Korem 162/WB, Silaturrahmi Dengan Gowes Bermain Futsal Bersama Wartawan

Kegiatan ini selain untuk memelihara dan meningkatkan hubungan silaturahim dengan rekan rekan media juga untuk upaya menjaga kebugaran tubuh

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi Covid -19 banyak membawa dampak dalam tata kehidupan sosial masyarakat, di antaranya membatasi kegiatan berkumpul langsung atau sosial distancing guna mencegah Penyebaran Covid -19.

Seiring berlalu waktu dengan berbagai pertimbangan yang ada, Pemerintah terus melakukan evaluasi kebijakan.

Seperti adanya rencana penerapan new normal agar masyarakat mulai terbiasa menjalani kehidupan baru dalam masa pandemi, perlu cara tehnik yang proporsional dalam menyikapinya, agar tetap selalu menerapkan Protokol Cegah Covid -19 dalam setiap kegiatan.

Seperti yang dilakukan oleh Korem 162/WB yang menggelar silaturahiim dengan olahraga bersama tim gowes dan futsal bersama wartawan se-kota Mataram, pagi ini, Minggu (15/06/2020).

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S,Sos, SH, M.han dalam rilis tertulis di sampaikan Oleh Kapen Rem 162/WB Mayor Inf Dahlan mengatakan. kegiatan silaturahiim dan olahraga biasa dilaksanakan setiap bulan.

Namun adanya wabah pandemi Covid – 19 sempat ditiadakan guna mencegah penyebaran Covid – 19. Dengan adanya rencana penerapan new normal, pertama kali setelah merebaknya wabah Covid-19 kegiatan ini di laksanakan namun tetap menerapkan Protokol Covid 19.

Dahlan mengatakan  kegiatan ini selain untuk memelihara dan meningkatkan hubungan siaturahim dengan rekan rekan media juga untuk upaya menjaga kebugaran tubuh.

“Dengan harapan, dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga kita selalu sehat serta dapat mencegah penularan Covid 19,” jelas Kapen Rem.

Karena menurut pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat ini, masing masing kita paham kondisi tubuh.

“Salah satu cara menjaga imun kita ya dengan ber-olah raga, jadi mari kita budayakan sehingga menjadi kebutuhan kita termasuk kawan kawan wartawan harus sehat agar dapat maksimal dalam melaksanakan tugas di tempat kita masing masing,” kata Kapen Rem.

Selain itu, Danrem juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada rekan rekan wartawan yang selama ini telah banyak membantu mempublikasikan kegiatan satuan jajaran korem 162/WB .

Serta dalam menyajikan informasi  berita yang aktual faktual sebagai salah satu fungsi control juga edukasi kepada masyarakat,

Danrem juga berharap hubungan yang sudah terjalin baik ini untuk terus dapat dipelihara bahkan ditingkatkan ke depan dalam mengabdi kepada masyarkat NTB khususnya.

Turut hadir pada kegiatan olahraga dan silaturahiim bersama insan pers Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yanshori, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijol kroll, Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, Danyonif 742/SWY Letkol Inf I Gede Putu Suwardana, Para perwira korem 162/WB, Klub Gowe WBCC, Tim Futsal korem  serta rekan rekan wartawan.

AYA




RSUD KLU Terima Bantuan Masker N95 V Flex 50 set dan Masker 3 PLY BFE 95 Soujelle 1000 set

“Bantuan ini kami pergunakan maksimal, yang kami butuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya para medis di Lombok Utara. Masker bedah N95 dipakai di ruangan isolasi rumah sakit,” ujar dr Syamsul

MATARAM.lombokjournal.com  —  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Syamsul Hidayat menerima bantuan penanganan Covid-19 dari Satgas BUMN ITDC.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh  Perwakilan Satgas BUMN ITDC, Made Suarthayasa, SH MH, di pelataran Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, vdi Mataram (11/06/20).

Pihak Satgas BUMN ITDC Made Suarthayasa SH MH menyampaikan, bantuan dari ITDC kali ini khusus ditujukan untuk 11 rumah sakit rujukan di NTB.

Satu di antaranya untuk RSUD KLU yang dilanjutkan oleh teman-teman rumah sakit untuk para medisnya. Bantuan yang diserahkan Masker N95 V Flex sebanyak 50 set dan Masker 3 PLY BFE 95 Soujelle sebanyak 1000 set.

“Kami berharap dapat meringankan tugas para medis, semoga cepat tertanggulangi Covid-19 di Lombok Utara,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat menuturkan berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh tim dari ITDC.

“Bantuan ini kami pergunakan maksimal, yang kami butuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya para medis di Lombok Utara. Masker bedah N95 dipakai di ruangan isolasi rumah sakit,” ujar dr Syamsul..

Dikatakannya pula, adanya bantuan masker tersebut, membuat semangat dari tenaga kesehatan semakin bertambah. Maskernya pun masker yang bagus digunakan untuk penanganan langsung pasien positif Covid-19.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan serah terima dan foto bersama. Pertemuan berlangsung singkat dalam suasana perjumpaan hangat.

wld




Suhu di NTB Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Angin dari Australia  membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini. Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin pada malam hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan, salah satu penyebabnya karena adanya angin Monsun yang terjadi akibat perbedaan suhu udara.

Dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara yang disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, dikutip media ini, Rabu (10/06/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus,  aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




Membangkitkan Semangat dan Simpati di Tengah Krisis

Iklan positif yang mengandung unsur spirit  dan simpati dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berpikir positif

MATARAM.lombokjournal.com — Konsumsi media di era COVID-19 otomatis meningkat bagi masyarakat, saat mereka lebih banyak berada di rumah.

Kegiatan membaca terutama mencari informasi terkait COVID-19 menjadi konsumsi utama.

Namun, yang paling utama dilakukan untuk mengimbangi berbagai informasi yang ada adalah harus ada advertising atau iklan yang membangkitkan semangat dan simpati di tengah krisis.

“Terutama di tengah krisis seperti ini. Kita harus bisa membedakan mana advertising, mana public relation, sampai promosi,” ungkap Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah saat Virtual Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club: Advertising During Crisis,  Selasa (9/6) 2020 via Zoom.

Iklan positif yang mengandung unsur spirit  dan simpati dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berpikir positif.

Apalagi di tengah musibah seperti ini, tentu informasi penyeimbang sangat diperlukan untuk memacu optimisme hidup.

Lalu seperti apa sebenarnya kondisi masyarakat di saat krisis global ini? Direktur Advertising Asia Tenggara The New York Times Reno Ong melihat ada beberapa mindset yang tercipta di masa COVID-19.

“Rasa takut akan pandemi menjadi driver utama. Itu sah-sah saja. Ketakutan itu kemudian mendorong orang untuk mencari informasi lebih dalam setiap waktu. Apa yang sedang terjadi saat ini,” ungkap Reno dalam acara itu

Yang diutarakan Reno merupakan hasil riset kepada pembaca The New York Times di seluruh dunia selama pandemi, mulai dari kawasan Amerika, Eropa, sampai Asia Pasifik.

Pola pikir itu kemudian mendorong orang untuk memiliki jiwa akan bertahan hidup lebih dari biasanya. Menurutnya, salah satu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka melewati semua ini.

Pasalnya krisis tidak hanya memberikan dampak besar kepada kondisi keuangan, tetapi juga secara sosial.

Namun mau tidak mau kemudian orang harus menerima kenyataan dan mencari distraksi atau kegiatan lain.

“Kita semua sebenarnya ingin break dari yang sedang terjadi. Tertahan di rumah dan mencari jalan keluar. Ada yang kemudian menjadi frustasi. Namun ada yang melihatnya dari sisi positif. Ada harapan jika ini akan segera berakhir dan pandemi adalah waktu untuk mendekatkan diri dengan keluarga,” sambungnya.

Kondisi emosi ini yang kemudian bisa diaplikasikan brand atau perusahaan jika ingin lebih dekat kepada konsumen. Brand pemasang iklan bisa memanfaatkannya dengan memasang advertising atau iklan yang sesuai dengan kondisi

Harapannya, brand pemasang iklan dapat memberi semangat dan memberikan simpati di tengah krisis kepada masyarakat.

Menurut Reno, merasakan apa yang dirasakan oleh publik penting agar brand dapat engage dengan konsumen mereka. Jangan justru membombardir dengan promo serta jualan tidak relevan.

Berdasarkan riset tersebut, sekitar 77 persen pembaca The New York Times justru ingin melihat apa yang ditawarkan oleh brand.

“Dan 66 persen dari mereka ingin melihat perubahan kebijakan apa yang dilakukan brand. Lalu 56 persen berharap brand menambah kebijakan protokol kesehatan kepada produk atau layanannya. Bahkan 51 persen berharap brand menunjukan rencana untuk membuka gerai atau layanan mereka kembali,”  jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Wartawan dan Penulis Diminta Sampaikan Informasi Positif di Tengah Pandemi

Penulis dan wartawan diajak selalu menyampaikan informasi positif, edukatif dan ajakan-ajakan yang baik kepada masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan sambutan dalam diskusi virtual Bincang Bareng Penulis dan Wartawan dengan tema “Narasi Kebahagiaan dan Keberpihakan di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan New Normal” bertempat di Pendopo Gubernur, Selasa (09/06/20) sore.

Diskusi virtual ini juga turut diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi M. Si, sejumlah narasumber serta wartawan dan penulis yang ada di NTB.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul ini menyambut baik forum yang digelar pada sore ini. Baginya, kegiatan diskusi rutin dilakukan anak-anak muda NTB ini menandakan adanya rasa ingin terus belajar dan upaya peningkatan kapasitas diri, meskipun ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Kami menyambut gembira, pemuda-pemuda Nusa Tenggara Barat berembuk mengupgrade kapasitas, berdiskusi, berbagi informasi satu dengan yang lain, mudah-mudahan ada solusi yang bisa untuk ditulis kemudian disampaikan kepada publik atau minimal memperkaya informasi bagi diri sendiri,” ucapnya.

Bang Zul menambahkan, selama pandemi ini, setiap daerah memaknai hal ini dengan cara dan sikap yang berbeda dan beragam. Oleh karena itu, Ia mengajak baik penulis dan juga wartawan untuk selalu menyampaikan informasi positif, edukatif dan ajakan-ajakan yang baik kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan diskusi seperti ini banyak hal yang bisa kita petik dan pelajari bersama,” ujar Bang Zul.

Selain itu, ia menilai dengan adanya pandemi ini masyarakat lebih bisa memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar, baik itu dalam belajar dan juga bekerja.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, Prof. Dr. H. Masnun Tahir.

Ia mengatakan, sinergi dari penulis, wartawan dan berbagai media informasi menjadi sangat penting di masa sekarang, terutama dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

Masnun berpesan agar informasi yang diberikan kepada masyarakat haruslah berdasarkan fakta dan bersifat membangun serta memberikan semangat dan energi positif.

“Berikanlah kabar baik, jangan berikan kabar yang buruk,” pintanya.

Atas nama PWNU NTB, Ia berjanji akan terus memberikan semangat dan dukungan dalam hal memberikan informasi dan literasi kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

“Covid-19 ini bukan untuk kita takutkan, namun ini untuk kita atasi bersama masalah ini,” katanya.

Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) PWNU NTB, Suaeb Qury mengungkapkan, forum diskusi ini digelar untuk dapat menjalin silaturahim serta berbincang-bincang dengan para penulis dan wartawan yang ada di NTB.

“Dengan kegiatan ini, kita dapat berbincang-bincang dengan sahabat semua terkait isu yang sedang hangat akhir-akhir ini,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




16.20 Paket Bantuan Alat Pelindung Diri dari Tiongkok untuk NTB

Wagub menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah Tiongkok

MATARAM.lmbokjournal.com —   Sebanyak 16.120 paket bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar, sampai di Nusa Tenggara Barat (NTB) hari  Kamis, 4 Juni 2020 lalu.

Usai dibongkar muat truck, paket bantuan langsung dilakukan sterilisasi oleh petugas yang sekaligus dikumpulkan di gudang BPBD NTB.

Sebagai ucapan terima kasih Pemerintah NTB, Wagub HJ Sitti Rohmi Djalilah yang akrab disapa Ummi Rohmi, menyampaikan rasa terima kasih banyak kepada Pemerintah Tiongkok.

Dalam hal ini bantuan diberikan melalui Konsulat Jenderal RRT yang berkantor di Pulau Dewata. Bantuan-bantuan APD untuk NTB itu didatangkan langsung dari negeri tirai bambu, sebagai upaya meringankan beban daerah-daerah di Indonesia terutama provinsi NTB dalam mempercepat penanganan Pandemi Covid-19.

“Kami sangat berterima kasih kepada Konjen RRT atas bantuan APD untuk NTB. Bantuan ini akan sangat membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19 di daerah bumi gora,” kata Ummi Rohmi, usai menerima bantuan secara resmi melalui virtual video conference yang disaksikan oleh Konsulat Jenderal RRT, Gou Haodong  di Ruang Rapat Pendopo Wakil Gubernur NTB, Selasa (09/06/20).

Paket bantu itu terdiri dari pertama, singel Use Protective Clothing for medical Use atau Pakaian Pelindung Penggunaan Singel untuk tenaga Medis sebanyak 900 pasang.

Kedua, Kacamata medis (Goggles) sebanyak 200 buah. Ketiga, sarung tangan medis (Disposbale NBR Gloves) sebanyak 10.000 pasang.

Keempat, bantuan masker N95 sebanyak 1.000 buah. Kelima, bantuan Topeng Pelindung sebanyak 10.800 buah, dan terakhir adalah Topeng Medis sekali pake sebanyak 14.000 unit.

Hubungan Tiongkok-Pemprov NTB

Konsulat Jenderal (Konjen) RRT, Gou Haodong mengungkapkan, sejak pandemi virus Corona mulai terdeteksi di Kota Wuhan-Tiongkok akhir 2019 lalu.

Negara Indonesia khususnya pemerintah dan masyarakat NTB, telah memberi simpati dan dukungan yang luar biasa kepada masyarakat Tiongkok untuk melawan pandemi Covid-19.

Hubungan kerja sama juga sudah terjalin lama antara Pemerintah NTB dan Tiongkok.

“Kami ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kebaikan masyarakat dan pemerintah NTB dalam membantu keluarga dan sahabat kami di Tiongkok,” ujarnya.

Ia mengakui, pandemi Covid-19 masih terus berkembang di NTB, dampak sosial ekonomi pun menjadi masalah baru yang hadapi oleh pemerintah.

Karena itu, bantuan serta perhatian dari pihak lain sangat dibutuhkan saat ini untuk mempercepat penenanganan terhadap Covid-19. Terutama APD bagi tenaga kesehatan sangat penting untuk melindungi mereka dari paparan Covid-19.

Menurut Konjen, dengan adanya bantuan dari kami, semoga dapat membantu dan  meringankan beban para tenaga medis.

“Kami percaya atas kepemimpinan Pemprov NTB, dan usaha bersama seluruh masyarakat NTB, pandemi ini pasti akan segera berlalu dan akan ada semakin banyak turis Tiongkok yang berkunjung ke NTB,” kata Konjen RRT tersebut.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur Zul Serahkan 200 Paket Bantuan Sosial Untuk Warga Cakra Selatan dan Pagutan Timur

Masyarakat dihaapkan tetap tenang serta memberikan jaminan bahwa pemerintah akan selalu ada bagi masyarakatnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Sebanyak 200 paket bantuan sosial hari ini diberikan kepada warga Lingkungan Karang Daha, Kelurahan Cakra Selatan, Kecamatan Cakranegara, Mataram.

Sedangkan Karang Buaya Pagutan Timur, menerima sebanyak 300 Paket Bantuan Sosial yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyerahkan bantuan sosial, Senin (08/06/20), mengaku bahagia dapat mengunjungi masyarakat desa yang selalu ramah meskipun tengah menghadapi wabah Corona.

Bang Zul, sapaan akrabnya, mengapresiasi Dinas Sosial Provinsi NTB yang bekerja keras dalam menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di masa Covid-19 saat ini.

Ia meminta masyarakat tetap tenang serta memberikan jaminan bahwa pemerintah akan selalu ada bagi masyarakatnya.

“Terima kasih Dinas Sosial, mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi bapak ibu semua,” ucap Bang Zul.

Selain itu, Bang Zul yang saat itu didampingi Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi NTB, Sulaiman Jamsuri, M.AP, mengajak agar masyarakat tetap menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.

Ia berharap masyarakat selalu menjaga kekompakan dalam mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

“Senang bisa hadir disini, mudahan ini bukan kedatangan yang terakhir, ini bantuan sekedar menandakan bahwa kami bersama masyarakat semua,” katanya.

Ucapan terima kasih diutarakan Ramlah, warga desa Karang Buaya Pagutan Timur, kepada Gubernur dan juga Dinas Sosial Provinsi NTB.

Dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi sekarang ini.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya, semoga wabah corona ini dapat segera berlalu,” tuturnya.

AYA/HmsNTB




Pemberlakuan New Normal, Pangdam IX/Udayana Tekankan Pelibatan Semua Elemen

“Ingatkan kepada pemerintah daerah agar pada saat pengambilan keputusan semua elemen harus diikutkan, sehingga begitu implementasi di lapangan keputusan itu berjalan dengan lancar tidak saling menghambat dan tidak saling menggagalkan,” tegas Pangdam

MATARAM.lombokjournal.com —  Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. S.H. M.Han, memaparkan kepada Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benni Susianto, S.I.P, tentang konsep operasi penanganan kedisiplinan masyarakat.

Hal itu terkait persipan menyongsong pemberlakuan kehidupan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 atau New Normal di Wilayah NTB melalui Video Conference bertempat di ruang rapat Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Jumat (05/06/20).

Danrem 162/WB memaparkan tentang perkembangan covid-19 di NTB sampai tanggal 4 Juni 2020 pukul 17.00 Wita sesuai update data pada corona.ntbprov.go.id.

Daerah-daerah yang ditetapkan sebagai daerah berwarna hijau di wilayah NTB berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Prov NTB yang akan diterapkan New Normal, serta konsep operasi  penanganan kedisiplinan pada saat penerapan New Normal di wilayah NTB.

Semua elemen dilibatkan

Menanggapi paparan Danrem 162/WB, Pangdam IX/Udayana menyampaikan penekanan dari Panglima TNI, bahwa pendisiplinan masyarakat harus diambil keputusannya oleh pemerintah daerah yang disepakati oleh Forkopimda dan unsur-unsur lain terkait dengan isu Covid-19.

Bukan hanya isu kesehatannya saja tetapi isu ekonomi, budaya, agama di dalamnya harus ada. Baik Toga, Tomas, Todat semua dilibatkan di dalamnya.

“Ingatkan kepada pemerintah daerah agar pada saat pengambilan keputusan semua elemen harus diikutkan, sehingga begitu implementasi di lapangan keputusan itu berjalan dengan lancar tidak saling menghambat dan tidak saling menggagalkan,” jelas Pangdam.

Diharapkan secara bertahap dilakukan evaluasi, setelah dibuka daerah yang tadi berwarna hijau diharapkan tidak menjadi kuning ataupun merah.

Warna hijau agar dipertahankan dengan terus menerapkan protocol kesehatan di tempat-tempat yang nanti akan mulai dikendorkan.

“Para Komandan Satuan harus mampu menentukan konteks penaganannya sesuai dengan prioritas dan lakukan pemetaan,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam Menekankan, penentuan waktu pemberlakuan pembukaan pusat keramaian  seperti mall harus ditentukan oleh Pemda dan boleh memeri masukan.

Namun soal saran itu harus dipertimbangkan dengan baik, lalu lakukan sosialisasi dan edukasi kepada mayarakat tentang kebijakan yang diambil. Sehingga pada pelaksanaannya tidak ada tanda tanya, petugasnya pun  diedukasi sehingga tidak salah dalam memberikan tindakan atau pendisiplinan kepada masyarakat.

Ditegaskan, Babinsa harus tahu betul apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah masing-masing dan Semua stakeholder harus satu suara.

Jika terjadi kasus di daerah warna hijau pada tahapan pelaksanaan kebijakan baru maka segera lakukan evaluasi.

“Libatkan seluruh tokoh-tokoh yang ada dan jangan hanya andalkan petugas, pastikan pengelola tempat keramaian mall dan lainnya mengerti betul protokol kesehatan, edukasi semua perangkat pengelolah keramaian sehingga dia bisa mengamankan pengunjung dengan protokol kesehatan,” kata Pangdam.

Konsep protokol kesehatan yang disusun oleh pengelola harus disosialisasikan dengan papan pengumuman di pintu masuknya sehingga pengunjung tahu yang harus dilakukan, termasuk di tempat-tempat ibadah.

Selain itu, Panglima TNI juga berpesan, agar semua dilakukan dengan persuasive. Prajurit TNI menghadapi tantangan di mana-mana harus tetap sabar selalu mengedepankan tindakan persuasif. Komandan satuan atau tertua yang bertugas di lapangan harus mengerti tugas.

“Fungsi-fungsi tugas harus betul-betul jelas sehingga jika ada pelanggaran protocol kesehatan bisa bertindak dengan cepat, dan itu adalah tugas seluruh Gugus Tugas Covid-19,” ungkapnya.

AYA




OPD Pemprov NTB Kompak dan Proaktif Distribusikan JPS Gemilang Tahap II

Tidak hanya Kepala OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara aktif mengawal penyaluran JPS ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTB menunjukkan kekompokkan dan proaktif mendistribusikan Paket Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Tahap II.

Najamuddin Amy, S.Sos, MM

Sejak diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (30/05)i lalu, paket bantuan ini telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota di NTB, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos., MM menjelaskan seluruh Kepala OPD selalu mengawal pendistribusian bantuan tersebut hingga betul-betul sampai ke masyarakat.

Apalagi Gubernur  Zulkeflimansyah menegaskan, agar JPS Gemilang Tahap II ini bisa lebih baik. Tidak hanya Kepala OPD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara aktif mengawal penyaluran JPS ini.

“Kekurangan yang terjadi di JPS Tahap I menjadi pelajaran. Kerjasama semua OPD ini merupakan bagian untuk meminimalisir kekurangan sebelumnya,” jelas Karo Humas yang akrab disapa Bang Najam itu Jum’at (05/06/20)

Ia mengatakan, Kepala OPD yang bertugas mendistribusikan JPS Gemilang di Pulau Sumbawa sebelumnya telah menjalani rapid test dan dinyatakan non reaktif. Sehingga mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik, sehat dan nyaman.

Sebagai laporan, untuk Kota Mataram distribusi bantuan tersebut sudah dimulai sejak 4 Juni 2020 kemarin, dan akan berlangsung hingga 10 Juni mendatang.

Di Kabupaten Lombok Barat, sudah didistribusikan sejak peluncuran 30 Mei 2020 yang lalu dan akan selesai 09 Juni mendatang.

Untuk Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Provinsi telah menjadwalkan pembagian JPS itu mulai taggal 4 hingga 12 Juni 2020.

Sedangkan Kabupaten Lombok Timur dijawdwalkan mulai 4 sampai 16 Juni mendatang. Di Kabupaten Lombok Utara, pendistribusian paket bantuan ini dimulai tanggal 8 hingga 12 Juni.

Untuk Kabupaten Sumbawa Barat pembagian paket ini dimulai 5 Juni hingga 10 Juni 2020 mendatang. Kabupaten Sumbawa dimulai tanggal 5 sampai 12 Juni, Kabupaten Dompu dimulai tanggal 8 sampai 15 Juni mendatang.

Untuk Kabupaten Bima dimulai tanggal 8 Juni hingga 18 Juni 2020. Terakhir, Kota Bima dimulai pada tanggal 8 hingga 12 Juni 2020.

Jumlah Kepala Keluarga yang menerima bantuan tersebut di masing-masing kabupaten/kota yaitu, KSB sebanyak 2.535 KK, Kabupaten Dompu 7.840 KK, Kabupaten Bima 14.528 KK, Kota Bima 1.939 KK dan Kabupaten Sumbawa 6.681 KK.

Kabupaten Lombok Timur sebanyak 42.788 KK, Kabupaten Lombok Tengah 15.997, Kabupaten Lombok Barat 10.918, Kabupaten Lombok Utara 4.079 KK dan Kota Mataram sebanyak 2.695 KK.

Untuk suksesnya pendistribusian paket bantuan tersebut OPD lingkup Pemerintah Provinsi telah bekerjasama dengan Kepala OPD tingkat kabupaten/kota se-NTB. Sebab, yang lebih tahu dan paham kondisi di lapangan adalah OPD di tingkat kabupaten/kota.

OPD lingkup Pemprov NTB yang melakukan pendampingan di Pulau Sumbawa yaitu untuk di KSB didampingi oleh Bappeda dan Dinas ESDM.

Di Kabupaten Sumbawa didampingi oleh Dinas Perdagangan, Dinas PUPR, dan Dinas Perindustrian. Sementara di Kabupaten Dompu, Dinas LHK, Sekretaris DPRD NTB Serta Disperkim ditunjuk untuk melakukan pendampingan.

Sedangkan di Kabupaten Bima, ditunjuk Dinas Penanaman Modal, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta Dinas Koperasi dan UKM. Dan di Kota Bima, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan Biro APPLPBJP  NTB melakukan pendampingan.

AYA/HmsNTB




Pandemi Covid-19; Momentum Bangkitnya Industrialisasi Di NTB

Gubernur NTB sering menyebut moment pandemi Covid-19 ini sebagai Blessing in disguise atau berkah tersembunyi

MATARAM.lombokjournal.com — Bencana global Pandemi Covid-19 yang tengah menghantui berbagai belahan dunia, justeru menjadi momentum menggeliatnya industrialisasi lokal di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan NTB Gemilang di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah, yang diusung sejak awal kepemimpinannya tahun 2019.

Bang Zul, panggilan akrab Gubernur NTB sering menyebut moment pandemi Covid-19 ini sebagai Blessing in disguise atau berkah tersembunyi.

Pasalnya, dengan diterapkannya pembatasan di berbagai aspek kehidupan masyarakat membuat Pemerintah harus mengerahkan seluruh tenaga untuk tetap menggerakkan prekonomian masyarakatnya.

 

Provinsi NTB menjadi provinsi pertama yang mengambil langkah berani dengan memberikan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang dikenal sebagai JPS Gemilang bagi masyarakat.

JPS Gemilang sendiri bukan bantuan biasa yang diberikan pada masyarakat. Bantuan ini melibatkan 534 IKM dan UKM lokal asli masyarakat NTB.

Di NTB sendiri banyak memproduksi produk sembako lokal yang berkualitas dan melimpah. Dari beras, ikan, kopi, minyak, dan beraneka kebutuhan pokok lainnya.

Pemprov NTB berinisiatif mengemas bantuan JPS Gemilang 100 persen dengan memanfaatkan produk lokal. Dengan begitu sektor perekonomian masyarakat bisa tetap hidup.

“Kami selalu punya anggapan bahwa setiap keadaan, krisis dan kesulitan itu pasti ada peluangnya,” kata Gubernur Zul

Dari ratusan IKM/UKM tersebut, terdapat 15 item pokok produk lokal untuk mengkaver bantuan pemerintah Provinsi NTB.

item-item tersebut, diantaranya bantuan seperti Beras, Garam, Ikan Kering, Minyak Kelapa, Abon, Gula Aren, Minyak Kayu Putih, Kopi, Teh Kelor, Serbat Jahe, Susu Kadelai, Masker, Sabun, Kue Kering Dan Goody Bag Vinyl.

Dari semua produk-produk lokal itu telah melibatkan IKM/UKM yang tersebar di seluruh kabupaten kota se-NTB. Terdapat 126 IKM/UKM dari Kota Mataram, Lombok Barat 74 IKM/UKM, Lombok Tengah 44 IKM/UKM, KLU 54 IKM/UKM, Lombok Timur 71 IKM/UKM, KSB 29 IKM/UKM, Sumbawa 26 IKM/UKM, Dompu 41 IKM/UKM, Bima 30 IKM/UKM Dan Kota Bima 36 IKM/UKM.

Sehingga total IKM/UKM yang terlibat dalam progran JPS Gemilang sebanyak 534 industri dan usaha lokal maysarakat NTB.

Diberdayakannya IKM dan UKM lokal di NTB diharapkan Gubernur NTB akan berdampak bukan hanya selama pandemi Covid-19 tetapi juga untuk keberlangsungan industrialisasi di NTB di masa yang akan datang.

AYA/HmsNTB