Dubes RI untuk China Sebut Gubernur NTB Visioner

MATARAM.lombokjournal.com — Menarik sekali tema Webinar belajar Covid-19 dari Negeri China yang diselenggarakan Jejaring Media Siber Indonesia (JMSI) pusat, dengan menghadirkan Duta Besar RI untuk China, Y.M. Djauhari Oratmangun.

Dipandu oleh CEO RMOL Network, Teguh Santosa dan pengantar oleh Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, diselenggarakan hari ini, Rabu (16/06,20), mulai pukul 17.00 – 19.00 Wita.

Ketua JMSI NTB, Drs Boy Mashudi mengatakan, memperlakukan New Normal di sektor Pariwisata “Belajar dari China’’.

Karena pengalaman di NTB, kata Boy, pemimpin daerah mulai dari Gubernur, Bupati/Walikota sangat hati-hati. Padahal, sebagian ekonomi NTB ditopang oleh pariwisata.

Dengan adanya Covid-19, pariwisata lumpuh dan pertumbuhan ekonomi kecil, mungkin ada pelajaran dari Cina.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dubes RI untuk China, Y.M Djauhari Oratmangun mengatakan, memang harus hati-hati.

‘’Saya kenal dengan Gubernur NTB. Pak Gubernur Visioner,’’ kata Dubes bersemangat.

Dan memang pesona alam NTB luar biasa. Dubes Oratmangun sudah 4-5 kali ke NTB. Bahkan sudah punya janji untuk bertemu dengan Gubernur NTB membicarakan tentang membangkitkan pertumbuhan ekonomi termasuk pariwisata.

“Tinggal menunggu waktu dan kesempatan,” katanya.

Untuk kemajuan pariwisata NTB, Dubes juga menjanjikan membawa wisatawan China dari segmen tertentu.

Boy Mashudi siap menyampaikan massage Dubes kepada Gubernur NTB. Bahkan juga siap mendampingi kalau ke NTB untuk bertemu dengan Bupati dan Walikota.

‘’Kami JMSI NTB siap mendampingi pak Dubes,’’ kata Boy.

Webinar berduransi 2 jam ini diikuti juga oleh tokoh pers, Ilham Bintang dan tokoh pers seluruh Indonesia.

Dari NTB diikuti oleh Ketua JMSI, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Humas, Staff Sekretariat dan Penasehat JMSI NTB.

AYA (*)

 




Gubernur Zul Sarankan BKKBN NTB Salurkan Masker Produk Lokal untuk Anak

BKKBN NTB juga diminta segera bekerjasama dengan TP PKK Provinsi NTB yang dinilai banyak memiliki program serupa

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima kunjungan silaturahim Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, dr. Rusnawi Faisol, Sp.KK di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 16 Juni 2020.

Bersama Gubernur Zul, hadir pula Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB.

Rusnawi yang baru dilantik dua bulan lalu menyampaikan sejumlah program BKKBN NTB ke depan.

Program besar BKKBN NTB pun sejalan dengan program Pemprov NTB, seperti penurunan angka pernikahan dini, stunting dan juga revitalisasi Posyandu.

Merespon hal itu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengarahkan agar BKKBN NTB agar segera membangun koordinasi dengan Pemprov dan OPD-OPD terkait.

Tak hanya itu, BKKBN NTB juga diminta segera bekerjasama dengan TP PKK Provinsi NTB yang dinilai banyak memiliki program serupa.

“Pogram-program BKKBN NTB ini memiliki banyak kesamaan dengan program kita, jadi harus segera dikoordinasikan,” pesannya.

Bang Zul secara khusus menyarankan BKKBN NTB agar menyediakan masker bagi anak-anak untuk kemudian dibagikan secara luas. Ia pun meminta masker-masker itu nantinya haruslah buatan lokal masyarakat NTB.

“Jika ada permasalahan, segera komunikasikan untuk kita atasi secara bersama-sama,” kata Bang Zul.

Bang Zul berharap dr. Rusnawi dapat menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Kepala BKKBN NTB dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, dr. Rusnawi Faisol, Sp.KK mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Gubernur.

Menurutnya, kerjasama yang baik akan menjadi kunci dalam menyukseskan seluruh rencana dan program unggulan dari pemerintah

“Program besar kami kedepannya yakni menurunkan angka pernikahan dini,” ungkapnya. Ia pun berharap agar pemerintah dapat terus memberikan support sehingga seluruh program dapat segera diwujudkan.

AYA/HmsNTB

 




Bupati Najmul Terima Bantuan 15 Ribu Telur dari Charoen Pokphand Foundation Indonesia

Charoen Pokphand Foundation Indonesia telah menyalurkan bantuan 130 ribu butir telur di wilayah NTB

TANJUNG.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH didampingi Pelaksana Tugas Kadis Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Pertanian KLU Ir. Hermanto, menerima penyerahan bantuan kemanusiaan CSR Telur Fertil Fresh, sebanyak 15.000 butir untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Perwakilan PT Charoen Pokphand Jaya Farm, unit Hatchery Lombok (15/06/20).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Najmul menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Lombok Utara.

“InshAllah akan kita salurkan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini awal yang baik. Sekali lagi sampaikan salam kepada keluarga besar PT. Charoen Pokphand, bisnisnya terus pesat dan berkah,” kata Bupati Najmul.

Pihak Charoen Pokphand Foundation Indonesia mewakili perusahaan, Mahsun Abuandi menyatakan bantuan kemanusiaan tersebut, semoga bermanfaat buat masyarakat.

“Semoga ke depan kita masih bisa memberikan bantuan untuk masyarakat Lombok Utara. Ini bantuan murni kemanusiaan, tak ada tendensi politis,” ujarnya.

Dikatakannya,  sejauh ini pihak PT. Charoen telah menyalurkan bantuan 130 ribu butir telur di wilayah NTB, yaitu di Sumbawa Besar, Lombok Timur, Kota Mataram, Lombok Utara dan rumah sakit dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sampel telur dan foto bersama di depan halaman kantor Bupati Lombok Utara.

Tampak dua kendaraan berisi telur dengan lapisan pelindung yang segera disalurkan.

wld




Danrem 162/WB Terima Kunjungan Danlanal Mataram

Ada kesepakatan  tentang peningkatan sinergitas Babinsa dengan Pos AL wilayah pesisir.  membantu kegiatan pengamanan dan pengawasan wilayah pesisir terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum

MATARAM.lombokjournal.com  – Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kasrem 162/WB Letkol Endarwan Yanshori dan Perwira Staf Korem 162/WB menerima kunjungan Pejabat Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, SH., di Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Senin (15/06/20).

Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kolonel Laut (P) Suratun,

Danrem 162/WB dalam rilis yang di sampaikan Kapen Rem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., mengucapkan selamat datang di Makorem162/WB serta sukses atas amanah menjabat sebagai Danlanal Mataram.

Diharapkan, Lanal Mataram dapat terus meningkatkan kiprah bersama-sama Stakeholder lainnya membantu pemerintah NTB memelihara menjaga kondusifitas demi kelancaran pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

“Selama ini hubungan antar instansi dan lembaga di NTB sangat harmonis sehingga setiap permasalahan yang ada dapat lebih cepat di selesaikan, untuk itu harapan kita agar hubungan yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan. Kita tingkatkan hubungan yang baik sesuai fungsi masing-masing dan sinergitas TNI secara internal, kita saling kerja sama dan koordinasi,” kata Danrem. .

Dalam pertemuan ada kesepakatan dengan Danlanal, tentang peningkatan sinergitas Babinsa dengan Pos AL wilayah pesisir.  dalam membantu kegiatan pengamanan dan pengawasan wilayah pesisir terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum.

“Seperti pencemaran, ilegal fishing, penyelundupan baby lobster hingga kejahatan berat seperti penyeludupan manusia dan penyelundupan narkotika serta kegiatan ilegal lainnya yang masih rentan terjadi di jalur pelintasan perairan NTB,” ungkapnya.

Sementara Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun. S.H., juga mengatakan kunjungan tersebut untuk meningkatkan silaturahmi.

“Agar hubungan semakin solid dan harmonis untuk mewujudkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama,” ucapnya.

Kapen Rem menjelaskann, Danlanal Mataram mengucapkan selamat atas kenaikan status korem 162/WB menjadi korem tipe A, dan kenaikan pangkat Danrem 162/WB menjadi Brigjen TNI.

Ia mohon dukungan doa agar dalam menjalankan tugas dapat berjalan lancer, sehingga Lanal Mataram dapat maksimal dalam melaksanakan tugas pokok ataupun dalam membantu Pemerintah Daerah.

Selain itu, Kolonel Suratun menyampaikan, sesuai UU TNI No 34/2004, tugas TNI AL adalah melaksanakan tugas TNI di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut nasional sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional.

“Melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri dan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan Korem 162/WB,, Danlanal berfoto bersama dengan tetap mengikuti prosedur protokol penanganan Covid-19.

Dalam kunjungan silaturahim Danlanal didampingi Pgs. Palaksa Mayor Laut (KH) Awang Setyadi Bawana, S.H., Pasi Intel Mayor Laut (S) Thomas Dolfinus Fanulene, S.E., Pgs. Pasiops Kapten Laut (P) Nugraha Tri Buana Putra, S.S.T.Han.

AYA




 Perang Visi dan Misi Bakal Jadi Pertempuran Inti di Pilkada Lombok Tengah

“Jadi key-nya ada di visi dan misi. Kandidat yang bakal menjadi pemenang di Lombok Tengah tidak hanya bergantung pada popularitas semata. Orang baru pun bisa menang sepanjang visi dan misi pembangunannya joss,” kata Didu

MATARAM.lombokjournal.com —

Meski Pilkada Lombok Tengah juga ikut buram lantaran pandemi virus Corona, seperti Pilkada di tujuh daerah Kota/Kabupaten lainnya di NTB. Namun, Pilkada Lombok Tengah Hiruk pikuk dan dinamikanya dinilai akan lebh seru.

Lembaga Kajian Politik M16 menganalisa pertarungan politik di Pilkada Lombok Tengah tidak sesederhana pikiran banyak orang.

Kecerdasan dan visi-misi para kandidat akan menjadi senjata pamungkas memenangkan pertarungan, ketimbang sekadar popularitas para kandidat petarung.

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH mengatakan, pasti ada tantangan tersendiri bagi para kandidat untuk memenangkan pertarungan di daerah yang sedang berkembang pesat ini.

“Pilkada Lombok Tengah jelas beda. Dengan segala perkembangan yang ada saat ini di daerah itu, yang bisa memenangkan pertarungan jelas calon Bupati “Rasa” Gubernur,” kata Didu, sapaan akrab Direktur M16 di Mataram, Minggu (14/06/20) malam.

Ia menjelaskan, setidaknya hal itu ditemukan dalam kajian yang dibuat M16 dalam tiga minggu terakhir.

Kondisi pandemi virus Corona di Indonesia yang juga dirasakan di NTB, bisa menjadi semacam “ujian” pertama bagi para kandidat pasangan calon Kepala Daerah, termasuk di Lombok Tengah.

Lombok Tengah saat ini bukan saja menjadi gerbang masuk NTB, karena Bandara Lombok ada di sana.

Lebih dari itu, Lombok Tengah dengan KEK Mandalika yang ada, sudah menjadi ikon nasional di kancah pariwisata internasional, setelah Mandalika ditetapkan sebagai satu dari lima destinasi superprioritas Indonesia.

Didu mengakui, kepemimpinan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT dalam satu dekade terakhir sudah banyak memberi kemajuan bagi Lombok Tengah di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.

Toh, tak ada kekuasaan dan kepemimpinan yang abadi. Secara konstitusi kiprah Suhaili FT sudah segera berakhir di periode kedua sebagai Bupati Lombok Tengah.

“Nah, di Pilkada kali ini lah, semua harus dijawab. Siapa yang paling tepat meneruskan pemerintahan pasca Suhaili,” tukasnya.

Menurutnya, kemampuan pasangan Kepala Daerah Lombok Tengah ke depan harus sangat mumpuni. Visi-misi pembangunan yang ditawarkan pun tak bisa hanya sekadar copy-paste janji-janji manis belaka.

Ia mencontohkan, bagaimana strategi membangkitkan kembali pariwisata yang terpuruk selama pandemi Corona akan menjadi salah satu tantangan terberat Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah selanjutnya.

Namun, Didu menyakini, kemampuan memajukan sektor pariwisata ini akan berdampak multiplier effect untuk sektor lainnya.

Ini antitesis dari gejala dalam pendemi corona, dimana saat pariwisata terpuruk, sektor lainnya pun ikut menyusul.

“Jadi key-nya ada di visi dan misi. Kandidat yang bakal menjadi pemenang di Lombok Tengah tidak hanya bergantung pada popularitas semata. Orang baru pun bisa menang sepanjang visi dan misi pembangunannya joss,” katanya.

Didu menambahkan, ada euforia dan semangat optimistis masyarakat di Lombok Tengah, terkait gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di sirkuit terbuka KEK Mandalika kelak.

Hal ini sebenarnya merupakan sebuah pesan besar, bahwa Lombok Tengah juga akan sangat maju sebagai daerah yang cukup bergengsi di NTB dan di tingkat nasional.

“Sehingga pemimpinnya ke depan juga harus yang visioner dan mampu menciptakan lompatan-lompatan kemajuan yang jauh. Jadi Pilkada Lombok Tengah, saya yakin tidak sesederhana yang kita pikirkan,”  ujar Didu.

Me




Gubernur Zul Ajak Masyarakat Tetap Produktif

Usia menurut Bang Zul bukan menjadi penghalang untuk menciptakan inovasi baru

MATARAM.lombokjournal.com –  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak masyarakat agar mampu selalu produktif baik itu di usia muda maupun tua.

Musibah pandemi Covid-19 jangan sampai menjadi penghalang untuk bisa berkarya dan bekerja. Diibaatkan, di zaman sekarang banyak yang mati di usia 30 tahun, akan tetapi baru dikubur di usia 60 tahun.

Gubernur Zul mengungkapkan itu saat memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada warga Mayura Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, Minggu (14/06/20).

Saat penyerahan  bansos secara sebanyak 100 paket bansos itu,  Gubernur Zul didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, dan I Gede Putu Ariadi, S. Sos, MH.

“Jadi setelah 30 tahun umurnya, sampai usia 60 tahun itu tidak ada perubahan nasibnya,” jelas Bang Zul.

Usia menurutnya bukan menjadi penghalang untuk menciptakan inovasi baru. Ia yakin masyarakat NTB yang memiliki motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi akan segera menggapai kesejahteraan di kemudian hari

. “Muda itu bukan pada usia biologis tapi pada suasana jiwa,” ucapnya.

Bang Zul mengapresiasi kinerja OPD-OPD lingkup Pemprov yang dinilainya begitu totalitas dalam bekerja. Kinerja baik itupun diharapkan dapat terus berlanjut dan lebih ditingkatkan lagi ke depan.

“Kita mesti punya orang-orang yang menjadi andalan kita, yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang tidak biasa,” imbuhnya.

Bang Zul kemudian berterima kasih atas sambutan masyarakat yang selalu ramah dan penuh rasa kekeluargaan. Semangat serta kekompakan pun diharapkan terus terjalin sehingga permasalahan yang terjadi mampu segera diatasi dengan baik.

“Terima kasih atas keramahannya, mudah-mudahan ini bukan yang terakhir kita berjumpa,” pungkasnya.

Warga Lingkungan Mayura pun begitu antusias dengan kehadiran Gubernur di tengah-tengah mereka. Hal tersebut disampaikan Ketut Suarsana, salah satu warga Lingkungan Mayura.

“Kepada pak Gubernur, terima kasih atas kehadirannya di Mayura. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi kami di lingkungan Mayura ini,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Made Daniarti kepada Gubernur dan juga Dinas Sosial Provinsi NTB.

Mendengar pesan Gubernur, Ia yakin bahwa masyarakat NTB ke depan akan lebih mandiri dan terus maju dalam bekerja dan berkarya.

AYA/HmsNTB




Korem 162/WB, Silaturrahmi Dengan Gowes Bermain Futsal Bersama Wartawan

Kegiatan ini selain untuk memelihara dan meningkatkan hubungan silaturahim dengan rekan rekan media juga untuk upaya menjaga kebugaran tubuh

MATARAM.lombokjournal.com — Pandemi Covid -19 banyak membawa dampak dalam tata kehidupan sosial masyarakat, di antaranya membatasi kegiatan berkumpul langsung atau sosial distancing guna mencegah Penyebaran Covid -19.

Seiring berlalu waktu dengan berbagai pertimbangan yang ada, Pemerintah terus melakukan evaluasi kebijakan.

Seperti adanya rencana penerapan new normal agar masyarakat mulai terbiasa menjalani kehidupan baru dalam masa pandemi, perlu cara tehnik yang proporsional dalam menyikapinya, agar tetap selalu menerapkan Protokol Cegah Covid -19 dalam setiap kegiatan.

Seperti yang dilakukan oleh Korem 162/WB yang menggelar silaturahiim dengan olahraga bersama tim gowes dan futsal bersama wartawan se-kota Mataram, pagi ini, Minggu (15/06/2020).

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S,Sos, SH, M.han dalam rilis tertulis di sampaikan Oleh Kapen Rem 162/WB Mayor Inf Dahlan mengatakan. kegiatan silaturahiim dan olahraga biasa dilaksanakan setiap bulan.

Namun adanya wabah pandemi Covid – 19 sempat ditiadakan guna mencegah penyebaran Covid – 19. Dengan adanya rencana penerapan new normal, pertama kali setelah merebaknya wabah Covid-19 kegiatan ini di laksanakan namun tetap menerapkan Protokol Covid 19.

Dahlan mengatakan  kegiatan ini selain untuk memelihara dan meningkatkan hubungan siaturahim dengan rekan rekan media juga untuk upaya menjaga kebugaran tubuh.

“Dengan harapan, dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga kita selalu sehat serta dapat mencegah penularan Covid 19,” jelas Kapen Rem.

Karena menurut pria kelahiran Taliwang Sumbawa Barat ini, masing masing kita paham kondisi tubuh.

“Salah satu cara menjaga imun kita ya dengan ber-olah raga, jadi mari kita budayakan sehingga menjadi kebutuhan kita termasuk kawan kawan wartawan harus sehat agar dapat maksimal dalam melaksanakan tugas di tempat kita masing masing,” kata Kapen Rem.

Selain itu, Danrem juga mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada rekan rekan wartawan yang selama ini telah banyak membantu mempublikasikan kegiatan satuan jajaran korem 162/WB .

Serta dalam menyajikan informasi  berita yang aktual faktual sebagai salah satu fungsi control juga edukasi kepada masyarakat,

Danrem juga berharap hubungan yang sudah terjalin baik ini untuk terus dapat dipelihara bahkan ditingkatkan ke depan dalam mengabdi kepada masyarkat NTB khususnya.

Turut hadir pada kegiatan olahraga dan silaturahiim bersama insan pers Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yanshori, Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijol kroll, Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, Danyonif 742/SWY Letkol Inf I Gede Putu Suwardana, Para perwira korem 162/WB, Klub Gowe WBCC, Tim Futsal korem  serta rekan rekan wartawan.

AYA




RSUD KLU Terima Bantuan Masker N95 V Flex 50 set dan Masker 3 PLY BFE 95 Soujelle 1000 set

“Bantuan ini kami pergunakan maksimal, yang kami butuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya para medis di Lombok Utara. Masker bedah N95 dipakai di ruangan isolasi rumah sakit,” ujar dr Syamsul

MATARAM.lombokjournal.com  —  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lombok Utara, dr. H. Syamsul Hidayat menerima bantuan penanganan Covid-19 dari Satgas BUMN ITDC.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh  Perwakilan Satgas BUMN ITDC, Made Suarthayasa, SH MH, di pelataran Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, vdi Mataram (11/06/20).

Pihak Satgas BUMN ITDC Made Suarthayasa SH MH menyampaikan, bantuan dari ITDC kali ini khusus ditujukan untuk 11 rumah sakit rujukan di NTB.

Satu di antaranya untuk RSUD KLU yang dilanjutkan oleh teman-teman rumah sakit untuk para medisnya. Bantuan yang diserahkan Masker N95 V Flex sebanyak 50 set dan Masker 3 PLY BFE 95 Soujelle sebanyak 1000 set.

“Kami berharap dapat meringankan tugas para medis, semoga cepat tertanggulangi Covid-19 di Lombok Utara,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat menuturkan berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan oleh tim dari ITDC.

“Bantuan ini kami pergunakan maksimal, yang kami butuhkan dalam penanganan Covid-19, khususnya para medis di Lombok Utara. Masker bedah N95 dipakai di ruangan isolasi rumah sakit,” ujar dr Syamsul..

Dikatakannya pula, adanya bantuan masker tersebut, membuat semangat dari tenaga kesehatan semakin bertambah. Maskernya pun masker yang bagus digunakan untuk penanganan langsung pasien positif Covid-19.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan serah terima dan foto bersama. Pertemuan berlangsung singkat dalam suasana perjumpaan hangat.

wld




Suhu di NTB Terasa Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Angin dari Australia  membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini. Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin pada malam hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana, mengatakan, salah satu penyebabnya karena adanya angin Monsun yang terjadi akibat perbedaan suhu udara.

Dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara yang disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, dikutip media ini, Rabu (10/06/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus,  aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




Membangkitkan Semangat dan Simpati di Tengah Krisis

Iklan positif yang mengandung unsur spirit  dan simpati dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berpikir positif

MATARAM.lombokjournal.com — Konsumsi media di era COVID-19 otomatis meningkat bagi masyarakat, saat mereka lebih banyak berada di rumah.

Kegiatan membaca terutama mencari informasi terkait COVID-19 menjadi konsumsi utama.

Namun, yang paling utama dilakukan untuk mengimbangi berbagai informasi yang ada adalah harus ada advertising atau iklan yang membangkitkan semangat dan simpati di tengah krisis.

“Terutama di tengah krisis seperti ini. Kita harus bisa membedakan mana advertising, mana public relation, sampai promosi,” ungkap Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah saat Virtual Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club: Advertising During Crisis,  Selasa (9/6) 2020 via Zoom.

Iklan positif yang mengandung unsur spirit  dan simpati dapat menjadi pilihan masyarakat untuk berpikir positif.

Apalagi di tengah musibah seperti ini, tentu informasi penyeimbang sangat diperlukan untuk memacu optimisme hidup.

Lalu seperti apa sebenarnya kondisi masyarakat di saat krisis global ini? Direktur Advertising Asia Tenggara The New York Times Reno Ong melihat ada beberapa mindset yang tercipta di masa COVID-19.

“Rasa takut akan pandemi menjadi driver utama. Itu sah-sah saja. Ketakutan itu kemudian mendorong orang untuk mencari informasi lebih dalam setiap waktu. Apa yang sedang terjadi saat ini,” ungkap Reno dalam acara itu

Yang diutarakan Reno merupakan hasil riset kepada pembaca The New York Times di seluruh dunia selama pandemi, mulai dari kawasan Amerika, Eropa, sampai Asia Pasifik.

Pola pikir itu kemudian mendorong orang untuk memiliki jiwa akan bertahan hidup lebih dari biasanya. Menurutnya, salah satu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka melewati semua ini.

Pasalnya krisis tidak hanya memberikan dampak besar kepada kondisi keuangan, tetapi juga secara sosial.

Namun mau tidak mau kemudian orang harus menerima kenyataan dan mencari distraksi atau kegiatan lain.

“Kita semua sebenarnya ingin break dari yang sedang terjadi. Tertahan di rumah dan mencari jalan keluar. Ada yang kemudian menjadi frustasi. Namun ada yang melihatnya dari sisi positif. Ada harapan jika ini akan segera berakhir dan pandemi adalah waktu untuk mendekatkan diri dengan keluarga,” sambungnya.

Kondisi emosi ini yang kemudian bisa diaplikasikan brand atau perusahaan jika ingin lebih dekat kepada konsumen. Brand pemasang iklan bisa memanfaatkannya dengan memasang advertising atau iklan yang sesuai dengan kondisi

Harapannya, brand pemasang iklan dapat memberi semangat dan memberikan simpati di tengah krisis kepada masyarakat.

Menurut Reno, merasakan apa yang dirasakan oleh publik penting agar brand dapat engage dengan konsumen mereka. Jangan justru membombardir dengan promo serta jualan tidak relevan.

Berdasarkan riset tersebut, sekitar 77 persen pembaca The New York Times justru ingin melihat apa yang ditawarkan oleh brand.

“Dan 66 persen dari mereka ingin melihat perubahan kebijakan apa yang dilakukan brand. Lalu 56 persen berharap brand menambah kebijakan protokol kesehatan kepada produk atau layanannya. Bahkan 51 persen berharap brand menunjukan rencana untuk membuka gerai atau layanan mereka kembali,”  jelasnya.

AYA/HmsNTB