UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 27 Mei,  Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 1 (satu) Orang

Kesadaran dan tindakan pencegahan bersama merupakan langkah paling tepat sebelum dilakukan tindakan penanganan dan pengobatan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi NTB serta Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi  adanya tambahan 25 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 1 (satu) orang.

Dalam press release hari Rabu (27/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 186 sampel swab dengan hasil 156 sampel negatif, dan 5 (lima) sampel positif ulangan serta 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 1 (satu) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (27/05/20) sebanyak 562 orang.

Lalu Gita Ariadi

Rinciannya 273 orang sudah sembuh, 10 (sepuluh) meninggal dunia, serta 279 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Pada semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing

Menurut Lalu Gita Ariadi, itu dilakukan guna mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Diungkapkannya, beberapa waktu yang lalu kita optimis dengan penambahan pasien sembuh yang cukup signifikan disertai sedikitnya jumlah kasus terkonfirmasi positif baru.

“Namun dengan adanya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cenderung meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, mengindikasikan, protokol pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat sudah mulai longgar,” kata Lalu Gita Ariadi.

25 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 1 (satu) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 538, an. Tn. S, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 539, an. Ny. IASH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 540, an. Ny. NQ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 541, an. Tn. MAU, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 542, an. Ny. K, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 543, an. Tn. FM, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 544, an. Tn. M, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 545, an. Tn. SA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 546, an. Ny. HM, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 547, an. Tn. AH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 445. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 548, an. Ny. FA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini menjalani karantina di Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 549, an. Tn. AS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 550, an. Ny. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 551, an. Ny. BK, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 552, an. Tn. SUJ, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Mesir. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 553, an. Tn. DH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 551. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 554, an. An. FH, laki-laki, usia 9 bulan, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 555, an. Ny. FDP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 556, an. An. LSR, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 496. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 557, an. Tn. IKSAA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 558, an. Tn. MT, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 559, an. Tn. H, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 560, an. Ny. NH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 561, an. Tn. H, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 562, an. Ny. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik. 2

Hari ini terdapat penambahan 1 (satu) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu : •

  1. Pasien nomor 450, an. An. MRDAH, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menghimbau masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghentikan penyebaran wabah ini, agar senantiasa taat, patuh serta melakukan disiplin secara ketat dalam menjalankan seluruh protokol pencegahan Covid-19.

Kesadaran dan tindakan pencegahan bersama merupakan langkah paling tepat sebelum dilakukan tindakan penanganan dan pengobatan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan.

“Mari kita bersama saling mengingatkan dan saling menasehati, untuk kehidupan norma kita nanti,” kata Lalu Gita Ariadi.

Aya/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




Jika Pilkada Ditunda Diprediksi Kekuatan Para Calon Kontestan Setara

Pilkada Serentak tahun depan, bisa menjadi medan baru yang perlu strategi baru untuk meraih kemenangan

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Pandemi Covid-19 selain berdampak pada sosial ekonomi, rupanya pemerintah juga memikirkan dampak politiknya.

Pilkada Serentak di sejumlah daerah di Indonesia, mau tak mau harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020, terkait gelaran Pilkada serentak, pada 4 Mei 2020. Perppu tersebut mengatur penundaan Pilkada serentak setelah mewabahnya Covid-19 (Corona Virus Disease).

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly menjelaskan, Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tersebut berisi tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 terkait Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Dalam Perppu tersebut ditetapkan bahwa waktu pemungutan suara pilkada di 270 daerah yang semula dijadwalkan pada 23 September diundur hingga Desember 2020. Penundaan tersebut disepakati oleh DPR, KPU bersama Pemerintah.

Namun tanggal 9 Desember pun belum bisa dipastikan.

Menurut Yasonna, dalam Perppu tersebut dijelaskan, penundaan pelaksanaan Pilkada serentak ditetapkan demi menjaga pelaksanaan pilkada yang demokratis, berkualitas, serta untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri.

Artinya, pelaksanaan Pilkada serentak akan dilaksanakan jika Covid-19 sudah dapat dikendalikan.

“Bahkan jika sampai Desember pandemi Covid-19 belum berakhir, penundaan bisa diperpanjang,” ujar Yasonna.

Penetapan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak dilakukan atas persetujuan bersama antara KPU, Pemerintah, dan DPR.

Di Provinsi NTB, setidaknya ada tujuh Pilkada Kota/Kabupaten yang juga turut terdampak.

Terkait penundaan Pilkada tahun ini, Lembaga Kajian Politik Mi6 menilai, ada pihak yang diuntungkan dan ada juga yang justru buntung.

“Ya pasti ada plus minus  dampaknya jika Pilkada ditunda. Terutama kepada pada calon dan mesin partainya masing-masing,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto SH, melalui siaran pers, Selasa ( 26/05/20) malam

Pria ramah yang akrab disapa Didu ini mengungkapkan, Mi6  mendukung pemerintah yang memutuskan Pilkada Serentak ditunda.

Apalagi di masa pandemi corona saat ini, tentu prioritas harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga negara.

“Malah Mi6 memprediksi,  Pilkada serentak ini bisa jadi ditunda cukup lama bisa sampai 2021.  Kalau Desember 2020, sangat kecil kemungkinannya karena pandemi saat ini masih berjalan dengan curva yang belum menunjukan melandai,” papar Didu.

Analisa Mi6 dalam skenario Pilkada ditunda hingga tahun depan, maka kekuatan semua calon, baik calon Bupati dan Wakilnya maupun Calon Walikota dan Wakilnya yang bertarung di tujuh daerah di NTB, akan kembali setara.

Sama-sama perlu effort untuk menggenjot elektabilitas dan kecitraan politiknya di tengah masyarakat pemilih.

Para calon yang sudah mengambil start sosialisasi sebelumnya, tidak membuat memiliki nilai lebih dari lainnya.

“Soalnya masyarakat saat ini juga nampak sudah kurang tertarik dengan politik. Dukung-mendukung calon saat ini sudah perlahan tergerus dengan isu corona dan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Baginya, Pilkada Serentak tahun depan, bisa menjadi medan baru yang perlu strategi baru untuk meraih kemenangan.

Sebab, suasananya jelas beda, pola pemungutan suara pun belum bisa dipastikan nantinya seperti apa.

Kampanye identik dengan pengumpulan massa, dan ini tentu sangat dilarang dalam protokol Covid-19. Pemungutan suara di TPS, pun demikian pula, sangat sulit mencegah menumpuknya banyak orang di hari H pesta pemilihan itu.

“Bagi calon Petahana juga begitu. kalau Desember 2020 ini, mereka masih punya power dan bisa memainkan pencitraannya. Tapi kalau tahun depan, sama saja. Para calon akan bertarung dengan lebih fair, setara di garis start yang sama dengan kontestan lainnya,” kata Didu.

Mi6 menilai di tengah pandemi Corona saat ini, hal baik yang mungkin bisa dipetik ialah akan sangat minim terjadinya praktik politik uang. Baik dalam bentuk bantuan pangan, maupun bentuk sumbangan lainnya.

Pasalnya, saat ini banyak bantuan sudah disalurkan untuk masyarakat yang sebagian besar terdampak corona. Baik bantuan pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta.

Didu menyarankan para calon untuk ambil hikmahnya saja. Tetap giat membantu masyarakat dengan bantuan-bantuannya, tanpa harus berpikir timbal baliknya untuk dipilih.

Di sisi lain penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu juga diharapkan tidak terlalu ketat seperti di saat kondisi normal, dalam menyikapi penyaluran bantuan dari Parpol atau calon Kepala Daerah di lapangan.

“Karena ini kan kondisinya beda. Masyarakat memang sangat butuh bantuan dan perhatian. Para calon juga nggak apalah membantu, jangan melulu dilihat sebagai bargain politik, ” tukasnya.

Para Baron Pasti Memainkan Celah

Dalam skenario jika Pilkada ditunda hingga tahun depan atau dua tahun kemudian, Mi6 menduga  akan menjadi peluang bagi para Baron Elit Politik mengambil celah.

“Yang jelas, akan berlaku care taker atau penjabat pengganti Kepala Daerah yang sudah habis masa jabatannya, sementara Pilkada masih ditunda,” kata Didu.

Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai memiliki kans besar dalam menunjuk siapa penjabat pengganti Kepala Daerah.

Konflik interes tak mungkin bisa dihindari, sebab, celah ini bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai umpan lambung menyonsong Pilkada sebenarnya.

Didu mengatakan, manuver-manuver koalisi partai politik juga akan terjadi dalam meramaikan Pilkada nantinya.

“Apa yang nampak hari ini, masih sekedar entertain politik. Konfigurasi Politik masih bisa  berubah, termasuk peta dukungan maupun strategi calon di masing-masing daerah,” ujarnya .

Didu menambahkan, pandemi corona juga menjadi panggung cat walk politik  yang baik bagi para calon petarung di Pilkada mendatang. Masyarakat bisa menakar seperti apa kepedulian sosial para kontestan di masa pandemi ini.

Medan pandemi corona ini  bisa menjadi tolok ukur sementara, tentang siapa pemimpin daerah sesungguhnya yang kelak akan terpetakan oleh masyarakat untuk Pilkada Provinsi NTB 2024 mendatang.

“Tanpa disadari, pandemi ini seperti tester bagi pemimpin-pemimpin kita, bagaimana mengambil keputusan tepat di tengah bencana. Dan masyarakat bisa menilainya karena sistem informasi dan komunikasi  saat ini kan sangat transparan,” tukasnya.

Me




Pemprov Maksimalkan Penanganan Covid-19 di NTB

Bandara International Lombok akan ditutup mulai dari 1 Juni – 1 juli 2020. Dan untuk yang masuk melalui pelabuhan harus punya surat tugas dan sudah di swab test

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar rapat terbatas membahas kebijakan yang akan diambil terkait kelanjutan penanganan Virus Corona atau Covid-19 di NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (26/05/20) malam.

Gubernur dan Wakil Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, para Asisten, Kepala Biro Humas dan Protokol hingga Direktur RSUD Provinsi NTB.

Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB antara lain Kapolda, Kajati hingga Danrem 162 Wirabhakti.

“Kita punya dua opsi ke depan untuk dapat meminimalisir penularan COVID19. Swab test untuk setiap orang yang akan masuk NTB dan menutup akses masuk ke NTB,” jelas Gubernur Zul.

Dikatakan, Bandara International Lombok akan ditutup mulai dari 1 Juni – 1 juli 2020. Dan untuk yang masuk melalui pelabuhan harus punya surat tugas dan sudah di swab test, tambahnya.

Gubernur Zul juga mengajak seluruh Bupati dan Walikota se-NTB kembali ke semangat seperti awal Covid-19 pertama masuk di NTB.

Ditekankan, pentingnya koordinasi bersama Kabupaten Kota untuk mengedukasi masyarakat di saat pandemi seperti saat ini.

“Kita akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh bupati/walikota untuk terus mengedukasi masyarakat. Kita akan memperketat lagi tindakan di lapangan dalam menanggulangi penularan COVID19. Kita harus bersemangat seperti awal,” tambahnya.

Gubernur Zul ingin jajarannya untuk terus memperkuat edukasi dan sosialisasi agar terus tumbuh kesadaran pada masyarakat, khususnya menyadarkan betapa berbahayanya Covid-19.

“Kita akan terus berkomunikasi dengan masyarakat demi meningkatkan kepedulian  terhadap bahaya COVID-19. Ini penting,” tegas Gubernur Zul.

Gubernur Zul menginstruksikan jajarannya untuk dapat membuat masker gratis untuk anak-anak dan segera dibagikan.

“Segera Dinas Koperasi dan UMKM agar buat masker untuk anak-anak dan bisa dibagikan,” tutupnya.

Maskerisasi di kabupaten/kota

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyampaikan, penggunaan masker sangat efektif memutus mata rantai penularan Covid-19. Ia berharap agar kegiatan maskerisasi yang dilakukan di Kota Mataram dapat juga dilakukan di Kabupaten /Kota lainnya.

“Maskerisasi di mataram sudah dilakukan oleh pemprov dan berhasil  sehingga perlu disuarakan ke kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama,” harapnya.

Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani yang hadir pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kebijakan yang telah dilakukan pemprov NTB.

“Kami sangat setuju bandara ditutup. Kami juga menyarankan agar alternatif pintu masuk ke Lombok bisa melalui Bali agar diperiksa disana terlebih dahulu dan disortir lagi ketika masuk wilayah Lombok,” jelasnya.

Menurut Danrem, sebaiknya Pelabuhan tetap dibuka, namun harus ada surat tugas jika akan masuk. Patroli perlu ditingkatkan, agar meningkatkan shock terapi bagi masyarakat.

“Kami sarankan agar bisa membuat posko di pasar oleh TNI – Polri dibantu satpol PP agar dapat mengawasi masyarakat,” tutupnya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengumumkan Data jumlah kasus Covid19 di NTB per Selasa, 26 Mei 2020, yakni sebanyak 537 kasus dengan 256 pasien positif dalam perawatan, 272 telah dinyatakan sembuh, dan 9 dinyatakan telah meninggal.

AYA/HmsNTB




Danrem 162/WB; Dalam Merayakan Idul Fitri Masyarakat Sudah Ikuti Imbauan Pemerintah 

Diharapkan masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan  dan mengikuti imbuan pemerintah dapat dipertahankan pemerintah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19

MAYARAM.lombokjournal.com — Perayaan Idul Fitri oleh masyarakat di Nusa Tenggara  Barat (NTB), baik di pulau Lombok maupun Sumbawa, mulai dari takbiran sampai pelaksanaan sholat Ied di wilayah masing-masing sudah berjalan tertib dan kondusif.

Sudah sesuai dengan imbauan pemerintah dan mengikuti prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saya nilai masyarakat sadar mengikuti imbauan pemerintah, melaksanakan takbiran dan sholat di rumah masing-masing serta tidak melaksanakan halal bihalal,” ungkap Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.

Sebelumnya, Minggu (24/05/20), guna mengantisipasi perkembangan situasi perayaan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19, Danrem 162/WB bersama Kapolda NTB, didampingi Dandim 1606/Lobar dan Kapolresta Mataram, memantau perayaan Idul Fitri serta mengecek Posko Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran di beberapa gerbang pintu masuk dan keluar Kota Mataram.

Dikatakan, kegiatan itu dilakukan untuk memantau dan meminimalisir aktifitas masyarakat pada perayaan Idul Fitri serta mengecek kesiapsiagaan sekaligus memberikan bingkisan kepada personel di Posko Gugus Tugas Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran.

Alumi Akmil 1993 tersebut menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB, atas kesadaran dan kerjasama mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.

Danrem berharap, keadaan seperti ini dapat dipertahankan sampai perayaan lebaran ketupat.

“Masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan mengikuti Imbauan pemerintah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19. Mengingat kita masih dalam situasi berperang melawan pandemi Covid-19,” katanya.

Semua itu demi keamanan dan keselamatan bersama, sehingga wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir, keadaan dan aktifitas masyarakat dapat kembali normal.

AYA




Pemprov NTB Takbiran Online di Tengah Pandemi Covid-19

Ummi Rohmi mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H dan mengingatkan untuk sholat di rumah masing-masing dengan khusyu

MATARAM.lombokjournal.com — Kerja sama dan sinergi dari masyarakat NTB dalam menghadapi pandemi Covid-19 diapresiasi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat menyampaikan sambutan acara “Takbiran Online” yang dilakukan secara daring di Pendopo Wakil Gubernur, Sabtu (23/05/20).

“Terima kasih kepada masyarakat NTB dan kontribusi dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengingatkan kita semua dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Wagub Hj Sitti Rohmi.

Ia merasa haru karena bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Tanpa ada tarawih di masjid, tidak bisa takbiran seperti biasanya.

Dan lagi, tidak bisa bersilaturahmi dengan jumlah yang banyak.

Diingatkan, agar masyarakat NTB meningkatan kedisiplinan dan ketaqwaan dalam melawan Covid-19.

“Tetapi saya sangat percaya, bahwa warga NTB akan selalu paham bahwa dengan adanya pandemi ini kita kuat. Dengan dukungan alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama bersatu padu, bersama-sama melawan corona dan kita harus menang melawan Covid-19,” jelas Wagub.

Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh tenaga medis.

Sebab, perjuangannya mempertaruhkan nyawa dan mengorbankan keluarga dan jiwanya untuk merawat pasien Covid-19 di NTB.

“Mereka sungguh-sungguh mengorbankan dirinya untuk merawat pasien Covid-19, semoga kita semua bisa mengorbankan sedikit kegoisan kita untuk meningkatkan kedisiplinan kita dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTB untuk tetap menggunakan masker jika keluar rumah, jaga jarak, jaga kebersihan dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“InsyaAllah dengan sinergi luar biasa yang sudah kita tunjukan saat ini bisa terus ditingkatkan dalam melawan Covid-19 di NTB,” katanya.

Ummi Rohmi mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H dan mengingatkan untuk sholat di rumah masing-masing dengan khusyu.

“Semoga Allah SWT memberkahi semuanya dan kita bisa segera bisa menang melawan pandemi Covid-19 di NTB,” ujarnya.

Kesadaran masyarakat

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, ST., M.Pd menyampaikan hal serupa, dalam melawan pandemi Covid-19, Pemerintah membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat di NTB.

“Pemerintah dan aparat tidak bisa sendiri tanpa ada dukungan dan kesadaran masyarakat kita,” jelasnya.

Yusron berpesan kepada seluruh masyarakat NTB untuk malam takbiran di rumah melalui media elektronik seperti televisi dan radio.

“Takbiran cukup di rumah saja, mari hidupkan televisi dan nyalakan radio kita takbiran di rumah saja,” tutupnya.

AYA/HumasNTB




HBK Sampaikan Selamat Idul Fitri, Berharap Masyarakat Lombok Bersabar Ditengah Pandemi Covid19

Meski tak bisa hadir langsung ditengah-tengah masyarakat pemilihnya di P. Lombok, namun sepanjang bulan Ramadhan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK PEDULI besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid19 di NTB ini

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Anggota DPR RI H. Bambang Kristiono bersama istri tercinta, Hj. Dian BK menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, kepada segenap masyarakat NTB, khususnya masyarakat di P. Lombok.

Petinggi Partai Gerindra ini berharap, Idul Fitri 1441 H, bisa menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi masa pandemi Covid19.

“Minal Aidin Wal Faidzin. Saya HBK, bersama istri dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, untuk masyarakat NTB pada umumnya serta masyarakat P. Lombok pada khususnya,” kata HBK didampingi Hj. Dian BK, Jumat 22/05) malam  di Jakarta.

HBK mengatakan, moment Lebaran tahun ini memang banyak hal yang harus ditahan dan disesuaikan, lantaran keadaan wabah dan pandemi Covid19 yang terjadi secara global.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah daerah, telah merubah tradisi dan kebiasaan yang selama ini berlangsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Himbauan Pemerintah untuk tetap berada di rumah, beribadah di rumah, bekerja di rumah, dan bersekolah di rumah, harus dilaksanakan dengan optimal dan penuh kesadaran demi memutus rantai penyebaran Covid19 di negeri ini.

“Sekarang ini, banyak masyarakat yang tidak bisa mudik, banyak yang terdampak secara sosial, ekonomi akibat dari pandemi Covid19 ini. Tetapi yakinlah, bahwa dengan kebersamaan dan tetap mentaati anjuran Pemerintah, in syaa Allah pandemi ini bisa kita lewati dengan baik,” katanya.

HBK mengaku sangat berat, dan sedih sekali tidak bisa mengunjungi masyarakat P. Lombok, disaat bulan suci Ramadhan serta hari kemenangan Idul Fitri 1441 H ini. Namun demi kebaikan bersama, dimana trafic bepergian setiap warga negarapun dibatasi, untuk menekan dan membatasi angka penyebaran wabah Covid19 ini.

Tapi menurut HBK, dari hati yang paling dalam, Ia bersama keluarga tetap merasa dekat dengan masyarakat P. Lombok.

“Mungkin kita tidak bisa bersilaturahmi secara fisik, tidak bisa bersalam-salaman saat Lebaran, tapi silaturahmi secara bathin, dan kita akan selalu bersama-sama untuk saling mendo’akan yang terbaik ke epan,” imbuhnya

Sementara itu, istri tercinta HBK, Hj. Dian BK juga menyampaikan salam dan kerinduannya kepada masyarakat NTB, khususnya kepada kaum perempuan di P. Lombok.

Ia berharap para perempuan NTB juga bisa tabah dan sabar dalam melewati masa-masa sulit di tengah pandemi Covid19 ini.

“Ibu-ibu tentu yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid19 ini. Tetapi tetaplah yakin, sabar, dan tegar dalam melewati masa sulit ini. Saya juga merasakan kesulitan yang sangat luar biasa akibat pandemi Covid19 ini. Isolasi mandiri, secara ekonomi juga sangat memberatkan, biaya hidup meningkat tajam,”ujar Hj. Dian BK.

HBK dan Hj. Dian BK juga dengan kerendahan hati menyampaikan permintaan ma’af yang sebesar-besarnya kepada masyarakat P. Lombok, karena tidak bisa hadir langsung di moment Idul Fitri tahun ini.

HBK, Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, yang dikenal Samurainya Prabowo, kini duduk di DPR RI sebagai Wakil Ketua Komisi-1 DPR RI melalui Pileg 2019 yang lalu, dengan Dapil NTB-2 P. Lombok.

Meski tak bisa hadir langsung ditengah-tengah masyarakat pemilihnya di P. Lombok, namun sepanjang bulan Ramadhan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK PEDULI besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid19 di NTB ini.

Tim HBK PEDULI yang ada disetiap Kab/Kota di P. Lombok, telah membagikan ribuan paket sembako untuk masyarakat miskin yang tidak mampu, menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.

Serta menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker pelindung, langsung kepada masyarakat serta sejumlah Puskesmas yang berada di P. Lombok, selama masa pandemi Covid19 ini.

Me

 




Danrem 162/WB Ikuti Vicon Dengan Pangdam IX/Udayana, Bahas Kesiapan Prajurit Jelang Idul Fitri

Diharapkan, masyarakat mempedomani ketentuan yang dikeluarkan oleh MUI dan SK Gubernur NTB, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Danrem Jajaran Kodam IX/Udayana melaksanakan video conference (Vicon) dengan Pangdam IX/Udayana dari wilayah masing-masing.

Vicon itu membahas tentang kesiapan Prajurit Jajaran Kodam IX/Udayana dalam mengantisipasi perkembangan situasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, di tengah Pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing.

Danrem 162/WB mengikuti Vicon dengan Pangdam IX/Udayana, didampingi Kasrem 162/WB beserta Perwira staf Korem, bertempat di Ruang Rapat Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Jumat (22/05/20).

Usai Vicon, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, menyampaikan, satuan jajaran Korem 162/WB bersama Polda NTB dan stakeholder lainnya telah melakukan berbagai upaya termasuk  pengamanan, dalam mengantisipasi perkembangan situasi menjelang hari raya Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19 di wilayah Provinsi NTB.

Diungkapkan, para Dandim, Danramil dan Babinsa di wilayah Korem 162/WB bersama-sama dengan Polri dan stakeholder di wilayah masing-masing, melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan hari raya Idul Fitri.

Diharapkan, masyarakat mempedomani ketentuan yang dikeluarkan oleh MUI dan SK Gubernur NTB, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19.

Satuan jajaran Korem 162/WB telah mengecek kesiapan Posko Gugus Tugas Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran di seluruh pintu masuk wilayah masing-masing.

Serta memberikan penekanan agar selalu waspada terhadap kemungkinan adanya masyarakat yang memaksa keluar/masuk ataupun mudik melalui jalur-jalur alternatif lain jangan sampai lepas dari pantauan.

AYA




Danrem 162/WB Pantau Posko Gugus Tugas Covid-19 Dan Pos Pengamanan Idul Fitri

Danrem kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, agar mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik/pulang kampung dan tidak melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun di lapangan, melainkan di rumah masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar, Kapolres Kota Mataram dan Pasi Intelrem 162/WB, berkunjung dan mengecek Posko Pengamanan Covid-19 di beberapa pintu masuk Kota Mataram, Kamis (21/05/20).

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han, memberikan arahan kepada personel Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 yang bertugas agar terus mengaktifkan Posko Covid-19.

Pesannya, jangan lalai dan tetap semangat melaksanakan tugas pengamanan, memonitor dan memeriksa setiap pengemudi kendaraan yang melintas keluar masuk kota Mataram, sesuai dengan SOP protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Menjelang Idul Fitri, personel di Posko Covid-19 khususnya di pintu masuk kota Mataram akan kita perkuat dengan penambahan personel Yonif 742/SWY, jaga kekompakan dan sinergitas dalam bertugas” ungkap Danrem.

Diingatkan, antisipasi aktifitas masyarakat menjelang Idul Fitri, karena tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang memaksa mudik ke kampung halaman, kemudian masuk kota mataram melalui jalur-jalur alternatif lain.

“Jangan sampai lolos screning dan melaksanakan sesuai protokol kesehatan,” kata Danrem.

Sebelumnya, Danrem 162/WB bersama Dandim 1606/Lobar dan Kapolres Kota Mataram memantau kegiatan patroli gabungan di pasar tradisional di Kota Mataram. Tujuannya untuk sosialisasi dan memberi imbauan kepada masyarakat berkaitan dengan pemberlakuan Surat Keputusan Gubernur NTB nomor 003.2-504/2020 tanggal 19 Mei 2020, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Danrem kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, agar mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik/pulang kampung dan tidak melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun di lapangan, melainkan di rumah masing-masing.

Selain itu, tidak melakukan kunjungan/silaturrahmi secara fisik kepada tetangga ataupun sanak saudara, mengingat hal itu berpotensi menularkan Covid-19, selama lebaran tetap berada di rumah (stay at home).

“Namun jika terpaksa karena urusan darurat, maka protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat seperti penggunaan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman (physical distancing) demi keamanan dan keselamatan bersama,” tegasnya.

AYA

 




Pemprov NTB  Dapat Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari PT Bentoel Prima

Dalam melewati pandemi ini, partisipasi dan kekompakan dari semua pihak merupakan hal yang sangat penting dalam percepatan pemutusan rantai penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si mewakili Pemprov NTB, menerima bantuan dari PT Bentoel Prima melalui dana CSRnya, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (20/05/20).

Bantuan itu merupakan komitmen dan aksi bersama dengan semua pihak, untuk memerangi pandemi Covid-19.

Sejak pandemi melanda Indonesia,banyak kalangan swasta yang ikut memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan donasi dalam bentuk lainnya kepada Pemprov NTB.

Didampingi Kasat Pol PP, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Humas dan Protokol Setda NTB dan BPBD NTB, Baiq Eva menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bantoel atas partisipasi membantu pemerintah dalam menghadapi Covid – 19.

Baiq Eva berharap agar pandemi ini segera berlalu sehingga aktifitas masyarakat dapat segera kembali seperti sediakala.

Dalam melewati pandemi ini, partisipasi dan kekompakan dari semua pihak merupakan hal yang sangat penting dalam percepatan pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

Iqbal Darmawan perwakilan dari PT. Bentoel Prima menyampaikan, bantuan ini diberikan secara serempak, baik ke pemerintah Provinsi NTB maupun ke daerah lain seperti Pemkab Lombok Tengah dan Pemkab Lombok Timur.

Donasi yang diberikan kepada pemerintah Provinsi NTB, berupa hand sanitizer 700 liter, safety suit sebanyak 230 pcs, kacamata google sebanyak 333 pcs dan masker sebanyak 1.334 pcs.

Total donasi yang diberikan Bantoel untuk NTB yakni, sebanyak 2.000 liter hand sanitizer yang terdiri dari 3 tangki, safety suit sebanyak 950 pcs, kacamata google sebanyak 1.000 pcs dan masker sebanyak 4.000 pcs.

“Kami melihat, kami perlu untuk perduli terhadap Covod-19. Paling tidak dengan kita memberikan semangat ini, kita bisa membatu untuk mencegah Covid-19” ungkap Iqbal.

Bentoel berkomitmen untuk terus bergotong royong bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

“Kami berkomitmen, karena kami tidak hanya memberikan kepada Provinsi NTB, tetapi kami juga memberikannya kepada beberapa provinsi-provinsi yang lain di Indonesia,” terang Iqbal.

Iqbal berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera berlalu dan angka positif virus Corona semakin menurun.

AYA/HmsNTB

 




Keputusan Baru Gubernur NTB Soal Idul Fitri, Sholat Idhul Fitri Di Rumah Saja

Gubernur Zul  memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beribadah dan merayakan lebaran secara normal. Namun, wabahCovid-19 telah melahirkan kendala dan membatasi banyak aktivitas

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan keputusan terbaru yang mengatur tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19, yang  diterbitkan hariSelasa, 19 Mei 2020.

Dalam keputusan 003.2-504 tahun 2020 itu, Gubernur memutuskan, Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri di NTB dilaksanakan dengan memerhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pengumpulan zakat fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) diusahakan menghindari kontak fisik secara langsung, dan bisa dilakukan melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan;
  2. Penyaluran Zakat Fitrah dan/atau ZiS (Zakat, Infak, dan Shadaqah) yang ada di masjid, mushola, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat dapat diberikan secara langsung kepada mustahik dengan tetap mengikuti protokol kesehatan;
  3. Dalam situasi pandemi Covid-19, takbir dilaksanakan melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya;
  4. Takbir dapat dilakukan dilaksanakan di masjid hanya oleh pengurus takmir masjid;
  5. Salat Idul Fitri 1441 H dilakukan dilaksanakan di rumah masing-masing;
  6. Silaturahim atau halal bihalal Idul Fitri 1441 H bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference;
  7. Perayaan lebaran topat dengan keramaian yang lazim dilaksanakan sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 H ditiadakan;
  8. Sesuai dengan protokol kesehatan, seluruh mall, pusat perbelanjaan dan toko-toko pakaian untuk sementara ditutup sejak tanggal 20 Mei 2020 sampai waktu yang ditentukan kemudian;
  9. Dalam menjalankan ibadah ramadhan dan syawal, seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong, menciptakan, dan menjaga kondusivitas kehidupan keberagaman dengan tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah;
  10. Kepada seluruh aparat keamanan terkait (TNI, Polri), Pol PP, Camat, Lurah/kepala desa, kepala lingkungan dan ketua RT dengan selalu melibatkan peran serta aktif dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan lainnya di masing-masing lingkungan untuk meningkatkan pengawasan dan penertiban agar keputusan Gubernur ini dapat dilaksanakan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  11. Senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah daerah terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

Dalam diktum berikutnya dinyatakan pula,  dengan berlakunya keputusan Gubernur ini, maka keputusan Bersama tentang Pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Wabah COVID NOMOR 220/189 BKBPDN/2020, NOMOR kep/288/V/2020. NOMOR: B/1658 KW.19.1 2/KV.00/ 3/2020, NOMOR : B 652/V/2020 tanggal 13 Mei 2020, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Saat Rapat Koordinasi terkait pelaksanaan Salat Idul Fitri bersama Wakil Gubernur dan jajaran Forkopimda di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa, (19/0520), Gubernur pun memberikan penjelasan atas keputusan tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat NTB untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah, pada saat yang sama pula, kami minta mall, toko pakaian dan pusat keramaian lainnya untuk secepatnya ditutup,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini.

Dikatakan, Jangan sampaiada kesan imbauan tersebut hanya pada tempat ibadah saja.

“Padahal, semua tempat yang memungkinkan adanya kerumunan seharusnya tidak boleh dibuka,” kata Gubernur Zul..

Memang diakuinya, semua umat Islam ingin Salat Jumat dan Salat Idul Fitri, tetapi sekarang kita berbicara tentang keselamatan masyarakat.

“Apalagi, belakangan ini yang sembuh Covid-19 di daerah kita mulai meningkat, jangan sampai karena euforia kita ingin lebaran, membuat kita kembali ke titik semula,” ujar Gubernur Zul..

Gubernur Zul  memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beribadah dan merayakan lebaran secara normal. Namun, wabahCovid-19 telah melahirkan kendala dan membatasi banyak aktivitas.

Kendala ini tidak hanya dirasakan warga NTB sendirian.

“Tapi ini kendala di seluruh daerah. Oleh karena itu, kami minta kepada seluruh kabupaten kota untuk mengimbau seluruh masyarakat untuk salat Idul fitri di rumah,” katanya.

Ia berharap, apa yang telah diputuskan hari ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota di NTB.

Menurutnya, imbauan salat Idul Fitri di rumah harus dibarengi dengan keseriusan semua pihak untuk tak membiarkan keramaian di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.

“Sekali lagi, jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, kenapa mall dibuka dan ramai, sedangkan masjid kelihatan ditekan. Kedua tempat ini harus kita tegaskan bersama,” kata Gubernur.

AYA/HmsNTB