JPS Gemilang Tahap II, Libatkan 534 IKM/UKM Lokal

JPS Gemilang tahap II didistribusikan kepada 110.000 KK Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dan 15.000 KK Non DTKS, sehingga total yang menerima JPS Gemilang tahap II yakni 125.000 KK

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Nusa Tenggaa Barat (NTB) segera meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II.

Produk-produk yang dikemas pada JPS Gemilang tahap II haruslah hasil produksi IKM/UKM lokal di NTB.

Sehingga dengan memberdayakan produk lokal, pembangkitan ekonomi NTB di tengah pandemi dapat lebih cepat.

Hal itu sesuai arahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat  Rapat Peluncuran JPS Gemilang Tahap II di ruang Anggrek Kantor Gubernur, Rabu (27/05/20) lalu,

Rapat Peluncuran JPS Gemilang Tahap II itu diikuti oleh para Asisten, Staf Ahli Gubernur, Dinas Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Dinas Kelautan, Dinas Koperasi , Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda Olah Raga, Inspektorat, Biro Humas dan Protokol, serta Dirut PT. GNE.

Rapat ini dimksudkan untuk memastikan  kelengkapan dan kesiapan JPS Gemilang tahap II.

Pemerintah Provinsi NTB melibatkan lebih banyak IKM/UKM. Terdata sebanyak 534 IKM/UKM yang tersebar di seluruh NTB akan berpartisipasi.

Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi berharap, agar tiap proses penanganan Covid-19 ini dapat menjadi pembelajaran bagi NTB ke depan.

Pada kesempatan itu, Sekda mengapresiasi kerja keras seluruh tim dan mengajak untuk terus menjalin komunikasi yang baik.

“Mari kita tampil mempesona sehingga apa yang kita kerjakan ini dapat menyenangkan bagi semua,” ucapnya.

JPS Gemilang tahap II yang akan diluncurkan pada 30 Mei 2020, akan didistribusikan kepada 110.000 KK Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan 15.000 KK Non DTKS, sehingga total yang menerima JPS Gemilang tahap II yakni 125.000 KK.

Sebanyak tujuh gudang pun disiapkan dalam pendistribusian ini. Tujuh gudang tersebut tersebar di seluruh NTB.

Sekda mengingatkan, mutu dan kualitas produk JPS Gemilang harus benar-benar dipastikan sebelum didistribukan, sehingga sampai ke tangan masyarakat dengan kondisi yang baik.

AYA/HmsNTB




Dibantah, Ada Keluarga Gubernur Ikut Program JPS Gemilang

Diakui, ada banyak kepentingan dari oknum-oknum tertentu yang ingin masuk ke dalam program pembuatan masker ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Tudingan adanya keluarga Gubernur NTB yang mengerjakan pekerjaan maskerisasi hingga ratusan lembar dalam program JPS Gemilang, dibantah Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB.

Kepala, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH mengatakan, tudingan adanya keluarga Gubernur NTB yang mengerjakan maskerisasi itu tidak benar.

“Kenapa tidak benar? Karena yang terikat dengan pihak Dinas dalam pengerjaan maskerisasi itu adalah UKM-UKM yang memang memiliki persyaratan secara adminstratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang ada dalam menangani Covid19, dengan menggunakan anggaran tidak terduga,” jelas mantan Plt Walikota Bima ini kepada wartawan, Jumat (29/05/20).

Dalam pembuatan masker, pihak Dinas melibatkan sekitar 135 UKM yang tersebar di Provinsi NTB dan telah mendaftar secara resmi di Dinas Koperasi dan UMKM dengan melampirkan SIUP, TDP dan NPWP serta buku tabungan rekening atas nama UMKM.

“Setelah dilakukan tahapan seleksi, hanya ada sekitar 125 UMKM yang memiliki kelengkapan adminstratif sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Pada tahap pertama,  melibatkan sekitar 31 UMKM dengan jumlah total masker yang dibuat adalah sekitar 100 ribu masker, dan pengerjaan tahap pertama itu sudah selesai bahkan sudah dilakukan SPJ dan telah diserahkan ke BPKAD.

“Kemudian pada tahap kedua dibuatkan sekitar 845 ribu lembar masker dengan melibatkan sekitar 79 UMKM dan sedang dalam proses penyelesaian SPJ nya,” timpalnya.

Dijelaskan,  khusus di Kabupaten Sumbawa, pengerjaan masker sendiri diserahkan kepada UMKM dengan nama Family Taylor serta beberapa UMKM lainnya yang tersebar hingga ke Kota Bima.

“Jadi tidak benar ada nama keluarga Gubernur NTB yang terlibat di dalam pembuatan masker ini. Apalagi sampai dituding ratusan ribu masker, itu jelas merupakan sebuah fitnahan yang tidak berdasar. Sebab satu UMKM itu hanya diberikan jatah maksimal sampai 40 ribu masker saja. Silahkan bisa dilihat data-datanya di bidang UMKM,” tegasnya lagi.

Pihaknya mengaku bersikap terbuka atas program pembuatan masker yang digawangi leading sector-nya.

Apalagi Gubernur NTB sudah secara tegas melarang adanya pihak keluarga atau yang mengatasnamakan tim suksesnya untuk terlibat dalam program maskerisasi.

Menurutnya, pihaknya sudah menjelaskan atau mengklarifikasi soal program pembuatan masker ini kepada Lembaga DPRD NTB.

“Kepada pihak Reskrimsus Polda NTB pun sudah kami berikan penjelasan terkait dengan hal ini bahkan semua dokumen-dokumen terkait dengan program ini sudah kami perlihatkan. Bahkan tidak hanya itu, mereka sudah langsung melakukan cross check ke lapangan terkait dengan hal ini,” terangnya.

Pihaknya sendiri mengaku ada banyak kepentingan dari oknum-oknum tertentu yang ingin masuk ke dalam program pembuatan masker ini.

Bahkan ada yang datang meminta untuk mengakomodir dan membayar pembuatan masker yang telah dibuatnya terlebih dahulu sebanyak 100 ribu sekian masker.

Setelah di cross check, nama oknum itu tidak terdaftar di dalam list UMKM yang terdata oleh pihak Dinas. Sehingga permohonannya itu tidak bisa dipenuhi karena sistemnya sudah jelas diatur sedemikian rupa sesuai dengan aturan yang ada.

“Sehingga tidak sembarang seseorang itu membuat masker tanpa melewati prosedur dan mekanisme yang ada. Meskipun seseorang atau oknum itu mengaku-aku diperintah oleh Gubernur,” tegas Wirajaya.

Pihak Dinas Koperasi dan UMKM sendiri dalam program JPS Gemilang ini hanya berkonsentrasi dalam mengurus program maskerisasi.

Untuk item-item lainnya dalam program JPS Gemilang ini diserahkan pada beberapa leading sector lainnya seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan.

“Kalau untuk program masker saat sekarang ini sudah ready stock dan siap didistribusikan kepada warga yang terdata,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




Kapen Rem 162/W: Sinergitas Harga Mati Hadapi COVID-19

Pentingnya partisipasi dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dengan kesadaran yang tinggi dari diri, keluarga serta lingkungan, untuk mewujudkan ketahan kesehatan mulai dari lingkungan paling kecil meningkat sampai ke yang lebih luas

MATARAM.lombokjournal.com — Meningkatnya Jumlah Kasus Positif Covid -19 di Provinsi NTB, termasuk di kalangan anak-anak serta penyebaan transmisi lokal, Gugus Tugas Covid-19 NTB melakukan berbagai upaya salah satunya mengaktifaan Bakohumas Lintas sektotal yang tergabung dalam Gugus Khusus kehumasan Covid 19 Wilayah NTB.

Kepala Penerangan Korem Kapen Rem (Kapen Rem ) 162/WB, Mayor Dahlan, S.Sos., menyampaikan,  peran kehumasan sangat dibutuhkan dalam situasi wabah Pandemi Covid 19.

“Selain memberikan informasi terkait perkembangan kasus Covid – 19 juga untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat terkait kebijakan yang diambil pemerintah dalam percepatan penanganan penyebaran Covid 19 di wilayah NTB,” kata Mayor Dahlan usai melaksanakan rapat koordinasi yang digelar Humas Protokol Pemda NTB.

Menurutnya, pekerjaan kehumasa harus dilakukan bersinergi dalam presepsi yang sama hingga ke pelosok pelosok di seluruh Kab/Kota Di NTB, baik melalui sarana media Daring maupun Luring.

“Harapannya, dapat diakses oleh masyarakat luas serta menghindari informasi hoaks dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, sinergitas harga mati hadapi Covid-19,” terangnya saat diwawancarai media di ruang kerjanya di Makorem 162/WB di Mataram, Kamis (28/05/20).

Kapenrem menjelaskan,  yang paling penting adalah sinergitas, partisipasi serta kepedulian semua pihak, agar segala upaya dapat lebih efektif serta mencapai hasil maksimal, tandas Dahlan.

Kapen Rem juga menyampaikan untuk satu suara dalam memberikan imbauan serta edukasi Covid-19 dan pola hidup sehat. Sehingga daya tahan tubuh di tengah Covid-19 selalu terjaga.

Selain itu tetap patuhi Protokol Covid-19 mengingat masih tingginya penyebaran covid-19.  Kalau tidak, akan membuat kesulitan petugas medis dalam penanganan perawatan maupun dalam tracing kontak.

Ditekankan pentingnya partisipasi dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dengan kesadaran yang tinggi dari diri, keluarga serta lingkungan, untuk mewujudkan ketahan kesehatan mulai dari lingkungan paling kecil meningkat sampai ke yang lebih luas.

“Mari menjadi pahlawan bagi diri, keluarga dan orang lain sehingga kita dapat segera keluar dari situasi pandemi Covid 19 lebih cepat. Hal ini bisa kita lalui ketika semua komit dan konsisten serta disiplin melaksanakan semua imbauan Pemerintah demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat ini juga mengajak semua pihak agar terus menggaungkan Protokol Cegah Covid 19.  Rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, social distancing,  jangan berkumpul dalam jumlah banyak orang, tetap menggunakan masker, Stay home, upayakan tetap tinggal dirumah, tidak membawa anak-anak ke tempat keramaian, pelihara pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, olahraga yang teratur untuk menjaga imunitas tubuh.

“Dan tidak kalah penting dari semua itu, ikhitiar dan berdoa inysaAllah kita bersama dapat melawan Covid 19 dan segera menuju new normal wujudkan NTB Gemilang,” tegasnya.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 28 Mei,  Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 3 (tiga) Orang

“Orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,” kata Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi adanya tambahan 28 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 3 (tiga) orang.

Dalam press release hari Kamis (28/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 254 sampel swab dengan hasil 213 sampel negatif, dan 13 sampel positif ulangan,  serta 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 3 (tiga) orang.

Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 3 (tiga) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (28/05/20) sebanyak 590 orang.

Rinciannya 276 orang sudah sembuh, 10 (sepuluh) meninggal dunia, serta 304 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 3 (TIGA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 563, an. Tn. BB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 564, an. Tn. LBNI, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 565, an. Tn. N, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 566, an. Tn. AFI, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 567, an. Tn. IGOWN, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 568, an. Ny. YT, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 431. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 569, an. Tn. MSS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 570, an. Tn. RW, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 571, an. Ny. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 422. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 572, an. Ny. B, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 573, an. Ny. S, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 465. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 574, an. Ny. NLSWP, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 575, an. An. LH, perempuan, usia 1,6 tahun, penduduk Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 576, an. Tn. AH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 534. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 577, an. An. MPA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Bali. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 578, an. An. A, perempuan, usia 2 bulan, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 579, an. An. LAH, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 580, an. Ny. M, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 394. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 581, an. Tn. M, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Saudi Arabia. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 582, an. Tn. INS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 583, an. Ny. BEN, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 584, an. Ny. JANS, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 585, an. Tn. LAR, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 586, an. Tn. MFB, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 587, an. Tn. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 588, an. Ny. M, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 589, an. Tn. T, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 590, an. Ny. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Hari Kamis terdapat penambahan 3 (tiga) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu:

  1. Pasien nomor 146, an. Tn. MM, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 308, an. Ny. SAKSW, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 441, an. Tn. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harin Gugus NTB, LaluGita Ariadi mengingatkan, semakin banyaknya kasus Covid-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut, karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit.

“Orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian,” kata Lalu Gita Ariadi.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119




Gubernur Zul Bertemu Bupati/Walikota, Satukan Komitmen Tangani Pandemi Covid-19

“Situasi kita lebih berbahaya dibanding awal dulu. Bukan karena virusnya tetapi karena ketidakdisplinan kita dan mulai menggampangkan dan pada saat yang sama, tenaga kesehatan kita mulai bertumbangan karena 3-4 bulan berjibaku dengan persoalan ini,” terang Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam rangka antisipasi penyebaran dampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten/Kota se Pulau Lombok, Kamis (28/05/20).

Dimulai dari Kota Mataram, Gubernur dan Wagub menyampaikan arahannya pada Rapat Pembahasan Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Mataram bertempat di Pendopo Walikota Mataram.

Gubernur Zul mengatakan,  istilah “New Normal” yang mencuat belakangan ini merupakan suatu hal yang memberikan sedikit angin segar.

Menurutnya, Hal ini menandakan adanya kabar baik yang datang di tengah masyarakat.

Namun Ia meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap patuh pada protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

“Kampanye New Normal ini membuat kita sedikit bernafas lega, ini badai segera berlalu, ada cahaya di ujung terowongan,” ujar Bang Zul sapaan akrabnya.

Ia juga menyinggung tenaga kesehatan di NTB yang mulai terpapar Covid-19.

Gubernur Zul mengungkapkan, kedisiplinan menjadi faktor penting agar tetap terhindar dari wabah corona. Selain itu, ia juga menyinggung wabah corona yang belakangan ini semakin rentan menyerang bayi dan balita.

“Situasi kita lebih berbahaya dibanding awal dulu. Bukan karena virusnya tetapi karena ketidakdisplinan kita dan mulai menggampangkan dan pada saat yang sama, tenaga kesehatan kita mulai bertumbangan karena 3-4 bulan berjibaku dengan persoalan ini,” terang Gubernur Zul.

Dengan hal tersebut, Ia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya Covid-19 yang masih mengintai dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Jangan sampai kelengahan kita ini mengakibatkan jumlah yang terpapar Covid-19 ini lebih banyak lagi di tempat kita,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa dalam menangani masalah Covid-19 ini kebersamaan dan semangat harus selalu dijaga.

Karena penyebaran virus Covid-19 ini berbeda seperti kita menghadapi bencana-bencana yang lain.

“Hal-hal seperti ini dibutuhkan kekuatan kita bersama. Dalam kondisi NTB sekarang, seperti yang kita prediksi sebelumnya, lengah sedikit saja bisa terjadi second wave,” jelas Wagub.

Wagub Hj Sitti Rohmi tak ingin tenaga kesehatan yang selama ini menjadi mesin utama penanganan Covid-19 terpapar semakin banyak. Mengingat 67 tenaga kesehatan di NTB telah dinyatakan positif Covid-19.

“Hal yang sangat kita khawatirkan, namun terjadi juga. Padahal saya yakin semua sudah melakukan proteksi yang sangat baik. Oleh karena itu, semangat ini yang harus terus dijaga kedepan oleh Pemerintah Provinsi dan Kepala Daerah semuanya,” jelasnya.

Menurutnya, Covid-19 ini adalah penyakit yang sama dengan penyakit lainnya, hanya saja memiliki tingkat kematian yang lebih cepat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak lari dan sembunyi jika memiliki gejala dari Covid-19.

“Ini memang lebih berat, tapi saya yakin kita bisa karena do’a kita. Mudah-mudahan dengan kebersamaan kita semua InsyaAllah bisa teratasi dengan sebaik-baiknya,” tutup Ummi Rohmi.

Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh menuturkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19.

Kota Mataram yang sejauh ini terdata sebagai kota dengan tingkat terpapar positif terbanyak dinilai harus lebih bekerja keras.

Karena itu, koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov NTB diharapkan berjalan dengan baik.

“Tentu semua yang sudah menjadi kebijakan dan keputusan Gubernur sudah kita tindak lanjuti,” ungkapnya.

Di Kota Mataram sendiri, Ahyar menyampaikan program penanganan Covid-19 dengan pola PCBL atau Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan.

Program tersebut berupa pembagian masker, penyediaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di sejumlah titik di Kota Mataram.

Ahyar mengajak Kabupaten/Kota yang ada di seluruh NTB agar selalu kompak dalam melawan Covid-19 bersama-sama.

“Mudah-mudahan kita bisa segera terlepas dari Covid-19 ini,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani memberikan rekomendasi terkait penanganan Covid-19. Salah satunya di bandara dan pelabuhan akan diberlakukan pembatasan kepada penumpang.

Setiap penumpang yang ingin masuk ke NTB harus memberikan surat tugas dan hasil swab yang berlaku 7 hari.

“Jika swab tersebut lebih dari 7 hari, maka harus swab ulang dan wajib untuk dikarantina lagi ,” jelasnya.

Menurutnya, selain bandara dan pelabuhan, yang menjadi atensi penting saat ini adalah pasar.

Diharapkan, pasar-pasar harus memiliki fasilitas pendukung seperti thermo gun, hand sanitizer, penjual dan pembeli harus menggunakan masker dan sarung tangan, dan tak lupa harus menerapkan physical distancing ketika bertransaksi.

“Setiap pasar tradisional akan dibuatkan pos terpadu yang berisi aparat Kepolisian, TNI dan Pol PP untuk mengontrol pasar,” ujarnya.

AYA/HmsNTB




Danrem Instruksikan Kodim Jajaran Tingkatkan Segala Upaya Cegah Covid

MATARAM.lombokjournal.com —  Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdahni, S.Sos. SH. M.Han, Rabu (27/05/20) menginstruksikan Kodim jajarannya untuk terus semangat serta tingkatkan segala kegiatan sebagai upaya cegah, putus matarantai dan percepatan penangganan Covid-19 di wilayah NTB.

Adapun beberapa instuksi yang disampaikan sesuai hasil rapat Forkopimda agar para Dandim jajarannya bersama steakholder lainnya tingkatkan serta perketat kembali hal-hal diantaranya :

Pertama, Bandara akan ditutup untuk perjalanan orang (kecuali logistik).

Kedua, kapal Ferri diprioritaskan khusus untuk orang yang memiliki surat jalan dinas dan memiliki hasil Swap serta untuk logistik.

Ketiga, karena kemungkinan besar penularan dari tempat keramaian maka kita berperang lawan Covid-19 dengan cara menertibkan dan perketat sistem pengawasan pasar dengan segera mendirikan tenda Pos terpadu.

Dan memberlakukan sistem masuk pasar sesuai protokol kesehatan Covid-19 terhadap penjual dan pembeli dengan melaksanakan pengecekan suhu tubuh, cuci tangan pakai sabun, masuk ruangan penyemprotan disinfektan, pakai masker, sarung tangan, jika perlu pakai kacamata, dan uang yang akan digunakan belanja harus disterilkan di box sterilisasi uang.

Pembatasan jam pasar mulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 12.00 Wita.

Khusus penjual bahan makanan basah seperti sayur mayur, ikan dan daging akan digelar di lapangan masing-masing berjarak 2 meter. Sedangkan penjual barang-barang sembako seperti beras, gula, minyak dan lainnya tempatnya tetap di pasar.

Ketiga, pemberlakuan jam malam pukul 21.00 Wita sudah tidak ada lagi aktivitas di luar rumah termasuk berjualan dan lalu lalang kendaraan.

Keempat, aturan wajib menggunakan masker bagi siapa pun termasuk anak anak jika keluar rumah.

Kelima, laksanakan patroli pagi, siang dan sore hari sekaligus sosialisasi pencegahan Covid-19 serta lakukan tindakan bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker di jalan dengan memberikan peringatan yg mendidik.

Keenam, para Muspida Tkt-1 akan berkunjung ke Kabupaten/Kota untuk memberi semangat dan mentriger jajaran Kabupaten/Kota agar lebih aktif lagi memerangi Covid-19 di wilayahnya.

Ketujuh, sampaikan kepada masyarakat agar kita semua bersatu padu untuk berperang melawan Covid-19 mulai dari mendisiplinkan diri sendiri dengan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, lalu ke keluarga kemudian di lingkungan sampai ke masyarakat luas.

Terkait hal itu juga, Danrem menyampaikan kepada satuan jajarannya agar terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder di wilayah masing-masing.

Guna melakukan upaya-upaya lebih masif bahkan lebih tegas dan lebih gencar dari sebelum-sebelumnya dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah masing-masing.

Guna menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat tentang bahaya virus Corona sehingga dapat terbentuk disiplin yang tinggi untuk secara bersama-sama berupaya mencegah dan mengatasi penyebaran Covid-19.

AYA




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 27 Mei,  Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 1 (satu) Orang

Kesadaran dan tindakan pencegahan bersama merupakan langkah paling tepat sebelum dilakukan tindakan penanganan dan pengobatan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi NTB serta Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi  adanya tambahan 25 pasien  positif Covid-19, dan Pasien yang dinyatakan sembuh 1 (satu) orang.

Dalam press release hari Rabu (27/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 186 sampel swab dengan hasil 156 sampel negatif, dan 5 (lima) sampel positif ulangan serta 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien dinyatakan sembuh 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 1 (satu) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (27/05/20) sebanyak 562 orang.

Lalu Gita Ariadi

Rinciannya 273 orang sudah sembuh, 10 (sepuluh) meninggal dunia, serta 279 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Pada semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing

Menurut Lalu Gita Ariadi, itu dilakukan guna mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Diungkapkannya, beberapa waktu yang lalu kita optimis dengan penambahan pasien sembuh yang cukup signifikan disertai sedikitnya jumlah kasus terkonfirmasi positif baru.

“Namun dengan adanya jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cenderung meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, mengindikasikan, protokol pencegahan Covid-19 di tengah masyarakat sudah mulai longgar,” kata Lalu Gita Ariadi.

25 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 1 (satu) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 538, an. Tn. S, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 539, an. Ny. IASH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 540, an. Ny. NQ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 541, an. Tn. MAU, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 542, an. Ny. K, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 543, an. Tn. FM, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 544, an. Tn. M, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 545, an. Tn. SA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 546, an. Ny. HM, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 547, an. Tn. AH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 445. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 548, an. Ny. FA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini menjalani karantina di Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 549, an. Tn. AS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 550, an. Ny. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 551, an. Ny. BK, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 552, an. Tn. SUJ, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Mesir. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 553, an. Tn. DH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 551. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 554, an. An. FH, laki-laki, usia 9 bulan, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 555, an. Ny. FDP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 556, an. An. LSR, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 496. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 557, an. Tn. IKSAA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 558, an. Tn. MT, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 432. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 559, an. Tn. H, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 560, an. Ny. NH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 561, an. Tn. H, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 562, an. Ny. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dengan kondisi baik. 2

Hari ini terdapat penambahan 1 (satu) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu : •

  1. Pasien nomor 450, an. An. MRDAH, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menghimbau masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghentikan penyebaran wabah ini, agar senantiasa taat, patuh serta melakukan disiplin secara ketat dalam menjalankan seluruh protokol pencegahan Covid-19.

Kesadaran dan tindakan pencegahan bersama merupakan langkah paling tepat sebelum dilakukan tindakan penanganan dan pengobatan yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan.

“Mari kita bersama saling mengingatkan dan saling menasehati, untuk kehidupan norma kita nanti,” kata Lalu Gita Ariadi.

Aya/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




Jika Pilkada Ditunda Diprediksi Kekuatan Para Calon Kontestan Setara

Pilkada Serentak tahun depan, bisa menjadi medan baru yang perlu strategi baru untuk meraih kemenangan

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Pandemi Covid-19 selain berdampak pada sosial ekonomi, rupanya pemerintah juga memikirkan dampak politiknya.

Pilkada Serentak di sejumlah daerah di Indonesia, mau tak mau harus menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020, terkait gelaran Pilkada serentak, pada 4 Mei 2020. Perppu tersebut mengatur penundaan Pilkada serentak setelah mewabahnya Covid-19 (Corona Virus Disease).

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly menjelaskan, Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tersebut berisi tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 terkait Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Dalam Perppu tersebut ditetapkan bahwa waktu pemungutan suara pilkada di 270 daerah yang semula dijadwalkan pada 23 September diundur hingga Desember 2020. Penundaan tersebut disepakati oleh DPR, KPU bersama Pemerintah.

Namun tanggal 9 Desember pun belum bisa dipastikan.

Menurut Yasonna, dalam Perppu tersebut dijelaskan, penundaan pelaksanaan Pilkada serentak ditetapkan demi menjaga pelaksanaan pilkada yang demokratis, berkualitas, serta untuk menjaga stabilitas politik dalam negeri.

Artinya, pelaksanaan Pilkada serentak akan dilaksanakan jika Covid-19 sudah dapat dikendalikan.

“Bahkan jika sampai Desember pandemi Covid-19 belum berakhir, penundaan bisa diperpanjang,” ujar Yasonna.

Penetapan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak dilakukan atas persetujuan bersama antara KPU, Pemerintah, dan DPR.

Di Provinsi NTB, setidaknya ada tujuh Pilkada Kota/Kabupaten yang juga turut terdampak.

Terkait penundaan Pilkada tahun ini, Lembaga Kajian Politik Mi6 menilai, ada pihak yang diuntungkan dan ada juga yang justru buntung.

“Ya pasti ada plus minus  dampaknya jika Pilkada ditunda. Terutama kepada pada calon dan mesin partainya masing-masing,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto SH, melalui siaran pers, Selasa ( 26/05/20) malam

Pria ramah yang akrab disapa Didu ini mengungkapkan, Mi6  mendukung pemerintah yang memutuskan Pilkada Serentak ditunda.

Apalagi di masa pandemi corona saat ini, tentu prioritas harus dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh warga negara.

“Malah Mi6 memprediksi,  Pilkada serentak ini bisa jadi ditunda cukup lama bisa sampai 2021.  Kalau Desember 2020, sangat kecil kemungkinannya karena pandemi saat ini masih berjalan dengan curva yang belum menunjukan melandai,” papar Didu.

Analisa Mi6 dalam skenario Pilkada ditunda hingga tahun depan, maka kekuatan semua calon, baik calon Bupati dan Wakilnya maupun Calon Walikota dan Wakilnya yang bertarung di tujuh daerah di NTB, akan kembali setara.

Sama-sama perlu effort untuk menggenjot elektabilitas dan kecitraan politiknya di tengah masyarakat pemilih.

Para calon yang sudah mengambil start sosialisasi sebelumnya, tidak membuat memiliki nilai lebih dari lainnya.

“Soalnya masyarakat saat ini juga nampak sudah kurang tertarik dengan politik. Dukung-mendukung calon saat ini sudah perlahan tergerus dengan isu corona dan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Baginya, Pilkada Serentak tahun depan, bisa menjadi medan baru yang perlu strategi baru untuk meraih kemenangan.

Sebab, suasananya jelas beda, pola pemungutan suara pun belum bisa dipastikan nantinya seperti apa.

Kampanye identik dengan pengumpulan massa, dan ini tentu sangat dilarang dalam protokol Covid-19. Pemungutan suara di TPS, pun demikian pula, sangat sulit mencegah menumpuknya banyak orang di hari H pesta pemilihan itu.

“Bagi calon Petahana juga begitu. kalau Desember 2020 ini, mereka masih punya power dan bisa memainkan pencitraannya. Tapi kalau tahun depan, sama saja. Para calon akan bertarung dengan lebih fair, setara di garis start yang sama dengan kontestan lainnya,” kata Didu.

Mi6 menilai di tengah pandemi Corona saat ini, hal baik yang mungkin bisa dipetik ialah akan sangat minim terjadinya praktik politik uang. Baik dalam bentuk bantuan pangan, maupun bentuk sumbangan lainnya.

Pasalnya, saat ini banyak bantuan sudah disalurkan untuk masyarakat yang sebagian besar terdampak corona. Baik bantuan pemerintah, BUMN, maupun sektor swasta.

Didu menyarankan para calon untuk ambil hikmahnya saja. Tetap giat membantu masyarakat dengan bantuan-bantuannya, tanpa harus berpikir timbal baliknya untuk dipilih.

Di sisi lain penyelenggara Pemilu, KPU dan Bawaslu juga diharapkan tidak terlalu ketat seperti di saat kondisi normal, dalam menyikapi penyaluran bantuan dari Parpol atau calon Kepala Daerah di lapangan.

“Karena ini kan kondisinya beda. Masyarakat memang sangat butuh bantuan dan perhatian. Para calon juga nggak apalah membantu, jangan melulu dilihat sebagai bargain politik, ” tukasnya.

Para Baron Pasti Memainkan Celah

Dalam skenario jika Pilkada ditunda hingga tahun depan atau dua tahun kemudian, Mi6 menduga  akan menjadi peluang bagi para Baron Elit Politik mengambil celah.

“Yang jelas, akan berlaku care taker atau penjabat pengganti Kepala Daerah yang sudah habis masa jabatannya, sementara Pilkada masih ditunda,” kata Didu.

Gubernur dan Wakil Gubernur dinilai memiliki kans besar dalam menunjuk siapa penjabat pengganti Kepala Daerah.

Konflik interes tak mungkin bisa dihindari, sebab, celah ini bisa dimanfaatkan dengan baik sebagai umpan lambung menyonsong Pilkada sebenarnya.

Didu mengatakan, manuver-manuver koalisi partai politik juga akan terjadi dalam meramaikan Pilkada nantinya.

“Apa yang nampak hari ini, masih sekedar entertain politik. Konfigurasi Politik masih bisa  berubah, termasuk peta dukungan maupun strategi calon di masing-masing daerah,” ujarnya .

Didu menambahkan, pandemi corona juga menjadi panggung cat walk politik  yang baik bagi para calon petarung di Pilkada mendatang. Masyarakat bisa menakar seperti apa kepedulian sosial para kontestan di masa pandemi ini.

Medan pandemi corona ini  bisa menjadi tolok ukur sementara, tentang siapa pemimpin daerah sesungguhnya yang kelak akan terpetakan oleh masyarakat untuk Pilkada Provinsi NTB 2024 mendatang.

“Tanpa disadari, pandemi ini seperti tester bagi pemimpin-pemimpin kita, bagaimana mengambil keputusan tepat di tengah bencana. Dan masyarakat bisa menilainya karena sistem informasi dan komunikasi  saat ini kan sangat transparan,” tukasnya.

Me




Pemprov Maksimalkan Penanganan Covid-19 di NTB

Bandara International Lombok akan ditutup mulai dari 1 Juni – 1 juli 2020. Dan untuk yang masuk melalui pelabuhan harus punya surat tugas dan sudah di swab test

MATARAM.lombokjournal.com —   Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar rapat terbatas membahas kebijakan yang akan diambil terkait kelanjutan penanganan Virus Corona atau Covid-19 di NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (26/05/20) malam.

Gubernur dan Wakil Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, para Asisten, Kepala Biro Humas dan Protokol hingga Direktur RSUD Provinsi NTB.

Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB antara lain Kapolda, Kajati hingga Danrem 162 Wirabhakti.

“Kita punya dua opsi ke depan untuk dapat meminimalisir penularan COVID19. Swab test untuk setiap orang yang akan masuk NTB dan menutup akses masuk ke NTB,” jelas Gubernur Zul.

Dikatakan, Bandara International Lombok akan ditutup mulai dari 1 Juni – 1 juli 2020. Dan untuk yang masuk melalui pelabuhan harus punya surat tugas dan sudah di swab test, tambahnya.

Gubernur Zul juga mengajak seluruh Bupati dan Walikota se-NTB kembali ke semangat seperti awal Covid-19 pertama masuk di NTB.

Ditekankan, pentingnya koordinasi bersama Kabupaten Kota untuk mengedukasi masyarakat di saat pandemi seperti saat ini.

“Kita akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan seluruh bupati/walikota untuk terus mengedukasi masyarakat. Kita akan memperketat lagi tindakan di lapangan dalam menanggulangi penularan COVID19. Kita harus bersemangat seperti awal,” tambahnya.

Gubernur Zul ingin jajarannya untuk terus memperkuat edukasi dan sosialisasi agar terus tumbuh kesadaran pada masyarakat, khususnya menyadarkan betapa berbahayanya Covid-19.

“Kita akan terus berkomunikasi dengan masyarakat demi meningkatkan kepedulian  terhadap bahaya COVID-19. Ini penting,” tegas Gubernur Zul.

Gubernur Zul menginstruksikan jajarannya untuk dapat membuat masker gratis untuk anak-anak dan segera dibagikan.

“Segera Dinas Koperasi dan UMKM agar buat masker untuk anak-anak dan bisa dibagikan,” tutupnya.

Maskerisasi di kabupaten/kota

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyampaikan, penggunaan masker sangat efektif memutus mata rantai penularan Covid-19. Ia berharap agar kegiatan maskerisasi yang dilakukan di Kota Mataram dapat juga dilakukan di Kabupaten /Kota lainnya.

“Maskerisasi di mataram sudah dilakukan oleh pemprov dan berhasil  sehingga perlu disuarakan ke kabupaten/kota untuk melakukan hal yang sama,” harapnya.

Komandan Korem (Danrem) 162 Wira Bhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani yang hadir pada kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kebijakan yang telah dilakukan pemprov NTB.

“Kami sangat setuju bandara ditutup. Kami juga menyarankan agar alternatif pintu masuk ke Lombok bisa melalui Bali agar diperiksa disana terlebih dahulu dan disortir lagi ketika masuk wilayah Lombok,” jelasnya.

Menurut Danrem, sebaiknya Pelabuhan tetap dibuka, namun harus ada surat tugas jika akan masuk. Patroli perlu ditingkatkan, agar meningkatkan shock terapi bagi masyarakat.

“Kami sarankan agar bisa membuat posko di pasar oleh TNI – Polri dibantu satpol PP agar dapat mengawasi masyarakat,” tutupnya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mengumumkan Data jumlah kasus Covid19 di NTB per Selasa, 26 Mei 2020, yakni sebanyak 537 kasus dengan 256 pasien positif dalam perawatan, 272 telah dinyatakan sembuh, dan 9 dinyatakan telah meninggal.

AYA/HmsNTB




Danrem 162/WB; Dalam Merayakan Idul Fitri Masyarakat Sudah Ikuti Imbauan Pemerintah 

Diharapkan masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan  dan mengikuti imbuan pemerintah dapat dipertahankan pemerintah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19

MAYARAM.lombokjournal.com — Perayaan Idul Fitri oleh masyarakat di Nusa Tenggara  Barat (NTB), baik di pulau Lombok maupun Sumbawa, mulai dari takbiran sampai pelaksanaan sholat Ied di wilayah masing-masing sudah berjalan tertib dan kondusif.

Sudah sesuai dengan imbauan pemerintah dan mengikuti prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Saya nilai masyarakat sadar mengikuti imbauan pemerintah, melaksanakan takbiran dan sholat di rumah masing-masing serta tidak melaksanakan halal bihalal,” ungkap Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.

Sebelumnya, Minggu (24/05/20), guna mengantisipasi perkembangan situasi perayaan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19, Danrem 162/WB bersama Kapolda NTB, didampingi Dandim 1606/Lobar dan Kapolresta Mataram, memantau perayaan Idul Fitri serta mengecek Posko Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran di beberapa gerbang pintu masuk dan keluar Kota Mataram.

Dikatakan, kegiatan itu dilakukan untuk memantau dan meminimalisir aktifitas masyarakat pada perayaan Idul Fitri serta mengecek kesiapsiagaan sekaligus memberikan bingkisan kepada personel di Posko Gugus Tugas Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran.

Alumi Akmil 1993 tersebut menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB, atas kesadaran dan kerjasama mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.

Danrem berharap, keadaan seperti ini dapat dipertahankan sampai perayaan lebaran ketupat.

“Masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan mengikuti Imbauan pemerintah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19. Mengingat kita masih dalam situasi berperang melawan pandemi Covid-19,” katanya.

Semua itu demi keamanan dan keselamatan bersama, sehingga wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir, keadaan dan aktifitas masyarakat dapat kembali normal.

AYA