Bagikan Mainan Sambil Sosialisasi, Cara MTB, Pemuda NW dan Mi6 Peduli Anak di Masa Pandemi

Penyaluran paket bantuan tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi pada anak-anak tentang bahaya corona. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak paham dan mau menuruti anjuran diam di rumah

lombokjournal.com —

MATARAM    ;    Lembaga Kajian Sosial Politik, M16 bersama Muhammad Taufik Budiman (MTB), dan Pemuda NW NTB, membagikan mainan,  makanan ringan dan nasi bebek lebuy dari Dasker  Resto kepada puluhan anak terdampak pandemi Covid-19 di Lombok Barat, Selasa sore (12/05/20).

Penyerahan paket mainan anak dilakukan di Rumah Makan Resto Dasker, Desa Mesanggok , Gerung , Kabupaten. Lombok Barat.

Sebelum dibagikan mainan, puluhan anak-anak ini mendapatkan sosialisasi berupa nasihat-nasihat agar mereka tidak terlalu sering bermain di luar rumah, dan lebih sering berada di rumah saja selama pandemi corona ini.

Moh. Taufik Budiman ( MTB )  mengatakan, bantuan berupa paket mainan anak ini berupa monopoli, ular tangga, puzzle, bola bekel, dan kartu mainan.

“Yang kami bagikan ini berupa mainan yang mengasah otak dan memancing daya berpikir anak-anak,” kata Taufik Budiman.

MTB  menjelaskan, selain penyaluran paket bantuan tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi pada anak-anak tentang bahaya corona. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak paham dan mau menuruti anjuran diam di rumah.

“Ini sebagai bentuk inisiasi untuk program psiko-sosial terhadap anak-anak NTB yang juga terdampak pandemi corona. Terutama para anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan kurang mampu,” tandasnya.

Disadari, dampak pandemi yang membuat kehidupan sosial yang lazim sudah berubah dan tidak seperti keadaan normal. Di mana saat ini pembatasan sosial dilakukan untuk mencegah penyebaran corona.

Direktiur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH yang akrab disapa didu mengatakan wabah Covid 19 ini,  bukan saja berdampak pada para orang tua, kondisi ini juga dirasa berdampak bagi anak-anak.

Mereka juga harus melakukan pembatasan untuk tidak sering bermain di luar rumah.

“Kondisi ini tentu juga berdampak pada psikis anak-anak, dan berbagi mainan ini diharapkan bisa mengurangi tingkat stress dan tekanan psikologi bagi anak-anak yang juga terpaksa bermain di rumah,” katanya.

Ketua Pemuda NW  NTB, Zainul Pahmi menambahkan, paket bantuan yang akan disalurkan berupa permainan monopoli, ular tangga, puzzle, kartu remi dan semacamnya.

Jenis-jenis permainan yang membutuhkan konsentrasi anak-anak, sehingga selain bermain mereka juga bisa sambil belajar strategis dalam memutuskan sesuatu.

Pahmi mengatakan, bagi anak-anak kalangan keluarga mampu tentu mainan serupa itu hanya mainan murahan. Tetapi bagi anak-anak dari kalangan keluarga miskin dan kurang mampu tentu menjadi berbeda.

“Jadi kita ingin menginisiasi kepedulian pada anak-anak dengan program psikososial semacam ini,” ungkapnya .

Berbeda dengan trauma healing, program psiko-sosial ini dilakukan lebih kepada agar anak-anak juga mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap diam di rumah, namun dari aspek psikis mereka tidak merasa tertekan.

Kegiatan pembagian mainan anak-anak diselingi dengan pembagian aneka  makanan ringan ( snack ) donasi Pemuda NW NTB dan  makanan kotak bebek lebuy dari Dasker Resto untuk berbuka puasa bagi anak dan para orangtua yang mendampingi.

Sementara itu darmi , orang tua mendampingi anak menerima bantuan mainan mengatakan senang dengan adanya bakti sosial yang dilakukan MTB , Pemuda NW NTB dan Mi6.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sumbangan mainan untuk anak anak agar mereka tetap krasan tinggal dirumah ditengah wabah covid 19 ini,” katanya.

Novian Hadi yang datang bersama dua puterinya menyatakan salut terhadap bakti sosial ini. Dia berharap inisiatif MTB, Pemuda NW NTB dan Mi6 bisa menjadi pemantik pihak lain utk berempati hal yang sama.

Me




Gugus Tugas KLU Lakukan Layanan Medis dan Salurkan Bantuan

KLU.lombokjournal.com —  Dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara, telah dilakukan kegiatan-kegiatan penanganan medis.

Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara   Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si menjelaskan pada wartawan saat jumpa pers secara daring, bertajuk ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’, tenang pelaksanaan rangkaian kegiatan pelayanan medis sepekan sebelumnya, Selasa (12/05/20)..

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, melakukan pelayanan media di dua lokasi, yaitu RSUD Tanjung dan Unit Layanan Karantina.

Dalam pelayanan medis itu ketentuannya; bagi pasien reaktif dan positif Covid-19 disertai dengan penyakit penyerta yang didiagnosis memberatkan , anak-anak, bayi, dan lansia ditempatkan di ruang isolasi biasa RSUD Tanjung.

“Dan bagi pasien reaktif dan positif Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala penyakit penyerta, serta tidak termasuk bayi, anak-anak dan lansia, di tempatkan di Unit Layanan Karantina,” jelas Evi.

Dijelaskan, pasien yang berada di Ruang Isolasi Sentral RSUD Tanjung itu meliputi 12 orang reaktif ditempatkan di ruang isolasi biasa dengan kondisi berangsur membaik.

Pasien reaktif itu tediri dari 2 orang bayi berusia 1,5 bulan dan 7 bulan, dan 4 orang anak-anak masing-masing berusia 5 th hingga 10 th.

Selain itu, terdapat 2 orang lansia berusia 56 th dan 60 th, dan lainnya adalah ibu dari bayi berumur dibawah 50 th.

“Juga  4 orang pasien laki-laki positif Covid-19 dengan umur diatas 50 tahun berada di Ruang Isolasi Sentral RSUD Tanjung dengan kondisi yang berangsur membaik,’ jelas Evi.

Sejumlah 28 pasien berada di Unit Layanan Karantina terdiri dari 16 orang reaktif dengan kondisi baik, telah dilakukan Swab ulangan I dan masih menunggu hasil.

Dan sebanyak 12 orang positif dengan kondisi baik dan tidak memiliki penyakit penyerta, 11 orang di antaranya, dan 1 orang sisanya menunggu hasil Swab ulangan I.

Juru Bicara  Covid-19 KLU itu menjelaskan  perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 11 Mei  di KLU;  ODP (Orang Dalam Pemantauan) : 285 orang (isolasi mandiri),  OTG (Orang Tanpa Gejala) : 356 orang (isolasi mandiri),  PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 25 orang (isolasi mandiri)

Hingga jumpa pers hari Selasa (12/05) terdpat pasien  positif Convid-19 sebanyak 17 orang,  yang dinyatakan sembuh 1 orang.

Pada tanggal 8 Mei 2020 telah dilakukan RDT disemua kecamatan, dengan rincian; di Kecamatan Pemenang sejumlah 145 orang dengan hasil nonreaktif, di Kecamatan Tanjung sejumlah 18 orang dengan hasil nonreaktif.

Dan di Kecamatan Gangga sejumlah 37 orang yang terdiri dari 34 orang tahanan polres dan 3 orang lainnya anggota Polres Lombok Utara dengan hasil nonreaktif, di Kecamatan Kayangan sejumlah 150 orang dengan hasil nonreaktif.

Dan di Kecamatan Bayan sejumlah 300 orang, dengan hasil 16 orang reaktif, dan saat ini sudah ditangani di Unit Layanan Karantina.

Total RDT yang telah dilakukan dari tanggal 11 April – 8 Mei terhadap 1.103 orang, dengan hasil 107 diantaranya reaktif dan sudah ditangani. Sisa RDT yang tersedia di Dikes saat ini sejumlah 337 test.

Bantuan warga terdampak

Pemberian sembako kepada warga yang kurang mampu atau terdampak Covid-19 di Dusun Dasan Baro oleh Polres Lombok Utara.

Sedangkan pemberikan sembako  oleh Bupati Najmul Akhyar ditujukan kepada PKM Tanjung, warga Desa Teniga dan Desa Medana. Sedang pihak Dinas Sosial memberikan 136 paket sembako kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif.

Pemda Lombok Utara juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari lembaga maupun instansi swasta, seperti pemberian sembako berupa mie instan dan beras kepada warga di Desa Jenggala, Tanjung, Sesait dan Karang Bajo dari Kapolda NTB.

Layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif rapid pada Unit Layanan Karantina di Laboraturium secara teratur dan mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19.

BACA JUGA;   Penanganan COVID-19 di KLU, Gugus Tugas Jelaskan Pelaksanaan Kegiatan Berkala

Evi juga menjelaskan,  tanggal 11 Mei , Baznas memberikan bantuan uang tunai masing-masing Rp. 150.000,- kepada 1.250 orang berjumlah Rp. 187.500.000,- di 5 desa.

Rincian penerima bantuan itu, yaitu  di Gili Indah sebanyak 250 orang, di Tanjung sebanyak 250 orang, di Rempek sebanyaj 250 orang, di Sesait  sebanyak 250 orang, serta di Sukadana sebanyak 250 orang.

Evi Minarni menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

“Bersama mencegah Covid-19 KLU dengan tetap bekerja profesional dan tangguh untuk kemanusiaan. Mari cegah penyakitnya, tidak membenci penderitanya.”ungkap Evi.

Rr/HumasproKLU

 




 Penanganan Covid-19 di KLU, Gugus Tugas Jelaskan Pelaksanaan Kegiatan Berkala

KLU.lombokjournal.com —  Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, menjelaskan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/05/20).

Evi Winarni, M.Si, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, pada wartawan saat jumpa pers secara daring, bertajuk ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’ menjelaskan, pelaksanaan rangkaian kegiatan sepekan sebelumnya.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara,” jelas Evi Winarni.

Plt. Asisten Administrasi Umum Setda KLU itu menjelaskan, dalam kegiatan yang berlangsung secara berkala, tanggal  4-8 Mei 2020, dilaksanakan pengamanan dan pengecekan suhu tubuh pada 3 kawasan perbatasan KLU, yaitu Pusuk Pas, Klui Malaka dan Loloan Bayan.

Pada periode tanggal atau waktu yang sama  telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum yang ada di Lombok Utara.

Dan pada waktu yang bersamaan pula telah dilaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19 sekaligus penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Pemenang.

“Khusus tanggal 5 Mei telah dilaksanakan kegiatan imbauan sekaligus pembagian masker kepada masyarakat di Pemenang dan Dangiang,” kata Evi.

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease Covid-19 ,  tanggal 5 Mei 2020 juga  melakukan koordinasi dengan Satgas Kecamatan dan Desa di Kayangan.

“Ini terkait dengan tindak lanjut contact tracing serta edukasi langsung dan pembagian masker,” ujar Evi.

Pada tanggal 5 Mei pula, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar melakukan road show di Kecamatan Pemenang sekaligus silaturahmi dengan keluarga pasien terkonfirmasi, tambahnya.

Setelah melakukan road show di Kecamatan Pemenang, hari berikutnya tanggal 6 Mei,  Bupati Lombok Utara juga mengunjungi sekaligus silaturahmi dan memberikan sembako kepada PKM Tanjung, warga Desa Teniga dan Warga Desa Medana.

Kontrol Pelabuhan Bangsal

Evi Winarni mengatakan, dalam kegiatan berkala itu Gugus Tugas KLU, pada tanggal 6 Mei melaksanakan kontrol di Pelabuhan Bangsal.

Kontrol di pelabuhan ini dilakukan terkait keluar masuknya masyarakat lokal yang menyebrang ke tiga Gili.

“Sekaligus memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker.” katanya.

Mengingat pentingnya pemakaian masker,  Gugus Tugas  melaksanakan kegiatan bagi masker di Puskesmas Gangga dan Pusekesmas Bayan kepada pengunjung puskesmas yang tidak menggunakan masker.

Pada tanggal 6 Mei juga telah diserahkan Thermogun ke kabupaten untuk kegiatan pengamanan dan pengukuran suhu tubuh di perbatasan pintu masuk kawasan KLU.

Juru Bicara  Covid-19 KLU itu mengungkapkan,  tanggal 6 Mei 2020, Gugus Tugas KLU telah dilaksanakan kegiatan sambang desa, silaturahmi, baksos serta pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan.

Pembagian sembako itu berlangsung di Desa Jenggala, Tanjung, Sesait, Karang Bajo dan Dusun Dasan Baro dari Kapolda NTB dan Polres Lotara oleh masing-masing Bhabinkamtibmas Desa.

Selanjutnya,  tanggal 7 Mei,  di Pasar Ancak, Bayan  dilaksanakan penertiban penataan jarak lapak antarpedagang dan, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA; Gugus Tugas KLU Lakukan Layanan Medis Dan Salurkan Bantuan

Di Pasar Gondang, tanggal 7 Mei 2020, dilaksanakan kegiatan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga jarak, menjaga kebersihan dan tetap menggunakan masker di Pasar Gondang.

Hari berikutnya, tanggal 8 Mei,  dilaksanakan imbauan kepada security dan pemilik cafe di Gili Trawangan, agar selalu menjaga kesehatan dan menggunakan masker.

“Imbauan serupa, tanggal 8 Mei, juga dilaksanakan yang sasaranya para pekerja bangunan yang lembur agar selalu menjaga keselamatan dan kesehatan.” kata Evi.

Rr/HumasproKLU




Kebijakan Pembatasan Fisik di Pasar Mandalika Disambut Positif

Warganet juga banyak membicarakan Gubernur NTB yang menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One

MATARAM.lombokjournal.com — Kebijakan Gubernur NTB untuk menata Pasar Mandalika, Kota Mataram beberapa waktu lalu mendapat tanggapan positif dari warganet.

Kebijakan yang mengatur agar para penjual menjaga jarak fisik dengan pembeli dianggap warganet sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di NTB.

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin, S. Sos, MM, dalam laporan Analitik Media Sosial dan Online Periode 2-8 Mei 2020.

Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas dan Protokol itu menjelaskan ada 5 trending topik NTB di media sosial facebook, dimulai dari topik diberlakukannya physical distancing di Pasar Mandalika mulai Rabu 6 Mei 2020.

Tidak kurang 1.308 komentar yang memperbincangkan topik ini dan memberikan tanggapan positif.

Seperti akun Maya Hally Alawiyah “Semangat pak gubenur, lanjutkan di semua pasar tradisional di seluruh NTB dan kalau bisa dikasi atau diantau oleh satgas covid atau polisi, agar tetap terjaga dan teratur…”.

Selain itu jelas Bang Najam, warganet juga banyak membicarakan Gubernur NTB yang menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One.

Sebanyak 822 komentar yang membahas khusus topik tersebut. Pada acara itu, Bang Zul menjelaskan upaya pencegahan dan penyembuhan warga NTB dari wabah covid-19, seperti tersedianya laboratorium yang mampu mendeteksi seberapa banyak partikel virus di tubuh penderita.

Topik selanjutnya kata Kandidat Doktor itu adalah terkait terus bertambahnya jumlah pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh di NTB, yaitu sebanyak 757 respon.

Hal ini mendapatkan respon positif khususnya apresiasi kepada tenaga medis seperti akun Rodiyan Eriyansa “Alhamdulillah terus berjuang teman sejawat,perawat,dokter, dan NAKES lainnya, semoga kalian tetap dalam lindungan Allah SWT”.

Berikutnya adalah terkait Gubernur NTB yang akan memberikan hadiah naik haji kepada para perawat Covid-19 di NTB, yaitu sebanyak 737 tanggapan

Hal ini mendapatkan respon positif seperti akun Indriati Aca “Semoga para medis diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan tugasnya, dan Insya Allah nanti akan diberangkatkan haji oleh BPK Gubernur.”

“Terakhir adalah pernyataan Kepala BNPB yang menyatakan Provinsi NTB memiliki pengalaman dalam menangani bencana (716). NTB tidak hanya cepat dalam penanganan aspek kesehatan tapi juga dalam penanganan kebutuhan sosial ekonomi,” tutup Bang Najam.

AYA/HmsNTB

 

 




PLN Bantu Pemprov NTB Hadapi Covid-19

Untuk menunjang perekonomi masyarakat di tengah pandemi, Gubernur Zul uga meminta agar APD yang disalurkan merupakan hasil dari UKM UKM lokal yang terdapat NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Kepeduian PT PLN membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB  mendapat apresiasi  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang secara langsung menerima bantuan alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer di ruang kerjanya, Senin (11/05/20).

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam bentuk alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer itu, dalam upaya melawan dan memutuskan rantai penularan Covid-19.

“Saya mengucapkan rasa bangga dan apresiasi yang setingginya kepada pada teman-teman PLN, di tengah wabah corona, tanpa kenal lelah 24 jam terus bekerja untuk tetap menjamin dan memastikan, NTB dan indonesia menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan dan lebih baik lagi,” ungkap Gubernur Zul.

Untuk menunjang perekonomi masyarakat di tengah pandemi, Gubernur Zul uga meminta agar APD yang disalurkan merupakan hasil dari UKM UKM lokal yang terdapat NTB.

Hal itu juga dinilai sebagai salah satu langkah dalam menekan angka kemiskinan di NTB.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka mengapresiasi langkah Gubernur dalam memberdayakan produk lokal berkomitmen akan menggunakan produk lokal dalam penyaluran bantuannya.

Rudi menerangkan, bantuan CSR-nya untuk penanganan Covid-19 ini totalnya Rp385 juta. Untuk tahap pertama, yang diserahkan kepada pemprov yakni Rp75 juta, sisanya langsung disalurkan kepada unit-unit PLN yang ada di NTB.

Total ksseluruhan dari bantuan dari PLN Grup yang ada di NTB sejumlah Rp765 juta.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir juga Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Wagub Turun Tangan Bagikan Masker

Ummi Rohmi beserta jajaran langsung memasangkan masker secara simbolis kepada masyarakat, sembari memberikan penyadaran agar maskernya selalu digunakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Penerapan aturan wajib menggunakan masker kepada masyarakat di Provinsi NTB sebagai salah satu upaya mempercepat pemutusan mata rantai penularan Virus Corona (Covid-19), berlaku mulai hari Senin (11/05/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah beserta jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram, turun langsung di tempat-tempat keramaian membagikan Masker kepada masyarakat.

Pembagian masker gratis kepada masyarakat ini, merupakan upaya sosialisasi atas pemberlakuan aturan wajib menggunakan masker di NTB.

Selain itu untuk memberikan penyadaran secara langsung kepada masyarakat. Terutama para pedagang dan masyarakat yang melakukan aktivitas di pasar.

Ummi Rohmi beserta jajaran langsung memasangkan masker secara simbolis kepada masyarakat, sembari memberikan penyadaran agar maskernya selalu digunakan.

“Maskernya tetap digunakan ya bu,” pintanya.

Wagub juga mengimbau, untuk melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat.

“Para pedagang dan pembeli wajib menggunakan masker, kalau tidak pembeli tidak boleh masuk pasar, dan pedagang tidak boleh berdagang,” imbau Wagub.

Beberapa lokasi pembagian masker yang dikunjungi langsung Wagub antara lain, Pasar Perumnas, Pasar ACC Ampenan dan Pasar Kebon Roek. Selain di Pasar, juga dilakukan pembagian di tempat-keramaian dengan melibatkan seluruh elemen OPD lingkup Provinsi NTB.

Wagub mengajak seluruh masyarakat NTB, mengurangi resiko melawan virus Cprpna.

“Mari seluruh masyarakat, kita ikhtiarkan instruksi Gubernur untuk selalu menggunakan masker, agar dapat mengurangi resiko, Insya Allah kita bisa menang dalam melawan Virus Corona di NTB,” kta wagub..

Wagub Bagi Masker

Menanggapi pemberlakuan aturan wajib masker ini, Kepala Pasar ACC Ampenan, Ahmad Mahdawi, menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi NTB.

Khususnya Wakil Gubernur yang turun langsung membagikan masker dan  memberikan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menggunakan masker.

Menurutnya langkah strategis melalui aturan wajib masker ini, akan dikawal oleh pemerintah Kota Mataram, khususnya Kepala Pasar.

Ia berharap dengan kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan masker, para pedagang di Pasar akan terhindar dari Virus Corona.

Dengan demikian, akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTB dengan cepat.

Terpisah, Kepala Pasar Perumnas, Mustakim mengatakan, sejak ada perintah dari Presiden, himbauan Gubernur, Walikota dan jajarannya, langsung menerapkan dan tertib menjaga apa yang diperintahkan Gubernur, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Bagi yang tidak punya, kami bagikan. Jangan sampai virus tertular dan kami konsisten dengan edaran Gubernur dan Walikota Mataram,” tegasnya.

AYA/HmsNTB




Cahaya Ramadhan di Desa Oi Katupa, di Tengah Pandemi Corona

Masuknya listrik ke Desa Oi Katupa, yang merupakan desa pemekaran tahun 2012 ini adalah salah satu bentuk komitmen  PLN untuk terus menghadirkan listrik, di manapun dan kapanpun

MATARAM.lmbokjournal.com — Tak terlena dengan pandemi, PLN Unit Induk Wilayah NTB tak henti untuk melistriki nusantara.

Kali ini, Desa Oi Katupa, satu desa yang terletak di lereng Gunung Tambora dan berjarak kurang lebih 100 km dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Dompu, berhasil memperoleh listrik dari PLN.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan masuknya listrik dari PLN ke desa ini. Kami bisa beribadah di bulan Ramadhan ini dengan nyaman, dan warga bisa lebih sejahtera karena secara ekonomi kami dapat berbuat lebih banyak sekarang.” ujar Safrin, Kepala Desa Oi Katupa pada Minggu (10/05/20).

Safrin mengungkapkan, rasa terima kasihnya kepada PLN dan juga seluruh pihak yang turut berkontribusi untuk Desa Oi Katupa.

Sebelumnya, listrik di Desa Oi Katupa disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang merupakan program  Lampu Tenaga Surya Hemat Energi dari Kementerian ESDM.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman, PLTS tersebut tidak mampu lagi  memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat.

Dalam kesempatan yang berbeda, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri memberikan apresiasi kepada PLN atas upaya tersebut.

Indah juga berharap PLN terus bersemangat untuk melistriki hingga di pelosok negeri.

“Saya berterima kasih kepada PLN, meski dengan kondisi yang sulit seperti sekarang ini, tapi masih bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di Desa Oi Katupa.” tutur Indah.

Untuk melistriki desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima ini, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah  sepanjang 27 kms dan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 4 kms.

Selain itu, juga membangun dua buah gardu dengan total kapasitas 100 kVA.

“Sebanyak 125 Kepala Keluarga di Desa Oi Katupa saat ini bisa menikmati listrik PLN. Hal ini tentunya tak lepas dari kerja keras  tim di PLN ULP Dompu, PLN UP2K Provinsi NTB, dan pastinya dukungan dari seluruh pihak.” Jelas Maman Sulaeman, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Bima.

Maman juga menerangkan bawah setiap pelaksanaan pekerjaan di lapangan akan selalu berpedoman pada prosedur pencegahan penyebaran Covid-19. Pemakaian Alat Pelindung Diri  dan juga physical distancing menjadi hal yang wajib dilakukan di situasi seperti sekarang.

“Keselamatan pegawai tetap menjadi prioritas utama kami. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, namun dengan tetap melaksanakan protokol keamanan yang telah kami siapkan. “ tegas Maman.

Masuknya listrik ke Desa Oi Katupa, yang merupakan desa pemekaran tahun 2012 ini adalah salah satu bentuk komitmen  PLN untuk terus menghadirkan listrik, di manapun dan kapanpun.

“Semoga apa yang kami upayakan dapat memberikan manfaat bagi semua orang, terutama  di bulan Ramadhan kali ini. Dan mari kita sama berdoa agar wabah ini segera berakhir.” kata Maman.

AYA




Pemberdayaan UKM Tidak Lalui Calo

Diskop UKM NTB diberi tugas untuk mengakomodir pengadaan masker non medis guna dibagikan dalam paket JPS untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama bencana non alam wabah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Pemberdayaan UMKM melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) NTB Gemilang tidak melalui makelar atau calo.

Otoritas pemerintah NTB menegaskan kembali, UMKM diberikan akses yang sama untuk menerima pesanan dan pembayaran sesuai aturan serta regulasi yang benar.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) NTB, Drs. H. L. Wirajaya Kusuma, MH, dalam keterangan persnya, Jumat (08/05/20)

“Pesanan ke UMKM untuk JPS dilakukan pihak dinas langsung ke pemilik UKM yang memiliki badan usaha jelas serta terdaftar. Pembayaran dilakukan melalui Surat Pesanan Barang (SPB) dan SPK lengkap. Pembayaran langsung ke rekening UMKM,” katanya.

Wirajaya menegaskan, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan instruksi jelas, pemerintah harus lebih banyak memberdayakan UMKM lokal kita.

Tidak ada monopoli bagi UMKM tertentu dan tidak boleh menutup peluang UMKM yang lain.

Diskop UKM NTB diberi tugas untuk mengakomodir pengadaan masker non medis guna dibagikan dalam paket JPS untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama bencana non alam wabah Covid-19.

Bantuan diberikan setiap KPM selama tiga bulan berturut turut.

Diskop sendiri, saat ini menurut Wirajaya telah menyalurkan setidak 100 ribu masker April lalu dengan melibatkan setidaknya 31 UKM.

“Saat ini ada setidaknya 135 UKM yang terdaftar mengikuti program JPS tadi. Dan 80 UKM diantaranya telah menyerahkan hasil produksi maskernya,” demikian, Wirajaya.

Pemerintah NTB mengimbau kepada seluruh UMKM untuk mempersiapkan diri serta melakukan koordinasi serta komunikasi langsung dengan dinas instansi berwenang.

Selain masker, JPS juga mengadakan paket suplemen seperti susu kedelai, telur, teh kelor, beras, minyak goreng serta gula. Dan sebagian besar paket paket ini diproduksi oleh UKM lokal kita.

Sesuai data terbaru per 8 Mei 2020, jumlah masker yang diterima dari UKM kita mencapai 739.420 buah dari target pengadaan masker sebanyak 945.000 buah. Masker yang sudah disalurkan ke masyarakat secara langsung melalui JPS Gemilang tahap pertama, sebesar 223.153 buah.

AYA/HmsNTB




Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara Ditunda, Anggarannya Dialihkan Penanganan Covid-19

Selain mengkhawatirkan kualitas pekerjaannya, dan yang paling penting dikhawatirkan pembangunan gedung itu akan meresahkan masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com – “Kami tidak mengapa tetap berkantor di bangunan sementara yang dibangunkan Kementerian PUPR pascagempa 2018, sampai kondisi masyarakat pulih kembali,” ujar Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Najmul Akhyar, Rabu (06/05/20).

Menurut Bupati Najmul Akhyar, tidak tepat membangun di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, ia sepakat menunda pembangunan kembali kantor bupati yang rusak akibat gempa 2018 lalu.

Baginya, yang lebih penting adalah bagaimana ASN di Pemda Lombok Utara tetap bisa memberikan layanan pada masyarakat.

“Dalam melayani masyarakat, kantor megah bukan menjadi ukuran, melainkan pelayanan tetap berjalan maksimal,” kata Najmul Akhyar.

Kodisi saat ini masih masa pemulihan pascagempa, kemudian disusul musibah pandemi virus Corona Covid-19. Jadi penundaan kantor bupati bukan semata-mata alasan teknis, namun pertimbangannya adalah bagaimana memahami kondisi masyarakat Lombok Utara Saat jnj.

Sebenarnya terkait masalah anggaran pembangunan Kantor Bupati yang mencapai Rp 21 miliar, kemudian pembangunan Kantor DPRD sebesar Rp 6,7 miliar, sudah disiapkan..

Namun akhirnya disepakati, anggarap untuk pembangunan gedung Kantor Bupati dan Kantor DPRD KLU tidak jadi dieksekusi tahun ini.

“Anggaran pembangunan Kantor Bupati dan Kantor DPRD itu sepakat dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.” ujar bupati.

Dinas PUPR KLU juga sudah menganalisis berbagai pertimbangan, khususnya secara teknis.

Dua hal yang terasa berat, yakni material dan pekerja yang tidak bisa tidak harus didatangkan   didatangkan dari luar daerah.

Dengan situasi sekarang, tentu material dan pekerja sangat sulit. Tidak ada jaminan juga kesehatan pekerja dari luar daerah itu.

“Itu bisa menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” jelas Kabid Cipta Karya Alfian Zubair.

Jika dipaksakan dibangun, maka harus dipertimbangkan kualitas pekerjaan.

Sedianya pembangunan Kantor DPRD terlaksana bulan Mei, namun urung sebab pihak DPRD menolak rencana pembangunan di areal Kantor Bapenda, BPKAD, dan Dikes.

Jajaran DPRD tetap ingin di tempat semula, area kompleks kantor bupati. Dalam ini tentu harus diubah lagi desainnya.

Sedangkan pembangunan Kantor Bupati, bila dipaksakan maka harus sudah mulai dibangun Juni atau Juli. Selain mengkhawatirkan kualitas pekerjaannya, dan yang paling penting dikhawatirkan pembangunan gedung itu akan meresahkan masyarakat.

Ast




Penyandang Disabilitas Belum Tersentuh JPS Gemilang, Satgas NU Peduli Turun Tangan

MATARAM.lombokjournal.com —  Lakpesdam NU NTB melakukan pendataan dan kajian terhadap 150 ribu data penerima JPS NTB Gemilang, ternyata banyak penyandang disabilitas yang tidak masuk sebagai penerima bantuan.

Mereka masih banyak yang tidak tersentuh bantuan Jaring Pengaman Sosial  (JPS) Gemilang yang disalurkan Pemprov NTB.

Merespon timpangnya penyaluran JPS Gemilang, Satgas NU Peduli Covid-19 PWNU NTB turun tangan  membantu para penyandang disabilitas, terutama mereka yang ada di zona merah.

“Para penyandang disabilias itu harus mendapatkan perhatian lebih karena memiliki kerentanan yang tinggi, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi,” ungkap Ketua Satgas NU Peduli Lalu Aksar Anshori saat memberikan bantuan kepada penyandang disabilitas dan keluarga anak yang didiagnosa positif Covid-19, di Lingkungan Butun Indah kelurahan Bertais, Jumat (08/05/20) siang.

Menurut  Aksar,  pihaknya  meresponnya karena berdasarkan laporan relawan, di lingkungan Butun ini ada anak yang positif terpapar Covid-19.

Di samping itu banyak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan JPS Gemilang, tambah mantan Ketua KPU NTB ini.

Terpisah, Kepala Lingkungan Butun Indah, Ibnu Zaubaed, berterima kepada Satgas NU Peduli yang responnya cepat dalam membantu dan mengedukasi warganya.

“semoga langkah ini meningkatkan kesadaran warga kami dalam mencegah penularan covid-19,” ungkapnya.

Ibnu mengatakan, untuk mencegah penularan Covid-19 di wilayahnya, warganya  akan bekerjasama dengan Satgas NU Peduli melakukan gerakan pencegahan Covid-19 di lingkungannya.

“Kita akan membuat gerakan 1000 masker buat warga Butun. Dan membagikan hand sanitizer, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala dan melakukan sosialisasi perilaku hidup bersih,” katanya..

Me