Diingatkan, Peran Penting Pers di Masa Pandemi

“Hasil pemantauan Isi siaran yang telah dilakukan oleh KPID NTB menunjukkan bahwa lembaga penyiaran telah membuat program siaran dan Iklan layanan masyarakat (ILM) terkait Covid-19 secara mandiri dan bahkan menggunakan bahasa lokal, “ kata Yusron Saudi

MATARAM.lombokjournal..com —  Para insan pers yang bertugas mencari informasi di lokasi pasien Covid-19 dan fasilitas kesehatan juga memiliki kerentanan terpapar.

Hal itu disampaikan Ketua KPID NTB Yusron Saudi, ST, M.Pd mengatakan itu dalam Seminar Nasional secara daring melalui aplikasi zoom, Rabu (13/05/20).

Yusron mengingatkan pentingnya peran pers dan lembaga penyiaran di masa pandemi Covid-19, terutama dalam menyajikan informasi, sosialisasi dan edukasi penanganan Covid-19 di masyarakat.

Dikatakan,  ada risiko besar yang dihadapi jurnalis lembaga penyiaran seperti televisi dan radio saat meliput berita terkait Covid-19.

Karena itu, KPID NTB telah mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada pimpinan lembaga penyiaran agar mengutamakan faktor kesehatan dan keselamat jurnalis, mengurangi kontak langsung dengan narasumber, mengoptimalkan penggunaan media online sebagai media utama komunikasi.

Lembaga publik juga didorong mengeluarkan press release baik dalam bentuk teks dan video untuk konsumsi publik melalui pers.

Adapun peran lembaga penyiaran dalam penanganan pandemi Covid – 19  kata Yusron, harus mengambil peran sebagai media informasi dan edukasi.

Radio dan televisi sebagai media mainstream dituntut memberikan informasi kredibel, update dan aktual.

Lembaga penyiaran juga harus menerapkan kode etik jurnalistik dan mematuhi peraturan Komisi penyiaran Indonesia tentang Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Hasil pemantauan Isi siaran yang telah dilakukan oleh KPID NTB menunjukkan bahwa lembaga penyiaran telah membuat program siaran dan Iklan layanan masyarakat (ILM) terkait Covid-19 secara mandiri dan bahkan menggunakan bahasa lokal, “ ujarnya

Lebih lanjut , Yusron menjelaskan bahwa lembaga penyiaran juga harus menjalankan fungsi pendidikan.

“Program belajar dari rumah yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan yang melibatkan TVRI juga patut diapresiasi” ujarnya.

Peran masyarakat

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM usai menyaksikan seminar tersebut via daring menyampaikan bahwa selain tenaga medis dan pers, masyarakatlah yang juga memiliki peran yang sangat penting dalam melawan Covid-19.

“Masyarakat adalah garda terdepan yang memiliki peran sangat penting dalam penanganan Covid-19. Apapun bentuk kebijakan yang dibuat pemerintah, bagaimana canggih dan hebatnya alat medis, dan gencarnya media mensosialisasikan kebijakan  akan sia-sia jika masyarakat tidak mengikuti imbauan dan kebijakan pemerintah.” ujarnya.

“Ayo, kita pakai masker untuk mencegah penularan virus Corona ini. Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku,” ajaknya.

AYA/HmsNTB




Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 Batukliang Lakukan Razia Masker

Bila pengendara kendaraan tidak menggunakan masker, mereka diberikan peringatan, dan dibagikan masker

LOTENG.lombokjournal.com —  Satgas Covid-19 Kecamatan Batukliang melakukan razia masker , sekaligus dan membagikan masker terhadap pengguna jalan lampu merah perempatan Mantang Desa, Mantang Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, Rabu (13/05.20).

Camat Batukliang H. Suhartono bersama Danramil 1620-07/Batukliang, Kapten Inf Lalu Mas’ud dan Kapolsek Batukliang Iptu Gede Gisi Yasa SH., beserta anggota dan Satpol PP Kecamatan menghentikan pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat untuk memastikan pengendara menggunakan masker.

Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE., M.I.Pol., di sela-sela kesibukannya membenarkan dan mengapresiasi langkah positif Satgas Covid-19 di wilayah mengingat penyebaran Covid-19 masih terjadi.

“Ini langkah positif Sub Satgas Covid-19 untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan saling mengingatkan,” ujarnya.

Prastiwanto mengatakan, bila pengendara kendaraan tidak menggunakan masker, mereka diberikan peringatan, dan dibagikan masker. Harapannya, maskernya tetap digunakan di manapun berada terutama saat keluar rumah.

Prastiwanto juga menginstruksikan pihaknya bersama Satgas Covid-19 aktif memberikan imbauan dan mengingatkan masyarakat akan kesehatan dan keselamatan, sehingga dapat menekan jumlah warga terpapar virus corona khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.

AYA




292 Mahasiswa  Asal NTT dan Papua Mendapat Bantuan Sosial

Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang

MATARAM.lombokjournal.com — Sebanyak 292 mahasiswa mahasiswa NTT dan Papua yang menuntut ilmu di Mataram, diberikan bantuan sosial,  Rabu (13/05/20) sore.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH menyerahkan bantuan sosial itu di Asrama Mahasiswa NTT.

Berdasarkan data Dinsos NTB, bantuan yang diserahkan pada hari ini pun sama jumlahnya dengan mahasiswa yang ada, yakni 292 paket bantuan.

Gubernur Zul mengaku senang dapat bertatap muka dengan banyaknya mahasiswa NTT yang tengah mengenyam pendidikan di NTB.

Ia mengajak para mahasiswa yang berasal dari sejumlah wilayah NTT itu untuk selalu bersyukur karena mampu menuntut ilmu keluar daerahnya, sehingga dapat memperoleh pengalaman yang begitu banyak.

“Oleh karena itu, dengan hadirnya kita disini kita jadi mengerti betapa rindu pada kampung halaman itu suatu hal yang istimewa,” tutur Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bagi Bang Zul, NTB adalah rumah bagi semua orang. Untuk itu ia menjamin bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang.

“Kalau teman-teman merasa kesulitan atau jika ada yang perlu kita bantu, kami dari pemerintah daerah dengan senang hati untuk melayani teman-teman semua,” pungkasnya.

Bantuan yang diberikan pada hari ini terasa begitu berarti bagi mahasiswa NTT. Mereka gembira karena begitu diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat di tempat mereka belajar.

Hal tersebut diucapkan langsung oleh Manuel Wandikbo yang berasal dari Papua.

“Kami dari mahasiswa Papua yang kuliah di Mataram mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur NTB beserta Dinas Sosial NTB atas bantuannya,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jonatan, yang juga merupakan  mahasiswa asal NTT. Kepada Gubernur Zul dan Dinas Sosial Provinsi NTB, ia bersyukur dapat dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB itu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Dinas Sosial dan pak Gubernur yang telah datang berkunjung ke tempat kami,” ucapnya.

AYA/HmsNTB




PT Gerbang NTB Emas Jamin Tidak Ada Telur Rusak Yang Diterima Masyarakat

Dan semua proses penyortiran dan penerimaan barang dalam keadaan baik dan lengkap di tingkat desa/kelurahan tersebut, dibuktikan secara legal dengan dibuat serta ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Pihak Desa/Kelurahan

MATARAM.lombokjournal.com — Distribusi JPS Gemilang tahap pertama yang merupakan program Pemprov NTB hampir rampung.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan wabah Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, paket JPS Gemilang nilainya Rp. 250.000/KK.

Berupa Paket Sembako yang terdiri dari beras kualitas premium 10 Kg, telur 20 butir, dan minyak goreng.

“Disamping itu, ada paket Suplemen & Masker yang terdiri dari masker non medis, susu kedelai/serbat jahe, minyak kayu putih/minyak cengkeh 10 ml, sabun batang/cair 65 ml. Rencananya diberikan selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2020. Namun, sesuai hasil evaluasi akan ada perubahan item barang untuk bulan Mei dan Juni,” ujar L Gita Ariadi, Selasa (12/04)

  1. Gerbang NTB Emas (GNE) yang ditunjuk oleh Gubernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi NTB sebagai salah satu penyedia JPS Gemilang pada tahap pertama untuk item beras dan telur.

Hngga saat ini telah melakukan pendistrusian telur sebanyak 2.100.000 butir, yang diambil dari peternak di NTB. Menjamin seluruh telur yang sampai pada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dalam keadaan baik dan tidak ada yang rusak.

“Kami dari pihak GNE sebagai penyedia dan penyalur telur. Berani memastikan bahwa seluruh telur yang sampai pada masyarakat dalam keadaan baik. Jadi tidak benar jika ada informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada telur yang pecah/rusak/busuk,” terang Direktur Utama PT. GNE, Syamsul Hadi, Rabu (13/05)

Keyakinan Syamsul Hadi tersebut, didasarkan pada telah dilaksanakannya kontrol kualitas oleh pihaknya dalam penghimpunan dan penyaluran telur, dilakukan tiga tahapan penyortiran.

Dimulai saat pembelian, kemudian dilakukan pemeriksaan secara resmi bersama-sama petugas dari Dinas Sosial Provinsi NTB. Dan terakhir dilakukan pengecekan saat pendistribusian sampai di Kantor Desa/Kelurahan yang dilakukan secara bersama.

Dan pada penyortiran tahap ketiga/terakhir tersebut dilakukan secara bersama-sama. Baik oleh pihak GNE selaku pendistribusi telur, pihak pemerintah Desa/Kelurahan, maupun dari Dinas Sosial yang diwakili oleh Tagana atau pilar sosial lainnya.

“Dan jika ditemukan ada telur yang rusak maka akan langsung di ganti saat itu juga. Karena setiap pengantaran kami sudah membawa cadangan telur. Untuk berjaga-jaga jika ada yang rusak,” imbuh Syamsul Hadi.

Ia memaklumi jika ditemukan ada telur yang pecah dan rusak akibat proses pengangkutan. Mengingat banyaknya medan berat yang dilalui dalam proses distribusi sampai ke desa-desa di pelosok NTB.

Namun, semua telur yang rusak akibat perjalanan langsung diganti saat itu juga, dengan cadangan telur yang telah dipersiapkan.

“Kami selalu mengangkut jumlah telur lebih dari jumlah alokasi setiap desa, yang merupakan cadangan. Sehingga jika dalam proses sortir di desa/kelurahan ada yang rusak, akan langsung d ganti. Dan jika masih kurang cadangannya, maka kami akan ganti paling lama dalam tempo 1 x 24 jam. Sehingga kami jamin tidak ada telur rusak yang sampai di tangan masyarakat. Karena sudah disortir dan diganti saat di kantor Desa/Kelurahan,” kata Syamsul Hadi.

Dan semua proses penyortiran dan penerimaan barang dalam keadaan baik dan lengkap di tingkat desa/kelurahan tersebut, dibuktikan secara legal dengan dibuat serta ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Pihak Desa/Kelurahan.

Sesuai dengan mekanisme/petunjuk pelaksanaan yang ditetapkan Pemrov NTB, yang menjelaskan bahwa tanggung jawab pengiriman barang dari penyedia sampai di Kantor Desa/Kelurahan.

“Namun, bila ada telur yang rusak/busuk karena terlalu lama disimpan setelah sampai di Kantor Desa/Lurah. Maka sesuai ketentuan sebenernya hal itu di luar tanggung Jawab PT GNE. Namun, sebagai tanggung jawab moral, kami telah menyiapkan mekanismenya. Yakni dengan cara pihak Desa/kelurahan bisa langsung menghubungi petugas pengirim barang. Karena kami selalu menyampaikan nomor handphone yang bisa dihubungi di setiap desa/kelurahan penerima,” tegas Syamsul Hadi.

Syamsul Hadi berjanji untuk terus meningkatkan kinerjanya pada distribusi JPS Gemilang tahap II dan III. Dengan tetap terbuka atas segala saran dan koreksi dari semua pihak.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak. kritik dan saran, akan kami jadikan sebagai bahan perbaikan ke depan. Untuk segala saran, kritik dan aduan bisa langsung ke Call Center yang telah kami sediakan di nomor HP/WA 081917521800,” kata Hadi.

AYA




Bagikan Mainan Sambil Sosialisasi, Cara MTB, Pemuda NW dan Mi6 Peduli Anak di Masa Pandemi

Penyaluran paket bantuan tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi pada anak-anak tentang bahaya corona. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak paham dan mau menuruti anjuran diam di rumah

lombokjournal.com —

MATARAM    ;    Lembaga Kajian Sosial Politik, M16 bersama Muhammad Taufik Budiman (MTB), dan Pemuda NW NTB, membagikan mainan,  makanan ringan dan nasi bebek lebuy dari Dasker  Resto kepada puluhan anak terdampak pandemi Covid-19 di Lombok Barat, Selasa sore (12/05/20).

Penyerahan paket mainan anak dilakukan di Rumah Makan Resto Dasker, Desa Mesanggok , Gerung , Kabupaten. Lombok Barat.

Sebelum dibagikan mainan, puluhan anak-anak ini mendapatkan sosialisasi berupa nasihat-nasihat agar mereka tidak terlalu sering bermain di luar rumah, dan lebih sering berada di rumah saja selama pandemi corona ini.

Moh. Taufik Budiman ( MTB )  mengatakan, bantuan berupa paket mainan anak ini berupa monopoli, ular tangga, puzzle, bola bekel, dan kartu mainan.

“Yang kami bagikan ini berupa mainan yang mengasah otak dan memancing daya berpikir anak-anak,” kata Taufik Budiman.

MTB  menjelaskan, selain penyaluran paket bantuan tim juga memberikan edukasi dan sosialisasi pada anak-anak tentang bahaya corona. Hal ini perlu dilakukan agar anak-anak paham dan mau menuruti anjuran diam di rumah.

“Ini sebagai bentuk inisiasi untuk program psiko-sosial terhadap anak-anak NTB yang juga terdampak pandemi corona. Terutama para anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan kurang mampu,” tandasnya.

Disadari, dampak pandemi yang membuat kehidupan sosial yang lazim sudah berubah dan tidak seperti keadaan normal. Di mana saat ini pembatasan sosial dilakukan untuk mencegah penyebaran corona.

Direktiur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto, SH yang akrab disapa didu mengatakan wabah Covid 19 ini,  bukan saja berdampak pada para orang tua, kondisi ini juga dirasa berdampak bagi anak-anak.

Mereka juga harus melakukan pembatasan untuk tidak sering bermain di luar rumah.

“Kondisi ini tentu juga berdampak pada psikis anak-anak, dan berbagi mainan ini diharapkan bisa mengurangi tingkat stress dan tekanan psikologi bagi anak-anak yang juga terpaksa bermain di rumah,” katanya.

Ketua Pemuda NW  NTB, Zainul Pahmi menambahkan, paket bantuan yang akan disalurkan berupa permainan monopoli, ular tangga, puzzle, kartu remi dan semacamnya.

Jenis-jenis permainan yang membutuhkan konsentrasi anak-anak, sehingga selain bermain mereka juga bisa sambil belajar strategis dalam memutuskan sesuatu.

Pahmi mengatakan, bagi anak-anak kalangan keluarga mampu tentu mainan serupa itu hanya mainan murahan. Tetapi bagi anak-anak dari kalangan keluarga miskin dan kurang mampu tentu menjadi berbeda.

“Jadi kita ingin menginisiasi kepedulian pada anak-anak dengan program psikososial semacam ini,” ungkapnya .

Berbeda dengan trauma healing, program psiko-sosial ini dilakukan lebih kepada agar anak-anak juga mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap diam di rumah, namun dari aspek psikis mereka tidak merasa tertekan.

Kegiatan pembagian mainan anak-anak diselingi dengan pembagian aneka  makanan ringan ( snack ) donasi Pemuda NW NTB dan  makanan kotak bebek lebuy dari Dasker Resto untuk berbuka puasa bagi anak dan para orangtua yang mendampingi.

Sementara itu darmi , orang tua mendampingi anak menerima bantuan mainan mengatakan senang dengan adanya bakti sosial yang dilakukan MTB , Pemuda NW NTB dan Mi6.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sumbangan mainan untuk anak anak agar mereka tetap krasan tinggal dirumah ditengah wabah covid 19 ini,” katanya.

Novian Hadi yang datang bersama dua puterinya menyatakan salut terhadap bakti sosial ini. Dia berharap inisiatif MTB, Pemuda NW NTB dan Mi6 bisa menjadi pemantik pihak lain utk berempati hal yang sama.

Me




Gugus Tugas KLU Lakukan Layanan Medis dan Salurkan Bantuan

KLU.lombokjournal.com —  Dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara, telah dilakukan kegiatan-kegiatan penanganan medis.

Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara   Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si menjelaskan pada wartawan saat jumpa pers secara daring, bertajuk ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’, tenang pelaksanaan rangkaian kegiatan pelayanan medis sepekan sebelumnya, Selasa (12/05/20)..

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, melakukan pelayanan media di dua lokasi, yaitu RSUD Tanjung dan Unit Layanan Karantina.

Dalam pelayanan medis itu ketentuannya; bagi pasien reaktif dan positif Covid-19 disertai dengan penyakit penyerta yang didiagnosis memberatkan , anak-anak, bayi, dan lansia ditempatkan di ruang isolasi biasa RSUD Tanjung.

“Dan bagi pasien reaktif dan positif Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala penyakit penyerta, serta tidak termasuk bayi, anak-anak dan lansia, di tempatkan di Unit Layanan Karantina,” jelas Evi.

Dijelaskan, pasien yang berada di Ruang Isolasi Sentral RSUD Tanjung itu meliputi 12 orang reaktif ditempatkan di ruang isolasi biasa dengan kondisi berangsur membaik.

Pasien reaktif itu tediri dari 2 orang bayi berusia 1,5 bulan dan 7 bulan, dan 4 orang anak-anak masing-masing berusia 5 th hingga 10 th.

Selain itu, terdapat 2 orang lansia berusia 56 th dan 60 th, dan lainnya adalah ibu dari bayi berumur dibawah 50 th.

“Juga  4 orang pasien laki-laki positif Covid-19 dengan umur diatas 50 tahun berada di Ruang Isolasi Sentral RSUD Tanjung dengan kondisi yang berangsur membaik,’ jelas Evi.

Sejumlah 28 pasien berada di Unit Layanan Karantina terdiri dari 16 orang reaktif dengan kondisi baik, telah dilakukan Swab ulangan I dan masih menunggu hasil.

Dan sebanyak 12 orang positif dengan kondisi baik dan tidak memiliki penyakit penyerta, 11 orang di antaranya, dan 1 orang sisanya menunggu hasil Swab ulangan I.

Juru Bicara  Covid-19 KLU itu menjelaskan  perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 11 Mei  di KLU;  ODP (Orang Dalam Pemantauan) : 285 orang (isolasi mandiri),  OTG (Orang Tanpa Gejala) : 356 orang (isolasi mandiri),  PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 25 orang (isolasi mandiri)

Hingga jumpa pers hari Selasa (12/05) terdpat pasien  positif Convid-19 sebanyak 17 orang,  yang dinyatakan sembuh 1 orang.

Pada tanggal 8 Mei 2020 telah dilakukan RDT disemua kecamatan, dengan rincian; di Kecamatan Pemenang sejumlah 145 orang dengan hasil nonreaktif, di Kecamatan Tanjung sejumlah 18 orang dengan hasil nonreaktif.

Dan di Kecamatan Gangga sejumlah 37 orang yang terdiri dari 34 orang tahanan polres dan 3 orang lainnya anggota Polres Lombok Utara dengan hasil nonreaktif, di Kecamatan Kayangan sejumlah 150 orang dengan hasil nonreaktif.

Dan di Kecamatan Bayan sejumlah 300 orang, dengan hasil 16 orang reaktif, dan saat ini sudah ditangani di Unit Layanan Karantina.

Total RDT yang telah dilakukan dari tanggal 11 April – 8 Mei terhadap 1.103 orang, dengan hasil 107 diantaranya reaktif dan sudah ditangani. Sisa RDT yang tersedia di Dikes saat ini sejumlah 337 test.

Bantuan warga terdampak

Pemberian sembako kepada warga yang kurang mampu atau terdampak Covid-19 di Dusun Dasan Baro oleh Polres Lombok Utara.

Sedangkan pemberikan sembako  oleh Bupati Najmul Akhyar ditujukan kepada PKM Tanjung, warga Desa Teniga dan Desa Medana. Sedang pihak Dinas Sosial memberikan 136 paket sembako kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif.

Pemda Lombok Utara juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari lembaga maupun instansi swasta, seperti pemberian sembako berupa mie instan dan beras kepada warga di Desa Jenggala, Tanjung, Sesait dan Karang Bajo dari Kapolda NTB.

Layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif rapid pada Unit Layanan Karantina di Laboraturium secara teratur dan mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19.

BACA JUGA;   Penanganan COVID-19 di KLU, Gugus Tugas Jelaskan Pelaksanaan Kegiatan Berkala

Evi juga menjelaskan,  tanggal 11 Mei , Baznas memberikan bantuan uang tunai masing-masing Rp. 150.000,- kepada 1.250 orang berjumlah Rp. 187.500.000,- di 5 desa.

Rincian penerima bantuan itu, yaitu  di Gili Indah sebanyak 250 orang, di Tanjung sebanyak 250 orang, di Rempek sebanyaj 250 orang, di Sesait  sebanyak 250 orang, serta di Sukadana sebanyak 250 orang.

Evi Minarni menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

“Bersama mencegah Covid-19 KLU dengan tetap bekerja profesional dan tangguh untuk kemanusiaan. Mari cegah penyakitnya, tidak membenci penderitanya.”ungkap Evi.

Rr/HumasproKLU

 




 Penanganan Covid-19 di KLU, Gugus Tugas Jelaskan Pelaksanaan Kegiatan Berkala

KLU.lombokjournal.com —  Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, menjelaskan rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (12/05/20).

Evi Winarni, M.Si, Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, pada wartawan saat jumpa pers secara daring, bertajuk ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’ menjelaskan, pelaksanaan rangkaian kegiatan sepekan sebelumnya.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan upaya pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara,” jelas Evi Winarni.

Plt. Asisten Administrasi Umum Setda KLU itu menjelaskan, dalam kegiatan yang berlangsung secara berkala, tanggal  4-8 Mei 2020, dilaksanakan pengamanan dan pengecekan suhu tubuh pada 3 kawasan perbatasan KLU, yaitu Pusuk Pas, Klui Malaka dan Loloan Bayan.

Pada periode tanggal atau waktu yang sama  telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum yang ada di Lombok Utara.

Dan pada waktu yang bersamaan pula telah dilaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19 sekaligus penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Pemenang.

“Khusus tanggal 5 Mei telah dilaksanakan kegiatan imbauan sekaligus pembagian masker kepada masyarakat di Pemenang dan Dangiang,” kata Evi.

Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Coronavirus Disease Covid-19 ,  tanggal 5 Mei 2020 juga  melakukan koordinasi dengan Satgas Kecamatan dan Desa di Kayangan.

“Ini terkait dengan tindak lanjut contact tracing serta edukasi langsung dan pembagian masker,” ujar Evi.

Pada tanggal 5 Mei pula, Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar melakukan road show di Kecamatan Pemenang sekaligus silaturahmi dengan keluarga pasien terkonfirmasi, tambahnya.

Setelah melakukan road show di Kecamatan Pemenang, hari berikutnya tanggal 6 Mei,  Bupati Lombok Utara juga mengunjungi sekaligus silaturahmi dan memberikan sembako kepada PKM Tanjung, warga Desa Teniga dan Warga Desa Medana.

Kontrol Pelabuhan Bangsal

Evi Winarni mengatakan, dalam kegiatan berkala itu Gugus Tugas KLU, pada tanggal 6 Mei melaksanakan kontrol di Pelabuhan Bangsal.

Kontrol di pelabuhan ini dilakukan terkait keluar masuknya masyarakat lokal yang menyebrang ke tiga Gili.

“Sekaligus memberikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker.” katanya.

Mengingat pentingnya pemakaian masker,  Gugus Tugas  melaksanakan kegiatan bagi masker di Puskesmas Gangga dan Pusekesmas Bayan kepada pengunjung puskesmas yang tidak menggunakan masker.

Pada tanggal 6 Mei juga telah diserahkan Thermogun ke kabupaten untuk kegiatan pengamanan dan pengukuran suhu tubuh di perbatasan pintu masuk kawasan KLU.

Juru Bicara  Covid-19 KLU itu mengungkapkan,  tanggal 6 Mei 2020, Gugus Tugas KLU telah dilaksanakan kegiatan sambang desa, silaturahmi, baksos serta pembagian sembako kepada warga yang membutuhkan.

Pembagian sembako itu berlangsung di Desa Jenggala, Tanjung, Sesait, Karang Bajo dan Dusun Dasan Baro dari Kapolda NTB dan Polres Lotara oleh masing-masing Bhabinkamtibmas Desa.

Selanjutnya,  tanggal 7 Mei,  di Pasar Ancak, Bayan  dilaksanakan penertiban penataan jarak lapak antarpedagang dan, sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19.

BACA JUGA; Gugus Tugas KLU Lakukan Layanan Medis Dan Salurkan Bantuan

Di Pasar Gondang, tanggal 7 Mei 2020, dilaksanakan kegiatan imbauan kepada masyarakat agar selalu menjaga jarak, menjaga kebersihan dan tetap menggunakan masker di Pasar Gondang.

Hari berikutnya, tanggal 8 Mei,  dilaksanakan imbauan kepada security dan pemilik cafe di Gili Trawangan, agar selalu menjaga kesehatan dan menggunakan masker.

“Imbauan serupa, tanggal 8 Mei, juga dilaksanakan yang sasaranya para pekerja bangunan yang lembur agar selalu menjaga keselamatan dan kesehatan.” kata Evi.

Rr/HumasproKLU




Kebijakan Pembatasan Fisik di Pasar Mandalika Disambut Positif

Warganet juga banyak membicarakan Gubernur NTB yang menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One

MATARAM.lombokjournal.com — Kebijakan Gubernur NTB untuk menata Pasar Mandalika, Kota Mataram beberapa waktu lalu mendapat tanggapan positif dari warganet.

Kebijakan yang mengatur agar para penjual menjaga jarak fisik dengan pembeli dianggap warganet sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di NTB.

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin, S. Sos, MM, dalam laporan Analitik Media Sosial dan Online Periode 2-8 Mei 2020.

Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas dan Protokol itu menjelaskan ada 5 trending topik NTB di media sosial facebook, dimulai dari topik diberlakukannya physical distancing di Pasar Mandalika mulai Rabu 6 Mei 2020.

Tidak kurang 1.308 komentar yang memperbincangkan topik ini dan memberikan tanggapan positif.

Seperti akun Maya Hally Alawiyah “Semangat pak gubenur, lanjutkan di semua pasar tradisional di seluruh NTB dan kalau bisa dikasi atau diantau oleh satgas covid atau polisi, agar tetap terjaga dan teratur…”.

Selain itu jelas Bang Najam, warganet juga banyak membicarakan Gubernur NTB yang menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One.

Sebanyak 822 komentar yang membahas khusus topik tersebut. Pada acara itu, Bang Zul menjelaskan upaya pencegahan dan penyembuhan warga NTB dari wabah covid-19, seperti tersedianya laboratorium yang mampu mendeteksi seberapa banyak partikel virus di tubuh penderita.

Topik selanjutnya kata Kandidat Doktor itu adalah terkait terus bertambahnya jumlah pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh di NTB, yaitu sebanyak 757 respon.

Hal ini mendapatkan respon positif khususnya apresiasi kepada tenaga medis seperti akun Rodiyan Eriyansa “Alhamdulillah terus berjuang teman sejawat,perawat,dokter, dan NAKES lainnya, semoga kalian tetap dalam lindungan Allah SWT”.

Berikutnya adalah terkait Gubernur NTB yang akan memberikan hadiah naik haji kepada para perawat Covid-19 di NTB, yaitu sebanyak 737 tanggapan

Hal ini mendapatkan respon positif seperti akun Indriati Aca “Semoga para medis diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan tugasnya, dan Insya Allah nanti akan diberangkatkan haji oleh BPK Gubernur.”

“Terakhir adalah pernyataan Kepala BNPB yang menyatakan Provinsi NTB memiliki pengalaman dalam menangani bencana (716). NTB tidak hanya cepat dalam penanganan aspek kesehatan tapi juga dalam penanganan kebutuhan sosial ekonomi,” tutup Bang Najam.

AYA/HmsNTB

 

 




PLN Bantu Pemprov NTB Hadapi Covid-19

Untuk menunjang perekonomi masyarakat di tengah pandemi, Gubernur Zul uga meminta agar APD yang disalurkan merupakan hasil dari UKM UKM lokal yang terdapat NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Kepeduian PT PLN membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB  mendapat apresiasi  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang secara langsung menerima bantuan alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer di ruang kerjanya, Senin (11/05/20).

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam bentuk alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer itu, dalam upaya melawan dan memutuskan rantai penularan Covid-19.

“Saya mengucapkan rasa bangga dan apresiasi yang setingginya kepada pada teman-teman PLN, di tengah wabah corona, tanpa kenal lelah 24 jam terus bekerja untuk tetap menjamin dan memastikan, NTB dan indonesia menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan dan lebih baik lagi,” ungkap Gubernur Zul.

Untuk menunjang perekonomi masyarakat di tengah pandemi, Gubernur Zul uga meminta agar APD yang disalurkan merupakan hasil dari UKM UKM lokal yang terdapat NTB.

Hal itu juga dinilai sebagai salah satu langkah dalam menekan angka kemiskinan di NTB.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka mengapresiasi langkah Gubernur dalam memberdayakan produk lokal berkomitmen akan menggunakan produk lokal dalam penyaluran bantuannya.

Rudi menerangkan, bantuan CSR-nya untuk penanganan Covid-19 ini totalnya Rp385 juta. Untuk tahap pertama, yang diserahkan kepada pemprov yakni Rp75 juta, sisanya langsung disalurkan kepada unit-unit PLN yang ada di NTB.

Total ksseluruhan dari bantuan dari PLN Grup yang ada di NTB sejumlah Rp765 juta.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir juga Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB




Wagub Turun Tangan Bagikan Masker

Ummi Rohmi beserta jajaran langsung memasangkan masker secara simbolis kepada masyarakat, sembari memberikan penyadaran agar maskernya selalu digunakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Penerapan aturan wajib menggunakan masker kepada masyarakat di Provinsi NTB sebagai salah satu upaya mempercepat pemutusan mata rantai penularan Virus Corona (Covid-19), berlaku mulai hari Senin (11/05/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah beserta jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Mataram, turun langsung di tempat-tempat keramaian membagikan Masker kepada masyarakat.

Pembagian masker gratis kepada masyarakat ini, merupakan upaya sosialisasi atas pemberlakuan aturan wajib menggunakan masker di NTB.

Selain itu untuk memberikan penyadaran secara langsung kepada masyarakat. Terutama para pedagang dan masyarakat yang melakukan aktivitas di pasar.

Ummi Rohmi beserta jajaran langsung memasangkan masker secara simbolis kepada masyarakat, sembari memberikan penyadaran agar maskernya selalu digunakan.

“Maskernya tetap digunakan ya bu,” pintanya.

Wagub juga mengimbau, untuk melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat.

“Para pedagang dan pembeli wajib menggunakan masker, kalau tidak pembeli tidak boleh masuk pasar, dan pedagang tidak boleh berdagang,” imbau Wagub.

Beberapa lokasi pembagian masker yang dikunjungi langsung Wagub antara lain, Pasar Perumnas, Pasar ACC Ampenan dan Pasar Kebon Roek. Selain di Pasar, juga dilakukan pembagian di tempat-keramaian dengan melibatkan seluruh elemen OPD lingkup Provinsi NTB.

Wagub mengajak seluruh masyarakat NTB, mengurangi resiko melawan virus Cprpna.

“Mari seluruh masyarakat, kita ikhtiarkan instruksi Gubernur untuk selalu menggunakan masker, agar dapat mengurangi resiko, Insya Allah kita bisa menang dalam melawan Virus Corona di NTB,” kta wagub..

Wagub Bagi Masker

Menanggapi pemberlakuan aturan wajib masker ini, Kepala Pasar ACC Ampenan, Ahmad Mahdawi, menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi NTB.

Khususnya Wakil Gubernur yang turun langsung membagikan masker dan  memberikan edukasi untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menggunakan masker.

Menurutnya langkah strategis melalui aturan wajib masker ini, akan dikawal oleh pemerintah Kota Mataram, khususnya Kepala Pasar.

Ia berharap dengan kesadaran masyarakat untuk selalu menggunakan masker, para pedagang di Pasar akan terhindar dari Virus Corona.

Dengan demikian, akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di NTB dengan cepat.

Terpisah, Kepala Pasar Perumnas, Mustakim mengatakan, sejak ada perintah dari Presiden, himbauan Gubernur, Walikota dan jajarannya, langsung menerapkan dan tertib menjaga apa yang diperintahkan Gubernur, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Bagi yang tidak punya, kami bagikan. Jangan sampai virus tertular dan kami konsisten dengan edaran Gubernur dan Walikota Mataram,” tegasnya.

AYA/HmsNTB