Satgas BUMN NTB Serahkan Bantuan APD Tahap II Kepada Pemda KLU

Penyerahan bantuan itu sebagai bentuk apresiasi kepedulian dan empati BUMN kepada Pemda KLU menangani Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com —  Satgas BUMN menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU di Posko Tanjung, Selasa (02/06/20).

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH didampingi Wakil Bupati H. Sarifudin, SH MH, dan Sekda KLU Drs. H.Suardi, MH beserta jajaran Satgas Covid-19 KLU menerima bantuan dari Satgas BUMN NTB, berupa APD tenaga medis penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara.

Dengan rincian terdiri atas 50 Set Hazmat dan 200 Set Sarung Tangan Karet.

Sebelumnya, tiga pekan yang lampau, tahap pertama diberikan pula bantuan 40 Set APD,40 Masker N95, 40 Sarung Tangan Karet, 10 Set Sepatu Boots, 10 Set Face Shield Standard, 10 Set Godgles.

Bertempat di Posko Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU, diserahkan  secara simbolis oleh perwakilan BUMN NTB dari BRI Mataram Ucok Septo L Tobing, guna menunjang percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

Penyerahan bantuan itu sebagai bentuk apresiasi kepedulian dan empati BUMN kepada Pemda KLU menangani Covid-19.

Sambutan hangat dan ucapan terima kasih dari Pemda KLU disampaikan oleh Bupati Najmul sekaligus mewakili masyarakat Lombok Utara. Merasa lega karena bantuan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi MH menyatakan saat ini banyak yang telah membantu, termasuk tadi dari BUMN Peduli. Bahkan sudah dilakukan dua kali.

“Berikhtiar melayani masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Berbicara cukup dan kurang relatif, namun dengan melihat kondisi sekarang boleh dikatakan relatif terpenuhi,” tuturnya.

Namun kebutuhan APD bagi para medis, lanjutnya, menyangkut APD tersebut sekali pakai. Oleh karena itu, kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan memerlukan kebutuhan secara khusus.

Pelaksana Tugas Satgas BUMN NTB Pari Wijaya menyatakan, Satgas BUMN NTB bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh wilayah NTB sebagai wujud nyata BUMN Untuk Indonesia.

Bantuan Satgas BUMN NTB di Lombok Utara merupakan tahap kedua, disesuaikan dengan perkembangan pasien Covid-19 yang terus meningkat.

Pihak BUMN berharap, semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat, guna membantu masyarakat Lombok Utara khususnya para medis, dalam usahanya menangani pasien dan memutus rantai penularan Covid-19 di Lombok Utara.

Kegiatan diakhiri dengan serah terima bantuan dari Satgas BUMN NTB kepada Pemda KLU

wld/yln.




JPS Gemilang, Beri Manfaat Banyak Warga dan Usaha Lokal

Total penerima bantuan JPS Gemilang untuk di pulau Lombok sebanyak 76.447 KK. Sedangkan di Pulau Sumbawa sebanyak 33. 523 KK

MATARAM.lombokjournal.com  —   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov  NTB) telah meluncurkan Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II Sabtu (30/05/20)  lalu.

Sebanyak 125.000 paket bantuan tersebut telah diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Kantor Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

JPS Gemilang Tahap II tetap mengedepankan produk lokal dengan peningkatan jumlah penerima dan jumlah UKM serta IKM lokal yang dilibatkan sebagai penyedia produk.

Tercatat ada 535 UKM dan IKM yang ikut berkontribusi pada JPS Gemilang tahap II ini.

Menurut Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini, JPS Gemilang menjadi momentum para IKM/UKM untuk meningkatkan kualitas produknya agar masyarakat dapat mulai mengenal produk lokal.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya. Oleh karena itu, ini peluang untuk bagaimana kita memperkenalkan produk-produk lokal kita kepada masyarakat,” ujar Bang Zul.

Pada JPS Gemilang tahap II ini, keterlibatan Kabupaten/Kota menjadi komponen utama agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan IKM /UKM yang terlibat juga semakin banyak.

“Misi utamanya bukan bantuan ikannya, bukan jual kopinya tetapi memberdayakan IKM /UKM di seluruh Kabupaten/Kota,” lanjutnya.

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah tersendiri bagi NTB. Dengan JPS Gemilang, diharapkan setiap UKM/IKM dapat jauh lebih matang saat wabah corona berlalu.

“Bisa dibayangkan setelah Covid-19 ini berlalu, dengan pengalaman yang telah terakumulasi oleh UKM-UKM kita, bisa saja produk-produk yang dihasilkan bukan hanya bisa dijual di NTB bahkan bisa dijual ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” kata Bang Zul.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, M. Si menyampaikan bahwa JPS Gemilang tahap II ini terjadi banyak perbaikan dan perkembangan. Jika sebelumnya hanya 115 ribu paket, kini sebanyak 125 ribu paket yang akan dibagikan.

“Alhamdulillah, kini peta sebaran JPS tahap II semakin bertambah. Sebelumnya penerima manfaat hanya 105.000 KK, dan kini di tahap II ini bertambah menjadi total sebanyak 125.000 Kepala Keluarga (KK). Untuk non DTKS sebanyak 15 ribu KK, sedangkan DTKS sebanyak 110 ribu KK,” jelas Bang Najam di ruangan kerjanya, Senin, 1 Juni 2020.

Total penerima bantuan JPS Gemilang untuk di pulau Lombok sebanyak 76.447 KK. Sedangkan di Pulau Sumbawa sebanyak 33. 523 KK.

Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas itu juga merincikan penerima JPS tahap II Non DTKS.

“Berdasarkan data yang kami terima, selain penerima yang berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, ada juga penerima Non Data,” kata Bang Najam.

Dijelaskannya, yang termasuk non data it, seperti Honorer Guru sebanyak 2.599 KK, Pemulung TPAR Kebon Kongok sebanyak 92 KK, Pemulung TPA di Taliwang 11 KK, Operator Roda Tiga di Mataram 55 KK, Security, CS Pemprov sebanyak 1.399 KK, petugas kebersihan Kota Mataram 325 KK.

Selain itu, juga disasar petugas RSUD Provinsi NTB 125 KK, petugas RSU Manambai 75 KK, petugas Covid Bapelkes 30 KK, petugas pengawas Pelabuhan/Bandara 30 KK, Mahasiswa asrama/tidak mudik 177 KK, untuk PDP 812 KK, Napi Asimilasi 353 KK, Pegawai Pemprov. Gol I 150 KK, Sekehe Gamelan/Wayang 21 KK, Disabilitas 52 KK,Marbot 5.590 KK, Ormas 1.251 KK, Pegawai Gol 1 150 KK dan Pegawai Gol II , 2.337 KK, jelas Bang Najam.

Najam juga memastikan , data JPS Gemilang tahap II ini  merupakan hasil verifikasi dan validasi desa.

“JPS Gemilang Tahap II ini, Kepala Desa (Kades) diberikan kewenangan mengurangi dan menambah jumlah namun sesuai kreteria, setelah itu disahkan dengan tanda tangan resmi kepala desa,” katanya.

AYA/(Hms NTB




Dandim 1606/Lobar Bersama Wali Kota  Mataram Pantau Pos Pam Lebaran Ketupat 

Pemantauan ini untuk memberikan semangat motivasi personil Gabungan di Pos Pam terpadu

MATARAM.lombokjournal.com —  Pasca Lebaran Idul Fitri 1441 H setelah melaksanakan Puasa  Syawal bagi umat beragama muslim, di wilayah Prov NTB Khususnya di Pulau lombok biasanya akan merayakan hari raya kedua yang dikenal hari raya ketupat.

Tradisi yang turun termurun lebih ramai dari lebaran Idul Fitri karena sebagian masyarakat meyakini setelah puasa syawal itulah hari kemenangan.

Karena setelah menunaikan Puasa Wajib Bulan Ramadan, dilanjutkan setelah satu syawal melaksanakan puasa sunnat bulan syawal, menjadi tambahan ibadah. Tujuannya lebih meningkatkan kwalitas iman dan ketaqwaan.

Mengingat perayaan Hari Raya Ketupat masih dalam situasi pandemi Covid-19, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll S.IP.MM, bersama Walikota Mataram H Ahyar Abduh, Kapolres Mataram,Kombes Pol Guntur, SIK, melaksanakan peninjauan Pos Pam terpadu, Minggu (31/05/20).

Peninjauan itu guna memanau Pengamanan Lebaran Ketupat di Wilayah Kota Mataram.

Di sela sela pemanauan, Dandim 1606/Lobar menyampaikan,  FKPD Kota Mataram bersama sama turun Patroli sekaligus  memantau  Pos Pam Terpadu Lebaran Ketupat, untuk meyakinkan kondusifitas wilayah.

“Sekaligus memantau kepedulian masyarakat atas imbaun pemerintah untuk tidak merayakan Lebaran Ketupat dengan rekreasi berkumpul dalam jumlah banyak orang. Mengingat situasi saat ini tengah Pandemi Covid 19, “ ujar Dandim.

Selain itu, pemantauan ini untuk memberikan semangat motivasi personil Gabungan yang ada di Pos Pam terpadu. Menekankan kembali dalam pelaksanaan tugas, untuk tetap mematuhi protokol Kesahatan Cegah Covid 19.

Sebelum patroli, FKPD berkumpul di Pendopo Wali Kota Mataram, Jalan Pejanggik Mataram, menyusuri Pos Pam di Kota Mataram, dilanjutkan ke titik Pengamanan tempat rekreasi Loang Baloq, makam bintaro, menuju Pasar Tradisonal Kebon RoeK, menuju Pos Pam t Terpadu Grimak. Kegiatan berjalan lancer, terpantau masyarakat sadar untuk melaksanakan imbauan pemerintah

“Tidak bosan bekerja dengan tulus iklas sebagai bagian dari pengabdian, untuk mengingatkan kesadaran masyarakat serta kedisplinan melaksanakan semua imbaun pemerintah. Tujuannya mencegah dan percepatan penanganan Covid Di NTB, lebih Khusus di kota Mataram,” jelas Dandim.

Dikatakan, Personil Terpadu agar aktif mengontrol pintu pintu masuk semua titik dan jangan sampai masih ada  masyarkat yang datang berekreasi, mengingat kian bertambahnya jumlah Pasien Positif di wilayah Kota Mataram.

AYA

 

 




JPS Gemilang Tahap II Diluncurkan Dari Desa Penimbung

“Misi utamanya bukan jual ikannya, bukan jual kopinya, tapi memberdayakan UKM di masing-masing  Kabupaten/Kota,” kata Gubernur Zul

LOBAR.lombokjournal.com —  Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II resmi diluncurkan, Sabtu (30/05/20).

Sebanyak 125.000 paket bantuan dilaunching  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, di Kantor Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

Paket JPS Gemilang tahap II yang mengedepankan produk lokal ini akan segera didistribusikan ke Kabupaten/Kota di NTB.

Tercatat ada 535 UKM dan IKM dilibatkan dan  berkontribusi pada JPS Gemilang tahap II.

Gubernur Zul mengapresiasi seluruh pihak yang ikut  menyukseskan pelasanaan JPS Gemilang tahap pertama sebeumya.

Bang Zul sapaan akrabnya, menekankan pentingnya pemberdayaan UKM/IKM lokal dalam distribusi JPS Gemilang.

Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi UKM/IKM agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produknya.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya. Oleh karena itu, ini peluang untuk bagaimana kita memperkenalkan produk-produk lokal kita kepada masyarakat,” ujar Bang Zul.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menghargai produk-produk lokal.

Bagi Gubernur Zul, tidak mungkin industri dan usaha dapat berkembang maju jika tidak mendapat penghargaan dari masyarakatnya sendiri.

Terkait JPS Gemilang,  Bang Zul berharap, segala kekurangan pada tahap pertama dapat diatasi dengan lebih baik pada tahap kedua kali ini.

Namun setiap kekurangan tersebut, Ia meminta masyarakat untuk menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran agar lebih baik di masa mendatang.

“Tentu akan ada masalah di JPS Gemilang, masalah membuat hidup kita menjadi dinamis, kita perbaiki, hingga JPS Gemilang Tahap Ketiga nanti lebih baik lagi , begitu juga dengan yang berikut-berikutnya,” imbuhnya.

Pada JPS Gemilang tahap II ini, keterlibatan dari OPD Kabupaten/Kota menjadi suatu komponen penting. Karena Pemda tentu lebih mengerti kebutuhan di daerahnya masing-masing.

Gubernur Zul mengajak seluruh Kabupaten/Kota agar saling merangkul satu sama lain.

“Misi utamanya bukan jual ikannya, bukan jual kopinya, tapi memberdayakan UKM di masing-masing  Kabupaten/Kotakata Gubernur Zul.

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah bagi masyarakat, khususnya bagi UKM/IKM di NTB yang begitu dipercaya dalam menyediakan paket bantuan JPS Gemilang.

Diharapkan setiap UKM/IKM dapat jauh lebih matang saat wabah corona berlalu.

“Bisa dibayangkan setelah Covid-19 ini berlalu, dengan pengalaman yang telah terakumulasi oleh UKM-UKM kita, bisa saja produk-produk yang dihasilkan bukan hanya bisa dijual di NTB bahkan bisa dijual ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” harap Bang Zul.

Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang telah menunjuk Desa Penimbung sebagai lokasi launching JPS Gemilang tahap II.

“Mudah-mudahan berkat usaha kita bersama Covid-19 ini cepat berlalu dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi pada hari ini adalah salah satu usaha kita untuk menolong masyarakat kita yang terdampak langsung dengan Covid-19 ini,” ucapnya.

Berbagai penyempurnaan pun telah dilakukan Pemprov pada penyaluran JPS Gemilang tahap II kali ini, baik dari data penerima bantuan, kebutuhan pokok yang tahan lama serta proses distribusi kepada masyarakat.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Tahap II, Libatkan 534 IKM/UKM Lokal

JPS Gemilang tahap II didistribusikan kepada 110.000 KK Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan 15.000 KK Non DTKS, sehingga total yang menerima JPS Gemilang tahap II yakni 125.000 KK

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Nusa Tenggaa Barat (NTB) segera meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II.

Produk-produk yang dikemas pada JPS Gemilang tahap II haruslah hasil produksi IKM/UKM lokal di NTB.

Sehingga dengan memberdayakan produk lokal, pembangkitan ekonomi NTB di tengah pandemi dapat lebih cepat.

Hal itu sesuai arahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat  Rapat Peluncuran JPS Gemilang Tahap II di ruang Anggrek Kantor Gubernur, Rabu (27/05/20) lalu,

Rapat Peluncuran JPS Gemilang Tahap II itu diikuti oleh para Asisten, Staf Ahli Gubernur, Dinas Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan, Dinas Koperasi , Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda Olah Raga, Inspektorat, Biro Humas dan Protokol, serta Dirut PT. GNE.

Rapat ini dimksudkan untuk memastikan  kelengkapan dan kesiapan JPS Gemilang tahap II.

Pemerintah Provinsi NTB melibatkan lebih banyak IKM/UKM. Terdata sebanyak 534 IKM/UKM yang tersebar di seluruh NTB akan berpartisipasi.

Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi berharap, agar tiap proses penanganan Covid-19 ini dapat menjadi pembelajaran bagi NTB ke depan.

Pada kesempatan itu, Sekda mengapresiasi kerja keras seluruh tim dan mengajak untuk terus menjalin komunikasi yang baik.

“Mari kita tampil mempesona sehingga apa yang kita kerjakan ini dapat menyenangkan bagi semua,” ucapnya.

JPS Gemilang tahap II yang akan diluncurkan pada 30 Mei 2020, akan didistribusikan kepada 110.000 KK Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 15.000 KK Non DTKS, sehingga total yang menerima JPS Gemilang tahap II yakni 125.000 KK.

Sebanyak tujuh gudang pun disiapkan dalam pendistribusian ini. Tujuh gudang tersebut tersebar di seluruh NTB.

Sekda mengingatkan, mutu dan kualitas produk JPS Gemilang harus benar-benar dipastikan sebelum didistribukan, sehingga sampai ke tangan masyarakat dengan kondisi yang baik.

AYA/HmsNTB




Dibantah, Ada Keluarga Gubernur Ikut Program JPS Gemilang

Diakui, ada banyak kepentingan dari oknum-oknum tertentu yang ingin masuk ke dalam program pembuatan masker ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Tudingan adanya keluarga Gubernur NTB yang mengerjakan pekerjaan maskerisasi hingga ratusan lembar dalam program JPS Gemilang, dibantah Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB.

Kepala, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH mengatakan, tudingan adanya keluarga Gubernur NTB yang mengerjakan maskerisasi itu tidak benar.

“Kenapa tidak benar? Karena yang terikat dengan pihak Dinas dalam pengerjaan maskerisasi itu adalah UKM-UKM yang memang memiliki persyaratan secara adminstratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang ada dalam menangani Covid19, dengan menggunakan anggaran tidak terduga,” jelas mantan Plt Walikota Bima ini kepada wartawan, Jumat (29/05/20).

Dalam pembuatan masker, pihak Dinas melibatkan sekitar 135 UKM yang tersebar di Provinsi NTB dan telah mendaftar secara resmi di Dinas Koperasi dan UMKM dengan melampirkan SIUP, TDP dan NPWP serta buku tabungan rekening atas nama UMKM.

“Setelah dilakukan tahapan seleksi, hanya ada sekitar 125 UMKM yang memiliki kelengkapan adminstratif sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Pada tahap pertama,  melibatkan sekitar 31 UMKM dengan jumlah total masker yang dibuat adalah sekitar 100 ribu masker, dan pengerjaan tahap pertama itu sudah selesai bahkan sudah dilakukan SPJ dan telah diserahkan ke BPKAD.

“Kemudian pada tahap kedua dibuatkan sekitar 845 ribu lembar masker dengan melibatkan sekitar 79 UMKM dan sedang dalam proses penyelesaian SPJ nya,” timpalnya.

Dijelaskan,  khusus di Kabupaten Sumbawa, pengerjaan masker sendiri diserahkan kepada UMKM dengan nama Family Taylor serta beberapa UMKM lainnya yang tersebar hingga ke Kota Bima.

“Jadi tidak benar ada nama keluarga Gubernur NTB yang terlibat di dalam pembuatan masker ini. Apalagi sampai dituding ratusan ribu masker, itu jelas merupakan sebuah fitnahan yang tidak berdasar. Sebab satu UMKM itu hanya diberikan jatah maksimal sampai 40 ribu masker saja. Silahkan bisa dilihat data-datanya di bidang UMKM,” tegasnya lagi.

Pihaknya mengaku bersikap terbuka atas program pembuatan masker yang digawangi leading sector-nya.

Apalagi Gubernur NTB sudah secara tegas melarang adanya pihak keluarga atau yang mengatasnamakan tim suksesnya untuk terlibat dalam program maskerisasi.

Menurutnya, pihaknya sudah menjelaskan atau mengklarifikasi soal program pembuatan masker ini kepada Lembaga DPRD NTB.

“Kepada pihak Reskrimsus Polda NTB pun sudah kami berikan penjelasan terkait dengan hal ini bahkan semua dokumen-dokumen terkait dengan program ini sudah kami perlihatkan. Bahkan tidak hanya itu, mereka sudah langsung melakukan cross check ke lapangan terkait dengan hal ini,” terangnya.

Pihaknya sendiri mengaku ada banyak kepentingan dari oknum-oknum tertentu yang ingin masuk ke dalam program pembuatan masker ini.

Bahkan ada yang datang meminta untuk mengakomodir dan membayar pembuatan masker yang telah dibuatnya terlebih dahulu sebanyak 100 ribu sekian masker.

Setelah di cross check, nama oknum itu tidak terdaftar di dalam list UMKM yang terdata oleh pihak Dinas. Sehingga permohonannya itu tidak bisa dipenuhi karena sistemnya sudah jelas diatur sedemikian rupa sesuai dengan aturan yang ada.

“Sehingga tidak sembarang seseorang itu membuat masker tanpa melewati prosedur dan mekanisme yang ada. Meskipun seseorang atau oknum itu mengaku-aku diperintah oleh Gubernur,” tegas Wirajaya.

Pihak Dinas Koperasi dan UMKM sendiri dalam program JPS Gemilang ini hanya berkonsentrasi dalam mengurus program maskerisasi.

Untuk item-item lainnya dalam program JPS Gemilang ini diserahkan pada beberapa leading sector lainnya seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan.

“Kalau untuk program masker saat sekarang ini sudah ready stock dan siap didistribusikan kepada warga yang terdata,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Kapen Rem 162/W: Sinergitas Harga Mati Hadapi COVID-19

Pentingnya partisipasi dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dengan kesadaran yang tinggi dari diri, keluarga serta lingkungan, untuk mewujudkan ketahan kesehatan mulai dari lingkungan paling kecil meningkat sampai ke yang lebih luas

MATARAM.lombokjournal.com — Meningkatnya Jumlah Kasus Positif Covid -19 di Provinsi NTB, termasuk di kalangan anak-anak serta penyebaan transmisi lokal, Gugus Tugas Covid-19 NTB melakukan berbagai upaya salah satunya mengaktifaan Bakohumas Lintas sektotal yang tergabung dalam Gugus Khusus kehumasan Covid 19 Wilayah NTB.

Kepala Penerangan Korem Kapen Rem (Kapen Rem ) 162/WB, Mayor Dahlan, S.Sos., menyampaikan,  peran kehumasan sangat dibutuhkan dalam situasi wabah Pandemi Covid 19.

“Selain memberikan informasi terkait perkembangan kasus Covid – 19 juga untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat terkait kebijakan yang diambil pemerintah dalam percepatan penanganan penyebaran Covid 19 di wilayah NTB,” kata Mayor Dahlan usai melaksanakan rapat koordinasi yang digelar Humas Protokol Pemda NTB.

Menurutnya, pekerjaan kehumasa harus dilakukan bersinergi dalam presepsi yang sama hingga ke pelosok pelosok di seluruh Kab/Kota Di NTB, baik melalui sarana media Daring maupun Luring.

“Harapannya, dapat diakses oleh masyarakat luas serta menghindari informasi hoaks dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sinergitas harga mati hadapi Covid-19,” terangnya saat diwawancarai media di ruang kerjanya di Makorem 162/WB di Mataram, Kamis (28/05/20).

Kapenrem menjelaskan,  yang paling penting adalah sinergitas, partisipasi serta kepedulian semua pihak, agar segala upaya dapat lebih efektif serta mencapai hasil maksimal, tandas Dahlan.

Kapen Rem juga menyampaikan untuk satu suara dalam memberikan imbauan serta edukasi Covid-19 dan pola hidup sehat. Sehingga daya tahan tubuh di tengah Covid-19 selalu terjaga.

Selain itu tetap patuhi Protokol Covid-19 mengingat masih tingginya penyebaran covid-19.  Kalau tidak, akan membuat kesulitan petugas medis dalam penanganan perawatan maupun dalam tracing kontak.

Ditekankan pentingnya partisipasi dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dengan kesadaran yang tinggi dari diri, keluarga serta lingkungan, untuk mewujudkan ketahan kesehatan mulai dari lingkungan paling kecil meningkat sampai ke yang lebih luas.

“Mari menjadi pahlawan bagi diri, keluarga dan orang lain sehingga kita dapat segera keluar dari situasi pandemi Covid 19 lebih cepat. Hal ini bisa kita lalui ketika semua komit dan konsisten serta disiplin melaksanakan semua imbauan Pemerintah demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat ini juga mengajak semua pihak agar terus menggaungkan Protokol Cegah Covid 19.  Rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, social distancing,  jangan berkumpul dalam jumlah banyak orang, tetap menggunakan masker, Stay home, upayakan tetap tinggal dirumah, tidak membawa anak-anak ke tempat keramaian, pelihara pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, olahraga yang teratur untuk menjaga imunitas tubuh.

“Dan tidak kalah penting dari semua itu, ikhitiar dan berdoa inysaAllah kita bersama dapat melawan Covid 19 dan segera menuju new normal wujudkan NTB Gemilang,” tegasnya.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 28 Mei,  Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 3 (tiga) Orang

“Orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,” kata Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi adanya tambahan 28 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 3 (tiga) orang.

Dalam press release hari Kamis (28/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 254 sampel swab dengan hasil 213 sampel negatif, dan 13 sampel positif ulangan,  serta 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 3 (tiga) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (28/05/20) sebanyak 590 orang.

Rinciannya 276 orang sudah sembuh, 10 (sepuluh) meninggal dunia, serta 304 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 563, an. Tn. BB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 565, an. Tn. N, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 566, an. Tn. AFI, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 567, an. Tn. IGOWN, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 568, an. Ny. YT, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 431. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 569, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 570, an. Tn. RW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 571, an. Ny. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 422. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 572, an. Ny. B, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 573, an. Ny. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 574, an. Ny. NLSWP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 575, an. An. LH, perempuan, usia 1,6 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 576, an. Tn. AH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 534. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 577, an. An. MPA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Bali. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 578, an. An. A, perempuan, usia 2 bulan, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 579, an. An. LAH, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 580, an. Ny. M, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 394. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 581, an. Tn. M, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Saudi Arabia. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 582, an. Tn. INS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 583, an. Ny. BEN, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 584, an. Ny. JANS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 585, an. Tn. LAR, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 586, an. Tn. MFB, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 587, an. Tn. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 588, an. Ny. M, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 589, an. Tn. T, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 590, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Hari Kamis terdapat penambahan 3 (tiga) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

  1. Pasien nomor 146, an. Tn. MM, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 308, an. Ny. SAKSW, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 441, an. Tn. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harin Gugus NTB, LaluGita Ariadi mengingatkan, semakin banyaknya kasus Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut, karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit.

“Orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,” kata Lalu Gita Ariadi.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119




Gubernur Zul Bertemu Bupati/Walikota, Satukan Komitmen Tangani Pandemi Covid-19

“Situasi kita lebih berbahaya dibanding awal dulu. Bukan karena virusnya tetapi karena ketidakdisplinan kita dan mulai menggampangkan dan pada saat yang sama, tenaga kesehatan kita mulai bertumbangan karena 3-4 bulan berjibaku dengan persoalan ini,” terang Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam rangka antisipasi penyebaran dampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten/Kota se Pulau Lombok, Kamis (28/05/20).

Dimulai dari Kota Mataram, Gubernur dan Wagub menyampaikan arahannya pada Rapat Pembahasan Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Mataram bertempat di Pendopo Walikota Mataram.

Gubernur Zul mengatakan,  istilah “New Normal” yang mencuat belakangan ini merupakan suatu hal yang memberikan sedikit angin segar.

Menurutnya, Hal ini menandakan adanya kabar baik yang datang di tengah masyarakat.

Namun Ia meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

“Kampanye New Normal ini membuat kita sedikit bernafas lega, ini badai segera berlalu, ada cahaya di ujung terowongan,” ujar Bang Zul sapaan akrabnya.

Ia juga menyinggung tenaga kesehatan di NTB yang mulai terpapar Covid-19.

Gubernur Zul mengungkapkan, kedisiplinan menjadi faktor penting agar tetap terhindar dari wabah corona. Selain itu, ia juga menyinggung wabah corona yang belakangan ini semakin rentan menyerang bayi dan balita.

“Situasi kita lebih berbahaya dibanding awal dulu. Bukan karena virusnya tetapi karena ketidakdisplinan kita dan mulai menggampangkan dan pada saat yang sama, tenaga kesehatan kita mulai bertumbangan karena 3-4 bulan berjibaku dengan persoalan ini,” terang Gubernur Zul.

Dengan hal tersebut, Ia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya Covid-19 yang masih mengintai dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Jangan sampai kelengahan kita ini mengakibatkan jumlah yang terpapar Covid-19 ini lebih banyak lagi di tempat kita,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa dalam menangani masalah Covid-19 ini kebersamaan dan semangat harus selalu dijaga.

Karena penyebaran virus Covid-19 ini berbeda seperti kita menghadapi bencana-bencana yang lain.

“Hal-hal seperti ini dibutuhkan kekuatan kita bersama. Dalam kondisi NTB sekarang, seperti yang kita prediksi sebelumnya, lengah sedikit saja bisa terjadi second wave,” jelas Wagub.

Wagub Hj Sitti Rohmi tak ingin tenaga kesehatan yang selama ini menjadi mesin utama penanganan Covid-19 terpapar semakin banyak. Mengingat 67 tenaga kesehatan di NTB telah dinyatakan positif Covid-19.

“Hal yang sangat kita khawatirkan, namun terjadi juga. Padahal saya yakin semua sudah melakukan proteksi yang sangat baik. Oleh karena itu, semangat ini yang harus terus dijaga kedepan oleh Pemerintah Provinsi dan Kepala Daerah semuanya,” jelasnya.

Menurutnya, Covid-19 ini adalah penyakit yang sama dengan penyakit lainnya, hanya saja memiliki tingkat kematian yang lebih cepat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak lari dan sembunyi jika memiliki gejala dari Covid-19.

“Ini memang lebih berat, tapi saya yakin kita bisa karena do’a kita. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita semua InsyaAllah bisa teratasi dengan sebaik-baiknya,” tutup Ummi Rohmi.

Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menuturkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19.

Kota Mataram yang sejauh ini terdata sebagai kota dengan tingkat terpapar positif terbanyak dinilai harus lebih bekerja keras.

Karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov NTB diharapkan berjalan dengan baik.

“Tentu semua yang sudah menjadi kebijakan dan keputusan Gubernur sudah kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Di Kota Mataram sendiri, Ahyar menyampaikan program penanganan Covid-19 dengan pola PCBL atau Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan.

Program tersebut berupa pembagian masker, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di sejumlah titik di Kota Mataram.

Ahyar mengajak Kabupaten/Kota yang ada di seluruh NTB agar selalu kompak dalam melawan Covid-19 bersama-sama.

“Mudah-mudahan kita bisa segera terlepas dari Covid-19 ini,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani memberikan rekomendasi terkait penanganan Covid-19. Salah satunya di bandara dan pelabuhan akan diberlakukan pembatasan kepada penumpang.

Setiap penumpang yang ingin masuk ke NTB harus memberikan surat tugas dan hasil swab yang berlaku 7 hari.

“Jika swab tersebut lebih dari 7 hari, maka harus swab ulang dan wajib untuk dikarantina lagi ,” jelasnya.

Menurutnya, selain bandara dan pelabuhan, yang menjadi atensi penting saat ini adalah pasar.

Diharapkan, pasar-pasar harus memiliki fasilitas pendukung seperti thermo gun, hand sanitizer, penjual dan pembeli harus menggunakan masker dan sarung tangan, dan tak lupa harus menerapkan physical distancing ketika bertransaksi.

“Setiap pasar tradisional akan dibuatkan pos terpadu yang berisi aparat Kepolisian, TNI dan Pol PP untuk mengontrol pasar,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Danrem Instruksikan Kodim Jajaran Tingkatkan Segala Upaya Cegah Covid

MATARAM.lombokjournal.com —  Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdahni, S.Sos. SH. M.Han, Rabu (27/05/20) menginstruksikan Kodim jajarannya untuk terus semangat serta tingkatkan segala kegiatan sebagai upaya cegah, putus matarantai dan percepatan penangganan Covid-19 di wilayah NTB.

Adapun beberapa instuksi yang disampaikan sesuai hasil rapat Forkopimda agar para Dandim jajarannya bersama steakholder lainnya tingkatkan serta perketat kembali hal-hal diantaranya :

Pertama, Bandara akan ditutup untuk perjalanan orang (kecuali logistik).

Kedua, kapal Ferri diprioritaskan khusus untuk orang yang memiliki surat jalan dinas dan memiliki hasil Swap serta untuk logistik.

Ketiga, karena kemungkinan besar penularan dari tempat keramaian maka kita berperang lawan Covid-19 dengan cara menertibkan dan perketat sistem pengawasan pasar dengan segera mendirikan tenda Pos terpadu.

Dan memberlakukan sistem masuk pasar sesuai protokol kesehatan Covid-19 terhadap penjual dan pembeli dengan melaksanakan pengecekan suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, masuk ruangan penyemprotan disinfektan, pakai masker, sarung tangan, jika perlu pakai kacamata, dan uang yang akan digunakan belanja harus disterilkan di box sterilisasi uang.

Pembatasan jam pasar mulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 12.00 Wita.

Khusus penjual bahan makanan basah seperti sayur mayur, ikan dan daging akan digelar di lapangan masing-masing berjarak 2 meter. Sedangkan penjual barang-barang sembako seperti beras, gula, minyak dan lainnya tempatnya tetap di pasar.

Ketiga, pemberlakuan jam malam pukul 21.00 Wita sudah tidak ada lagi aktivitas di luar rumah termasuk berjualan dan lalu lalang kendaraan.

Keempat, aturan wajib menggunakan masker bagi siapa pun termasuk anak anak jika keluar rumah.

Kelima, laksanakan patroli pagi, siang dan sore hari sekaligus sosialisasi pencegahan Covid-19 serta lakukan tindakan bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di jalan dengan memberikan peringatan yg mendidik.

Keenam, para Muspida Tkt-1 akan berkunjung ke Kabupaten/Kota untuk memberi semangat dan mentriger jajaran Kabupaten/Kota agar lebih aktif lagi memerangi Covid-19 di wilayahnya.

Ketujuh, sampaikan kepada masyarakat agar kita semua bersatu padu untuk berperang melawan Covid-19 mulai dari mendisiplinkan diri sendiri dengan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, lalu ke keluarga kemudian di lingkungan sampai ke masyarakat luas.

Terkait hal itu juga, Danrem menyampaikan kepada satuan jajarannya agar terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder di wilayah masing-masing.

Guna melakukan upaya-upaya lebih masif bahkan lebih tegas dan lebih gencar dari sebelum-sebelumnya dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

Guna menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat tentang bahaya virus Corona sehingga dapat terbentuk disiplin yang tinggi untuk secara bersama-sama berupaya mencegah dan mengatasi penyebaran Covid-19.

AYA