Pemprov NTB Takbiran Online di Tengah Pandemi Covid-19

Ummi Rohmi mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H dan mengingatkan untuk sholat di rumah masing-masing dengan khusyu

MATARAM.lombokjournal.com — Kerja sama dan sinergi dari masyarakat NTB dalam menghadapi pandemi Covid-19 diapresiasi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat menyampaikan sambutan acara “Takbiran Online” yang dilakukan secara daring di Pendopo Wakil Gubernur, Sabtu (23/05/20).

“Terima kasih kepada masyarakat NTB dan kontribusi dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengingatkan kita semua dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Wagub Hj Sitti Rohmi.

Ia merasa haru karena bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Tanpa ada tarawih di masjid, tidak bisa takbiran seperti biasanya.

Dan lagi, tidak bisa bersilaturahmi dengan jumlah yang banyak.

Diingatkan, agar masyarakat NTB meningkatan kedisiplinan dan ketaqwaan dalam melawan Covid-19.

“Tetapi saya sangat percaya, bahwa warga NTB akan selalu paham bahwa dengan adanya pandemi ini kita kuat. Dengan dukungan alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama bersatu padu, bersama-sama melawan corona dan kita harus menang melawan Covid-19,” jelas Wagub.

Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh tenaga medis.

Sebab, perjuangannya mempertaruhkan nyawa dan mengorbankan keluarga dan jiwanya untuk merawat pasien Covid-19 di NTB.

“Mereka sungguh-sungguh mengorbankan dirinya untuk merawat pasien Covid-19, semoga kita semua bisa mengorbankan sedikit kegoisan kita untuk meningkatkan kedisiplinan kita dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTB untuk tetap menggunakan masker jika keluar rumah, jaga jarak, jaga kebersihan dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“InsyaAllah dengan sinergi luar biasa yang sudah kita tunjukan saat ini bisa terus ditingkatkan dalam melawan Covid-19 di NTB,” katanya.

Ummi Rohmi mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H dan mengingatkan untuk sholat di rumah masing-masing dengan khusyu.

“Semoga Allah SWT memberkahi semuanya dan kita bisa segera bisa menang melawan pandemi Covid-19 di NTB,” ujarnya.

Kesadaran masyarakat

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, ST., M.Pd menyampaikan hal serupa, dalam melawan pandemi Covid-19, Pemerintah membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat di NTB.

“Pemerintah dan aparat tidak bisa sendiri tanpa ada dukungan dan kesadaran masyarakat kita,” jelasnya.

Yusron berpesan kepada seluruh masyarakat NTB untuk malam takbiran di rumah melalui media elektronik seperti televisi dan radio.

“Takbiran cukup di rumah saja, mari hidupkan televisi dan nyalakan radio kita takbiran di rumah saja,” tutupnya.

AYA/HumasNTB




HBK Sampaikan Selamat Idul Fitri, Berharap Masyarakat Lombok Bersabar Ditengah Pandemi Covid19

Meski tak bisa hadir langsung ditengah-tengah masyarakat pemilihnya di P. Lombok, namun sepanjang bulan Ramadhan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK PEDULI besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid19 di NTB ini

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Anggota DPR RI H. Bambang Kristiono bersama istri tercinta, Hj. Dian BK menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, kepada segenap masyarakat NTB, khususnya masyarakat di P. Lombok.

Petinggi Partai Gerindra ini berharap, Idul Fitri 1441 H, bisa menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi masa pandemi Covid19.

“Minal Aidin Wal Faidzin. Saya HBK, bersama istri dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, untuk masyarakat NTB pada umumnya serta masyarakat P. Lombok pada khususnya,” kata HBK didampingi Hj. Dian BK, Jumat 22/05) malam  di Jakarta.

HBK mengatakan, moment Lebaran tahun ini memang banyak hal yang harus ditahan dan disesuaikan, lantaran keadaan wabah dan pandemi Covid19 yang terjadi secara global.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah daerah, telah merubah tradisi dan kebiasaan yang selama ini berlangsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Himbauan Pemerintah untuk tetap berada di rumah, beribadah di rumah, bekerja di rumah, dan bersekolah di rumah, harus dilaksanakan dengan optimal dan penuh kesadaran demi memutus rantai penyebaran Covid19 di negeri ini.

“Sekarang ini, banyak masyarakat yang tidak bisa mudik, banyak yang terdampak secara sosial, ekonomi akibat dari pandemi Covid19 ini. Tetapi yakinlah, bahwa dengan kebersamaan dan tetap mentaati anjuran Pemerintah, in syaa Allah pandemi ini bisa kita lewati dengan baik,” katanya.

HBK mengaku sangat berat, dan sedih sekali tidak bisa mengunjungi masyarakat P. Lombok, disaat bulan suci Ramadhan serta hari kemenangan Idul Fitri 1441 H ini. Namun demi kebaikan bersama, dimana trafic bepergian setiap warga negarapun dibatasi, untuk menekan dan membatasi angka penyebaran wabah Covid19 ini.

Tapi menurut HBK, dari hati yang paling dalam, Ia bersama keluarga tetap merasa dekat dengan masyarakat P. Lombok.

“Mungkin kita tidak bisa bersilaturahmi secara fisik, tidak bisa bersalam-salaman saat Lebaran, tapi silaturahmi secara bathin, dan kita akan selalu bersama-sama untuk saling mendo’akan yang terbaik ke epan,” imbuhnya

Sementara itu, istri tercinta HBK, Hj. Dian BK juga menyampaikan salam dan kerinduannya kepada masyarakat NTB, khususnya kepada kaum perempuan di P. Lombok.

Ia berharap para perempuan NTB juga bisa tabah dan sabar dalam melewati masa-masa sulit di tengah pandemi Covid19 ini.

“Ibu-ibu tentu yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid19 ini. Tetapi tetaplah yakin, sabar, dan tegar dalam melewati masa sulit ini. Saya juga merasakan kesulitan yang sangat luar biasa akibat pandemi Covid19 ini. Isolasi mandiri, secara ekonomi juga sangat memberatkan, biaya hidup meningkat tajam,”ujar Hj. Dian BK.

HBK dan Hj. Dian BK juga dengan kerendahan hati menyampaikan permintaan ma’af yang sebesar-besarnya kepada masyarakat P. Lombok, karena tidak bisa hadir langsung di moment Idul Fitri tahun ini.

HBK, Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, yang dikenal Samurainya Prabowo, kini duduk di DPR RI sebagai Wakil Ketua Komisi-1 DPR RI melalui Pileg 2019 yang lalu, dengan Dapil NTB-2 P. Lombok.

Meski tak bisa hadir langsung ditengah-tengah masyarakat pemilihnya di P. Lombok, namun sepanjang bulan Ramadhan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK PEDULI besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid19 di NTB ini.

Tim HBK PEDULI yang ada disetiap Kab/Kota di P. Lombok, telah membagikan ribuan paket sembako untuk masyarakat miskin yang tidak mampu, menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.

Serta menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker pelindung, langsung kepada masyarakat serta sejumlah Puskesmas yang berada di P. Lombok, selama masa pandemi Covid19 ini.

Me

 




Danrem 162/WB Ikuti Vicon Dengan Pangdam IX/Udayana, Bahas Kesiapan Prajurit Jelang Idul Fitri

Diharapkan, masyarakat mempedomani ketentuan yang dikeluarkan oleh MUI dan SK Gubernur NTB, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Danrem Jajaran Kodam IX/Udayana melaksanakan video conference (Vicon) dengan Pangdam IX/Udayana dari wilayah masing-masing.

Vicon itu membahas tentang kesiapan Prajurit Jajaran Kodam IX/Udayana dalam mengantisipasi perkembangan situasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, di tengah Pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing.

Danrem 162/WB mengikuti Vicon dengan Pangdam IX/Udayana, didampingi Kasrem 162/WB beserta Perwira staf Korem, bertempat di Ruang Rapat Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Jumat (22/05/20).

Usai Vicon, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, menyampaikan, satuan jajaran Korem 162/WB bersama Polda NTB dan stakeholder lainnya telah melakukan berbagai upaya termasuk  pengamanan, dalam mengantisipasi perkembangan situasi menjelang hari raya Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19 di wilayah Provinsi NTB.

Diungkapkan, para Dandim, Danramil dan Babinsa di wilayah Korem 162/WB bersama-sama dengan Polri dan stakeholder di wilayah masing-masing, melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan hari raya Idul Fitri.

Diharapkan, masyarakat mempedomani ketentuan yang dikeluarkan oleh MUI dan SK Gubernur NTB, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19.

Satuan jajaran Korem 162/WB telah mengecek kesiapan Posko Gugus Tugas Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran di seluruh pintu masuk wilayah masing-masing.

Serta memberikan penekanan agar selalu waspada terhadap kemungkinan adanya masyarakat yang memaksa keluar/masuk ataupun mudik melalui jalur-jalur alternatif lain jangan sampai lepas dari pantauan.

AYA




Danrem 162/WB Pantau Posko Gugus Tugas Covid-19 Dan Pos Pengamanan Idul Fitri

Danrem kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, agar mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik/pulang kampung dan tidak melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun di lapangan, melainkan di rumah masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar, Kapolres Kota Mataram dan Pasi Intelrem 162/WB, berkunjung dan mengecek Posko Pengamanan Covid-19 di beberapa pintu masuk Kota Mataram, Kamis (21/05/20).

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han, memberikan arahan kepada personel Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 yang bertugas agar terus mengaktifkan Posko Covid-19.

Pesannya, jangan lalai dan tetap semangat melaksanakan tugas pengamanan, memonitor dan memeriksa setiap pengemudi kendaraan yang melintas keluar masuk kota Mataram, sesuai dengan SOP protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Menjelang Idul Fitri, personel di Posko Covid-19 khususnya di pintu masuk kota Mataram akan kita perkuat dengan penambahan personel Yonif 742/SWY, jaga kekompakan dan sinergitas dalam bertugas” ungkap Danrem.

Diingatkan, antisipasi aktifitas masyarakat menjelang Idul Fitri, karena tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang memaksa mudik ke kampung halaman, kemudian masuk kota mataram melalui jalur-jalur alternatif lain.

“Jangan sampai lolos screning dan melaksanakan sesuai protokol kesehatan,” kata Danrem.

Sebelumnya, Danrem 162/WB bersama Dandim 1606/Lobar dan Kapolres Kota Mataram memantau kegiatan patroli gabungan di pasar tradisional di Kota Mataram. Tujuannya untuk sosialisasi dan memberi imbauan kepada masyarakat berkaitan dengan pemberlakuan Surat Keputusan Gubernur NTB nomor 003.2-504/2020 tanggal 19 Mei 2020, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Danrem kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, agar mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik/pulang kampung dan tidak melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun di lapangan, melainkan di rumah masing-masing.

Selain itu, tidak melakukan kunjungan/silaturrahmi secara fisik kepada tetangga ataupun sanak saudara, mengingat hal itu berpotensi menularkan Covid-19, selama lebaran tetap berada di rumah (stay at home).

“Namun jika terpaksa karena urusan darurat, maka protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat seperti penggunaan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman (physical distancing) demi keamanan dan keselamatan bersama,” tegasnya.

AYA

 




Pemprov NTB  Dapat Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari PT Bentoel Prima

Dalam melewati pandemi ini, partisipasi dan kekompakan dari semua pihak merupakan hal yang sangat penting dalam percepatan pemutusan rantai penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si mewakili Pemprov NTB, menerima bantuan dari PT Bentoel Prima melalui dana CSRnya, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (20/05/20).

Bantuan itu merupakan komitmen dan aksi bersama dengan semua pihak, untuk memerangi pandemi Covid-19.

Sejak pandemi melanda Indonesia,banyak kalangan swasta yang ikut memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan donasi dalam bentuk lainnya kepada Pemprov NTB.

Didampingi Kasat Pol PP, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Humas dan Protokol Setda NTB dan BPBD NTB, Baiq Eva menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bantoel atas partisipasi membantu pemerintah dalam menghadapi Covid – 19.

Baiq Eva berharap agar pandemi ini segera berlalu sehingga aktifitas masyarakat dapat segera kembali seperti sediakala.

Dalam melewati pandemi ini, partisipasi dan kekompakan dari semua pihak merupakan hal yang sangat penting dalam percepatan pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Iqbal Darmawan perwakilan dari PT. Bentoel Prima menyampaikan, bantuan ini diberikan secara serempak, baik ke pemerintah Provinsi NTB maupun ke daerah lain seperti Pemkab Lombok Tengah dan Pemkab Lombok Timur.

Donasi yang diberikan kepada pemerintah Provinsi NTB, berupa hand sanitizer 700 liter, safety suit sebanyak 230 pcs, kacamata google sebanyak 333 pcs dan masker sebanyak 1.334 pcs.

Total donasi yang diberikan Bantoel untuk NTB yakni, sebanyak 2.000 liter hand sanitizer yang terdiri dari 3 tangki, safety suit sebanyak 950 pcs, kacamata google sebanyak 1.000 pcs dan masker sebanyak 4.000 pcs.

“Kami melihat, kami perlu untuk perduli terhadap Covod-19. Paling tidak dengan kita memberikan semangat ini, kita bisa membatu untuk mencegah Covid-19” ungkap Iqbal.

Bentoel berkomitmen untuk terus bergotong royong bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

“Kami berkomitmen, karena kami tidak hanya memberikan kepada Provinsi NTB, tetapi kami juga memberikannya kepada beberapa provinsi-provinsi yang lain di Indonesia,” terang Iqbal.

Iqbal berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera berlalu dan angka positif virus Corona semakin menurun.

AYA/HmsNTB

 




Keputusan Baru Gubernur NTB Soal Idul Fitri, Sholat Idhul Fitri Di Rumah Saja

Gubernur Zul  memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beribadah dan merayakan lebaran secara normal. Namun, wabahCovid-19 telah melahirkan kendala dan membatasi banyak aktivitas

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19, yang  diterbitkan hariSelasa, 19 Mei 2020.

Dalam keputusan 003.2-504 tahun 2020 itu, Gubernur memutuskan, Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di NTB dilaksanakan dengan memerhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengumpulan zakat fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) diusahakan menghindari kontak fisik secara langsung, dan bisa dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan;
  2. Penyaluran Zakat Fitrah dan/atau ZiS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) yang ada di masjid, mushola, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat dapat diberikan secara langsung kepada mustahik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan;
  3. Dalam situasi pandemi Covid-19, takbir dilaksanakan melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya;
  4. Takbir dapat dilakukan dilaksanakan di masjid hanya oleh pengurus takmir masjid;
  5. Salat Idul Fitri 1441 H dilakukan dilaksanakan di rumah masing-masing;
  6. Silaturahim atau halal bihalal Idul Fitri 1441 H bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference;
  7. Perayaan lebaran topat dengan keramaian yang lazim dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H ditiadakan;
  8. Sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh mall, pusat perbelanjaan dan toko-toko pakaian untuk sementara ditutup sejak tanggal 20 Mei 2020 sampai waktu yang ditentukan kemudian;
  9. Dalam menjalankan ibadah ramadhan dan syawal, seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong, menciptakan, dan menjaga kondusivitas kehidupan keberagaman dengan tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah;
  10. Kepada seluruh aparat keamanan terkait (TNI, Polri), Pol PP, Camat, Lurah/kepala desa, kepala lingkungan dan ketua RT dengan selalu melibatkan peran serta aktif dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan lainnya di masing-masing lingkungan untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban agar keputusan Gubernur ini dapat dilaksanakan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  11. Senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Dalam diktum berikutnya dinyatakan pula,  dengan berlakunya keputusan Gubernur ini, maka keputusan Bersama tentang Pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Wabah COVID NOMOR 220/189 BKBPDN/2020, NOMOR kep/288/V/2020. NOMOR: B/1658 KW.19.1 2/KV.00/ 3/2020, NOMOR : B 652/V/2020 tanggal 13 Mei 2020, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Saat Rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri bersama Wakil Gubernur dan jajaran Forkopimda di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa, (19/0520), Gubernur pun memberikan penjelasan atas keputusan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat NTB untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah, pada saat yang sama pula, kami minta mall, toko pakaian dan pusat keramaian lainnya untuk secepatnya ditutup,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Dikatakan, Jangan sampaiada kesan imbauan tersebut hanya pada tempat ibadah saja.

“Padahal, semua tempat yang memungkinkan adanya kerumunan seharusnya tidak boleh dibuka,” kata Gubernur Zul..

Memang diakuinya, semua umat Islam ingin Salat Jumat dan Salat Idul Fitri, tetapi sekarang kita berbicara tentang keselamatan masyarakat.

“Apalagi, belakangan ini yang sembuh Covid-19 di daerah kita mulai meningkat, jangan sampai karena euforia kita ingin lebaran, membuat kita kembali ke titik semula,” ujar Gubernur Zul..

Gubernur Zul  memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beribadah dan merayakan lebaran secara normal. Namun, wabahCovid-19 telah melahirkan kendala dan membatasi banyak aktivitas.

Kendala ini tidak hanya dirasakan warga NTB sendirian.

“Tapi ini kendala di seluruh daerah. Oleh karena itu, kami minta kepada seluruh kabupaten kota untuk mengimbau seluruh masyarakat untuk salat Idul fitri di rumah,” katanya.

Ia berharap, apa yang telah diputuskan hari ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota di NTB.

Menurutnya, imbauan salat Idul Fitri di rumah harus dibarengi dengan keseriusan semua pihak untuk tak membiarkan keramaian di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.

“Sekali lagi, jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, kenapa mall dibuka dan ramai, sedangkan masjid kelihatan ditekan. Kedua tempat ini harus kita tegaskan bersama,” kata Gubernur.

AYA/HmsNTB




Danrem 162/WB  Serahkan Paket  Sembako Kepada  Awak Media

Insan pers selama ini menjadi ujung tombak informasi aktual, yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat semua hal terkait Pandemi Covid-19, hampir terlupakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Sejak pandemi Covid – 19 mewabah, hampir semua lini sendi kehidupan terdampak.

Termasuk salah satunya  jaring sosial ekonomi masyarakat, secara khusus termasuk  awak media sebagai pahlawan terdepan dalam memberikan informasi serta pengetahuan terkait pandemi Covid – 19.

Danrem 162/WB Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani ,S,Sos ,SH,M.han, menyampaikan itu dalam sambutan penyerahan sembako kepada insan pers di Koridor  Makorem 162/WB jalan lingkar selatan  Mataram Selasa, (19/05/20)

Menurut Danrem sejak wabah pendemi,  sebelumnya Korem 162/WB telah memberikan bantuan bingkisan Paket sembako  kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa tempat, juga kepada Prajurit, PNS Korem 162/WB  serta Pengurus Persit Koorcabrem 162.

Hari ini, lanjut Danrem, Korem kembali  berkesempatan sedikit berbagi dengan wartawan yang selama ini, menjadi salah satu bagian  keluarga besar Korem 162/WB.

Para awak media yang menjadi mitra Korem 162/WB dalam membantu publikasi  pemberitaan di Korem 162/WB, yang juga merasakan dampak Pandemi  Covid -19, jelas Danrem.

Insan pers selama ini menjadi ujung tombak informasi aktual, yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat semua hal terkait Pandemi Covid -19, hampir terlupakan.

“Sehingga kami pada kesempatan kali ini memberikan bantuan sekedar paket sembako, semoga dapat sedikit membantu rekan – rekan media, jangan dinilai besar kecilnnya tapi inilah bentuk perhatian kepedulian korem kepada rekan rekan, “ ungkap Danrem.

Alumni Akmil 93 tersebut mengharapkan, peran aktif awak media untuk terus memberikan informasi aktual, update terpercaya kepada masyarakat, tetap semangat walau di tengah pandemi Covid-19.

Serta mengucapkan terimakasih dan apresiasi selama ini membantu mempubilkasikan semua kegiatan yang dilakukan Korem 162/WB dan Jajaran, sehingga menjadi informasi dapat diakses masyarakat luas.

Korem 162/WB selalu hadir membantu memberi solusi setiap permasalahan sosial yang dihadapi masyaraka., tutup Danrem.

Hadir Pada  kesempatan tersebut Kasrem 162/WB, Letkol Inf Endarwan Yansori, Para Kasi Korem serta Kabalakyan Rem 162/WB

AYA

 




Imbauan Sholat Idul Fitri di Rumah, Ini Penjelasan Gubernur Zul

Menurut Gubernur, imbauan sholat Idul Fitri di rumah, harus dibarengi dengan keseriusan semua pihak untuk tak membiarkan keramaian di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Surat Keputusan Bersama (SKB) diterbitkan yang mengijikan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441, khususnya di wilayah yang bebas Covid-19.

Namun SKB tersebut akahirnya dicabut gubernur. Gubernur Zulkieflimansyah, yang mengaku tidak ingin membuka peluang penyeberan Covid-19 baru. Apalagi saat ini kondisi pasien positif sudah banyak yang sembuh.

Menurut Gubernur Zul, hal itu dilakukan karena adanya arahan dari Pemerintah Pusat. Jangan sampai kita yang mulai landau, kemudian ada gelombang kedua yang lebih besar.

“ Bayangkan kemarin satu klaster kita menyelesaikan apalagi kalau kerumunan banyak. Jadi kami mentaati apa yang diputuskan oleh Pusat, dan menghimbau dengan sangat mohon sebaiknya kita sholat Idul Fitri di rumah aja,” ungkap Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah di Mataram saat ditemui usai rapat pimpinan, Selasa (19/05/20).

Gubernur Zul juga berharap, SKB yang telah disepakati bersama dengan Ormas NU, Muhammadiyah dan NW agar juga disosialisasikan kepada masyarakat, agar betul betul dipahami bahwa saat ini masyarakat perlu menjauh dari keramaian.

“Pemerintah tidak mau ambil resiko jangan sampai eforia kita merayakan lebaran akhirnya kita lama pulihnya mendingan kita sabar sebentar mudahan pandemi ini  tidak tiap tahun. Sabar sebentar untuk yang lebih baik kedepan,” jelasnya.

Gubernur Zul  tidak menampik dirinya memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beribadah dan merayakan lebaran secara normal.

Namun, Covid-19 telah melahirkan kendala dan membatasi banyak aktivitas. Kendala ini  tidak hanya dirasakan warga NTB sendirian. Karena itu, Pemprov NTB minta seluruh kabupaten/kota untuk mengimbau seluruh masyarakat untuk sHOalat Idul fitri di rumah saja.

Ia berharap, apa yang telah diputuskan hari ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota di NTB.

Menurut Gubernur, imbauan salat Idul Fitri di rumah, harus dibarengi dengan keseriusan semua pihak untuk tak membiarkan keramaian di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.

“Sekali lagi, jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, kenapa Mall dibuka dan ramai, sedangkan masjid kelihatan di tekan, kedua tempat ini harus kita tegaskan bersama,” ungkapnya.

Gubernur juga menegaskan imbauan menjauh dari keramaian bukan saja hanya untuk shoat Idul Fitri, tapi juga kerumunan lain di pertokoan dan mall mall besar.

Pemrov sendiri bahkan juga sudah memutuskan menutup sementara yang memungkinkan tumbuhnya keramain seperti pusat perbelanjaan.

“Kita persuasif dulu demi kebaikan bersama,” kata Gubernur Zul.

AYA




Bupati Najmul; Tim Satgas Covid-19 KLU Mengacu Keputusan Pusat

Terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, pemerintah mengacu pada rekomendasi MUI Pusat, masyarakat diperbolehkan melaksanakan Sholat Idhul Fitri terutama di daerah-daerah yang memang sejak awal aman dari wabah Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com –  Tim Satuan Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 KLU tidak bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keputusan pemerintah yang lebih tinggi. Demikian pula MUI juga harus mengacu pada keputusan MUI Provinsi dan MUI Pusat.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH  mengatakan itu saat  memimpin rapat evaluasi Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU bersama MUI setempat serta para Koordinator Bidang, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (18/05/20).

“Ayo silakan cari solusi, misalkan saja memberikan rekomendasi yang berbeda dengan provinsi berdasarkan kondisi di tempat masing-masing,” katanya.

Bupat Najmul lantas memberi contoh, misalnya MUI Lombok Utara memberi rekomendasi berdasarkan penjelasan dari Dinas Kesehatan boleh melaksanakan salat Jum’at,

“Kemudian tidak ada persoalan di MUI Provinsi, ini bagus,” ujar Bupati Najmul. .

Dikatakan,  mungkin MUI bisa membicarakan hal itu karena berkaitan dengan ibadah. Tentu akan dilaksanakan apa pun yang menjadi rekomendasi MUI, berdasarkan pandangan Kepala Dinas Kesehatan.

“Sementara ini belum ada perubahan, karena yang dibahas oleh MUI kemarin hanya berkaitan dengan sholat Idhul Fitri dan pawai takbiran,” jelasnya.

Sholat Idhul Fitri

Saat bicara pada watawan, Bupati Najmul menjelaskan terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, pemerintah mengacu pada rekomendasi MUI Pusat, masyarakat diperbolehkan melaksanakan Sholat Idhul Fitri terutama di daerah-daerah yang memang sejak awal aman dari wabah Covid-19.

“Pelaksanaan Sholat Idhul Fitri perlu mematuhi dan melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat, seperti mengenakan masker, bawa sajadah sendiri, cuci tangan sebelum masuk masjid (berwudhu), dan khatib mempercepat khutbahnya,” jelasnya. .

Terkait kegiatan silaturahmi di hari Idhul Fitri juga dibatasi. Saat ini kebiasaan salaman sambil berpelukan itu dibatasi, demi keselamatan bersama.

“Tempat hiburan seperti pantai, air terjun, kolam renang juga akan kita tutup, karena juga bagian dari rekomendasi,” kata Bupati.

Dalam rapat evaluasi itu Bupati H. Najmul Akhyar didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH serta Danramil Tanjung, Kapten Inf. Zainul Fahri bersama MUI setempat serta para koordinator bidang.

Api




KLU Perketat Protokol Covid-19, Jelang Idhul Fitri

Terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, MUI Kabupaten juga harus mengacu pada keputusan MUI Provinsi dan MUI Pusat

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – “Pelaksanaan Sholat Idhul Fitri perlu mematuhi dan melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat, seperti mengenakan masker, bawa sajadah sendiri, cuci tangan sebelum masuk masjid (berwudhu), dan khatib mempercepat khutbahnya,” kata Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar saat memimpin rapat evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan jelang Idhul Fitri, Senin (18/05/20).

Terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, Bupati Najmul menyebut rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat, masyarakat yang diperbolehkan melaksanakan Sholat Idhul Fitri terutama di daerah-daerah yang memang sejak awal aman dari wabah Covid-19.

Adapun kegiatan silaturahmi juga dibatasi. Saat ini (sementara) salaman sambil berpelukan itu dibatasi, demi keselamatan bersama.

“Tempat hiburan seperti pantai, air terjun, kolam renang juga akan kita tutup, karena juga bagian dari rekomendasi,” katanya.

Dalam rapat evaluasi Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU bersama MUI setempat serta para koordinator bidang itu, Bupati Najmul menyampaikan hal yang tidak bisa dilakukan oleh tim satuan gugus tugas Corona Virus Disease 2019,, adalah hal-hal yang bertentangan dengan keputusan pemerintah yang lebih tinggi.

Begitupun, terkait pelaksanaan sholat Idhul Fitri, MUI Kabupaten juga harus mengacu pada keputusan MUI Provinsi dan MUI Pusat.

“Ayo silakan cari solusi, misalkan saja memberikan rekomendasi yang berbeda dengan provinsi berdasarkan kondisi di tempat masing-masing,” katanya.

Bupati lantas memisalkan MUI Lombok Utara memberi rekomendasi berdasarkan penjelasan dari Dinas Kesehatan boleh melaksanakan salat Jum’at, kemudian tidak ada persoalan di MUI Provinsi, ini bagus,” ujar bupati.

Dituturkannya, mungkin MUI bisa membicarakan hal itu karena berkaitan dengan ibadah. Tentu dilaksanakan apapun yang menjadi rekomendasi MUI, berdasarkan pandangan kepala dinas kesehatan.

“Sementara ini belum ada perubahan, karena yang dibahas oleh MUI kemarin hanya berkaitan dengan sholat Idhul Fitri dan pawai takbiran,” jelas bupati.

Hadir dalam rapat evaluasi itu, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Sekretaris Daerah KLU Drs H Suardi MH, Danramil Tanjung Kapten Inf Zainul Fahri, Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU serta MUI setempat.

Ast