Wartawan dan Penulis Diminta Sampaikan Informasi Positif di Tengah Pandemi

Penulis dan wartawan diajak selalu menyampaikan informasi positif, edukatif dan ajakan-ajakan yang baik kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan sambutan dalam diskusi virtual Bincang Bareng Penulis dan Wartawan dengan tema “Narasi Kebahagiaan dan Keberpihakan di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan New Normal” bertempat di Pendopo Gubernur, Selasa (09/06/20) sore.

Diskusi virtual ini juga turut diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M. Si, sejumlah narasumber serta wartawan dan penulis yang ada di NTB.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini menyambut baik forum yang digelar pada sore ini. Baginya, kegiatan diskusi rutin dilakukan anak-anak muda NTB ini menandakan adanya rasa ingin terus belajar dan upaya peningkatan kapasitas diri, meskipun ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami menyambut gembira, pemuda-pemuda Nusa Tenggara Barat berembuk mengupgrade kapasitas, berdiskusi, berbagi informasi satu dengan yang lain, mudah-mudahan ada solusi yang bisa untuk ditulis kemudian disampaikan kepada publik atau minimal memperkaya informasi bagi diri sendiri,” ucapnya.

Bang Zul menambahkan, selama pandemi ini, setiap daerah memaknai hal ini dengan cara dan sikap yang berbeda dan beragam. Oleh karena itu, Ia mengajak baik penulis dan juga wartawan untuk selalu menyampaikan informasi positif, edukatif dan ajakan-ajakan yang baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan diskusi seperti ini banyak hal yang bisa kita petik dan pelajari bersama,” ujar Bang Zul.

Selain itu, ia menilai dengan adanya pandemi ini masyarakat lebih bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar, baik itu dalam belajar dan juga bekerja.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Prof. Dr. H. Masnun Tahir.

Ia mengatakan, sinergi dari penulis, wartawan dan berbagai media informasi menjadi sangat penting di masa sekarang, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

Masnun berpesan agar informasi yang diberikan kepada masyarakat haruslah berdasarkan fakta dan bersifat membangun serta memberikan semangat dan energi positif.

“Berikanlah kabar baik, jangan berikan kabar yang buruk,” pintanya.

Atas nama PWNU NTB, Ia berjanji akan terus memberikan semangat dan dukungan dalam hal memberikan informasi dan literasi kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

“Covid-19 ini bukan untuk kita takutkan, namun ini untuk kita atasi bersama masalah ini,” katanya.

Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PWNU NTB, Suaeb Qury mengungkapkan, forum diskusi ini digelar untuk dapat menjalin silaturahim serta berbincang-bincang dengan para penulis dan wartawan yang ada di NTB.

“Dengan kegiatan ini, kita dapat berbincang-bincang dengan sahabat semua terkait isu yang sedang hangat akhir-akhir ini,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




16.20 Paket Bantuan Alat Pelindung Diri dari Tiongkok untuk NTB

Wagub menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah Tiongkok

MATARAM.lmbokjournal.com —   Sebanyak 16.120 paket bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar, sampai di Nusa Tenggara Barat (NTB) hari  Kamis, 4 Juni 2020 lalu.

Usai dibongkar muat truck, paket bantuan langsung dilakukan sterilisasi oleh petugas yang sekaligus dikumpulkan di gudang BPBD NTB.

Sebagai ucapan terima kasih Pemerintah NTB, Wagub HJ Sitti Rohmi Djalilah yang akrab disapa Ummi Rohmi, menyampaikan rasa terima kasih banyak kepada Pemerintah Tiongkok.

Dalam hal ini bantuan diberikan melalui Konsulat Jenderal RRT yang berkantor di Pulau Dewata. Bantuan-bantuan APD untuk NTB itu didatangkan langsung dari negeri tirai bambu, sebagai upaya meringankan beban daerah-daerah di Indonesia terutama provinsi NTB dalam mempercepat penanganan Pandemi Covid-19.

“Kami sangat berterima kasih kepada Konjen RRT atas bantuan APD untuk NTB. Bantuan ini akan sangat membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 di daerah bumi gora,” kata Ummi Rohmi, usai menerima bantuan secara resmi melalui virtual video conference yang disaksikan oleh Konsulat Jenderal RRT, Gou Haodong  di Ruang Rapat Pendopo Wakil Gubernur NTB, Selasa (09/06/20).

Paket bantu itu terdiri dari pertama, singel Use Protective Clothing for medical Use atau Pakaian Pelindung Penggunaan Singel untuk tenaga Medis sebanyak 900 pasang.

Kedua, Kacamata medis (Goggles) sebanyak 200 buah. Ketiga, sarung tangan medis (Disposbale NBR Gloves) sebanyak 10.000 pasang.

Keempat, bantuan masker N95 sebanyak 1.000 buah. Kelima, bantuan Topeng Pelindung sebanyak 10.800 buah, dan terakhir adalah Topeng Medis sekali pake sebanyak 14.000 unit.

Hubungan Tiongkok-Pemprov NTB

Konsulat Jenderal (Konjen) RRT, Gou Haodong mengungkapkan, sejak pandemi virus Corona mulai terdeteksi di Kota Wuhan-Tiongkok akhir 2019 lalu.

Negara Indonesia khususnya pemerintah dan masyarakat NTB, telah memberi simpati dan dukungan yang luar biasa kepada masyarakat Tiongkok untuk melawan pandemi Covid-19.

Hubungan kerja sama juga sudah terjalin lama antara Pemerintah NTB dan Tiongkok.

“Kami ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kebaikan masyarakat dan pemerintah NTB dalam membantu keluarga dan sahabat kami di Tiongkok,” ujarnya.

Ia mengakui, pandemi Covid-19 masih terus berkembang di NTB, dampak sosial ekonomi pun menjadi masalah baru yang hadapi oleh pemerintah.

Karena itu, bantuan serta perhatian dari pihak lain sangat dibutuhkan saat ini untuk mempercepat penenanganan terhadap Covid-19. Terutama APD bagi tenaga kesehatan sangat penting untuk melindungi mereka dari paparan Covid-19.

Menurut Konjen, dengan adanya bantuan dari kami, semoga dapat membantu dan  meringankan beban para tenaga medis.

“Kami percaya atas kepemimpinan Pemprov NTB, dan usaha bersama seluruh masyarakat NTB, pandemi ini pasti akan segera berlalu dan akan ada semakin banyak turis Tiongkok yang berkunjung ke NTB,” kata Konjen RRT tersebut.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur Zul Serahkan 200 Paket Bantuan Sosial Untuk Warga Cakra Selatan dan Pagutan Timur

Masyarakat dihaapkan tetap tenang serta memberikan jaminan bahwa pemerintah akan selalu ada bagi masyarakatnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebanyak 200 paket bantuan sosial hari ini diberikan kepada warga Lingkungan Karang Daha, Kelurahan Cakra Selatan, Kecamatan Cakranegara, Mataram.

Sedangkan Karang Buaya Pagutan Timur, menerima sebanyak 300 Paket Bantuan Sosial yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyerahkan bantuan sosial, Senin (08/06/20), mengaku bahagia dapat mengunjungi masyarakat desa yang selalu ramah meskipun tengah menghadapi wabah Corona.

Bang Zul, sapaan akrabnya, mengapresiasi Dinas Sosial Provinsi NTB yang bekerja keras dalam menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di masa Covid-19 saat ini.

Ia meminta masyarakat tetap tenang serta memberikan jaminan bahwa pemerintah akan selalu ada bagi masyarakatnya.

“Terima kasih Dinas Sosial, mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi bapak ibu semua,” ucap Bang Zul.

Selain itu, Bang Zul yang saat itu didampingi Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi NTB, Sulaiman Jamsuri, M.AP, mengajak agar masyarakat tetap menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.

Ia berharap masyarakat selalu menjaga kekompakan dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Senang bisa hadir disini, mudahan ini bukan kedatangan yang terakhir, ini bantuan sekedar menandakan bahwa kami bersama masyarakat semua,” katanya.

Ucapan terima kasih diutarakan Ramlah, warga desa Karang Buaya Pagutan Timur, kepada Gubernur dan juga Dinas Sosial Provinsi NTB.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi sekarang ini.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya, semoga wabah corona ini dapat segera berlalu,” tuturnya.

AYA/HmsNTB




Pemberlakuan New Normal, Pangdam IX/Udayana Tekankan Pelibatan Semua Elemen

“Ingatkan kepada pemerintah daerah agar pada saat pengambilan keputusan semua elemen harus diikutkan, sehingga begitu implementasi di lapangan keputusan itu berjalan dengan lancar tidak saling menghambat dan tidak saling menggagalkan,” tegas Pangdam

MATARAM.lombokjournal.com —  Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. S.H. M.Han, memaparkan kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benni Susianto, S.I.P, tentang konsep operasi penanganan kedisiplinan masyarakat.

Hal itu terkait persipan menyongsong pemberlakuan kehidupan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 atau New Normal di Wilayah NTB melalui Video Conference bertempat di ruang rapat Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Jumat (05/06/20).

Danrem 162/WB memaparkan tentang perkembangan covid-19 di NTB sampai tanggal 4 Juni 2020 pukul 17.00 Wita sesuai update data pada corona.ntbprov.go.id.

Daerah-daerah yang ditetapkan sebagai daerah berwarna hijau di wilayah NTB berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Prov NTB yang akan diterapkan New Normal, serta konsep operasi  penanganan kedisiplinan pada saat penerapan New Normal di wilayah NTB.

Semua elemen dilibatkan

Menanggapi paparan Danrem 162/WB, Pangdam IX/Udayana menyampaikan penekanan dari Panglima TNI, bahwa pendisiplinan masyarakat harus diambil keputusannya oleh pemerintah daerah yang disepakati oleh Forkopimda dan unsur-unsur lain terkait dengan isu Covid-19.

Bukan hanya isu kesehatannya saja tetapi isu ekonomi, budaya, agama di dalamnya harus ada. Baik Toga, Tomas, Todat semua dilibatkan di dalamnya.

“Ingatkan kepada pemerintah daerah agar pada saat pengambilan keputusan semua elemen harus diikutkan, sehingga begitu implementasi di lapangan keputusan itu berjalan dengan lancar tidak saling menghambat dan tidak saling menggagalkan,” jelas Pangdam.

Diharapkan secara bertahap dilakukan evaluasi, setelah dibuka daerah yang tadi berwarna hijau diharapkan tidak menjadi kuning ataupun merah.

Warna hijau agar dipertahankan dengan terus menerapkan protocol kesehatan di tempat-tempat yang nanti akan mulai dikendorkan.

“Para Komandan Satuan harus mampu menentukan konteks penaganannya sesuai dengan prioritas dan lakukan pemetaan,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam Menekankan, penentuan waktu pemberlakuan pembukaan pusat keramaian  seperti mall harus ditentukan oleh Pemda dan boleh memeri masukan.

Namun soal saran itu harus dipertimbangkan dengan baik, lalu lakukan sosialisasi dan edukasi kepada mayarakat tentang kebijakan yang diambil. Sehingga pada pelaksanaannya tidak ada tanda tanya, petugasnya pun  diedukasi sehingga tidak salah dalam memberikan tindakan atau pendisiplinan kepada masyarakat.

Ditegaskan, Babinsa harus tahu betul apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah masing-masing dan Semua stakeholder harus satu suara.

Jika terjadi kasus di daerah warna hijau pada tahapan pelaksanaan kebijakan baru maka segera lakukan evaluasi.

“Libatkan seluruh tokoh-tokoh yang ada dan jangan hanya andalkan petugas, pastikan pengelola tempat keramaian mall dan lainnya mengerti betul protokol kesehatan, edukasi semua perangkat pengelolah keramaian sehingga dia bisa mengamankan pengunjung dengan protokol kesehatan,” kata Pangdam.

Konsep protokol kesehatan yang disusun oleh pengelola harus disosialisasikan dengan papan pengumuman di pintu masuknya sehingga pengunjung tahu yang harus dilakukan, termasuk di tempat-tempat ibadah.

Selain itu, Panglima TNI juga berpesan, agar semua dilakukan dengan persuasive. Prajurit TNI menghadapi tantangan di mana-mana harus tetap sabar selalu mengedepankan tindakan persuasif. Komandan satuan atau tertua yang bertugas di lapangan harus mengerti tugas.

“Fungsi-fungsi tugas harus betul-betul jelas sehingga jika ada pelanggaran protocol kesehatan bisa bertindak dengan cepat, dan itu adalah tugas seluruh Gugus Tugas Covid-19,” ungkapnya.

AYA




OPD Pemprov NTB Kompak dan Proaktif Distribusikan JPS Gemilang Tahap II

Tidak hanya Kepala OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara aktif mengawal penyaluran JPS ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB menunjukkan kekompokkan dan proaktif mendistribusikan Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II.

Najamuddin Amy, S.Sos, MM

Sejak diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (30/05)i lalu, paket bantuan ini telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota di NTB, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos., MM menjelaskan seluruh Kepala OPD selalu mengawal pendistribusian bantuan tersebut hingga betul-betul sampai ke masyarakat.

Apalagi Gubernur  Zulkeflimansyah menegaskan, agar JPS Gemilang Tahap II ini bisa lebih baik. Tidak hanya Kepala OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara aktif mengawal penyaluran JPS ini.

“Kekurangan yang terjadi di JPS Tahap I menjadi pelajaran. Kerjasama semua OPD ini merupakan bagian untuk meminimalisir kekurangan sebelumnya,” jelas Karo Humas yang akrab disapa Bang Najam itu Jum’at (05/06/20)

Ia mengatakan, Kepala OPD yang bertugas mendistribusikan JPS Gemilang di Pulau Sumbawa sebelumnya telah menjalani rapid test dan dinyatakan non reaktif. Sehingga mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik, sehat dan nyaman.

Sebagai laporan, untuk Kota Mataram distribusi bantuan tersebut sudah dimulai sejak 4 Juni 2020 kemarin, dan akan berlangsung hingga 10 Juni mendatang.

Di Kabupaten Lombok Barat, sudah didistribusikan sejak peluncuran 30 Mei 2020 yang lalu dan akan selesai 09 Juni mendatang.

Untuk Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Provinsi telah menjadwalkan pembagian JPS itu mulai taggal 4 hingga 12 Juni 2020.

Sedangkan Kabupaten Lombok Timur dijawdwalkan mulai 4 sampai 16 Juni mendatang. Di Kabupaten Lombok Utara, pendistribusian paket bantuan ini dimulai tanggal 8 hingga 12 Juni.

Untuk Kabupaten Sumbawa Barat pembagian paket ini dimulai 5 Juni hingga 10 Juni 2020 mendatang. Kabupaten Sumbawa dimulai tanggal 5 sampai 12 Juni, Kabupaten Dompu dimulai tanggal 8 sampai 15 Juni mendatang.

Untuk Kabupaten Bima dimulai tanggal 8 Juni hingga 18 Juni 2020. Terakhir, Kota Bima dimulai pada tanggal 8 hingga 12 Juni 2020.

Jumlah Kepala Keluarga yang menerima bantuan tersebut di masing-masing kabupaten/kota yaitu, KSB sebanyak 2.535 KK, Kabupaten Dompu 7.840 KK, Kabupaten Bima 14.528 KK, Kota Bima 1.939 KK dan Kabupaten Sumbawa 6.681 KK.

Kabupaten Lombok Timur sebanyak 42.788 KK, Kabupaten Lombok Tengah 15.997, Kabupaten Lombok Barat 10.918, Kabupaten Lombok Utara 4.079 KK dan Kota Mataram sebanyak 2.695 KK.

Untuk suksesnya pendistribusian paket bantuan tersebut OPD lingkup Pemerintah Provinsi telah bekerjasama dengan Kepala OPD tingkat kabupaten/kota se-NTB. Sebab, yang lebih tahu dan paham kondisi di lapangan adalah OPD di tingkat kabupaten/kota.

OPD lingkup Pemprov NTB yang melakukan pendampingan di Pulau Sumbawa yaitu untuk di KSB didampingi oleh Bappeda dan Dinas ESDM.

Di Kabupaten Sumbawa didampingi oleh Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, dan Dinas Perindustrian. Sementara di Kabupaten Dompu, Dinas LHK, Sekretaris DPRD NTB Serta Disperkim ditunjuk untuk melakukan pendampingan.

Sedangkan di Kabupaten Bima, ditunjuk Dinas Penanaman Modal, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta Dinas Koperasi dan UKM. Dan di Kota Bima, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Biro APPLPBJP  NTB melakukan pendampingan.

AYA/HmsNTB




Pandemi Covid-19; Momentum Bangkitnya Industrialisasi Di NTB

Gubernur NTB sering menyebut moment pandemi Covid-19 ini sebagai Blessing in disguise atau berkah tersembunyi

MATARAM.lombokjournal.com — Bencana global Pandemi Covid-19 yang tengah menghantui berbagai belahan dunia, justeru menjadi momentum menggeliatnya industrialisasi lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan NTB Gemilang di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, yang diusung sejak awal kepemimpinannya tahun 2019.

Bang Zul, panggilan akrab Gubernur NTB sering menyebut moment pandemi Covid-19 ini sebagai Blessing in disguise atau berkah tersembunyi.

Pasalnya, dengan diterapkannya pembatasan di berbagai aspek kehidupan masyarakat membuat Pemerintah harus mengerahkan seluruh tenaga untuk tetap menggerakkan prekonomian masyarakatnya.

 

Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengambil langkah berani dengan memberikan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dikenal sebagai JPS Gemilang bagi masyarakat.

JPS Gemilang sendiri bukan bantuan biasa yang diberikan pada masyarakat. Bantuan ini melibatkan 534 IKM dan UKM lokal asli masyarakat NTB.

Di NTB sendiri banyak memproduksi produk sembako lokal yang berkualitas dan melimpah. Dari beras, ikan, kopi, minyak, dan beraneka kebutuhan pokok lainnya.

Pemprov NTB berinisiatif mengemas bantuan JPS Gemilang 100 persen dengan memanfaatkan produk lokal. Dengan begitu sektor perekonomian masyarakat bisa tetap hidup.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya,” kata Gubernur Zul

Dari ratusan IKM/UKM tersebut, terdapat 15 item pokok produk lokal untuk mengkaver bantuan pemerintah Provinsi NTB.

item-item tersebut, diantaranya bantuan seperti Beras, Garam, Ikan Kering, Minyak Kelapa, Abon, Gula Aren, Minyak Kayu Putih, Kopi, Teh Kelor, Serbat Jahe, Susu Kadelai, Masker, Sabun, Kue Kering Dan Goody Bag Vinyl.

Dari semua produk-produk lokal itu telah melibatkan IKM/UKM yang tersebar di seluruh kabupaten kota se-NTB. Terdapat 126 IKM/UKM dari Kota Mataram, Lombok Barat 74 IKM/UKM, Lombok Tengah 44 IKM/UKM, KLU 54 IKM/UKM, Lombok Timur 71 IKM/UKM, KSB 29 IKM/UKM, Sumbawa 26 IKM/UKM, Dompu 41 IKM/UKM, Bima 30 IKM/UKM Dan Kota Bima 36 IKM/UKM.

Sehingga total IKM/UKM yang terlibat dalam progran JPS Gemilang sebanyak 534 industri dan usaha lokal maysarakat NTB.

Diberdayakannya IKM dan UKM lokal di NTB diharapkan Gubernur NTB akan berdampak bukan hanya selama pandemi Covid-19 tetapi juga untuk keberlangsungan industrialisasi di NTB di masa yang akan datang.

AYA/HmsNTB




Satgas BUMN NTB Serahkan Bantuan APD Tahap II Kepada Pemda KLU

Penyerahan bantuan itu sebagai bentuk apresiasi kepedulian dan empati BUMN kepada Pemda KLU menangani Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com —  Satgas BUMN menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU di Posko Tanjung, Selasa (02/06/20).

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH didampingi Wakil Bupati H. Sarifudin, SH MH, dan Sekda KLU Drs. H.Suardi, MH beserta jajaran Satgas Covid-19 KLU menerima bantuan dari Satgas BUMN NTB, berupa APD tenaga medis penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Utara.

Dengan rincian terdiri atas 50 Set Hazmat dan 200 Set Sarung Tangan Karet.

Sebelumnya, tiga pekan yang lampau, tahap pertama diberikan pula bantuan 40 Set APD,40 Masker N95, 40 Sarung Tangan Karet, 10 Set Sepatu Boots, 10 Set Face Shield Standard, 10 Set Godgles.

Bertempat di Posko Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU, diserahkan  secara simbolis oleh perwakilan BUMN NTB dari BRI Mataram Ucok Septo L Tobing, guna menunjang percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara.

Penyerahan bantuan itu sebagai bentuk apresiasi kepedulian dan empati BUMN kepada Pemda KLU menangani Covid-19.

Sambutan hangat dan ucapan terima kasih dari Pemda KLU disampaikan oleh Bupati Najmul sekaligus mewakili masyarakat Lombok Utara. Merasa lega karena bantuan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi MH menyatakan saat ini banyak yang telah membantu, termasuk tadi dari BUMN Peduli. Bahkan sudah dilakukan dua kali.

“Berikhtiar melayani masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19. Berbicara cukup dan kurang relatif, namun dengan melihat kondisi sekarang boleh dikatakan relatif terpenuhi,” tuturnya.

Namun kebutuhan APD bagi para medis, lanjutnya, menyangkut APD tersebut sekali pakai. Oleh karena itu, kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan memerlukan kebutuhan secara khusus.

Pelaksana Tugas Satgas BUMN NTB Pari Wijaya menyatakan, Satgas BUMN NTB bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh wilayah NTB sebagai wujud nyata BUMN Untuk Indonesia.

Bantuan Satgas BUMN NTB di Lombok Utara merupakan tahap kedua, disesuaikan dengan perkembangan pasien Covid-19 yang terus meningkat.

Pihak BUMN berharap, semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat, guna membantu masyarakat Lombok Utara khususnya para medis, dalam usahanya menangani pasien dan memutus rantai penularan Covid-19 di Lombok Utara.

Kegiatan diakhiri dengan serah terima bantuan dari Satgas BUMN NTB kepada Pemda KLU

wld/yln.




JPS Gemilang, Beri Manfaat Banyak Warga dan Usaha Lokal

Total penerima bantuan JPS Gemilang untuk di pulau Lombok sebanyak 76.447 KK. Sedangkan di Pulau Sumbawa sebanyak 33. 523 KK

MATARAM.lombokjournal.com  —   Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov  NTB) telah meluncurkan Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II Sabtu (30/05/20)  lalu.

Sebanyak 125.000 paket bantuan tersebut telah diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Kantor Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

JPS Gemilang Tahap II tetap mengedepankan produk lokal dengan peningkatan jumlah penerima dan jumlah UKM serta IKM lokal yang dilibatkan sebagai penyedia produk.

Tercatat ada 535 UKM dan IKM yang ikut berkontribusi pada JPS Gemilang tahap II ini.

Menurut Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini, JPS Gemilang menjadi momentum para IKM/UKM untuk meningkatkan kualitas produknya agar masyarakat dapat mulai mengenal produk lokal.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya. Oleh karena itu, ini peluang untuk bagaimana kita memperkenalkan produk-produk lokal kita kepada masyarakat,” ujar Bang Zul.

Pada JPS Gemilang tahap II ini, keterlibatan Kabupaten/Kota menjadi komponen utama agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran dan IKM /UKM yang terlibat juga semakin banyak.

“Misi utamanya bukan bantuan ikannya, bukan jual kopinya tetapi memberdayakan IKM /UKM di seluruh Kabupaten/Kota,” lanjutnya.

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah tersendiri bagi NTB. Dengan JPS Gemilang, diharapkan setiap UKM/IKM dapat jauh lebih matang saat wabah corona berlalu.

“Bisa dibayangkan setelah Covid-19 ini berlalu, dengan pengalaman yang telah terakumulasi oleh UKM-UKM kita, bisa saja produk-produk yang dihasilkan bukan hanya bisa dijual di NTB bahkan bisa dijual ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” kata Bang Zul.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, M. Si menyampaikan bahwa JPS Gemilang tahap II ini terjadi banyak perbaikan dan perkembangan. Jika sebelumnya hanya 115 ribu paket, kini sebanyak 125 ribu paket yang akan dibagikan.

“Alhamdulillah, kini peta sebaran JPS tahap II semakin bertambah. Sebelumnya penerima manfaat hanya 105.000 KK, dan kini di tahap II ini bertambah menjadi total sebanyak 125.000 Kepala Keluarga (KK). Untuk non DTKS sebanyak 15 ribu KK, sedangkan DTKS sebanyak 110 ribu KK,” jelas Bang Najam di ruangan kerjanya, Senin, 1 Juni 2020.

Total penerima bantuan JPS Gemilang untuk di pulau Lombok sebanyak 76.447 KK. Sedangkan di Pulau Sumbawa sebanyak 33. 523 KK.

Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas itu juga merincikan penerima JPS tahap II Non DTKS.

“Berdasarkan data yang kami terima, selain penerima yang berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos, ada juga penerima Non Data,” kata Bang Najam.

Dijelaskannya, yang termasuk non data it, seperti Honorer Guru sebanyak 2.599 KK, Pemulung TPAR Kebon Kongok sebanyak 92 KK, Pemulung TPA di Taliwang 11 KK, Operator Roda Tiga di Mataram 55 KK, Security, CS Pemprov sebanyak 1.399 KK, petugas kebersihan Kota Mataram 325 KK.

Selain itu, juga disasar petugas RSUD Provinsi NTB 125 KK, petugas RSU Manambai 75 KK, petugas Covid Bapelkes 30 KK, petugas pengawas Pelabuhan/Bandara 30 KK, Mahasiswa asrama/tidak mudik 177 KK, untuk PDP 812 KK, Napi Asimilasi 353 KK, Pegawai Pemprov. Gol I 150 KK, Sekehe Gamelan/Wayang 21 KK, Disabilitas 52 KK,Marbot 5.590 KK, Ormas 1.251 KK, Pegawai Gol 1 150 KK dan Pegawai Gol II , 2.337 KK, jelas Bang Najam.

Najam juga memastikan , data JPS Gemilang tahap II ini  merupakan hasil verifikasi dan validasi desa.

“JPS Gemilang Tahap II ini, Kepala Desa (Kades) diberikan kewenangan mengurangi dan menambah jumlah namun sesuai kreteria, setelah itu disahkan dengan tanda tangan resmi kepala desa,” katanya.

AYA/(Hms NTB




Dandim 1606/Lobar Bersama Wali Kota  Mataram Pantau Pos Pam Lebaran Ketupat 

Pemantauan ini untuk memberikan semangat motivasi personil Gabungan di Pos Pam terpadu

MATARAM.lombokjournal.com —  Pasca Lebaran Idul Fitri 1441 H setelah melaksanakan Puasa  Syawal bagi umat beragama muslim, di wilayah Prov NTB Khususnya di Pulau lombok biasanya akan merayakan hari raya kedua yang dikenal hari raya ketupat.

Tradisi yang turun termurun lebih ramai dari lebaran Idul Fitri karena sebagian masyarakat meyakini setelah puasa syawal itulah hari kemenangan.

Karena setelah menunaikan Puasa Wajib Bulan Ramadan, dilanjutkan setelah satu syawal melaksanakan puasa sunnat bulan syawal, menjadi tambahan ibadah. Tujuannya lebih meningkatkan kwalitas iman dan ketaqwaan.

Mengingat perayaan Hari Raya Ketupat masih dalam situasi pandemi Covid-19, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll S.IP.MM, bersama Walikota Mataram H Ahyar Abduh, Kapolres Mataram,Kombes Pol Guntur, SIK, melaksanakan peninjauan Pos Pam terpadu, Minggu (31/05/20).

Peninjauan itu guna memanau Pengamanan Lebaran Ketupat di Wilayah Kota Mataram.

Di sela sela pemanauan, Dandim 1606/Lobar menyampaikan,  FKPD Kota Mataram bersama sama turun Patroli sekaligus  memantau  Pos Pam Terpadu Lebaran Ketupat, untuk meyakinkan kondusifitas wilayah.

“Sekaligus memantau kepedulian masyarakat atas imbaun pemerintah untuk tidak merayakan Lebaran Ketupat dengan rekreasi berkumpul dalam jumlah banyak orang. Mengingat situasi saat ini tengah Pandemi Covid 19, “ ujar Dandim.

Selain itu, pemantauan ini untuk memberikan semangat motivasi personil Gabungan yang ada di Pos Pam terpadu. Menekankan kembali dalam pelaksanaan tugas, untuk tetap mematuhi protokol Kesahatan Cegah Covid 19.

Sebelum patroli, FKPD berkumpul di Pendopo Wali Kota Mataram, Jalan Pejanggik Mataram, menyusuri Pos Pam di Kota Mataram, dilanjutkan ke titik Pengamanan tempat rekreasi Loang Baloq, makam bintaro, menuju Pasar Tradisonal Kebon RoeK, menuju Pos Pam t Terpadu Grimak. Kegiatan berjalan lancer, terpantau masyarakat sadar untuk melaksanakan imbauan pemerintah

“Tidak bosan bekerja dengan tulus iklas sebagai bagian dari pengabdian, untuk mengingatkan kesadaran masyarakat serta kedisplinan melaksanakan semua imbaun pemerintah. Tujuannya mencegah dan percepatan penanganan Covid Di NTB, lebih Khusus di kota Mataram,” jelas Dandim.

Dikatakan, Personil Terpadu agar aktif mengontrol pintu pintu masuk semua titik dan jangan sampai masih ada  masyarkat yang datang berekreasi, mengingat kian bertambahnya jumlah Pasien Positif di wilayah Kota Mataram.

AYA

 

 




JPS Gemilang Tahap II Diluncurkan Dari Desa Penimbung

“Misi utamanya bukan jual ikannya, bukan jual kopinya, tapi memberdayakan UKM di masing-masing  Kabupaten/Kota,” kata Gubernur Zul

LOBAR.lombokjournal.com —  Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II resmi diluncurkan, Sabtu (30/05/20).

Sebanyak 125.000 paket bantuan dilaunching  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, di Kantor Desa Penimbung Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

Paket JPS Gemilang tahap II yang mengedepankan produk lokal ini akan segera didistribusikan ke Kabupaten/Kota di NTB.

Tercatat ada 535 UKM dan IKM dilibatkan dan  berkontribusi pada JPS Gemilang tahap II.

Gubernur Zul mengapresiasi seluruh pihak yang ikut  menyukseskan pelasanaan JPS Gemilang tahap pertama sebeumya.

Bang Zul sapaan akrabnya, menekankan pentingnya pemberdayaan UKM/IKM lokal dalam distribusi JPS Gemilang.

Hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi UKM/IKM agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produknya.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya. Oleh karena itu, ini peluang untuk bagaimana kita memperkenalkan produk-produk lokal kita kepada masyarakat,” ujar Bang Zul.

Ia kemudian mengajak masyarakat untuk menghargai produk-produk lokal.

Bagi Gubernur Zul, tidak mungkin industri dan usaha dapat berkembang maju jika tidak mendapat penghargaan dari masyarakatnya sendiri.

Terkait JPS Gemilang,  Bang Zul berharap, segala kekurangan pada tahap pertama dapat diatasi dengan lebih baik pada tahap kedua kali ini.

Namun setiap kekurangan tersebut, Ia meminta masyarakat untuk menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran agar lebih baik di masa mendatang.

“Tentu akan ada masalah di JPS Gemilang, masalah membuat hidup kita menjadi dinamis, kita perbaiki, hingga JPS Gemilang Tahap Ketiga nanti lebih baik lagi , begitu juga dengan yang berikut-berikutnya,” imbuhnya.

Pada JPS Gemilang tahap II ini, keterlibatan dari OPD Kabupaten/Kota menjadi suatu komponen penting. Karena Pemda tentu lebih mengerti kebutuhan di daerahnya masing-masing.

Gubernur Zul mengajak seluruh Kabupaten/Kota agar saling merangkul satu sama lain.

“Misi utamanya bukan jual ikannya, bukan jual kopinya, tapi memberdayakan UKM di masing-masing  Kabupaten/Kotakata Gubernur Zul.

Pandemi Covid-19 telah memberikan hikmah bagi masyarakat, khususnya bagi UKM/IKM di NTB yang begitu dipercaya dalam menyediakan paket bantuan JPS Gemilang.

Diharapkan setiap UKM/IKM dapat jauh lebih matang saat wabah corona berlalu.

“Bisa dibayangkan setelah Covid-19 ini berlalu, dengan pengalaman yang telah terakumulasi oleh UKM-UKM kita, bisa saja produk-produk yang dihasilkan bukan hanya bisa dijual di NTB bahkan bisa dijual ke seluruh penjuru Indonesia bahkan ke seluruh dunia,” harap Bang Zul.

Bupati Kabupaten Lombok Barat, H. Fauzan Khalid berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang telah menunjuk Desa Penimbung sebagai lokasi launching JPS Gemilang tahap II.

“Mudah-mudahan berkat usaha kita bersama Covid-19 ini cepat berlalu dan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi pada hari ini adalah salah satu usaha kita untuk menolong masyarakat kita yang terdampak langsung dengan Covid-19 ini,” ucapnya.

Berbagai penyempurnaan pun telah dilakukan Pemprov pada penyaluran JPS Gemilang tahap II kali ini, baik dari data penerima bantuan, kebutuhan pokok yang tahan lama serta proses distribusi kepada masyarakat.

AYA/HmsNTB