutanan, tiga pabrik minyak kayu putih telah hadir di Pulau Lombok dan Sumbawa.

‘’Sudah ada tiga unit pabrik minyak kayu putih yang berada di KPH. Di Lenangguar dekat Klui dan Bentek KLU. Satu lagi di KPH Batulanteh Sumbawa,’’ sebut Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM, Sabtu (2/5/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

“NTB punya tiga industri minyak kayu putih, dan ini adalah bukti NTB bisa. Item minyak kayu putih masuk dalam paket JPS Gemilang tentunya masyarakat yang terlibat dalam industri ini bisa sejahtera, ini adalah  kebanggaan produk lokal kita,” ujarnya.

Ini juga sesuai dengan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, dimana isi paket bantuan sembako JPS Gemilang menggunakan produk-produk IKM dan UKM lokal di NTB.

Semua ini bertujuan untuk menggairahkan para petani dan menggerakkan IKM/UMKM lokal agar tetap berproduksi di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

‘’JPS Gemilang menggunakan produk lokal, kita tidak pesan dari luar daerah, karena sebenarnya petani, IKM dan UMKM kita mampu memproduksinya. Otomatis, perekonomian kita juga akan bergairah di NTB,” jelas Najam.

Khusus untuk minyak kayu putih, dari uji laboratorium oleh Balai BPOM, minyak kayu putih NTB adalah kualitas super dengan kadar Sineol 68 persen.

Hal itu masuk dalam kategori SNI 354 : 2014 yang merupakan level super. Artinya produk kayu putih di NTB menjadi salah satu kualitas terbaik di Indonesia.

Menurut Najam, potensi pengembangan minyak kayu putih cukup besar di NTB.

“Hadirnya industri minyak kayu putih ini akan menjamin kesejahteraan masyarakat.  Untuk itu, pemerintah hadir dan JPS Gemilang adalah salah satu ikhtiar pemerintah dalam menghidupkan sektor Industri tersebut,” terangnya.

Dansir dari berbagai sumber, minyak kayu putih memang memiliki banyak manfaat. Minyak kayu putih dapat meredakan masalah pernapasan, mengurangi sakit kepala, mengatasi gejala pilek, meringankan nyeri sendi dan otot, menjaga keaehatan gigi serta bisa menjadi  aromaterapi.

Manfaat lainnya juga bisa dirasakan dari seluruh kalangan usia. Mulai bayi, anak2, remaja, orang dewasa dan para lansia. Alangkah membanggakannya jika yg kita pakai adalah hasil dari ukm/ikm saudara2 kita di NTB.

AYA/HmsNTB




Pengalaman NTB Dapat Tangani Pandemi Covid-19 Dengan Cepat

Menyakinkan masyarakat supaya patuh terhadap himbauan pemerintah menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah tersebut. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari masyarakat itu sendiri

MATARAM.lombokjurnal.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, Provinsi NTB memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam hal menangani bencana.

Doni Monardi

Hal itu terlihat bagaimana NTB segera bangkit dari bencana gempa bumi tahun 2018 lalu. Sehingga recovery pasca gempa selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Dengan modal itulah, NTB akan menjadi daerah yang lebih cepat menangani penyebaran wabah corona.

“Bukan saja cepat dalam penanganan aspek kesehatan tapi juga penanganan kebutuhan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat,” ungkap Doni Monardo, Sabtu (02/05/20).

Doni meyampaika itu saat memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference bersama 12 gubernur se-Indonesia,  yang juga diikuti Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah,

Menurut Doni, kekuatan NTB terletak pada kekompakan pemerintah dengan masyarakat begitu besar.

Sehingga menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19 akan lebih cepat jika dilakukan dengan kekuatan bersama.

“Semoga kekompakan di daerah NTB bisa terus dijaga dan mudah-mudahan berjalan terus untuk mempercepat penanganan penyebaran Covid-19,” ungkapnya sekaligus Ketua Gugus Tugas Pusat.

Doni  juga mengajak serta mendorong seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, seniman dan pemuda serta kelompok masyarakat lain untuk memberi edukasi secara masif kepada masyarakat, dengan lebih banyak informasi yang dapat membangun optimisme.

Mengajak masyarakat agar bersama melawan Covid-19 dengan tindakan yang sederhana yaitu tetap mematuhi segala himbauan pemerintah.

Dikatakannya, menyakinkan masyarakat supaya patuh terhadap himbauan pemerintah menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah tersebut. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari masyarakat itu sendiri.

“Kalau kita disiplin terhadap himbauan, maka kita dapat meminimalisir jatuhnya korban yang banyak. Sebaliknya, jika kita mengabaikan maka tidak mehutup kemungkinan korban akan terus bertambah,” tegas jenderal. Dengan demikian, kalau himbauan pemerintah tidak dipatuhi dengan kesadaran masing-masing maka otomatis situasi semakin panjang. Sehingga waktu pemerintah untuk berperang melawan penyebaran wabah corona semakin lama.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, menindaklanjuti perintah presiden Jokowi bahwa Pemerintah NTB sudah membagi dua kegiatan dalam mempercepat penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi

Pertama, kegiatan yang berkaitan dengan persoalan bagaimana mengatasi pandemi Virus Corona dengan teknis kesehatan. Kedua, bagaimana mengatisipasi dampak sosial ekonomi.

“Karena dampak sosial ekonomi saat ini, benar-benar dirasakan oleh masyarakat. karena itu, pemprov sudah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dengan program JPS gemilang,” jelas gubernur yang akrab disapa Dr.Zul.

Walupun ruwet dan banyak yang complaint, kata Dr. Zul, Kami bisa memberanikan diri dengan memberi bantuan tidak dalam bentuk cash tapi dalam bentuk produk-produk lokal

“Alhamdullah sangat membantu sehingga geliat UKM-UKM semakin meningkat. Kami ingin membangun UKM-UKM di daerah kita sendiri,” kata gubernur dengan bangga.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, perkembangan Covid-19 di NTB dipengaruhi oleh beberapa klaster. Di antaranya, klaster jakarta, bogor, gowa dan lain-lain.

Namun penambahan kasus Covid-19 di NTB memang didominasi oleh klaster Gowa. Menariknya, 70 persen tidak menunjukan gejala. 30 persen menunjukan gejala. Dengan begitu, ini menjadi  tuntunan pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang tepat.

“Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota sangat baik. Sehingga kita dapat mencegah penyebaran yang lebih lanjut dan dapat diminimalisir dengan baik. Karena yang kita takutkan adalah transmisi lokal. Tapi segala SOP protokol Covid-19 sudah dilakukan di NTB,” jelas Wagub dihadapan Kepala BNPB.

 man@kominfo




Pelabuhan Lembar Tutup Akses untuk Penyeberangan Penumpang dan Mobil Pribadi

Penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemprov Bali kembali mempertegas kebijakan pengendalian pintu masuk menuju Provinsi tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster tertanggal 30 April 2020, menandatangani pengetatan akses penyebrangan ke Provinsi Bali, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Poin penting dari surat tersebut, yaitu seluruh kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil pribadi, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor serta pejalan kaki yang masuk/keluar wilayah Bali agar dilarang menyebrang di seluruh pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bali.

Menindaklanjuti surat Gubernur Wayan Koster, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs.Lalu Bayu Windia, M.Si mengatakan, mulai hari Kamis tanggal 30 April pukul 00.00 Wita, Pelabuhan Lembar telah ditutup untuk akses kendaraan penumpang.

“Malam ini (Kamis malam-red) tiket penumpang pejalan kaki motor dan mobil pribadi di tutup di Pelabuhan Lembar,” kata Bayu, Kamis (30/04/2020).

Namun pembatasan layanan transportasi tidak berlaku bagi kendaraan dinas operasional dengan TNKB TNI atau Polri, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, kendaraan penumpang/logistik dengan tidak membawa penumpang, kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka penanganan Covid-19 atau dalam rangka kedaruratan lainnya.

Pembatasan layanan transportasi ini dikecualikan juga untuk kendaraan angkutan untuk repatriasi PMI dari luar negeri, menuju daerah masing-masing yang dilengkapi dengan surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji rapid test atau PCR.

Begitu juga penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Pemprov NTB meminta masyarakat agar senantiasa mematuhi aturan pemeritah untuk kepetingan pengendalian Covid-19. Termasuk larangan mudik di momentum puasa dan lebaran tahun ini.

“Setiap pemeritah daerah, termasuk Pemprov NTB memiliki sejumlah upaya yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai Covid-19 ini. Tidak ada lain, tujuannya untuk mempercepat agar pandemi ini segera berakhir,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Peningkatan Positif Covid-19 di KLU, Pemda KLU Terbitkan Surat Keputusan Bersama

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel (Czi). Efrijon Kroll menyampaikan, latar belakang melaksanakan SKB ini untuk mematangkan pencegahan penyebaran Covid-19. Artinya memutus mata rantai Covid-19

TANJUNG,lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH, menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Dandim 1606/Lobar Kolonel (Czi), Efrijon Kroll, Ketua DPRD Nasrudin, SH.I, Kapolres AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Ketua MUI TGH. Abdul Karim, dan unsur Kantor Kementerian Agama di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (29/04/20).

Penandatangaan keputusan bersama itu untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Isi SKB yang dibacakan langsung oleh bupati usai ditandatangani tersebut antara Pemda KLU, DPRD KLU, Kodim 1606/Lobar, Polres Lombok Utara, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia, tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idhul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di Tengah Pandemi Covid-19.

Bupati menegaskan, seyogianya semua pihak turut menciptakan dan menjaga kondusivitas kehidupan beragama dengan tetap mengedepankan Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyari’ah.

Senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah, terkait pencegahan Covid-19 untuk dapat dipatuhi dalam rangka menekan laju penyebaran virus Covid-19 di KLU.

“Dari hari ke hari yang terpapar positif corona (Covid-19) di KLU bertambah. Karena itu, KLU dinyatakan sebagai daerah tanggap darurat. Kita ikhtiar bersama, mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Bupati menyatakan agar sementara waktu meniadakan sholat Jum’at, dan menggantinya dengan sholat Zuhur di rumah, meniadakan sholat tarawih dan kegiatan ibadah lainnya di masjid, serta meniadakan kegiatan adat dan lainnya yang melibatkan orang banyak.

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel (Czi). Efrijon Kroll menyampaikan, latar belakang kita melaksanakan SKB ini untuk mematangkan pencegahan penyebaran Covid-19. Artinya memutus mata rantai Covid-19.

Peningkatan Pasien Positif Covid-19

Sudah mulai ada peningkatan jumlah yang positif menjadi 11 orang, tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi yang menangani yaitu Dinas kesehatan termasuk tim yang tergabung dalam gugus tugas.

“Sudah banyak negara yang me-lockdown dan PSBB, mungkin kita juga arahnya ke sana. Tetapi, semoga kita tidak sampai ke sana apabila kita bersatu di sini, melalui SKB kita bergandengan tangan, secepatnya memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Ditambahkannya, dari gagasan terbentuk SKB ini mesti ada tindakan lanjut turun ke lapangan melibatkan semua pihak. Mulai pengetahuan atau edukasi tentang Corona seperti apa keganasan atau dengan penayangan video contoh penanganan Corona maupun pasien yang telah sembuh.

“Harapan kita, semua bisa menyadari arti pentingnya pencegahan daripada pengobatan,”  tutupnya.

Dalam pada itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH menyampaikan penjabaran dari SKB dengan pemantapan satuan tugas dari kabupaten sampai tingkat desa, karena di desa punya Babinkantibmas dan Babinsa.

“Adapun yang maju lebih awal adalah satuan tugas tingkat desa. Ada MUI, Depag, minimal enam unsur yang terlibat, terstruktur, sistematis, dan terjadwal. Kita tidak melakukan pendekatan hukum tapi pendekatan sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH menjelaskan Satgas (Gugus Tugas Covid-19) sudah sampai di tingkat desa sehingga tinggal kita perkuat saja. Kita buat rencana yang jelas, dan buat panduan bersama sehingga langkahnya sama antara desa, kecamatan dan kabupaten.

“Hari ini, 22 orang pasien yang kita pulangkan, dijemput Satgas Desa bersama Satgas Kecamatan sehingga kita memperkuat saja,” ujarnya.

Diharapkan, pencegahan terhadap pandemi Covid-19 bisa terlaksana dengan kerja sama semua pihak.

Adapun Ketua MUI KLU TGH Abdul Karim menyoroti  pelaksanaan SKB di lapangan, jika ada kesannya sulit, mohon tetap dengan persuasif untuk tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, berkomunikasi lebih nyaman.

“Selama kita melakukan imbauan kepada masyarakat tentang sholat Jum’at ataupun Tarawih kita harus tetap persuasif. Semoga tugas bagi kita semua, wabil khusus TNI dan Polri tetap pendekatan sehumanis mungkin, tetapi tujuan tercapai,” harapnya.

Acara penandatanganan SKB diakhiri dengan foto bersama antar enam komponen. Adanya SKB diharapkan menjadi panduan untuk mencegah mewabahnya Covid-19 di Lombok Utara.

api




Memutus Mata Rantai Covid-19, Masyarakat Harus Patuhi  Pemerintah dan Ulama

Kunci dari terhindarnya kita dari Virus Corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati

MATARAM.lombkjournal.com —  Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, TGH. L. Turmudzi Badaruddin meminta masyarakat NTB untuk senantiasa mematuhi Himbauan Pemerintah dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Hal itu sebagai salah satu upaya serius kita dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di NTB.

Dikatakan, himbauan pemerintah dan fatwa majelis ulama indonesi dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 diantaranya, tidak melakukan jabat tangan, karena Virus ini dapat menular melalui bersentuhan.

Selain itu, juga dianjurkan untuk selalu di Rumah, melakukan aktivitas ibadah di rumah, khususnya di bulan Ramadan ini.

Untuk itu, pengurus besar Nahdlatul Ulama NTB ini meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Selalu mencuci tangan dengan Sabun, dengan Handsanitaiser dan tisu basah.

“Islam selalu menganjurkan kita untuk selalu bersih. Bahkan kita mencuci tangan minimal lima kali sehari dengan berwudu,” ujarnya, di Ponpes Qomarul Huda, Rabu (29/04/20).

Menurutnya, kunci dari terhindarnya kita dari Virus Corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati.

“Insyaallah kebersihan badan dan kebersihan hati, kita akan terhindar dari Virus ini,” tandasnya.

Selain itu, Ia juga meminta masyarakat NTB, khususnya yang beragama islam, untuk memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk memperbanyak do’a, agar wabah Virus Corona ini segera berakhir.

“Mari kita perbanyak do’a dan melakukan Qunut Nazilah setiap sholat waktu agar kita dijauhkan dari segala macam balak,” katanya.

Mawardi




Jubir Gugus Tugas Covid-19 Ungkapkan Kegiatan Penanganan Pandemi Covid-19 di KLU

Gugus Tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com —  Juru bicara Gugus Covid-19 Kabupaten Lombok Utara (KLU), Evi Winarni, M.Si mengungkapkan, pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran pandemi virus corona oleh Gugus Tugas Covid-19 KLU, dilakukan dengan berbagai upaya

Langkah-langkah yang dilakukan secara umum berlangsung sinergis dan komprehensif bersama multipihak termasuk unsur TNI, Polri, PMI, Orari -Rapi dan lainnya.

Evi Winarni, M.Si

Penyampaian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Bidang Kehumasan/Juru Bicara itu dalam konferensi pers, terkait progress pengendalian pandemi Corona di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (28/04/20).

Konferensi pers yang dihelat sesuai prosedur protokol penanganan Covid-19 itu, selain dihadiri Koordinator Bidang Kehumasan/Jubir Gugus Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si, juga didampingi Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda KLU, Khairul Anwar, S.Kom, serta Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, M.A.

Evi Winarni memaparkan pula kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain pengamanan dan pengecekan suhu tubuh tiap orang di kawasan perbatasan pintu masuk KLU.

Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, pembagian masker, sosialisasi bahaya wabah corona serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19.

Upaya lainnya, Gugus Tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19.

Serta melaksanakan protap Covid-19 di pasar-pasar tradisional yang diawali dari Pasar Tanjung.

74 orang reaktif

Berdasarkan data tebaru dari Gugus Tugas Covid-19 KLU, telah dilakukan contact tracing kepada 337 orang untuk kemudian di-RDT (Rapid Diagnosis Test) dengan hasil ditemukan 74 orang reaktif.

Dari 74 orang berstatus reaktif tersebut, sejumlah 65 orang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19 KLU, serta 9 orang lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan puskesmas setempat  (Survailence dan TGC Puskesmas).

“Dari sejumlah 65 pasien reaktif yang sedang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19, telah dilakukan Swab terhadap 30 orang pada tanggal 25 April 2020. Swab juga dilakukan kepada 16 orang pada tanggal 27 April 2020,” tuturnya.

Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga terus memberikan bantuan sembako kepada keluarga pasien atau desa yang berkategori zona merah. Bantuan yang diberikan tersebut, bersumber dari pemerintah maupun para donatur.

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan itu juga menyampaikan anggaran penanganan Covid -19 di KLU mencapai Rp. 65.143.766.544, meliputi anggaran BTT (APBD Murni) sejumlah Rp. 1.250.000.000 dan Refocusing sejumlah Rp. 63.893.766.544.

“Sementara sampai saat ini anggaran yang sudah dikeluarkan ke BPBD, Dinsos, dan Dikes sejumlah Rp. 6.089.830.000,-,” imbuhnya.

Kegiatan konferensi pers ditutup dengan wawancara dari beberapa perwakilan pewarta dan berlangsung khidmat dalam suasana Ramadhan.

sid