UMKM NTB Perlu Diberi Kesempatan di Tengah Pandemi Covid-19

NTB memiliki UKM yang bergerak di banyak bidang. Mulai dari garam, ikan kering, minyak kelapa, abon, gula aren, kopi, teh, serbat jahe, susu kedelai, kue kering serta banyak lagi produk lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi sektor kesehatan, tapi berpengaruh juga pada sektor perekonomian.

Tak terkecuali,  yang terdampak termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berkaitan dengan pangan.

Namun, Pemprov NTB tidak tinggal diam, melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, pelaku UMKM diberi  peluang agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.

Sejak pendistribusian JPS Gemilang tahap II, sebanyak 900 UMKM berhasil digerakkan, yang mayoritas bergerak pada bidang pangan. Dan itu akan berlanjut terus  hingga tahap berikutnya.

Pemprov NTB melakukan itu sebagai salah satu jalan membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Mengembangkan UKM industri pangan ini tidak mudah. Karena, kalau UKM itu tidak kita kasih kesempatan, maka tidak mungkin mereka bersaing dengan pemain-pemain besar,” ujar Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara Webinar Nasional dengan tema menguji imunitas UMKM pangan di masa pandemi Covid-19, Kamis (18/06/20)

Dikatakan, NTB itu bukan hanya sebagai lumbung pangan nasional, tapi harus bergerak menjadi industri pangan nasional yang bahan pengolahannya ada di NTB.

Dengan jalan itu maka bisa meningkatkan taraf hidup petani dan nelayan di NTB.

“Kita harus bergerak pada industri pengolahan, dan ini tidak mungkin dilakukan kalau kita tidak punya SDM di bidang pangan dan bidang agro industri yang bagus,” kata Bang Zul.

Dikatakan, melalui program JPS Gemilang ini ditunjukkan bukan hanya pada audiens di NTB, tapi di seluruh Indonesia bahwa UKM-UKM pangan kita ternyata mampu menjadi tuan rumah di kmpung sendiri.

“Tantangan berikutnya adalah, kita perbaiki kualitas produksi yang dihasilkan dengan memperkenalkan teknologi tepat guna, dan pada saat yang sama di bidang harga juga harus bersaing,” ungkap Bang Zul.

NTB memiliki UKM yang bergerak di banyak bidang, mulai dari garam, ikan kering, minyak kelapa, abon, gula aren, kopi, teh, serbat jahe, susu kedelai, kue kering serta banyak lagi produk lainnya.

“Dan itu semua menunjukkan kita tidak kekurangan,” tegas Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB




Produk Hasil Pelatihan Daring BLK NTB, Untuk Gugus Tugas Covid-19

Diklat virtual bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, mampu menghasilkan produk yang produktif dan menarik

MATARAM.lombokjournal.com – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB menerima bantuan berupa barang-barang kebutuhan hasil pelatihan dari BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, penyerahannya  berlangsung di Gedung Sangkareang Setda Provinsi, Rabu (17/06/20).

Bantuan yang diberikan berupa 32 unit wastafel, 3000 masker, dan ratusan toples makanan kering.

Siapa sangka kalau bantuan itu justru datang dari masyarakat yang terdampak pandemic Covid-19.

Bantuan itu merupakan buah dari ihtiar Pemerintah yang membangkitkan semangat dan produktifitas warga melalui pelatihan berbasis daring. Pelatihan daring yang dilakukan menyasar warga yang terdampak Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB yang juga Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengaku kagum dan mengapresiasi hasil karya tersebut.

“Ini adalah hal yang spesial dikarenakan karya ini adalah hasil mereka yang terdampak Covid-19, lalu stay at home dan kemudian mendapat  pelatihan secara online lalu tetap produktif,”  kata Lalu Gita.

Menurutnya, diklat virtual bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, mampu menghasilkan produk yang produktif dan menarik.

“Inilah pesannya yang selama ini selalu didengungkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. InsyaAllah, produk-produk yang memungkinkan akan diprioritaskan masuk menjadi  item dalam JPS Gemilang.” jelasnya

Senada dengan Sekda Provinsi NTB, pihak BLK NTB yang diwakili Jayakusuma selaku Instruktur Kejuruan LAS BLK NTB menjelaskan, pelatihan yang didanai APBN ini dilakukan melalui platform aplikasi Zoom.

“Pelatihan dimulai dari tanggal 3-16 Juni 2020. Pelatihan ini ada tiga bentuk, pelatihan pembuatan masker, wastafel, dan memasak. Pelatihan melalui platform zoom, jumlah peserta ada 16 peserta tiap masing-masing mata pelatihan” jelas Jayakusuma.

AYA/HmsNTB




Semua Pihak Diajak Bekerjasama Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Salah satu program Pemprov NTB yang  mendukung pencegahan narkoba yakni Revitalisasi Posyandu. Para kader di lingkungan dan dusun harus paham betul tentang bahaya narkoba

MATARAM.lombokjournal.com —  Mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, bukan hanya tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) saja. Seluruh stakeholder harus bersama berjalan beriringan dan bergandeng tangan untuk mengatasi masalah ini.

Wagub Ummi Rohmi

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima silaturahim Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra di ruang kerja Wagub Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/06/20).

Menurut Wagub, penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat harus diatensi bersama-sama. Apalagi, banyak penyalahguna narkoba adalah mereka yang berada di rentang usia produktif.

Umm Rohmi mengatakan, berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satu program Pemprov NTB yang  mendukung pencegahan narkoba yakni Revitalisasi Posyandu. Para kader di lingkungan dan dusun harus paham betul tentang bahaya narkoba.

“Bisa kita bayangkan jika semua bergerak dari segala penjuru ini akan lebih optimal dan itu yang kita harapkan. Edukasi ini harus dilakukan terus menerus supaya anak-anak di NTB tidak terjerumus, dan berharap potret di NTB ini membaik,” ungkap Wagub.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan tahun ini peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020 akan dilaksanakan secara virtual di Kantor BNN masing-masing. Nantinya, HANI akan dihadiri secara virtual oleh Presiden RI dan sekaligus akan me-launching website aduan bagi masyarakat untuk ASN yang terlibat narkoba.

Gde Sugianyar mengatakan, selama ini BNN telah mensosialisasikan apabila ada keluarga di lingkungan sekitar yang merupakan korban penyalahguna narkoba, dan bukan terlibat jaringan pengedar maka dipersilahkan datang ke BNN until direhabilitasi,

“Silakan datang ke BNN, di sana akan direhabilitasi secara gratis dibiayai oleh negara”, tambahnya.

AYA/HmsNTB




Lembaga Lain Diajak  Andil Tingkatkan Kemampuan Masyarakat NTB

Pembangunan tidak boleh hanya fokus pada indikator kuantitatif saja. Peningkatan kualitas masyarakat pun harus menjadi sasaran utama dari pemerintah

MATARAM.lombokjournl.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjadi Narasumber dalam acara silaturahim dan temu wicara secara online yang diinisiasi oleh Baituttamkin Tazkia Madani, bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/06/20).

Kegiatan ini mengangkat tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi Keluarga Berpenghasilan Rendah Terdampak Pandemi Covid-19 ; Sinergi Pemerintah Daerah, BAZNAS dan Partisipasi Masyarakat Madani”.

Gubernur dalam kesempatan itu menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Baituttakmin Tazkia Madani tersebut.

Menyinggung masalah ekonomi, sebelum wabah Corona menyapa dunia, NTB sebelumnya telah merasakan gejolak ekonomi akibat gempa beberapa waktu yang lalu.

Ia pun mengapresiasi kinerja Bupati dan Walikota, seluruh OPD dan lembaga/organisasi terkait yang selama masa itu telah bekerja keras dalam menstabilkan perekonomian.

“Tetapi setelah kita bangkit pada track yang benar, kita semua bahkan di seluruh dunia terkena Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini,” ujar Gubernur Zul.

Begitu pula dengan pembangunan, Gubernur Zullmengatakan, pembangunan tidak boleh hanya fokus pada indikator kuantitatif saja. Peningkatan kualitas masyarakat pun harus menjadi sasaran utama dari pemerintah.

“Tapi yang paling penting dan ini sedang kita lakukan di NTB bahwa pembangunan itu harus dimaknai sebagai sebuah proses besar untuk mengupgrade kemampuan masyarakat,” jelasnya.

Pemprov NTB katanya akan selalu mendukung kegiatan apa saja di daerah ini, selama itu mampu meningkatkan kualitas dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Apapun yang ingin dilakukan teman-teman sepanjang itu punya niat dan muaranya mengupgrade kemampuan atau kapasitas masyarakat kami, kami akan dukung,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, pemerintah begitu menyadari efek ekonomi yang terjadi selama masa pandemi Covid-19.

Anjuran seperti stay at home tentu akan berdampak pada ekonomi apabila pemasukan (income) ikut tersendat.

“Oleh karenanya, ketika awal spirit kita adalah lawan Covid-19, tetapi belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera mereda dan usai, sekarang kita berada pada posisi bagaimana bersahabat dengan Covid-19. Dengan meningkatkan aktifitas, melakukan produktifitas ekonomi tetapi tetap diatas segalanya adalah mengacu kepada protokol Covid-19,” ungkap Lalu Gita.

Lalu Gita menyampaikan, Pemprov NTB selain dalam hal kesehatan terkait penanganan Covid-19, juga sangat memperhatikan aspek sosial ekonomi.

Ia kemudian mencontohkan program JPS Gemilang yang merupakan hasil produksi lokal disebutnya  telah memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Jaring Pengaman Sosial yang diberikan kepada masyarakat ini adalah item-item produk dari UMKM atau yang dihasilkan masyarakat NTB sendiri, jadi apa yang dihasilkan oleh masyarakat yang terdampak, yang stay at home, kemudian bisa melakukan sesuatu, itu yang diserap oleh pemerintah dan setelah diserap kembali didistribusikan kepada masyarakat,” terangnya.

Dengan langkah ini, Pemprov NTB mendapat banyak apresiasi dari UMKM dan juga masyarakat luas. Tak hanya itu, Pemerintah Pusat pun mengapresiasi langkah yang telah dan sedang dilakukan Pemprov NTB.

Pimpinan Grup Tazkia, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio memaparkan hal-hal yang menjadi program dan langkah kedepan dalam mengontrol perekonomian selama masa wabah corona.

Ada tiga pendekatan yang dilakukan oleh Baituttakmin, yakni secara finansial yaitu dengan cara memperkuat ekonomi. Kedua, pendekatan sosial keluarga yaitu dengan melakukan peningkatan kapasitas dan yang terakhir pendekatan spritual.

“Alhamdulillah ini sudah berjalan atas dukungan dari Pemprov, Kabupaten dan Kota demikian juga Insya Allah nanti dengan BAZNAS, mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan,” sebut Syafi’i.

Ke depan, ia berharap masyarakat agar mampu meningkatkan perekonomiannya. Oleh sebab itu, kerjasama yang baik antar pihak terkait menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. Irfan Syauqi Beik mengatakan hal-hal yang terkait dengan akselerasi penyaluran zakat di masa pandemi Covid-19 dan era New Normal.

Penyaluran ZIS BAZNAS masa pandemi Covid-19 mengedepankan syariah dan ketentuan yang berlaku, serta tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Koordinasi dengan pemerintah dan gugus tugas penanganan Covid-19 harus lebih dikuatkan.

Selain itu, Ia bersyukur bahwa semangat berbagi masyarakat masih sangat tinggi meskipun di masa sulit ini.

“Kita optimis bahwa seberat apapun situasi yang kita hadapi, peluang itu masih ada,” ucap Syauqi optimis.

Ia kemudian menekankan tiga karakteristik program di era New Normal yang akan diterapkan BAZNAS, di antaranya menjaga protokol kesehatan, menjaga protokol keselamatan kerja dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Adaptasi menjadi suatu hal yang sangat penting dan tentu ini kita harus memiliki protokol yang baik didalam program,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, Ahmad Masyhuri, SH. Kegiatan ini diikuti pula BAZNAS dan BAZDA Kabupaten/Kota, Penggerak Baittutamkin Lombok Sumbawa serta masyarakat umum yang turut pula menyampaikan aspirasinya.

AYA/HmsNTB




Dubes RI untuk China Sebut Gubernur NTB Visioner

MATARAM.lombokjournal.com — Menarik sekali tema Webinar belajar Covid-19 dari Negeri China yang diselenggarakan Jejaring Media Siber Indonesia (JMSI) pusat, dengan menghadirkan Duta Besar RI untuk China, Y.M. Djauhari Oratmangun.

Dipandu oleh CEO RMOL Network, Teguh Santosa dan pengantar oleh Ketua Umum JMSI, Mahmud Marhaba, diselenggarakan hari ini, Rabu (16/06,20), mulai pukul 17.00 – 19.00 Wita.

Ketua JMSI NTB, Drs Boy Mashudi mengatakan, memperlakukan New Normal di sektor Pariwisata “Belajar dari China’’.

Karena pengalaman di NTB, kata Boy, pemimpin daerah mulai dari Gubernur, Bupati/Walikota sangat hati-hati. Padahal, sebagian ekonomi NTB ditopang oleh pariwisata.

Dengan adanya Covid-19, pariwisata lumpuh dan pertumbuhan ekonomi kecil, mungkin ada pelajaran dari Cina.

Menjawab pertanyaan tersebut, Dubes RI untuk China, Y.M Djauhari Oratmangun mengatakan, memang harus hati-hati.

‘’Saya kenal dengan Gubernur NTB. Pak Gubernur Visioner,’’ kata Dubes bersemangat.

Dan memang pesona alam NTB luar biasa. Dubes Oratmangun sudah 4-5 kali ke NTB. Bahkan sudah punya janji untuk bertemu dengan Gubernur NTB membicarakan tentang membangkitkan pertumbuhan ekonomi termasuk pariwisata.

“Tinggal menunggu waktu dan kesempatan,” katanya.

Untuk kemajuan pariwisata NTB, Dubes juga menjanjikan membawa wisatawan China dari segmen tertentu.

Boy Mashudi siap menyampaikan massage Dubes kepada Gubernur NTB. Bahkan juga siap mendampingi kalau ke NTB untuk bertemu dengan Bupati dan Walikota.

‘’Kami JMSI NTB siap mendampingi pak Dubes,’’ kata Boy.

Webinar berduransi 2 jam ini diikuti juga oleh tokoh pers, Ilham Bintang dan tokoh pers seluruh Indonesia.

Dari NTB diikuti oleh Ketua JMSI, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Humas, Staff Sekretariat dan Penasehat JMSI NTB.

AYA (*)

 




Gubernur Zul Sarankan BKKBN NTB Salurkan Masker Produk Lokal untuk Anak

BKKBN NTB juga diminta segera bekerjasama dengan TP PKK Provinsi NTB yang dinilai banyak memiliki program serupa

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima kunjungan silaturahim Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, dr. Rusnawi Faisol, Sp.KK di Ruang Kerja Gubernur, Selasa, 16 Juni 2020.

Bersama Gubernur Zul, hadir pula Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB.

Rusnawi yang baru dilantik dua bulan lalu menyampaikan sejumlah program BKKBN NTB ke depan.

Program besar BKKBN NTB pun sejalan dengan program Pemprov NTB, seperti penurunan angka pernikahan dini, stunting dan juga revitalisasi Posyandu.

Merespon hal itu, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengarahkan agar BKKBN NTB agar segera membangun koordinasi dengan Pemprov dan OPD-OPD terkait.

Tak hanya itu, BKKBN NTB juga diminta segera bekerjasama dengan TP PKK Provinsi NTB yang dinilai banyak memiliki program serupa.

“Pogram-program BKKBN NTB ini memiliki banyak kesamaan dengan program kita, jadi harus segera dikoordinasikan,” pesannya.

Bang Zul secara khusus menyarankan BKKBN NTB agar menyediakan masker bagi anak-anak untuk kemudian dibagikan secara luas. Ia pun meminta masker-masker itu nantinya haruslah buatan lokal masyarakat NTB.

“Jika ada permasalahan, segera komunikasikan untuk kita atasi secara bersama-sama,” kata Bang Zul.

Bang Zul berharap dr. Rusnawi dapat menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Kepala BKKBN NTB dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, dr. Rusnawi Faisol, Sp.KK mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat Gubernur.

Menurutnya, kerjasama yang baik akan menjadi kunci dalam menyukseskan seluruh rencana dan program unggulan dari pemerintah

“Program besar kami kedepannya yakni menurunkan angka pernikahan dini,” ungkapnya. Ia pun berharap agar pemerintah dapat terus memberikan support sehingga seluruh program dapat segera diwujudkan.

AYA/HmsNTB

 




Bupati Najmul Terima Bantuan 15 Ribu Telur dari Charoen Pokphand Foundation Indonesia

Charoen Pokphand Foundation Indonesia telah menyalurkan bantuan 130 ribu butir telur di wilayah NTB

TANJUNG.lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH didampingi Pelaksana Tugas Kadis Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Pertanian KLU Ir. Hermanto, menerima penyerahan bantuan kemanusiaan CSR Telur Fertil Fresh, sebanyak 15.000 butir untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Perwakilan PT Charoen Pokphand Jaya Farm, unit Hatchery Lombok (15/06/20).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Najmul menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Lombok Utara.

“InshAllah akan kita salurkan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini awal yang baik. Sekali lagi sampaikan salam kepada keluarga besar PT. Charoen Pokphand, bisnisnya terus pesat dan berkah,” kata Bupati Najmul.

Pihak Charoen Pokphand Foundation Indonesia mewakili perusahaan, Mahsun Abuandi menyatakan bantuan kemanusiaan tersebut, semoga bermanfaat buat masyarakat.

“Semoga ke depan kita masih bisa memberikan bantuan untuk masyarakat Lombok Utara. Ini bantuan murni kemanusiaan, tak ada tendensi politis,” ujarnya.

Dikatakannya,  sejauh ini pihak PT. Charoen telah menyalurkan bantuan 130 ribu butir telur di wilayah NTB, yaitu di Sumbawa Besar, Lombok Timur, Kota Mataram, Lombok Utara dan rumah sakit dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sampel telur dan foto bersama di depan halaman kantor Bupati Lombok Utara.

Tampak dua kendaraan berisi telur dengan lapisan pelindung yang segera disalurkan.

wld




Danrem 162/WB Terima Kunjungan Danlanal Mataram

Ada kesepakatan  tentang peningkatan sinergitas Babinsa dengan Pos AL wilayah pesisir.  membantu kegiatan pengamanan dan pengawasan wilayah pesisir terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum

MATARAM.lombokjournal.com  – Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Kasrem 162/WB Letkol Endarwan Yanshori dan Perwira Staf Korem 162/WB menerima kunjungan Pejabat Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun, SH., di Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, Senin (15/06/20).

Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kolonel Laut (P) Suratun,

Danrem 162/WB dalam rilis yang di sampaikan Kapen Rem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., mengucapkan selamat datang di Makorem162/WB serta sukses atas amanah menjabat sebagai Danlanal Mataram.

Diharapkan, Lanal Mataram dapat terus meningkatkan kiprah bersama-sama Stakeholder lainnya membantu pemerintah NTB memelihara menjaga kondusifitas demi kelancaran pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

“Selama ini hubungan antar instansi dan lembaga di NTB sangat harmonis sehingga setiap permasalahan yang ada dapat lebih cepat di selesaikan, untuk itu harapan kita agar hubungan yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan. Kita tingkatkan hubungan yang baik sesuai fungsi masing-masing dan sinergitas TNI secara internal, kita saling kerja sama dan koordinasi,” kata Danrem. .

Dalam pertemuan ada kesepakatan dengan Danlanal, tentang peningkatan sinergitas Babinsa dengan Pos AL wilayah pesisir.  dalam membantu kegiatan pengamanan dan pengawasan wilayah pesisir terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum.

“Seperti pencemaran, ilegal fishing, penyelundupan baby lobster hingga kejahatan berat seperti penyeludupan manusia dan penyelundupan narkotika serta kegiatan ilegal lainnya yang masih rentan terjadi di jalur pelintasan perairan NTB,” ungkapnya.

Sementara Komandan Lanal Mataram Kolonel Laut (P) Suratun. S.H., juga mengatakan kunjungan tersebut untuk meningkatkan silaturahmi.

“Agar hubungan semakin solid dan harmonis untuk mewujudkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama,” ucapnya.

Kapen Rem menjelaskann, Danlanal Mataram mengucapkan selamat atas kenaikan status korem 162/WB menjadi korem tipe A, dan kenaikan pangkat Danrem 162/WB menjadi Brigjen TNI.

Ia mohon dukungan doa agar dalam menjalankan tugas dapat berjalan lancer, sehingga Lanal Mataram dapat maksimal dalam melaksanakan tugas pokok ataupun dalam membantu Pemerintah Daerah.

Selain itu, Kolonel Suratun menyampaikan, sesuai UU TNI No 34/2004, tugas TNI AL adalah melaksanakan tugas TNI di bidang pertahanan, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut nasional sesuai ketentuan hukum nasional dan hukum internasional.

“Melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri dan melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan Korem 162/WB,, Danlanal berfoto bersama dengan tetap mengikuti prosedur protokol penanganan Covid-19.

Dalam kunjungan silaturahim Danlanal didampingi Pgs. Palaksa Mayor Laut (KH) Awang Setyadi Bawana, S.H., Pasi Intel Mayor Laut (S) Thomas Dolfinus Fanulene, S.E., Pgs. Pasiops Kapten Laut (P) Nugraha Tri Buana Putra, S.S.T.Han.

AYA




 Perang Visi dan Misi Bakal Jadi Pertempuran Inti di Pilkada Lombok Tengah

“Jadi key-nya ada di visi dan misi. Kandidat yang bakal menjadi pemenang di Lombok Tengah tidak hanya bergantung pada popularitas semata. Orang baru pun bisa menang sepanjang visi dan misi pembangunannya joss,” kata Didu

MATARAM.lombokjournal.com —

Meski Pilkada Lombok Tengah juga ikut buram lantaran pandemi virus Corona, seperti Pilkada di tujuh daerah Kota/Kabupaten lainnya di NTB. Namun, Pilkada Lombok Tengah Hiruk pikuk dan dinamikanya dinilai akan lebh seru.

Lembaga Kajian Politik M16 menganalisa pertarungan politik di Pilkada Lombok Tengah tidak sesederhana pikiran banyak orang.

Kecerdasan dan visi-misi para kandidat akan menjadi senjata pamungkas memenangkan pertarungan, ketimbang sekadar popularitas para kandidat petarung.

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto SH mengatakan, pasti ada tantangan tersendiri bagi para kandidat untuk memenangkan pertarungan di daerah yang sedang berkembang pesat ini.

“Pilkada Lombok Tengah jelas beda. Dengan segala perkembangan yang ada saat ini di daerah itu, yang bisa memenangkan pertarungan jelas calon Bupati “Rasa” Gubernur,” kata Didu, sapaan akrab Direktur M16 di Mataram, Minggu (14/06/20) malam.

Ia menjelaskan, setidaknya hal itu ditemukan dalam kajian yang dibuat M16 dalam tiga minggu terakhir.

Kondisi pandemi virus Corona di Indonesia yang juga dirasakan di NTB, bisa menjadi semacam “ujian” pertama bagi para kandidat pasangan calon Kepala Daerah, termasuk di Lombok Tengah.

Lombok Tengah saat ini bukan saja menjadi gerbang masuk NTB, karena Bandara Lombok ada di sana.

Lebih dari itu, Lombok Tengah dengan KEK Mandalika yang ada, sudah menjadi ikon nasional di kancah pariwisata internasional, setelah Mandalika ditetapkan sebagai satu dari lima destinasi superprioritas Indonesia.

Didu mengakui, kepemimpinan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT dalam satu dekade terakhir sudah banyak memberi kemajuan bagi Lombok Tengah di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.

Toh, tak ada kekuasaan dan kepemimpinan yang abadi. Secara konstitusi kiprah Suhaili FT sudah segera berakhir di periode kedua sebagai Bupati Lombok Tengah.

“Nah, di Pilkada kali ini lah, semua harus dijawab. Siapa yang paling tepat meneruskan pemerintahan pasca Suhaili,” tukasnya.

Menurutnya, kemampuan pasangan Kepala Daerah Lombok Tengah ke depan harus sangat mumpuni. Visi-misi pembangunan yang ditawarkan pun tak bisa hanya sekadar copy-paste janji-janji manis belaka.

Ia mencontohkan, bagaimana strategi membangkitkan kembali pariwisata yang terpuruk selama pandemi Corona akan menjadi salah satu tantangan terberat Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah selanjutnya.

Namun, Didu menyakini, kemampuan memajukan sektor pariwisata ini akan berdampak multiplier effect untuk sektor lainnya.

Ini antitesis dari gejala dalam pendemi corona, dimana saat pariwisata terpuruk, sektor lainnya pun ikut menyusul.

“Jadi key-nya ada di visi dan misi. Kandidat yang bakal menjadi pemenang di Lombok Tengah tidak hanya bergantung pada popularitas semata. Orang baru pun bisa menang sepanjang visi dan misi pembangunannya joss,” katanya.

Didu menambahkan, ada euforia dan semangat optimistis masyarakat di Lombok Tengah, terkait gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan di sirkuit terbuka KEK Mandalika kelak.

Hal ini sebenarnya merupakan sebuah pesan besar, bahwa Lombok Tengah juga akan sangat maju sebagai daerah yang cukup bergengsi di NTB dan di tingkat nasional.

“Sehingga pemimpinnya ke depan juga harus yang visioner dan mampu menciptakan lompatan-lompatan kemajuan yang jauh. Jadi Pilkada Lombok Tengah, saya yakin tidak sesederhana yang kita pikirkan,”  ujar Didu.

Me




Gubernur Zul Ajak Masyarakat Tetap Produktif

Usia menurut Bang Zul bukan menjadi penghalang untuk menciptakan inovasi baru

MATARAM.lombokjournal.com –  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengajak masyarakat agar mampu selalu produktif baik itu di usia muda maupun tua.

Musibah pandemi Covid-19 jangan sampai menjadi penghalang untuk bisa berkarya dan bekerja. Diibaatkan, di zaman sekarang banyak yang mati di usia 30 tahun, akan tetapi baru dikubur di usia 60 tahun.

Gubernur Zul mengungkapkan itu saat memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada warga Mayura Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, Minggu (14/06/20).

Saat penyerahan  bansos secara sebanyak 100 paket bansos itu,  Gubernur Zul didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB, dan I Gede Putu Ariadi, S. Sos, MH.

“Jadi setelah 30 tahun umurnya, sampai usia 60 tahun itu tidak ada perubahan nasibnya,” jelas Bang Zul.

Usia menurutnya bukan menjadi penghalang untuk menciptakan inovasi baru. Ia yakin masyarakat NTB yang memiliki motivasi dan rasa ingin tahu yang tinggi akan segera menggapai kesejahteraan di kemudian hari

. “Muda itu bukan pada usia biologis tapi pada suasana jiwa,” ucapnya.

Bang Zul mengapresiasi kinerja OPD-OPD lingkup Pemprov yang dinilainya begitu totalitas dalam bekerja. Kinerja baik itupun diharapkan dapat terus berlanjut dan lebih ditingkatkan lagi ke depan.

“Kita mesti punya orang-orang yang menjadi andalan kita, yang bisa menyelesaikan masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang tidak biasa,” imbuhnya.

Bang Zul kemudian berterima kasih atas sambutan masyarakat yang selalu ramah dan penuh rasa kekeluargaan. Semangat serta kekompakan pun diharapkan terus terjalin sehingga permasalahan yang terjadi mampu segera diatasi dengan baik.

“Terima kasih atas keramahannya, mudah-mudahan ini bukan yang terakhir kita berjumpa,” pungkasnya.

Warga Lingkungan Mayura pun begitu antusias dengan kehadiran Gubernur di tengah-tengah mereka. Hal tersebut disampaikan Ketut Suarsana, salah satu warga Lingkungan Mayura.

“Kepada pak Gubernur, terima kasih atas kehadirannya di Mayura. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi kami di lingkungan Mayura ini,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Made Daniarti kepada Gubernur dan juga Dinas Sosial Provinsi NTB.

Mendengar pesan Gubernur, Ia yakin bahwa masyarakat NTB ke depan akan lebih mandiri dan terus maju dalam bekerja dan berkarya.

AYA/HmsNTB