Hikmah di Balik Wabah Covid-19, Komunikasi Pimpinan di Daerah Makin Baik

Begitu banyak pembelajaran yang didapat selama masa Covid-19 seperti kerja sama antar masyarakat dan pemerintah, pentingnya hidup tertib, gotong royong dan bahkan dalam pemanfaatan teknologi

MATARAM.lombokjournal.com — Masyarakat diajak selalu mengambil sisi positif dari musibah yang tengah terjadi di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal itu diutarakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menjadi narasumber dalam Dialog Ramadhan dengan tema “Membawa Bencana Menjadi Rahmah di Bulan Penuh Hikmah” melalui media telekomunikasi Zoom, di Pendopo Gubernur NTB, Minggu (17/05/20).

Dialog Ramadhan kali ini juga turut mengundang beberapa nara sumber lain, di antaranya Pengurus NU Wilayah NTB, Dr. KH. M. Zaidi Abdad, MA, dan Direktur Pasca Sarjana Universitas Mataram, Prof. M. Sarjan, Ph.D.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, wabah corona yang menyerang secara global telah memunculkan inovasi-inovasi baru.

Khusus di NTB, Bang Zul menilai adanya corona telah turut meningkatkan UKM jauh lebih berdaya dari sebelumnya.

Tak hanya itu, komunikasi dan koordinasi antar Gubernur dan Kepala Daerah diseluruh NTB menjadi lebih baik lagi.

Permasalahan yang sama terjadi di daerah masing-masing telah membuat kebuntuan komunikasi yang kerap terjadi sebelumnya kini cair kembali.

Komunikasi dengan pemerintah pusat, baim itu Presiden dan juga para Menteri-menteri juga makin intens.

“Jadi mungkin kalau tidak ada corona, intensitas konsolidasi dan interaksinya tidak se-intens sekarang,” ungkap Bang Zul.

Ia berharap,  makin kompaknya pimpinan di tiap daerah dan juga masyarakat maka akan banyak hal baik yang dapat diperoleh di masa datang.

Dengan memberdayakan UKM pula, kini masalah mendasar dan potensi dari tiap UKM dapat diidentifikasi dengan baik untuk kemudian diperbaiki dan dikembangkan kearah yang lebih baik.

“Semuanya Alhamdulillah menjadi pelajaran yang mengesankan untuk kemudian kita kembangkan dikemudian hari,” jelasnya.

Pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah NTB, Dr. KH. M. Zaidi Abdad, MA, menyampaikan jika wabah corona telah memberikan suatu makna tersendiri bagi umat Islam.

Tentu banyak kerugian yang telah terjadi disebabkan pandemi ini, namun Ia mengajak masyarakat untuk selalu melihat hikmah di balik itu semua.

“Saya pikir banyak sekali yang bisa kita petik dari musibah ini dan mudah-mudahan kita juga bisa terus beraktivitas melalui kegiatan yang ada, produktivitas juga jangan sampai berkurang,” ucapnya.

Zaidi Abdad pun berharap wabah corona dapat ditangani dengan baik. Selain itu, Ia mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi imbauan pemerintah dan juga ulama.

Hal sama diungkapkan oleh Direktur Pasca Sarjana Universitas Mataram, Prof. M. Sarjan, Ph.D , yang menyebut, Ramadhan adalah bulan pembelajaran. Terlebih lagi, Ramadhan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dikarenakan Covid-19.

“Sang Guru Bernama Corona” , itulah ungkapan Sarjan pada situasi bulan Ramadhan tahun ini.

Begitu banyak pembelajaran yang didapat selama masa Covid-19 seperti kerja sama antar masyarakat dan pemerintah, pentingnya hidup tertib, gotong royong dan bahkan dalam pemanfaatan teknologi.

“Kalau kita tidak bisa berkerjasama maka kita tidak bisa mengalahkan corona,” sebut Sarjan.

Dalam hal teknologi, dengan adanya Covid-19 masyarakat dapat menggunakan teknologi kepada hal yang positif seperti bekerja dan belajar dari rumah menggunakan media daring.

“Teknologi yang ada di hadapan kita ini harus kita manfaatkan secara maksimal,” sambungnya.

Kemudian yang terakhir yakni pembelajaran di bidang agama.

Walaupun menurutnya masih banyak perdebatan dan selisih paham di dalam masyarakat namun itu semua dapat diatasi dengan baik dan penuh toleransi. (Humas NTB)

AYA.HmsNTB




JPS Gemilang Tahap Pertama Akan Rampung, Tahap Kedua Disempurnakan

Ada tiga hal yang akan disempurnakan pada penyaluran JPS tahap II nanti, yaitu data penerima dan proporsinya, produknya akan lebih bervariasi dan melibatkan lebih banyak pelaku UKM/IKM di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Distribusi bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) tahap pertama segera rampung.

Ridwansyah

Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menjadi daerah yang terakhir menyalurkan paket bantuan JPS

Progres penyaluran paket sembako gemilang per tanggal 16 Mei, bantuan yang telah disalurkan sebanyak 96.849 paket atau sudah mencapai 92 persen dari 105 ribu KK.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Ir H Ridwan Syah, M.Sc, MM, MTP mengatakan, jumlah paket yang belum terdistribusi sebanyak 8.151 KK atau tinggal 8 persen.

Khusus di Kabupaten Loteng, jumlah paket bantuan yang sudah tersalurkan per tanggal 16 Mei sebanyak 10.253 paket, sementara yang yang akan terdistribusi awal pekan ini sebanyak  5.744 paket.

“Sisa paket yang segera akan tersalurkan ke masyarakat terdampak lainnya  yang tidak tercantum dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebanyak 2.360 paket,” terang Ridwan Syah, Minggu ( 17/05/2020).

Ia mengatakan, ada tiga hal yang akan disempurnakan pada penyaluran JPS tahap II nanti, yaitu data penerima dan proporsinya, produknya akan lebih bervariasi dan melibatkan lebih banyak pelaku UKM/IKM di NTB.

Komoditas telur akan diganti dengan bahan pangan yang lebih awet seperti ikan kering.

“Disamping itu adalah memperbaiki tata cara distribusi paket sehingga lebih tepat waktu dan paketnya akan diterima dalam kemasan yang utuh untuk semua jenis bantuan,” ujarnya.

PT GNE Minta Maaf

Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas Samsul Hadi mengatakan, penyaluran JPS Gemilang tahap satu sudah hampir rampung dan besok hari Senin (18/05/20) merupakan hari terakhir pendistribusian untuk kabupaten Lombok Tengah.

Pendistribusian berikutnya adalah untuk JPS II akan diluncurkan sesuai rencananya akan dilaksanakan 30 Mei 2020.

“PT GNE meminta maaf bila ada kekurangan pada pendistribusian JPS Gemilang tahap I dan akan memperbaiki pada tahap II dan seterusnya,” kata Samsul Hadi Minggu ( 17/05/2020).

Samsul Hadi mengatakan, pihaknya akan mengumumkan UKM dan Gapoktan yang ikut dalam supply kebutuhan barang untuk JPS Gemilang tahap II.

“Kami akan mengumumkan syarat-syarat UKM atau Gapoktan yang terlibat dalam kegiatan supply kebutuhan barang untuk JPS Gemilang Tahap II,” terangnya.

Iaminta maaf kepada semua pihak jika proses pendistribusian paket JPS Gemilang masih kurang sempurna.

PT GNE telah menyediakan layanan pengaduan  No WA +62 819-1752-1800   dan website resmi  http://www.gne.co.id/ yang dapat dimanfaatkan oleh pihak desa/kelurahan terkait dengan kondisi paket JPS Gemilang yang diterima.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang turut serta dalam proses pengawalan pendistribusian paket JPS Gemilang,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




UPDATE : Hari Minggu, 17 Mei,  Bertambah 6 Pasien Positif Covid-19, 13 Pasien Sembuh

“Mari kita terus menjaga trend kesembuhan danm penurunan jumlah kasus Covid-19. Masyarakat sebagai garda terdepan tidak boleh lengah. Kita harus tetap waspada dan disiplin agar wabah ini segera berlalu,” kata Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com —  Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technoparkmengkonfirmasi  adanya tambahan 6 pasien  positif Covid-19, dan yang dinyatakan sembuh 13 pasien.

Dalam press release hari Minggu (17/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak  271 sampel swab dengan hasil 250 sampel negatif, dan 15 sampel positif ulangan serta  (dua) sampel kasus baru positif Covid-19.

Lalu Gita Ariadi

Adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif, 13 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (17/5/2020) sebanyak 371 orang.

Rinciannya 232 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 132 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

6 PASIEN POSITIF COVID-19, 34 PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 366, an. An. ATJP, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Pada Suka,Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 367, an. An. RA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 368, an. Tn. S, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 369, an. An. PA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa,Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 370, an. An. MIA, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 371, an. Tn. B, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkitCovid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 192. Saat ini sedang menjalani karantina di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

Hari Minggu (17/05) terdapat penambahan 13 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaanlaboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 22, an. Ny. FES, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 35, an. Tn. EAP, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 104, an. Tn. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan AmpenanTengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 191, an. Tn. LASS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan AmpenanSelatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 252 ,an. Tn. RW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara;
  6. Pasien nomor 264, an. An. AH, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 265, an. Ny. N, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 268, an. Tn. I, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Desa Sangia, KecamatanSape, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 277, an. Tn. D, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Desa Krama Jaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 301, an. An. MAF, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 302, an. An. MRF, laki-laki, usia 2 bulan, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 307, an. Tn. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Ubung, KecamatanJonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 337, an. An. S, perempuan, usia 4,5 tahun, penduduk Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugur Tugas Pvinsi NTB mengapresiasi masyarakat yang telah tetap disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid19.

Dan mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah, tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Mari kita terus menjaga trend kesembuhan danm penurunan jumlah kasus Covid-19. Masyarakat sebagai garda terdepan tidak boleh lengah. Kita harus tetap waspada dan disiplin agar wabah ini segera berlalu,” kata Lalu Gita Ariadi dalam release yang diterima media.

Ia mengatakan, pemerintah memberikan apresiasi yang tinggi kepada petugas kesehatan yang tanpa lelah memberikan pelayanan, baik pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat, maupun pelayanan pengobatan kepada pasien positif Covid-19 di rumah sakit.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Dandim 1606/Lobar Beri Bantuan Ke Nenek Kalsum

LOBAR.lombokjournal.com —  Kondisi kehidupan seorang nenek di Dusun Karang Bedil, Desa Kediri Induk Kecamatan Kediri, Kab. Lombok Barat yang sempat viral di media sosial khususnya di Pulau Lombok beberapa hari ini, mengundang simpati banyak pihak.

Termasuk Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, SIP., MM.

Nenek Kalsum (tengah)

Seperti diketahui beberapa hari terakhir ini Papuq (Nenek) Kalsum (78) sempat ramai diberitakan di media online dan sosial media setelah salah satu media online di NTB menaikkan tulisan terkait kondisi Papuq Kalsum yang hidup bersama putranya yang pengangguran, tak sanggup memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal di rumah yang juga tak layak huni.

Dandim 1606/Lobar setelah mendengar kabar tersebut menyempatkan diri bersilaturrahim menyambangi Papuq Kalsum, di kediamannya di Dusun Karang Bedil, Minggu (17/05/20).

“Dari laporan Babinsa keadaan Nenek Kalsum memang cukup memprihatinkan, hingga kami dari Keluarga Besar Kodim 1606/Lobar menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dan melihat keadaan Papuq Kalsum, serta memberikan bantuan sembako,” kata Dandim.

Didampingi Danramil 1606-04/Gerung Lettu Inf Maturidi, Pasilog Kodim 1606/Lobar Kapten Inf Sutarmin, Dandim menyerahkan bantuan sumbangan berupa sembako kepada Papuq Kalsum.

Hadir juga dalam penyerahan bantuan Sekda Lobar DR Baihaki, Camat Kediri dan Kadus Karang Bedil.

“Semoga apa yang kita berikan bisa meringankan beban hidup Papuq Kalsum. Ini juga sebagai bentuk perhatian serta kepedulian TNI kepada rakyat,” kata Efrijon.

Selain memberikan bantuan sembako, Dandim juga membagikan masker kepada Papuq Kalsum dan anaknya serta warga sekitar.

Tak lupa, Dandim Lobar Alumni Akmil 1995 ini mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan dan mengikuti semua anjuran pemerintah terkait tata cara pencegahan penyebaran virus Corona.

Dari keterangan Muhlis, putra Papuq Kalsum bahwa sebenarnya banyak sumbangan atau bantuan dari pemerintah seperti program jambanisasi atau perbaikan rumah yang mau diberikan kepada dia dan ibunya.

Namun seringkali mereka tolak karena terkendala harus ada kontribusi dari penerima manfaat yang tidak sanggup mereka penuhi.

Untuk itu Dandim meminta agar pihak terkait, baik Camat, Kades dan Kadus yang kebetulan juga hadir untuk membantu mencari jalan keluarnya, agar rumah Papuq Kalsum bisa diperbaiki tanpa harus berkontribusi atau mengeluarkan dana untuk bisa menerima manfaat dari program pemerintah, seperti program bedah rumah dan jambanisasi tersebut.

“Kami berharap semoga ada jalan keluar untuk permasalahan ini agar rumah Papuq Kalsum ini bisa segera di perbaiki,“ ucap Dandim.

AYA




Kodim Loteng Terus Pantau dan Dampingi Penyaluran Bansos

LOTENG.lombokjournal.com —  Kodim 1620/Loteng terus melakukan pemantauan dan pendampingan penyaluran bantuan social, baik dari dari pemerintah pusat, daerah maupun desa.

Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan tersalurnya bantuan kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan.

Demikian dikatakan Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto disela-sela kesibukannya, Sabtu (16/05/2020).

Dijelaskannya, pemantauan dan pendampingan penyaluran dan pembagian bantuan sosial baik berupa sembako maupun bantuan langsung tunai dilakukan setiap hari oleh Babinsa bersama Babinkamtibmas dan Kepala Desa.

“Ini menjadi salah satu tugas Babinsa  terkait Percepatan Penanganan Covid – 19  setiap hari selama Pandemi Covid – 19, namun tetap mengedepankan Sop protokol pencegahan Covid – 19 dan membantu  masyarakat yang berhak menerima sesuai data yang ada,” ujar Prastiwanto.

Seperti diketahui, sambungnya, hari ini ada beberapa kecamatan yang menyalurkan bantuan sosial seperti Kecamatan Praya Barat, Kopang, Batukliang, Batukliang Utara dan Pringgarata.

Pihaknya berharap agar pembagian ini dilakukan sesuai dengan data dan tepat sasaran sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari.

AYA




Danrem 162/WB Hadiri Bakti Sosial Jajaran TNI Bersama Kapolda NTB

“Mari bersama kita jaga kondusifitas wilayah NTB, jangan melakukan kegiatan yang justru akan menguras energi positif kita, apalagi dalam suasana saat sekarang seharusnya kita Prihatin dalam menghadapi ujian Covid-19,” tutur Danrem

MATARAM.lombokjournal.com – Di tengah wabah Pandemi Covid-19 di bulan suci Ramadhan, tentunya secara tidak langsung berdampak pada perekonomian masyarakat.

Kondisi tersebut telah direspon baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dengan berbagai program Bansos di tengah Pandemi Covid-19.

HaDanrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, menympaikan itu di sela-sela kegiatan Bakti SosIAL (Baksos) bersama Kapolda NTB  Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K, M.H., dan Jajaran TNI.

Cara dilanjutkan buka puasa bersama dengan jumlah orang terbatas, serta sesuai SOP Protokol Cegah Covid-19,  di Islamic Center, Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Jumat (15/05/2020).

“Sebelumnya, kegiatan Baksos bersama Jajaran TNI-Polri di Pondok Pesantren Nurul Jannah Nahdlatul Wathan, Kelurahan  Ampenan Kota Mataram, bersama menyerahkan sembako secara simbolis oleh Kapolda NTB Kepada pengurus Ponpes Nurul Jannah Nahdlatul Wathan,” tutur Danrem.

Menurutnya, kegiatan ini salah satu kegiatan Baksos yang dilakukan secara bersama-sama, dan ini dilaksanakan juga di satuan jajaran baik di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa .

“Hal ini merupakan kepedulian TNI-Polri ditengah keprihatinan wabah pandemi Covid-19 serta dalam suasana bulan suci ramadan,” ungkap Danrem.

Ddikatakan, dalam situasi seperti ini sudah sudah sepatutnya kita saling membantu, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Harapannya, dapat meringankan beban masyarakat.

Sehingga masyarakat lebih tegar bersama semua komponen melakukan berbagai upaya pencegahan dan percepatan penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah NTB.

“Agar kita segera keluar dari situasi pandemi Covid-19,” harapnya.

Dan diharapkan kesadaran semua pihak untuk selalu disiplin patuhi imbauan pemerintah, tetap laksanakan SOP Protokol Pencegahan Covid-19.

“Mari bersama kita jaga kondusifitas wilayah NTB, jangan melakukan kegiatan yang justru akan menguras energi positif kita, apalagi dalam suasana saat sekarang seharusnya kita Prihatin dalam menghadapi ujian Covid-19,” tutur Danrem.

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K, M.H bersyukur berkesempatan memberikan bantuan paket sembako kepada suadara saudara yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jannah Nahdatul Wathan, sekaligus membantu perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19, Jelasnya.

Menurut Kapolda, bersinergi dengan Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud zam serta masyarakat, kesempatan yang baik ini juga untuk mengimbau untuk sholat idul fitri ditiadakan sesuai  fatwa MUI.

“Karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19 dan akan dikawal oleh TNI-Polri,” tegas Kapolda.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Danlanal Mataram, DanLanud Zam,  Dandim 1606/Lobar, Dansat Brimob, DirPolairud, Kabidpropam, Dirpam Obvit, Karolog Polda NTB, Kabidhumas dan Dirnarkoba Polda NTB.

AYA

 




Diingatkan, Peran Penting Pers di Masa Pandemi

“Hasil pemantauan Isi siaran yang telah dilakukan oleh KPID NTB menunjukkan bahwa lembaga penyiaran telah membuat program siaran dan Iklan layanan masyarakat (ILM) terkait Covid-19 secara mandiri dan bahkan menggunakan bahasa lokal, “ kata Yusron Saudi

MATARAM.lombokjournal..com —  Para insan pers yang bertugas mencari informasi di lokasi pasien Covid-19 dan fasilitas kesehatan juga memiliki kerentanan terpapar.

Hal itu disampaikan Ketua KPID NTB Yusron Saudi, ST, M.Pd mengatakan itu dalam Seminar Nasional secara daring melalui aplikasi zoom, Rabu (13/05/20).

Yusron mengingatkan pentingnya peran pers dan lembaga penyiaran di masa pandemi Covid-19, terutama dalam menyajikan informasi, sosialisasi dan edukasi penanganan Covid-19 di masyarakat.

Dikatakan,  ada risiko besar yang dihadapi jurnalis lembaga penyiaran seperti televisi dan radio saat meliput berita terkait Covid-19.

Karena itu, KPID NTB telah mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada pimpinan lembaga penyiaran agar mengutamakan faktor kesehatan dan keselamat jurnalis, mengurangi kontak langsung dengan narasumber, mengoptimalkan penggunaan media online sebagai media utama komunikasi.

Lembaga publik juga didorong mengeluarkan press release baik dalam bentuk teks dan video untuk konsumsi publik melalui pers.

Adapun peran lembaga penyiaran dalam penanganan pandemi Covid – 19  kata Yusron, harus mengambil peran sebagai media informasi dan edukasi.

Radio dan televisi sebagai media mainstream dituntut memberikan informasi kredibel, update dan aktual.

Lembaga penyiaran juga harus menerapkan kode etik jurnalistik dan mematuhi peraturan Komisi penyiaran Indonesia tentang Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Hasil pemantauan Isi siaran yang telah dilakukan oleh KPID NTB menunjukkan bahwa lembaga penyiaran telah membuat program siaran dan Iklan layanan masyarakat (ILM) terkait Covid-19 secara mandiri dan bahkan menggunakan bahasa lokal, “ ujarnya

Lebih lanjut , Yusron menjelaskan bahwa lembaga penyiaran juga harus menjalankan fungsi pendidikan.

“Program belajar dari rumah yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan yang melibatkan TVRI juga patut diapresiasi” ujarnya.

Peran masyarakat

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM usai menyaksikan seminar tersebut via daring menyampaikan bahwa selain tenaga medis dan pers, masyarakatlah yang juga memiliki peran yang sangat penting dalam melawan Covid-19.

“Masyarakat adalah garda terdepan yang memiliki peran sangat penting dalam penanganan Covid-19. Apapun bentuk kebijakan yang dibuat pemerintah, bagaimana canggih dan hebatnya alat medis, dan gencarnya media mensosialisasikan kebijakan  akan sia-sia jika masyarakat tidak mengikuti imbauan dan kebijakan pemerintah.” ujarnya.

“Ayo, kita pakai masker untuk mencegah penularan virus Corona ini. Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku,” ajaknya.

AYA/HmsNTB




Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 Batukliang Lakukan Razia Masker

Bila pengendara kendaraan tidak menggunakan masker, mereka diberikan peringatan, dan dibagikan masker

LOTENG.lombokjournal.com —  Satgas Covid-19 Kecamatan Batukliang melakukan razia masker , sekaligus dan membagikan masker terhadap pengguna jalan lampu merah perempatan Mantang Desa, Mantang Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, Rabu (13/05.20).

Camat Batukliang H. Suhartono bersama Danramil 1620-07/Batukliang, Kapten Inf Lalu Mas’ud dan Kapolsek Batukliang Iptu Gede Gisi Yasa SH., beserta anggota dan Satpol PP Kecamatan menghentikan pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat untuk memastikan pengendara menggunakan masker.

Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE., M.I.Pol., di sela-sela kesibukannya membenarkan dan mengapresiasi langkah positif Satgas Covid-19 di wilayah mengingat penyebaran Covid-19 masih terjadi.

“Ini langkah positif Sub Satgas Covid-19 untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan saling mengingatkan,” ujarnya.

Prastiwanto mengatakan, bila pengendara kendaraan tidak menggunakan masker, mereka diberikan peringatan, dan dibagikan masker. Harapannya, maskernya tetap digunakan di manapun berada terutama saat keluar rumah.

Prastiwanto juga menginstruksikan pihaknya bersama Satgas Covid-19 aktif memberikan imbauan dan mengingatkan masyarakat akan kesehatan dan keselamatan, sehingga dapat menekan jumlah warga terpapar virus corona khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.

AYA




292 Mahasiswa  Asal NTT dan Papua Mendapat Bantuan Sosial

Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang

MATARAM.lombokjournal.com — Sebanyak 292 mahasiswa mahasiswa NTT dan Papua yang menuntut ilmu di Mataram, diberikan bantuan sosial,  Rabu (13/05/20) sore.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH menyerahkan bantuan sosial itu di Asrama Mahasiswa NTT.

Berdasarkan data Dinsos NTB, bantuan yang diserahkan pada hari ini pun sama jumlahnya dengan mahasiswa yang ada, yakni 292 paket bantuan.

Gubernur Zul mengaku senang dapat bertatap muka dengan banyaknya mahasiswa NTT yang tengah mengenyam pendidikan di NTB.

Ia mengajak para mahasiswa yang berasal dari sejumlah wilayah NTT itu untuk selalu bersyukur karena mampu menuntut ilmu keluar daerahnya, sehingga dapat memperoleh pengalaman yang begitu banyak.

“Oleh karena itu, dengan hadirnya kita disini kita jadi mengerti betapa rindu pada kampung halaman itu suatu hal yang istimewa,” tutur Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bagi Bang Zul, NTB adalah rumah bagi semua orang. Untuk itu ia menjamin bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang.

“Kalau teman-teman merasa kesulitan atau jika ada yang perlu kita bantu, kami dari pemerintah daerah dengan senang hati untuk melayani teman-teman semua,” pungkasnya.

Bantuan yang diberikan pada hari ini terasa begitu berarti bagi mahasiswa NTT. Mereka gembira karena begitu diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat di tempat mereka belajar.

Hal tersebut diucapkan langsung oleh Manuel Wandikbo yang berasal dari Papua.

“Kami dari mahasiswa Papua yang kuliah di Mataram mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur NTB beserta Dinas Sosial NTB atas bantuannya,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jonatan, yang juga merupakan  mahasiswa asal NTT. Kepada Gubernur Zul dan Dinas Sosial Provinsi NTB, ia bersyukur dapat dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB itu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Dinas Sosial dan pak Gubernur yang telah datang berkunjung ke tempat kami,” ucapnya.

AYA/HmsNTB




PT Gerbang NTB Emas Jamin Tidak Ada Telur Rusak Yang Diterima Masyarakat

Dan semua proses penyortiran dan penerimaan barang dalam keadaan baik dan lengkap di tingkat desa/kelurahan tersebut, dibuktikan secara legal dengan dibuat serta ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Pihak Desa/Kelurahan

MATARAM.lombokjournal.com — Distribusi JPS Gemilang tahap pertama yang merupakan program Pemprov NTB hampir rampung.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Daerah selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan wabah Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, paket JPS Gemilang nilainya Rp. 250.000/KK.

Berupa Paket Sembako yang terdiri dari beras kualitas premium 10 Kg, telur 20 butir, dan minyak goreng.

“Disamping itu, ada paket Suplemen & Masker yang terdiri dari masker non medis, susu kedelai/serbat jahe, minyak kayu putih/minyak cengkeh 10 ml, sabun batang/cair 65 ml. Rencananya diberikan selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2020. Namun, sesuai hasil evaluasi akan ada perubahan item barang untuk bulan Mei dan Juni,” ujar L Gita Ariadi, Selasa (12/04)

  1. Gerbang NTB Emas (GNE) yang ditunjuk oleh Gubernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi NTB sebagai salah satu penyedia JPS Gemilang pada tahap pertama untuk item beras dan telur.

Hngga saat ini telah melakukan pendistrusian telur sebanyak 2.100.000 butir, yang diambil dari peternak di NTB. Menjamin seluruh telur yang sampai pada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dalam keadaan baik dan tidak ada yang rusak.

“Kami dari pihak GNE sebagai penyedia dan penyalur telur. Berani memastikan bahwa seluruh telur yang sampai pada masyarakat dalam keadaan baik. Jadi tidak benar jika ada informasi yang beredar di masyarakat bahwa ada telur yang pecah/rusak/busuk,” terang Direktur Utama PT. GNE, Syamsul Hadi, Rabu (13/05)

Keyakinan Syamsul Hadi tersebut, didasarkan pada telah dilaksanakannya kontrol kualitas oleh pihaknya dalam penghimpunan dan penyaluran telur, dilakukan tiga tahapan penyortiran.

Dimulai saat pembelian, kemudian dilakukan pemeriksaan secara resmi bersama-sama petugas dari Dinas Sosial Provinsi NTB. Dan terakhir dilakukan pengecekan saat pendistribusian sampai di Kantor Desa/Kelurahan yang dilakukan secara bersama.

Dan pada penyortiran tahap ketiga/terakhir tersebut dilakukan secara bersama-sama. Baik oleh pihak GNE selaku pendistribusi telur, pihak pemerintah Desa/Kelurahan, maupun dari Dinas Sosial yang diwakili oleh Tagana atau pilar sosial lainnya.

“Dan jika ditemukan ada telur yang rusak maka akan langsung di ganti saat itu juga. Karena setiap pengantaran kami sudah membawa cadangan telur. Untuk berjaga-jaga jika ada yang rusak,” imbuh Syamsul Hadi.

Ia memaklumi jika ditemukan ada telur yang pecah dan rusak akibat proses pengangkutan. Mengingat banyaknya medan berat yang dilalui dalam proses distribusi sampai ke desa-desa di pelosok NTB.

Namun, semua telur yang rusak akibat perjalanan langsung diganti saat itu juga, dengan cadangan telur yang telah dipersiapkan.

“Kami selalu mengangkut jumlah telur lebih dari jumlah alokasi setiap desa, yang merupakan cadangan. Sehingga jika dalam proses sortir di desa/kelurahan ada yang rusak, akan langsung d ganti. Dan jika masih kurang cadangannya, maka kami akan ganti paling lama dalam tempo 1 x 24 jam. Sehingga kami jamin tidak ada telur rusak yang sampai di tangan masyarakat. Karena sudah disortir dan diganti saat di kantor Desa/Kelurahan,” kata Syamsul Hadi.

Dan semua proses penyortiran dan penerimaan barang dalam keadaan baik dan lengkap di tingkat desa/kelurahan tersebut, dibuktikan secara legal dengan dibuat serta ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Pihak Desa/Kelurahan.

Sesuai dengan mekanisme/petunjuk pelaksanaan yang ditetapkan Pemrov NTB, yang menjelaskan bahwa tanggung jawab pengiriman barang dari penyedia sampai di Kantor Desa/Kelurahan.

“Namun, bila ada telur yang rusak/busuk karena terlalu lama disimpan setelah sampai di Kantor Desa/Lurah. Maka sesuai ketentuan sebenernya hal itu di luar tanggung Jawab PT GNE. Namun, sebagai tanggung jawab moral, kami telah menyiapkan mekanismenya. Yakni dengan cara pihak Desa/kelurahan bisa langsung menghubungi petugas pengirim barang. Karena kami selalu menyampaikan nomor handphone yang bisa dihubungi di setiap desa/kelurahan penerima,” tegas Syamsul Hadi.

Syamsul Hadi berjanji untuk terus meningkatkan kinerjanya pada distribusi JPS Gemilang tahap II dan III. Dengan tetap terbuka atas segala saran dan koreksi dari semua pihak.

“Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak. kritik dan saran, akan kami jadikan sebagai bahan perbaikan ke depan. Untuk segala saran, kritik dan aduan bisa langsung ke Call Center yang telah kami sediakan di nomor HP/WA 081917521800,” kata Hadi.

AYA