Korem 162/WB Dengan PLN UIP Nusa Tenggara Salurkan Bantuan 2500 Paket  Sembako

Danrem menginstruksikan para Dandim di wilayah agar membantu mendata langsung masyarakat kurang mampu di wilayah masing-masing, termasuk masyarakat yang kehilangan pekerjaannya karena dampak dari Covid-1

MATARAM.lombokjournal.com —  Korem 162/WB menerima bantuan sembako dari PT PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19 di wilayah NTB.

Bantuan 2500 paket sembako diserahkan secara simbolis oleh General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, kepada Danrem 162/WB, bertempat di Koridor Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Jumat (08/05/20).

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menyampaikan terimakasih dan sangat mengapresiasi bentuk empati PT PLN kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak pandemi Covid-19.

Diharapkan, pada masa pandemi seperti ini semangat berbagi dapat terus berjalan. Apalagi saat ini tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan, tentu manfaat dan pahala yang berlipat ganda dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT.

“Semoga dengan adanya bantuan sembako ini dapat membantu ekonomi masyarakat, sehingga menjadi lebih bersemangat dan fokus melaksanakan ibadah puasa serta mengikuti imbauan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Danrem menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan para Dandim di wilayah agar membantu mendata langsung masyarakat kurang mampu di wilayah masing-masing, termasuk masyarakat yang kehilangan pekerjaannya karena dampak dari Covid-1.

Bantuan-bantuan baik dari pemerintah maupun swasta serta Para dharmawan lainnya, tersalurkan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh yang berhak, sehingga tidak tumpang tindih, tandas Danrem.

General Manager PT PLN UIP Nusa Tenggara Bapak Yuyun Mimbar Saputra dalam sambutannya mengatakan, bantuan sembako tersebut adalah bentuk kepedulian PT PLN terhadap masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid-19, lebih khusus masyarakat yang belum mendapat bantuan dari pemerintah.

Ia menyampaikan rasa terimakasih kepada Danrem 162/WB  dan Jajaran atas kerjasamanya, berkoloborasi dalam menyalurkan bantuan  kepada masyarakat khususnya yang kurang mampu dan terdampak Covid-19 di wilayah NTB.

“Semoga bantuan Paket sembako ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua,” harapnya.

Adapun yang turut hadir pada kesempatan tersebut, Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori, Beserta Para Kasi korem 162/WB  Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll,  Danyonif 742/SWY Letkol Inf. I Gede Putu Suwardana, Dan/Ka Pa Satdisjanrem 162/WB, Staf PT PLN ( Persero) NTB.

AYA




Swasta Ikut Gotong Royong Tangani Covid-19 di NTB 

Kolaborasi antara berbagai pihak tentu sangat dibutuhkan saat ini, salah satunya adalah kolaborasi dengan pihak swasta

MATARAM.lombokjournal.com —   Pemerintah Provinsi NTB menerima bantuan dari PT.Amman Mineral Nusa Tenggara (PT.AMNT), Jumat, (08/05/2020).

Bantuan berupa thermogun 2 unit, masker 6500 pcs, glove 200 pasang, rubber boots 40 pasang, sabun cuci tangan 150 pcs, dan vitamin C 2100 tablet, diterima Asisten I Setda NTB Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih yang mewakili Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB.

Selanjutnya, bantuan itu diteruskan kepada Kota Mataram, Lombok Timur dan Lombok Tengah, termasuk sebagian untuk warga yang membutuhkan.

Untuk Kabupaten Sumbawa dan KSB sebelumnya sudah dilakukan penyerahan bantuan dengan jumlah yang berbeda-beda.

Baiq Eva mengatakan, kolaborasi antara berbagai pihak tentu sangat dibutuhkan saat ini, salah satunya adalah kolaborasi dengan pihak swasta.

“Atas nama pemerintah provinsi NTB, saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan yang diserahkan kepada pemerintah Provinsi. PT. AMNT telah ikut berkomitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19 bersama pemerintah Provinsi NTB”, ucap Baiq Eva.

Zulkifli Fajariadi, Superintendent Public Affairs PT.AMNT, menyampaikan, PT. AMNT akan terus mendukung pemerintah NTB dalam menangani Covid-19,

“Kita akan terus bekerja sama dengan pemerintah, termasuk isolasi diri bagi karyawan kita yang ada di Mataram dan Sumbawa sebelum mulai bekerja. Hal inilah yang kami lakukan dalam rangka upaya pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan yang dibuat pemerintah dalam rangka menghindari penyebaran Covid-19.

“Semoga apa yang kami lakukan ini baik, khususnya di NTB, dan kita bisa sama-sama memutus penyebaran Covid-19 dan pandemi ini segera berakhir,” tambahnya.

AYA/HmsNTB




Asrama Haji NTB Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Rumah Sakit Darurat tersebut akan melayani pasien dengan kriteria OTG dan ODP dengan hasil swab positif, PDP ringan, serta pasien Covid-19 yang berusia 15 sampai 60  tahun tanpa gejala komorbid

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerinah Provinsi Nusa Tenggara Barat meresmikan rumah sakit darurat Covid-19 di Asrama Haji, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram. Peresmian rumah sakit darurat ini berlangsung Jumat (08/05/20).

Wakil Gubernur NTB, juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 NTB, Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalillah, mengapresiasi dan membanggakan seluruh dokter, perawat, cleaning service, yang telah berjibaku di garda terdepan menangani Covid-19.

RS darurat tersebut. Rumah Sakit Darurat Covid-19 memiliki kapasitas 82 kamar pasien dan 164 tempat tidur.

Wagub Hj Sitti Rohmi minta agar tenaga medis yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan.

“Kami tidak pernah mau ada tenaga kesehatan kita yang kemudian terkena Covid-19, maka dari itu, SOP harus sungguh-sungguh diperhatikan, semuanya harus termekanisme dengan baik,” jelasnya.

RS darurat Covid-19 ini diharapkan mampu menyembuhkan pasien lebih banyak lagi, dengan memberikan pelayanan terbaik.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada seluruh tenaga medis, semoga kita semua bisa cepat melalui ujian ini,” tutup Wagub

Pasien sembuh lebih banyak

Gubernur NTB Dr.H.Zulkielimansyah yang hadir saat itu mengaku bangga dengan seluruh tenaga medis yang menggunakan waktu dan pikirannya untuk berhadapan langsung dengan wabah Covid-19.

“Kita termasuk provinsi yang bisa menyembuhkan pasien lebih banyak dibandingkan provinsi yang lain, itu harus kita tingkatkan,” terang Gubernur Zul.

Hingga tanggal 7 Mei kemarin, jumlah pasien Covid-19 di NTB yang telah sembuh sebanyak 81 orang.

Diharapkan, kehadiran RS darurat ini mampu dimaksimalkan dan mampu menyembuhkan pasien positif lebih banyak lagi.

“Mudah-mudahan, kehadiran Rumah Sakit Darurat ini bisa kita maksimalkan, dan untuk seluruh pejuang kesehatan kita, harus diberikan perhatian yang lebih baik,” kata gubernur.

Direktur RSUD Provinsi NTB H.L.Hamzi Fikri, MM.,MARS menerangkan, Rumah Sakit Darurat tersebut akan melayani pasien dengan kriteria OTG dan ODP dengan hasil swab positif, PDP ringan, serta pasien Covid-19 yang berusia 15 sampai 60  tahun tanpa gejala komorbid.

“Untuk pasien dengan gejala sedang dan berat, tetap akan di rujuk ke rumah sakit rujukan yang ada di wilayah NTB ini.” Katanya.

AYA/HmsNTB




Video Conference Terkait Penanganan  Covid-19, Ini Penekanan Pangdam IX/Udayana

Pangdam IX/Udayana menyampaikan, bila terjadi Pandemi yang berkepanjangan agar mewaspadai kelangkaan logistiK, dan mulai diantisipasi dari sekarang melalui program ketahanan pangan, waspadai penyimpangan dukungan anggaran dari Pemda masing-masing

MATARAM.lombokjurnal.com —  Para Danrem Jajaran Kodam IX/Udayana melaporkan kondisi terkini penyebaran Covid-19, serta kesiapan Gugus Tugas dalam menangani Covid-19 di wilayah masing-masing, kepada Pangdam IX/Udayana melalui siaran Video Conference dari wilayah satuan masing-masing.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., Didampingi Kasrem 162/WB, Para Kasi Korem, Dan Ka Pa Satdisjan jajaran korem 162/WB, mengikuti Video Conference bertempat di ruang rapat Makorem 162/WB, Kota Mataram, Kamis (07/05,20).

Masing-masing Danrem Jajaran Kodam IX/Udayana menyampaikan laporannya tentang kondisi terakhir terkait penanganan Covid-19, baik dari jumlah PPTG, OTG, ODP, PDP dan terpapar Covid-19.

Selain itu, juga kesiapan rumah sakit dan tenaga medis, data kluster dan penyebarannya, penyaluran bantuan sosial dan langkah-langkah satuan di masing-masing daerah termasuk kesiapan personel satuan dalam mendukung upaya pemerintah daerah mencegah Covid-19.

Dijelaskan Danrem 162/WB, saat Video Conference Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., menyampaikan agar para Dansat di wilayah memahami betul apa yang menjadi tugas tanggungjawabnya dalam Gugus Tugas Covid-19.

Hl itu untuk membantu pemerintah daerah menangani penyebaran Corona Virus Desease di wilayah, dengan memaksimalkan pemberdayaan Gugus Tugas Covid-19 yang sudah dibentuk di Daerah masing-masing, tuturnya .

“Dalam hal penanganan penyembuhan pasien terpapar menjadi tugas tim medis, sedangkan yang menjadi tanggungjawab TNI adalah membantu melaksanakan pengamanan pintu masuk dan ruang isolasi karantina di wilayah, khusus ruang isolasi dan karantina perlu penguatan pengamanan,” katanya.

Pangdam menyampaikan, agar terus melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona termasuk tracking  Contak penyebaran virus dengan metode kluster, petakan wilayah terdampak sehingga kita fokus  untuk mengawasi dengan kemampuan kekuatan dimiliki.

Terkait keterlibatan TNI dalam pendampingan, pendataan dan pendistribusian Bansos, agar berkoordinasi   dengan steakholder terkait secara hirarki seperti dinas sosial diwilayah masing-masing.

“Pemerintah daerah sampai ke tingkat pemerintah desa/kelurahan, agar dipahami tentang mekanisne program JPS, saat pendistribusian agar dimonitor betul dan didukung dengan baik dari titik distribusi sampai ke sasaran,” ungkap Pangdam.

Danrem 162//WB menegaskan akan mempedomani, melaksanakan  semua petunjuk arahan Pangdam IX/Udayana, dan akan kami tegas kembali kesemua kodim jajaran.

Termasuk dalam memastikan betul kondisi  logistik yang dibutuhkan masyarakat, melakukan verifikasi data dan penyisiran agar data valid dan diyakinkan agar semua yang berhak mendapatkan Bansos sehingga tidak terjadi  kecemburuan yang berdampak timbulnya disinterkasi social.

Pangdam saat itu menekankan, dalam pelaksanaannya tetap pedomani Sop, protokol Cegah Covid – 19.

Serta memanfaatkan momen bulan puasa untuk menghimpun bantuan yang ada untuk disalurkan, seperti zakat fitrah agar sasaran ditentukan terkoordinasi dengan baik guna menghindari timbulnya permasalahan, harapnya .

Lebih lanjut, Benny  sapaan akrab Pati Bintang dua menyampaikan, bila terjadi Pandemi yang berkepanjangan agar mewaspadai kelangkaan logistiK, dan mulai diantisipasi dari sekarang melalui program ketahanan pangan, waspadai penyimpangan dukungan anggaran dari Pemda masing-masing.

Pangdam juga menekankan, agar membangun kesadaran masyarakat utk melindungi diri sendiri keluarga dan lingkungan dengan imbauan, sosialisasi.

Serta kampanye melaksanakan protokol kesehatan, dan menekankan agar tidak mudik serta maksimalkan peran humas wilayah satuan masing-masing. sebagai corong sosialisasi dan edukasi agar masyarakat mendukung program pemerintah.

“Agar mewaspadai kelompok tertentu yang memanfaatkan kondisi saat ini, yang dapat membuat stabilitas Kamtibmas menjadi tidak kondusif,”  kata Pangdam IX/Udayana.

AYA




Asrama Haji Dialihfungsikan Jadi RS Darurat Covid-19

Adanya tambahan RS Darurat Khusus Covid 19 ini, diharapkan  semua pasien Covid-19 di NTB mendapatkan tempat perawatan yang baik dan tepat, sehingga bisa mempercepat proses kesembuhannya

MATARAM.lombokjournal.com  —  Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan alternatif Asrama Haji di jl. Lingkar Selatan Mataram sebagai Rumah Sakit Darurat.

Dengan mengalihfungsikan menjadi RS darurat, pemerintah berharap pemanfaatan Asrama Haji dapat mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 di NTB, khususnya sebagai RS darurat rujukan khusus untuk menangani pasien yang terinfesi virus corona, terutama jika terjadi lonjakan.

“Ini adalah langkah pemerintah sebagai kesiapan dan alternatif rujukan  bagi pasien agar dapat ditangani secara intensif,” jelas Najamuddin Amy, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, di ruang kerjanya, Kamis (07/05/2020)

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB terus berikhtiarmeningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat. Sehingga diharapkan dengan segera beroperasinya Asrama Haji sebagai RS darurat akan mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 di NTB.

“Dengan kapasitas 82 kamar pasien dan 164 tempat tidur, RS Darurat ini akan melayani pasien dengan kriteria OTG dan ODP dengan hasil swab positif, PDP ringan yang terkonfirmasi positif, serta pasien positif Covid-19 yang berusia 15 tahun sampai 60 tahun tanpa gejala komobid.” jelas Najam

“Mari kita semua bekerja sama dan gotong royong, seluruh elemen masyarakat untuk dapat memutus mata rantai penularan virus corona, terutama untuk melindungi orang-orang terdekat kita,” harap Najam

Merujuk pada press release resmi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, pasien dengan gejala sedang dan berat tetap dirujuk ke RS Rujukan yang ada di seluruh wilayah NTB, baik RS rujukan utama (first line) maupun RS rujukan pendukung (second line).

Dengan adanya tambahan RS Darurat Khusus Covid 19 ini, diharapkan  semua pasien Covid-19 di NTB mendapatkan tempat perawatan yang baik dan tepat, sehingga bisa mempercepat proses kesembuhannya.

AYA/HmsNTB




Penyaluran JPS Gemilang Tahap II, Gubernur Zul Minta UMKM Lebih Banyak Dilibatkan

Ridwan Syah mengatakan niat Pemerintah Provinsi NTB sangat mulia karena melibatkan IKM dan UMKM. Namun harus diakui bahwa semua membutuhkan proses untuk memproduksi sesuai target pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com — Pemprov NTB bersiap-siap mendistribusikan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap kedua di Bulan Mei.

Poin penting dari rencana penyaluran JPS Gemilang tahap II, yaitu pelibatan lebih banyak lagi pelaku IKM atau UMKM.

Produk-produk mereka akan diserap untuk memberdayakan mereka di masa pandemi Covid-19 ini.

Gubernur Zulkieflimansyah

Hal tersebut mengemuka dalam rapat finalisasi rencana JPS Gemilang tahap II yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah bertempat di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (06/05/2020).

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, Asisten II, Asisten III dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTB.

Rapat ini membahas tentang produk apa saja yang akan digunakan dan memastikan apakah produk-produk tersebut cukup untuk dibagikan ke masyarakat penerima.

JPS Gemilang tahap kedua ini rencananya dibagikan tanggal 17-20 Mei atau sebelum hari Raya Idul Fitri.

Gubernur mengatakan JPS Gemilang adalah terobosan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Untuk pelaksanaan tahap kedua ini, harus lebih diperhatikan dan ditinjau lagi dari berbagai hal yang dirasa kurang ditahap sebelumnya.

“Permasalahan yang utama dalam pembagian JPS Gemilang ini adalah terkait data, produk dan distribusi.  Sekarang dicari cara yang betul-betul terukur agar semua masalah ini bisa diatasi” jelasnya.

Melanjutkan arahannya, Gubernur meminta agar bantuan tidak didistribusikan sebelum data-data penerima terverifikasi dan valid.

Di akhir pemaparannya, Gubernur mengusulkan JPS Gemilang tahap II ini produk yang diberikan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa disamakan.

Perbaikan Peyaluran JPS Gemilang II

Bersamaan dengan itu Asisten II Setda NTB Ridwan Syah mengatakan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam penyaluran JPS ini, seperti membuat pedoman umum sebagai patokan atau payung dari semua kegiatan yang dilakukan.

Ridwan Syah mengatakan niat Pemerintah Provinsi NTB sangat mulia karena melibatkan IKM dan UMKM. Namun harus diakui bahwa semua membutuhkan proses untuk memproduksi sesuai target pemerintah. Disamping itu juga sebaran UKM di NTB masih kurang merata dan harus menjadi perhatian di tahap II ini.

Dalam kesempatan ini juga, Ridwan Syah menekankan dalam proses distribusi harus dikemas dengan baik, untuk mengurangi kerusakan dari produk tersebut.

Dalam JPS Gemilang tahap II ini akan dibagikan kepada 125.000 KK di NTB. Sembako yang akan diberikan berupa beras, minyak goreng, ikan kering, abon ikan, dan garam. Selain itu juga dalam paket tersebut ada masker non medis dan beberapa suplemen seperti susu kedelai, teh kelor/ serbat jahe, minyak kayu putih, cengkeh, sabun cair/sabun batang.

AYA/HmsNTB




Skenario Intervensi Kebijakan Diperlukan Untuk Pengendalian Covid-19

Gubernur Zul menyampaikan,  penanganan Covid-19 di setiap kabupaten /Kota di NTB bisa berbeda dikarenakan kondisi di lapangan berbeda atau tidak sama persis

MATARAM.lmbokjournal.com —  Pertemuan sejumlah peneliti dari Universitas Mataram (Unram) dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (06/05/20), menekankan  skenario Intervensi kebijakan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di NTB.

Kolaborasi semua pihak akan sangat menentukan cepat atau lambatnya pemutusan mata rantai Covid-19 ini.

Dalam pertemuan itu, para peneliti  memaparkan sejumlah skenario penanganan Covid-19 di NTB.

Para peneliti memaparkan simulasi penanganan melalui permodelan pengendalian penyebaran Covid-19 dengan pendekatan sistem dinamik. Tujuannya, agar langkah-langkah antisipatif bisa dimaksimalkan oleh Pemerintah.

Dr. Haeril memaparkan, simulasi ini menggunakan Pendekatan Model SEIR (Susceptibles, Exposed, Infected, Recovered).

SEIR menggunakan pendekatan kepada kelompok individu yang rentan, kelompok terkena Covid-19 namun tidak tampak gejalanya, kelompok individu yang terinfeksi Covid-19 dan terakhir kelompok yang sembuh dari Covid-19.

Haeril menjelaskan, di NTB skenario Intervensi kebijakan sangat diperlukan dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Efektivitas kebijakan sangat tergantung dari komitmen masyarakat dan pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Masyarakat merupakan garda terdepan dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Para peneliti mengelompokkan tiga skenario, yakni Skenario Longgar dengan efektivitas implementasi intervensi 25 persen, skenario moderat dengan efektivitas implementasi intervensi 50 % dan Skenario ketat/wajib dengan efektivitas implementasi intervensi >75 persen.

“2000 an warga ( NTB) bisa terinfeksi jika intervensi longgar pada hari ke 145. Namun jika kita gunakan skenario moderat, terjadi terjadi perubahan yang sangat signifikan. Sebanyak 560-an warga yang akan terinfeksi di hari ke- 145,” ulas Dr. Haeril ketika menggunakan skenario moderat.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu lebih diprioritaskan ketimbang upaya penyembuhan dan pendeteksian.

“Bagaimana mengendalikan OTG dan PPTG, bagaimana mengedukasi masyarakat, sosialisasi besar-besaran. Kita akan mengatur rekayasa sosial masyarakat,” tutup Haeril.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan apresiasi kepada para peneliti yang telah berpartisipasi dengan membantu Pemerintah dalam menangani penyebaran pendemi Covid-19 di NTB.

“Teman-teman sudah punya pengalaman. Simulasi ini menarik, karena mencoba mengubah cara pandang kita menangani Covid-19. Sistem dinamik ini hanya tools, alat untuk mengubah pikiran sehingga kebijakan yang kita ambil tepat,” ujar Gubernur.

Gubernur Zul menyampaikan,  penanganan Covid-19 di setiap kabupaten /Kota di NTB bisa berbeda dikarenakan kondisi di lapangan berbeda atau tidak sama persis.

“Kita konsen pada penyebaran, namun juga kita konsen pada pada dampak sosial ekonomi nya. Masalahnya kini, kondisi di setiap Kabupaten /kota berbeda, secara objektif berbeda-beda, sehingga kita harus hati-hati,” jelasnya.

Gubernur juga berharap simulasi yang dipaparkan bisa lebih komprehensif dan lebih variarif lagi.  Misalnya, simulasi bagaimana jika semua pasar di NTB berbasis online.

“Impact-nya seperti apa. Jika akses jalan dibatasi seperti apa. Jika ada pendekatan yang bisa mengorek secara keseluruhan, tentu sangat baik sekali,” harap Gubernur.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Tahap II Sasar 125.000 KK, Tidak Boleh Mengulang Masalah

Kali ini, paket sembako dan masker plus suplemen JPS Gemilang akan dikumpulkan terlebih dahulu dan dikemas menjadi satu paket sebelum di dikirim ke desa dan didistribusikan kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap kedua kepada masyarakat miskin dan terdampak Covid-19.

Pada tahap kedua, Pemprov NTB akan berusaha menyiapkan JPS Gemilang yang lebih baik dari sebelumnya, dengan misi utama melibatkan sebanyak mungkin UKM lokal yang ada di NTB.

Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat memimpin rapat finalisasi rencana pemberian JPS Gemilang tahap II bersama seluruh stakeholders terkait di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (06/05/20).

“Jangan sampai kekurangan pada tahap pertama terulang kembali. Tahap kedua ini harus lebih baik. Misi utama kita melibatkan sebanyak mungkin UKM di NTB,” jelas Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Dalam tahap kedua ini, Pemprov NTB akan berusaha mengatasi berbagai permasalahan yang muncul pada pemberian paket sembako dan masker plus suplemen JPS Gemilang sebelumnya.

Seperti pada masalah data, produk, hingga pada proses pendistribusiannya. Pendataan pada tahap dua ini akan disisir berjenjang, dengan pemberian kuota yang lebih proporsional di setiap desa.

Bang Zul ingin memastikan agar data penerima JPS Gemilang dapat diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Desa, dalam hal ini Kepala Desa boleh menambah atau mengurangi data penerima sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

JPS Gemilang tahap kedua ini masih dalam bentuk paket sembako dan masker plus suplemen.

Bedanya pada tahap ini telur ditiadakan dan akan diganti dengan produk ikan kering. Dengan rincian paket untuk Pulau Lombok berupa 10 kg Beras, 1 liter minyak kelapa, 1 ons bon ikan dan produk ikan kering.

Sementara paket sembako untuk Pulau Sumbawa berupa, 10 kg Beras, 1 liter minyak goreng sawit, 1 ons abon ikan, produk ikan kering dan garam.

Paket masker dan suplemen berupa, dua buah masker non medis, susu kedelai, teh kelor/kopi, sabun cair/batang, dan minyak kayu putih.

Semua produk JPS Gemilang dipastikan merupakan produk dari UKM lokal di NTB, kecuali minyak goreng sawit untuk Pulau Sumbawa.

“Jangan menggunakan pengusaha besar saja, tapi harus mengutamakan menggunakan produk-produk UKM kecil,” seru Bang Zul.

Masing-masing OPD teknis akan bertanggungjawab terhadap pengadaan produk tersebut dan didistribusikan oleh Dinas Sosial.

Kali ini, paket sembako dan masker plus suplemen JPS Gemilang akan dikumpulkan terlebih dahulu dan dikemas menjadi satu paket sebelum di dikirim ke desa dan didistribusikan kepada masyarakat.

JPS Gemilang tahap kedua ini akan diberikan kepada 125.000 KK di NTB, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) 99.000 KK dan Non DTKS 26.000 KK.

Novi@Kominfotikntb

 




Enam RSUD DI NTB Dapat Bantuan APD Satgas DPR RI

Rata-rata rumah sakit mengkhawatirkan karena keterbatasan APD dan penunjang lainnya yang mereka miliki, sementara grafik positif COVID-19 di NTB terus meningkat

MATARAM.lombokjournal.com —  6 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Satgas DPRI dan DPRD NTB.

Sejak tiba hari Minggu (03/05/20), Satgas tersebut langsung bagi tugas untuk pendistribusiannya ke 6 sasaran rumah sakit.

Di antaranya 4 (empat)  rumah sakit di Pulau Lombok dan 2 (dua) di Pulau Sumbawa.

Di Pulau Lombok,  bantuan tersebut diarahkan ke RSUD Provinsi di Mataram, RSUD R. Soedjono Selong Lombok Timur, RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat, dan RSUD Lombok Tengah.

Sedangkan di Pulau Sumbawa akan diserahkan ke RSUP Manambai (RSMA) di Sumbawa, dan RSUD Kabupaten Bima.

Untuk diketahui, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Satgas Lawan COVID-19 DPR RI melalui Satgas Lawan COVID-19 DPRD NTB menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk enam rumah sakit di provinsi itu dalam membantu tenaga medis memerangi wabah Corona Virus Disease 2019.

Koordinator Satgas COVID-19 DPRD NTB, Sambirang Ahmadi mengatakan, sejak dilaunching beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan kunjungan ke sejumlah rumah sakit rujukan dalam rangka pengawasan kesiapan dan proses penanganan pasien COVID-19.

Ternyata, kata dia, rata-rata rumah sakit mengkhawatirkan keterbatasan APD dan penunjang lainnya yang mereka miliki, sementara grafik positif COVID-19 di NTB terus meningkat.

“Kondisi inlah yang kami laporkan ke Satgasnas (Satgas Nasional) DPR RI. Alhamdulillah, Satgas Lawan COVID-19 DPR RI langsung merespon dan mendrop bantuannya sejumlah 6 box yang terdiri-dari baju APD sebanyak 300, kaca mata googles 120, masker medis 6000, dan alat Rapid Test 150,” ujarnya kepada wartawan, Selasa siang (05/05) di Mataram.

Menurut Sambirang, bantuan Satgas DPRI tiba hari Minggu (03/05) dan Senin langsung bagi tugas untuk pendistribusiannya ke 6 sasaran rumah sakit.

Di antaranya empat (4) rumah sakit di Pulau Lombok dan dua (2) di Pulau Sumbawa.

Dimana di Lombok sendiri lanjut Anggota DPRD NTB asal Dapil V Sumbawa-KSB itu, telah disepakati ke RSUD Provinsi di Mataram, RSUD R. Soedjono Selong Lombok Timur, RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat, dan RSUD Lombok Tengah.

“Yang sudah disalurkan itu baru tiga rumah sakit, yaitu RSUD NTB, RSUD Lombok Timur dan RSUD Lombok Tengah. Untuk yang lainnya menyusul,” ungkapnya.

Sambirang menambahkan, yang sudah dilakukan penyerahan pada hari Senin, adalah penyerahan bantuan ke RSU Provinsi di Mataram yang dipimpin TGH Mahally Fikri dan ke RSUD Lombok Tengah dipimpin Lalu Satriawandi.

Hari ini dilanjutkan penyerahan bantuan ke RSUD Selong yang dipimpin Abdul Hadi dan pada Rabu (6/5) dilanjutkan penyerahan bantuan ke RSUD Lombok Barat yang akan dipimpin Hasbullah Muis.

“Sedangkan, untuk penyerahan bantuan ke Kabupaten Bima akan dipimpin Mori Hanafi, sedangkan ke RS Manambae Sumbawa akan dipimpin saya sendiri,” ucap pria yang kerap disapa Ustadz Sambirang ini.

“Kami berterima kasih kepada Satgas Lawan Covid 19 DPR RI yang peduli dan responsif terhadap aspirasi kami di daerah. Semoga kita juga tetap mendapatkan droping bantuan tahap berikutnya, karena semua rumah sakit baik yang rujukan utama maupun yang second line telah melakukan register permohonan bantuan ke satgas pusat,” demikian Sambirang Ahmadi.

AYA/HmsNTB




Pasar Tradisional Mulai Terapkan Physical Distancing

Dengan adanya penerapan pasar berjarak ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com — Sejumlah pasar tradisional di Provinsi NTB sudah mulai ditata dengan konsep physical distancing atau menjaga jarak antara satu pedagang dengan pedagang lainnya.

Hal tersebut mulai terlihat di salah satu pasar tradisional di Mataram, yakni Pasar Mandalika di Bertais.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB beserta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, dan juga Pemkot Mataram, hari Rabu (06/05/20) pagi meninjau secara langsung  penataan di Pasar Mandalika.

Konsep jaga jarak, Role Model Pasar Covid 19  sangat dibutuhkan agar sesuai dengan protokol pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dengan datangnya bulan Ramadhan, sejumlah pedagang yang sempat tidak melakukan aktifitas akibat wabah Corona kini tampak mulai beraktifitas kembali.

Untuk itu, protokol pencegahan Covid-19 tentunya harus lebih diperketat terutama di area yang berpotensi memicu kerumunan.

Para pedagang maupun pembeli pun diharapkan tetap patuh dalam melakukan physical distancing. Selain itu penggunaan masker dan cuci tangan usai transaksi sangat penting demi mencegah penyebaran Covid-19.

Dengan adanya penerapan pasar berjarak ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kahadiran Gubernur bersama istri di pasar Mandalika mencuri perhatian para pedagang dan pembeli di pasar tersebut.

Inaq Esah, salah seorang penjual sayur mayur di pasar induk itu memuji kehadiran Gubernur karena langsung turun ke pasar tradisional.

“Tumben saya melihat Gubernur. Alhamdulillah beliau mau masuk ke pasar kita untuk mengatur,” katanya.

Terkait dengan penerapan jaga jarak di pasar tersebut, ia memberikan dukungan untuk kebaikan bersama.

“Semoga dengan cara ini, jualan kami tambah lancar dan kita semua terhindar dari virus corona itu,” harapnya.

AYA/HmsNTB