Masjid Hubbul Wathan Raih Penghargaan Masjid Teladan Tingkat Nasional

Dengan munculnya Masjid Hubbul Wathan sebagai juara pertama di ajang Penghargaan Masjid Teladan 2020 oleh BNI Syariah, menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kerja agar lebih baik lagi

MATARAM.lombokjournal.com  – Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, dinobatkan sebagai pemenang Juara I di ajang Penghargaan Masjid Teladan 2020 yang diselenggarakan oleh BNI Syariah.

Kepala UPT Destinasi Wisata Unggulan Islamic Center Dinas Pariwisata Provinsi NTB, M Ilham mengatakan, Masjid Hubbul Wathan meraih juara pertama dalam kategori Masjid Raya dan Masjid Agung.

Masjid Paripurna Agung Ar-Rahman Kota Pekanbaru meraih juara II, sedang  Juara III diraih oleh Masjid Baitul Mu’min Bakdi Bali.

Dalam kategori Masjid Besar dan Jami’ dimenangkan oleh Masjid Nurul Ashri Deresan Yogyakarta, di kategori Masjid di tempat Publik dengan juara I diraih oleh Masjid An Nur Puspogiwan, Semarang.

“Ini merupakan penghargaan yang luar biasa, sangat bagus. Bagimana kita meningkatkan lagi pelayanan atau manajemen masjid selama ini. Sehingga tidak hanya sekedar penghargaan. Kita berupaya bekerja sebaik mungkin sejak awal bukan karena mau ikut lomba, namun ketika dapat juara I lomba, ini luar biasa,” kata M Ilham, Jumat (19/06/20).

Dengan munculnya Masjid Hubbul Wathan sebagai juara pertama di ajang Penghargaan Masjid Teladan 2020 oleh BNI Syariah, menjadi pemicu semangat untuk meningkatkan kerja agar lebih baik lagi.

Ilham mengatakan, Lomba Masjid Teladan Tahun 2020 ini diikuti oleh 381 Masjid Raya, Agung,  Jami’, dan Masjid di tempat publik se-indonesia.  Jenis penilaian meliputi administrasi masjid dan manajemen masjid.

“Untuk manajemen masjid itu sendiri ada beberapa kreteria yang dinilai oleh juri seperti manajemen pemberdayaan masjid, manajemen pengelolaan aset masjid, manjemen keuangan masjid, dan manajemen fundrising masjid,” terang Ilham.

Ia mengatakan, tanggal 19 Juni ini merupakan jadwal pengumuman pemenang dari panitia. Seremoni penyerahan piala atau reward akan diumumkan kemudian hari karena harus menyesuaikan dengan protokol Covid-19.

“Nanti akan ada penyerahan reward berupa uang pembinaan dan lainnya, namun belum dikasi tahu. Kami belum dapat informasi lengkapnya,” katanya.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Menata Landscape Islamic Center

Gubernur Zul meminta agar konsep dan pengerjaannya tidak asal-asalan

MATARAM.lombokjournal.com  — Pemprov NTB pada Jum’at (19/06/20) resmi sudah melakukan penataan landscape Islamic Center Nusa Tenggara Barat.

Penanaman pepohonan, bunga-bunga yang indah serta rumput hijau menjadi pilihan dalam menambah keelokan bangunan  Islamic Center yang rampung tahun 2013 itu.

Hal ini tentu mendukung program NTB Hijau yang digagas Pemprov NTB.

Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah yang datang dengan mengendarai sepeda, meninjau lokasi serta mendengarkan paparan Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Lalu M. Faozal, yang menyampaikan site plan pagar bunga hidup landscape yang akan diterapkan di Islamic Center.

Saat itu, Gubernur Zul  didampingi  oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB.

Gubernur Zul memberikan beberapa masukan terkait penataan halaman Islamic Center. Ia meminta agar konsep dan pengerjaannya tidak asal-asalan.

Begitu pula dengan ketersedian air di masa kemarau, sehingga tanaman tetap hijau dan subur.

“Itu pohon ketapang kencana, itu bagus sekali, apalagi kalau kita lihat di Singapura kalau sudah besar itu indah sekali, namun posisinya harus diatur agar tidak terlalu berdekatan,” saran Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut.

Keterlibatan OPD terkait pun diminta lebih intensif, mengingat Islamic Center telah menjadi salah satu destinasi wisata khas NTB.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Dra. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si berharap dengan penataan halaman Islamic Center ini dapat kembali mendorong menggeliatnya pariwisata di NTB. Selain itu,

Ia turut menyinggung protokol kesehatan Covid-19 yang harus tetap diterapkan. Penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak diminta tetap dilakukan saat akan bekerja dan keluar rumah.

“Di era pandemi ini, tentunya tugas-tugas kita tidak akan terhenti, tetap kita akan melakukan kerja-kerja kita kedepan untuk mencapai tujuan-tujuan kita yang sudah kita tentukan,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. Lalu M. Faozal menuturkan, pengerjaan untuk tahap satu akan mulai dilakukan hari ini.

Tepatnya di area depan Gedung Pendidikan, selain juga tanaman, rumput-rumputnya pun akan segera diganti dan akan dilakukan peremajaan termasuk pula konsep pagar hidup.

“Kira-kira pekerjaan di Gedung Pendidikan ini akan kita selesaikan dalam waktu tiga bulan, termasuk pemeliharaannya,” ungkap Faozal.

Untuk pengerjaan tahap kedua akan dilakukan di halaman depan gedung utama Islamic Center. Faozal berharap proses penataan Islamic Center dapat berjalan lancar, begitu juga dengan tanaman yang akan tata diharapkan mampu tumbuh dengan subur.

“Jenis tanaman kita sudah siapkan, mudah-mudahan semuanya bisa hidup karena kita memasuki musim kering di bulan Juni dan Agustus. Tetapi akan kita siapkan dua sumur bor untuk membantu pompa dan juga penyiraman ketika musim kemarau,” jelasnya.

AYA/HmasNTB




Distribusi JPS Gemilang Tahap II,  Sukses Berkat  Kekompakan OPD

Paket JPS Gemilang akan menghidupkan usaha IKM/UKM lokal NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Distribusi paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II berjalan lancar tidak lepas dari kekompakan dan kerjasama yang baik antar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD)  lingkup Pemprov NTB dan pihak terkait.

Karena itu, proses penyaluran bantuan JPS Gemilang tahap II yang tuntas pada hari hari Rabu (17/06) lalu patut disyukuri.

“Penyaluran JPS Gemilang Tahap II bagi masyarakat terdampak akibat COVID-19 sudah tuntas pada Rabu (17/6) lalu. Alhamdulillah, ini semua berkat kekompakan bersama yang luar biasa, sehingga distribusi terbilang cepat dan lancar di 10 kabupaten/kota,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM Jum’at (19/06/20) di Mataram.

Data kuota penerima di tiap daerah, untuk Kota Mataram tersalur 2.695 paket, Lombok Barat 10.918 paket, Lombok Utara 4.079 paket, Lombok Tengah 15.997 paket, Lombok Timur 42.788 paket.

Sedangkan di Pulau Sumbawa, seperti Kabupaten Sumbawa Barat ada 2.535 paket, Sumbawa 6.681 paket, Dompu 7.840 paket, Bima 14.528 paket, dan Kota Bima 1.939 paket.

“Semuanya sudah tersalurkan,” kata Bang Najam.

Najamuddin menyebutkan, dalam setiap paket bantuan berisi beragam kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, kopi, ikan kering, minyak kayu putih, teh kelor, dan juga masker.

Jika dikonversi setiap paket bernilai Rp 250 ribu.

Selain memberi manfaat untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19 lanjutnya, paket JPS Gemilang juga akan menghidupkan usaha IKM/UKM lokal NTB.

“Sehingga bukan saja bermanfaat untuk penerima bantuan, program JPS Gemilang juga mampu menggerakan perekonomian masyarakat berbasis UKM yang juga mengalami masa sulit di tengah pandemi,” ungkap Najam.

Dalam pengadaan paket JPS Gemilang Tahap I dan II, setidaknya ada sekitar 535 IKM/UKM dengan berbagai produk dilibatkan secara langsung.

“Jadi tentu semua berharap agar bantuan JPS Gemilang ini membawa efek berganda yang baik bagi sektor perekonomian kita di NTB, terutama menggeliatkan UKM yang terlibat,” demikian Najamuddin Amy.

JPS Gemilang III Harus Lebih Baik

Semangat pemberdayaan IKM/UKM   dalam produk JPS dalam Program JPS Gemilang, tetap menjadi konsep penyediaannya pada tahap ketiga nanti.

Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah menekankan,  supaya produk-produk yang disediakan dalam JPS Gemilang tahap III merupakan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kita jangan terlena dengan tahapaan penyelenggaraan JPS tahap I dan II, tetapi harus mengawal tahap III lebih baik,” kata Gubernur didampingi Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Evaluasi JPS tahap II dan persiapan JPS III di Mataram belum lama ini.

Menurutnya, Pemprov NTB harus mengevaluasi kekurangan dan kelebihan pada tahapan penyelenggaraan JPS Gemilang tahap II yang penyalurannya telah tuntas 100 persen.

Gubernur  Zul juga meminta agar melibatkan banyak UKM dan IKM lokal di NTB. Sehingga produk yang diberikan juga lebih bervariasi dengan hasil produk yang banyak melibatkan masyarakat untuk bekerja.

Keterlibatan UKM dan IKM  di JPS Gemilang tahap I dan II, dinilainya, sudah mampu melatih mereka untuk terus menyiapkan produk yang berstandar untuk dipasarkan secara umum.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan semangat awal pemberdayaan UKM dan IKM merupakan roh dari JPS Gemilang ini.

“Tentunya UKM maupun IKM ini yang akan banyak melibatkan masyarakat untuk menggerakan ekonomi kita,” kata Wagub Rohmi.

Pandemi Covid-19 memberikan sisi positif kepada masyarakat kita. Disamping mengajarkan untuk terapkan berperilaku sehat, namun membangkitkan pemberdayaan UKM/IKM disisi ekonomi.

“Ini yang harus benar-benar dimanfaatkan,” tuturnya.

Wagub mememinta agar penyaluran JPS Gemilang tahap III, dipersiapkan dan direncanakan dengan matang sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Assisten II Setda Provinsi NTB, H Ridwan Syah memaparkan tentang penyaluran JPS tahap II yang sudah berjalan lancar.

Pembagian wilayah kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal dan bertanggungjawab terhadap penyaluran JPS di Kabupaten/Kota se-NTB telah berjalan lancar dan efektif, sehingga semua persoalan dan kendala dapat dihindari.

“Rencananya melihat kebutuhan masyarakat, ada beberapa produk yang nantinya diganti, namun akan dilihat situasi dan keadaan produk tersebut, baik itu ketersediaan dan kebutuhan masyarakat, sehingga lebih bervariasi,”  katanya.

Persiapan tahapan proses JPS Gemilang tahap III akan dikoordinasikan dengan berbagai rakor dan evaluasi, sehingga menghasilkan keputusan yang matang sebelum didistribusikan.

Keberhasilan penyaluran JPS tahap II ini tentu berkat kerjasama yang baik antara OPD Lingkup Pemprov, Kab/Kota, TNI, Polri dan Kejaksaan, termasuk juga dengan para Mitra dan UKM/IKM serta para pihak lainnya.

AYA/HmsNTB




63 Kelompok Nelayan dari 5 Kecamatan Menerima Bantuan Sarana Penangkapan Ikan

Kelompok yang mendapatkan bantuan 2020 sejumlah 63 kelompok, jumlah ini merupakan sisa dari kelompok penerima bantuan 2019

GANGGA.lombokjournl.com —  Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan KLU, Iwan Maret Asmara, S.Sos mengatakan, perwakilan dari 5 Kecamatan sebanyak 63 kelompok nelayan (Pokyan)  menerima bantuan Sarana Penangkapan Ikan.

Hal itu dikatakan Iwan Maret saat penyerahan secara simbolis bantuan Sarana Penangkapan Ikan yang dilakukan Bupati Najmul Akhyar, di kantor Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan (Dishublutkan) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (18/06/20).

Menurutnya, mestinya Pokyan yang hadir  saat penyerahan bantuan itu sejumlah 700 orang. Tapi tak bisa terlaksana, karena masih dalam kondisi baru akan normal sehigga pihaknya hanya bisa menghadirkan jumlah tersebut.

Dikatakan, untuk pencegahan penyebaran virus Corona, maka acara penyerahan bantuan tersebut menhikuti prosedur protocol kesehatan.

“Kami ingin melaporkan, bahwa acara ini sesuai dengan standar protokol Covid-19,” kata Iwan Maret.

Pada tahun 2020, Dinas Hublutkan punya program yang ditujukan untuk masyarakat, di antaranya kelompok nelayan di Lombok Utara dengan jumlah seluruhnya sebanyak  102 kelompok,  beranggotakan 1.400 orang.

Kelompok yang mendapatkan bantuan 2020 sejumlah 63 kelompok,  jumlah ini merupakan sisa dari kelompok penerima bantuan 2019.

“Aturan ada dua ketentuan. Pertama, kelompok yang sudah menerima bantuan tahun lalu tidak boleh diberikan kembali. Kedua, anggaran juga dialokasikan untuk penanganan Covid-19,” jelas mantan Kalak BPBD KLU itu.

Anggaran tersebut masih bisa diselamatkan. Ini satu-satunya yang bisa dipertahankan.

BACA JUGA:  

Bupati Najmul Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan,  Aktivitas Menuju New Normal

“Hari ini kita salurkan 12 jenis bantuan dan 8 jenis lainnya masih dalam proses. Secepatnya disalurkan lagi,” kata Iwan.

Rangkaian acara bantuan Sarana Penangkapan Ikan itu dilanjutkan dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh bupati kepada perwakilan kelompok nelayan, kemudian ditutup dengan foto bersama.

api  




Bupati Najmul Serahkan Bantuan Sarana Penangkapan Ikan,  Aktivitas Menuju New Normal

lSemua orang dapat melakukan kegiatan secara normal, namun tetap menggunakan prosedur Covid-19

GANGGA.lombokjournal.com – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menyerahkan secara simbolis bantuan Sarana Penangkapan Ikan kepada 13 Ketua Kelompok Nelayan (Pokyan) yang ada di gumi Tioq Tata Tunaq, di kantor Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan (Dishublutkan) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (18/06/20).

Sebelum menyerahkan bantuan, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH mengatakan, Pemerintah Daerah sudah mulai melakukan aktivitas menuju normal baru.

Semua orang dapat melakukan kegiatan secara normal, namun tetap menggunakan prosedur Covid-19. Seperti menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya,  langkah-langkah itu merupakan persiapan seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara menuju kondisi tatanan kehidupan normal.

“Kemarin tiyang (saya) mendapat laporan melalui WhatsApp dari Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD, kemarin adalah hari pemulangan terakhir bagi pasien yang dirawat akibat Covid-19,” terang bupati.

Dengan dipulangkannya dua orang tersebut, berarti sejak hari itu kondisi Kabupaten Lombok Utara berada dalam keadaan nol penyakit Corona virus disease 2019.

Bupati Najmul mensyukuri kondisi demikian, karena tidak terlepas dari faktor kedisiplinan warga Lombok Utara yang menaati aturan Pemerintah selama Covid-19.

Dijelaskan, Pemerintah juga telah berjuang sekuat tenaga dengan berbagai upaya agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir di Lombok Utara.

Pemerintah Daerah membutuhkan biaya yang besar untuk menangani masalah Covid-19 tersebut. Dan diharapkan,  setelah angka nol kasus ini tidak ada lagi kasus berikutnya, tapi semua orang tidak boleh lengah.

“Perlu tyang sampaikan kepada epe (saudara sekalian) kenapa kita sangat khawatir dengan kasus ini, karena banyak dana yang dihabiskan. Kalau Covid ini terus berlanjut maka kita tidak tahu apa yang bisa kita perbuat di KLU niki (ini). Harapan tyang bantuan yang sederhana ini dapat bermanfaat,” tandasnya.

Orang nomor satu di Lombok Utara ini lmenceritakan, pada awalnya Pemerintah Daerah menganggarkan bantuan bagi Wira Usaha Baru (WUB) berupa uang dengan besaran 3 juta rupiah.

BACA JUGA ; 

63 Kelompok Nelayan dari 5 Kecamatan Menerima Bantuan Sarana Penangkapan Ikan

Tapi karena aturan yang tidak membolehkan, sehingga pihaknya mengubah kebijakan tersebut dalam bentuk barang.

“Sama dengan yang sudah diserahkan sebelumnya kepada WUB perbengkelan, perdagangan, dan kelompok tani. Hari ini kelompok nelayan,” jelasnya.

api




Analisa Mi6 untuk Selly-Manan di Pilkada Kota Mataram

Hingga saat ini baru pasangan Selly-Manan yang sudah definitif mendapatkan  dukungan resmi dan sah dari partai politik pengusungnya yakni PDIP dan PKS

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan  saat ini menjadi satu-satunya pasangan bakal calon yang sudah fix dukungan partai pengusung.

Sudah ada kepastian koalisi ramping PDI-P dan PKS mengusung pasangan ini di Pilkada Kota Mataram.

DPP PKS sudah menerbitkan SK DPP PKS nomor: 029/SKEP/DPP-PKS/2020 tentang calon Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada Mataram 2020 dari PKS menyatakan dukungan untuk Selly-Manan.

Dari komposisi kursi, PDIP-PKS sudah bisa mengantar Selly-Manan melenggang mendaftar ke KPUD Kota Mataram mendatang.

Namun, cukupkah ini?

Lembaga kajian sosial dan  politik Mi6 menganalisa, koalisi ramping PDI-P dan PKS untuk Selly-Manan, masih butuh effort lebih, agar tak sekadar mengantar jago mereka ke arena pertarungan Pilkada.

“Koalisi ramping PDI-P dan PKS mengusung Selly-Manan sudah bagus dan memenuhi persyaratan dukungan. Tapi  masih butuh effort untuk bisa memenangkan pasangan ini dalam pertarungan Pilkada nanti,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto SH didampingi Kepala Litbang Mi6 , Zainul Pahmi , Kamis(18/06/20) sore.

Koalisi PDI-P dan PKS menjadi perpaduan menarik. Hal ini merupakan cermin antitesa strategi politik yang mendepankan power sharing politik dalam memenangkan konstestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak  di NTB.

“Power Sharing PDIP – PKS adalah blok politik yang tidak biasa (anti mainstream) agar efektif dalam melakukan penetrasi pemenangan dengan mesin partai yang sudah teruji ,” lanjut Didu, sapaan akrab Direktur Mi6.

Di Kota Mataram dengan pemilih yang heterogen, paket  Selly-Manan bisa jadi akan menghadapi tantangan tersendiri. Misalnya soal kemungkinan  “Resistensi” konstituen PDI-P terhadap PKS dan sebaliknya konstituen PKS terhadap PDIP, tak bisa dinafikan.

Untuk itu perlu diberikan pencerahan ke depan.

Didu menilai koalisi ramping ini akan lebih mantap bila merangkul partai lain sebagai partai perekat sebagai buffer ( baca : penyangga )  politik untuk mengeliminasi gesekan-gesekan yang mungkin saja dimainkan.

“Disini power sharing menjadi kunci. Saya pikir PDIP dan PKS bisa merangkul partai lain sebagai perekat, misalnya PKB atau partai lainnya,” tukas Didu.

Model power sharing parpol dalam Pilkada ini harus mulai dikembangkan, untuk meningkatkan kecerdasan berdemokrasi masyarakat pemilih.

Koalisi power sharing ini juga bisa dilanjutkan di Pilkada lain di NTB, misalnya di Sumbawa dan Lombok Tengah.

Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, sebagai partai modern dengan karakter ideologi yang kuat dan khas, setidaknya koalisi PDIP dan PKS ingin mendobrak cara pandang tradisionil yang kerap mengamsumsikan bahwa karena perbedaan ideologi dan gerakan, PDIP dan PKS tidak mungkin dalam satu front politik.

“Koalisi taktis  PDIP dan PKS harus pula dimaknai sebagai upaya membangun citra politik yang positif guna meraih persepsi yang baik untuk saling membesarkan dan menguatkan , ” tukas Zainul Pahmi yang juga menjabat Ketua Pemuda NW NTB ini.

Pahmi melanjutkan persekutuan  PDIP dan PKS sesungguhnya ingin memberikan edukasi dan pencerahan politik kepada public, agar terbiasa  mengapresiasi hal-hal yang anomali  dari perspektif  positif dan mengambil hikmah dari sisi kebaikkannya.

Zainul Pahmi menegaskan, Mi6 berfokus menganalisa peluang politik pasangan kandidat bakal calon kepala daerah di tujuh Pilkada di NTB.

Kenapa lebih fokus Selly-Manan? Pahmi menegaskan, alasannya ialah hingga saat ini baru pasangan Selly-Manan yang sudah definitif mendapatkan  dukungan resmi dan sah dari partai politik pengusungnya yakni PDIP dan PKS.

“Di Mataram kan baru Selly-Manan yang sudah jelas partai pengusung. Sementara Paslon yang lain diduga  masih belum jelas parpol pengusungnya. Mi6 menganalisa bakal calon yang sudah pasti maju saja, yang belum pasti ngapain, hanya buang-buang energi,” tambah didu.

Saran untuk Selly-Manan

Di masa pandemi corona dimana berkumpul dalam jumlah banyak masih dibatasi, para kandidat calon kepala daerah perlu punya strategi tersendiri guna  bersosialisasi dan interaksi dengan konstituennya.

Direktur Mi6 ini menyarankan, pasangan Selly-Manan untuk memanfaatkan teknologi digital dengan optimal di masa pandemi. Tentunya dengan metode kekinian melalui jejaring media sosial seperti facebook dan youtube.

“Selly-Manan bisa membuat konten-konten youtube untuk berinteraksi dengan masyarakat Mataram yang ringan dan menghibur sebagai sarana edukasi ,” imbuhnya.

Ia mengatakan, sosok Selly Andayani sudah cukup populer di kalangan masyarakat Kota Mataram. Selain pernah menjabat sebagai penjabat Walikota Mataram, mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB ini juga sangat aktif turun ke lapangan.

Untuk merawat jejaring ini, Selly bisa saja membuat channel khusus yang memudahkan berinteraksi dengan masyarakat.

Begitu pun dengan TGH Abdul Manan, Ketua MUI Kota Mataram ini tentu punya banyak jejaring juga. Hanya saja untuk mengimbangi Selly, Manan juga bisa membangun jejaring media sosialnya.

“Pak Manan bisa mengikuti gaya dan langgam Doktor Zul dalam berinteraksi dengan masyarakat yang  terkesan memanusiakan orang tersebut. Lagian  Doktor Zul ini khan  mentornya,” tutur pria  yang telah memiliki akun youtube Didu Media ini.

Me




UMKM NTB Perlu Diberi Kesempatan di Tengah Pandemi Covid-19

NTB memiliki UKM yang bergerak di banyak bidang. Mulai dari garam, ikan kering, minyak kelapa, abon, gula aren, kopi, teh, serbat jahe, susu kedelai, kue kering serta banyak lagi produk lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Pandemi Covid-19 tidak hanya memengaruhi sektor kesehatan, tapi berpengaruh juga pada sektor perekonomian.

Tak terkecuali,  yang terdampak termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berkaitan dengan pangan.

Namun, Pemprov NTB tidak tinggal diam, melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, pelaku UMKM diberi  peluang agar tetap eksis di tengah pandemi Covid-19.

Sejak pendistribusian JPS Gemilang tahap II, sebanyak 900 UMKM berhasil digerakkan, yang mayoritas bergerak pada bidang pangan. Dan itu akan berlanjut terus  hingga tahap berikutnya.

Pemprov NTB melakukan itu sebagai salah satu jalan membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Mengembangkan UKM industri pangan ini tidak mudah. Karena, kalau UKM itu tidak kita kasih kesempatan, maka tidak mungkin mereka bersaing dengan pemain-pemain besar,” ujar Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara Webinar Nasional dengan tema menguji imunitas UMKM pangan di masa pandemi Covid-19, Kamis (18/06/20)

Dikatakan, NTB itu bukan hanya sebagai lumbung pangan nasional, tapi harus bergerak menjadi industri pangan nasional yang bahan pengolahannya ada di NTB.

Dengan jalan itu maka bisa meningkatkan taraf hidup petani dan nelayan di NTB.

“Kita harus bergerak pada industri pengolahan, dan ini tidak mungkin dilakukan kalau kita tidak punya SDM di bidang pangan dan bidang agro industri yang bagus,” kata Bang Zul.

Dikatakan, melalui program JPS Gemilang ini ditunjukkan bukan hanya pada audiens di NTB, tapi di seluruh Indonesia bahwa UKM-UKM pangan kita ternyata mampu menjadi tuan rumah di kmpung sendiri.

“Tantangan berikutnya adalah, kita perbaiki kualitas produksi yang dihasilkan dengan memperkenalkan teknologi tepat guna, dan pada saat yang sama di bidang harga juga harus bersaing,” ungkap Bang Zul.

NTB memiliki UKM yang bergerak di banyak bidang, mulai dari garam, ikan kering, minyak kelapa, abon, gula aren, kopi, teh, serbat jahe, susu kedelai, kue kering serta banyak lagi produk lainnya.

“Dan itu semua menunjukkan kita tidak kekurangan,” tegas Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB




Produk Hasil Pelatihan Daring BLK NTB, Untuk Gugus Tugas Covid-19

Diklat virtual bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, mampu menghasilkan produk yang produktif dan menarik

MATARAM.lombokjournal.com – Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB menerima bantuan berupa barang-barang kebutuhan hasil pelatihan dari BLK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, penyerahannya  berlangsung di Gedung Sangkareang Setda Provinsi, Rabu (17/06/20).

Bantuan yang diberikan berupa 32 unit wastafel, 3000 masker, dan ratusan toples makanan kering.

Siapa sangka kalau bantuan itu justru datang dari masyarakat yang terdampak pandemic Covid-19.

Bantuan itu merupakan buah dari ihtiar Pemerintah yang membangkitkan semangat dan produktifitas warga melalui pelatihan berbasis daring. Pelatihan daring yang dilakukan menyasar warga yang terdampak Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB yang juga Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengaku kagum dan mengapresiasi hasil karya tersebut.

“Ini adalah hal yang spesial dikarenakan karya ini adalah hasil mereka yang terdampak Covid-19, lalu stay at home dan kemudian mendapat  pelatihan secara online lalu tetap produktif,”  kata Lalu Gita.

Menurutnya, diklat virtual bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, mampu menghasilkan produk yang produktif dan menarik.

“Inilah pesannya yang selama ini selalu didengungkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. InsyaAllah, produk-produk yang memungkinkan akan diprioritaskan masuk menjadi  item dalam JPS Gemilang.” jelasnya

Senada dengan Sekda Provinsi NTB, pihak BLK NTB yang diwakili Jayakusuma selaku Instruktur Kejuruan LAS BLK NTB menjelaskan, pelatihan yang didanai APBN ini dilakukan melalui platform aplikasi Zoom.

“Pelatihan dimulai dari tanggal 3-16 Juni 2020. Pelatihan ini ada tiga bentuk, pelatihan pembuatan masker, wastafel, dan memasak. Pelatihan melalui platform zoom, jumlah peserta ada 16 peserta tiap masing-masing mata pelatihan” jelas Jayakusuma.

AYA/HmsNTB




Semua Pihak Diajak Bekerjasama Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Salah satu program Pemprov NTB yang  mendukung pencegahan narkoba yakni Revitalisasi Posyandu. Para kader di lingkungan dan dusun harus paham betul tentang bahaya narkoba

MATARAM.lombokjournal.com —  Mencegah penyebaran dan penyalahgunaan narkoba, bukan hanya tanggung jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) saja. Seluruh stakeholder harus bersama berjalan beriringan dan bergandeng tangan untuk mengatasi masalah ini.

Wagub Ummi Rohmi

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima silaturahim Kepala BNN NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra di ruang kerja Wagub Kantor Gubernur NTB, Rabu (17/06/20).

Menurut Wagub, penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat harus diatensi bersama-sama. Apalagi, banyak penyalahguna narkoba adalah mereka yang berada di rentang usia produktif.

Umm Rohmi mengatakan, berbagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satu program Pemprov NTB yang  mendukung pencegahan narkoba yakni Revitalisasi Posyandu. Para kader di lingkungan dan dusun harus paham betul tentang bahaya narkoba.

“Bisa kita bayangkan jika semua bergerak dari segala penjuru ini akan lebih optimal dan itu yang kita harapkan. Edukasi ini harus dilakukan terus menerus supaya anak-anak di NTB tidak terjerumus, dan berharap potret di NTB ini membaik,” ungkap Wagub.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan tahun ini peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020 akan dilaksanakan secara virtual di Kantor BNN masing-masing. Nantinya, HANI akan dihadiri secara virtual oleh Presiden RI dan sekaligus akan me-launching website aduan bagi masyarakat untuk ASN yang terlibat narkoba.

Gde Sugianyar mengatakan, selama ini BNN telah mensosialisasikan apabila ada keluarga di lingkungan sekitar yang merupakan korban penyalahguna narkoba, dan bukan terlibat jaringan pengedar maka dipersilahkan datang ke BNN until direhabilitasi,

“Silakan datang ke BNN, di sana akan direhabilitasi secara gratis dibiayai oleh negara”, tambahnya.

AYA/HmsNTB




Lembaga Lain Diajak  Andil Tingkatkan Kemampuan Masyarakat NTB

Pembangunan tidak boleh hanya fokus pada indikator kuantitatif saja. Peningkatan kualitas masyarakat pun harus menjadi sasaran utama dari pemerintah

MATARAM.lombokjournl.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjadi Narasumber dalam acara silaturahim dan temu wicara secara online yang diinisiasi oleh Baituttamkin Tazkia Madani, bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (17/06/20).

Kegiatan ini mengangkat tema “Percepatan Pemulihan Ekonomi Keluarga Berpenghasilan Rendah Terdampak Pandemi Covid-19 ; Sinergi Pemerintah Daerah, BAZNAS dan Partisipasi Masyarakat Madani”.

Gubernur dalam kesempatan itu menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan oleh Baituttakmin Tazkia Madani tersebut.

Menyinggung masalah ekonomi, sebelum wabah Corona menyapa dunia, NTB sebelumnya telah merasakan gejolak ekonomi akibat gempa beberapa waktu yang lalu.

Ia pun mengapresiasi kinerja Bupati dan Walikota, seluruh OPD dan lembaga/organisasi terkait yang selama masa itu telah bekerja keras dalam menstabilkan perekonomian.

“Tetapi setelah kita bangkit pada track yang benar, kita semua bahkan di seluruh dunia terkena Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ini,” ujar Gubernur Zul.

Begitu pula dengan pembangunan, Gubernur Zullmengatakan, pembangunan tidak boleh hanya fokus pada indikator kuantitatif saja. Peningkatan kualitas masyarakat pun harus menjadi sasaran utama dari pemerintah.

“Tapi yang paling penting dan ini sedang kita lakukan di NTB bahwa pembangunan itu harus dimaknai sebagai sebuah proses besar untuk mengupgrade kemampuan masyarakat,” jelasnya.

Pemprov NTB katanya akan selalu mendukung kegiatan apa saja di daerah ini, selama itu mampu meningkatkan kualitas dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Apapun yang ingin dilakukan teman-teman sepanjang itu punya niat dan muaranya mengupgrade kemampuan atau kapasitas masyarakat kami, kami akan dukung,” katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, pemerintah begitu menyadari efek ekonomi yang terjadi selama masa pandemi Covid-19.

Anjuran seperti stay at home tentu akan berdampak pada ekonomi apabila pemasukan (income) ikut tersendat.

“Oleh karenanya, ketika awal spirit kita adalah lawan Covid-19, tetapi belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera mereda dan usai, sekarang kita berada pada posisi bagaimana bersahabat dengan Covid-19. Dengan meningkatkan aktifitas, melakukan produktifitas ekonomi tetapi tetap diatas segalanya adalah mengacu kepada protokol Covid-19,” ungkap Lalu Gita.

Lalu Gita menyampaikan, Pemprov NTB selain dalam hal kesehatan terkait penanganan Covid-19, juga sangat memperhatikan aspek sosial ekonomi.

Ia kemudian mencontohkan program JPS Gemilang yang merupakan hasil produksi lokal disebutnya  telah memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Jaring Pengaman Sosial yang diberikan kepada masyarakat ini adalah item-item produk dari UMKM atau yang dihasilkan masyarakat NTB sendiri, jadi apa yang dihasilkan oleh masyarakat yang terdampak, yang stay at home, kemudian bisa melakukan sesuatu, itu yang diserap oleh pemerintah dan setelah diserap kembali didistribusikan kepada masyarakat,” terangnya.

Dengan langkah ini, Pemprov NTB mendapat banyak apresiasi dari UMKM dan juga masyarakat luas. Tak hanya itu, Pemerintah Pusat pun mengapresiasi langkah yang telah dan sedang dilakukan Pemprov NTB.

Pimpinan Grup Tazkia, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio memaparkan hal-hal yang menjadi program dan langkah kedepan dalam mengontrol perekonomian selama masa wabah corona.

Ada tiga pendekatan yang dilakukan oleh Baituttakmin, yakni secara finansial yaitu dengan cara memperkuat ekonomi. Kedua, pendekatan sosial keluarga yaitu dengan melakukan peningkatan kapasitas dan yang terakhir pendekatan spritual.

“Alhamdulillah ini sudah berjalan atas dukungan dari Pemprov, Kabupaten dan Kota demikian juga Insya Allah nanti dengan BAZNAS, mudah-mudahan ini bisa ditingkatkan,” sebut Syafi’i.

Ke depan, ia berharap masyarakat agar mampu meningkatkan perekonomiannya. Oleh sebab itu, kerjasama yang baik antar pihak terkait menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. Irfan Syauqi Beik mengatakan hal-hal yang terkait dengan akselerasi penyaluran zakat di masa pandemi Covid-19 dan era New Normal.

Penyaluran ZIS BAZNAS masa pandemi Covid-19 mengedepankan syariah dan ketentuan yang berlaku, serta tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Koordinasi dengan pemerintah dan gugus tugas penanganan Covid-19 harus lebih dikuatkan.

Selain itu, Ia bersyukur bahwa semangat berbagi masyarakat masih sangat tinggi meskipun di masa sulit ini.

“Kita optimis bahwa seberat apapun situasi yang kita hadapi, peluang itu masih ada,” ucap Syauqi optimis.

Ia kemudian menekankan tiga karakteristik program di era New Normal yang akan diterapkan BAZNAS, di antaranya menjaga protokol kesehatan, menjaga protokol keselamatan kerja dan memanfaatkan kemajuan teknologi.

“Adaptasi menjadi suatu hal yang sangat penting dan tentu ini kita harus memiliki protokol yang baik didalam program,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, Ahmad Masyhuri, SH. Kegiatan ini diikuti pula BAZNAS dan BAZDA Kabupaten/Kota, Penggerak Baittutamkin Lombok Sumbawa serta masyarakat umum yang turut pula menyampaikan aspirasinya.

AYA/HmsNTB